Chapter I.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

12 downloads 24 Views 526KB Size Report
diperlukan pengawasan dan pengendalian terhadap biaya produksi. ... produksi masih memiliki pengaruh terhadap laba kotor perusahaan, dan dari ketiga.

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Perusahaan merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang program

pemerintah di berbagai sektor perekonomian. Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang semakin pesat ini akan membawa dampak persaingan perdagangan yang ketat, terutama pada perusahaan sejenis. Dengan demikian perusahaan dituntut bekerja lebih efisien supaya dapat tetap bertahan dalam bidangnya masing-masing. Dilihat dari segi globalisasi, persaingan akan lebih tajam karena untuk masuk ke dalam pasar global, banyak faktor-faktor yang harus ditingkatkan dan diperbaiki. Faktor-faktor tersebut adalah kualitas, ketepatan waktu, dan tentu saja modal. Persaingan global yang dihadapi perusahaan tersebut memaksa para manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan yang berkualitas berdasarkan fakta-fakta. Tujuan perusahaan walaupun yang satu dengan yang lainnya belum tentu sama, tetapi pada umumnya tujuan perusahaan terutama adalah memperoleh laba yang maksimal untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Dalam dunia usaha untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, khususnya dalam perusahaan industri harus ditunjang oleh beberapa faktor yang saling mendukung. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan laba kotor perusahaan adalah harga jual, volume penjualan, persediaan barang dalam proses, biaya produksi, persediaan barang jadi, dan lain-lain.

Universitas Sumatera Utara

Sebagai salah satu faktor biaya yang mempengaruhi laba kotor, maka diperlukan pengawasan dan pengendalian terhadap biaya produksi. Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan dalam rangka mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Biaya ini terdiri dari tiga unsur yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Biasanya unsur-unsur biaya produksi yang paling berpengaruh terhadap laba kotor adalah biaya bahan baku, karena tergantung pada perubahan jumlah produksi. Apabila jumlah produksi meningkat maka permintaan bahan baku akan bertambah, hal ini akan mengakibatkan tingginya biaya produksi dan pada akhirnya menurunkan laba kotor perusahaan. Berbeda halnya dengan biaya tenaga kerja langsung dimana cenderung konstan, karena hampir seluruh perusahaan lebih mengutamakan penggunaan tenaga mesin daripada tenaga manusia. Sejalan dengan itu, biaya overhead pabrik juga cenderung konstan, karena biaya-biaya yang terkandung didalamnya adalah seperti biaya pemeliharaan, biaya penyusutan, biaya gaji karyawan dan lain-lain. PT. Gold Coin Indonesia Cabang Medan adalah suatu perusahaan industri yang melakukan usaha dibidang produksi makanan ternak atau industri pakan ternak. Adapun produk-produk yang dihasilkan adalah pakan ternak ayam, bebek, ikan, babi dan lain-lain. Sebagai industri pakan ternak, perusahaan ini diharuskan untuk memenuhi standar kualitas produk yang sudah ditetapkan untuk menjamin keamanan produk yang dihasilkan, dimana biasanya disesuaikan dengan standar internasional yaitu ISO.

Dalam menghasilkan produk berkualitas, banyak hal-hal yang harus

Universitas Sumatera Utara

diperhatikan, diantaranya bahan baku yang berkualitas, peralatan atau mesin-mesin yang berkualitas untuk mendukung proses pengolahan yang berkualitas, sehingga semua unsur-unsur ini pada akhirnya akan menimbulkan biaya yang tinggi. Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya diatas bahwa secara teori dengan meningkatnya biaya produksi makan akan menurunkan laba kotor perusahaan. Akan tetapi teori ini berbeda dengan kondisi yang terrjadi pada PT. Gold Coin Indonesia Cabang Medan , dimana terlihat pada laporan laba rugi perusahaan dari tahun 2006 sampai tahun 2008 bahwa terjadi penurunan biaya produksi setiap tahunnya. Hal tersebut tidak sejalan dengan fluktuasi laba kotornya, dimana justru perusahaan mengalami penurunan laba kotor. Berikut penyajian daftar biaya produksi dan laba kotor perusahaan periode 2006-2008. Tabel 1.1 Daftar Biaya Produksi dan Daftar Laba (Dalam Jutaan rupiah) Keterangan

2006

2007

2008

Biaya Produksi

Rp 14,529,730

Rp 11,109,365

Rp 10,390,652

Laba Kotor

Rp 25,836,717

Rp 18,786,311

Rp 13,398,721

Dari table diatas terlihat bahwa disetiap tahunnya perusahaan semakin dapat menekan biaya produksinya, akan tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap laba kotornya. Melihat kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan penulis melakukan

Universitas Sumatera Utara

penelitian pada perusahaan ini, yaitu untuk melihat apakah pada perusahaan ini, biaya produksi masih memiliki pengaruh terhadap laba kotor perusahaan, dan dari ketiga unsur biaya produksi, unsur yang manakah yang paling berpengaruh terhadap laba kotor perusahaan. Selain hal diatas terdapat hal lain yang menjadi alasan penulis melakukan penelitian pada perusahaan ini yaitu terdapat perbedaan pendapat antara penelitipeneliti sebelumnya. Akhirudin, melakukan penelitian dengan judul yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan yaitu Akhirudin hanya melakukan pengujian terhadap variabel independen secara simultan saja, dan hasil penelitiannya adalah bahwa biaya produksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba kotor. Jamianti melakukan penelitian dengan judul yang sama dan menyimpulkan bahwa secara simultan biaya produksi mempunyai pengaruh yang lemah terhadap laba kotor. Demikian juga dengan Wulandani yang melakukan penelitian yang sama dan menyimpulkan bahwa secara simultan dan parsial biaya produksi berpengaruh terhadap laba kotor.. Dengan adanya perbedaan hasil penelitian tersebut, maka penulis mencoba melakukan penelitian dengan judul yang sama untuk melihat apakah hasil penelitian yang akan diperoleh mempunyai hasil yang berbeda ataukah sama dengan salah satu penelitian tersebut. Sehingga penulis menuangkannya dalam bentuk skripsi yang berjudul “Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Laba pada PT. Gold Coin Indonesia Cabang Medan”.

Universitas Sumatera Utara

B.

Batasan Masalah Adapun yang menjadi batasan objek penelitian penulis adalah : 1. Penulis melakukan penelitian terhadap semua unsur-unsur biaya produksi yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. 2. Penulis melakukan penelitian hanya untuk periode akuntansi tahun 2006 hingga 2008 yang dibagi menjadi 36 bulan.

C.

Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah yang dikemukakan

sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah yaitu apakah biaya produksi baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap laba kotor pada PT. Gold Coin Indonesia Cabang Medan?

D.

Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui baik secara parsial

maupun simultan pengaruh biaya produksi terhadap laba kotor.

Universitas Sumatera Utara

2. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : a. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas bagi penulis mengenai pengaruh biaya produksi terhadap laba. b. Bagi perusahaan, diharapkan dapat memberi masukan kepada perusahaan mengenai biaya produksi serta pengaruhnya terhadap laba. c. Bagi lingkungan akademis, sebagai bahan referensi untuk penelitian lebih lanjut dan judul yang relevan.

Universitas Sumatera Utara

Suggest Documents