BAB III METODE PENELITIAN

14 downloads 48 Views 131KB Size Report
METODE PENELITIAN. 3.1. ... Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian tentang digitalisasi data ... Kartu Taspen Contoh berkas ini sesuai lampiran 3. d.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian tentang digitalisasi data pegawai. Proses digitalisasi yaitu melakukan perubahan dengan mengubah data fisik menjadi data digital.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses

digitalisasi data pegawai yaitu: 1. Menentukan berkas atau data fisik apa saja yang akan dilakukan digitalisasi.

Pada penelitian ini data fisik yang akan diproses scan

dibatasi hanya beberapa jenis data.

Data pegawai yang akan di

digitalisasi yaitu: a. Data Keputusan Kenaikan Pangkat. Contoh berkas ini sesuai lampiran 1, b. Kartu pegawai Negeri Sipil. Contoh berkas ini sesuai lampiran 2, c. Kartu Taspen Contoh berkas ini sesuai lampiran 3. d. Data Keputusan Pengangkatan CPNS/PNS (Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil). Contoh berkas ini sesuai lampiran 4, e. Data Ijazah yang digunakan sebagai dasar pengangkatan menjadi CPNS/PNS, dan ijazah dari hasil peningkatan pendidikan. Contoh berkas ini sesuai lampiran 5. 2. Merancang tampilan laporan yang dapat dilakukan yaitu:

31

Informasi administrasi kepegawaian

32

a. Laporan administrasi kepegawaian untuk Pegawai Negeri Sipil yang akan naik pangkat sesuai dengan priode kenaikan pangkat yaitu periode April atau periode Oktober, b. Laporan administrasi kepegawaian untuk Pegawai Negeri Sipil yang akan mendapat penghargaan satya lencana untuk masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. c. Laporan administrasi kepegawaian untuk Pegawai Negeri Sipil yang akan memasuki usia pensiun setiap tahunnya. Secara umum rancangan sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 3.1. Tahap Pengerjaan Sistem Secara Umum Pada blok Perancangan sistem tahapan-tahapan yang akan dilakukan yaitu: 1. Melakukan perancangan sistem secara umum, 2. Melakukan perancangan terhadap kode sisipan yang akan dipergunakan, 3. Melakukan perancangan terhadap klasifikasi penggunaan data digital, 4. Melakukan perancangan terhadap teknik pencarian file digital, 5. Melakukan perancangan terhadap pemindahan file data digital tidak aktif.

33

Implementasi dan Pengujian sistem: 1. Proses pengarsipan/penyimpanan file digital, 2. Proses pencarian file digital, 3. Proses Penyusunan Informasi dan laporan dari data digital. 3.1.1. Rancangan Digitalisasi Secara Umum Secara umum tahapan perancangan sistem digitalisasi data kepegawaian dapat dilihat pada Gambar 3.2. pada halaman berikut:

34

35

Dari Gambar 3.2. dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Berkas fisik yang telah terkumpul selanjutnya dilakukan proses pengindaian (scaning). 2. File yang telah terscaning menjadi file digital berupa file Jpeg. 3. Selanjutnya dilakukan penyisipan data informasi di dalam data digital Penyisipan data informasi pada data digital mempergunakan metode steganografi dengan watermarking. Pada penelitian ini penyisipan data informasi termasuk dalam kelompok image watermarking. Data informasi yang disisipkan pada data digital dalam penelitian ini termasuk dalam ranah spasial yaitu pada pixel-pixel penyusun data digital.

Data informasi yang disisipkan pada data digital pada

penelitian ini yaitu berupa data teks dan data image. Data teks yang disisipkan yaitu: a. Nama

pegawai berupa karakter dengan ketentuan panjang

maksimal 25 karakter, b. Nip (Nomor Induk Pegawai) yang terdiri dari 18 karakter. Untuk Nip jumlah karakter sama untuk semua pegawai. c. Kelompok klasifikasi yang terdiri dari 12 karakter.

Dua belas

karakter terdiri dari empat karakter pertama tahun kelahiran, dua karakter berikutnya adalah kode jenis berkas, empat karakter selanjutnya menentukan golongan dan ruang pegawai sedangkan dua karakter yang lain menentukan ijazah pengangkatan pegawai.

36

d. Nama user terdiri dari maksimal 50 karakter, yaitu pada data informasi juga disisipkan nama user yang melakukan proses digitalisasi pada data digital pegawai. e. Tanggal proses, menentukan tanggal dilakukannnya proses digitalisasi data pegawai yang terdiri dari 10 karakter. Tujuan pancantuman tanggal proses digitalisasi adalah untuk mengetahui kapan dilakukan proses digitalisasi. f. Data image yang disisipkan pada data digital adalah lambang kota Denpasar, seperti pada gambar 3.3.

Gambar 3.3. Lambang Kota Denpasar 4. Dari data informasi yang dimasukan pada point tiga di atas disisipkan dalam data digital sebagai bahan autentikasi berupa watermark. Proses penyisipan data informasi pada data digital berupa watermark pada file menggunakan metode LSB (Least Significant Bit). 5. Data image yang telah ter-watermark di simpan. ada penelitian ini ditentukan jumlah karakter dan lokasi penyisipan data informasi pada data digital. Data tersebut seperti yang terlihat pada tabel 3.1. berikut ini:

37

Tabel 3.1. Jumlah Karakter dan Lokasi Data Informasi pada Data Digital

Pada penelitian ini juga dirancang lokasi penempatan data informasi yang disisipkan pada data digital. Adapun rancangan lokasi posisi data informasi yang disisipkan pada data digital adalah seperti pada gambar 3.4 di bawah ini:

38

Gambar 3.4. Lokasi Penempatan Data Informasi Sisipan pada Data Digital

39

Rancangan penempatan lokasi data informasi yang disisipkan pada data digital dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Penempatan 25 karakter nama pada data digital adalah pada posisi pixel kolom ke 1 baris kesepuluh sampai dengan kolom ke 200 baris ke 10 pada data digital, 2. Penempatan 18 karakter NIP pada data digital mulai dari posisi pixel kolom ke satu baris ke 20 sampai dengan posisi pixel kolom ke 144 baris ke 20, 3. Penempatan 12 karakter untuk data klasifikasi pada data digial mulai dari pixel kolom ke satu baris ke 30 sampai pixel kolom ke 96 baris ke 30. 4. Penempatan 25 karakter untuk identitas nama user, lokasi untuk nama user ditempatkan pada posisi kolom ke satu baris ke 40 sampai dengan kolom ke 200 baris ke 40 5. Penempatan 10 karakter untuk tanggal proses input data digitalisasi pada sistem digitalisasi diletakkan pada posisi mulai dari pixel kolom ke 201 baris ke 40 sampai ke pixcel kolom ke 280 baris ke 40. 6. Penempatan logo/lambang Pemerintah Kota Denpasar ditempatkan mulai pada posisi pixcel kolom ke satu baris ke 51 sampai pada pixcel kolom ke 800 baris ke 350. 3.1.2. Diteksi Perubahan yang Terjadi pada Data Digital Pada penelitian ini digunakan pengecekan parity untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada data digital. Penempatan lokasi parity pada data digital untuk setiap baris ditempatkan pada kolom 1100 pada gambar 3.4. di atas

40

ditunjukan pada blok parity A diposisi pixel data digital. Penempatan parity untuk setiap kolom yaitu pada baris 1200 pada gambar ditunjukan pada blok parity B diposisi pixel data digital. Parity yang disisipkan ditentukan dengan menggunakan parity genap, yaitu dengan menghitung jumlah bit yang berlogika satu (1) untuk setiap baris dari LSB (Least Significant Bit) masing-masing pixel pada data digital. Sebagai contoh jika dalam satu baris diperoleh jumlah bit yang berlogika satu berjumlah ganjil, maka bit parity yang disisipkan berlogika satu (1) dan sebaliknya jika bit berlogika satu berjumlah genap maka bit parity berlogika nol. Ketentuan ini juga berlaku untuk penyisipan bit pada masing-masing kolom. Untuk melakukan pengujian terhadap perubahan pada data digital dilakukan langkah pencarian bit parity untuk setiap baris dan kolom serta dilakukan pembandingan terhadap bit parity yang disimpan.

Jika terjadi

perubahan pada data digital maka parity yang diperoleh akan berbeda dengan bit parity yang disisipkan. 3.1.3. Rancangan Sistem Penyimpanan Data Digital Proses penyimpanan data digital menggunakan manajemen folder. Sebagai dasar penyimpanan data digital dalam folder berdasarkan kelompok tahun kelahiran pegawai. Kemudian folder kelompok tahun kelahiran diklasifikasikan lagi berdasarkan folder jenis berkas yaitu: Ijasah, kartu pegawawai, kartu taspen, SK Kenaikan Pangkat dan SK CPNS/PNS.

Dari folder jenis berkas ada dua

folder diklasifikasikan kembali, yaitu folder SK kenaikan Pangkat dan folder ijasah. Pada folder Ijasah di bagi lagi dalam folder yang lebih kecil berdasarkan klasifikasi tingkat pendidikan yaitu SD, SMP,SMA, DIII, S1, S2, dan S3.

41

Demikian juga dengan klasifikasi kenaikan pangkat di klasifikasikan

dalam

folder yang lebih kecil pula yaitu folder pangkat dan golongan. Folder pangkat terdiri dari I, II, III dan IV. Dari folder pangkat diklasifikasikan lagi kedalam folder golongan yaitu a, b, c, d dan untuk golongan IV sampai pada klasifikasi golongan e. Manajemen folder untuk klasifikasi data digital dapat dilihat pada bagan berikut dibawah ini.

Gambar 3.5. Bagan Manajemen Folder Data Digital 3.1.4. Pengkodean Klasifikasi Data Digital pada Manajemen Folder Proses klasifikasi data digital pada penelitian ini terdiri dari lima klasifikasi berkas yaitu: 1. Klasifikasi data digital berdasarkan SK. Kenaikan pangkat, pada klasifikasi data digital ini dapat diklasifikasikan kembali yaitu: a. Golongan yaitu Golongan I, II,III dan IV dan, b. Ruang yaitu ruang a, b, c, d dan e khusus untuk golongan IV.

42

2. Klasifikasi data digital berdasarkan Kartu Pegawai 3. Klasifikasi berkas berdasarkan Kartu taspen 4. Klasifikasi data digital berdasarkan SK. CPNS/ SK. Pengangkatan, 5. Klasifikasi berkas berdasarkan Ijazah saat pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil. Pada klasifikasi ijazah dapat diklasifikan lagi kedalam klasifikasi tingkat pendidikan saat pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil. Klasifikasi tingkat pendidikan tersebut adalah: a. SD ( Sekolah Dasar atau yang setingkat) b. SMP ( Sekolah Menengah pertama atau yang teingkat) c. SMA (Sekolah Menengah Atas/D1/D2 atau yang setingkat) d. S1 ( Strata 1 atau yang setingkat) e. S2 (Strata 2 atau yang setingkat) dan f. S3 (Doktor atau yang setingkat) Dari kelompok klasifikasi data digital dirancang pengkodean terhadap masing-masing kelompok klasifikasi data digital.

Kelompok klasifikasi dan

pengkodean data digital pada manajemen folder dapat dilihat seperti pada tabel 3.2. di bawah ini.

43

Tabel 3.2 Klasifikasi dan Kode Data Digital pada Manajemen Folder

3.1.5. Rancangan Pencarian Data Digital yang Tersimpan pada Folder Dari data digital yang telah tersimpan dapat dilakukan proses pencarian data digital dan penyajian listing informasi data pegawai sesuai dengan katagori pencarian.

Proses pencarian data digital menghasilkan data digital perorang

(proses pencarian dapat dilihat pada gambar 3.6)

44

Gambar 3.6. Bagan Proses Pencarian File Digital Dari gambar di atas dapat dijelaskan tahapan proses pencarian data digital yaitu: a. Dimulai dari data digital yang telah terwatermark dilakukan proses pencarian berdasarkan kelompok folder dan klasifikasi yang diinginkan, b. Pencarian dilakukan oleh pemakai dengan memasukan nip dan kode klasifikasi pencarian yang diinginkan, c. Dari proses pencarian kelompok folder dan kode klasifikasi yang dicari ditemukan dilakukan pengambilan data digital, d. Selanjutnya dilakukan decoding dari data digital yang masih terwatermark.

45

e. Dari hasil watermark yang ditemukan dibandingkan dengan kode yang dimasukan . f. Jika hasil pembandingan sama maka data yang dicari sesuai, maka dilakukan pencetakan data digital. Hasil pembandingan tidak sama berarti data digital yang dicari salah. Maka proses akan diulang sampai proses pencarian data habis. 3.1.6. Rancangan Proses Penyajian Informasi dan Laporan Data Digital Berikut adalah tahapan pada proses penyajian informasi data digital. Proses penyajian informasi data digital maksudnya menampilkan listing data dari katagori pencarian yang diinginkan oleh user. Informasi yang dapat ditampilkan dibatasi hanya sebatas data informasi sesuai dengan data yang disisipkan pada watermark. Tahapan tersebut dapat dilihat pada bagan bawah ini pada gambar 3.7.

Gambar. 3.7. Bagan Proses Penyajian Informasi Data Digital Dari gambar di atas dapat dijelaskan tahapan proses penyajian listing informasi data digital yaitu:

46

a. Dimulai dari data watermark yang tersimpan dilakuan proses pengambilan data digital yang terwatermark. b. Dilakukan proses decoding

dihasilkan data watermark yang

disisipkan. c. Dilakukan proses pembanding terhadap data katagori yang dicari dengan data watermark yang dihasilkan. Dari proses pembanding diperoleh hasil perbandingan. Jika hasil yang diperoleh sesuai maka dilakukan proses rekap listing informasi. Proses ini terus berulang sampai data yang dicari habis maka proses selesai. Rancangan laporan data digital yang akan disajikan pada penelitian ini hanya dibatasi pada format laporan untuk urusan administrasi kepegawaian yaitu: a. Daftar nama pegawai negeri sipil yang akan naik pangkat sesuai periode yaitu: periode april dan periode oktober pada tahun bersangkutan. b. Daftar

nama

pegawai

Negeri

Sipil

yang

akan

memperoleh

penghargaan satya lencana pengambdian 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. c. Daftar nama pegawai yang akan memasuki usia pension pada tahun yang bersangkutan. Dari Jenis berkas yang dipergunakan pada data digital dan bentuk format laporan yang akan dibangun berikut tabel 3.3. menampilkan klasifikasi berkas sesuai penggunaannya dalam administrasi kepegawaian.

47

Tabel 3.3. Penentuan data digital dalam klasifikasi penggunaannya

Keterangan: Angka 1 (satu) pada tabel di atas menunjukan data dipergunakan dan angka 0 (nol) data tidak dipergunakan pada kelompok klasifikasi proses administrasi kepegawaian 3.1.7. Rancangan Proses Data Digital tidak Aktif Pada rancangan proses pemindahan data digital dari folder aktif ke dalam folder tidak aktif bertujuan untuk menghindari overload data digital pada masingmasing folder dan meringankan system yang bekerja dalam proses penyimpanan atau proses pencarian. Bagi data Pegawai negeri sipil yang telah mendapatkan surat keputusan pemberhentian, pindah keluar dari Pemerintah Kota Denpasar atau diberhentikan maka data pegawai yang bersangkutan dipindahkan ke folder tidak aktif. Struktur manajemen folder data digital aktif dengan non aktif adalah sama. Tahapan proses pemindahan data digital aktif ke folder tidak aktif dapat dilihat sesuai gambar berikut ini:

48

Gambar. 3.8. Bagan Proses Penempatan Data Digital Tidak Aktif Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat perbedaan antara sistem yang sedang berjalan saat ini di Badan Kepegawaian Daerah Kota Denpasar, dengan sistem yang akan dikembangkan. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel 3.4. di bawah ini.

49

Tabel 3.4. Perbedaan File berbasis kertas (manual) dengan File Digital Proses Penerimaan Berkas

File berbasis kertas (manual) Berkas fisik diterima dan selanjutnya dicatat

Berkas fisik konversi

Proses Konversi

-

Scaner

Klasifikasi

Diseleksi secara manual berdasarkan NIP (Nomor Induk Pegawai), dan jenis berkas yang diterima

Dilakukan dan diolah oleh komputer dengan mengelompokan berdasarkan kelompok folder tahun kelahiran dari NIP folder dan klasifikasi didalam folder.

Penyimpanan

Penyimpanan disesuaikan dengan map File dan disimpan pada tempat File

Dilakukan dan diolah oleh komputer dengan mengelompokan berdasarkan kelompok folder tahun kelahiran dari NIP folder dan klasifikasi didalam folder.

Pencarian

Dicari pada map file sesuai dengan NIP yang dibutuhkan Dengan mempergunakan kunci lemari file dan kunci ruangan file

Dilakukan oleh komputer sesuai dengan kode yang dicari.

Sistem Pengamanan

File Digital diterima

dilanjutkan

proses

Dengan menggunakan autentifikasi. Dengan penyisipan data informasi pada data digital berupa watermark.

Pencarian jumlah

Harus mencari dan membuka file pegawai satu persatu

Dilakukan pencarian oleh komputer

Proses Pencarian Secara berkelompok

Tidak dapat dilakukan sekaligus file tapi harus mengambil file satu persatu di dalam file pegawai yang bersangkutan

Pencarian dilakukan oleh komputer berdasarkan kode kelompok folder dan jenis klasifikasi yang dicari.

Proses dalam besar

3.2. Lokasi Penelitian Penelitian di lakukan pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Denpasar dengan alamat Jl. Mataram No. 2 Denpasar. Pengumpulan dan scanning data dilakukan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Denpasar. 3.3. Jenis dan Sumber Data 3.3.1. Jenis Data Jenis data yang dipergunakan adalah data pegawai yang merupakan data fisik berupa kertas yang akan dilakukan proses digitalisasi atau proses konversi

50

dari berkas berbasis kertas ke bentuk berkas berupa file digital atau elektronik. Jenis data dimaksud berupa: 1. Keputusan Pengangkatan CPNS/PNS, 2. Suart Keputusan Kenaikan Pangkat, 3. Ijazah

yang

digunakan

sebagai

dasar

pengangkatan

menjadi

CPNS/PNS dan ijazah dari hasil peningkatan pendidikan, 4. Kartu pegawai Negeri Sipil dan 5. Kartu Taspen 3.3.2. Sumber Data Sumber data yang dipakai sebagai sampel data digital pegawai adalah data fisik atau data yang berbasis kertas yang ada pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Denpasar. 3.4. Instrumen penelitian

Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Bahan yang dipergunakan adalah berupa berkas fisik berupa kertas file yang akan digitalisasi. 2. Perangkat keras yang digunakan adalah: a. Komputer dengan spesifikasi: - Processor Intel core 2 duo 2,93 GHz - Ram 2,00 GB - HDD 200 GB - Sistem Operasi : Windows XP Home Edition

51

b. Scaner: Fujitsu Scansnap S1500 c. Printer: HP Laserjet P1020 3.5. Metode dan Teknik Pengumpulan Data Metode dan pengumpulan data

dengan cara observasi dilapangan

langsung pada di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Denpasar. 3.6. Metode dan Teknik Analisis Data Adapun alur analisa dalam penyusunan usulan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Pengumpulan literatur yang berhubungan dengan perancangan dan pembuatan perangkat lunak proses digitalisasi dan penyisipan watermarking. 2. Mempelajari dan memahami proses yang terjadi dalam perancangan dan pembuatan perangkat lunak proses digitalisasi. dan penyisipan watermarking. 3. Pengujian Sistem yang dibangun yaitu : mengujian kemampuan sistem dalam proses penyimpanan pada data digital pada folder, pencarian atau pengambilan data kembali berdasarkan data informasi yang disisipkan pada data digital. 4. Kemampuan sistem dalam menampilkan laporan daftar pegawai sesuai rancangan yang telah dibatasi dalam format tiga bentuk laporan. 5. Pengujian selanjutnya dilakukan

pengujian terhadap berbagai

perubahan yang terjadi pada data digital dan data informasi yang disisipkan. Pada penelitian ini dibatasi pengujian dibatasi hanya pada perubahan data digital pada proses:

52

a. Menditeksi perubahan data identitas yang ada pada data digital b. Menditeksi perubahan yang terjadi pada data informasi yang disisipkan pada data digital. 6.

Analisa hasil dan pengambilan kesimpulan.