Chapter I.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

53 downloads 112 Views 536KB Size Report
Kajian strategi politik, merupakan suatu analisis tentang bagaimana proses yang ... Banyak faktor yang mempengaruhi proses ini, mulai dari kekuatan-kekuatan ... politik yang ada (oganisasi sosial politik/ kelompok kepentingan baik Partai.
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Kajian strategi politik, merupakan suatu analisis tentang bagaimana proses yang terjadi di dalam pemenangan dalam satu pertarungan politik oleh partai politik, atau secara langsung, oleh seorang calon Legislatif atau calon pimpinan daerah, yang menghendaki kekuasaan

dan

pengaruh

sebesar-besarnya

di

tengah-tengah

masyarakat

sebagai

konstituennya. Banyak faktor yang mempengaruhi proses ini, mulai dari kekuatan-kekuatan politik yang ada (institusi primordial baik yang bersifat keagamaan ataupun ke daerah), mesin-mesin politik yang ada (oganisasi sosial politik/ kelompok kepentingan baik Partai politik, Organisasi Kepemudaan, dan Media), proses pencitraan, sosialisasi politik, dan kampanye yang dilakukan, yang pada dasarnya hal ini adalah instrument dari serangakaian usaha pemenangan, baik dalam kondisi PEMILU ataupun PEMILUKADA. Hal ini lumrah terjadi sejak bergulirnya Orde Reformasi yang membuka keran terhadap proses demokratisasi di Indonesia, dimana setiap partai politik berkompetisi dalam setiap pemilu, dan setiap partai politik memiliki peluang untuk memenangkan pertarungan politik dalam pemilu. Periode 1988 hingga sekarang atau masa transisi demokrasi Indonesia, proses demokrasitisasi Indonesia telah mengalami perubahan menuju perbaikan konsep dan pelaksanaanya. Dibuktikan dengan terciptanya Pemilu yang lebih transparan tanpa terlalu banyak intervensi ataupun tekanan, sebagai salah satu paremeter kemajuan demokratisasi. Dengan adanya lembaga penyelenggara PEMILU yang bersifat Independent yakni KPU (Komisi Pemilihan Umum ), yang tidak ada pada kondisi politik di zaman Orde baru, menjadi satu kemajuan tersendiri dalam Sistem Politik Indonesia , dimana sebelumnya pada era penguasa orde baru pemilu hanya menjadi ajang seremonial untuk mempertegas Legitimasi pemerintahan, dengan kemenangan GOLKAR sebagai “one party authoritharyan” di setiap Pemilu, dan menjadikannya sebagai partai yang paling berkuasa, dan sangat dominan selama

Universitas Sumatera Utara

periode pemerintahan itu, 1 sehingga substansi dari proses PEMILU sebagai refresentasi kekusaan

rakyat telah di kebiri oleh pemerintah, dengan hegemoni kekuasaan yang

dimilikinya di dalam seluruh aspek baik sosial, ekonomi dan politik Indonesia, dan telah memuluskan kondisi status quo Reformasi menjadikan proses politik menjadi lebih berdinamika, yang diwarnai oleh pertarungan antar partai yang sangat terbuka, hingga akhirnya dibutuhkan adanya strategi politik untuk memenangkan hati dan meraih simpati konstituen sebagai penentu dari suatu keputusan politik, dengan menggunakan pelbagai pendekatan termasuk di dalamnya memperhatikan isu politik yang akan dijual kepada kelompok pemilih, memperhitungkan kekuatan sendiri, dan mengamati kemampuan partai pesaing yang menjadi rival politik. Maka sudah seharusnyalah setiap partai wajib memiliki strategi untuk dapat memndulang suara yang signifikan dari konstituen, dengan konsep pemenangan yang terfokus guna memenangkan partainya, baik melalui pengorganisasian dan konsolidasi kader, menggunakan mesin kekuatan organisasi sayap yang di miliknya, penguasaan terhadap kondisi objektif yang ada dalam areal pertarungan politiknya, propaganda isu, dsb. Karena tanpa itu pegaruh dan kekuasaan mustahil diperoleh, maka pada prinsipnya kemenangan dalam Pemilu adalah harga mati bagi setiap Partai politik. Selanjutnya, dalam tulisan ini penulis akan mengangkat bagaimana Partai Golkar, sebagai suatu identitas kepartaian berproses melakukan upaya pemenangan dalam Pemilu 2009 di Kabupaten Mandailing Natal, khususnya di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, sebagai daerah yang menjadi studi kasus penulis. Adapun yang melatarbelakangi penulis melakukan penelitian di daerah ini, karna melihat ada hal yang menarik untuk diteliti di daerah ini. Dimana ada fakta dalam identitas masyarakat mandailing sebagai suku yang mendiami kawasan ini, merupakan masyarakat yang begitu dekat kental dengan budaya Islam tradisional, dibuktikan dengan di daerah penelitian penulis ini atau kecamatan Lembah Sorik Marapi terdapat 2 pesantren yang salah satunya adalah pesantren terbesar di Kabupaten Mandailing Natal, yakni pesantren Musthafawiyah di daerah desa Purba Baru. Di samping itu, di dalam masyarakat sendiri masih ada keterikan nilai dalam kelembagaan adat yang masih bertahan hingga hari ini , dan dijalankan secara konsisten atau bisa dikatakan sebagai satu bentuk identitas primordial. 1

Sahdan Gregorius ,Jalan transisi Demokrasi Pasca Soeharto, Bantul , Pondok Edukasi, 2006, hal 56-57

Universitas Sumatera Utara

Dengan melihat fenomena kondisi masyarakat seperti yang dipaparkan penulis diatas, maka penulis ingin melihat seberapa kuatkah mesin politik partai golkar, sebagai partai yang berhaluan Nasionalis dengan segala instrument yang ada di dalamnya, menjawab pertarungan politik yang terjadi di daearah ini, sehingga mampu memenangkan Pemilu, dan serta merta menjadi partai yang mengakar di dalam masyarakat, kemudian melihat sejauh mana pengaruh

tokoh masyarakat (baik Raja Adat ataupun kepala Desa), para kyai

pemimpin podok pesantren di daerah itu mempengaruhi hasil Pemilu, tentu dengan melihat kearifan lokal yang ada dalam identitas budaya masyarakat mandailing itu sendiri. Sehingga dalam pemamaparan selanjutnya penulis akan mencoba menggambarkan, bagaimana strategi pemenangan yang dilakukan oleh Partai Golkar untuk mendulang suara yang signifikan dari konstituennya, hingga akhirnya orang-orang yang menjadi calon Legislatif dari partai Golkar menang dalam Pemilihan Umum 2009.

1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah bagaimana melihat variabel apa saja yang hendak diteliti, dan bagaimana hubungannya dengan variabel lainnya, agar masalah dapat terjawab secara akurat, hingga masalah yang diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik Maka dari uraian Latar belakang masalah di atas, adapun yang menjadi Rumusan masalah ataupun pertanyaan penelitian oleh penulis adalah: 1. Bagaimana Strategi Pemenangan Partai Golkar, untuk memenangkan Pemilihan Umum 2009 di Kabupaten Mandailing Natal Kecamatan Lembah Sorik Marapi?. 2. Apa fenomena politik yang terjadi di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, dan Bagaimana Partai Golkar menyikapinya sebagai bagian dari upaya pemenangan Pemilihan Umum 2009?.

1.3 Batasan Masalah Dalam melakukan penelitian diperlukan batasan masalah, agar fokus penelitian dapat dilakukan secara sistematis, dan uraian yang dibuatpun tidak melebar. Hal ini dilakukan karena tidak semua masalah yang telah diidentifikasi dapat diteliti. Untuk itu maka penelitian memberikan batasan, mulai dari dimana penelitian akan dilakukan, variabel apa yang akan

Universitas Sumatera Utara

diteliti, serta hubungan antara variabel tersebut. Maka batasan masalah dalam penelitian ini, adalah: Strategi pemenangan Partai Golongan Karya Pada Pemilu Legislatif 2009 di Kabupaten Mandailing ( Studi kasus: Masyarakat Kecamatan Lembah Sorik Marapi), dengan melihat bagaimana pola pemenangan yang dilakukan partai Golkar dalam PEMILU 2009, dengan memperhatikan unsur budaya yang melekat di dalam masyarakat, hingga menemukan strategi apa akan dilakukan dalam memenangkan PEMILU, dan bagaimana konsep ini menemukan relevansi dengan konteks politik Indonesia.

1.4 Tujuan penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1.

Untuk memahami bagaimana proses pemenangan politik terjadi, dengan segala instrument yang ada di dalamnya oleh suatu institusi yang bernama partai politik

2.

Untuk melihat bagaimana respon masyarakat, dalam memandang suatu fenomena politik seperti pemilihan Umum termasuk partisipasi politik

3.

Untuk memahami bagaimana keterikan nilai yang ada di dalam masyarakat, dan korelasinya dengan pilihan politik masyarakat

1.5 Manfaat penelitian Setiap penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi, terlebih untuk perkembangan ilmu pengetahuan, yang mana manfaat tersebut bisa bersifat teoritis, dan praktis. Adapaun manfaat penelitian yang bisa disimpulkan penulis, adalah: 1) Manfaatnya bagi penulis, dalam untuk menambah pemahaman dalam ilmu politik, dan meningkatkan kreativitas penulis dalam membuat suatu karya ilmiah khususnya di bidang ilmu politik 2) Manfaat akademis, diharapkan penelitian ini memberikan sumbangsih pemikiran, dan referensi terhadap perkembangan pemahaman, tentang strategi politik, dengan segala instrument yang ada di dalamnya, hingga memperkaya khanazah ke

Universitas Sumatera Utara

ilmuwan di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu politik, khususnya bagi Mahasiswa Departemen Ilmu politik.

1.6 Kerangka teori Bagian ini adalah unsur yang paling penting dalam penelitian, karena pada bagian ini peneliti mencoba menjelaskan objek kajian yang sedang diamatinya, dengan menggunakan teori-teori yang relevan dalam penelitiannya, teori dapat diartikan sebagai serangkaian asumsi, konsep, definisi,untuk menerangkan suatu fenomena yang tengah diteliti. 2 Adapun beberapa pendekatan teoritis yang di masukkan adalah:

1.6.1 Partai Politik Partai politik secara definisi dapat diartikan oleh Carl Frederich, adalah kelompok yang terorganisir dengan tujuan untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan. Sementara Soltou menjelaskan bahwa partai politik merupakan kelompok yang terorganisir , yang bertindak sebagai kesatuan politik , serta memanfaatkan kekuasaan untuk kebijakan umum yang mereka buat 3 Maka dapat dipahami partai politik merupakan suatu kelompok yang terorganisir secara rapi, stabil dan dipersatukan serta dimotivasi dengan ideologi tertentu, berusaha mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan melalui pemilihan umum guna melaksanakan kebikakan umum yang mereka susun. Alternatif kebijakan umum yang di susun ini merupakan hasil pemaduan berbagai kepentingan yang hidup dalam masyarakat, sedangkan cara mencari dan memanfaatkan kekuasaan guna melaksanakan kebijakan umum dapat melalui pemilihan umum 4

2

Ibid hal 283

3

Carl J.Frederich .1967. Constitusional Government and Democracy: Theory and Pratice on Europe and America. Waltham: Blaisdell Publishing Company. Hal 419

4

Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik ,Jakarta , PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2010. Hal 148-149

Universitas Sumatera Utara

Roy Macridis, mengungkapkan sejarah dan fungsi-fungsi partai politik, dalam perkembangan sejarah ada 5 tahapan yaitu: (1). Awal abad ke-19, (2). pertengahan abad ke19,(3). Akhir abad -19, (4) kemunculan partai-partai komunis sebelum Perang Dunia ke II, (5).Perkembangan Partai Politik di Negara-negara berkembang setelah selesai Perang Dunia ke II. Dimana perkembangan ini berkaitan dengan tingkat kesadaran masyarakat, peluang yang diberikan sistem politik, kepentingan ideologis yang terpola dalam masyarakat, dan perkembangan spesialisasi-diferensiasi Macridis

juga

menguraikan

fungsi

partai

politik

yakni,

Representatif

(perwakilan); konvensi dan agregasi; Integritas (partisipasi,mobilisasi,sosialisasi); Persuasi; Rekrutmen; Pemilihan pemimpin; Pertimbangan-pertimbangan; Perumusan kebijakan;serta kontrol terhadap pemerintah. Dalam hal ini Macridis juga menjelaskan tipologi politik yakni, Otoritas dan Demokrasi: Integratif dan Representatif; ideologis dan Pragmatis; Agamais dan Sekuler; demokratis dan Revolusioner; massa dan elite; demokrasi dan elite; demokrasi dan oligarki 5 Secara prinsip ada 3 dasar dari partai politik: a)

Partai sebagai koalisi, yakni kekuatan yang membangun koalisi dengan berbagai kepentingan untuk membentuk kekuatan mayoritas.

b)

Partai sebagai organisasi, dimana partai untuk menjadi institusi yang eksis, dinamis, dan berkelanjutan, selanjutnya partai politik kemudian dibina dan dibesarkan, sehingga mampu menjadi wadah perjuangan, sekaligus representasi dari sejumlah orang atau kelompok

c)

Partai sebagai pembuat kebijakan (policy making), dimana partai politik memiliki perbedaan dengan kelompok sosial lainnya, dalam pengambilan kebijakan. Partai politik mendukung secara kongkret para calon yang mereka ajukan untuk menduduki jabatan publik. Dari posisi ini mereka memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi dan

5

menempatkan kadernya dalam lingkup kekuasaan,dan

Al Chaidar , Pertarungan Ideologis Partai-partai Islam versus Partai-partai Sekuler, Jakarta Penerbit Buku Islam Kaffah, 2006. Hal 29-31

Universitas Sumatera Utara

memberikan pengaruh dalam pengambilan kebijakan di dalam kabinet pemerintah. 6

1.6.2.Fungsi Partai Politik a)

Sosialisasi Politik Sosialisasi politik ialah proses proses pembentukan sikap dan orientasi politik

para anggotanya, melalui proses inilah para anggota yang berinteraksi dalam masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik. b)

Rekrutmen Politik Rekrutmen Politik ialah seleksi dan pemilihan yang berupa pengangkatan

seseorang ataupun sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya ,dan pemerintah pada khususnya. c)

Partisipasi Politik Partisipasi politik adalah, kegiatan warga Negara dalam mempegaruhi proses

kebijakan umum dan ikut menentukan pemimpin pemerintah. Kegiatan yang dimaksud, antara lain mengajukan tuntutan, kebebasan berbicara dan berkumpul, memengajukan koreksi terhadap pelaksanaan kebijakan umum, menentang calon pemimpin tertentu, mengajukan alternatif pemimpin , dan memilih wakil rakyat dalam Pemilihan Umum.Maka dalam hal ini partai politik berfungsi membuka kesempatan, mendorong, dan mengajak masyarakat untuk menggunakan saluran partai politik sebagai wadah partisipasi politik. d)

Pemandu Kepentingan Fungsi partai politik dalam hal ini adalah menampung berbagai kepentingan yang

berbeda bahkan bertentangan, yang kemudian menjadi alternatif kebijakan, kemudian diperjuangkan dalam proses pelaksanaan dan keputusan politik. e)

6

Komunikasi Politik

Prof.Dr.Hafied Cangara,M.Sc, Komunikasi politik konsep Teori, dan Strategi, Jakarta, Rajawali Press, PT Grafindo Persada, 2009. Hal 208-211

Universitas Sumatera Utara

Dalam hal ini partai politik berfungsi sebagai komunikator politik yang tidak hanya menyampaikan segala keputusan dan penjelasan pemerintah kepada masyarakat , selain itu juga berperan sebagai penyampai aspirasi dan kepentingan berbagai kelompok masyarakat kepada pemerintah. f)

Kontrol Politik Kontrol Politik ialah kegiatan partai politik untuk menunjukkan kesalahan,

kelemahan, dalam suatu isi kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan pemerintah selanjutnya dalam melakukan hal ini harus ada tolak ukur yang jelas sehingga kegiatan itu bersifat lebih objektif 7

1.6.3 Strategi Politik Politik dan strategi, adalah suatu mekanisme bagaimana seseorang ataupun kelompok dengan ide politik yang di pahaminya, mampu memenangkan suatu pertarungan politik disaat banyak orang yang berkepentingan menghendaki hal yang sama, ide politik tentu saja akan menciptakan perbedaan antar masyarakat yang menjadi pendukung ide tersebut, dan dalam setiap keadaan pasti ada pihak yang dirugikan dan diuntungkan, karna hasil dari satu keputusan politik akan melahirkan perubahan ataupun kondisi yang sama disaat status quo yang memenangkan pertarungan itu, oleh karena itu setiap ide/pemikiran pasti memiliki pendukung dan penentang. Dalam hal ini ide politik hanya akan dapat, atau diwujudkan dalam satu pertarungan melawan penentang ide tersebut, yang akan selalu bertumpu pada bagaimana kekuasaan dan pengaruh dapat diperoleh, tetapi yang menjadi permasalahannya tentu saja, bagaimana kekuasaan dan pengaruh itu bisa diperoleh?, disaat yang sama, banyak kelompok yang menghendaki hal yang sama, maka untuk mampu meraih kemenangan tentunya dalam Pemilu, dibutuhkanlah suatu perencanaan yang hati-hati, maka disilah letak substansi dari starategi politik itu 8

7

Ibid, hal 146-155 Peter Scholder, Strategi Politik, Jakarta, Friedrich-Naumann-Stiftung, PT Mita Alembana Grafika , 2003. Hal 6-9 8

Universitas Sumatera Utara

1.6.3.1 Perencanaan SWOT Menurut SWOT perencanaan strategi yang baik dalam dua bidang. Dalam bidang yang pertama , perencanaan strategi membuat gambaran yang jelas mengenai arah yang hendak dituju (visi) dan apa yang menjadi tujuan, dan alasan eksistensi organisasi tersebut, dalam gambaran ini mengembangkan tujuan yang merupakan hasil akhir dapat diukur, serta sejauh mana organisasi itu mendekati visi dan tujuan utamanya atau malah menjauhinya. Dalam bidang yang kedua, perencanaan strategi berusaha memperilhatkan realitas yang ada, dalam lingkup kerja suatu organisasi. Ada 2 hal yang harus diperhatikan, yakni lingkup eksternal dimana wilayah yang pihak lain mempengaruhi atau dipengaruhi orgaisasi lain. Lingkup yang kedua adalah lingkup internal, yang terdiri dari atas sumber daya, kekuatan, berbagai kemungkinan serta tuntutan dari organisasi tersebut. Perencanaan strategi harus mampu melihat dan menilai kemungkinan dan ancaman yang terjadi dalam lingkup esksternal dan internalnya sehubungan dengan visi yang dimiliki, tugas serta tujuan akhir mereka Setelah memiliki visi, dengan memiliki satu komitmen menggapai tujuan dengan terlebih dahulu melakukan analisis terhadap lingkup yang ada, suatu organisasi harus mengembangkan pilihan strategis atau jalan alternatif guna menggapai tujannya. Dengan memperbandingkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki organisasinya serta peluang dan ancaman dari luar organisasinya. Ada 4 kombinasi yang dapat dilakukan  Strategi kekuatan-kemungkinan, artinya sejauh mana kekuatan dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan dan berbagai kemunkinan.  Strategi kekuatan-ancaman, artinya sejauh mana kekuatan dapat digunakan mengatasi ancaman, yang dapat menghalangi pencapaian tujuan  Strategi kekuatan-kemungkinan, artinya sejauh mana kelemahan dapat diatasi untuk memperoleh keuntungan dari berbagai kemungkinan pengembangannya .

Universitas Sumatera Utara

 Strategi Kelemahan-kemungkinan , artinya bagaimana kelemahan dapat diatasi, untuk mengatasi ancaman,yang dapat menghalangi pencapaian tujuan. 9

1.6.3.2 Perencanaan Konsepsional Metode ini secara konsepsional dipandang sebagai hal yang mampu menunjukkan logika yang diperlukan , serta fleksibilitas yang dibutuhkan oleh perencanaan strategi untuk merespon suatu perubahan masyarakat. Di sisi lain, perencanaan kosepsional menerima faktor lingkungan sekitar sebagai besaran yang dapat diubah, karena tujuan dari strategi politik justru mengubah lingkungan sekitar, masyarakat, dan kerangka hukum. Perencanaan kosepsional terdiri dari 10 langkah

yang harus dilakukan,

langkah yang dimaksud dalam perencanaan Konsepsioanal adalah: 1.6.3.2.1 Perumusan Tugas Perumusan Tugas menjabarkan hal apa saja yang perlu direncanakan secara starategis, secara umum mencakup tiga elemen, yakni; 1.

Tujuan

utama.

Yakni,

menjelaskan

keadaan

yang

ingin

dicapai

melaluiperencanaan strategis tersebut. 2.

Alasan. Yakni menjelaskan mengapa tujuan utama itu penting untuk dicapai.

3.

Kerangka waktu.Yakni kurun waktu yang dibutuhkan untuk pencapaian tujuan Hal ini menunjukkan , alasan yang mendasari kenapa kekuasaan dan pengaruh

itu harus diperoleh, sehingga menjadi motivasi awal dalam melakukan pertarungan politik, dan hal yang akan mengejawantahkan hal-hal yang dilakukan dalam proses kedepannya. 1.6.3.2.2 Analisa Situasi dan Penilaian Analisa Situasi dan Penilaian membahas, dan mengevaluasi fakta-fakta yang harus dikumpulkan, pemetaan kekuatan dan kelemahan, serta kemungkinan keberhasilan dalam mencapai tujuan, ada 3 hal yang dilihat dalam hal ini yakni: A. 9

Pengumpulan Fakta

Ibid: hal 20-26

Universitas Sumatera Utara

Mengumpulkan fakta, ada dua hal yakni fakta-fakta internal dan fakta-fakta eksternal. Fakta-fakta internal adalah yang menyangkut organisasi sendiri, sedangkan faktafakta eksternal menyangkut pesaing dan kondisi lingkungan dimana proses pemenangan itu terjadi. Kedua fakta ini harus dipisahkan, untuk menghilangkan kerancuan atas sikap ataupun yang harus diambil di dalam melakukan strategi. B.

Pembentukan Kekuatan dan Kelemahan Fakta yang diperoleh yang telah terkumpul akan diatur secara sistematis, dan

akan dilihat dari kadar urgensinya, dengan strategi yang akan dilakukan. Apabila suatu fakta yang dijumpai mendukung, maka itu akan menjadi kekuatan, sebaliknya apabila fakta yang dijumpai merintangi, maka itu adalah suatu kelemahan, sehingga dari fakta-fakta yang dijumpai akan berperan dalam perencanaan tindakan yang akan diambil dalam kondisi tertentu. Disisi lain dapat dipahami juga bahwa kekuatan dari pihak lain akan menjadi kelemahan bagi pihak sendiri, dan juga sebaliknya, kelemahan pesaing dapat menjadi kekuatan bagi pihak sendiri. C.

Analisa Kekuatan dan Kelemahan Dalam hal ini, partai menempatkan kekuatan dan kelemahan yang diatur

menjadi kadar kepentingan , sehingga selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana suatu kelemahan yang dimiliki harus dapat diminimalkan, memperbaiki diri sendiri tentu lebih mudah daripada mempengaruhi kekuatan lawan yang menjadi rintangan bagi organisasi. Kemampuan menyerang pihak lawan tentu kembali kepada sarana yang dimiliki, termasuk sumber daya manusia, pengaruh, dsb. Dalam menganalisis kekuatan yang di miliki dengan pihak lawan, dapat dilakukan berbagai hal seperti konsep yang dimiliki, segi kepemimpinan, sumber daya manusia yang dimiliki, kedisiplinan anggota partai, serta motivasi yang dimiliki. Dalam melihat siapa yang lebih memiliki peluang dalam meraih simpati masyarakat antara institusi sendiri dan lawan, maka hal yang dapat dilakukan adalah membandingkan , partai mana yang lebih dikenal ataupun disenangi oleh masyarakat sebagai konstituen sesuai dengan trend politik yang ada, serta partai mana yang lebih memiliki pendekatan dengan identitas budaya masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

1.6.3.2.3 Perumusan Strategi Hal ini menjelaskan bagaimana partai merumuskan tentang konsep pemenangan yang akan dilakukan, atau pun ide-ide dasar partai dalam meraih simpatik masyarakat, termasuk memetakan hal-hal yang dilakukan oleh lawan politiknya. Maka langkah awalnya Partai politik harus merumuskan argument yang populis, dengan melihat wacana yang superior di tengah-tengah masyarakat yang kemudian menjadi komuditas partai dan akan di lempar kepada konstituen. Fokus terhadap suatu wacana yang polulis amat diperlukan, sehingga menjadi pusat kekuatan. Perumusan Strategi secara menyeluruh juga mencakup variasi-variasi strategi yang dilakukan partai politik, sehingga gambaran dari satu tindakan dapat diduga, bahkan bagaimana efektifitas suatau strategi dapat diukur agar mampu mengejutkan lawan. 1.6.3.2.4 Perumusan tujuan. Tujuan adalah penggambaran hasil akhir dari suatu proses yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, dimana suatu tujuan harus digapai sehingga tidak menjadi hal yang utopis. Maka makna dari perumusan tujuan adalah kuantitas, kualitas, jangka waktu dapat ditetapkan 1.6.3.2.5 Target Image (Citra yang diingkan). Hal ini memperlihatkan, bagaimana suatu partai politik mencitarakan dirinya, dengan megemas isu yang ada ditengah-tengah masyarakat konstituennya, kemudian partai mengimplementasikan dengan pembentukan bidang hubungan masyarakat dalam tim pemenangannya. Dimana target Image harus mampu mencitrakan sosok partainya sesuai dengan ide-ide populis yang dijualnya kepada konstituen, dan klimaksnya menjadi pembenaran terhadap pandangan pihak-pihak yang menjadi sasaran terhadap partainya. 1.6.3.2.6 Kelompok target. Dalam hal ini, partai memetakan kelompok masyarakat, yang menjadi sasaran kampanye, dimana kelompok target ini adalah masyarakat pemilih yang berpotensi memberikan kemenanagan dalam Pemilihan Umum. Sehingga kelompok yang sudah dipetakan perlu diajak berkomunikasi, sehingga kelompok target meletakkan dasar bagaimana partai meletakkan dasar implementasi strategi yang komunikatif.

Universitas Sumatera Utara

1.6.3.2.7 Pesan Kelompok Target Dalam kasus ini patai politik harus memahami, informasi tetang apa yang yang dibutuhkan kelompok target dalam melihat kondisi kedepan, maka bagaimana stategi pencitraan harus sesuai dengan yang diingginkan oleh kelompok, dimana citra tersebut harus melekat dalam partai politik, disaat itu terwujud maka pemilih akan mudah dipropaganda untuk memilih partai tersebut Dengan kata lain partai harus mampu mengagregasi kepentingan kelompok target dalam setiap argumentasi yang dikeluarkannya dalam setiap kampanye politiknya, atau setiap pertemuannya dengan kelompok target. Dalam hal ini yang dikatakan oleh kelompok target adalah, kelompok-kelompok masyarakat tertentu, peyumbang dana yang potensial, ataupun individu-individu yang memiliki pengaruh dalam menentukan satu kemenangan. Informasi-informasi yang dikomunikasikan memiliki perbedaan sesuai dengan kebutuhannya, agar kelompok target ini dapat bereaksi sesuai dengan strategi, walaupun tidak boleh bertentangan, kelompok target juga bisa diklasifikasikan kepada kelompok masyarakat minoritas, yang terkadang menjadi penentu dalam pemenangan. 1.6.3.2.8 Instrumen-Instrumen pokok Pemilihan instumen pokok menggambarkan, bagaimana partai menggunakan instrument komunikasi dan aksi yang diutamakan penggunannya. Dimana instumen dan aksi ini dikhususkan bagi satu kelompok target, misalnya bagaimana pendekatan yang terhadap pemilih pemula dan terhadap masyarakat yang lebih tua. Kedua kelompok target itu tentu menggunakan media yang berbeda, sehingga dapat didekati secara positif melalui berbagai jenis kegiatan 1.6.3.2.9 Implementasi Stategi Suatu strategi dapat diimplementasikan setelah, tujuan taktis, rumusan citra yang diinginkan, kelompok target, pesan kelompok target telah diperoleh maka implementasi strategi dapat dilaksanakan. Dalam pengimpletasian strategi ada beberapa hal yang penting mulai dari pimpinan partai politik yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan strategi, pengaruh yang dimilikinya, serta orang yang memiliki otoritas untuk menunjuk tim pemenangan.

Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya seluruh elemen yang ada dala tim pemenangan, dan yang terakhir bagaiman keterpaduan tim dengan kerjasama dalam memenangkan partainya, tingkatan kualitas ,kuantitas, serta motivasi. 1.6. 3.2.10 Pengawasan Strategi. Ada dua hal yang harus dilakukan oleh partai politik; Pertama, partai politik harus melakukan pengorganisiran informasi yang terpadu, baik dari lawan politik bersama aliansi simpatisannya dan bersama perkembangan yang ada dimasyarakat, dengan cara memberikan laporan dan dokumentasi. Hal ini tentu saja mecegah terjadinya suatu kejutan yang tak diinginkan, pengambilan keputusan yang salah, serta penilaian terhadap tim. kedua, partai politik harus melakukan prisip pengamanan dan perlindungan terhadap skenario politik yang akan dilakukannya, dan praktek-praktek penyusupan dari lawan politik yang ada, karena disaat skenario dari politik diketahui pihak lain, maka akan membahayakan perencanaan yang akan dilakukan. 10 Dari uraian Strategi Politik di atas, maka penulis akan menguraikan di bab selanjutnya bagaimana partai Golongan Karya melakukan skenario politik, sehingga mampu memenangkan Pemilihan Umum di Kabupaten Mandailing Natal, sesuai dengan instrument pemenangan yang ada

1.7 Metodologi Penelitian Jenis Penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan menggunakan pendekatan

kualitatif,

yaitu

metode

penelitian

yang

berlandaskan

pada

filsafat

postpositivisme yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, analisis data bersifat induktif/kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Filsafat postpositivisme sering juga disebut paradigma interpretasi dan konstruktif, yang memandang realita sosial sebagai sesuatu yang utuh, kompleks, dinamis, penuh makna.

10

Ibid: hal 29-40

Universitas Sumatera Utara

Penelitian dilakukan pada objek yang alamiah. Objek alamiah adalah objek yang berkembang apa adanya tidak di manipulasi dan kelahiran peneliti tidak mempengaruhi objek tersebut. Kondisi alamiah di sebut juga sebagai metode etnographi karena pada awalnya metode ini banyak di gunakan pada bidang antropologi budaya. Hal terpenting dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri dimana seorang peneliti harus bisa memiliki gambaran situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna melalui observasi dan pertanyaan yang dibuat. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial yang diteliti maka tekhnik pengumpulan data bersifat triangulasi, yaitu menggunakan berbagai gabungan tekhnik pengumpulan data secara gabungan. Analisis data yang bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dilapangan. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya data yang pasti merupakan suatu nilai dibalik data yang diperoleh. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif, tidak menekankan pada konsep generalisasi tetapi menekankan pada makna. 11

1.7.1 Pendekatan Etnographis Dalam Riset Kualitatif Etnographi lebih menekankan pada penjelasan pemahaman daripada prediksi apa yang akan terjadi. Etnographi tidak menggunakan asumsi tentang apa yang penting dan apa yang akan terjadi. Pengaruh konteks kultural adalah bersifat penting dan pendekatan riset ini cenderung menggunakan pendekatan induktif yakni teori yang disusun dari observasi empiris, jadi apa yang dikembangkan adalah grounded teori yakni teori yang disusun dari riset bukan dari pengajuan hipotesa. Ini mengimplikasikan, bahwa dalam metode riset kualitatif tidak hanya memberikan informasi tentang apa yang dilakukan seseorang tetapi, juga menunjukkan mengapa orang tersebut melakukan sesuatu. 12

11

Prof.Dr.Sugiyono, Metode Penelitian Kuantatif Kualitatif dan R&D, Bandung , Alfabeta, 2008, hal 7-9

12

Lisa Harrison, Metodologi Penelitian Politik, Jakarta , Prenada Media Group, 2007. 89-91

Universitas Sumatera Utara

1.7.2 Wawancara Dalam Riset Politik Wawancara adalah pertemuan antara peneliti dan responden dimana jawaban responden menjadi data mentah dalam penelitian itu. Ada empat fokus dalam proses wawancara yaitu apa yang akan ditanyakan, bagaimana menyimpan datanya, bagaimana memastikan realibilitas (kepastian jawaban) dan siapa yang akan bertanya.

Sebuah

rancangan wawancara mengacu pada pertanyaan yang kita ajukan, dalam urutan dan susunan pertanyaan. Ada tiga tipe teoritis dari rancangan wawancara yaitu: standar , semi standar, dan tidak terstandarisasi. Bisa juga disebut wawancara terstruktur, dan tidak terstruktur. Tidak tersktruktur mengimplikasikan, bahwa daftar pertanyaan muncul begitu saja tanpa ada perencanaan sehingga lebih disebut istilah Naturalistis. Dalam penelitian ini sendiri menggunakan rancangan wawancara semi standar yaitu kelompok fokus (internal pengurus Partai Golkar, sebagai narasumber, yang melakukan strategi pemenangan Pemilu bersama orang-orang yang memberikan pengaruh terhadap pemenangan itu sendiri) Hal ini dilakukan untuk mengetahui, bagaimana institusi politik beroperasi, bagaimana keputusan penting dibuat, dan bagaimana kekuasaan politik diraih. Kita tidak akan bertanya kepada publik umum, tetapi kepada individu yang punya akases, ke level informasi yang disebut elite politik. Elite politik adalah mereka yang berhubungan, atau memeliki posisi penting. Karena itu informasi yang diperoleh mungkin adalah penjelasan subjektif tentang suatu peristiwa atau isu. Tetapi, tujuan utama dari wawancara elite ini adalah pemahaman tentang jalan pikiran actor politik tertentu, menilai manfaat mewawancacarai kelompok elite, berdasarkan kelebihan dan kekurangaannya. Kelebihannya adalah, mereka mungkin membantu menginterpretasikan dokumen dan laporan personalitas, sedangkan disisi lain, kita memiliki keterbatasan akses , atas pengaruh keterwakilan temuan riset dan realibilitas informasi dari wawancara ini mungkin bisa dipertanyakan, karena orang yang diwawancara mungkin memberikan informasi yang tidak akurat, baik sengaja ataupun tidak, atau bahkan informasinya bisa jadi tidak reliable terhadap pemahaman yang kita miliki Wawancara elite akan amat produktif jika dilakukan ditahap akhir dari suatu riset, sehingga penelite bisa mendeskripsikan tentang apa sesungguhnya terjadi, sehingga mampu

Universitas Sumatera Utara

memberikan pertanyaan yang lebih konkret kepada seorang narasumber, sebagai sumber informasi 13 1.7.3 Teknik Pengumpulan data Salah satu yang diperlukan dalam persiapan penelitian adalah mendayagunakan sumber-sumber informasi yang tersedia. Dalam penelitian skripsi ini, penulis menggunakan data primer dan data sekunder dalam membuat penulisan skripsi ini. 1.7.3.1 Data Primer Yang termasuk kedalam klasifikasi data primer adalah hasil wawancara dengan para pengurus partai golkar, yakni Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal, Anggota Legislatif dari daerah Pemilihan Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Ketua PK (Pengurus Kecamatan) Golkar Kecamatan Lembah Sorik yang dianggap penulis mampu mendeskripsikan kondisi Golkar dengan strategi pemenangannya, serta orang-orang yang dianggap penulis memberikan kontribusi besar terhadap pemenangan Partai Golkar dalam Pemilihan Umum 2009. Selain itu, ada tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah yang dianggap penulis mampu mendeskrifsikan kondisi sosial masyarakat di daerah Kecamatan Lembah Sorik Marapi. Tokoh Masyarakat atau pejabat pemerintah yang dimaksud penulis seperti, Pengurus/Pimpinan Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Pimpinan Pondok Pesantren Rayhanul Jannnah Pasar Maga, Camat Lembah Sorik Marapi, Salah satu Kepala Desa yang ada di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, dan tokoh adat Masyarakat Lembah Sorik Marapi.

1.7.3.2 Data Sekunder Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder adalah data tertulis dari partai golkar, tentang konsep pemenangannya dalam Pemilu 2009, hasil keputusan dan penetapan Anggota Legislatif terpilih dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan hasil Perhitungan Panitia Pehitungan Kecamatan (PPK) sebagai hasil sah perolehan suara PEMILU 2009, ditambah lagi data kependudukan dari Kecamatan Lembah Sorik Marapi, kemudian data yang diambil

13

Ibid.hal 103-120

Universitas Sumatera Utara

dari buku, kamus, artikel/tulisan, atau data yang dapat yang dapat diakses dari internet, serta literatur lain yang berhubungan dengan skripsi ini.

1.7.4 Analisis Data Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Tahapan dalam penelitian kualitatif, adalah tahapan memasuki lapangan sebagai areal penelitian dengan melihat kondisi sosial yang ada, menentukan fokus kajian, teknik pengumpulan data dengan pembentukan pertanyaanpertanyan penelitian yang dibuat oleh peneliti (minitour question) .Selanjutnya melakukan penyeleksian pertanyaan yang digunakan sebagai pertanyaan struktural. 14

1.8 Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan Bab ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kerangka teori, metodologi penelitian yang digunakan, serta sistematika penulisan

BAB II : Kondisi Geopolitik masyarakat Kecamatan Lembah Sorik Marapi Bab ini menguraikan kondisi masyarakat Mandailing yang terdapat di Kecamatan Lembah Sorik Marapi sebagai suatu identitas masyarakat, dengan nilai-nilai primordial yang melekat di dalamnya, melihat sumber-sumber historis yang ada, keadaan geographis, keadaan demographi, potensi sarana prasarana yang ada, data monographi, dari masyarakat tersebut.

BAB III :Analis Strategi Pemenangan Partai Golkar dalam PEMILU 2009 14

Opcit: hal 287-297

Universitas Sumatera Utara

Bab ini menguraikan, sejarah partai golkar, konsep strategi pemenangan, kegiatan pemenangan yang dilakukan oleh tim pemenangan partai Golkar dalam menyuseskan agenda partainya, dalam PEMILU 2009, mulai dari proyeksi, eksekusi program pemenangan, hingga perolehan suara yang diperoleh partai Golkar berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Mandailing Natal dan Panitia Perhitungan Kecamatan Lembah Sorik Marapi

BAB IV: Penutup Kesimpulan dan Saran

BAB II

Universitas Sumatera Utara