JURNAL PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ... - UAJY Repository

10 downloads 37 Views 1MB Size Report
Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta. ABSTRACT ... Keadilan Melawan Mafia Hukum”, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta, hlm.1.

JURNAL

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WHISTLE-BLOWER DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KORUPSI

Diajukan Oleh : SYAFRIANA NOVI ASTUTI

NPM Program Studi Program kekhususan

: 1005 10 443 : Ilmu Hukum : Peradilan dan Penyelesaian Sengketa Hukum

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA 2014

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WHISTLE-BLOWER DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KORUPSI Oleh : Sya Syafriana Novi yafr fria fr iana ia na N ovvi As Astuti, G. Aryadi Ilmu Hukum,, Fakultas Fakkultas Hukum Universitas Atma Fa Atm tma Jaya Yogyakarta

ABSTRACT ABST AB STRA ST RACT RA CT Corruption endanger C rruppti Co tion o iss a se sserious rious pr pproblem, oble ob lem, le m, tthis his criminal hi crim imin inal in a act ctt ccould o ld end ou ndanger the nd stability social-economic, development, stab ab bil iliity and an nd safety safe sa fety fe t in the th he society, society, i social-econom mic ic,, and also soo ppolitic olit ol itic it ic dev vel elopment, could ruining morality. corruption andd co an oul uldd ru rui iningg th inin the value of democracy and m oral or a itty. IIn n th tthee corr rrrup u tion eradication, erad er diccat atio ion, io n, rrecently eccen enttly we heard about “whistle-blower” ass oone ne ooff th thee ef eefforts fort fo rts in rt corruption gives reports corrup upti up tion ti o eeradication on raadication di process. Whistle blower is the person tthat h t gi ha give vess re ve report ts or witnessed the existence of corruption assessment, he also person who witn wi tnes tn esssed about es ab alsso thee pe pers rsoon w rs ho dooes corruption. does corru ru uption. The existence of whistle blower has the important nt role rol olle th that at ccould o ld ou d break normal that whistle brea br eakk th ea thee chain of corruption also the law mafia, so it is norma al th hat at w h stle hi lee blower blow bl o er sshould hould have protection. This research aims to obtain data about abo boout tthe he uuse se off protection thee pro th ot otection that given for the whistle blower and to obtain data about ab bout the the ki kind nd protection of prot tection that suitable by the law enforcement for the whistle blower blow wer in order ord rderr normative to solve solvve corruption problem. This law research’s characteristic is nor rma m tive vee and d deductive use de use eductive method. The result from this research shows that there theere are are twoo argumentations blower which argu guume mentations about thee necessary of protection o for whistle blow wer w wer hichh is reporter reporting assessment whistle blower er aass th thee re repo p rt po rter tthat hat brave to rep ha por orti ting ngg tthe he ccorruption o ruption assessme or ment me nt some whistle that engaging, so they need to gget et som me appreciations and the other is whi hist hi sttle himself bblower bl ower that break in the organizationn crime c ime networking and get threat for hi cr hims msel ms elf or hhis or is family so their safety is in danger, so they need special protectionn from is from tthe he government; right protection whistle gove go vern ve r me rn ment nt;; an nt andd th thee ri righ ghtt fo gh form r of the prot rm otec ot ecti ec tion ti on ffor or w hist hi stle st le blower blo lowe weer to ssolve olve corruption repressive physical corr co rrup rr upti tion ti on iiss th thee re repr pres pr e siive pprotection, es rote ro tect te ctio ct ion,, ppreventive io reve re vent ve ntiv nt ivee pr iv pprotection, otec ot ecti ec tion ti on,, ph on phys ysic ys ical ic al pprotection rote ro tecction te andd al an also so ppsychological sych sy chol olog ol ogic og ical ic al pprotection, rote ro tect te ctio ct i n, io n llaw aw pprotection. rotect rot ctio ionn. io

Keyword: Law protection, Whistle-Blower, Whisttle-Blower, criminal act, corruption. Pendahuluan Saat itu salah satu tindak pid pidana id dan na yang dapat dikatakan cukup fenomenal adalah masalah korupsi 1 . Korupsi selalu mendapatkan perhatian yang lebih

1

Igm Nurdjana, 2010, Sistem Hukum Pidana dan Bahaya Laten Korupsi, “Perspektif Tegaknya Keadilan Melawan Mafia Hukum”, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta, hlm.1

dibandingkan dengan tindak pidana lainnya di berbagai belahan dunia, fenomena ini dapat dimaklumi mengingat dampak negatif yang ditimbulkan oleh tindak dampak ditimbulkan pidana korupsi, karena dampa pakk yyang pa ang dit tim imbu bulk bu lkan lk a dari tindak pidana korupsi dapat menyentuh berbagai ai bbidang idang kehidupan2. Berdas asar as a ka k n Berdasarkan

Undang-U -U Unddan angg Undang-Undang

Nomo No morr mo Nomor

31

Tahun unn

1999

Tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi memuat Pember eran er anta t san Tind nddak P idana K id orupsii memu uat at ddefinisi efin ef iniisi tentang ko in korupsi, yaitu terdapat Pasal te erd rdaapat ddalam alam al am P asal 2 ddan an Pasal 3 yang memuat at pperbuatan e buat er attan yang yan ang dilarang dilaara rang dan dikategorikan sebagai pemberantasan korupsi, dika ate tego gori go rika ri kann se ka ebagai perbuatan pidana korupsi. Dalam pe emb m er eran an nta tasa sann ko sa oruups p i, akhir-akhir satu ak khi h r-ak akhir k r ini sering terdengar istilah Whistle-Blower sebagai sa ssalah laah sa sat tu uupaya tu payya pa dalam proses dala da lam la m pr roses pemberantasan tindak pidana korupsi. adalah WhistleProblematika yang sering dihadapi seorang Whistle-Blowerr ada alah Wh Whistl tlleB Bl Blower oweer ini belum mendapatkan apresiasi yang baik, minimnya dukungan, dukkun ungann, n, perlindungan apalagi memadai perlin inddungan in du gi ppenghormatan engh en ghor gh ormatan atau ppenghargaan or engh en ghar gh arga ar gaan yang me ga emadai ba bagi gi mereka me m reka 3 . Sampai saat imi perlindungan perlindu dung du ngan ng an terhadap Whistle-Blower di Indonesia Indon ones on essia belum khusus belu be lum m ada peraturan perundang-undangan yang mengatur secara kh hus usuus us ttentang en nta tang Whistle-Blower. Whis Wh istl is tle-Bl Blow Bl ower e . Lemahnya Lema Le mahn ma hnya hn ya jaminan jam min inan an perlindungan per erli lind li ndun unga gaan hukum hukkum hu kum terhadap terh rhadap h ap p peranan per eranan penting proses pidana mengungkap pentin ingg seorang in seoran se ng Whistle-Blower Whistle-Blower dalam da pr ros oses peradilan pid idan id anaa gu an gguna na m engungkap pidana, kebenaran materiil dari suatu tindak ti pid dana, diperlukan adanya suatu aturan tegas mengatur hukum yang secara rinci dan tega gass meng ga gat atur tentang perlindungan bagi WhistleW Whistle Blower.

2 3

Evi Hartanti, 2005, Tindak Pidana Korupsi, Penerbit Sinar Grafika, Jakarta, hlm. 1. Anwar Usman, dan A.M. Mujahidin, Whistleblower Dalam Perdebatan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dapat diakses pada http://www.pn-purworejo.go.id., diuduh pada hari Senin, 24 Februari 2014, Pukul 19.15 WIB.

Berdasarkan Persoalan di atas, maka penulis melakukan pengkajian secara ilmiah dalam bentuk skripsi, dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1.

Mengapa Whistle-Blower mendapatkan Whistle-Blow werr perlu l men enda dapa da patkan perlindungan dalam sistem pa pidana peradilan pida ana na ?

2.

Bagaimana Bagaim man ana bentuk perlindungan perliind n un unga g n yang ga yang n tepat tep epat bagi Whistle-Blower Wh his istl t e-Blowerr dalam penyelesaian ttindak pe inda in daak ppidana idana kkorupsi orupsii ?

Metode M etoodee Jenis penelitian hukum Jen Je niss penelitian penelitian dalam penulisan hukum ini adalahh pe peneli liti li tian ti an huk kum normatif. norm no rm matif. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini bertumpu bertum mpu p pada pad adaa data taa sekunder seku se k nd ku ndeer yang bersumber pada bahan hukum primer, bahan hukum sekunder s kuund se nder er ddan an n bahan hukum tersier. Bahan hukum primer terdiri dari Undang-Undang Undang-Unnda d ng Dasar Dasaar Republik 1981 Repu Re p blik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 8 Tahun 19 pu 981 Tentang 981 Tentaang Pidana; Nomor Tahun Hukum Acaraa Pi Pida dana da na;; Undang-Undang na Unda Un dang da ng-U ng -Undangg No -U Nomo morr 31 T mo ahun ah un 1999 jo. UndangUnda daang ng-Nomor Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Un n Perubahan Atas Undang-Undang gN omoor om Pemberantasan Tindak Pidana Undang-Undang 31 Tahun Tah ahun un 11999 9999 Tentang 99 Tent Tent ntan angg Pe an Pemb mber mb eran er antasan Ti an Tind ndak nd ak P idan id anaa Korupsi; an Koru Ko ups p i; U ndan nd angan g-Un gUnddang Un Nomor Tahun Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; Nomo No morr 30 T mo ahun ah un 22002 0022 T 00 entan an ng Ko Komi missi mi si P em mberant be nttas asan an T inda in dakk Pi da Pida dana da na K orupsi; Undang-Undang Nomor 13 Tahun unn 2006 Te Tentang Perlindungan Saksi dan Korban; Agung Tahun Surat Edaran Mahkamah Agun ng No. 4 T ahun 2011 Tentang Perlakuan Bagi (Whistleblower) Pelapor Tindak Pidana (Whistleblo lo owe w r) da dan Saksi Pelaku ((Justice Collaborator); Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 22002 0022 tentang Tata Cara Perlindungan terhadap 00 Korban dan Saksi dalam Pelanggaran HAM yang Berat.

Bahan hukum sekunder berupa data yang langsung diperoleh dari objek penelitian dilapangan melalui wawancara dengan narasumber serta bahan-bahan hukum, hukum yang didapat dari pendapat peend ndaapatt huk kum m, bu bbuku-buku, ku-buku, serta artikel dan jurnal yang diperoleh dari dar arri internet internet yang berkaitan dengann permasalahan permasalahan yang akan teliti. penulis teliti i. Bahan merupakan hukum memberikan Bah n hukum Baha m tersier ters te rsie rs ierr merupak ie kan ba bbahan han hu huku kum ku m yang ya memberi riika k n petunjuk terhadap sekunder. Dalam penelitian te erh rhaadap bbahan ahan ah an hhukum u um uk m pprimer rimer ri i dan bahan hukum se seku k nderr. Da ku Dala lam la m pene eli litian ini bahan hukum tersier baha an hu huku kum ku m te ersier yang digunakan yaitu Kamus Besar Bahasa Bah ahas ah a a In as IIndonesia. done do nesi ne siaa. si Metode studi Meto M eto tode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan st stud udi kepustakaan kepu ke pust pu stak akaa aaan memperoleh maupun guna gu na m emperoleh bahan hukum primer, bahan hukum sekunder m aupu punn bahan pu ba n hukum mempunyai relevansi hu huk kum m tersier dan wawancara dengan narasumber yang mempuny yai re rel le nsi levan ns dengan selaku dde ngan n permasalahan yang akan dikaji yaitu Ibu Arini, SH., sel lak aku Ha Hakim m Pengadilan Peng gad adilan Tindak Pidana Piida dana na Korupsi Kor orup upsi Yogyakarta. up Yogyakart rtaa. rt a. dalam menganalisis kualitatif Metode yang digunakan da ala lam m m enganalisis adalah deskripsif kua ali lita taatiif dengan deng de ngan ng an alur berpikir deduktif, yaitu dimulai dari peraturan hukumnya ya kkemudian emud em udiian ud dibawa diba di bawa ba wa kkedalam ed dal alam lam ppermasalahan erma er massala ma salaha hann yang yang sebenarnya. seb ebeenar enarny nyaa. Sedangkan Seda Se dang da ngkkan kan kualit kkualitatif u itat atif at if aadalah dalah menganalisis hasil-hasil penulisan meng gan anal a is al isiis pemaparan pem emaaparan hasil-hasi sill penuli si liisan yang sudah h ddisistematiskan isis is istemaatiisk skan tersebut hukum dengan cara yang didapat dari teori-teori teeori-teori hu ukum positif untuk dapat menjelaskan ini permasalahan penelitian hukum in ni dalam m bentuk bentuk kalimat yang mudah dimengerti, logis dan bersifat ilmiah.

Hasil dan Pembahasan A. Tinjauan Tentang Tindak Pidana Korupsi Istilah korupsi berasal beraasa sall dari darii perkataan perka kata taan ta an latin “coruptio” atau “corruptus” yang berarti kerusakan kerus eru akan atau kebobrokan. Pada Pada mulanya pemahaman masyarakat kamus, masyarak kat tentang korupsii mempergunakan mem empe perg pe rgun rg unak un a an bahan ak bahan kamus us,, ya yyang ng berasal dari bahasa Latin berarti baha haasa Yunani La Lati tiin “corruptio” “corrupti tio” ” yang be bera rart ra rtii perbuatan rt perrbuatan yangg tidak baik, pe buruk, dapat bermoral, menyimpang buruk, ccurang, uran ur angg, an g, dap apat ap at disuap, tidak bermoral l, m enyimp m an mp angg dari kesucian, kes e ucian, melanggar Pengertian meela lang ngggar ng ga no norma-norma agama materiil, mental dan n hhukum. ukkum um.. Pe P nggerrtian tersebut tidak t rs te rseebut ut merupakan pengertian yang sangat sederhana, yyang a g ti an tida dakk da da ddapat paat dijadikan dija di jadi diikan tolok ukur atau standar perbuatan korupsi. Korupsi dalam arti hukum, pengertian korupsi adalah tingka tingkah laku yang ah la aku k yan angg an menguntungkan lain, mennguntungkan kepentingan diri sendiri dengan merugikan orangg lain n, oleh h para langsungg melanggar hukum paara pejabat pemerintah pem mer erin inta in tahh yang ta ya mela me lang la ngga ng garr batas-batas hu ga huk kum atas a as at tingkah laku tersebut, sedangk sedangkan menurut kan m enurut norma-norma pemerintah dapat dapa da pat pa dianggap bisnis dian di angg an g ap korupsi apabila hukum dilanggar atau tidak dalam bisn gg snnis tindakan tin inda daakan tersebut tercela. ters te rseb but aadalah dalah dal lah te terc rcel rc elaa. el Istilah baruu dikenal Isttila lahh korupsi ko d kenal se di sekitar tahun 1957, 1957 19 57,, bersamaan 57 b rsam be amaaan dengan am dikeluarkannya Pearturan Penguasa Militer Peenguasa en Miiliter No. PRT/PM/06/1957 tentang pemberantasan korupsi, Peratu Peraturan Penguasa tu ura r n Pe enguasa Militer No. PRT/PM/08/1957 mengenai pemilikan harta bend benda, nda, ddan nd an Peraturan Penguasa Militer No. PRT/PM/011/1957 mengenai penyitaan penyita t an dan perampasan barang. barang Ada berbagai bentuk kegiatan dalam gerakan anti korupsi berupa pemsangan pamflet (selebaran-selebaran) dan gambar-gambar yang dipampang di tempat-tempat

ramai. Belakangan kasus-kasus korupsi merebak pula di sejumlah DPRD era reformasi. Komisi Pemberantasaan Korupsi atau di singkat menjadi KPK adalah tahun 2003 komisi yang dibentuk padaa ta tah hu 20 hun 003 uuntuk ntuk nt u mengatasi, menanggulangi dan korupsi memberantas koru ruppsi ru ps di Indonesia. Komisi ini didirikan did dir irik ikan ik a berdasarkan UndangIndonesia Nomor Tahun mengenai Undang Republik Rep epublik Indonesi siia No Nomo morr 30 mo 3 T a un 20022 me ah m ngenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pemb ber erantasan Ti ind ndak ak P idana K orupsii4. F Faktor-faktor akto ak torr-fakttorr terjadinya to terjjadinya korupsi adalah : Keserakahan a) Ke Kes se aka sera kahhan manusia, melakukan b) Faktor Fakt ktor ekonomi yang rendah mengakibatkan seseorang m kt e ak el kuk ukan a ttindak an inda in daak pidana korupsi demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, pi sehari-h hari, c) Kurangnya pengawasan dari instansi yang terkait, dan d) Adanya faktor kesempatan atau peluang untuk melakukan tin nd ppidana ndak idanaa id tindak korupsi. Faktor yang paling penting dalam m ddinamika in namika korupsi adalah keadaan moral al dan dan intelektual korupsi inte in tele te lektual para pemimpin masyarakat. Adapun akibat dari kor le rup upsi si ssebagai ebag eb a ai ag berikut: beri be r ku ri kut: Berkurangnya kepercayaan pemerintah, a)) Be Berk rkurangnya keper rk ercayaan er n tterhadap erhadap pemeri rint ri ntah nt ah,, ah b) Berkurangnya kewibawaan kew wibawaan pemerintah pemerintah dalam masyarakat, pendapatan c) Menyusutnya pend dapatan negara, negara, d) Rapuhnya keamanan da ddan n kketahanan etahanan negara, pribadi, e) Perusakan mental priba adi dan f) Hukum tidak lagi dihormati. 4

http://www.kumpulansejarah.com/2013/05/menelusuri-sejarah-korupsi-di-indonesia.html, diunduh pada hari Senin, 24 Februari 2014, Pukul 19.15.

B. Tinjauan Tentang Whistle-Blower Dalam Proses Perkara Pidana Whistle-Blower adalah seseorang yang memberikan laporan atau kesaksian mengenai sua suatu uaatu ti tindak inddak pidana kepada kep pad adaa aparat penegak hukum, dapat dipahami sebagai sebag gai saksi pelapor, pelap por o , namun dia juga termasuk k se ssebagai bagai tersangka atau tindak ikut terlibat terliiba bat dalam m tind nddak a pidana pid dan anaa tersebut ters te rsseb ebut ut dan dan a kesaksian kes e ak aksian yangg di ddilaporkan laporkan yang pertama kali, sehingga dengan laporan mengungkapkan pert rttama am kali lii, se sehing ngga ng ga den nga g n la lapo pora po rann tersebut ra ters te rseb e ut dapat dapat ap m engu en g ngkaapk pkan suatu tindak yang ti ak ppidana idan id anaa ya an ang terjadi. Whistle-Blowerr merupakan meruppak akan aalat latt pe la ppenting nting dalam melawan kejahatan pidana korupsi. me ela lawa wann ke wa eja jahatan terorganisir seperti dugaan tindak pidan na ko oru ups psi. i. Sebagai Seb bag agai orang dalam informasi dia oran or ang da an alam yang menjadi bagian dari lingkungan tempat infor orma or maasi yyang angg di an ia bocorkan, modus bocork bo rk kan, tentulah sangat faham mengenai apa dan bagaimana mod oddus kkejahatan ejah ej ahatan ah an aparat yangg selama ini terbungkus rapi dan bersifat rahasia bagi publik k dan apa paaraat hukum. h kuum. hu Dalam peraturan pe perundang-undangan eru rund n an ngg-uunddangan Indonesia Whistle-Blower Whistle-Bllow ower er seringkali seri se r ngkali disamakan dengan pelapor. Dalam prakteknya dibedakan an aantara ntaara nt Whistle-Blower pelapor informan. Perbedaan Whis Wh istl is tlee-Bl tl Blow ower ow er dengan deng de ngan ng a ppara araa pe ar pela lapo la por da po dann in info form fo rman rm a .P erbbeda er beda daan an uutamanya tama ta many ma nyaa ad ny adalah para memberikan kesaksiannya paara r whistle-blower whis wh istl is tlee-bl tl blow wer tidak akan n membe b rika kan kesaksia ka iann nnya nn y kkee mu ya muka ka ppersidangan ersidangan er (peradilan), jadi jika ia memberikan kesaksiannya membeerik eri an kes esak a siannya ke muka persidangan maka statusnya menjadi saksi5. memegang Whistle-Blower memega ang n peran dalam membongkar bermacam kejahatan, mal adminitrasi adminitrasi, kecurangan, mispelanggaran hukum atau kejahatan kecurangan mis manajemen, salah pengurusan, kelalaian yang memiliki dampak yang merugikan 5

http://repository.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/1024/bab1-2.pdf?sequence=3, diunduh pada hari Selasa, 25 Februari 2014 Pukul 14.00 WIB.

bagi publik. Whistle-Blower tidak hanya dikenal dalam pengungkapan tindak pidana tetapi perbuatan curang lainnya baik yang merugikan masyarakat (public sector) maupun perusahaann ((private privatte sector) pri secttorr) da ddalam lam perkara perdata, perburuhan, lingkungan kesehatan, lingkun ngan gan hidup, dan lain-lain6.

Perlindungan C. Pe erl rlin indungan Hukum Huk ukum um Bagi Baggi Whistle-Blower W is Wh istl tlee-Bl B ow Bl ower e er Sesuai skripsi Sesu Se suai su ai ddengan enggan latar belakang masalah ddalam en alam al am bbab ab I skr rip psi s ini, problematika Whistle-Blower prob oble ob lema le m ti ma tika kaa yang sering dihadapi seorang Whistle-Blow werr adalah ada dala lahh whistlela whhisstl t eblower minimnya blow bl o err ini ow ini belum mendapatkan apresiasi yang baik, minim mn a dukungan, mnya duk ukun ungann, un perlindungan memadai per pe rlin ndungan apalagi penghormatan atau penghargaan yang mema m emaada daii ba bbagi gii mereka mere eka 7 . Keberadaan Whistle-Blower merupakan peran penting yang ddapat apaat ap me m mutus rantai dari tindak pidana korupsi dan mafia hukum, sehingga sehin nggga sangat sangaat at memutus wajarr jika Whistle-Blower Whhisstl tlee-Blower Bl haru ha russ mendap ru pat atkkan kan pe pperlindungan rllin indu dung du ngan ng a hukum m. Adanya ya 2 harus mendapatkan hukum. (dua) alasan perlunya perlindungan hhukum ukum bagi Whistle-Blower, sebagai be uk eri riku kutt: ku berikut: seor oran or angg Whistle-Blower Whis Wh istl tllee Bl B ower itu berperan an sebagai seb ebag ag gai ppelapor elap el apor ap or yang yan ng be ber rani a) se seorang berani melapo p rk rkan an adanya ada dany nyaa suat ny attu dugaan duggaan du gaa ttindak inda in dakk pi da pida dana da n korup na psii, da dann yang melaporkan suatu pidana korupsi, meli me liba li batk ba tkan melibatkan

dirinya,

maka maka

seeorang seeorang

Whistle-Bl Blow Bl ower ow er Whistle-Blower

itu

perlu

mendapatkan apresiasi; ddan an b) seorang Whistle-Blower yang berperan berperan membongkar adanya jaringan organisasi kejahatan luar biasa biaasaa (extraordinary crime). Seorang Whistlebi Blower mendapat ancaman, bbaik dirinya maupun kkeluarganya, Bl d ik bbagii di i l 6

A.H.Semendawai,Op. Cit., A.H.Semendawai,Perlindungan Saksi dan Korban sebagai Whistleblower dalam Lingkup Pengawasan Internal Kementerian atau Lembaga, bahan paparan, http://www.slideshare.net , yang diunduh pada hari Senin, 24 Februari 2014, Pukul 19.00 WIB 7

sehingga keselamatan Whistle-Blower sebagai saksi yang melaporkan atau

mengadukan

sangat

terancam

maka

perlu

mendapatkan

perlindungan khususs dari darii pemerintah. pemerin inta tahh. ta h. Adapun 3 (tiga) urgensi urrgens gen i yang bisa diungkapkan pentingnya pent ntin in ngn gnya bentuk perlindungan Whistle-Blower Indonesia, hukum bagi gi W histle-Blower dalam daala lam m si ssistem stem st em pperadilan errad a il ilan Indones siaa, ya yyaitu itu : Pertama, sistem Pert rtam rt ama, perlindungan peerl rlin i dung in nggan a bbagi agii whistle-blower whhisstl tlee-bl blow bl ower ow er da dalam si sis stem peradilan per erad a ilan ddii Indonesia diperlukan belum menjamin sepenuhnya ddi p rluk pe ukan uk an kkarena arenaa undang-undang yang ada belu um me enj njam amin am in sepen nuh u nya perlindungan perl rlin rl indu in dung du ngan an n bagi Whistle-Blower; Kedua, Indonesia Kedu Ke d a, perlindungan bagi Whistle-Blower dalam sistem peradilan du peradilaan an di In Indo done do n siia sangat sang sa ngat at penting untuk menjamin keselamatan bagi Whistle-Blower Whistle-B Blow wer dan daan keluarganya; kelua arganya; Ketiga, saksi sangat Keti tiga ti ga, peran Whistle-Blower Wh his istl tlee-Bl tl Blow wer sebagai s bagai saks se si kunci kunc ku n i at atau au saksi saksi pengungkap pengung ngkkap sang ng ngat at dibutuhkan, apalagi dibongkarnya kkasus-kasus assus-kasus besar korupsi di Indonesia bberkat erka er kat ka bantuan bant ba ntua nt uann dari Whistle-Blower8. ua Bentuk-bentuk Be ent ntuk uk-b uk -ben -b entu tukk perlindungan tu perl rlin rl indu in d nggan hukum huk ukum um yang yan ng diberikan diibe beri rika ri kann oleh ka olleh Pengadilan Pen ngadilan sebagai bagi seorang yang berperan seb bagai Whistle-Blower, Wh his i tle-Blower, yaitu : a) Memberikan penghargaan an n berupa pperinganan eringanan ancaman hukuman pidana. diberikan Besarnya peringanan yangg diberik kan n ini ditentukan dari hasil musyawarah para hakim, b) Dalam masa penahanan Pengadilan Pen ngadi ga ilaan memberikan tempat atau ruangan yang berbagai nyaman dan terhindar dari berb rbaagai macam ancaman, dan rb c) Pada saat proses pemeriksaan n tahap interogasi terhadap whistle-blower dilakukan dengan menjaga harkat dan martabatnya, diperlakukan secara baik dan tidak semena-mena.

8

Ibid.

Berdasarkan uraian terkait penjelasan dan pendapat dari narasumber tersebut di atas, maka bentuk perlindungan yang tepat bagi Whistle-Blower pidana dalam penyelesaian perkara raa ttindak inddakk pi in ida d na kkorupsi o upsi adalah : or a) Perlindungan an rrepresif epresif Bentuk represif Bent tuk perlindungan re epr pres e if iini es ni bberupa e up er upaa antisipasi dari dar arii segala tindakan at resiko yang atau yang tidak tidak diinginkan, dii iingiinka k n, dengan den nga gann memanfaatkan mem me manfaatkan llembaga e baga atau em badan ba ada dann ya yang n ttelah elah el ah ada melalui fungsi dan dan ke kkewenangan weena nang ngan ng an darii le lembaga tersebut, ters te rseebut rs ut,, misalnya, adanya Lembaga Perlindungan Saksi Saks Sa ksii dan daan Korban Korb Ko r an dan adanya Aparatur adan an nya Whistle-Blower system oleh Kementerian Pendayagunaan Pendayag agun ag unaa aann Apar aa A parat atuur Negara N egara dan Reformasi Birokrasi; b) Perlindungan preventif peraturan Bentuk perlindungan preventif ini berupa pembentukan n per rat aturan an n perundang-undangan perundang-un nda dang ngan ng an ssecara ecara khusus untuk ec unt ntuk uk mengatur men enga gatur perlindungan ga perlindunggan terhadap terhada dapp da Whistle-Blower; c) Perlindungan fisik dan psikis Bentuk fisik psikis B ntukk pperlindungan Be erli er lind li ndun nd unga un gan fi fisi siik da dann ps psik ikis ik is iini ni dapat dap apat at bberupa erup er u a: up dilakukan penyelidikan, 1)) Penahanan Pena Pe naha na hanan yang dil ha lak a ukan ddari ari tahap peny nyel ny elid el idik ikan n, ppenyidikan, enyidikan, sampai proses penuntutan dan sa am ampai pros osses pelaksanaan hukuman pidana, Pengadilan memberikan memberiika k n tempat temp mp pat atau ruangan yang nyaman dan terhindar dari berbagai anca aancaman; n aman; 2) Tahap interogasi seorang Whistle-Blower diperlakukan dengan baik dan tidak semena-mena, serta menjaga harkat maupun martabatnya; dan

d) Perlindungan hukum Bentuk perlindungan hukum ini dengan cara pemberian reward (penghargaan) berupa pa kkeringanan eringanan hu eri hhukuman kuma ku m n dan Hakim dapat memberikan terhadap penilaian te erh rhad adap Whistle-Blower dianggap ttidak idak id a terdapat hal-hal yang ak memberatkan, misalnya, kasus Prayitno memb mber mb eratkan, misalnya a, ppada a, adaa ka ad kasu suss Ag su Agus us Condro Pr ray yit itno yang awalnya hukuman ddivonis i hukuuma mann penjara p njara selama pe sellama 1 (satu) (satu tu u) tahun tahu ta hunn 6 (enam) bbulan hu ulan ul a dikurangi menjadi me enj njad adii 1 (satu) ad (sat atu) u) ttahun ahun 3 (tiga) bulan dan Hakim Haki Ha k m memberikan memb me mber mb e ikan ppenilaian er e ilaian en bahwa hal-hal bahw ba hwaa te hw terdakwa Agus Condro Prayitno dianggap tidak tid i ak k terdapat ter erda dapa da pat ha pa all hal yang ng “memberatkan”.

Kesimpulan Kesi Ke imp pulan Berdasarkan latar belakang masalah, hasil penelitian dan pembahasan, pembahaasa sann, maka m aka dapat disimpulkan bahwa : agumentasi perlindungan 1) Ada2 (dua) (du duua) ag agum umen um enta en tasi ta si pperlunya errlu lunya pe erl rliindu induung ngan an hhukum uku uk kum ba bbagi gi Whistle-Blower, Whistle-Blow wer er, sebagai berikut: seorang berani a)) se seor oran or angg Whistle-Blower an Whis Wh istl is tlee-Bl tl e-Bl Blow o er itu berperan beerp rper eran er an sebagai seb ebag agai ag ai pelapor pel elap apoor yyang ap angg be an ber rani melaporkan suatu dugaan pidana mela me lapo la pork po rkan rk an adanya ada dany nyaa su ny suat atuu du at duga gaan an n ttindak inda in dakk pi da pida dana da na kkorupsi, orup or upsi up si,, dan si dan yang melibatkan dirinya, maka seeorang Whistle-Bl Whistle-Blower Blower itu perlu Bl apresiasi; mendapatkan apresias si; dan b) seorang Whistle-Blower Whistle-Bloweer er yang g berperan berperan membongkar adanya jaringan organisassi kejahatan luar lu uarr biasa (extraordinary crime), di mana seorang Whistle-Blower mendapat ancaman, baik bagi dirinya maupun keluarganya, sehingga keselamatan Whistle-Blower sebagai saksi yang

melaporkan sangat terancam maka perlu mendapatkan perlindungan khusus dari pemerintah. Whistle-Blower 2) Bentuk perlindungan yang yanng ya ng ttepat epatt bbagi agii Wh ag W istle-Blower dalam penyelesaian tindak pidana perlindungan pidan na korupsi adalah : perlindunga gaan represif; perlindungan preventif; fisik psikis; preven en nti tif; f; perlindungan fi fisi sikk da dann ps psik ikis ik i ; da is ddan n perlindungan perlindunggan hukum.

Daftar Daft ftaar ft ar Pustaka ka Buku B uku ku u: Abdul Haris Wagiman, Betty Ab Abdu dull Ha du H riis Semendawai, S.H., LL.M., Ferry Santoso, Wahyuu Wa agi gima man, ma n Bet ettty t Itha haa Omas, Susilaningtias, Syahrial Martanto Wiryawan, 22011, 0 1,, Memahami 01 Mema Me maha ma ham mi Whistleblower Pusat. Wh r Lembaga Perlindungaan Saksi dan Korban, Jakarta Jak a arta ta P usat us a. Chaerudin, Fadillah, S.H.,MH, Cha Ch aeruddin, S.H.,MH, Syaiful Ahmad Dinar, S.H.,MH, Syarif Fadilla lah, S la .H.,.,.,MH .H M , 2008, Tindak Pidana 2008, Strategi Pencegahan Dan Penegakan Hukum Tin nd k P ndak idan id anna Korupsi, PT Refika Aditama, Bandung. Darwan Korupsi,Penerbit Citra Darwa an Prinst, 2002, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,Pen nerbit C itrra Aditya Bakti, Bandung. Evi Ev vi Ha Hartanti, 2005, Tindak Pidana Korupsi, Edisi Kedua, Penerbit Sinar Siina narr Grafika, Grafik ka, Jakarta. MH.,2012, Firman Wijaya, S.h, MH.,2012 2, Whistle Whis Wh i tlee Blower Bloower dan Justice Collaborator Dalam Bl Daala lam m Perspektif Hukum, Penerbit Penaku, Pen enak aku, Jakarta. Igm Ig m Nurdjana, S.H., Drs .,M.Hum., Dr, 2010, Sistem Hukum Pidana dan daan Bahaya Baha Ba hayya ha Laten Korpusi Mafia Hukum”, Late La tenn Korp te pus usii “Perspektif “P Per ersp sppektif Tegaknya Keadilan Kea eadi dila di lann Melawan la Melawa Me wann Ma wa Mafi fiaa Hu fi Huku kum ku m”, Penerbit Pustaka Pene Pe neerb rbit it P usta us taka ta ka Pelajar, Pel elaj ajar aj ar,, Yogyakarta. ar Yogy Yo g ak gy kar arta ta.. ta S.H.,Drs., Teguh Prasetyo, S.H.,Msi., Igm Ig m Nurdjana, N rdja Nu jana,, S. S.H. H.,,Dr H. Drs. s.,, M.Hum.,Dr, M.Hu M. Hum. m.,D ,Dr, ,D r, T eguhh P eg rase ra s ty yo, S . .,Msi., dan .H dan Sukardi, Sukkardi, Su S.H.,M.Hum, Logging S S.H. .H. H.,M ,M.H .Hum Hum m, 2008, Korupsi Ko i Dan Daan Illegall Lo L gggin ingg Dalam Dallam Da lam Sistem Desentralisasi, Yogyakarta. Dese De sent se ntra nt ralisasi, Pustaka Pelajar, Pela lajar, Y la og ogyakarta. Juniver Girsang, S.H., M.H.,Dr, M.H.,Drr, 2012, 2 12, AB 20 ABUSE OF POWER, Penyalahgunaan Kekuasaan Aparat Penegak Peneg gak Hukum m Dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi, JG Publishing, Jakarta. Jak a arta. X., Kansil, Kansil, C. S. T,. Suarif Arifin, F. X ., Kans nssil, ST. Cristine, 2003, Bersih dan Bebas KKN, N Jakarta. Pedoman Penulisan Skripsi, 2011, Universitas Uni niversitas Atma Jaya Yogyakarta Fakultas Hukum. St. Harum Pudjiarto. RS., Politik Pemberantasan Tindak S H P dji RS P l k Hukum H k Undang-Undang U d U d P b T d k Pidana Korupsi Di Indonesia, Uniiversitas Atma Jaya Yogyakarta.

Website http://www.muhammad-darwis.blogspot.com/20010/10/ngah-darwispperlindungan-saksi-dan-korban.html g http://www.statushukum.com/perlindungan-hukum.html http://www.statushukum.com m/p /peerl erli lindungand n hu huku k m.html http://4iral0tus.blogspot.com http://4iral0tus.blogspot. t.co t. com co m http://m.hukumonline.com http://m.hukumonli ine ne.ccom http://www.politik.kompasiana.com/2012/04/11/whistleblower-pahlawan-atauhttp://www.polit itik it ik.kompasiana. ik a..com/2012/04/11/whistleblow ow wer e -pahlawan-ataupengkhianat-454038.html pengkhianatt--454038.html 45 http://w http://www.radarsukabumi.com/?p=24909 www.radarsuka ww kabu ka buumi mi.c . om/? /?p= /? p=24 2 90 24 9 9 http://repository.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/1024/bab1http:/ //r /rep e ositor orry. y.wi w dy yatam atama.acc.id/ d/bi bits bi tstr ts trea tr eam/ ea m/ha m/ hand ndle/103 03664/102 03 0224/ 4/ba b b12.pdf?sequence=3 2.pd pdf?sequ pd quuen ence ce=3 ce =3 hhttp://kspprincipiumfhuns.blogspot.com ttp:/ :///k / sp sppr prin pr inciipiiumfhuns.blogspot.com in um http://www.statushukum.com/perlindungan-hukum.html http p:/ ://w /www /w w .ssta tatushukum.com/perlindungan-hukum.html

Peraturan Pera Pe r tu ra turran Perundang-undangan Undan ng-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang K Ki tab Undang-Undang Undang-Undang Hukum Pidana Kitab Undan Un ng-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana Undang-Undang Unda dang da ng-Undang Re ng epu publ blik bl ik Indonesia Indonesia Nom omor om or 331 1 Tahun 1999 99 Tenta ang Undang-Undang Republik Nomor Tentang Pemberan an nta tasa sann Ti sa Tind ndak nd ak P id dan a a Ko orups rups psii. L emba em bara ara rann Ne N gara Nomor 1140, 400, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Lembaran Negara om mor 3874 Tambahan Lembaran Negara N Nomor Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Un Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Perrub ubah ahaan ah A as Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan At Pemberanttas asaan an T in ndak Atas Tindak Pida Pi dana na Korupsi. Kor orup upsi si. i Tambahan Tamb Ta mbah mb ahan ah an Lembaran Lembara raan Negara Nega Ne gara ga ra Republik Repub ubli bli likk Indonesia Indo In done one nesi siaa No si Nom mor Pidana Nomor 41150 4150 Unda Un dang da ng-U ng -U Unddan angg Re Repu publ pu blik bl ik IIndonesia ndon nd o es esia ia N om mor 330 0 Ta Tahu hunn 20 2002 02 ttentang enta en tanng ta ng K omisi Undang-Undang Republik Nomor Tahun Komisi P mber Pe mb beran anta tassan ta sa Korupsi. T am ambahan n Lembaran Lembaran Neg gar araa Republik R puubl Re blik ik IIndonesia ndonesia Pemberantasan Tambahan Negara Nomor 4250 Undang-Undang Republik Indonesia Indonnesia Nomor orr 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Tambahan Tambah han a Lemba Lembaran aran Negara Republik Indonesia Nomor 4635 Surat Edaran Mahkamah Agung g Nom Nomor mor 4 Tahun 2011 Tentang Tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tinda Tindak dak Pi da Pidana (Whistleblower) dan Saksi Pelaku (Justice Collaborator)) ( Collaborator Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Indoone n sia Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Saksi Dan Korban Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Suggest Documents