Kunci Jawaban Biologi 10B - WordPress.com

740 downloads 226 Views 1MB Size Report
perlindungan Taman Laut Bunaken. 8 jp. 1 . Buku. P. G. Biologi. Kelas X Semester 2. ,. Intan Pariwara, hala- man 7–34. 2 . Buku. PR Biologi. Kelas X Semester 2.

Biologi Kelas X

1

K o n s e p Keanekaragaman Hayati

3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem melalui kegiatan.

Mempelajari pengertian keanekaragaman hayati serta faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya keanekaragaman hayati. (*) Mencari informasi tentang variasi ciri atau sifat pada ayam untuk mengetahui adanya keanekaragaman gen.

Mencari informasi mengenai keanekaragaman jenis tumbuhan melalui berbagai sumber.

Mengindentifikasi keanekaragaman hayati dalam ekosistem hutan hujan tropis, padang rumput, dan gurun pasir melalui kegiatan pengamatan.

1.

2.

3.

4.

Kegiatan Pembelajaran

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Toleransi

Materi Pokok/ Pembelajaran









Mampu membandingkan keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem.

Mampu membandingkan keanekaragaman hayati pada tingkat jenis.

Mampu membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen.

Mampu menjelaskan konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup yang mengakibatkan terbentuknya keanekaragaman hayati.

Indikator Pencapaian Kompetensi

3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.

Standar Kompetensi :

Kompetensi Dasar

: ... : X/2 : Biologi

Sekolah Kelas/Semester

Silabus

Portofolio

Portofolio

Portofolio

Tes tulis

Teknik

Dokumen pekerjaan

Dokumen pekerjaan

Dokumen pekerjaan

Uraian

Bentuk Instrumen

Apa nama ekosistem seperti pada gambar (1), (2), dan (3)? Manakah yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi?

Carilah informasi mengenai keanekaragaman pada genus Solanum! Catat ciri-ciri fisik tumbuh-tumbuhan tersebut serta tulislah persamaan dan perbedaan cirinya!

Amatilah ciri-ciri beberapa ekor ayam yang mempunyai perbedaan mencolok di daerah Anda! Ciri-ciri yang harus diamati antara lain warna bulu, bentuk jengger, ukuran paruh, dan berat badan.

Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati? Jelaskan faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya keanekaragaman hayati!

Contoh Instrumen

Penilaian

3

82jp

Alokasi Waktu (jp)

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 1–7 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 1–4 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. Gambar mengenai ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem padang rumput, dan ekosistem gurun pasir.

Alat dan Sumber Belajar

2

Silabus

Materi Pokok/ Pembelajaran

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Kompetensi Dasar

3.2 Mengkomunik a s i k a n keanekaragaman hayati Indonesia dan usaha pelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam.





Membuat kliping untuk mengenal hewan dan tumbuhan khas di Indonesia. (*)

Mengamati tumbuhan dan hewan liar di lingkungan sekitar dan mendata manfaatnya.

Menjelaskan kegiatan manusia yang memengaruhi keanekaragaman hayati Indonesia.

7.

8.

9.

10. Mencari informasi dari berbagai bacaan tentang upaya-upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.







Memahami persebaran flora dan fauna di Indonesia.

6.



Mengenal keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia.

5.

Kegiatan Pembelajaran

Mampu mengidentifikasi upaya-upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Mampu mengidentifikasi kegiatan manusia yang memengaruhi biodiversitas Indonesia.

Mampu menginventaris tumbuhan dan hewan khas di Indonesia yang memiliki nilai tertentu.

Mampu menyusun karya tulis ilmiah populer atau membuat/mengoleksi gambar-gambar hewan dan tumbuhan khas di Indonesia.

Mampu menunjukkan keunikan biodiversitas Indonesia berdasarkan persebarannya.

Mampu mengidentifikasi keanekaragaman hayati di Indonesia berdasarkan keanekaragaman jenis, ekosistem, dan karakteristik wilayahnya.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Tes tulis

Tes tulis

Tes unjuk kerja

Portofolio

Tes tulis

Tes tulis

Uraian

Uraian

Identifikasi dan uji petik kerja prosedur

Dokumen pekerjaan

Uraian

Uraian

Bentuk Teknik Instrumen

Contoh upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia secara ex situ yaitu . . . . a. pendirian Taman Nasional Baluran b. penangkapan harimau di kebun binatang c. perlindungan Taman Laut Bunaken

Berikan contoh aktivitas manusia yang menjadi ancaman bagi habitat alami! Sebutkan pula cara pencegahannya!

Datalah berbagai manfaat tumbuhan dan hewan yang ada di lingkungan sekitar!

Buatlah kliping gambargambar hewan dan tumbuhan khas di Indonesia! Tuliskan nama lokal dan nama ilmiahnya beserta karakteristik wilayah tempat hidupnya!

Sebutkan daerah yang dihuni fauna Australian! Berikan lima contoh fauna yang hidup di wilayah Australian!

Sebutkan ciri-ciri khusus fauna yang hidup di wilayah Australian!

Contoh Instrumen

Penilaian

8 jp

Alokasi Waktu (jp) 1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 7–34 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 4–20 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. Tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar. 5. Kunci determinasi sederhana.

Alat dan Sumber Belajar

Biologi Kelas X

3

Kompetensi Dasar

Prinsip Klasifikasi, Tata Nama Binomial, dan Kunci Determinasi Sederhana

Materi Pokok/ Pembelajaran

Mampu menjelaskan pengertian, tujuan, dan manfaat klasifikasi makhluk hidup. Mampu menjelaskan proses dan hasil klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati.







12. Menjelaskan manfaat dari klasifikasi makhluk hidup. 13. Mencari berbagai bacaan tentang sejarah perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup. 14. Menjelaskan aturanaturan penulisan nama ilmiah suatu spesies.

Mampu menjelaskan cara pemberian nama spesies menurut prinsip tata nama binomial.

Mampu mengiventaris hewan dan tumbuhan yang terdapat di Indonesia.

11. Mendata jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang terdapat di salah satu kawasan konservasi di Indonesia. (**)



Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Portofolio

Teknik

Berkunjunglah ke salah satu kawasan konservasi terdekat dengan daerah tempat tinggal Anda! Datalah hewan dan tumbuhan di kawasan tersebut! Sebutkan manfaat klasifikasi makhluk hidup bagi manusia! Jelaskan sistem klasifikasi makhluk hidup yang diperkenalkan oleh Robert H. Whittaker!

Cara penulisan nama ilmiah tanaman kembang sepatu menurut prinsip binomial nomenklatur yang benar yaitu .... a. Hibiscus rosasinensis b. Hibiscusrosa sinensis c. Hibiscus Rosasinensis d. Hibiscus Rosasinensis e. H i b i s c u s r o s a Sinensis

Uraian

Uraian

Pilihan ganda

d. p e r l i n d u n g a n komodo di Pulau Komodo e. perlindungan bunga Rafflesia di Bengkulu

Contoh Instrumen

Dokumen pekerjaan

Bentuk Instrumen

Penilaian Alokasi Waktu (jp) Alat dan Sumber Belajar

4

Silabus

Materi Pokok/ Pembelajaran •



15. Melakukan kegiatan identifikasi nama ilmiah berbagai jenis tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar. 16. Membuat kunci determinasi dari beberapa jenis tumbuhan berdasarkan pengamatan ciri morfologinya.

Kegiatan Pembelajaran

Mampu membuat kunci determinasi.

Mampu mengidentifikasi nama ilmiah tumbuhan atau hewan di sekitarnya.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Cinta Tanah Air, (**) Gemar Membaca

Kompetensi Dasar

Portofolio

Tes unjuk kerja

Dokumen pekerjaan

Identifikasi dan uji petik kerja prosedur

Bentuk Teknik Instrumen

Amati ciri-ciri beberapa jenis tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar Anda! Kemudian, buatlah kunci determinasinya!

Tentukan nama lokal dan nama ilmiah dari berbagai jenis tumbuhan di lingkungan sekolah!

Contoh Instrumen

Penilaian Alokasi Waktu (jp) Alat dan Sumber Belajar

Biologi Kelas X

5

Materi Pokok/ Pembelajaran

Ciri-ciri, Perkembangb i a k a n , M a n f a a t Plantae.

3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.



3. Menjelaskan ciri-ciri anggota Angiospermae.





2. Menentukan jenis tumbuhan paku yang tergolong paku peralihan.

4. Mengidentifikasi dan mengelompokkan tumbuhan paku ke dalam kelasnya masingmasing.



1. Mendeskripsikan ciri-ciri umum anggota divisi Bryophyta.

Kegiatan Pembelajaran

3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.

Standar Kompetensi :

Kompetensi Dasar

: .... : X/2 : Biologi

Sekolah Kelas/Semester

Mampu mengenal anggota divisi Pteridophyta berdasarkan morfologinya.

Mampu mengidentifikasi dan mengomunikasikan ciri-ciri anggota Angiospermae.

Mampu mengidentifikasi kelompok tumbuhan paku berdasarkan ukuran dan jenis spora.

Mampu mengidentifikasi dan mengomunikasikan ciri-ciri divisi Bryophyta.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Silabus

Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Teknik

Uji petik kerja prosedur

Pilihan ganda

Pilihan ganda

Uraian

Bentuk Instrumen

Sediakan berbagai jenis tumbuhan paku, amati ciri-ciri morfologinya dan kelompokkan ke dalam kelas-kelas Pteridophyta!

Ciri khusus yang dimiliki oleh semua anggota Angiospermae yaitu . . . . a. berdaun kecil dan kaku b. memiliki pertulangan daun yang tidak jelas. c. memiliki bunga yang sebenarnya d. mengalami pembuahan tunggal e. berakar serabut

Tumbuhan paku yang merupakan bentuk peralihan antara paku homospora dan paku heterospora yaitu . . . . a. Selaginella b. Equisetum c. Marsilea d. Lycopodium e. Adiantum

Sebutkan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Bryophyta!

Contoh Instrumen

Penilaian

6 jp

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 35–68 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 21–40 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. J e n i s - j e n i s tumbuhan g o l o n g a n Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta. 5. B u k u - b u k u referensi, majalah, koran, dan internet.

Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

6

Silabus

Materi Pokok/ Pembelajaran •







5. Melakukan kegiatan untuk mengetahui jenisjenis tumbuhan yang tergolong dalam Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae.

6. Menyebutkan contoh anggota Pteridophyta. (*)

7. Menentukan cara reproduksi Bryophyta. (**)(***)

8. Membuat kliping mengenai anggota Spermatophyta dan peranannya.

Kegiatan Pembelajaran

Mampu mengenal peran anggota kingdom Plantae bagi kehidupan.

Mampu mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dalam divisidivisi pada kingdom Plantae.

Mampu memberi contoh anggota tiap-tiap divisi dalam kingdom Plantae.

Mampu mengenal anggota divisi Spermatophyta berdasarkan morfologinya.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Portofolio

Tes tulis

Tes tulis

Tes unjuk kerja

Teknik

Kliping

Pilihan ganda

Pilihan ganda

Uji petik kerja prosedur

Buatlah kliping mengenai anggota Spermatophyta dan peranannya.

Reproduksi secara vegetatif pada Bryophyta dilakukan dengan cara membentuk . . . . a. umbi batang b. tunas akar c. pundi kuncup d. tunas tepi daun e. tunas ujung daun

Tumbuhan paku yang hidup sebagai epifit pada tumbuhan lain yaitu . . . . a. Marsilea crenata b. P l a t y c e r i u m bifurcatum c. Cyathea sp. d. Salvinia sp. e. Azolla sp.

Amatilah ciri-ciri morfologi jenis-jenis tumbuhan berbunga di halaman sekolah! Kelompokkan tumbuhtumbuhan tersebut ke dalam Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae?

Contoh Instrumen

Penilaian Bentuk Instrumen

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Religius, (**) Rasa ingin tahu, (***) Peduli lingkungan

Kompetensi Dasar

Alokasi Waktu (jp) Alat dan Sumber Belajar

Biologi Kelas X

7

3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam Dunia Hewan dan peranannya bagi kehidupan.

Mengamati metamorfosis kupu-kupu. (*)

3.

Mengamati ciri-ciri morfologi anggota Echinodermata. (**)

Menjelaskan persamaan dan perbedaan ciriciri morfologi antaranggota kingdom Animalia.

2.

4.

Menentukan dasar pengelompokan Porifera dalam tiga kelas.

Kegiatan Pembelajaran

C i r i - C i r i 1. Umum Kingdom Animalia, Dasar Pengelompokan dan Peranannya dalam Kehidupan.

Materi Pokok/ Pembelajaran Mampu menjelaskan dasardasar pengelompokan makhluk hidup dalam kingdom Animalia.

Mengidentifikasi, membedakan, dan mengomunikasikan ciri-ciri antaranggota morfologi dalam kingdom Animalia. Mampu mengamati dan menyimpulkan cara perkembangbiakan anggota Kingdom Animalia. Mampu mengenali anggota tiap-tiap filum dan kelas pada kingdom Animalia berdasarkan ciricirinya.









Indikator Pencapaian Kompetensi

3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.

Standar Kompetensi :

Kompetensi Dasar

: ... : X/2 : Biologi

Sekolah Kelas/Semester

Silabus

Uji petik kerja prosedur

Uji petik kerja prosedur

Tes unjuk kerja

Tes unjuk kerja

Uraian

Pilihan ganda

Tes tulis

Tes tulis

Teknik

Bentuk Instrumen

Pergilah ke laut dan kumpulkan hewanhewan yang tergolong Echinodermata! Amatilah ciri-ciri dari setiap hewan tersebut!

Amatilah pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama metamorfosis kupukupu!

Jelaskan persamaan dan perbedaan antara spesies yang tergolong Arachnida dengan spesies yang tergolong dalam Insecta!

Pembagian Porifera ke dalam kelompok Calcarea, Hexatinellida, dan Demospongia berdasarkan . . . . a. tipe saluran air b. bentuk dan bahan yang terkandung dalam spikula c. bentuk tubuh d. cara reproduksi e. cara memperoleh makanan

Contoh Instrumen

Penilaian

3

82jp

Alokasi Waktu (jp)

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 69–112 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 41–70 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. Perlengkapan untuk mengamati ciri-ciri morfologi hewan yang tergolong dalam Echinodermata. 5. Perlengkapan untuk mengamati metamorfosis kupu-kupu.

Alat dan Sumber Belajar

8

Silabus

Materi Pokok/ Pembelajaran 5.

Mencari informasi mengenai gejala-gejala yang dialami penderita filariasis serta cara mencegah penularannya.

Kegiatan Pembelajaran



Mampu mengidentifikasi peranan anggota kingdom Animalia bagi kehidupan. (***)

Indikator Pencapaian Kompetensi Portofolio

Teknik

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Gemar membaca, (**) Religius, (***) Peduli sosial

Kompetensi Dasar Dokumen pekerjaan

Bentuk Instrumen Carilah informasi mengenai gejala-gejala yang dialami penderita filariasis serta cara mencegah penularannya.

Contoh Instrumen

Penilaian Alokasi Waktu (jp) Alat dan Sumber Belajar

Biologi Kelas X

9

Penyusun Ekosistem, Suksesi, dan Pola Interaksi

4.1 Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan komponen ekosistem bagi kehidupan.

Mampu mengidentifikasi komponen abiotik dan pengaruhnya terhadap komponen biotik.

Mampu mengidentifikasi berbagai interaksi yang terjadi di ekosistem.

Mampu menjelaskan definisi suksesi primer dan suksesi sekunder beserta contohnya. Mampu mengidentifikasi proses terbentuknya komunitas klimaks.









1. Mengamati dan mendata komponen abiotik dan pengaruhnya terhadap komponen biotik. (*)

2. Mengamati suatu ekosistem beserta interaksi antarmakhluk hidup yang menyusunnya. (**)

3. Mencari informasi tentang suksesi primer dan suksesi sekunder. 4. Mengamati suatu ekosistem beserta lingkungan biotiknya.

Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (***) Gemar membaca

Materi Pokok/ Pembelajaran

Portofolio

Tes lisan

Portofolio

Portofolio

Teknik

Dokumen pekerjaan

Jelaskan proses terbentuknya komunitas klimaks di sekitar danau berdasarkan gambar!

Bagaimana proses suksesi primer yang terjadi pasca-gunung Merapi meletus?

Amatilah komponen biotik yang menyusun ekosistem sawah yang Anda kunjungi! Tentukan satuan-satuan makhluk hidup dalam ekosistem tersebut!

Dokumen pekerjaan

Kuis

Lakukan pengukuran terhadap berbagai macam komponen abiotik di suatu ekosistem! Amati berbagai tumbuhan di tempat tersebut!

Contoh Instrumen

Dokumen pekerjaan

Bentuk Instrumen

Penilaian

3

82jp

Alokasi Waktu (jp)

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 123–168 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 75–102 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. Perlengkapan dalam p e n g a m a t a n komponen abiotik di suatu ekosistem. 5. Perlengkapan dalam pengamatan satuansatuan makhluk hidup di ekosistem sawah. 6. Perlengkapan dalam pengamatan ekosistem sungai dan kolam. 7. Perlengkapan dalam pembuatan ekosistem akuarium. 8. Skema siklus materi dan arus energi.

Alat dan Sumber Belajar

: 3. Siswa mampu menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi, dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

: ... : X/2 : Biologi

Sekolah Kelas/Semester

Silabus

10

Silabus

Materi Pokok/ Pembelajaran

Mampu mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan.





7. Mendiskusikan cara mengidentifikasikan hama wereng secara biologis. (***) 8. Mengamati siklus materi dan arus energi yang terjadi pada suatu rantai makanan melalui pengamatan gambar.

Mampu menjelaskan aliran energi.

Mampu mengidentifikasi tipe-tipe ekosistem.



6. Mengamati rantai makanan yang terjadi di suatu ekosistem.

Mampu mengidentifikasi peranan organisme dalam suatu rantai makanan.



5. Menjelaskan berbagai macam tipe-tipe ekosistem.

Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi

Tes tulis Pilihan ganda

Dokumen pekerjaan

Proses perpindahan energi dan materi dari organisme satu ke organisme lain dengan urutan tertentu melalui peristiwa makan dan dimakan disebut . . . . a. aliran energi dan materi b. piramida makanan c. produktivitas ekosistem d. jaring-jaring makanan e. rantai makanan

Diskusikan cara mengidentifikasikan hama wereng secara biologis menggunakan konsep rantai makanan!

Amatilah organismeorganisme di suatu ekosistem dan tentukan rantai makanan yang terjadi di ekosistem tersebut!

Identifikasi dan uji petik kerja prosedur

Tes unjuk kerja

Portofolio

Kecepatan evaporasi lebih tinggi dibandingkan kecepatan presipitasi terjadi di bioma .... a. gurun b. tundra c. hutan gugur d. padang rumput e. hutan hujan tropis

Contoh Instrumen

Pilihan ganda

Bentuk Instrumen

Penilaian

Tes tulis

Teknik

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Teliti, (**) Bekerja sama, (***) Gemar membaca

Kompetensi Dasar

Alokasi Waktu (jp) 9. Berbagai sumber informasi seperti internet, majalah, dan buku-buku referensi.

Alat dan Sumber Belajar

Biologi Kelas X

11

Materi Pokok/ Pembelajaran

Perubahan Lingkungan dan Etika Lingkungan serta JenisJenis Pencemaran Lingkungan

4.2 M e n j e l a s k a n keterkaitan antara kegiatan m a n u s i a d e n g a n m a s a l a h perusakan/ pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan.

1. Menjelaskan prinsipprinsip etika lingkungan. (*)

Kegiatan Pembelajaran



Mampu mengidentifikasi prinsip-prinsip etika lingkungan.

Indikator Pencapaian Kompetensi Tes tulis

Teknik Pilihan ganda

Bentuk Instrumen Prinsip etika lingkungan yang mendasari tindakan manusia agar menjaga keseimbangan lingkungan yaitu . . . . a. sumber daya alam harus dijaga untuk kepentingan umat manusia b. manusia dapat berbuat apa saja dalam mengelola sumber daya alam c. manusia merupakan bagian lingkungan yang tidak terpisahkan d. negara dapat mengeksploitasi sumber daya alam secara maksimal e. sumber daya alam tersedia dalam jumlah tak terbatas

Contoh Instrumen

Penilaian

3

92jp

Alokasi Waktu (jp)

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 169–206 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 103–126 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. Lingkungan sekitar. 5. Alat dan bahan untuk praktik pengujian pencemaran di perairan. 6. Buku referensi dan internet.

Alat dan Sumber Belajar

: 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi, dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

: ... : X/2 : Biologi

Sekolah Kelas/Semester

Silabus

12

Silabus

Materi Pokok/ Pembelajaran

Mampu mengidentifikasi tingkat pencemaran di perairan.

Mampu mengidentifikasi dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman. Mampu mengidentifikasi jenis-jenis polutan partikel yang dapat mencemari udara. Mampu menjelaskan dampak pemakaian pupuk yang berlebihan terhadap kondisi tanah. Mampu mengidentifikasi dampak pencemaran suara bagi kesehatan.











3. Melakukan praktik untuk menguji tingkat pencemaran di perairan. (**)

4. Mengamati dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman. (***) 5. Mengamati jenis-jenis polutan partikel yang dapat mencemari udara. 6. Mendeskripsikan pencemaran tanah. (***)

7. M e n d e s k r i p s i k a n dampak pencemaran suara.

Mampu mengidentifikasi aktitivitas-aktivitas manusia yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan dan yang tidak sesuai dengan prinsip etika lingkungan.



2. Mendata aktivitasaktivitas manusia yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan dan yang tidak sesuai dengan prinsip etika lingkungan.

Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi

Identifikasi dan uji petik kerja prosedur

Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Kuis

Kuis

Tes unjuk kerja

Tes unjuk kerja

Tes unjuk kerja

Tes lisan

Tes lisan

4.3 Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah.

Penanganan Limbah

8. Menjelaskan cara-cara menangani limbah. (*)



Mampu mengidentifikasi metode penanganan limbah.

Tes tulis

Uraian

Dokumen pekerjaan

Bentuk Instrumen

Jelaskan cara pengolahan limbah cair menggunakan metode konvensional

Apa dampak pencemaran suara bagi kesehatan manusia?

Apa akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan bagi tanah pertanian?

Amatilah jenis-jenis polutan partikel yang mencemari udara di beberapa lokasi pengamatan!

Amati pengaruh hujan asam terhadap pertumbuhan tanaman!

Ambillah sampel air dari beberapa tempat! Amati parameter fisik sampel air, kemudian ujilah dengan larutan metilen biru!

Datalah jenis-jenis aktivitas manusia yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan dan yang tidak sesuai dengan prinsip etika lingkungan!

Contoh Instrumen

Penilaian

Portofolio

Teknik

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Peduli lingkungan, (**) Kerja sama, (***) Kreatif

Kompetensi Dasar

4 jp

Alokasi Waktu (jp)

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 209–213

Alat dan Sumber Belajar

Biologi Kelas X

13

Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penanganan Limbah

9. Mendesain dan membuat produk daur ulang limbah. (*)

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Kreatif

4.4 M e m b u a t produk daur ulang limbah



Mampu memanfaatkan kembali limbah rumah tangga yang berbentuk padat.

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Gemar membaca

Kompetensi Dasar

Portofolio

Teknik

Produk

Bentuk Instrumen

Buatlah desain dan produk daur ulang menggunakan barangbarang bekas!

Contoh Instrumen

Penilaian

3

4 jp

2

Alokasi Waktu (jp)

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 211 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 107 3. Limbah rumah tangga.

2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 106–108

Alat dan Sumber Belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab II Kingdom Plantae Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu

: : : :

.......... X/2 Biologi 6 × 45 menit

Standar Kompetensi : 3. Kompetensi Dasar

Memahami manfaat keanekaragaman hayati.

: 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.

Indikator Pencapaian Kompetensi • Mengidentifikasi dan mengomunikasikan ciri-ciri divisi Bryophyta. • Mengidentifikasi kelompok tumbuhan paku berdasarkan ukuran dan jenis spora. • Mengidentifikasi dan mengomunikasikan ciri-ciri anggota anggota Angiospermae. • Mengenal anggota divisi Pteridophyta berdasarkan morfologinya. • Mengenal anggota divisi Spermatophyta berdasarkan morfologinya. • Memberi contoh anggota tiap-tiap divisi dalam kingdom Plantae. • Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dalam divisi-divisi pada kingdom Plantae. • Mengenal peran anggota kingdom Plantae bagi kehidupan. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Mendeskripsikan ciri-ciri umum anggota divisi Bryophyta. 2. Menentukan jenis tumbuhan paku yang tergolong dalam paku peralihan. 3. Menjelaskan ciri-ciri anggota Angiospermae. 4. Mengidentifikasi dan mengelompokkan tumbuhan paku ke dalam kelasnya masing-masing. 5. Melakukan kegiatan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang tergolong Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. 6. Menyebutkan contoh anggota Pteridophyta. 7. Menentukan cara reproduksi Bryophyta. 8. Membuat kliping mengenai anggota Spermatophyta dan peranannya. Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan ke siswa: religius, rasa ingin tahu, dan peduli lingkungan Materi Pembelajaran Ciri-ciri, Perkembangbiakan, Manfaat Plantae. Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI) 2. Metode a. Diskusi b. Praktikum Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1.

14

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Meminta siswa menyebutkan tempat-tempat yang biasanya ditumbuhi tumbuhan lumut. Selanjutnya siswa diminta menyebutkan ciri-ciri yang dimiliki oleh tumbuhan lumut. b. Prasyarat Pengetahuan • Mengenal berbagai jenis makhluk hidup. • Mengetahui sistem klasifikasi makhluk hidup. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2.

Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Bryophyta. • Guru menjelaskan tiga kelas dalam Bryophyta. • Guru menjelaskan cara reproduksi anggota Bryophyta. • Guru menjelaskan peranan anggota Bryophyta. b. Elaborasi Siswa melakukan praktikum untuk mengamati alat reproduksi tumbuhan lumut. c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil praktikumnya di depan kelas.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru meminta siswa untuk menanyakan kembali materi yang belum dimengerti. b. Guru memberi beberapa pertanyaan kepada siswa untuk menguji tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Pertemuan Kedua

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Meminta siswa menyebutkan contoh-contoh tumbuhan paku. Siswa diminta menyebutkan ciri-ciri tumbuhan tersebut. b. Prasyarat Pengetahuan • Mengenal berbagai jenis makhluk hidup. • Mengetahui sistem klasifikasi makhluk hidup.

2.

Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Pteridophyta. • Guru menjelaskan struktur tubuh tumbuhan paku. • Guru menjelaskan empat kelas dalam Pteridophyta. • Guru menjelaskan cara reproduksi tumbuhan paku. • Guru menjelaskan peranan tumbuhan paku. b. Elaborasi Siswa melakukan praktikum untuk mengidentifikasi tumbuhan paku dan mengelompokkannya dalam kelas-kelas. c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk membuat laporan praktikum dan mempresentasikan hasil percobaan.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menyimpulkan hasil percobaan siswa b. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Pertemuan Ketiga

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru meminta siswa menyebutkan nama-nama tumbuhan berbunga yang ada di sekitarnya. Siswa diminta menyebutkan ciri-ciri tumbuhan berbunga. b. Prasyarat Pengetahuan • Mengenal berbagai jenis makhluk hidup. • Mengetahui sistem klasifikasi makhluk hidup.

2.

Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Spermatophyta. • Guru menjelaskan struktur tubuh Spermatophyta. • Guru menjelaskan klasifikasi Spermatophyta. Biologi Kelas X

15

b. c. 3.

• Guru menjelaskan cara reproduksi Gymnospermae dan Angiospermae. • Guru menjelaskan peranan Gymnospermae dan Angiospermae. Elaborasi Siswa diminta membuat kliping mengenai anggota Spermatophyta dan peranannya. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk mengumpulkan kliping untuk dinilai.

Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menjelaskan beberapa jenis tumbuhan yang sekarang sedang banyak diteliti peranannya. b. Guru mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah dipelajari untuk menguji tingkat pemahaman siswa.

Alat Sumber Belajar 1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2011. 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2011. 3. Seperangkat alat dan bahan untuk praktikum pengamatan alat reproduksi tumbuhan lumut. 4. Seperangkat alat dan bahan untuk praktikum mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan paku dan mengelompokkannya ke dalam kelas-kelas. 5. Buku BSE panduan pembelajaran Biologi untuk SMA&MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2009. Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen Teknik

2.

Bentuk Instrumen

Tes tulis

Uraian, pilihan ganda

Portofolio

Dokumen pekerjaan

Tes unjuk kerja

Identifikasi dan uji petik kerja prosedur

Contoh Instrumen a. Uraian Sebutkan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Bryophyta! b. Pilihan Ganda Tumbuhan paku yang merupakan bentuk peralihan antara paku homospora dan paku heterospora adalah . . . . a. Selaginella d. Lycopodium b. Equisetum e. Adiantum c. Marsilea c. Identifikasi dan Uji Petik Kerja Prosedur Identifikasilah berbagai jenis tumbuhan paku dan kelompokkan tumbuhan tersebut ke dalam kelaskelas. d. Kliping Buatlah kliping mengenai anggota Spermatophyta dan peranannya.

________, ______________ Mengetahui, Kepala SMA ______________

Guru Mata Pelajaran

........................ ___________________________ NIP _______________________

........................ ___________________________ NIP _______________________

16

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab V Lingkungan Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu

: : : :

.......... X/2 Biologi 9 × 45 menit

Standar Kompetensi : 4. Kompetensi Dasar

Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi, dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

: 4.2 Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah perusakan/ pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan.

Indikator Pencapaian Kompetensi • Mengidentifikasi prinsip-prinsip etika lingkungan. • Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas manusia yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan dan yang tidak sesuai dengan prinsip etika lingkungan. • Mengidentifikasi tingkat pencemaran di perairan. • Mengidentifikasi dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman. • Mengidentifikasi jenis-jenis polutan partikel yang dapat mencemari udara. • Menjelaskan dampak pemakaian pupuk yang berlebihan terhadap kondisi tanah. • Mengidentifikasi dampak pencemaran suara bagi kesehatan. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan prinsip-prinsip etika lingkungan. 2. Mendata aktivitas-aktivitas manusia yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan dan yang tidak sesuai dengan prinsip etika lingkungan. 3. Melakukan praktik untuk menguji tingkat pencemaran di perairan. 4. Mengamati dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman. 5. Mengamati jenis-jenis polutan partikel yang dapat mencemari udara. 6. Mendeskripsikan pencemaran tanah. 7. Mendeskripsikan dampak pencemaran suara bagi kesehatan. Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan ke siswa: peduli lingkungan, kerja sama, dan kreatif Materi Pembelajaran 1. Perubahan lingkungan dan etika lingkungan. 2. Jenis-jenis pencemaran lingkungan. Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI) 2. Metode a. Diskusi b. Praktikum Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi • Meminta siswa untuk keluar kelas, misal ke halaman sekolah untuk menentukan ekosistem halaman sekolah termasuk ekosistem seimbang atau tidak seimbang. b. Prasyarat Pengetahuan • Siswa mengetahui pengertian dari ekosistem yang seimbang.

Biologi Kelas X

17

• •

Siswa mengetahui faktor-faktor yang dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan lingkungan. Siswa mengetahui pengertian etika lingkungan.

2.

Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan pengertian dari keseimbangan lingkungan. • Guru menjelaskan faktor-faktor yang dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan lingkungan yang meliputi perubahan lingkungan secara alami dan perubahan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia. • Guru menjelaskan definisi dari etika lingkungan. b. Elaborasi Siswa mengamati lingkungan di sekitarnya dan mengidentifikasi aktivitas-aktivitas manusia yang sesuai dengan etika lingkungan dan yang tidak sesuai dengan etika lingkungan. c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil pengamatannya di depan kelas.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru meminta siswa untuk menyakan kembali materi yang belum dimengerti. b. Guru memberi beberapa pertanyaan kepada siswa untuk menguji tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Pertemuan Kedua

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa, misal seperti berikut. 1) Apa yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan? 2) Apa saja jenis-jenis pencemaran lingkungan? b. Prasyarat Pengetahuan Siswa memahami pengertian dari pencemaran lingkungan dan jenis-jenis pencemaran lingkungan.

2.

Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan pengertian dari pencemaran lingkungan. • Guru menyebutkan jenis-jenis pencemaran lingkungan berdasarkan lokasinya. • Guru menjelaskan jenis-jenis polutan yang dapat mengakibatkan pencemaran air. • Guru menjelaskan jenis-jenis parameter kimia kualitas air. • Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk melakukan percobaan mengenai tingkat pencemaran di perairan. b. Elaborasi Siswa melakukan percobaan untuk menguji tingkat pencemaran air yang diambil dari beberapa sumber air. c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk membuat laporan percobaan dan mempresentasikan hasil percobaan.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menyimpulkan hasil percobaan siswa. b. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Pertemuan Ketiga

1.

18

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Meminta siswa untuk mengamati keadaan udara di lingkungan sekolah, misal banyak debu atau asap kendaraan bermotor. b. Prasyarat Pengetahuan • Siswa mengetahui jenis-jenis polutan yang dapat mencemari udara. • Siswa mengetahui dampak pencemaran udara bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2.

Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan jenis-jenis polutan yang dapat mencemari udara. • Guru menjelaskan terjadinya efek rumah kaca dan dampaknya bagi lingkungan dan makhluk hidup. • Guru menjelaskan terjadinya hujan asam dan dampaknya bagi lingkungan dan makhluk hidup. • Guru menjelaskan proses terjadinya penipisan lapisan ozon dan dampaknya bagi lingkungan dan makhluk hidup. • Guru membagi siswa dalam kelompok untuk melakukan percobaan mengamati dampak hujan asam bagi kehidupan tumbuhan. b. Elaborasi Siswa melakukan percobaan untuk mengamati dampak hujan asam bagi lingkungan dan makhluk hidup. c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk membuat laporan percobaan dan mempresentasikannya di depan kelas.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menyimpulkan hasil percobaan siswa. b. Guru mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah dipelajari untuk menguji tingkat pemahaman siswa. Pertemuan Keempat

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru meminta siswa untuk memetik sehelai daun di pinggir jalan dan mengamati permukaan daun tersebut. Setelah itu, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut. 1) Bagaimana permukaan daun tersebut?Adakah debu yang menempel di permukaan daun tersebut? 2) Apa dampaknya bagi tumbuhan jika permukaan daunnya tertutup oleh debu? b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui jenis-jenis partikel yang dapat mencemari udara.

2.

Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan jenis-jenis partikel yang dapat mencemari udara. • Guru menjelaskan dampak negatif akibat pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel. • Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk melakukan percobaan mengenai jenisjenis partikel yang mencemari udara di beberapa lokasi pengamatan. b. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk membuat laporan percobaan dan mempresentasikannya di depan kelas.

3.

Kegiatan penutup (10 menit) a. Guru membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari. b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Pertemuan Kelima

1.

Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi • Guru meminta siswa untuk mengamati keadaan tanah di sekitar sekolah, adakah sampah plastik di sana? Apakah sampah plastik dapat mencemari tanah? • Guru juga dapat mengajukan pertanyaan untuk memotivasi siswa dalam mempelajari pencemaran suara, misal seperti berikut. 1) Apakah Anda merasa nyaman jika mendengar suara yang sangat keras? 2) Apakah yang dimaksud dengan pencemaran suara? b. Prasyarat Pengetahuan • Siswa mengetahui jenis-jenis polutan yang dapat mencemari tanah. • Siswa mengetahui dampak pencemaran suara bagi kesehatan manusia.

Biologi Kelas X

19

2.

Kegiatan Inti (30 menit) a. Eksplorasi • Guru menjelaskan jenis-jenis polutan yang dapat mencemari tanah. • Guru menjelaskan sumber-sumber suara yang dapat mengakibatkan pencemaran suara. • Guru menjelaskan dampak pencemaran suara bagi kesehatan manusia. b. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk menjelaskan kembali mengenai pencemaran tanah dan pencemaran suara.

3.

Kegiatan penutup (10 menit) a. Guru membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari. b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami.

Alat Sumber Belajar 1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2011. 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2011. 3. Seperangkat alat dan bahan untuk menguji tingkat pencemaran di perairan. 4. Seperangkat alat dan bahan untuk mengamati dampak hujan asam bagi kehidupan tanaman. 5. Seperangkat alat dan bahan untuk mengidentifikasi jenis-jenis partikel yang dapat mencemari udara. 6. Buku BSE panduan pembelajaran Biologi untuk SMA&MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2009. Penilaian Hasil Belajar 1.

2.

Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen Teknik

Bentuk Instrumen

Tes tulis Portofolio Tes unjuk kerja Tes lisan

Pilihan ganda Dokumen pekerjaan Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Kuis

Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda Prinsip etika lingkungan yang mendasari tindakan manusia agar menjaga keseimbangan lingkungan yaitu . . . . a. sumber daya alam harus dijaga untuk kepentingan umat manusia b. manusia dapat berbuat apa saja dalam mengelola sumber daya alam c. manusia merupakan bagian lingkungan yang tidak terpisahkan d. negara dapat mengeksploitasi sumber daya alam secara maksimal e. sumber daya alam tersedia dalam jumlah tak terbatas b. Dokumen Pekerjaan Datalah jenis-jenis aktivitas manusia yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan dan yang tidak sesuai dengan prinsip etika lingkungan! c. Identifikasi dan Uji Petik Kerja Prosedur Ambillah sampel air dari beberapa tempat! Amati parameter fisik sampel air, kemudian ujilah dengan larutan metilen biru! d. Kuis Apa akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan bagi tanah pertanian?

________, ______________ Mengetahui, Kepala SMA ______________

Guru Mata Pelajaran

........................ ___________________________ NIP _______________________

........................ ___________________________ NIP _______________________

20

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Bab I

A.

Konsep Keanekaragaman Hayati

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a Perkawinan antarmakhluk hidup sejenis dapat menimbulkan keanekaragaman gen. Keanekaragaman gen makhluk hidup berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari orang tua tersebut akan mengakibatkan keanekaragaman individu dalam satu spesies. 2. Jawaban: d Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Ayam kate dan ayam kampung masih tergolong dalam satu jenis, yaitu Gallus gallus. Namun, kedua jenis ayam tersebut mempunyai ciri dan sifat yang berbeda. 3. Jawaban: c Spesiasi merupakan proses terbentuknya spesies baru. Apabila terjadi spesiasi maka jumlah spesies dalam satu marga bertambah. Dengan demikian, keanekaragaman jenis meningkat. Di sisi lain, keanekaragaman gen dalam spesies asal menjadi berkurang. 4. Jawaban: b Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Kuda, keledai, dan zebra tergolong dalam satu marga, yaitu Equus. Keanekaragaman pada makhluk hidup dalam satu marga merupakan keanekaragaman jenis. 5. Jawaban: e Keanekaragaman gen merupakan keanekaragaman individu dalam satu spesies. Bentuk hidung dan warna bola mata pada manusia menunjukkan keanekaragaman ciri fisik dalam satu spesies. Adapun perbedaan suara kicau burung, warna bulu, dan bentuk cakar pada burung tidak termasuk dalam keanekaragaman gen.

6. Jawaban: b Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Adapun keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman ekosistem menunjukkan seluruh variasi jenis flora dan fauna yang terdapat di suatu daerah akibat adanya perbedaan letak geografis. 7. Jawaban: d Syarat dua makhluk hidup atau lebih dikatakan satu spesies jika setelah melakukan perkawinan dapat menghasilkan keturunan yang fertil. Namun, jika keturunannya tidak fertil berarti kedua induknya tidak dalam satu spesies. 8. Jawaban: e Variasi individu dalam satu spesies disebut keanekaragaman gen. Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Mangga gadung, mangga manalagi, dan mangga golek masih tergolong dalam satu jenis. Namun, ketiga jenis mangga tersebut mempunyai ciri-ciri dan sifat yang berbeda. 9. Jawaban: b Keanekaragaman tingkat ekosistem terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis ini mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim. Pada iklim yang berbeda terdapat perbedaan temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lama penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenisjenis flora dan fauna yang hidup di suatu daerah. 10. Jawaban: e Rawa, sungai, dan terumbu karang termasuk jenis-jenis ekosistem. Ketiga jenis ekosistem tersebut memiliki komposisi tumbuhan dan hewan yang berbeda. Oleh karena itu, ketiganya merupakan wujud dari keanekaragaman ekosistem.

Biologi Kelas X

21

B.

Uraian

1.

Keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies, dan ekosistem di suatu daerah. Penyebab keanekaragaman hayati ada dua faktor, yaitu faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi (fenotipe) organisme. Sebaliknya, faktor luar relatif labil pengaruhnya terhadap morfologi (fenotipe) organisme.

2. Jawaban: b Coelogyne pandurata merupakan salah satu jenis anggrek bulan yang sering disebut juga anggrek hitam. Disebut demikian karena anggrek ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Jenis tanaman ini hanya ditemukan di Kalimantan Timur dan dijadikan sebagai maskot flora provinsi tersebut. Bunga bangkai merupakan flora yang berasal dari Pulau Sumatra. Bunga mawar, anggrek bulan, dan pohon durian dapat dijumpai di banyak tempat.

2.

Hal ini terjadi akibat adanya keanekaragaman gen dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Variasi gen dalam setiap makhluk hidup dan faktor lingkungan dapat mengakibatkan penampakan fenotipe yang berbeda.

3. Jawaban: a Contoh hewan yang termasuk fauna daerah peralihan yaitu anoa, maleo, dan singapuar. Adapun komodo termasuk fauna daerah Australian. Murai termasuk fauna daerah Oriental.

3.

Persilangan dapat dilakukan di antara dua induk yang karakternya berbeda, tetapi masih dalam satu spesies. Dari persilangan tersebut akan dihasilkan keturunan yang lebih banyak variasinya. Hal ini karena pada saat persilangan terjadi kombinasi gen-gen induk melalui perkawinan sehingga mengakibatkan keanekaragaman gen semakin tinggi.

4.

Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Tanaman kentang, tomat, dan terung menunjukkan adanya keanekaragaman jenis karena termasuk dalam satu marga, yaitu Solanum.

5.

Keanekaragaman ekosistem terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim. Jika iklim berbeda maka jenis flora dan fauna yang hidup di suatu ekosistem berbeda dengan jenis flora dan fauna yang hidup di ekosistem lainnya.

4. Jawaban: e Selain untuk bahan kayu bakar dan makanan ternak, tanaman petai cina juga dimanfaatkan di bidang pertanian. Petai cina ditanam di daerah tandus sebagai pemasok nitrat. Hal ini karena terjadi simbiosis antara bakteri Rhizobium sp. dengan akar petai cina yang membentuk bintilbintil. Bakteri tersebut mampu mengikat nitrogen udara dan mengubahnya menjadi nitrat sehingga kadar nitrat dalam tanah meningkat. Nitrogen merupakan unsur esensial yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Namun, akar tumbuhan hanya mampu menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat, bukan nitrogen bebas (N2). Oleh karena itu, tanaman petai cina berperan meningkatkan kesuburan tanah di daerah tandus dengan membantu menyediakan zat hara yaitu nitrat.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a Sebagian hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis. Hutan ini didominasi oleh pepohonan dari famili Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Contoh tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae yaitu kayu meranti (Shorea sp.)

22

Kunci Jawaban dan Pembahasan

5. Jawaban: e Contoh tanaman yang sering dimanfaatkan untuk obat tradisional yaitu mengkudu, kumis kucing, buah merah, dan mahkota dewa. Adapun kedelai dan ubi kayu untuk bahan pangan. Vanili untuk rempah-rempah. Pohon jati dan meranti untuk bahan baku bangunan atau perumahan. Rotan, karet, dan kelapa sawit untuk bahan baku industri. Kayu cendana dan gaharu untuk bahan industri kosmetik. 6. Jawaban: c Konservasi ekosistem meliputi segala aspek, yaitu perlindungan terhadap proses ekologis, pengawetan keanekaragaman sumber plasma nutfah, serta pemanfaatan jenis dan ekosistem secara alami. Upaya tersebut dikembangkan untuk memperbaiki ekosistem yang sudah rusak dan mengembalikan kelestarian keanekaragaman hayati.

7. Jawaban: b Usaha pelestarian keanekaragaman hayati secara ex situ merupakan pembiakan di luar habitat aslinya, tetapi lingkungan dibuat mirip aslinya. Misal penangkaran harimau di kebun binatang. Adapun pendirian Taman Nasional Baluran, perlindungan Taman Laut Bunaken, perlindungan komodo di Pulau Komodo, serta perlindungan bunga Rafflesia di Bengkulu termasuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati secara in situ, yaitu pembiakan di habitat aslinya.

3) 4) c.

2.

Manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia sebagai berikut. a. Sebagai sumber bahan pangan, bahan bangunan, dan obat-obatan. b. Sebagai sumber pendapatan/devisa. c. Sebagai sumber plasma nutfah. d. Mempertahankan keberlanjutan ekosistem (manfaat ekologi). e. Sebagai lahan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. f. Memperindah lingkungan.

3.

a.

8. Jawaban: b Hewan seperti pada gambar adalah kanguru pohon. Hewan ini merupakan salah satu jenis fauna Australian yang hidup di wilayah Papua. Contoh hewan yang hidup di Ujungkulon yaitu badak bercula satu. Contoh hewan yang hidup di Bali yaitu jalak bali putih. Contoh hewan yang hidup di Pulau Jawa yaitu harimau jawa. Contoh hewan yang hidup di Pulau Sulawesi yaitu burung maleo. 9. Jawaban: a 1) Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa. Untuk kelangsungan hidupnya perlu dilakukan pelestarian terhadap habitatnya. 2) Taman nasional yaitu kawasan pelestarian alam dengan ciri khas tertentu yang dikembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan rekreasi. 3) Taman wisata alam yaitu kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. 4) Taman hutan raya yaitu kawasan pelestarian alam yang digunakan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli yang dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budi daya, pariwisata, dan rekreasi.

b.

c.

Uraian

1.

a. b.

Fauna daerah Australian terdapat di Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Ciri-ciri hewan Australian sebagai berikut. 1) Terdapat mamalia yang berukuran kecil. 2) Banyak hewan berkantong, misal kanguru pohon.

Cagar Alam Gunung Muntis terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Flora yang dilindungi yaitu empupu (Eucalyptus urophylla). Fauna yang dilindungi yaitu kuskus (Phalanger sp.). Cagar Alam Gunung Sibela terletak di Provinsi Maluku Utara. Flora yang dilindungi yaitu anggrek larat (Dendrobium phalaenopsis). Fauna yang dilindungi yaitu kakatua raja, kasuari, dan rangkong. Cagar Alam Pulau Waigeo termasuk wilayah Provinsi Papua. Flora yang dilindungi yaitu pohon beringin (Ficus benjamina). Fauna yang dilindungi yaitu maleo waigeo (Aepypodius bruijnii) dan cenderawasih merah (Paradisaea rubra).

4.

Keanekaragaman mempunyai nilai biologis. Artinya, keanekaragaman hayati sebagai penunjang kehidupan bagi makhluk hidup. Tumbuhan menghasilkan oksigen yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk bernapas. Tumbuhan juga menghasilkan zat organik untuk keperluan makhluk hidup. Kedua macam zat ini sangat diperlukan makhluk hidup untuk menghasilkan energi. Energi ini diperlukan untuk aktivitas kehidupan.

5.

Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak habitat alami makhluk hidup sebagai berikut. a. Penebangan hutan. b. Pengambilan terumbu karang yang terusmenerus. c. Penggunaan bahan kimia yang berlebihan, misal pupuk dan pestisida.

10. Jawaban: c Membakar sampah plastik dapat meningkatkan kadar CO2 di udara. Kadar CO2 yang melebihi batas normal dapat mengakibatkan pencemaran udara dan terjadinya efek rumah kaca. Menebang hutan mengakibatkan hilangnya plasma nutfah. B.

Tidak terdapat spesies kera. Terdapat burung-burung dengan warna beragam. Contoh hewan Australian sebagai berikut. 1) Komodo (Varanus komodoensis) 2) Babi rusa (Babyrousa babyrussa) 3) Cenderawasih merah (Paradisaea rubra) 4) Kanguru pohon (Dendrolagus ursinus) 5) Kuskus (Spilocuscus maculatus)

Biologi Kelas X

23

Cara mencegahnya sebagai berikut. a. Melakukan sistem tebang pilih dan penghijauan. b. Pembatasan pengambilan sumber daya alam termasuk terumbu karang. c. Penggunaan bahan kimia seperlunya saja (sesuai dosis).

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b Bakteri termasuk organisme yang memiliki tipe sel prokariotik. Oleh karena itu, bakteri dimasukkan dalam kingdom Monera. Adapun organisme eukariotik bersel banyak yang bersifat heterotrof dimasukkan dalam kingdom Animalia. Organisme eukariotik bersel banyak yang dapat melakukan fotosintesis dimasukkan dalam kingdom Plantae. Organisme eukariotik bersel tunggal dimasukkan dalam kingdom Protista. Organisme yang mampu menguraikan makanan dan menyerapnya dimasukkan dalam kingdom Fungi. 2. Jawaban: d Cara penulisan nama organisme menurut aturan binomial nomenclature yaitu kata pertama diawali dengan huruf kapital, sedangkan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Kedua kata tersebut digarisbawahi, dicetak miring, atau ditebalkan sehingga berbeda dengan istilah yang lain. 3. Jawaban: e Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan nama genus, sedangkan kata kedua menunjukkan nama jenis (spesies). Hal ini berarti kata Manis menunjukkan nama genus, sedangkan javanica menunjukkan nama spesies. Trenggiling termasuk dalam kelas Mammalia, ordo Pholidota, dan famili Manidae. 4. Jawaban: c Cara penulisan nama ilmiah menurut prinsip binomial nomenklatur yaitu kata pertama dan kedua tidak disambung serta nama penemunya boleh dicantumkan. 5. Jawaban: e Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan spesies (jenis). Kata pertama diawali dengan huruf kapital, sedangkan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Kedua kata tersebut digarisbawahi atau dicetak miring. Penulisan spesies yang tepat: Musa paradisiaca ↓ ↓ genus spesies 24

Kunci Jawaban dan Pembahasan

6. Jawaban: a Klasifikasi hewan dari yang paling rendah hingga ke takson yang tertinggi yaitu spesies → genus → famili → ordo → kelas → filum. 7. Jawaban: e Hewan pada soal adalah burung merak. Hewan ini memiliki nama ilmiah Pavo cristatus. Penulisan nama ilmiah harus miring, dicetak tebal, atau digarisbawahi. Kata pertama diawali dengan huruf kapital, sedangkan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Burung merak termasuk dalam ordo Galliformes. 8. Jawaban: c Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan genus, sedangkan nama kedua menunjukkan spesies. Citrus nobilis dan Citrus aurantifolia tergolong dalam genus yang sama, yaitu Citrus, tetapi merupakan spesies yang berbeda. Oleh karena itu, keduanya mempunyai hubungan kekerabatan paling dekat di tingkat genus. 9. Jawaban: b Itik mempunyai hubungan kekerabatan paling dekat dengan angsa karena mempunyai persamaan ciri paling banyak. Persamaan ciri tersebut antara lain termasuk burung yang dapat berenang karena mempunyai kaki yang pendek dan terdapat selaput di antara jari kaki. 10. Jawaban: b Spesies berupa populasi yang setiap individunya memiliki persamaan sifat morfologi, anatomi, maupun fisiologi yang diturunkan ke generasi berikutnya. Famili mencakup sejumlah genus (marga) yang spesies-spesiesnya dianggap berasal dari nenek moyang yang sama. Ordo mencakup sejumlah famili. Kelas mencakup sejumlah ordo. 11. Jawaban: b Pada hewan, nama suku berasal dari nama marga yang ditambah dengan akhiran –idae. Jadi, Bufonidae dan Crocodylidae merupakan nama suku. Bufonidae berasal dari nama genus Bufo + idae. Crocodylidae berasal dari nama genus Crocodylus + idae. Zingiberales merupakan nama ordo. Rutaceae dan Myrtaceae merupakan nama suku pada tumbuhan. Anacardium merupakan nama genus. 12. Jawaban: a Aturan penamaan binomial pada tumbuhan menyatakan bahwa jika nama jenis terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan kata berikutnya harus dihubungkan dengan tanda hubung (-). Contoh Hibiscus rosa-sinensis.

13. Jawaban: e Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan spesies (jenis). Tanaman sirsak dan srikaya termasuk dalam genus yang sama, yaitu Annona. Namun, kedua tanaman tersebut merupakan jenis yang berbeda karena kata keduanya berbeda. Kedua tanaman tersebut termasuk dalam suku yang sama, yaitu Annonaceae. 14. Jawaban: d Kadal dan ayam memiliki kelas yang berbeda, tetapi memiliki filum yang sama. Hal ini karena keduanya memiliki tulang belakang (chorda dorsalis). Adapun tempat hidup, penutup tubuh, jenis makanan, dan struktur alat reproduksi bukan termasuk dasar untuk membedakan keduanya dalam dua kelompok filum yang berbeda. 15. Jawaban: e Semakin rendah suatu takson, persamaan cirinya semakin banyak, tetapi jumlah anggotanya semakin sedikit. Sebaliknya, semakin tinggi suatu takson, persamaan ciri semakin sedikit, tetapi jumlah anggotanya semakin banyak. B.

Uraian

1.

Manfaat klasifikasi makhluk hidup bagi manusia sebagai berikut. a. Klasifikasi memudahkan kita mempelajari organisme yang beraneka ragam. b. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup yang satu dengan yang lain. c. Klasifikasi dapat digunakan untuk melestarikan keanekaragaman hayati pada masa mendatang.

2.

Klasifikasi yang diperkenalkan oleh Robert H. Whittaker merupakan klasifikasi sistem filogenetik dengan membagi makhluk hidup menjadi lima kingdom sebagai berikut. a. Kingdom Monera meliputi organisme yang memiliki tipe sel prokariotik (bakteri dan Cyanobacteria). b. Kingdom Protista meliputi organisme eukariotik bersel tunggal (Protozoa dan Algae). c. Kingdom Fungi meliputi organisme eukariotik yang mampu menguraikan makanan dan menyerapnya. d. Kingdom Plantae meliputi organisme eukariotik bersel banyak yang dapat melakukan fotosintesis (Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta).

e.

Kingdom Animalia meliputi hewan eukariotik bersel banyak yang bersifat heterotrof (Porifera, Platyhelminthes, Coelenterata, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata).

3. Cara penulisan famili pada hewan dilakukan dengan menambahkan akhiran –idae pada nama marga. Contoh nama suku Felidae berasal dari kata Felis + idae. Adapun pada tumbuhan, nama marga ditambahkan akhiran –aceae. Contoh nama suku Solanaceae berasal dari kata Solanum + aceae. 4.

Klasifikasi sistem alami menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami. Artinya, anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam. Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar. Contoh kelompok hewan berdasarkan cara geraknya meliputi hewan berkaki, hewan bersayap, dan hewan bersirip.

5. a. Hewan Laba-laba

Jumlah Kaki Hewan

Apakah Bersayap?

Apakah Berantena?

Tidak

Tidak

Belalang sembah 3 pasang

Ya

Ya

Udang

5 pasang

Tidak

Ya

Kelabang

banyak, setiap segmen

Tidak

Ya

Lebah

3 pasang

Ya

Ya

Kalajengking

4 pasang

Tidak

Tidak

b.

4 pasang

1) 2) 3) 4)

Laba-laba dan kalajengking = kelas Arachnida Belalang sembah dan lebah = kelas Insecta Kelabang = kelas Chilopoda Udang = kelas Crustacea

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: a Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu spesies. Steva dan Stevi masih dalam satu jenis makhluk hidup, tetapi memiliki ciri fisik dan sifat yang berbeda sehingga disebut keanekaragaman gen.

Biologi Kelas X

25

2. Jawaban: e Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Kelapa gading, kelapa hibrid, dan kelapa hijau masih tergolong dalam satu jenis. Namun, ketiga macam kelapa tersebut mempunyai ciri-ciri dan sifat yang berbeda. 3. Jawaban: d Variasi makhluk hidup terjadi pada individuindividu dalam satu spesies. Ciri-ciri lahiriah (fenotipe) merupakan hal yang mendasar untuk membedakan individu satu dengan lainnya dalam satu spesies. Perubahan fenotipe sangat dipengaruhi oleh perubahan susunan perangkat gen dan faktor lingkungan. 4. Jawaban: d Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu spesies. Ayam jantan (nomor 2), ayam kate (nomor 5), dan ayam betina (nomor 6) masih dalam satu spesies tetapi memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda sehingga menunjukkan keanekaragaman gen. Adapun harimau loreng (Panthera tigris), macan tutul (Panthera pardus), dan singa (Panthera leo) termasuk dalam keanekaragaman jenis. 5. Jawaban: d Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Temu lawak, temu ireng, dan kunyit termasuk dalam satu genus atau marga, yaitu Curcuma, sehingga termasuk dalam keanekaragaman jenis. 6. Jawaban: c Vegetasi di ekosistem pantai dicirikan dengan tumbuhan yang memiliki akar napas atau akar tunjang, misal bakau. Akar tersebut berguna untuk menyesuaikan diri (adaptasi) terhadap lingkungan dengan kadar oksigen rendah. Akar napas atau akar tunjang berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara. 7. Jawaban: b Curah hujan yang tinggi membuat berbagai jenis flora tumbuh subur di Indonesia. Selain itu, iklim tropis juga sesuai untuk kehidupan berbagai hewan ataupun berbagai mikroba. 8. Jawaban: b 1) Garis Weber yaitu garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian tengah dengan jenis fauna Indonesia bagian timur. 2) Garis khatulistiwa yaitu garis yang membagi bumi menjadi dua bagian yang sama, yaitu utara dan selatan. 3) Garis lintang yaitu garis yang melingkari bumi dan sejajar dengan garis khatulistiwa. 26

Kunci Jawaban dan Pembahasan

4)

9.

10.

11.

12.

13.

Garis bujur yaitu garis yang ditarik dari kutub utara hingga ke kutub selatan atau sebaliknya. Jawaban: a Keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan. Keanekaragaman tersebut dapat menghasilkan devisa dan merupakan sumber pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati mempunyai nilai ekonomi. Keanekaragaman hayati juga mempunyai nilai biologis (penunjang kehidupan bagi makhluk hidup), nilai ekologis (berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi), dan nilai sosial (sebagai tempat rekreasi atau pariwisata). Jawaban: a Tumbuhan seperti pada gambar adalah bunga Rafflesia. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan khas di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh. Contoh tumbuhan khas di Bali yaitu keben. Contoh tumbuhan khas di Papua yaitu matoa. Contoh tumbuhan khas di Bangka Belitung yaitu puspa. Contoh tumbuhan khas di Nusa Tenggara Barat yaitu kayu gaharu. Jawaban: d Fauna yang terdapat di wilayah Papua termasuk fauna Australian. Jenis-jenis hewan yang termasuk fauna Australian yaitu kanguru, kuskus, cenderawasih merah, komodo, dan babi rusa. Adapun singapuar, burung rangkong, maleo, dan anoa termasuk fauna peralihan yang terdapat di daerah Sulawesi sampai Nusa Tenggara. Burung jalak, elang, banteng, bekantan, dan orang utan termasuk fauna Oriental yang terdapat di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Jawaban: d Buah merah (Pandanus conoideus) termasuk kelompok tumbuhan pandan-pandanan. Tumbuhan ini merupakan salah satu jenis tumbuhan khas di Provinsi Papua. Buah dari tanaman ini berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. Adapun gandaria merupakan flora khas dari Maluku. Pinang merah merupakan flora khas dari Jambi. Cempaka kuning merupakan flora khas dari Nanggroe Aceh Darussalam. Sempur merupakan flora khas dari Jawa Barat. Jawaban: a Kemuning yang mengandung zat samak dipergunakan oleh masyarakat Yogyakarta untuk membuat lulur yang berkhasiat menghaluskan kulit. Bunga kenanga digunakan untuk wewangian. Daun mangkokan dipakai sebagai bahan ramuan pelemas rambut. Adapun kapas digunakan sebagai bahan pakaian. Kayu mahoni digunakan sebagai bahan bangunan.

14. Jawaban: d Sagu digunakan sebagai bahan pangan, terutama bagi masyarakat Maluku. Melati digunakan untuk bahan kosmetik (wewangian). Kayu jati untuk bahan bangunan/perumahan. Yute untuk bahan karung goni. Temu lawak untuk mengobati beberapa penyakit tertentu. 15. Jawaban: b Taman Nasional Komodo terletak di Pulau Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Taman nasional ini dibangun dengan tujuan untuk melindungi berbagai satwa dan tumbuhan yang khas dan unik beserta ekosistemnya. Fauna yang dilindungi antara lain komodo (Varanus komodoensis) yang bersifat endemik di Pulau Komodo. Dengan penetapan Pulau Komodo sebagai taman nasional, diharapkan komodo akan terhindar dari kepunahan. 16. Jawaban: b Plasma nutfah adalah keanekaragaman jenis dan jumlah gen yang dimiliki setiap makhluk hidup yang merupakan bahan mentah serta dapat dibudidayakan menjadi bibit unggul. Jadi, plasma nutfah meliputi berbagai jenis flora dan fauna yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. 17. Jawaban: d Sistem tebang pilih dan penanaman kembali merupakan sistem yang diterapkan di Indonesia untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati ekosistem hutan. Oleh karena itu, setiap pohon yang sudah cukup umur boleh ditebang, tetapi harus diganti dengan menanam bibit pohon yang sama. 18. Jawaban: b Meningkatnya keanekaragaman hayati disebabkan adanya variasi dan terbentuknya spesies baru. Perkawinan antarspesies dan interaksi gen dengan lingkungan merupakan penyebab adanya variasi, sedangkan adaptasi dan domestikasi mengakibatkan munculnya spesies baru. Adapun klasifikasi tidak dapat meningkatkan keanekaragaman hayati. Klasifikasi adalah pengelompokan organisme atau makhluk hidup dalam takson melalui pencarian keseragaman dan keanekaragaman. 19. Jawaban: d Suaka Margasatwa Cikepuh terletak di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Taman Nasional Meru Betiri terletak di Provinsi Jawa Timur di wilayah Jember Selatan. Taman Nasional Baluran terletak di Provinsi Jawa Timur. Cagar Alam Gunung Muntis terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Taman Wisata Alam Tibolangit terletak di Provinsi Sumatra Utara.

20. Jawaban: d Kura-kura air tawar (Chelydra serpentina) dan penyu hijau (Chelonia mydas) memiliki persamaan paling banyak pada tingkat takson ordo Testudinata. Oleh karena itu, tingkatan takson paling rendah yang menempatkan kedua jenis hewan tersebut dalam satu kelompok yaitu ordo. Kura-kura air tawar dan penyu hijau tergolong dalam spesies, genus, dan famili yang berbeda. 21. Jawaban: b Kingdom Plantae meliputi organisme eukariotik bersel banyak yang dapat melakukan fotosintesis. Jamur kuping dimasukkan ke dalam kingdom Fungi. Kingdom Fungi meliputi organisme eukariotik yang mampu menguraikan makanan dan menyerapnya, tetapi tidak mampu melakukan fotosintesis karena tidak mempunyai klorofil. 22. Jawaban: c Urutan klasifikasi dari tingkatan tinggi ke rendah sebagai berikut. Tinggi

Rendah

• • • • • ▲ •

▲ Jumlah anggota Filum (hewan)/ Divisio (tumbuhan) banyak Kelas Ordo Famili Genus Jumlah anggota Spesies sedikit

23. Jawaban: b Nama jenis harus terdiri atas dua kata dalam bahasa Latin. Kata pertama merupakan nama genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan nama jenis. Kata pertama dimulai dengan huruf kapital, kata kedua dimulai dengan huruf kecil. Kedua kata tersebut harus digarisbawahi atau dicetak miring. Di belakang nama spesies dapat dicantumkan nama penemunya. 24. Jawaban: b Tujuan klasifikasi makhluk hidup yang dilakukan oleh para ahli Biologi sebagai berikut. a. Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis agar mudah dikenal. b. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. c. Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup. d. Mengetahui evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.

Biologi Kelas X

27

25. Jawaban: b Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan spesies (jenis). Bawang merah (Allium cepa) dan bawang putih (Allium sativum) tergolong dalam satu genus (marga), yaitu Allium. Namun, kedua tanaman tersebut merupakan jenis yang berbeda karena kata keduanya berbeda. 26. Jawaban: b Tanaman pada gambar merupakan tanaman kelapa. Nama ilmiah dari tanaman tersebut yaitu Cocos nucifera. Penulisan nama ilmiah ditulis miring atau tebal. Kata pertama diawali dengan huruf kapital, sedangkan kata kedua diawali dengan huruf kecil. 27. Jawaban: e Hewan nomor 1 adalah anjing, nomor 2 adalah kucing, dan nomor 3 adalah harimau. Berdasarkan jenis makanannya, ketiga jenis hewan tersebut dapat dimasukkan dalam satu ordo yaitu Carnivora. Anjing, kucing, dan harimau termasuk hewan pemakan daging. 28. Jawaban: a Semakin rendah tingkatan takson, semakin banyak persamaan sifat (bersifat lebih khusus). Sebaliknya, semakin tinggi tingkatan takson, semakin sedikit persamaan sifat (bersifat lebih umum). 29. Jawaban: a 1) Identifikasi yaitu usaha mengenal atau menemukan identitas suatu makhluk hidup. 2) Domestikasi yaitu proses penjinakan hewan liar. 3) Kunci determinasi yaitu cara yang digunakan untuk mengenali nama ilmiah suatu organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. 4) Binomial nomenklatur yaitu pemberian nama ilmiah pada makhluk hidup. 30. Jawaban: b Dalam penulisan nama spesies, kata pertama diawali dengan huruf kapital dan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Penulisannya biasanya miring, tebal, atau digarisbawahi secara terpisah agar berbeda dengan kata atau istilah lainnya. B. Uraian 1. Individu dalam satu spesies jika ditempatkan dalam lingkungan yang sama dapat memberikan fenotipe yang hampir sama walaupun susunan perangkat dasar gennya berbeda. Jika individu ditempatkan di lingkungan yang berbeda maka

28

Kunci Jawaban dan Pembahasan

dapat menunjukkan perbedaan fenotipe yang jelas. Sebagai contoh, tanaman anggur yang biasa ditanam di daerah dingin menghasilkan buah yang besar dan berasa manis. Namun, jika tanaman anggur ditanam di daerah panas maka buah yang dihasilkan kecil dan berasa masam. 2. Gambar (1) adalah tanaman mentimun (Cucumis sativus) dan gambar (2) adalah tanaman melon (Cucumis melo). Tanaman mentimun dan tanaman melon berada dalam genus yang sama, yaitu Cucumis. Dua tanaman yang semarga (marga Cucumis) dikelompokkan dalam keanekaragaman jenis. 3. Indonesia disebut sebagai negara Mega Biodiversity karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati gen, spesies, dan tipe ekosistem yang sangat berlimpah. Hampir 350.000 jenis hewan dan 40.000 jenis tumbuhan ada di Indonesia. Bahkan, diperkirakan hampir 30% spesies makhluk hidup yang ada di bumi ini terdapat di Indonesia. Selain hewan dan tumbuhan, keanekaragaman hayati juga mencakup keanekaragaman Protista, Monera, dan Fungi. Berbagai tipe ekosistem juga banyak terdapat di Indonesia, di antaranya ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem air tawar, dan ekosistem air laut. Setiap ekosistem memiliki keanekaragaman hayati tersendiri sehingga Indonesia kaya akan keanekaragaman tersebut. 4. Beberapa kegiatan manusia yang mengakibatkan penurunan keanekaragaman hayati sebagai berikut. a. Pencemaran lingkungan dari rumah tangga atau limbah industri. b. Adanya pertanian monokultur yang dapat memusnahkan tanaman yang bersifat kurang unggul. c. Penggunaan bahan kimia yang berlebihan, misal pestisida. d. Penebangan hutan atau perusakan terumbu karang sehingga mengakibatkan kerusakan habitat alami makhluk hidup. 5. Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misal hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis yang penting bagi bumi yaitu sebagai paru-paru bumi. Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbon dioksida di atmosfer. Hal ini berarti pencemaran udara dapat dikurangi dan efek rumah kaca dapat dicegah. Selain itu, hutan hujan tropis juga dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan kelembapan udara.

8. Nama marga tumbuhan maupun hewan terdiri atas suku kata yang merupakan kata benda berbentuk tunggal (mufrad). Huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar dan huruf dicetak miring. Contoh marga tumbuhan Solanum (kelompok terung-terungan) dan marga hewan Felis (kelompok kucing). 9. Nama penemu (author) dicantumkan di belakang nama spesies. Nama penemu tersebut dapat disingkat huruf depannya saja. Contoh: Mangifera indica L. (L. merupakan singkatan dari nama penemunya yaitu Linnaeus). 10. Penggunaan bahasa Latin atau yang dilatinkan dalam pemberian nama makhluk hidup menurut sistem binomial nomenklatur bertujuan agar terdapat keseragaman. Dengan demikian, nama ilmiah yang diberikan bersifat universal di seluruh dunia.

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Pada tumbuhan talus tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya. Sementara itu, pada tumbuhan kormus dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya. Tumbuhan lumut tidak memiliki akar sejati sehingga dikatakan sebagai peralihan dari tumbuhan talus ke tumbuhan kormus. Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan, bereproduksi dengan spora, tidak mempunyai kambium, dan pada beberapa jenis mempunyai pundi kuncup. Namun, semua itu tidak menjadi alasan tumbuhan lumut disebut sebagai tumbuhan peralihan dari tumbuhan talus ke tumbuhan kormus.



2. Jawaban: b Protonema (1)



Tumbuhan lumut → → Anteridium Arkegonium Spermatozoid (2)

Ovum

Zigot →



Sporogonium (3) →

b.

Pelestarian secara in situ yaitu pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di habitat aslinya. Misal pelestarian badak bercula satu di Taman Nasional Ujungkulon. Pelestarian secara ex situ yaitu pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di luar habitat aslinya, tetapi lingkungan dibuat mirip aslinya. Misal penangkaran harimau di kebun binatang.

Kingdom (Dunia) Plantae



7. a.

Bab II



6. Jenis-jenis kawasan konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia sebagai berikut. a. Cagar alam yaitu kawasan suaka alam yang melindungi dan menjamin perkembangan secara alami terhadap jenis tumbuhan yang khas di tempat tersebut. b. Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa. Untuk kelangsungan hidupnya dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. c. Taman nasional yaitu kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu yang dikembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, dan rekreasi alam. d. Taman wisata alam yaitu kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. e. Taman hutan raya yaitu kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli, yang dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budi daya, pariwisata, dan rekreasi. f. Taman buru yaitu kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu.

Sporangium 3. Jawaban: d Polytrichum merupakan lumut berumah satu. Sporofit Polytrichum tumbuh menjulur dari gametofit atau pada tumbuhan lumut itu sendiri. Dalam satu gametofit terdapat anteridium dan arkegonium. Oleh karena itu, Polytrichum dikelompokkan dalam tumbuhan lumut berumah satu. Apabila anteridium dan arkegonium terdapat pada gametofit yang berbeda maka tumbuhan lumut tersebut dikelompokkan dalam tumbuhan lumut berumah dua. 4. Jawaban: e

a. b. c. d. e.

Kelas

Spesies

Hepaticopsida Anthocerotopsida Anthocerotopsida Bryopsida Bryopsida

Marchantia sp. Notothylas sp. Anthoceros sp. Sphagnum sp. Polytrichum sp.

Biologi Kelas X

29

5. Jawaban: e Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas yaitu Hepaticopsida, Anthocerotopsida, dan Bryopsida berdasarkan bentuk gametofit dan sporofitnya. 6. Jawaban: b Ciri-ciri tumbuhan lumut yang tergolong Hepaticopsida sebagai berikut. 1) Mempunyai rizoid atau akar semu. 2) Tidak berbatang dan tidak berpembuluh angkut. 3) Tubuh berbentuk talus. 4) Tidak mempunyai struktur daun. 5) Talus berklorofil. 7. Jawaban: b Bagian sporofit yang ditunjuk oleh anak panah adalah apofisis. Apofisis adalah ujung seta yang berbentuk agak melebar. Apofisis merupakan peralihan antara seta dengan kotak spora. Vaginula adalah kaki sporofit yang diselubungi sisa dinding arkegonium. Seta adalah penghubung antara kotak spora dengan gametofit. Kaliptra merupakan tudung kotak spora. Kolumela adalah jaringan dalam sporofit yang tidak berperan dalam pembentukan spora. 8. Jawaban: e 1 = rizoid 2 = gemma cup 3 = talus 4 = arkegoniofor 5 = arkegonia (penghasil gamet betina) 9. Jawaban: e Sphagnum termasuk dalam kelompok lumut daun (Bryopsida) yang sudah memiliki struktur batang, daun, dan pembuluh angkut. Sementara itu, Marchantia dan Lunularia termasuk lumut hati. Anthoceros dan Notothylas termasuk lumut tanduk. Lumut hati dan lumut tanduk belum memiliki struktur batang, daun, dan pembuluh angkut.

daripada generasi sporofit. Sementara itu, spora dan zigot bersifat diploid yang termasuk dalam generasi sporofit. 12. Jawaban: c Reproduksi secara vegetatif pada Bryophyta dilakukan dengan dua cara, yaitu membentuk spora haploid yang bersifat homospora dan membentuk pundi kuncup (gemma cup). Umbi batang, tunas akar, tunas tepi daun, dan tunas ujung daun merupakan cara reproduksi vegetatif pada tumbuhan paku atau beberapa tumbuhan golongan Spermatophyta. 13. Jawaban: d Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan sel yang mengakibatkan terjadi pengurangan jumlah kromosom dari kromosom diploid (2n) menjadi kromosom haploid (n). Meiosis pada tumbuhan lumut terjadi di dalam sporangium yaitu pada proses pembentukan spora. 14. Jawaban: d Pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa sporofit tumbuh di atas jaringan gametofit. Sporofit terdiri atas kaki, tangkai, dan kapsul. Struktur ini merupakan ciri-ciri kelas Bryopsida dan nama spesiesnya yaitu Polytrichum sp. 15. Jawaban: c Tumbuhan lumut yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati gangguan fungsi hati yaitu Marchantia polymorpha. Sphagnum ruppinense digunakan sebagai pengganti kapas. Anthoceros laevis, Lunularia sp., dan Polytrichum sp. belum diketahui manfaatnya. B. 1.

Uraian Ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Bryophyta sebagai berikut. a. Hidup di tempat basah atau lembap dan terlindung dari cahaya matahari. b. Pada permukaan luar tubuh terdapat lapisan berlilin untuk menahan masuknya air. c. Berwarna hijau karena mempunyai klorofil. d. Peralihan dari Thallophyta (tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun) ke Cormophyta (dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun). e. Gametofit lebih dominan daripada sporofit.

2.

a.

10. Jawaban: a Keterangan gambar: 1 = gametofit 2 = sporofit 3 = kaki 4 = tangkai 5 = kapsul 11. Jawaban: e Tumbuhan lumut merupakan generasi gametofit (haploid), yaitu generasi yang menghasilkan sel kelamin (gamet). Pada tumbuhan lumut, generasi gametofit lebih dominan dan berumur lebih lama

30

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

Lumut hati dan lumut tanduk tidak berbatang dan tidak mempunyai pembuluh angkut. Lumut daun mempunyai batang sederhana dengan pembuluh angkut tunggal.

paku benar (Filicinae) tersusun dalam sorus di permukaan daun. Sporangium pada Equisetinae dan Lycopodiinae membentuk strobilus di ujung batang atau cabang. Anthocerotopsida merupakan kelompok tumbuhan lumut yang tubuhnya berupa talus dan tidak berdaun.

3.

Nomor 1 = seta, yaitu bagian yang menghubungkan sporofit dengan gametofit. Nomor 2 = operkulum, yaitu pelindung kotak spora. Nomor 3 = spora, yaitu alat perkembangbiakan vegetatif tumbuhan lumut.

4.

a. b.

Kelas Anthocerotopsida (lumut tanduk). Ciri-ciri gametofit dan sporofit kelas Anthocerotopsida sebagai berikut. 1) Generasi gametofit berupa talus dengan tepi rata atau bertoreh. 2) Sporofit tertancap dalam gametofit, tetapi kapsul sporofit berada di luar talus dan berbentuk seperti tanduk.

4. Jawaban: a Gambar (1) = Salvinia natans Gambar (2) = Marsilea crenata Gambar (3) = Adiantum cuneatum Gambar (4) = Pteris ensiformis Salvinia natans dan Marsilea crenata hidup di perairan. Adiantum cuneatum dan Pteris ensiformis biasanya hidup di tanah.

5.

Pada reproduksi tumbuhan lumut terjadi metagenesis yaitu pergiliran keturunan antara generasi sporofit dan generasi gametofit (generasi penghasil gamet). Reproduksi generatif dilakukan melalui perkawinan antara gamet jantan dan gamet betina yang akan tumbuh menjadi sporofit. Reproduksi vegetatif dilakukan dengan dua cara, yaitu membentuk spora dan membentuk pundi kuncup (gemma cup).

5. Jawaban: d Tumbuhan paku dibedakan menjadi paku homospora, heterospora, dan paku peralihan berdasarkan ukuran dan jenis spora. 1) Paku homospora adalah tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora. 2) Paku heterospora adalah tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora, yaitu mikrospora dan makrospora. 3) Paku peralihan menghasilkan spora yang ukuran dan bentuknya sama, tetapi dapat dibedakan antara spora jantan dengan spora betina.

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: a Lycopodium menghasilkan sporangiumsporangium yang tersusun dalam strobilus. Strobilus adalah kumpulan sporangium di ujung batang atau cabang batang. Sporokarpium adalah kumpulan sporangium di dalam badan buah. Sorus adalah sporangium yang terletak di permukaan daun. Makrosporangium yaitu sporangium yang menghasilkan makrospora. Mikrosporangium yaitu sporangium yang menghasilkan mikrospora.

6. Jawaban: e Tumbuhan paku dikelompokkan dalam Cormophyta karena mempunyai tubuh yang dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Ciriciri tumbuhan paku yang lain yaitu berkembang biak menggunakan spora, hidupnya di tanah lembap, mengalami metagenesis, dan generasi sporofit tumbuhan paku lebih dominan daripada generasi gametofit.

2. Jawaban: b Tumbuhan paku yang merupakan bentuk peralihan antara paku homospora dan paku heterospora mempunyai ciri menghasilkan spora jantan dan spora betina. Namun, kedua jenis spora tersebut mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Contoh tumbuhan yang tergolong paku peralihan yaitu Equisetum. Selaginella, Marsilea, dan Adiantum tergolong paku heterospora. Lycopodium tergolong paku homospora. 3. Jawaban: e Sporangium yang terletak di ketiak daun dapat dijumpai pada tumbuhan paku dari kelompok Psilophytinae (paku purba). Sporangium pada

7. Jawaban: c Lycopodium cernuum merupakan tumbuhan paku yang dimanfaatkan dalam pembuatan karangan bunga. Contoh tumbuhan paku sebagai bahan sayuran yaitu Marsilea crenata. Contoh tumbuhan paku sebagai bahan obat-obatan yaitu Equisetum sp. Contoh tumbuhan paku yang digunakan sebagai tanaman hias yaitu Adiantum sp. 8. Jawaban: c Tumbuhan paku yang mempunyai sporofil berbentuk perisai termasuk dalam kelompok paku ekor kuda, contoh Equisetum sp. Sementara itu, sporangium Psilotum spp. terletak di buku-buku cabang. Dryopteris sp. dan Selaginella sp. mempunyai sporangium yang membentuk strobilus di ujung batang atau cabang. Sporangium Platycerium sp. tersusun dalam bentuk sorus.

Biologi Kelas X

31

9. Jawaban: e Sporokarpium : sporangium yang terletak di dalam badan buah. Sorus : sporangium yang terletak di permukaan daun. Strobilus : kumpulan sporangium di ujung batang atau cabang batang. Sporofil : daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan spora. Sinangium : sporangium yang terletak di ketiak daun. 10. Jawaban: b Marsilea crenata melakukan reproduksi vegetatif dengan menggunakan umbi batang. Sementara itu, pundi kuncup merupakan salah satu cara reproduksi vegetatif yang dilakukan oleh tumbuhan lumut. Contoh tumbuhan paku yang melakukan reproduksi vegetatif dengan tunas akar yaitu Ophioglosum sp. Contoh tumbuhan paku yang melakukan reproduksi vegetatif dengan tunas tepi daun yaitu Asplenium buldiferum. Contoh tumbuhan paku yang melakukan reproduksi vegetatif dengan tunas ujung daun yaitu Asplenium pentifidum. 11. Jawaban: b Tumbuhan paku yang dimanfaatkan untuk bahan obat yaitu Equisetum dan Dryopteris. Equisetum digunakan untuk diuretik (melancarkan air seni) dan Dryopteris digunakan untuk obat cacing pita. Platycerium, Adiantum, dan Nephrolepis digunakan untuk tanaman hias.

14. Jawaban: d

→ Spora (n) ↓ Protalium (n) → → Arkegonium Anteridium (n) ↓ ↓ Sel telur Spermatozoid (n)    ↓ Zigot (2n) ↓ Tumbuhan paku (2n) ↓ Sporofil ↓ Sporangium (2n) ↓ Spora (n)

15. Jawaban: c Gleichenia linearis merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang berbentuk pohon dan mempunyai percabangan tegak lurus dengan batang utama. Struktur tubuh yang demikian sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai pelindung tanaman persemaian (tanaman peneduh). B. 1.

Uraian Ciri-ciri gametofit sebagai berikut. a. Terbentuk dari perkecambahan spora. b. Tubuhnya berupa lembaran yang berbentuk hati dan pada permukaan bawahnya terdapat rizoid. c. Menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. d. Merupakan fase yang tidak dominan. Ciri-ciri generasi sporofit sebagai berikut. a. Terbentuk dari hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina. b. Tubuhnya terdiri atas akar, batang, dan daun. c. Menghasilkan spora. d. Merupakan fase yang dominan dalam siklus hidup tumbuhan paku.

2.

Dua macam daun pada tumbuhan paku berdasarkan ukuran dan susunan anatominya sebagai berikut. a. Mikrofil adalah daun yang berukuran kecil, berbentuk seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, dan selselnya belum mengalami diferensiasi. b. Makrofil adalah daun yang berukuran besar, bertangkai daun, bertulang daun, serta selselnya mengalami diferensiasi membentuk jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang daun, dan stomata.

12. Jawaban: b Gambar pada soal adalah sorus tumbuhan paku. Keterangan gambar: 1 = pinula/daun fertil 2 = sporangium 3 = indusium 4 = plasenta 13. Jawaban: a Pada tumbuhan paku, sporofit lebih dominan daripada gametofit. Tumbuhan paku yang kita jumpai sehari-hari merupakan generasi sporofit. Sementara itu, sporofil merupakan daun tumbuhan paku yang menghasilkan spora. Gametofit merupakan generasi penghasil gamet dan pada tumbuhan paku hanya berumur pendek. Protalium merupakan perkembangan spora tumbuhan paku. Protonema merupakan perkembangan spora tumbuhan lumut.

32

Kunci Jawaban dan Pembahasan

3.

4.

Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan dua sel gamet. Gametofit tumbuhan paku memiliki dua alat reproduksi, yaitu anteridium dan arkegonium. Anteridium menghasilkan spermatozoid dan arkegonium menghasilkan sel telur. Kedua alat reproduksi ini terletak di permukaan gametofit. Spermatozoid akan bergerak menuju sel telur jika keadaan lingkungan lembap. Ketika spermatozoid bertemu dengan sel telur akan terjadi penggabungan materi genetik dari kedua sel tersebut. Hasil gabungan tersebut disebut zigot. Zigot inilah yang akan tumbuh menjadi tumbuhan paku. a. b.

c. d. e.

5.

a.

b.

A.

Paku kawat (Lycopodium cernuum) sebagai tanaman hias, serta sebagai obat batuk, obat sesak napas, dan obat penyakit kulit. Paku ekor kuda (Equisetum debile) sebagai obat sakit otot atau tulang, obat diuretik, serta sebagai alat pembersih pisau, garpu, dan sendok. Paku sarang burung (Asplenium nidus) sebagai tanaman hias. Azolla sp. sebagai makanan ikan dan pengganti pupuk buatan. Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena azollae untuk mengikat nitrogen dari udara. Ciri-ciri tumbuhan paku pada gambar sebagai berikut. 1) Mempunyai daun berbentuk sisik dan tersebar di sepanjang batang. 2) Sporangium berkumpul membentuk strobilus di ujung batang atau cabang. Kelas Lycopodiinae.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e Spermatophyta disebut juga sebagai: a. Phanerogamae, karena mempunyai kelamin yang tampak jelas; b. Anthophyta, karena menghasilkan bunga, khususnya Angiospermae; dan c. Embriophyta, karena menghasilkan embrio. Sementara itu, Cormophyta merupakan sebutan untuk tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya, contoh tumbuhan paku. Thallophyta merupakan sebutan untuk tumbuhan yang belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya, contoh tumbuhan lumut.

2. Jawaban: a Tumbuhan Gymnospermae yang memiliki tubuh menyerupai pohon kelapa atau palem dikelompokkan dalam Cycadinae. Ciri-ciri lain dari Cycadinae yaitu berdaun majemuk menyirip, sporofil tersusun dalam strobilus jantan dan betina, serta pada umumnya berumah satu. 3. Jawaban: c Ciri-ciri Coniferinae yaitu batang besar berkayu, berakar tunggang, daunnya berbentuk jarum, ada yang berumah satu dan ada yang berumah dua, alat perkembangbiakan berupa strobilus, serta strobilus betina lebih besar daripada strobilus jantan. 4. Jawaban: c Semua anggota Angiospermae memiliki bunga yang sebenarnya, mengalami pembuahan ganda, mempunyai pertulangan daun yang jelas, bentuk daun bervariasi, serta sistem perakarannya ada yang serabut dan ada yang tunggang. 5. Jawaban: b Ciri-ciri yang disebutkan pada soal merupakan ciri-ciri kelas Ginkgoinae. Contoh tumbuhan yang termasuk kelas ini yaitu Ginkgo biloba. 6. Jawaban: d Anggota tumbuhan berbiji terbuka yang bijinya digunakan untuk membuat emping yaitu pohon melinjo (Gnetum gnemon). Tumbuhan ini termasuk dalam kelas Gnetinae. 7. Jawaban: d Ciri khusus tumbuhan yang tergolong Gymnospermae yaitu bakal bijinya tidak dilindungi daun buah, tetapi tersusun dalam strobilus. Contoh tumbuhan yang mempunyai strobilus yaitu melinjo, pinus, dan pakis haji. Palem, teh-tehan, dan puring merupakan kelompok tumbuhan berbunga (Angiospermae). 8. Jawaban: d Cocos nucifera (kelapa) dan Axonopus compressus (rumput gajah) termasuk kelas Monocotyledoneae. Carica papaya (pepaya) dan Tectona grandis (jati) termasuk kelas Dicotyledoneae. 9. Jawaban: a Anggota Angiospermae yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan pokok antara lain Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), dan Triticum sativum (gandum). Sementara itu, Glycine max (kacang kedelai) dan Pisum sativum (kacang kapri) merupakan sumber protein. Mangifera indica (mangga), Citrus sp. (jeruk), dan Carica papaya (pepaya) merupakan jenis buah-buahan.

Biologi Kelas X

33

10. Jawaban: b Pada tumbuhan Dicotyledoneae terjadi pembuahan ganda yaitu antara sel sperma 1 (nomor 3) dengan sel telur (nomor 1) membentuk zigot (akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio) serta antara sel sperma 2 (nomor 4) dengan inti kandung lembaga sekunder (nomor 5) membentuk endosperm. 11. Jawaban: b Tumbuhan yang mengalami perkembangan generatif dengan pembuahan ganda termasuk kelompok Angiospermae. Misal anggrek bulan, bunga mawar, dan bunga tasbih. Sementara itu, pakis haji dan cemara termasuk Gymnospermae yang hanya mengalami pembuahan tunggal. 12. Jawaban: a Tumbuhan xerofit mempunyai ciri daun mengalami reduksi dan ada yang bermodifikasi menjadi duri. Ciri-ciri tersebut terdapat pada tanaman kaktus yang termasuk dalam famili Cactaceae. Papilionaceae, Moraceae, Rosaceae, dan Mimosaceae merupakan kelompok tumbuhan berdaun lebar.

Tumbuhan yang mempunyai ciri-ciri di atas yaitu kentang (3) dan kangkung (5). Padi, pisang, dan anggrek merupakan jenis-jenis tumbuhan yang tergolong Monocotyledoneae. B.

Uraian

1.

Pohon pinus dikatakan sebagai tumbuhan berumah dua karena strobilus jantan dan strobilus betina berada pada dua pohon yang berbeda.

2.

Ada dua kelompok tumbuhan Spematophyta berdasarkan letak bijinya. a. Gymnospermae Pada Gymnospermae bakal biji tidak dilindungi daun buah, tetapi tersusun dalam strobilus. b. Angiospermae Pada Angiospermae bakal biji dilindungi oleh daun buah.

3.

13. Jawaban: d Pada Angiospermae organ penghasil gamet betina disebut putik dan penghasil gamet jantan disebut benang sari. Putik dan benang sari terdapat di dalam bunga. 14. Jawaban: d Pada saat penyerbukan, serbuk sari jatuh di kepala putik. Selanjutnya, serbuk sari berkecambah membentuk buluh serbuk sari menuju ruang bakal biji. Dalam perjalanannya, inti sel serbuk sari membelah menjadi dua, yaitu inti vegetatif dan inti generatif. Inti generatif membentuk dua spermatozoid. Spermatozoid masuk ke ruang bakal biji melalui mikrofil. Dalam bakal biji itulah terjadi proses fertilisasi/pembuahan antara ovum dan spermatozoid. 15. Jawaban: e Tumbuhan Dicotyledoneae mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. a. Berakar tunggang. b. Mempunyai bentuk tulang daun menyirip/ menjari. c. Mempunyai kambium. d. Batang bercabang-cabang dengan ruas tidak jelas. e. Perhiasan bunganya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. f. Mempunyai dua daun lembaga.

34

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Tumbuhan Gymnospermae (2n) Strobilus jantan

Strobilus betina

Mikrosporangium

Megasporangium

Sel induk mikrospora

Sel induk megaspora

Mikrospora (n)

Megaspora (n)

Gametofit jantan

Gametofit betina

Serbuk sari Buluh serbuk sari Spermatozoid

Sel telur Zigot (2n) Embrio Biji

Tumbuhan Gymnospermae

4.

Tanaman yang tampak pada gambar yaitu tanaman jagung. Tanaman jagung digolongkan dalam Monocotyledoneae karena mempunyai ciriciri berikut. a. Mempunyai satu daun lembaga. b. Berakar serabut. c. Mempunyai bentuk tulang daun sejajar. d. Batang tidak bercabang dengan ruas yang jelas. e. Batang tidak berkambium. f. Perhiasan bunganya berjumlah tiga atau kelipatannya.

5.

Tiga jenis gulma yang dimanfaatkan sebagai obat sebagai berikut. a. Tempuyung sebagai obat diuretik. b. Alang-alang sebagai obat sakit kepala. c. Rumput teki sebagai obat nyeri lambung.

spermae. Gymnospermae tidak mempunyai alat perkembangbiakan vegetatif alami. Beberapa alat perkembangbiakan vegetatif alami Angiospermae yaitu tunas, rhizoma, umbi batang, dan umbi akar. 5. Jawaban: d Spora berkecambah

Protonema

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b Ciri-ciri tumbuhan lumut sebagai berikut. 1) Hidup di tempat basah atau lembap dan terlindung dari cahaya matahari. 2) Pada permukaan luar tubuh terdapat lapisan lilin untuk menahan masuknya air. 3) Berwarna hijau karena mempunyai klorofil. 4) Peralihan dari Thallophyta ke Cormophyta. 2. Jawaban: a Sporofit pada Anthocerotopsida adalah sporogonium. Sporogonium merupakan organisme penghasil spora. Spora akan berkecambah menjadi protonema yang akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut merupakan generasi gametofit yang menghasilkan spermatozoid dan sel telur. 3. Jawaban: c Ciri khusus Anthocerotopsida sebagai berikut. a. Generasi gametofit berupa talus dengan tepi rata atau bertoreh. b. Sporofit tertancap di dalam gametofit. c. Kapsul spora berada di luar talus dan berbentuk tanduk. d. Pangkal kapsul spora dilindungi oleh involukrum. Sementara itu, talusnya berbentuk lembaran dan anteridiumnya didukung oleh anteridiofor merupakan ciri-ciri Hepaticopsida. Sporofit berkembang di luar gametofit betina bukan ciriciri lumut. Terdapat operkulum di pangkal kapsul spora merupakan ciri-ciri Bryopsida. 4. Jawaban: a Sorus adalah sporangium yang terletak di permukaan bawah daun. Sorus merupakan alat perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan paku benar (Filicinae) yang tergolong dalam Pteridophyta. Bryophyta berkembang biak secara vegetatif alami menggunakan spora yang dihasilkan dalam sporangium dan gemma cup (pundi kuncup). Spermatophyta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Angiospermae dan Gymno-

Tumbuhan lumut Anteridium

Arkegonium

Spermatozoid

Sel telur

Zigot Sporofit

6. Jawaban: d Paku homospora adalah tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora yang bentuk dan ukurannya sama. Contoh tumbuhan yang tergolong paku homospora yaitu Lycopodium. Selaginella termasuk tumbuhan paku heterospora. Equisetum termasuk tumbuhan paku peralihan. Marchantia dan Sphagnum termasuk Bryophyta, bukan tumbuhan paku. 7. Jawaban: d Keterangan gambar: 1 = tumbuhan paku (sporofit) 2 = sporangium 3 = spora 4 = protalium (gametofit) 5 = penghasil gamet (anteridia dan arkegonia) 8. Jawaban: c Tumbuhan paku yang dimanfaatkan sebagai bahan sayuran yaitu Marsilea crenata. Adiantum cuneatum, Asplenium nidus, dan Platycerium bifurcatum biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Cyathea sp. merupakan jenis tumbuhan paku yang belum dimanfaatkan. 9. Jawaban: b Tumbuhan paku yang hidup sebagai epifit pada tumbuhan lain yaitu Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa). Tumbuhan paku ini biasanya menempel pada batang pohon-pohon yang besar dan lembap. Marsilea crenata, Salvinia sp., dan Azolla sp. merupakan tumbuhan paku yang hidup di perairan. Cyathea sp. (paku tiang) hidup di tanah.

Biologi Kelas X

35

10. Jawaban: e Tumbuhan yang menghasilkan biji dikelompokkan dalam Spermatophyta. Spermatophyta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Angiospermae dan Gymnospermae. Angiospermae dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae. Adapun Brypohyta dan Pteridophyta merupakan kelompok tumbuhan yang tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora. 11. Jawaban: e Gambar (1) = Selaginella sp. Gambar (2) = Adiantum sp. Gambar (3) = Platycerium cuneatum Gambar (4) = Marchantia sp. Gambar (5) = Polytrichum sp. Selaginella sp., Adiantum sp., dan Platycerium cuneatum termasuk tumbuhan paku. Sementara itu, Marchantia sp. dan Polytrichum sp. termasuk tumbuhan lumut. 12. Jawaban: d Spora bersifat haploid (n) yang merupakan hasil pembelahan meiosis dari sel induk spora. Spora berkecambah dan tumbuh menjadi protonema. Protonema berkembang menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut membentuk anteridium yang akan menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang menghasilkan sel telur. Pembuahan sel telur oleh spermatozoid membentuk zigot yang bersifat diploid (2n). Zigot tumbuh menjadi sporofit. Sporofit kemudian membentuk sporangium yang merupakan tempat pembentukan spora. Kapsul merupakan bagian dari sporangium (2n). 13. Jawaban: e Marchantia memiliki talus yang berwarna hijau, berbentuk lembaran-lembaran seperti hati, dan mempunyai percabangan menggarpu. Talus melekat pada substrat dengan bantuan rizoid. Talus Marchantia merupakan generasi gametofit yang akan menghasilkan spermatozoid dan sel telur. 14. Jawaban: b Protalium merupakan sebutan untuk spora tumbuhan paku yang mengalami perkecambahan dan pertumbuhan. Protalium disebut juga sebagai generasi gametofit karena menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Sporofit adalah generasi penghasil spora. Arkegonium merupakan organ penghasil sel kelamin betina. Anteridium merupakan organ penghasil sel kelamin jantan. 15. Jawaban: e a. Sorus

36

: sporangium yang terletak di permukaan daun.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b. c. d. e.

Sporofil

: daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan spora. Strobilus : kumpulan sporangium di ujung batang atau cabang batang. Sinangium : sporangium yang terletak di ketiak daun. Sporokarpium : sporangium yang terletak dalam badan buah.

16. Jawaban: c Tumbuhan Lumut

Tumbuhan Paku

a.

Tubuhnya berupa talus.

b.

Tidak mempunyai jaringan pembuluh. Gametofit merupakan fase dominan. Tumbuhan lumut merupakan gametofit. Tubuh tumbuhan lumut berukuran relatif kecil

Tubuhnya berupa akar, batang, dan daun. Mempunyai jaringan pembuluh. Sporofit merupakan fase dominan. Tumbuhan paku merupakan sporofit. Tubuh tumbuhan paku berukuran relatif besar.

c. d. e.

17. Jawaban: c Suplir termasuk tumbuhan paku dan Marchantia termasuk tumbuhan lumut hati. Tumbuhan paku mempunyai akar serabut, mempunyai pembuluh angkut, dan bentuk daun muda menggulung. Sementara itu, tumbuhan lumut mempunyai rizoid, tidak mempunyai pembuluh angkut, dan belum mempunyai struktur daun (kecuali kelompok Bryopsida). Suplir dan Marchantia sama-sama mempunyai klorofil dan bereproduksi vegetatif menggunakan spora. 18. Jawaban: b Tracheophyta merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai pembuluh angkut. Tracheophyta meliputi Pteridophyta (contoh Equisetum) dan Spermatophyta (contoh Gnetum gnemon). Sementara itu, Bryophyta (contoh Sphagnum dan Marchantia) termasuk Atracheophyta. 19. Jawaban: a Spora tumbuhan paku yang menemukan tempat tumbuh yang sesuai akan berkecambah menjadi protalium. Protalium merupakan generasi gametofit dari tumbuhan paku. Pada protalium tersebut terdapat badan pembentuk gamet, yaitu anteridium dan arkegonium. Anteridium menghasilkan gamet jantan, sedangkan arkegonium menghasilkan gamet betina. Sementara itu, zigot merupakan hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina. Sorus merupakan sporangium yang terletak di permukaan daun. Indusium merupakan selaput pelindung sorus. Strobilus merupakan kumpulan sporangium di ujung batang.

20. Jawaban: e Fertilisasi adalah proses pembuahan sel telur oleh spermatozoid. Untuk mencapai sel telur, spermatozoid memerlukan air agar dapat bergerak. Temperatur, cahaya, kelembapan, dan makanan tidak memengaruhi fertilisasi. 21. Jawaban: d Ciri-ciri tumbuhan seperti yang telah disebutkan dalam soal merupakan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong Gymnospermae. Hepaticopsida, Filicinae, dan Equisetinae tidak menghasilkan biji dan tidak membentuk strobilus. Angiospermae menghasilkan bunga sejati dan tidak membentuk strobilus. 22. Jawaban: c Perbedaan

Monocotyledoneae

Dicotyledoneae

Susunan akar

Akar serabut

Akar tunggang

Morfologi bunga (jumlah perhiasan bunga)

Kelipatan tiga

Kelipatan empat atau lima

Struktur batang

Tidak berkambium, tidak bercabangcabang

Berkambium, bercabang-cabang

Struktur tulang daun

Sejajar atau melengkung

Menyirip atau menjari

Jumlah kotiledon

Satu buah

Dua buah

23. Jawaban: a Tanaman labu mempunyai akar tunggang, daun lebar, batang berongga dan menjalar, bunga hermafrodit, dan berbuah besar. 24. Jawaban: c Anggota Spermatophyta yang batangnya dimanfaatkan dalam industri kertas yaitu Pinus merkusii. Cycas rumphii dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Ginkgo biloba dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Gnetum gnemon dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Agathis alba biasanya dimanfaatkan getahnya. 25. Jawaban: a Bunga tunggal yaitu hanya terdapat satu bunga saja dalam satu tangkai bunga. Contoh bunga tunggal terdapat pada tanaman cokelat. Tumbuhan mangga, tumbuhan kelapa, tumbuhan aster, dan tumbuhan asoka menghasilkan bunga majemuk. Bunga majemuk yaitu terdapat lebih dari satu bunga dalam satu tangkai bunga. 26. Jawaban: c Organ penghasil sel telur pada tumbuhan paku yaitu arkegonium. Anteridium adalah organ penghasil spermatozoid pada tumbuhan paku. Arkegonium dan anteridium terdapat di dalam gametangium. Protalium adalah generasi

penghasil gamet pada tumbuhan lumut. Ovarium adalah organ penghasil sel telur pada tumbuhan tingkat tinggi. Sporogonium adalah penghasil spora. 27. Jawaban: b Bahasa latin bunga yaitu anthoin dan bahasa latin tumbuhan yaitu phyta. Kedua kata tersebut digabung menjadi Anthophyta. Phanerogamae berarti tumbuhan yang mempunyai alat kelamin yang jelas. Cormophyta adalah kelompok tumbuhan yang tubuhnya sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Thallophyta adalah kelompok tumbuhan yang tubuhnya berupa talus. Embriophyta adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan embrio. 28. Jawaban: e Buah kelapa dilindungi oleh tiga lapisan kulit, yaitu kulit luar, kulit tengah, dan kulit dalam. Kulit luar merupakan lapisan yang tipis, licin, dan mengilap. Kulit tengah merupakan lapisan yang tebal dan berongga. Kulit dalam merupakan lapisan yang keras dan berkayu. Kulit tengah yang tebal dan berongga mengakibatkan buah kelapa dapat terapung di air. 29. Jawaban: b Gambar pada soal adalah bagian tanaman Ginkgo biloba. Ginkgo biloba termasuk Ginkgoinae yang mempunyai ciri berumah dua, termasuk pohon meranggas (menggugurkan daun pada musim gugur), serta daunnya lebar berbentuk kipas dengan tulang daun mirip rusuk yang menonjol. 30. Jawaban: d Famili a. b. c. d. e.

B.

Convolvulaceae Papilionaceae Myrtaceae Euphorbiaceae Verbenaceae

Spesies Ipomoea reptans Phaseolus radiatus Psidium guajava Manihot utilisima Tectona grandis

Uraian

1. Air masuk ke dalam tubuh Bryophyta dengan cara imbibisi. Selanjutnya, air tersebut didistribusikan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan secara difusi. 2. a. b. c.

Gemma cup adalah kuncup berbentuk mangkok yang mengandung kumpulankumpulan tumbuhan lumut yang masih kecil. Arkegoniofor adalah cabang pada gametofit betina yang mendukung arkegonium. Anteridiofor adalah cabang pada gametofit jantan yang mendukung anteridium.

Biologi Kelas X

37

3. Perbedaan sporofit pada Bryophyta dan Pteridophyta sebagai berikut. a. Sporofit pada Bryophyta bergantung pada gametofit. Sporofit memenuhi keperluan makannya dengan cara menyerap sari makanan yang ada di dalam gametofit. b. Sporofit pada Pteridophyta tidak bergantung pada gametofit. Sporofit memenuhi keperluan makannya dengan cara melakukan fotosintesis. 4. Empat macam bentuk susunan sporangium pada daun tumbuhan paku sebagai berikut. a. Sorus, yaitu sporangium yang terletak di permukaan daun. b. Sinangium, yaitu sporangium yang terletak di ketiak daun. c. Strobilus, yaitu kumpulan sporangium di ujung batang atau cabang batang. d. Sporokarpium, yaitu sporangium yang terletak dalam badan buah. 5.

Mikrospora (n)

Makrospora (n)

Protalium (n)

Protalium (n)

Anteridium (n)

Arkegonium (n)

Spermatozoid (n)

Sel telur (n) Zigot (2n)

8. Lima famili yang tergolong dalam Monocotyledoneae sebagai berikut. a. Famili Poaceae, contoh padi, alang-alang, dan jagung. b. Famili Musaceae, contoh pisang. c. Famili Orchidaceae, contoh anggrek. d. Famili Zingiberaceae, contoh jahe dan lengkuas. e. Famili Arecaceae, contoh kelapa dan palem. 9. Tumbuhan pada gambar tersebut termasuk dalam Spermatophyta. Ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Spermatophyta sebagai berikut. a. Menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan. b. Cara hidupnya secara fotoautotrof. c. Bersifat multiseluler dan makroskopis. d. Mempunyai berkas pembuluh. e. Habitatnya di darat, ada beberapa yang hidup terapung di permukaan air. 10. Lima macam spesies anggota Angiospermae dan peranannya sebagai bahan obat-obatan sebagai berikut. a. Pinang sebagai obat cacing. b. Sambiloto sebagai obat diabetes dan hipertensi. c. Jambu biji sebagai obat diare. d. Kina sebagai obat penyakit malaria. e. Lidah buaya sebagai obat luka dan radang kulit.

Bab III Kingdom (Dunia) Animalia

Tumbuhan paku (2n) → sebagai sporofit

Sporofil (2n)

A. Mikrosporangium (2n)

Makrosporangium (2n)

6. Ciri-ciri Filicinae sebagai berikut. a. Tumbuhan paku berdaun sempurna. b. Duduk daun pada batang membentuk sayap. c. Sporangium tersusun dalam bentuk sorus di permukaan daun. 7. No. 1.

Bagian Tubuh Alat reproduksi

2.

Bakal biji

3.

Pembuahan

38

Gymnospermae

Angiospermae

Berupa strobilus, Berupa bunga dengan strobilus jantan dan benang sari dan strobilus betina ter- putik. Benang sari pisah dan putik ada yang terdapat dalam satu bunga dan ada yang terpisah Tidak terlindung oleh Terlindung oleh daun daun buah buah Tunggal Ganda

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d Nematokis pada Coelenterata adalah alat penyengat yang bisa menimbulkan rasa gatal pada tubuh mangsanya. Apabila bertemu dengan mangsanya, nematokis dilepaskan dan mengeluarkan zat racun hipnotoksin. Bagian tubuh Coelenterata yang berfungsi mencerna dan mengedarkan sari makanan yaitu gastrodermis. Tentakel Coelenterata berfungsi memasukkan mangsa ke rongga mulut, alat gerak, dan alat pertahanan tubuh terhadap lawan. 2. Jawaban: e Pulau karang terbentuk dari kerangka tubuh hewan Anthozoa yang telah mati. Kerangka tersebut mengandung kalsium karbonat (CaCO3). Contoh hewan yang tergolong Anthozoa yaitu Acrodora dan Diploria. Hydra dan Obelia termasuk Hydrozoa. Aurelia termasuk Scyphozoa.

3. Jawaban: b Keterangan gambar: 1 = oskulum 2 = porosit 3 = spongosol

4 = koanosit 5 = pinakosit

4. Jawaban: e Cephalopoda berasal dari kata cephalo yang berarti kepala dan podos berarti kaki. Jadi, Cephalopoda adalah hewan yang berkaki di kepala. Contoh Cephalopoda yaitu cumi-cumi, gurita, dan Nautilus. Nautilus merupakan satusatunya Cephalopoda yang bercangkang. 5. Jawaban: b Berdasarkan bahan yang terkandung dalam spikula rangka tubuhnya, Porifera diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok berikut. 1) Calcarea: mengandung kalsium karbonat, spikula berbentuk monaxon dan triaxon 2) Hexactinellida: mengandung kersik, spikula berbentuk triaxon dengan enam cabang. 3) Demospongia: mengandung zat silikat, spikula berbentuk monaxon dan tetraxon. 6. Jawaban: a Coelenterata dibagi menjadi tiga kelompok berikut. 1) Hydrozoa, koloni mempunyai bentuk medusa dan polip selama hidupnya serta fase dominannya dalam bentuk polip. Contoh Obelia. 2) Scyphozoa, mempunyai bentuk medusa dan polip selama hidupnya serta fase dominannya dalam bentuk medusa. Contoh Cyanea dan Chysacra fruttescens. 3) Anthozoa, hanya berbentuk polip saja selama hidupnya, contoh Turbastrea, Acropora, dan Urticina. 7. Jawaban: a Keterangan gambar: 1 = medusa 2 = telur 3 = planula

4 = polip muda 5 = tunas medusa

8. Jawaban: c Telur cacing tambang keluar dari tubuh manusia bersamaan dengan feses. Dalam waktu 1–1,5 hari telur akan menetas menjadi larva yang disebut larva rhabditiform. Tiga hari kemudian larva berubah lagi menjadi larva filariform. Larva ini dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia, cacing tambang bergerak mengikuti aliran darah menuju jantung, paru-paru, tenggorokan, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Di dalam usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap mengisap darah.

9. Jawaban: b Tubuh berambut sedikit, memiliki parapodia dan memiliki setae merupakan ciri-ciri khusus cacing yang termasuk Oligochaeta. Oligochaeta termasuk dalam filum Annelida yang mempunyai ciri-ciri umum berupa tubuh dilapisi kutikula, termasuk triploblastik, dan memiliki klitelum sebagai alat kopulasi. 10. Jawaban: b Fasciola hepatica memiliki siklus hidup mulai dari dalam tubuh inangnya, ketika keluar dari tubuh inang, sampai kemudian masuk kembali sebagai parasit di tubuh inang yang baru. Di dalam tubuh inangnya, cacing dewasa memproduksi sperma dan ovum kemudian terjadi pembuahan. Telur yang telah dibuahi kemudian keluar dari tubuh inang bersama feses (kotoran). Jika jatuh di tempat yang sesuai, telur akan menetas dan menjadi mirasidium (larva bersilia). Mirasidium kemudian berenang di perairan. Jika menemukan siput air (Lymnea javanica), mirasidium akan masuk ke tubuh siput tersebut dan kemudian tumbuh menjadi sporokista. 11. Jawaban: a Jenis cacing yang sangat berperan di bidang pertanian yaitu cacing tanah (Pheretima sp.). Cacing tanah termasuk dalam kelas Oligochaeta, filum Annelida. Cacing tanah makan dengan cara menelan tanah selama menggali. Organisme hidup maupun yang membusuk dalam tanah dicerna oleh cacing. Makanan yang tidak tercerna termasuk tanah dikeluarkan melalui anus. Buangan ini dibawa ke permukaan tanah sehingga tampak seperti gundukan kecil. Gundukan tersebut disebut kascing. Kascing ini dapat menyuburkan tanah. Jadi, kemampuan cacing tanah menggali tanah memberi keuntungan di bidang pertanian karena dapat menggemburkan tanah. 12. Jawaban: b Tubuh Taenia saginata (cacing pita) terdiri atas segmen-segmen. Setiap segmen disebut proglotid. Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium). Pada setiap proglotid dapat terjadi fertilisasi sendiri. Proglotid yang berisi ribuan ovum yang sudah dibuahi terdapat di bagian posterior tubuh cacing. Proglotid tersebut dapat melepaskan diri (strobilasi) dan keluar dari tubuh inang utama bersama tinja. Dengan demikian, setiap proglotid dapat membentuk individu baru sehingga setiap proglotid dapat dipandang sebagai individu tersendiri.

Biologi Kelas X

39

13. Jawaban: a Tubuh Mollusca terdiri atas tiga bagian utama yaitu kaki, massa viseral, dan mantel. Kaki merupakan penjuluran bagian ventral tubuhnya yang berotot. Massa viseral merupakan kumpulan sebagian besar organ tubuh seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Massa viseral meliputi organ-organ dalam tubuh Mollusca. Mantel terdapat di antara tubuh dan cangkang Mollusca. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan. Sementara itu, radula merupakan lidah bergigi yang dapat melengkung ke belakang. Radula bukan merupakan bagian utama Mollusca. 14. Jawaban: a Pada kepala siput terdapat tentakel dan mulut. Tentakel siput terdiri atas sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk membedakan gelap dan terang. Tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. 15. Jawaban: c Cephalopoda merupakan anggota Mollusca yang mempunyai kaki di kepala, misal cumi-cumi, sotong, dan gurita. Amphineura memiliki kaki di bagian perut. Pelecypoda tidak memiliki kepala, kakinya berbentuk pipih seperti kapak yang dapat dijulurkan. Gastropoda memiliki kaki yang sebenarnya merupakan perut. Perut Gastropoda tersusun oleh otot yang sangat kuat dan bergerak bergelombang. Scaphopoda tidak memiliki alat gerak aktif. 16. Jawaban: c Gastropoda darat mengeluarkan lendir dari kaki bagian anterior untuk memudahkan pergerakannya. Adanya lendir ini dapat dilihat dari jalan yang dilaluinya yang meninggalkan bekas. 17. Jawaban: b Ciri-ciri Insecta sebagai berikut. 1) Tubuh : Terdiri atas kepala (sefala), dada (toraks), dan perut (abdomen) 2) Kaki : 3 pasang pada dada 3) Sayap : 2 pasang atau tidak ada 4) Antena : 1 pasang 5) Organ Pernapasan : Trakea 6) Tempat hidup : Darat 18. Jawaban: b Ciri-ciri Chilopoda antara lain bertubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15–173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang

40

Kunci Jawaban dan Pembahasan

kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang ”taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal, dan mulut. Chilopoda bersifat karnivora. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa Insecta, Mollusca, cacing, dan hewan kecil lainnya. Chilopoda berespirasi (bernapas) menggunakan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas. 19. Jawaban: e Anggota kelas Holothuroidea dikenal dengan nama mentimun laut atau teripang. Hewan ini tidak berlengan dan bentuk tubuhnya memanjang. Hewan ini juga tidak memiliki pediselaria yang digunakan untuk menangkap mangsa. Mentimun laut atau teripang menangkap makanan dengan lendir yang ada di permukaan tentakel. Anggota kelas Asteroidea memiliki lengan dan pediselaria misal bintang laut. Anggota kelas Crinoidea memiliki lengan dan tidak memiliki pediselaria, misal lili laut. Anggota kelas Echinoidea tidak memiliki lengan dan tidak memiliki pediselaria serta tubuhnya berbentuk bola atau pipih, misal bulu babi. Anggota kelas Ophiuroidea memiliki bentuk tubuh seperti bintang, tidak memiliki pediselaria, dan memiliki lengan-lengan yang langsing. 20. Jawaban: a Kelompok Hewan

Fertilisasi

Pisces, Amphibia Aves Reptilia Mammalia

Eksternal Internal Internal Internal

Perkembangan Embrio Ovipar Ovipar Ovipar dan Ovovivipar Vivipar

21. Jawaban: c Arachnida atau kelompok laba-laba memiliki tubuh yang terdiri atas dua bagian yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian posterior. Pada sefalotoraks terdapat enam pasang anggota tubuh. Keenam anggota tubuh tersebut berturutturut dari bagian paling anterior adalah sepasang kalisera, sepasang pedipalpus, dan empat pasang kaki untuk berjalan. Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret. Di dalam spineret terdapat banyak spigot. Spigot merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar abdomen. Benang halus tersebut digunakan untuk menjebak mangsa.

22. Jawaban: e Kata Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthros (beruas-ruas) dan podos (kaki). Oleh karena itu, ciri utama Arthropoda yaitu memiliki kaki beruas-ruas. 23. Jawaban: c Anggota kelas Arachnida yang terkenal yaitu labalaba, kalajengking, dan tungau. Sementara itu, udang, lobster, dan kepiting termasuk anggota kelas Crustacea. Lebah, kutu kepala, dan nyamuk termasuk anggota Insecta. Luing termasuk anggota kelas Myriapoda. 24. Jawaban: a Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri seperti berikut. 1) Kulitnya mengandung lendir sehingga terlihat basah. 2) Saat masih larva, habitatnya di air. Setelah dewasa, katak hidup di darat. 3) Fertilisasi secara eksternal di air, genangan air, atau tempat yang lembap seperti di bawah daun. 4) Menghasilkan telur yang tidak bercangkang. 5) Menggunakan energi dari lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm. 25. Jawaban: c Monotremata merupakan satu-satunya hewan Mammalia yang bertelur. Monotremata memiliki paruh, bertelur dan mengerami telurnya, memiliki kelenjar susu tanpa puting susu, serta tidak memiliki daun telinga. Insectivora merupakan Mammalia kecil pemakan serangga dan berambut halus, contoh celurut. Rodentia merupakan Mammalia pengerat, gigi serinya seperti pahat dan tumbuh terus dari akarnya, misal kelinci dan tikus. Marsupialia merupakan Mammalia berkantong, misal kanguru dan koala. Primata merupakan Mammalia yang matanya stereoskopik menghadap ke depan, misal kera dan gorila. 26. Jawaban: d Kura-kura dan penyu termasuk dalam ordo Testudinata yang memiliki ciri-ciri tubuh terlindungi karapaks di bagian atas dan plastron di bagian bawah, tidak mempunyai gigi, dan rahangnya dilapisi zat tanduk. Sementara itu, kadal, cecak, komodo, dan ular termasuk dalam ordo Squamata. Kadal, cecak, dan komodo termasuk dalam subordo Lacertilia yang mempunyai empat tungkai. Ular termasuk dalam subordo Ophidia yang memiliki ciri-ciri tidak mempunyai tungkai serta rahang bawah dan rahang atas tidak mempunyai sendi. Tuatara termasuk ordo Rhynchocephalia yang merupakan ordo paling primitif.

27. Jawaban: a Ikan dibedakan menjadi dua subkelas yaitu Chondrichthyes (ikan bertulang rawan) dan Osteichthyes (ikan bertulang sejati). Pada ikan bertulang rawan, fertilisasi terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal), misal pada ikan hiu (nomor 1) dan ikan pari (nomor 2). Pada ikan bertulang sejati, fertilisasi terjadi di luar tubuh (fertilisasi eksternal), misal pada ikan mas (nomor 3), ikan louhan (nomor 4), dan ikan badut (nomor 5). 28. Jawaban: b Hewan yang termasuk ordo Rodentia misal tikus memiliki gigi seri seperti pahat. Gigi serinya berjumlah sepasang di atas dan sepasang di bawah. Gigi seri tidak berakar sehingga tumbuh terus-menerus. Contoh Rodentia yaitu tupai, berang-berang, tikus, dan mencit. 29. Jawaban: a Burung merpati, perkutut, dan tekukur termasuk dalam satu ordo yaitu Columbiformes. Burung kolibri termasuk dalam ordo Apodiformes. Burung jalak, cenderawasih, dan kenari termasuk dalam ordo Oscines (Passeriformes). Burung rangkong termasuk dalam ordo Coraciiformes. 30. Jawaban: c Kelompok Vertebrata yang mempunyai jantung beruang dua tergolong dalam Pisces. Kelompok Pisces dibagi menjadi dua, yaitu kelompok Chondrichtyes dan Osteichtyes. Kelompok Chondrichthyes memiliki kerangka yang tersusun dari tulang rawan. Kelompok Osteichtyes memiliki kerangka yang tersusun dari tulang sejati. Agnata merupakan kelompok Vertebrata dengan mulut tidak berahang. Amphibia mempunyai jantung beruang tiga dan Reptilia mempunyai jantung beruang empat. B.

Uraian

1. Sistem saluran air pada Porifera ada tiga tipe seperti berikut. a. Tipe asconoid Tipe asconoid merupakan tipe yang paling sederhana. Lubang-lubang ostium pada tipe ini langsung dihubungkan dengan saluran lurus yang menuju spongosol. Tipe asconoid terdapat pada Leucosolenia sp. b. Tipe syconoid Pada tipe ini lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Rongga-rongga ini dilapisi dengan koanosit. Tipe syconoid terdapat pada Scypha sp.

Biologi Kelas X

41

c.

Tipe leuconoid atau rhagon Pada tipe ini lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabangcabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan dengan spongosol. Tipe leuconoid terdapat pada Spongia sp.

2. a.

Echinodermata berasal dari bahasa Yunani, echinos artinya duri dan derma artinya kulit. Jadi, Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri. Jenis hewan pada gambar memiliki kulit yang berduri sehingga dikelompokkan dalam Echinodermata. Kulit hewan ini jika diraba akan terasa kasar karena kulitnya mempunyai lempenglempeng zat kapur dengan duri-duri kecil. Hewan tersebut adalah bintang laut yang habitatnya di pantai atau dasar laut dangkal. Kelas Asteroidea. Bintang laut termasuk dalam kelas Asteroidea karena tubuhnya berbentuk seperti bintang dengan lima lengan.

b. c. d.

3. Daur hidup cacing tambang yaitu cacing dewasa berada dalam usus manusia → cacing dewasa bertelur dan keluar bersama feses → di tempat lembap telur menetas menjadi larva → larva menempel pada kaki manusia dan menembus kaki → masuk ke aliran darah → jantung → paruparu → kerongkongan → tertelan dan masuk ke usus manusia hingga tumbuh menjadi cacing dewasa 4. Karena permukaan tubuh cacing Ascaris lumbricoides licin dan tertutup lapisan kutikula sehingga cacing ini tidak tercerna oleh getah pencernaan manusia. Selain itu, cacing Ascaris lumbricoides mampu membentuk enzim yang menghambat produksi enzim pencernaan. 5. a. b.

Ascariasis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Ascaris dan umumnya menyerang anak-anak. Elephantrasis, yaitu penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh cacing filaria (Wuchereria bancrofti). Cacing filaria hidup di dalam pembuluh limfa manusia sehingga dapat mengakibatkan pembengkakan tubuh.

6. Pembentukan mutiara pada tiram mutiara merupakan proses yang terjadi karena aktivitas cangkang. Jika ada benda asing di luar tubuh yang tidak sengaja masuk ke dalam cangkang maka akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel. Di dalam mantel disekresikan banyak nakreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit lapisan nakreas melapisi benda asing tersebut hingga menjadi mutiara. 42

Kunci Jawaban dan Pembahasan

7. Pada awalnya air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Selanjutnya, air menuju saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial dan kemudian ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berakhir di ampula. Jika ampula berkontraksi maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya, kaki tabung akan menjulur menjadi panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya, ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu, hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya. 8. Echinodermata merupakan pemakan detritus (sisa organisme mati) baik sisa hewan maupun sisa tumbuhan. Oleh karena itu, Echinodermata sangat berguna untuk membersihkan laut dari sampah organik yang dihasilkan oleh organisme mati. 9. Semua hewan yang tergolong Vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor. Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord. Tulang punggung berfungsi menyokong tubuh serta melindungi tali saraf. Ikan dan ayam sama-sama memiliki tulang punggung sehingga digolongkan dalam subfilum Vertebrata. 10. Persamaan Keduanya mempunyai habitat yang sama, yaitu di darat. Perbedaan antara Arachnida n Insecta sebagai berikut. Arachnida

Insecta

Tubuh

Terdiri atas 2 bagian yaitu kepala dan dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut (abdomen)

Terdiri atas 2 bagian yaitu kepala (sefala), dada (toraks), dan perut (abdomen)

Kaki

4 pasang pada sefalotoraks

3 pasang pada dada

Sayap

Tidak ada

2 pasang atau tidak ada

Antena

Tidak ada

1 pasang

Organ Pernapasan

Paru-paru buku

Trakea

Ciri

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d Ciri-ciri Porifera sebagai berikut. 1) Memiliki tubuh asimetri atau simetri radial. 2) Hidup secara heterotrof. 3) Pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit atau amoebosit. 4) Habitat di air laut atau air tawar. 5) Reproduksi secara aseksual dengan tunas. 6) Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet. 2. Jawaban: e Bagian tubuh Porifera yang membentuk tunas dan gamet yaitu arkeosit. Selain membentuk tunas dan gamet, arkeosit juga berperan dalam regenerasi sel. Pinakosit adalah lapisan luar tubuh Porifera yang tersusun dari sel-sel epitelium. Koanosit adalah lapisan dalam tubuh Porifera yang tersusun dari sel-sel berleher. Sel-sel amoebosit berfungsi mengangkut zat makanan dan sisa metabolisme dari satu sel ke sel lainya. Porosit berfungsi untuk membuka dan menutup pori. 3. Jawaban: d Anggota Porifera yang memiliki spikula dari zat kapur dikelompokkan dalam Calcarea, contoh Sycon sp. danClathrina sp. Euplectella sp. dan Pheronema sp. termasuk Hexactinellida (memiliki spikula dari zat kersik). Callyspongia sp. termasuk Demospongia (memiliki tulang lunak dari serabut spongin dengan spikula dari zat kersik). 4. Jawaban: b Metridium sp. dikelompokan dalam Anthozoa karena mempunyai ciri khusus yaitu mempunyai bentuk tubuh seperti bunga. Anthozoa berasal dari bahasa Yunani, anthos berarti bunga dan zoon berarti hewan. Anthozoa berarti hewan yang memiliki bentuk seperti bunga. 5. Jawaban: e Hydra mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan alat knidoblas. Knidoblas mengandung nematokis, yaitu benda seperti sengat yang mengeluarkan racun (hipnotoksin) untuk melumpuhkan mangsa dengan cara menusukkan ke tubuh mangsa.

6. Jawaban: b Inang perantara Taenia saginata yaitu sapi. Oleh karena itu, untuk mencegah infeksi cacing Taenia saginata, kita harus memasak daging sapi hingga benar-benar matang. Memasak ikan hingga matang untuk mencegah infeksi cacing Clonorchis sinensis. Memasak daging babi hingga matang untuk mencegah infeksi Taenia solium. Menggunakan sepatu saat bekerja di pertambangan untuk mencegah infeksi cacing tambang (Ancylostoma duodenale). Tidur menggunakan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk Culex yang merupakan inang perantara cacing Wuchereria bancrofti. Wuchereria bancrofti dapat mengakibatkan penyakit kaki gajah pada manusia. 7. Jawaban: c Hydrozoa mengalami pergiliran keturunan bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya. Hydrozoa dapat hidup secara soliter maupun berkoloni. Polip merupakan fase dominan. Polip bereproduksi secara vegetatif dengan tunas dan medusa dewasa bereproduksi secara generatif. 8. Jawaban: d Tubuh yang lunak merupakan ciri hewan yang tergolong Mollusca. Cangkang berbentuk kerucut terpilin, bergerak menggunakan kaki perut, dan mempunyai dua pasang antena, merupakan ciriciri Mollusca dari kelompok Gastropoda. Gastropoda berarti hewan yang menggunakan perutnya sebagai kaki (gastros = perut dan podos = kaki). 9. Jawaban: c Coelenterata (dalam bahasa Yunani, coelenteron = rongga) adalah Invertebrata yang memiliki tubuh simetri radial dan memiliki rongga tubuh. Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskular). Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis). Ektoderm berfungsi sebagai pelindung, sedangkan endoderm berfungsi untuk pencernaan makanan. 10. Jawaban: e 1) Trichinella spiralis hidup parasit pada otot manusia yang mengakibatkan penyakit trichinosis. 2) Ancylostoma duodenale hidup parasit di usus dan mengisap darah, mengeluarkan racun, serta zat antipembeku darah. Ancylostoma duodenale mengakibatkan penyakit kurang darah atau anemia.

Biologi Kelas X

43

3)

4)

5)

Wuchereria bancrofti hidup parasit di dalam pembuluh getah bening. Cacing ini dapat mengakibatkan penyakit elephantiasis (kaki gajah). Oxyuris vermicularis hidup parasit di dalam usus besar manusia dan cacing betina bertelur di anus. Saat berada di anus inangnya, cacing ini bergerak sehingga mengakibatkan rasa gatal. Heterodera radicicola hidup parasit pada akar tanaman kentang dan tembakau. Cacing ini mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada akar tanaman.

11. Jawaban: a Tubuh kerang dilapisi oleh cangkang yang berfungsi sebagai pelindung tubuh. Cangkang terdiri atas 3 lapisan sebagai berikut. 1) Periostrakum adalah lapisan tipis dari zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel. Periostrakum merupakan lapisan terluar yang berfungsi melindungi cangkang dan memberi warna cangkang. 2) Prismatik merupakan lapisan tengah yang terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat dari materi organik yang dihasilkan oleh tepi mantel. 3) Nakreas merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada kerang atau tiram mutiara. 12. Jawaban: c Oxyuris vermicularis (cacing kremi) hidup di dalam usus besar manusia. Pada saat bertelur, cacing betina menuju anus untuk memperoleh oksigen yang diperlukan larva untuk pertumbuhan. Jika anus digaruk dengan kuku maka telur akan melekat di tangan. Makanan yang dipegang oleh tangan tersebut mengakibatkan telur tertelan dan masuk ke dalam tubuh lagi. 13. Jawaban: c Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Hewan yang termasuk dalam filum ini mempunyai kaki yang beruas-ruas, seperti udang, kepiting, laba-laba, dan kaki seribu. 14. Jawaban: b Keterangan gambar: A = Mirasidium B = Sporokista C = Redia D = Serkaria 15. Jawaban: e Ciri Insecta: 1) tubuh terdiri atas sefala (kaput), toraks, dan abdomen, 44

Kunci Jawaban dan Pembahasan

2) 3) 4) 5)

kaki 3 pasang pada ruas toraks, tubuh ditutupi eksoskeleton (rangka luar) dari zat kitin, sayap pada ruas dada, serta memiliki mata faset.

16. Jawaban: a Pedipalpus memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai alat indra, tangan, alat untuk melakukan kopulasi, dan untuk memegang makanan. Kalisera berfungsi untuk melumpuhkan mangsa karena mengandung racun. Spineret berfungsi sebagai penghasil benang-benang halus atau sutra. 17. Jawaban: c Eunice viridis (cacing palolo) dan Lycidice oele (cacing wawo) biasa dimakan manusia. Kedua jenis cacing tersebut hidup di laut dan muncul ke permukaan air pada waktu-waktu tertentu. Pheretima sp. dan Haemadipsa zeylanica (pacet) hidup di darat menempel pada daun atau ranting tumbuhan. Pheretima sp. dapat menggembrukan tanah. Haemadipsa zeylanica dan Hirudo medicinalis digunakan dalam bidang pengobatan. 18. Jawaban: b Hewan Laba-laba penjerat Lebah madu Belalang sembah Laba-laba pemburu Kepiting

Alat Pernapasan Paru-paru buku Trakea Trakea Paru-paru buku Insang

19. Jawaban: a Filariasis atau elephantiasis merupakan penyakit yang diakibatkan oleh cacing Wuchereria bancrofti. Cacing ini termasuk Nematoda. Di dalam tubuh manusia, cacing tersebut menyumbat pembuluh limfa (getah bening) sehingga mengakibatkan pembengkakan tubuh terutama pada kaki sehingga membesar. Oleh karena itu, filariasis disebut kaki gajah. Wuchereria bancrofti merupakan cacing berukuran kecil dan keras, hidup di dalam pembuluh getah bening (limfa) manusia ketika dewasa. Larva cacing ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Culex sp. yang membawa larva mikrofilaria. Di dalam tubuh manusia, larva tersebut tumbuh pada jaringan tubuh terutama di bagian kaki dan skrotum. 20. Jawaban: e Serangga yang memiliki dua sayap dan mengalami metamorfosis sempurna dikelompokkan dalam Diptera. Anggotanya antara lain lalat dan nyamuk. Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis serangga yang menjadi vektor penyakit demam berdarah dan mempunyai tipe mulut pengisap.

21. Jawaban: d Echinodermata memiliki ciri-ciri mempunyai kaki ambulakral (kaki buluh), tidak berkepala, dan tidak mempunyai otak. Porifera memiliki ciri-ciri khusus berupa tubuh yang berpori-pori serta belum memiliki organ pencernaan, sistem saraf, dan sistem peredaran darah. Coelenterata sering disebut sebagai hewan berongga karena memiliki rongga tubuh yang berfungsi sebagai alat pencernaan. Platyhelminthes yaitu cacing pipih yang memiliki ciri-ciri bentuk tubuh pipih, tidak mempunyai rongga tubuh, dan alat pencernaannya tidak sempurna. Arthropoda memiliki ciri khusus yaitu kakinya beruas-ruas dan sudah memiliki sistem organ yang lengkap. 22. Jawaban: e Echinoidea yang bertubuh bulat seperti bulu babi memiliki alat pencernaan yang khas berupa tembolok kompleks yang disebut lentera Aristoteles. Lentera Aristoteles berfungsi untuk menggiling makanan yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme di dasar laut. Pediselaria adalah duri pada tubuh bintang laut yang telah termodifikasi menjadi bentuk seperti catut. Ampula adalah gelembung berotot yang berhubungan dengan kaki ambulakral. Madreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat di bagian dorsal tubuh. Pinula adalah cabangcabang kecil dari lengan Crinoidea. 23. Jawaban: d Asteroidea atau bintang laut sering dianggap merugikan oleh pembudi daya tiram mutiara karena bintang laut merupakan predator hewanhewan budi daya tersebut. 24. Jawaban: a Crinoidea atau lili laut memiliki bentuk yang menyerupai tumbuhan, misal seperti bunga lili dan bunga bakung. Warnanya juga sangat bervariasi, misal putih seperti berlian, kuning, hijau, dan cokelat. Asteroidea memiliki bentuk menyerupai bintang. Echinoidea memiliki bentuk seperti bola. Ophiuroidea berbentuk seperti bola cakram kecil dengan 5 lengan bulat panjang. Holothuroidea berbentuk seperti bola memanjang tertutup oleh kulit yang berkutikula dan tidak bersilia. 25. Jawaban: c Tikus dan kucing mengalami fertilisasi internal yang artinya pembuahan terjadi di dalam tubuh. Setelah terjadi pembuahan akan terbentuk embrio. Embrio ini berkembang di dalam tubuh induk. Katak dan ikan mengalami fertilisasi secara eksternal. Burung dan penyu mengalami fertilisasi secara internal tetapi perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induk.

26. Jawaban: a Terumbu karang merupakan salah satu anggota Coelenterata, disebut demikian karena mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuh. Coelenterata disebut juga Cnidaria karena pada bagian epidermis terdapat sel-sel penyengat. 27. Jawaban: b Hewan Chordata dibagi menjadi empat subfilum yaitu Hemichordata, Urochordata, Cephalochordata, dan Vertebrata. Hemichordata, Urochordata, dan Cephalochordata digolongkan menjadi kelompok Chordata yang tidak bertengkorak yang disebut Acraniata (Protochordata). Vertebrata digolongkan sebagai Chordata yang bertengkorak, berotak, dan bertulang belakang yang disebut Craniata. Pada Urochordata larvanya mengalami metamorfosis seperti pada berudu, misal pada Molgula sp. 28. Jawaban: a Aves mempunyai tulang belakang, paruh, otak terlindung oleh kranium, rangka berupa endoskeleton, permukaan tubuhnya dilindungi oleh bulu dan bersifat ovipar. Sementara itu, Pisces, Reptilia, Mammalia, dan Amphibia tidak mempunyai bulu di permukaan tubuhnya. 29. Jawaban: b Hewan

Ruang Jantung

Suhu Tubuh

a. b. c.

Pisces Amphibia Reptilia

2 3 4

Poikilotermik Poikilotermik Poikilotermik

d. e.

Aves Mammalia

4 4

Homoiotermik Homoiotermik

Fertilisasi Eksternal, ovipar Eksternal, ovipar Internal, ovipar/ ovovivipar Internal, ovipar Internal, vivipar

30. Jawaban: a Lumba-lumba dan kelelawar termasuk dalam kelas Mammalia karena sama-sama mempunyai kelenjar susu. Paus juga termasuk kelas Mammalia. Sementara itu, merpati termasuk kelas Aves. Hiu termasuk kelas Pisces. B.

Uraian

1. Dalam fase hidupnya, Porifera mengalami dua bentuk kehidupan, yaitu hidup berenang bebas (polip) dan hidup menetap (sesil). Porifera memperoleh makanan karena adanya gerakan flagela yang mengakibatkan aliran air dari ostium masuk ke spongosol lalu ke oskulum. Air yang mengalir ini membawa oksigen dan makanan yang berupa plankton. Makanan ini ditangkap oleh sel-sel leher kemudian dicerna di dalam vakuola makanan. 2. Makanan yang masuk ke dalam gastrosol (rongga pencernaan) akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis.

Biologi Kelas X

45

Pencernaan di dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler. Hasil pencernaan dalam gastrosol akan ditelan oleh sel-sel gastrodermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut dalam vakuola makanan. Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler. Sari makanan kemudian diedarkan ke bagian tubuh lain secara difusi. 3. Ciri-ciri Echinoidea sebagai berikut. a. Tubuh berbentuk bola. b. Tidak berlengan. c. Memiliki duri-duri yang dapat digerakkan oleh otot untuk berjalan. d. Memiliki kaki ambulakral sangat pendek. e. Habitatnya di daerah pantai, di atas batu karang, di muara sungai, atau di dasar laut. 4. Pengulangan daur infeksi cacing kremi umumnya secara autoinfeksi, yaitu dilakukan oleh penderita sendiri. Cacing ini bertelur pada anus penderita dan mengakibatkan rasa gatal. Jika penderita menggaruk bagian tersebut dan tidak menjaga kebersihan tangannya, infeksi oleh cacing kremi akan terjadi kembali. 5. a.

b.

Kutu manusia termasuk ordo Siphonoptera, ciri-cirinya sebagai berikut. 1) Tidak bersayap. 2) Tipe mulut penusuk dan pengisap. 3) Memiliki mata tunggal. Lalat termasuk ordo Diptera, ciri-cirinya sebagai berikut. 1) Memiliki dua pasang sayap, tetapi sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter. 2) Mulut tipe penusuk dan pengisap atau penjilat dan pengisap.

6. Ekdisis adalah tahap pengelupasan eksoskeleton. Eksoskeleton tidak dapat membesar mengikuti pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, tahap pertumbuhan Arthropoda selalu diikuti dengan pengelupasan eksoskeleton lama dan pembentukan eksoskeleton baru. Dengan demikian, ekdisis dapat membantu kelangsungan hidup Arthropoda. 7. a. b.

46

Hewan tersebut disebut timun laut atau teripang yang termasuk dalam kelas Holothuroidea. Teripang menangkap makanan menggunakan lendir yang terdapat pada permukaan tentakel. Tentakelnya terletak di sekeliling mulut. Makanan dan tentakel dimasukkan ke dalam mulut satu persatu.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8. Fasciola hepatica memulai siklus hidupnya saat berada di dalam tubuh inangnya. Di dalam tubuh inangnya, cacing dewasa memproduksi sperma dan ovum kemudian melakukan pembuahan. Telur yang telah dibuahi kemudian keluar dari tubuh inang bersama feses (kotoran). Jika jatuh di tempat yang sesuai, telur akan menetas dan menjadi mirasidium (larva bersilia). Mirasidium kemudian berenang di perairan selama 8–20 jam. Jika menemukan siput air (Lymnea javanica), mirasidium akan masuk ke dalam tubuh siput tersebut. Dalam tubuh siput air, mirasidium tumbuh menjadi redia dan kemudian menjadi serkaria. Serkaria membentuk ekor dan keluar menembus tubuh siput, kemudian berenang beberapa lama dan melepaskan ekornya di rumput atau tumbuhan air untuk menjadi metaserkaria. Metaserkaria kemudian membungkus diri dengan kista (cyste) sehingga dapat bertahan pada rumput atau tumbuhan lain dalam waktu yang lama. Ketika kista ikut termakan bersama tumbuhan, kista akan menembus dinding usus lalu masuk ke hati, kemudian berkembang hingga dewasa dan bertelur kembali mengulang siklus yang sama. 9. Kelas-kelas dalam Mollusca dan ciri khususnya sebagai berikut. a. Kelas Amphineura Hewan ini memiliki tubuh simetri bilateral, dengan satu atau beberapa lembaran atau beberapa keping cangkang (plate atau valva) atau tanpa valva yang merupakan eksoskeleton. Amphineura mempunyai beberapa insang di dalam rongga mantelnya. b. Kelas Gastropoda Hewan ini menggunakan perut sebagai kakinya. Sebagian besar bercangkang, sehingga tubuhnya membelit menyesuaikan dengan bentuk cangkangnya. Pada kepalanya terdapat dua pasang antena, sepasang antena pendek sebagai alat pembau dan sepasang lainnya yang lebih panjang sebagai alat penglihat. c. Kelas Scaphopoda Tubuhnya simetri bilateral, dilindungi oleh cangkang tubular (seperti taring atau terompet) yang terbuka di kedua ujungnya. Kakinya kecil dan berguna untuk menggali liang. Kepalanya memiliki beberapa tentakel dan tidak memiliki insang.

d.

Kelas Cephalopoda Cephalopoda merupakan kelas Mollusca yang sudah maju, mempunyai endoskeleton, eksoskeleton, atau tanpa keduanya, tubuhnya simetri bilateral, serta pada kepalanya terdapat tentakel (pengisap). Cephalopoda berarti hewan yang mempunyai kaki di kepala.

10. Kelas

Pisces

Amphibia

Reptilia

Aves

Mammalia

Habitat

Air

Air, darat

Darat

Darat

Darat

Kulit

Bersisik, berlendir

Berlendir

Karapaks, bersisik

Berbulu

Berambut

Alat respirasi Insang

Paru-paru Paru-paru

Paru-paru Paru-paru

Alat gerak

Sirip

Tungkai depan, tungkai belakang

Tungkai depan, tungkai belakang

Sayap, kaki

Tangan, kaki

Ruang Jantung

2

3

4

4

4

Suhu tubuh

Poikilotermik

Poikilotermik

Poikilotermik

Homoiotermik

Homoiotermik

Reproduksi

Ovipar

Ovipar

Ovipar/ Ovovivipar

Ovipar

Vivipar

Fertilisasi

Eksternal Eksternal

Internal

Internal

Internal

Latihan Ulangan Tengah Semester A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b Keanekaragaman gen merupakan keanekaragaman individu dalam satu spesies. Ketan hitam dan ketan putih masih dalam satu jenis makhluk hidup, yaitu Oryza sativa, tetapi memiliki ciri fisik dan sifat yang berbeda. Oleh karena itu, keduanya dikelompokkan dalam keanekaragaman gen. 2. Jawaban: c Keanekaragaman jenis menunjukkan variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Bambusa spinosa (bambu duri) dan Bambusa vulgaris (bambu wulung) termasuk dalam satu marga, yaitu Bambusa sehingga termasuk dalam keanekaragaman jenis. 3. Jawaban: d Dalam ekosistem terumbu karang di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, terdapat berbagai jenis makhluk hidup seperti ikan, ganggang, dan Invertebrata yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik. Adapun di kawasan hutan Gunung Gede Pangrango terdapat pepohonan, perdu, semak, dan tumbuhan memanjat serta aneka jenis satwa seperti monyet jawa. Adanya perbedaan ciri kedua jenis ekosistem tersebut merupakan wujud dari keanekaragaman ekosistem.

4. Jawaban: b Rafflesia arnoldii berasal dari daerah Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh. Rafflesia borneensis berasal dari daerah Kalimantan. Rafflesia cilliata berasal dari daerah Kalimantan Timur. Rafflesia horsfilldii berasal dari daerah Jawa. Rafflesia patma berasal dari daerah Nusa Kambangan dan Pangandaran. Rafflesia rochussenii berasal dari daerah Jawa Barat. 5. Jawaban: a Bekantan dan orang utan termasuk golongan kera. Gajah dan harimau adalah jenis-jenis mamalia yang berukuran besar. Burung elang putih termasuk jenis burung yang dapat berkicau, tetapi warna bulunya kurang menarik. Hewan dengan ciri-ciri tersebut merupakan hewan tipe Oriental yang menempati wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Hewan di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara merupakan hewan tipe peralihan. Hewan di wilayah Papua dan Maluku merupakan tipe Australian. 6. Jawaban: d Tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron) dapat disuling untuk menghasilkan minyak asiri. Minyak kayu putih dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, misal untuk mengobati masuk angin dan perut kembung. 7. Jawaban: b Penyebab utama hilangnya sebagian besar keanekaragaman hayati yaitu perusakan habitat. Perusakan habitat ini meliputi kegiatan manusia mengubah tata guna lahan seperti pembakaran dan pembukaan hutan tropis untuk pertanian. Rusaknya habitat mengakibatkan banyak spesies kehilangan tempat tinggal sehingga dapat mengalami kepunahan dalam waktu dekat. 8. Jawaban: b Cara penulisan nama kelas menurut prinsip binomial nomenklatur yaitu huruf pertama ditulis dengan huruf besar. Nama kelas ditulis tegak seperti nama atau istilah lain (tidak ditulis dengan huruf cetak miring ataupun digarisbawahi). 9. Jawaban: e Crocodylus porosus dan Crocodylus siamensis tergolong dalam satu genus (marga) sehingga hubungan kekerabatannya paling dekat. 10. Jawaban: e Dalam penulisan nama ilmiah, kadang-kadang kita diperbolehkan menyingkat nama genus. Contoh Mangifera indica (tanaman mangga). Apabila nama spesies tersebut sudah ditulis di awal naskah maka dalam penulisan selanjutnya nama genusnya dapat disingkat, yaitu menjadi M. indica.

Biologi Kelas X

47

11. Jawaban: d Dalam siklus hidup Dryopteris (tumbuhan paku), sel telur yang dibuahi oleh spermatozoid akan tumbuh dan berkembang menjadi sporofit atau tumbuhan paku (kode P). Selanjutnya sporofit akan membentuk sorus yang di dalamnya terdapat banyak sporangium. Dalam sporangium terjadi pembelahan meiosis (kode Q) dan menghasilkan spora. Spora kemudian berkecambah dan tumbuh menjadi gametofit (kode R) yang akan membentuk arkegonium (penghasil sel telur) dan anteridium (penghasil spermatozoid). 12. Jawaban: a Kelompok

Karakteristik

Bryophyta

Tidak mempunyai jaringan pembuluh, gamet jantan mempunyai flagela.

Angiospermae

Mempunyai bunga sejati dan biji.

Pteridophyta

Mempunyai jaringan pembuluh; tubuh mempunyai batang, daun, dan akar sejati.

13. Jawaban: e Berdasarkan susunan dan letaknya, ada empat bentuk susunan sporangium pada daun sebagai berikut. 1) Sorus = sporangium di permukaan daun 2) Sinangium = sporangium di ketiak daun 3) Strobilus = sporangium di ujung batang atau cabang batang 4) Sporokarpium = sporangium terletak dalam badan buah 14. Jawaban: d Struktur pada Tumbuhan Paku Mikrospora Mikrosporofil Megaspora Megasporangium Megasporofil

Struktur pada Tumbuhan Berbiji serbuk sari benang sari kantong serbuk sari bakal biji daun buah

15. Jawaban: b No. 1. 2. 3. 4. 5.

48

Tumbuhan Paku Psilotum sp. Pteris sp. Equisetum sp. Lycopodium sp. Nephrolepis sp.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Bentuk Sporangium sporokarpium sorus strobilus strobilus sporokarpium

16. Jawaban: b No.

Nama Spesies

Cara Reproduksi Vegetatif

1. 2. 3. 4. 5.

Dryopteris rigida Marsilea crenata Asplenium buldiferum Ophioglosum sp. Asplenium pentifidum

fragmentasi umbi batang tunas pada tepi daun tunas akar tunas pada ujung daun

17. Jawaban: e Tumbuhan paku yang sering dimanfaatkan sebagai obat diuretik yaitu paku ekor kuda atau Equisetum debile. Jenis tumbuhan ini juga dimanfaatkan sebagai obat sakit otot atau tulang dalam bentuk param. Lycopodium cernuum dimanfaatkan sebagai obat batuk, obat sesak napas, dan obat bisul pada kulit. Azolla sp. dimanfatkan untuk pupuk. Salvinia sp. merupakan gulma tanaman padi. 18. Jawaban: d Pada tumbuhan paku, spora tumbuh menjadi gametofit yang hidupnya tidak bergantung pada sporofit. Gametofit akan membentuk alat kelamin jantan (yang menghasilkan spermatozoid) dan membentuk alat kelamin betina (yang menghasilkan sel telur). Fertilisasi sel telur oleh spermatozoid akan membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi sporofit. 19. Jawaban: e Metagenesis pada tumbuhan lumut sebagai berikut. Spora ↓ Protonema ↓ Tumbuhan lumut ↓ Anteridium ↓ Spermatozoid  →

↓ Arkegonium ↓ Sel telur  →

Zigot ↓ Sporogonium (sebagai sporofit)

20. Jawaban: a Struktur reproduksi yang hanya ditemukan pada Gymnospermae yaitu strobilus. Sementara itu, sorus merupakan struktur reproduksi pada tumbuhan paku. Bunga, putik, serta benang sari merupakan struktur reproduksi pada tumbuhan berbunga/Angiospermae.

21. Jawaban: a Tumbuhan (Plantae)

Tak berpembuluh (Atracheophyta)

Bryophyta

Berpembuluh (Tracheophyta)

Pteridophyta

Angiospermae

25. Jawaban: a Tumbuhan yang tergolong Angiospermae antara lain pinang (sebagai obat cacing), sambiloto (sebagai obat diabetes dan hipertensi), dan mengkudu (sebagai obat hipertensi). Ginkgo biloba, Zamia, pinus, melinjo, dan Cycas tergolong dalam Gymnospermae. 26. Jawaban: d Uniseluler merupakan ciri kingdom Protista dan Monera. Mempunyai dinding sel dan berklorofil merupakan ciri kingdom Plantae. 27. Jawaban: b

Gymnospermae

Kelompok I.

Monocotyledoneae

Dicotyledoneae

22. Jawaban: b Ciri-ciri tumbuhan yang tergolong Coniferinae sebagai berikut. 1) Daun berbentuk jarum. 2) Sebagai perdu atau pohon. 3) Alat perkembangbiakan berupa strobilus berbentuk kerucut. 4) Serbuk sari pada strobilus jantan dan biji pada strobilus betina. 23. Jawaban: b Bunga matahari termasuk dalam Dicotyledoneae. Jagung termasuk dalam Monocotyledoneae. Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae termasuk ke dalam satu kelompok, yaitu Angiospermae atau Anthophyta. Kelompok ini mempunyai ciri khas yaitu mempunyai bunga. Sementara itu, Pinus termasuk dalam Gymnospermae dan Dryopteris termasuk Pteridophyta. Gymnospermae dan Pteridophyta tidak menghasilkan bunga. Gymnospermae mempunyai persamaan dengan kelompok Angiospermae karena sama-sama dapat membentuk biji. Sementara itu, Pteridophyta membentuk spora sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. 24. Jawaban: d Semua anggota tumbuhan berpembuluh mempunyai dinding sel dari selulosa (bukan lignin), mempunyai berkas pembuluh berupa xilem dan floem, mengalami pergantian generasi, serta sporofit merupakan generasi dominan. Tumbuhan berpembuluh yang menghasilkan biji yaitu tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae.

Karakteristik

Cnidaria

(Q)

II. Arthropoda

(R)

III. Mollusca

(P)

IV. Nematoda

(S)

Tubuh diploblastik, polimorfisme Kaki bersegmen, eksoskeleton tersusun dari kitin Tubuh triploblastik, mempunyai selom, berkaki otot perut Tubuh ditutupi oleh kutikula yang tipis dan elastik, pseudoselom

28. Jawaban: e 1) Ascaris suilae merupakan anggota Nemathelminthes yang hidup parasit pada usus babi. 2) Taenia solium merupakan anggota Platyhelminthes yang hidup parasit pada usus halus babi. 3) Taenia saginata merupakan anggota Platyhelminthes yang hidup parasit pada usus sapi. 4) Oxyuris equi merupakan anggota Nemathelminthes yang hidup parasit pada dubur kuda. 29. Jawaban: b 1) Ciri-ciri luing yaitu memiliki tubuh yang beruas-ruas dan setiap ruas terdapat dua pasang kaki serta bersifat herbivora. Luing dikenal dengan hewan berkaki seribu. 2) Ciri-ciri cacing tanah yaitu bertubuh lunak, tidak berkaki, dan termasuk detritivor yaitu organisme yang memakan partikel-partikel organik. 3) Ciri-ciri laba-laba dan kalajengking yaitu tubuhnya mempunyai karapaks, mempunyai empat pasang kaki, dan mempunyai kalisera untuk menangkap mangsa. Kedua jenis hewan ini bersifat karnivora. 30. Jawaban: b Ascaris sp. termasuk dalam cacing gilig atau Nemathelminthes. Ciri Nemathelminthes yaitu mempunyai bentuk tubuh silindris (bulat memanjang), permukaan tubuhnya tidak bersegmen, tetapi ditutupi oleh kutikula sehingga tampak

Biologi Kelas X

49

mengilap. Tubuh Nemathelminthes tersusun triploblastik pseudoselomata, tubuh berbentuk gilig, tidak bersegmen, dan kedua ujungnya meruncing. Ciri-ciri tersebut dimiliki oleh kelompok Q. 31. Jawaban: c Ciri-ciri Annelida sebagai berikut. 1. Di permukaan tubuhnya terdapat kutikula. 2. Tubuhnya triploblastik dan bersegmen. 3. Mempunyai selom. 4. Beberapa anggotanya mempunyai parapodia (golongan Polychaeta dan Hirudineae). Ciri-ciri Nemathelminthes sebagai berikut. 1. Di permukaan tubuhnya terdapat kutikula. 2. Tubuhnya triploblastik dan tidak bersegmen. 3. Tubuhnya mempunyai pseudoselom. 4. Tidak mempunyai parapodia. 32. Jawaban: b 1) Oligochaeta tubuhnya bersegmen, berambut sedikit, tetapi tidak dilengkapi dengan parapodia. 2) Hirudinea tubuhnya bersegmen dan mempunyai parapodia tetapi tidak berambut. 3) Nematoda tubuhnya tidak beruas-ruas dan berbentuk seperti benang. 4) Cestoda tubuhnya berbentuk pipih seperti pita. 33. Jawaban: d Monopterus albus (belut) termasuk dalam subfilum Vertebrata. Anggota Vertebrata sudah mempunyai tengkorak, otak, dan tulang belakang. Saccoglossus dan Balanoglossus termasuk dalam subfilum Hemichordata. Amphioxus sp. dan Lancelet sp. termasuk dalam subfilum Cephalochordata. Anggota Hemichordata, Urochordata, dan Cephalocordata belum mempunyai tengkorak. 34. Jawaban: a Kelas Insecta Chilopoda Crustacea Insecta Diplopoda

Contoh Bombyx mori (kupu-kupu) Scutigera sp. (lipan) Penaeus sp. (udang) Apis indica (lebah madu) Iulus sp. (luing)

35. Jawaban: c 1) Efira merupakan buku strobila yang terlepas. 2) Strobila merupakan sekat-sekat pada polip ubur-ubur. 3) Schifistoma merupakan polip ubur-ubur yang berbentuk seperti terompet. 2) Blastula merupakan pertumbuhan zigot sebelum menjadi planula.

50

Kunci Jawaban dan Pembahasan

36. Jawaban: e Trenggiling (Manio javanicus) termasuk dalam ordo Pholidota. Pholidota merupakan Mammalia tidak bergigi, tubuh terbungkus sisik dari zat tanduk dan rambut, serta lidah kecil dan panjang yang berguna untuk menangkap semut sebagai mangsanya. 37. Jawaban: c Amphibia

Reptilia

Mammalia

Tidak dapat mengontrol suhu tubuh

Tidak dapat mengontrol suhu tubuh

Dapat mengontrol suhu tubuh

Mempunyai jantung beruang tiga

Mempunyai jantung beruang tiga

Mempunyai jantung beruang empat

Mempunyai celah insang faringeal di awal tahap perkembangan

Mempunyai celah insang faringeal di awal tahap perkembangan

Mempunyai celah insang faringeal di awal tahap perkembangan

Menghasilkan telur tidak bercangkang

Menghasilkan telur bercangkang

Tidak menghasilkan telur

Tidak mempunyai kelenjar susu

Tidak mempunyai kelenjar susu

Mempunyai kelenjar susu

38. Jawaban: b Individu-individu dalam sebuah koloni Hydrozoa mempunyai bentuk tubuh yang berbeda-beda. Hal ini merupakan contoh dari polimorfisme (mempunyai beberapa bentuk). Dalam siklus hidupnya Hydrozoa mempunyai dua bentuk tubuh, yaitu polip dan medusa. Polip merupakan bentuk kehidupan Hydrozoa yang menempel pada tempat hidupnya. Medusa merupakan bentuk kehidupan Hydrozoa yang melayang-layang di perairan. 39. Jawaban: c Anseriformes merupakan kelompok burung yang dapat berenang dan terdapat selaput di antara jari kaki, misal itik, angsa, dan entok. Galliformes merupakan kelompok burung yang mempunyai kaki untuk mengais dan berlari, misal ayam. Passeriformes merupakan kelompok burung yang bersuara merdu, misal burung ketilang dan burung cenderawasih. Coraciiformes merupakan kelompok burung yang berparuh besar, tungkai pendek, pemakan ikan, katak, dan lebah, misal burung rangkong. Columbiformes merupakan kelompok burung yang berparuh pendek, tembolok besar, dan sel epitelnya mudah mengelupas, misal burung merpati dan burung perkutut.

40. Jawaban: c Paus (Balaenotera borealis) dan lumba-lumba (Dolphinus delphis) merupakan Mammalia yang termasuk dalam ordo Cetacea (Mammalia yang hidup di air). Chiroptera merupakan Mammalia yang dapat terbang. Proboscidea merupakan Mammalia yang mempunyai belalai. Primata merupakan Mammalia yang matanya stereoskopik menghadap ke depan. Monotremata merupakan hewan Mammalia yang bertelur. B.

Uraian

1. Burung yang terdapat di kawasan Indonesia barat termasuk fauna daerah Oriental. Ciri-ciri burung yang termasuk fauna daerah Oriental yaitu tidak mempunyai bulu yang menarik, tetapi dapat berkicau. Contoh jalak bali (Leucopsar rothschildi). Adapun burung yang terdapat di kawasan Indonesia timur termasuk fauna daerah Australian. Ciri-ciri burung yang termasuk fauna daerah Australian yaitu memiliki warna yang beragam. Contoh cenderawasih merah (Paradisaea rubra). 2. a.

b.

Cara membuat kunci dikotomi sebagai berikut. 1) Membuat tabel atau diagram dari objek yang akan diidentifikasi. 2) Diagram terdiri atas dua karakter. 3) Mengubah diagram dalam bentuk pernyataan. Pembuatan kunci dikotomi dari tanaman mawar, rumput teki, srikaya, dan kembang merak sebagai berikut. 1) a. Daun tunggal . . . 2 b. Daun majemuk . . . 3 2) a. Bangun daun garis . . . rumput teki b. Bangun daun memanjang . . . srikaya 3) a. Anak daun duduk pada ibu tangkai daun . . . mawar b. Anak daun duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai daun . . . kembang merak

3. Equisetum debile dimasukkan dalam tumbuhan paku peralihan karena mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan tumbuhan paku homospora dan heterospora. Tumbuhan paku peralihan mempunyai ciri menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya (berjenis kelamin jantan dan betina).

4. Sporofil merupakan daun yang mengandung sporangium. Sporofil dapat berupa helaian dan ada juga yang membentuk kerucut. Sporofil berfungsi untuk reproduksi dan fotosintesis. Tropofil merupakan daun yang tidak mengandung sporangium. Tropofil hanya berfungsi untuk fotosintesis saja. 5. Azolla pinnata merupakan jenis tumbuhan yang mampu bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengikat nitrogen. Nitrogen inilah yang dapat menyuburkan tanah. 6. a.

b.

7. a.

b. c.

Tanaman eceng gondok dapat diolah menjadi pupuk organik. Tanaman eceng gondok mengandung banyak asam humat yang akan menghasilkan fitohormon pemacu pertumbuhan akar tanaman budi daya. Tanaman eceng gondok digunakan sebagai bahan dasar pembuatan beberapa kerajinan tangan. Bagian yang digunakan yaitu pangkal tangkai daun yang menggelembung. Bagian tersebut mengandung serat yang kuat sehingga cocok untuk membuat kerajinan tangan. Memiliki kutikula (lapisan lilin) pada permukaan atas daun sehingga dapat mengurangi penguapan. Memiliki buluh serbuk sari sebagai tempat jalannya sperma menuju sel telur. Biji mengandung embrio dan makanan cadangan

8. Ada dua macam polip pada Obelia, yaitu hidrant dan gonangium. Polip hidrant adalah polip yang bertugas mengambil dan mencerna makanan. Sementara itu, polip gonangium adalah polip yang melakukan perkembangbiakan aseksual. Polip gonangium menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa. 9. Platyhelminthes memiliki bentuk tubuh pipih seperti pita dan lunak. Nemathelminthes memiliki tubuh berbentuk silindris (bulat memanjang) dan permukaan tubuhnya ditutupi oleh kutikula. Annelida memiliki tubuh beruas-ruas berbentuk seperti cincin. 10. Luing dan lipan digolongkan dalam filum Arthropoda. Ciri-ciri Arthropoda sebagai berikut. a. Mempunyai tubuh simetri bilateral. b. Mempunyai kerangka luar dari zat tanduk. c. Tubuh terdiri dari 3 bagian, yaitu kepala, dada, dan perut. d. Kakinya beruas-ruas.

Biologi Kelas X

51

Bab IV Ekosistem

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b Komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen biotik (hidup) dan abiotik (mati). Contoh komponen biotik yaitu produsen (tumbuhan), konsumen (hewan), dan dekomposer (bakteri dan Fungi). 2. Jawaban: a Cahaya matahari secara tidak langsung menjadi energi utama seluruh makhluk hidup. Hal ini karena cahaya matahari sebagai sumber utama yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis. Adapun hasil fotosintesis ini sangat diperlukan oleh seluruh makhluk hidup baik hewan maupun manusia. 3. Jawaban: a a. Ekosistem adalah kesatuan komunitas (makhluk hidup) dengan lingkungan hidupnya (komponen abiotik) yang membentuk hubungan timbal balik. b. Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat pada suatu daerah yang sama. c. Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. d. Bioma adalah keseluruhan flora dan fauna dalam suatu daerah. e. Habitat adalah tempat hidup suatu organisme tertentu. 4. Jawaban: a Dari gambar grafik tampak bahwa semakin banyak (X) konsumen primer semakin banyak pula jumlah (Y) konsumen sekunder. Namun, apabila jumlah konsumen primer menurun maka jumlah konsumen sekunder juga menurun. 5. Jawaban: b Produsen membutuhkan karbon dioksida untuk melakukan proses fotosintesis. Apabila jumlah karbon dioksida berkurang maka produsen tidak dapat melakukan fotosintesis. Sementara itu, pengurai, herbivora, karnivora, dan detritivor juga akan mengalami dampaknya, tetapi tidak secara langsung. 6. Jawaban: a Suatu organisme dikatakan satu spesies dengan organisme lain apabila kedua organisme tersebut

52

Kunci Jawaban dan Pembahasan

melakukan perkawinan akan menghasilkan keturunan yang fertil (tidak mandul). Adapun pilihan yang lain bukan merupakan syarat dapat dikelompokkannya suatu organisme ke dalam satu spesies dengan organisme lain. 7. Jawaban: c Populasi adalah kumpulan beberapa individu yang berada dalam suatu daerah tertentu. Jadi, kumpulan beberapa ekor harimau yang berada di dalam hutan membentuk populasi harimau. 8. Jawaban: a Persebaran organisme di ekosistem danau ditentukan oleh intensitas cahaya, temperatur, oksigen terlarut dalam air, dan materi organik terlarut. Daerah yang intensitas cahayanya tinggi, temperaturnya tidak ekstrim, kadar oksigen terlarutnya dalam air tinggi, dan materi organik terlarutnya banyak biasanya memiliki keanekaragaman makhluk yang hidup tinggi. 9. Jawaban: e Komunitas yaitu berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat pada suatu daerah yang sama. Jadi, interaksi antara berbagai organisme dengan spesies yang sama dan juga dengan spesies yang berbeda akan membentuk komunitas. Sementara itu, individu yaitu makhluk hidup tunggal. Populasi yaitu sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. Ekosistem merupakan kesatuan komunitas dengan lingkungan hidupnya yang membentuk hubungan timbal balik. 10. Jawaban: b Pilihan a merupakan definisi dari nisia. Pilihan c merupakan definisi dari populasi. Pilihan d merupakan definisi dari komunitas. Pilihan e merupakan definisi dari biosfer. 11. Jawaban: b Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. Jadi, di dalam suatu populasi terdapat interaksi antarindividu satu spesies. 12. Jawaban: a Faktor-faktor yang memengaruhi dinamika populasi sehingga ukuran populasi berubah yaitu faktor abiotik, biotik, laju kelahiran, kematian, jumlah imigrasi, dan jumlah emigrasi. Kematian dan emigrasi memperkecil ukuran populasi. Suatu populasi tidak akan memengaruhi suatu ekosistem jika jumlah populasi stabil. Namun, fenomena seperti ini hanya berlaku untuk waktu tertentu saja.

13. Jawaban: e Beberapa makhluk hidup dapat dikelompokkan ke dalam satu populasi apabila memiliki spesies yang sama. Pilihan a, b, dan c masih memungkinkan terjadi perbedaan spesies jadi bukan merupakan populasi. Pilihan d jenis kelamin dan umur bukan merupakan syarat untuk menjadi satu anggota populasi.

hidup yang lain. Contoh interaksi antara jamur Penicillium dengan bakteri. Adapun anggrek yang menumpang pada pohon mangga dan ikan remora yang selalu berada di dekat ikan hiu termasuk simbiosis komensalisme. Cacing perut dalam tubuh manusia termasuk simbiosis parasitisme dan singa yang memangsa kambing termasuk predasi.

14. Jawaban: a Jamur dan bakteri merupakan organisme dekomposer (pengurai). Dekomposer merupakan organisme yang menguraikan sisa-sisa organisme untuk memperoleh makanan atau bahan organik yang diperlukan. Penguraian memungkinkan zat-zat organik yang kompleks terurai menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Zatzat yang lebih sederhana kemudian dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen.

19. Jawaban: b Kompetisi untuk menjadi spesies yang dominan di suatu habitat merupakan kompetisi yang terjadi antara dua populasi yang berbeda spesies.

15. Jawaban: b Dekomposer atau pengurai mampu merombak organisme yang telah mati atau bangkai. Adanya dekomposer memungkinkan zat-zat organik kompleks terurai menjadi zat-zat yang lebih sederhana. 16. Jawaban: b Tanaman anggrek (a) hidup secara simbiosis komensalisme. Kantong semar (c) dan tumbuhan paku (e) hidup secara mandiri, berdiri sendiri. Jamur (b) hidup sebagai saprofit, yaitu memperoleh makanan dengan menguraikan organisme yang telah mati. Raflesia (d) hidup secara parasit pada tumbuhan inangnya. 17. Jawaban: c Parasitisme yaitu interaksi antara dua spesies, spesies satu diuntungkan sementara spesies yang lain dirugikan. Contoh hubungan antara benalu dengan pohon mangga. Adapun mutualisme yaitu hubungan antara dua organisme yang sama-sama diuntungkan. Komensalisme yaitu hubungan antara dua organisme, yang satu diuntungkan yang lain tidak dirugikan. Antibiosis yaitu interaksi antara makhluk hidup, salah satu makhluk hidup mengeluarkan zat antibiotik yang dapat membahayakan makhluk hidup lain. 18. Jawaban: a Antibiosis adalah interaksi antara makhluk hidup, salah satu makhluk hidupnya mengeluarkan zat antibiotik yang dapat membahayakan makhluk

20. Jawaban: d Hubungan/interaksi antara dua kelompok organisme yang memiliki jenis makanan sama dinamakan kompetisi. Adapun simbiosis yaitu hidup bersama antara dua spesies yang berbeda. Predasi yaitu interaksi dua spesies yang berperan sebagai pemangsa dan mangsa. Parasitisme yaitu interaksi antara dua spesies, satu spesies diuntungkan dan yang lain dirugikan. Komensalisme adalah interaksi antara dua spesies, yang satu diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan. B.

Uraian

1. a. b.

Ekosistem adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antarmakhluk hidup dengan lingkungannya. Komponen biotik yang menyusun ekosistem tersebut sebagai berikut. 1) Tumbuhan dan rumput yang berperan sebagai produsen. 2) Hewan seperti burung, zebra, ular, katak, belalang, dan tupai yang berperan sebagai konsumen. Komponen abiotik yang menyusun ekosistem tersebut yaitu: 1) tanah, 2) udara, 3) cahaya matahari, 4) pH, dan 5) suhu.

2. Suhu berperan penting dalam menunjukkan spesies pada saat tertentu karena makhluk hidup mempunyai batas suhu maksimal, minimal, dan optimal. Hal ini mengakibatkan ada organisme yang mampu beradaptasi dan hidup pada suhu ± 200°C, misal spora dan biji tumbuhan. Ada pula yang mampu bertahan hidup pada suhu 100°C, misal bakteri dan ganggang.

Biologi Kelas X

53

3. Produsen adalah makhluk hidup yang mampu menyintesis makanan sendiri dari bahan anorganik menjadi bahan organik dengan bantuan cahaya matahari, contoh tumbuhan. Adapun konsumen adalah makhluk hidup yang tidak dapat menyintesis makanannya sendiri, contoh hewan dan manusia. 4. Jumlah suatu populasi dapat mengalami perubahan. Jumlah sopulasi dapat berubah karena adanya kematian dan kelahiran individu anggota populasi serta adanya perpindahan anggota populasi. 5. Saat masih tersedia makanan (rumput) yang melimpah, interaksi yang terjadi yaitu netral. Netral berarti hubungan antarindividu saling lepas atau tidak saling memengaruhi. Namun, saat persediaan makanan mulai menipis akan terjadi interaksi kompetisi. Kompetisi adalah jenis interaksi antarorganisme yang saling bersaing untuk dapat bertahan hidup, misal bersaing untuk memperebutkan makanan. 6. Jika dalam sebuah ekosistem tidak terdapat dekomposer maka dalam ekosistem tersebut akan dipenuhi sampah. Hal ini karena dalam ekosistem tersebut tidak ada organisme yang menguraikan sampah-sampah tersebut. 7. a.

1) 2)

3)

b.

1)

2)

54

Simbiosis mutualisme, yaitu interaksi antara burung jalak dan kerbau yang saling menguntungkan. Simbiosis komensalisme yaitu interaksi antara tumbuhan lumut dan sebuah pohon. Lumut diuntungkan karena mendapat tempat hidup. Namun, pohon juga tidak dirugikan karena tumbuhan lumut mampu melakukan fotosintesis sehingga tidak mengambil makanan dari pohon. Simbiosis parasitisme, yaitu interaksi antara raflesia dengan pohon inangnya. Pohon inang dirugikan karena raflesia mengambil makanan dari pohon inang, sehingga dari hubungan ini raflesia diuntungkan. Contoh simbiosis mutualisme yaitu interaksi antara kupu-kupu dan bunga mawar. Kupu-kupu mendapatkan nektar dari bunga mawar dan bunga mawar terbantu penyerbukannya. Jadi, kupukupu dan bunga mawar sama-sama diuntungkan. Contoh simbiosis komensalisme yaitu interaksi antara anggrek dengan pohon jeruk. Anggrek diuntungkan karena mendapat tempat hidup sedangkan pohon jeruk tidak dirugikan.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8. a. b.

Organisme pada gambar adalah jamur. Jamur berperan sebagai dekomposer yaitu menguraikan organisme yang telah mati. Bakteri.

9. Antarmakhluk hidup (organisme) saling berinteraksi demi kelangsungan hidupnya. Setiap individu sejenis saling berinteraksi membentuk populasi. Antarpopulasi saling berinteraksi sehingga terbentuk komunitas. Antarkomunitas saling berinteraksi sehingga tercipta kehidupan yang seimbang. 10. Interaksi antara bakteri dan tumbuhan Leguminosae termasuk simbiosis mutualisme. Dalam interaksi ini, bakteri mendapat tempat hidup dan tumbuhan Leguminosae mendapatkan nitrat sebagai sumber nitrogen dalam tanah. Jadi, interaksi keduanya bersifat saling menguntungkan.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b Awan panas dan banjir lahar telah meluluhlantakkan ekosistem hutan di kawasan Gunung Merapi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hutan yang semula dihuni berbagai macam vegetasi kini tinggal hamparan pasir yang luas. Kondisi seperti itu dinamakan suksesi primer. Peristiwa tersebut bukan termasuk suksesi sekunder karena komunitas lama sudah betul-betul hilang. 2. Jawaban: a Organisme pionir adalah organisme pertama yang membentuk koloni di daerah yang mengalami suksesi. Spesies pionir memiliki batas toleransi yang luas terhadap variasi lingkungan. Spesies pionir biasanya toleran terhadap keadaan ekstrim, misal suhu dan ketersediaan air. Beberapa organisme yang mampu bertahan pada kondisi tersebut adalah Protozoa, Cyanobacteria, ganggang, lumut, dan lumut kerak. 3. Jawaban: c Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk komunitas baru. Sementara itu, suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan, tetapi hanya mengakibatkan rusaknya sebagian komunitas. Komunitas klimaks, komunitas seimbang, dan keseimbangan ekosistem merupakan hasil akhir dari suksesi.

4. Jawaban: d Akhir proses suksesi adalah terbentukya komunitas klimaks, yaitu suatu komunitas yang seimbang. Adapun urutan organisme yang muncul adalah lichenes (sebagai tumbuhan perintis) → lumut → rumput → perdu → pohon. 5. Jawaban: c Bioma adalah satuan daerah daratan yang luas di bumi, dengan sejenis tumbuhan yang dominan. Homeostasis adalah bersifat kesetimbangan. Suksesi primer yaitu suatu komunitas yang mendapat gangguan sehingga mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru. 6. Jawaban: e Amfibi contohnya katak. Hewan ini jarang ditemui di daerah gurun karena katak biasa hidup di tempat berair. 7. Jawaban: a Hutan mangrove – mangrove Padang rumput – rumput Hutan tropis – pohon-pohon berkayu berdaun lebar Gurun – kaktus dengan ciri pohon berdaun sempit, tebal, dan berduri. 8. Jawaban: c a. Bioma tundra ditandai dengan perubahan musim panas ke musim dingin berlangsung secara cepat dan terdapat di daerah sekitar kutub. b. Bioma padang rumput ditandai curah hujan antara 250–750 mm. c. Bioma hutan gugur ditandai dengan adanya empat musim, curah hujan 750–1.500 mm. d. Bioma hutan taiga didominasi dengan musim dingin dengan suhu rendah. 9. Jawaban: a Hutan hujan tropis memiliki curah hujan tinggi, matahari bersinar sepanjang tahun sehingga hutan ini memiliki vegetasi yang sangat lebat dengan keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Berbeda dengan hutan gugur. Hutan ini didominasi oleh tumbuhan yang berdaun lebar. Adapun taiga didominasi oleh konifer dan pinus. Tundra didominasi oleh lumut kerak dan Sphagnum. Gurun didominasi oleh tumbuhan menahun bersifat xerofit seperti kaktus. 10. Jawaban: d Bioma taiga mempunyai karakteristik sebagai berikut. 1) Suhu pada musim dingin sangat rendah. 2) Vegetasinya adalah pohon konifer. 3) Hewan khasnya moose (Axes sp.).

4)

Pertumbuhan tanaman berlangsung antara 3–6 bulan. Curah hujan tinggi dan tinggi pohon dapat mencapai 30–40 meter merupakan ciri-ciri bioma hutan hujan tropis. 11. Jawaban: e Bioma hutan hujan tropis disebut pula bioma hutan basah. Adapun ciri-ciri bioma tersebut sebagai berikut. 1) Curah hujan tinggi (2.000–4.500 mm/tahun). 2) Keadaan dalam hutan lembap dengan suhu sekitar 25° C. 3) Vegetasi tebal dengan ketinggian pohon antara 20–40 m. 4) Tumbuhan khas dan yang mendominasi yaitu liana (tumbuhan merambat) dan epifit (tumbuhan menempel). 12. Jawaban: e Banyak tumbuhan berdaun lebar mendominasi bioma hutan gugur bukan hutan hujan tropis. 13. Jawaban: c Daerah fotik merupakan daerah yang dapat ditembus oleh cahaya matahari. Oleh karena itu, daerah ini banyak terdapat komponen biotik berupa produsen. Produsen (tumbuhan) memerlukan cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis. Produsen ini tidak dapat hidup di daerah afotik karena tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Selain itu, produsen juga tidak dapat hidup di daerah termoklin karena di daerah tersebut mengalamai perubahan suhu yang drastis. Produsen juga tidak dapat hidup di daerah hadal dan abisal karena keduanya termasuk daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. 14. Jawaban: d Berdasarkan kedalaman dan adanya komunitas tumbuhan dan hewan, danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut. 1) Litoral, dihuni oleh ganggang dan tumbuhan yang akarnya dapat mencapai dasar perairan, siput, serangga, dan ikan. 2) Limnetik, dihuni oleh berbagai fitoplankton dan zooplankton. 3) Profundal, dihuni oleh cacing dan mikrobia. 4) Bentik, merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. 15. Jawaban: c Hewan yang biasa ada di padang rumput di antaranya sebagai berikut. a. Zebra, jerapah, dan gajah (herbivora) b. Bison, singa, dan anjing liar (karnivora) c. Ular (hewan melata) d. Capung (serangga terbang) Biologi Kelas X

55

16. Jawaban: a Berdasarkan kebiasaan hidup dalam air, organisme air tawar dibedakan atas 5 macam sebagai berikut. a. Plankton: organisme yang bergerak pasif mengikuti arus air. b. Nekton: organisme yang bergerak aktif berenang. c. Neuston: organisme yang beristirahat mengapung di permukaan. d. Bentos: organisme yang bergerak merayap atau melekat di dasar. e. Perifiton: organisme yang melekat pada batang, akar, dan daun/permukaan benda lain. 17. Jawaban: a • Daerah litoral banyak dihuni oleh ganggang, siput, serangga air, ikan, amfibi, ular, dan itik. • Limnetik dihuni oleh fitoplankton dan zooplankton. • Profundal dihuni oleh cacing dan mikrobia. • Bentik terdapat bentos dan sisa-sisa organisme mati. 18. Jawaban: a Berdasarkan kedalamannya, ekosistem danau dibedakan menjadi empat daerah yaitu litoral, limnetik, profundal, dan bentik. Litoral yaitu daerah dangkal dan cahaya matahari dapat sampai ke dasar perairan. Daerah litoral dihuni oleh ganggang, siput, ikan, dan serangga air. Limnetik yaitu daerah terbuka dan cahaya matahari hanya dapat menembus kedalaman tertentu.Daerah limnetik dihuni oleh berbagai fitoplankton dan zooplankton. Profundal yaitu daerah yang cukup dalam dan tidak dapat terjangkau cahaya matahari. Profundal dihuni oleh cacing dan mikrobia. Bentik merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. Bentos yaitu organisme yang bergerak secara merayap atau melekat di dasar perairan dan hidup di dasar perairan. 19. Jawaban: c Ikan yang hidup di laut beradaptasi dengan cara sebagai berikut. a. Banyak minum. b. Mengeluarkan sedikit urine. c. Garam-garam secara aktif dikeluarkan melalui insang. d. Air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus. e. Pengeluaran air terjadi secara osmosis.

56

Kunci Jawaban dan Pembahasan

20. Jawaban: d Plankton-plankton banyak ditemukan di daerah limnetik. Jadi, ikan-ikan pemakan plankton juga banyak ditemukan di daerah limnetik. B.

Uraian

1. Komunitas klimaks adalah suatu komunitas terakhir dan stabil yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. Komunitas klimaks dapat terbentuk setelah suatu komunitas mengalami suksesi akhir, yaitu setelah mengalami perubahan dalam waktu tertentu dan mengarah membentuk lingkungan yang teratur dan stabil. 2. Macam suksesi: a. suksesi primer, dan b. suksesi sekunder Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru. Suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan tetapi hanya mengakibatkan rusaknya sebagian komunitas. 3. Organisme pionir yaitu suatu organisme yang keberadaannya mengawali suatu komunitas setelah komunitas tersebut mengalami suksesi primer. Kelebihan organisme pionir yaitu memiliki batas toleransi yang luas terhadap lingkungan. Jadi, organisme ini mampu bertahan hidup dalam keadaan ekstrim yaitu suhu yang terlalu tinggi atau rendah maupun kurangnya persediaan air. 4. Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang labil dan berlumpur, tumbuhan bakau mempunyai akar-akar yang banyak, rapat, dan kuat. Sementara itu, untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berkadar oksigen rendah, tumbuhan bakau mempunyai akar napas yang berfungsi untuk mengisap oksigen langsung dari udara. 5. Karena di bioma tundra terdapat perubahan musim dari panas ke dingin secara cepat. Pada musim panas yang panjang keadaannya terang terus-menerus, sedangkan pada musim dingin yang panjang keadaannya gelap terus-menerus. Jadi, tumbuhan yang dapat hidup adalah tumbuhan semusim yang masa pertumbuhannya sangat pendek dan berbunga serempak dengan warna yang mencolok. Tumbuhan semusim ini ukurannya relatif pendek. 6. Tumbuhan gurun tidak berdaun, jika berdaun berukuran kecil menyerupai duri, batangnya tebal untuk menyimpan air, dan berakar panjang. Akar yang panjang untuk menjangkau sumber air.

7. Bioma yang didominasi pohon-pohon yang berdaun lebar dan menggugurkan daunnya pada musim dingin termasuk bioma hutan gugur (Decidous). Ciri bioma hutan gugur yaitu terdapat di daerah iklim sedang dengan empat musim yaitu musim dingin, panas, gugur, dan semi. Curah hujan antara 750–1.500 mm per tahun. 8. Ekosistem Air Laut

Ekosistem Air Tawar

a. Salinitas air

Tinggi

Rendah

b. Suhu

Bervariasi Suhu permukaan lebih tinggi dibandingkan dengan suhu di kedalaman

Tidak bervariasi

c. Faktor iklim dan cuara

Tidak terlalu memengaruhi

Memengaruhi

9. Daerah pantai merupakan daerah perbatasan antara ekosistem laut dan ekosistem darat. Oleh karena adanya hempasan gelombang dan embusan angin, pasir di pantai membentuk gundukan ke arah darat. Dengan adanya gundukan pasir tersebut memungkinkan terbentuknya hutan pantai. 10. • • •

A.

Fotik yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari. Twilight yaitu daerah remang-remang dalam laut, tidak efektif untuk aktivitas fotosintesis. Afotik yaitu daerah laut yang tidak tembus cahaya matahari.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a Trofik kedua adalah konsumen tingkat I. Dari jaring-jaring makanan pada soal, yang berperan sebagai konsumen tingkat I sebagai berikut. a. Tumbuhan → serangga → burung → elang Konsumen tingkat I

b.

Tumbuhan → ulat → laba-laba → burung Konsumen → burung → elang

c.

Tumbuhan → kelinci → elang

tingkat I Konsumen tingkat I

Jadi, organisme yang berada pada tingkat tropik kedua adalah serangga, ulat, dan kelinci. 2. Jawaban: a Konsumen primer adalah organisme pemakan produsen (konsumen I). Organisme yang berperan sebagai konsumen primer pada jaringjaring makanan tersebut yaitu ayam, sapi, dan

ikan. Sementara itu, jagung, rumput, dan rumput laut berperan sebagai produsen. Manusia berperan sebagai konsumen sekunder yaitu organisme pemakan konsumen primer. 3. Jawaban: c Jaring-jaring makanan pada gambar tersusun atas 4 rantai makanan berikut. a. Tumbuhan → serangga → katak → ular → elang b. Tumbuhan → kelinci → elang c. Tumbuhan → tikus → ular → elang d. Tumbuhan → tikus → elang Hewan yang berperan sebagai konsumen sekunder adalah katak, elang, dan ular. Kelinci dan tikus berperan sebagai konsumen primer. Jumlah hewan yang dimangsa biasanya lebih banyak dibandingkan hewan pemangsa. Jadi, jumlah serangga lebih banyak daripada jumlah ular. 4. Jawaban: d Dalam suatu rantai makanan akan terjadi peristiwa makan dan dimakan dengan urutan produsen (rumput) dimakan konsumen I yang berupa herbivora (belalang). Konsumen I kemudian dimakan konsumen II berupa karnivora. Konsumen II akan dimakan oleh karnivora III. Jika karnivora III mati akan dimakan oleh detritivor. 5. Jawaban: b Pada piramida cacah jumlah tumbuhan belum tentu lebih banyak dari organisme herbivora. Namun, jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada jumlah karnivora tingkat 1. Karnivora tingkat 1 lebih banyak daripada karnivora tingkat 2. 6. Jawaban: d Besar energi yang hilang: 90 100

× 15.000 kJ = 13.500 kJ

Energi yang diterima oleh konsumen primer sebesar : 15.000 kJ – 13.500 kJ = 1.500 kJ Besar energi yang hilang: 90 100

× 1.500 kJ = 1.350 kJ

Energi yang diterima oleh konsumen sekunder sebesar: 1.500 – 1.350 = 150 kJ Besar energi yang hilang: 90 100

× 150 kJ = 135 kJ

Energi yang diterima oleh konsumen tersier sebesar: 150 – 135 = 15 kJ Biologi Kelas X

57

7. Jawaban: a Padi berperan sebagai produsen. Tikus, ular, dan elang berperan sebagai konsumen. Pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa organisme untuk memperoleh makanan atau bahan organik yang diperlukan. Untuk menciptakan ekosistem yang stabil, produsen harus memiliki populasi yang terbesar. 8. Jawaban: b Aliran energi diawali dari sumber energi berupa produsen kemudian konsumen I, konsumen II, dan seterusnya. Contohnya : a. Fitoplankton → Crustaceae → lumba-lumba → paus pembunuh. b. Fitoplankton → zooplanton → lumba-lumba → paus pembunuh. c. Fitoplankton → ikan-ikan kecil → cumi-cumi → saprofit. d. Fitoplankton → ikan-ikan kecil → ikan-ikan besar → anjing laut. 9. Jawaban: a Dalam suatu rantai makanan diperkirakan hanya 10% energi yang ditransfer dan disimpan sebagai biomassa. Jadi, sekitar 90% energi yang tersedia pada suatu tingkat trofik tidak disimpan pada tingkat trofik berikutnya. Energi tersebut hilang sebagai panas saat digunakan untuk kegiatan hidup. Semakin pendek sebuah rantai makanan, semakin sedikit kehilangan energi yang dapat digunakan. 10. Jawaban: e A = konsumen tingkat I B = produsen C = konsumen tingkat I D = konsumen tingkat II E = konsumen tingkat II F = dekomposer 11. Jawaban: a Energi terbesar dialirkan dari produsen ke konsumen I. Hal ini tampak dari padi → serangga. 12. Jawaban: d Pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem disebut sebagai produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri atas produktivitas primer dan produktivitas sekunder. Produktivitas primer adalah kecepatan energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik oleh organisme autotrof. Sementara itu, produktivitas sekunder adalah kecepatan energi kimia mengubah bahan organik menjadi simpanan energi kimia baru oleh organisme heterotrof.

58

Kunci Jawaban dan Pembahasan

13. Jawaban: c Dalam suatu jaring-jaring makanan apabila konsumen I (zooplankton) jumlahnya berkurang maka konsumen II (udang kecil) akan kekurangan makanan. Akibatnya, jumlah konsumen II menurun karena mati kekurangan makanan. 14. Jawaban: d Dari soal tersebut dapat dibuat jaring-jaring makanan berikut. Padi → serangga → katak → burung  → tikus → ular ←

Dari jaring-jaring makanan tersebut tampak bahwa ular berperan sebagai konsumen sekunder dan tersier. 15. Jawaban: b Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (terdapat pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati akan diuraikan oleh dekomposer menjadi fosfat anorganik (X). Fosfat anorganik tersebut kemudian diserap oleh akar tumbuhan. 16. Jawaban: d Azotobacter berperan dalam daur nitrogen yaitu sebagai pengikat nitrogen. 17. Jawaban: b Di ekosistem air, pertukaran CO2 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3) yang akan terurai menjadi ion karbonat. Namun, saat organisme air berespirasi, CO2 yang dikeluarkan akan berikatan dengan molekul air membentuk asam karbonat. Asam karbonat dapat berionisasi menjadi ion bikarbonat. 18. Jawaban: a Meskipun sebagian besar atmosfer terdiri atas nitrogen bebas (N 2) tetapi tumbuhan hanya mampu menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3–). 19. Jawaban: a Siklus air berlangsung karena adanya pemanasan air laut, danau, dan sungai oleh sinar matahari secara terus-menerus. Air tersebut berevaporasi kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. Air yang berpresipitasi di antaranya diintersepsi oleh tanaman. Tanaman merupakan komponen makhluk hidup.

20. Jawaban: d Fosfor sangat diperlukan oleh setiap organisme. Fosfor terdapat di dalam tanah. Tumbuhan mengambil fosfor dari dalam tanah yang merupakan unsur hara. Hewan herbivora memakan tumbuhan sehingga memperoleh fosfor dari tumbuhan. Dengan demikian, terjadi aliran materi yang berupa fosfor dari rumput ke hewan herbivora. B.

c.

Tidak. Manusia tidak menyimpan energi terbanyak. Penyimpan energi terbanyak yaitu tumbuhan. Hal ini karena manusia berada pada piramida puncak. Menurut piramida energi semakin ke puncak tingkat trofik semakin sedikit produktivitasnya. Oleh karena itu, energi yang tersimpan juga semakin sedikit.

6. a.

Burung elang

Uraian

1. a.

Ular

Salmon (1,7 gm–2) Zooplankton (21,0

Fitoplankton (4,0 gm–2)

2. a. b. 3. a. b.

c.

Biomassa fitoplankton lebih rendah dari zooplankton karena jumlah fitoplankton lebih sedikit dari zooplankton. Tanaman buah ® lalat hijau ® kumbang ® burung Produsen: tanaman buah Konsumen sekunder: kumbang Komponen biotik: tumbuhan dan hewan. Komponen abiotik: tanah dan udara. Contoh produsen: rumput. Contoh konsumen: belalang. Contoh dekomposer: bakteri. Rumput → belalang → burung kecil → elang    →

4. a.

Tikus

bakteri

→  

b.

Elang dan ulat Bebek dan bangau Ikan dan udang Ganggang dan tanaman air

b.

5. a. b.

Katak

gm–2)

Apabila penangkapan udang dan ikan semakin meningkat maka populasi udang dan ikan menurun. Menurunnya populasi udang dan ikan akan mengakibatkan populasi bebek dan bangau juga menurun. Dengan demikian, populasi ular dan burung elang juga akan menurun. Sebaliknya, populasi ganggang dan tanaman air akan terus meningkat. Peningkatan populasi ganggang dan tanaman air yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif, misal terjadinya pendangkalan danau. Komponen yang berperan sebagai produsen yaitu jagung dan fitoplankton. Cahaya matahari.

Capung

Belalang

Padi b.

Cara membasmi hama belalang secara bijaksana tanpa merusak lingkungan caranya dengan menambah jumlah populasi katak, sehingga hewan pemakan belalang pun bertambah. Akibatnya, jumlah populasi belalang pun menurun.

7. Berkurangnya energi yang terjadi di setiap trofik karena hal-hal berikut. a. Hanya sebagian makanan yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya. b. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicerna sehingga tidak bisa digunakan tubuh. c. Sebagian makanan dikeluarkan sebagai sampah. 8. Pada masa pertumbuhan, tanaman memerlukan sumber nitrogen yang cukup banyak. Tanaman kacang tanah memperoleh nitrogen dari udara yang merupakan hasil aktivitas bakteri yang hidup di bintil akar kacang tanah. Dengan demikian, sumber nitrogen yang diperoleh kacang tanah lebih besar dibanding yang diperoleh benih padi yang hanya menyerap nitrogen dari pupuk. Pemakaian nitrogen yang lebih tinggi akan mempercepat pertumbuhan pada tanaman kacang dibanding tanaman padi. 9. a. Siklus nitrogen. b. 1) Denitrifikasi 2) Bakteri denitrifikasi 3) Karena proses ini merombak ion nitrat menjadi nitrogen. Nitrogen yang dihasilkan dari tanah akan menuju atmosfer sehingga tanah kekurangan nitrogen. Akibatnya, tanaman tumbuh kerdil.

Biologi Kelas X

59

c.

P yaitu dekomposer. Dekomposer berperan merombak organisme yang telah mati menjadi materi anorganik yang dibutuhkan oleh tumbuhan.

10. a.

X merupakan proses transpirasi. Y merupakan proses evaporasi. Siklus air diawali dengan tumbuh-tumbuhan yang mengalami transpirasi (penguapan). Selain itu, air yang ada di laut, sungai, danau juga mengalami penguapan melalui proses evaporasi. Selanjutnya uap air terkumpul di awan hingga awan jenuh dengan uap air. Akhirnya, turunlah titik-titik air dalam bentuk hujan. Air hujan mengalir ke dalam tanah menjadi air tanah. Selain itu, air hujan akan jatuh ke sungai. Selanjutnya, air tanah dan air hujan akan mengalir ke laut.

b.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d Ekosistem buatan yang dibuat Raihan tidak terdapat cahaya matahari sehingga ganggang tidak dapat melakukan fotosintesis. Akibatnya lama-kelamaan ganggang bisa mati. Jika ganggang mati, suplai oksigen dalam air tidak ada. Akibatnya, ikan-ikan tidak dapat hidup karena kekurangan oksigen. Selain itu, dalam ekosistem tersebut juga tidak terdapat mikroba pembusuk. Akibatnya, kotoran-kotoran ikan tidak dapat diuraikan sehingga dapat mencemari air. 2. Jawaban: a Suatu ekosistem tersusun dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik terdiri atas produsen, konsumen, pengurai, dan dekomposer. Komponen abiotik di antaranya yaitu cahaya matahari, salinitas, pH tanah, kelembapan, dan suhu. 3. Jawaban: e Infeksi parasit merupakan faktor yang mengakibatkan menurunnya jumlah populasi suatu spesies. • Predator merupakan pemangsa. • Kompetisi merupakan suatu jenis hubungan antara dua organisme yang saling bersaing karena memiliki kebutuhan yang sama. • Dekomposisi tanah merupakan proses penguraian tanah. • Jumlah spesies merupakan faktor yang menentukan kepadatan populasi.

60

Kunci Jawaban dan Pembahasan

4. Jawaban: d Faktor abiotik meliputi segala sesuatu yang bersifat tidak hidup yang dapat memengaruhi keadaan lingkungan atau ekosistem. Contoh salinitas, pH, dan topografi. Adapun predator, detritivor, dan dekomposer merupakan faktor biotik yang menyusun suatu ekosistem. 5. Jawaban: a Pilihan b merupakan simbiosis komensalisme. Pilihan c merupakan simbiosis komensalisme. Pilihan d merupakan simbiosis parasitisme. Pilihan e merupakan contoh predasi. 6. Jawaban: b Dari diagram tampak bahwa belalang sembah dan burung kecil sama-sama memangsa ulat. Hubungan seperti ini dinamakan kompetisi karena dalam lingkungan yang sama kedua makhluk hidup tersebut memperebutkan satu jenis makanan. Selain itu, juga tampak bahwa belalang sembah dimakan oleh burung kecil. Hubungan seperti ini dinamakan predasi. Burung kecil sebagai predator bagi belalang sembah. 7. Jawaban: d Dari diagram tampak bahwa apabila spesies T dalam jumlah banyak maka spesies U berjumlah sedikit, demikian pula sebaliknya. Hal ini karena keduanya berkompetisi untuk memperoleh makanan dari sumber makanan yang sama. Contoh kompetisi antara sapi dan kerbau di tanah lapang yang berumput. Mereka berkompetisi untuk memperoleh rumput sebagai makanannya. 8. Jawaban: b Kompetisi di antara anggota tikus yaitu persaingan untuk memperebutkan sesuatu misal makanan dalam satu populasi. Jadi, semakin banyak anggota populasi itu, semakin besar kompetisi daya saingnya. 9. Jawaban: d Tanaman bakau hidup di daerah rawa-rawa yang berlumpur sehingga airnya mengandung sedikit oksigen. Tanaman ini memiliki akar napas untuk memenuhi kebutuhan oksigennya. Akar napas ini berada di permukaan tanah yang berlumpur. 10. Jawaban: c 1) Abisal merupakan daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2.000 m. Daerah ini gelap sehingga tidak terdapat produsen. 2) Batial merupakan daerah laut yang kedalamannya 200–2.000 m, tidak terdapat produsen, dan hanya terdapat nekton. 3) Afotik merupakan daerah tidak tembus cahaya matahari. 4) Termoklin yaitu daerah yang sering terjadi perubahan suhu secara drastis.

11. Jawaban: c Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru. Suksesi primer diawali tumbuhnya organisme pionir berupa lumut kerak. Lumut kerak melapukkan batuan menjadi tanah sederhana. Lumut kerak yang mati akan diuraikan oleh pengurai menjadi zat anorganik. Zat anorganik akan menambah nutrien pada tanah. Benih yang jatuh pada tanah tersebut akan tumbuh subur. Setelah itu akan tumbuh rumput, semak, perdu, dan pepohonan. Hewan-hewan pun akan mulai masuk dalam ekosistem baru itu. Akhirnya terbentuklah komunitas klimaks atau ekosistem seimbang. 12. Jawaban: a Ciri-ciri hutan hujan tropis basah sebagai berikut. a. Curah hujan tinggi dan merata sepanjang tahun. b. Kelembapannya tinggi dan suhu hampir konstan sekitar 25°C. c. Tumbuhan berupa pohon-pohon besar dengan kanopi yang lebar, epifit (anggrek), dan merambat (rotan). d. Hewan-hewannya berupa unggas, Invertebrata, kera, burung, dan harimau. 13. Jawaban: b Gambar di atas menunjukkan tahap-tahap suksesi primer. Pada awal suksesi primer hanya terdapat gurun atau padang pasir. Selanjutnya, tumbuh lumut di bebatuan. Lumut itu akan melapukkan batuan menjadi tanah. Setelah terbentuk tanah, tumbuhlah rumput, semak, perdu, dan pohon. Akhirnya terbentuklah ekosistem seimbang yang dipenuhi oleh pohonpohon besar. 14. Jawaban: e Terumbu karang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Di terumbu karang banyak dihuni oleh hewan laut yang beraneka ragam. Selain itu, juga dihuni oleh berbagai macam Algae. Hal ini karena terumbu karang terdapat di perairan dangkal dan jernih serta masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga termasuk daerah hangat dengan suhu lebih dari 22°C. 15. Jawaban: a Salah satu ciri bioma sabana adalah mempunyai kuantitas vegetasi cukup tinggi (dalam hal ini rumput) sehingga pada bioma ini banyak ditemukan fauna termasuk predator.

16. Jawaban: a Bioma gurun terdapat di daerah tropik dan berbatasan dengan bioma padang rumput. Di bioma gurun, pancaran sinar matahari sangat panas sehingga kecepatan evaporasinya lebih tinggi daripada kecepatan presipitasinya. 17. Jawaban: b Tumbuhan menahun yang hidup pada bioma gurun mempunyai ciri-ciri daunnya kecil atau telah menjadi sisik dan terdapat jaringan spons dalam batang. Jaringan ini berfungsi untuk menyimpan persediaan air. 18. Jawaban: a 50 1000

× 100% = 5%

Jadi, energi makanan yang diserap oleh sapi sebesar 5%. 19. Jawaban: d I II III IV V

→ konsumen IV → konsumen III → konsumen II → konsumen I → produsen

Herbivora merupakan hewan pemakan tumbuhan (produsen). Jadi, herbivora ditunjukkan oleh angka IV. 20. Jawaban: b Herbivora merupakan hewan pemakan tumbuhan. Contoh berudu dan larva serangga. Karnivora merupakan hewan pemakan hewan. Contoh ikan kecil, ikan besar, kumbang air, kutu air, dan katak. 21. Jawaban: d Diagram pada soal menggambarkan aliran energi materi, S dan R merupakan aliran energi. Aliran energi berlangsung pada rantai makanan. Adapun P dan Q merupakan aliran materi. 22. Jawaban: e a. Burung merupakan konsumen II dengan rantai makanan berikut. rumput – cacing tanah – burung – manusia b. Burung merupakan konsumen III dengan rantai makanan berikut. rumput – cacing tanah – katak – burung – manusia 23. Jawaban: b Semakin pendek suatu rantai makanan, semakin efisien organisme tersebut memanfaatkan energi panas. Hal ini karena hanya sedikit energi yang kemungkinan hilang. Oleh karena itu, rantai makanan nomor 1 dan 4 paling efektif karena hanya terdiri atas produsen dan manusia.

Biologi Kelas X

61

24. Jawaban: a Tumbuhan menduduki trofik pertama. Serangga, ulat, dan kelinci menduduki trofik kedua. Laba-laba menduduki trofik ketiga. Burung menduduki trofik ketiga atau keempat. Elang menduduki trofik ketiga, keempat, atau kelima. 25. Jawaban: a • Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain disebut aliran energi dan materi. • Piramida makanan adalah piramida yang menggambarkan jumlah organisme dalam suatu rantai makanan. • Produktivitas primer adalah kecepatan tumbuhan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik. • Jaring-jaring makanan adalah gabungan beberapa rantai makanan. • Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya melalui sederetan organisme melalui peristiwa makan dan dimakan. 26. Jawaban: d Pada proses fotosintesis, tumbuhan memanfaatkan CO2 dari udara bebas untuk menghasilkan karbohidrat dan oksigen. Oleh karena itu, kegiatan fotosintesis secara umum mengurangi kadar CO2 dan meningkatkan kadar O 2 di udara bebas. Adapun aktivitas pengomposan, respirasi, dan penggunakan bahan bakar fosil justru menambah kadar CO2 di udara. 27. Jawaban: b Fosfat organik berasal dari hewan dan tumbuhan yang telah mati. Fosfat organik dalam tumbuhan dan hewan tersebut kemudian diuraikan oleh dekomposer menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap membentuk sedimen laut. 28. Jawaban: c Nitrogen di udara diikat oleh bintil-bintil akar dalam bentuk amonia. Amonia akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit sehingga menghasilkan ion nitrit. Ion nitrit dirombak oleh bakteri nitrat menjadi ion nitrat. Proses ini disebut nitrifikasi. 29. Jawaban: a Apabila pohon ditebang, air yang meresap ke dalam tanah tidak bisa disimpan di dalam akar. Akibatnya air akan kembali lagi ke sungai atau laut yang pada akhirnya menambah deras aliran sungai.

30. Jawaban: a Tumbuhan memperoleh ion sulfat (SO42–) dari alam dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfat ini direduksi oleh bakteri menjadi sulfida. Selain itu, tumbuhan juga memperoleh sulfat dari udara dalam bentuk H2S. B.

Uraian

1. a.

b.

Komponen biotik: tumbuhan (produsen), hewan (konsumen), bakteri dan jamur (dekomposer). Komponen abiotik: matahari, CO2, oksigen, nitrogen, dan mineral. Pada saat zebra memakan tumbuhan, zebra memperoleh energi (panas) dari makanan yang dimakan tersebut. Selain itu, zebra juga melepaskan energi (panas) melalui urine (feses). Demikian juga saat tumbuhan dan zebra yang mati diuraikan oleh dekomposer, dekomposer memperoleh energi dari zat-zat organik yang diuraikan menjadi zat-zat anorganik dan melepaskan panas. Zat-zat anorganik tersebut merupakan komponen abiotik dari sebuah ekosistem. Komponen abiotik tersebut dimanfaatkan tumbuhan seperti karbon dioksida (CO2) untuk bahan fotosintesis. Saat tumbuhan memanfaatkan CO2 dari alam, tumbuhan memperoleh energi dan melepaskan panas. Demikian seterusnya sehingga dalam rantai makanan tersebut berlangsung aliran energi.

2. Homeostasis dalam ekosistem adalah suatu ekosistem yang mampu mempertahankan kestabilan komponennya dan dapat bertahan dari berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. 3. Rantai makanan B paling efektif mengalirkan energi sedang rantai makanan C paling tidak efektif mengalirkan energi. Hal ini karena rantai makanan B paling pendek sehingga kemungkinan energi yang hilang paling sedikit. Adapun rantai makanan C paling panjang sehingga akan banyak energi yang hilang pada saat berlangsung proses makan dan dimakan. 4. Dari soal dapat digambarkan seperti berikut. 90% ← 90% ←

IV

→ kJ?

III

90% ←

II I

200.000 kJ

Tingkat trofik II 90

200.000 × 100 = 180.000 kJ (energi yang hilang) 62

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Energi yang diserap trofik II = 200.000 – 180.000 = 20.000 kJ 90

20.000 × 100 = 18.000 kJ (energi yang hilang) Energi yang diserap trofik III = 20.000 – 18.000 = 2.000 kJ 90

2.000 × 100 = 1.800 kJ (energi yang hilang) Energi yang diserap oleh trofik IV = 2.000 – 1.800 = 200 kJ Jadi, energi yang dierima organisme di tingkat trofik IV sebesar 200 kJ. 5. a.

Burung elang

8. Di daerah pasang surut didominasi oleh dua formasi tumbuhan yaitu formasi Pes-Caprae dan formasi Baringtonia. Formasi Pes-Caprae didominasi oleh tumbuhan Ipomoea pes-caprae. Penyusun formasi Pes-Caprae yang lain, yaitu Spinifex litorius, Euphorbia atoto, Canavalia martina, Crinum asiaticum, Pandanus tectorius, dan Scaevola fruescens. Formasi Baringtonia didominasi oleh tumbuhan Baringtonia. Apabila tanah di daerah pasang surut berlumpur, kawasan ini biasanya berupa hutan bakau. Tumbuhan penyusun hutan bakau yaitu Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera. 9. a.

Ular Kelinci

b.

Wortel

b.

Wortel (trofik I) → kelinci (trofik II) → ular (trofik III) → burung elang (trofik IV).

6. a.

Penggundulan hutan Penggundulan hutan secara besar-besaran mengakibatkan terjadinya suksesi sekunder. Vegetasi asli akan hilang untuk sementara, kemudian akan digantikan oleh vegetasi baru atau dapat pula vegetasi lama (asli) muncul kembali karena benih dari vegetasi lama yang tertimbun dalam tanah dapat tumbuh sebagai tumbuhan baru dengan bantuan hujan dan sinar matahari. Dapat dikatakan bahwa benih vegetasi lama memiliki kesempatan untuk dapat tumbuh. Kebakaran hutan dapat disebabkan oleh human error (kesalahan manusia). Suksesi yang terjadi serupa dengan peristiwa penggundulan hutan.

b.

7. Ciri-ciri bioma padang rumput sebagai berikut. a. Curah hujan rendah (250–750 mm per tahun). b. Keadaan lingkungan kering. c. Tumbuhan yang biasa hidup yaitu rumput. d. Hewan yang biasa hidup yaitu zebra, jerapah, singa, dan ular. Ciri-ciri bioma hutan hujan tropis sebagai berikut. a. Curah hujan tinggi (2.000–4.500 mm per tahun). b. Keadaan lingkungan lembap. c. Jenis tumbuhan yang mampu hidup beragam. d. Jenis hewan yang hidup antara lain badak, babi hutan, dan kera.

c. 10. a. b.

P = pelapukan secara fisikawi Q = penguraian/dekomposing R = pelarutan oleh air hujan S = penyerapan 1) Protein 2) DNA 3) RNA 4) ATP 5) Fosfolipid Karnivora memperoleh fosfat dengan cara memakan hewan lain. A = transpirasi B = evaporasi C = presipitasi Siklus air diawali dari evaporasi air di lingkungan abiotik. Uap air masuk ke atmosfer melalui proses respirasi, ekskresi (hewan), dan transpirasi (tumbuhan). Uap air tersebut kemudian naik membentuk awan. Uap air yang terkumpul di awan turun ke tanah (presipitasi) sebagai hujan.

Bab V Lingkungan

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d Ciri-ciri lingkungan yang seimbang sebagai berikut. 1) Jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen 1, jumlah konsumen 1 lebih banyak daripada konsumen 2, dan demikian seterusnya. 2) Jumlah setiap komponen biotik tidak mendominasi satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk rantai makanan dan jaring-jaring makanan yang seimbang.

Biologi Kelas X

63

3)

4)

Keseimbangan lingkungan bersifat tidak statis, artinya dapat terjadi penurunan dan kenaikan populasi setiap jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai komponen abiotik tetapi masih dalam batas-batas yang wajar. Di dalam lingkungan yang seimbang terdapat berbagai jenis komponen biotik sehingga memungkinkan terjadinya banyak aliran energi.

2. Jawaban: b Kegiatan manusia mengubah lingkungan dilakukan karena adanya kebutuhan hidup. Kebutuhan ini menjadi semakin meningkat dengan meningkatnya jumlah penduduk. Contoh aktivitas manusia yang dapat mengakibatkan perubahan lingkungan adalah penebangan hutan. Dengan adanya perubahan lingkungan ini, akan merusak kelestarian alam dan mengurangi tingkat keanekaragaman hayati. 3. Jawaban: d Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Beberapa prinsip yang diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut. 1) Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri. 2) Manusia hendaknya selalu berupaya untuk menjaga kelestarian, keseimbangan, dan keindahan alam. 3) Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk sumber energi. 4) Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja tetapi untuk semua makhluk hidup. 5) Ditetapkannya undang-undang sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap lingkungan. 4. Jawaban: b Terjadinya kebakaran hutan mengakibatkan: 1) perubahan daur hidrologi; 2) peningkatan suhu; dan 3) kepunahan organisme tertentu. Terjadinya perubahan daur hidrologi mengakibatkan daur hidrologi di negara tetangga ikut berubah pula. Perubahan ini berimbas pada tanaman yang hidup di tempat tersebut. Air merupakan faktor utama dalam proses fotosintesis. Penurunan tingkat fotosintesis memberi dampak berupa terganggunya pertumbuhan tanaman sehingga terjadi penurunan pertumbuhan tanaman.

64

Kunci Jawaban dan Pembahasan

5. Jawaban: b Konservasi lahan kritis adalah perlindungan dan pemeliharaan lahan kritis, misal dengan melakukan reboisasi. Dengan demikian, konservasi lahan kritis dapat meningkatkan keanekaragaman hayati. Sementara itu, hutan bakau merupakan habitat beberapa jenis makhluk hidup. Jika hutan bakau diubah menjadi areal tambak maka dapat mengakibatkan penurunan keanekaragaman hayati. Pertanian monokultur yaitu penanaman satu jenis tanaman secara terus-menerus pada suatu lahan sehingga dapat mengurangi keanekaragaman hayati. Menangkap ikan menggunakan bahan peledak dapat membunuh semua biota perairan sehingga keanekaragaman hayati dapat berkurang. Hutan merupakan habitat berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Jika hutan diubah menjadi hutan tanaman industri saja maka dapat mengurangi keanekaragaman hayati. 6. Jawaban: d Menangkap ikan menggunakan jaring dengan mata jala yang besar dapat menjaga keseimbangan lingkungan. Hal ini karena, ikan yang tertangkap adalah ikan yang berukuran besar yang telah siap dikonsumsi. Dengan demikian, ikan-ikan yang masih kecil dapat terus tumbuh dan berkembang biak. Sementara itu, melakukan penebangan hutan, menggunakan pestisida, menggunakan pupuk kimia yang berlebihan, dan membuang sampah di sungai dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. 7. Jawaban: c Beberapa prinsip yang berhubungan dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut. 1) Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri. 2) Manusia hendaknya selalu berupaya untuk menjaga kelestarian, keseimbangan, dan keindahan alam. 3) Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas. 4) Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja, tetapi untuk semua makhluk hidup. 8. Jawaban: b Peraturan pemerintah yang membatasi penebangan pohon bertujuan untuk melindungi kelestarian hutan. Pohon yang boleh ditebang yaitu pohon yang sudah mencapai ketinggian tertentu, jadi tidak semua pohon boleh ditebang. Dengan demikian, pohon yang masih kecil tetap dapat tumbuh.

9. Jawaban: a Undang-undang No. 51 tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1990 tentang Penanggulangan Pencemaran Air. Keputusan Menteri No. 3 tahun 2000 tentang JenisJenis Kegiatan yang Harus Dilengkapi AMDAL. 10. Jawaban: a Penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dapat mengakibatkan kerusakan terumbu karang. Terumbu karang merupakan tempat hidup beberapa jenis binatang di laut. Jika terumbu karang rusak, maka beberapa jenis binatang akan kehilangan tempat hidup. Akibatnya, banyak binatang yang mati karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. 11. Jawaban: d Jika hasil hutan seperti kayu dibudidayakan maka perlu dilakukan usaha-usaha pelestarian hutan yang berupa tebang pilih, reboisasi, dan pembatasan penebangan. Dengan demikian, penebangan yang dilakukan yaitu penebangan terencana sehingga tidak merusak kelestarian hutan. Melindungi ilegal logging dan mengekspor kayu gelondongan bukan usaha untuk melestarikan hutan. 12. Jawaban: e Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan mampu menanggulangi perubahan-perubahan selama perubahan tersebut masih dalam daya dukung dan daya lentingnya. Jadi, jika suatu lingkungan mengalami gangguan maka lingkungan tersebut dapat memperbaiki kembali kondisinya apabila gangguan tersebut hanya pada tingkat tertentu saja. 13. Jawaban: e Banjir dan tanah longsor merupakan bencana alam yang dapat diakibatkan oleh aktivitas manusia, misal penebangan dan pembakaran hutan secara besar-besaran. Penebangan hutan secara besar-besaran mengakibatkan fungsi hutan sebagai penadah air hujan menjadi berkurang. Hilangnya pohon-pohon tersebut mengakibatkan tidak adanya perakaran yang dapat menahan air hujan. Akibatnya, hanya sedikit air yang terserap oleh tanah sehingga sebagian besar air akan mengalir sebagai air permukaan yang dapat mengakibatkan tanah

longsor dan banjir. Sementara itu, bencana alam gempa bumi, gunung api meletus, dan gelombang tsunami tidak diakibatkan oleh aktivitas manusia. 14. Jawaban: e Keseimbangan lingkungan dapat terjadi karena lingkungan memiliki daya dukung dan daya lenting. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan mampu menanggulangi perubahan-perubahan selama perubahan tersebut masih dalam daya dukung dan daya lentingnya. Jadi, jika suatu lingkungan mengalami gangguan maka lingkungan tersebut dapat memperbaiki kembali kondisinya apabila gangguan tersebut hanya pada tingkat tertentu saja. Namun, jika perubahan yang terjadi melebihi daya dukung dan daya lentingnya maka lingkungan tersebut tidak mampu memperbaiki diri sehingga lingkungan menjadi rusak. 15. Jawaban: a Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak, artinya lingkungan menjadi tidak seimbang jika terjadi perubahan yang melebihi daya dukung dan daya lentingnya. Jumlah organisme dalam suatu populasi yang melampaui daya dukung lingkungan dapat mengakibatkan terjadinya kompetisi. Misal, populasi rusa selalu bertambah jika hewan predatornya diburu manusia yaitu harimau. Pertumbuhan populasi rusa yang tidak terkendali dan melampaui daya dukung lingkungan mengakibatkan terjadinya kompetisi antarrusa dalam memperebutkan makanan. 16. Jawaban: d Bencana tanah longsor biasanya disebabkan oleh ulah manusia yang menebangi pohon-pohon di daerah perbukitan. Bencana tanah longsor dapat dicegah dengan menanami daerah perbukitan dengan tanaman penguat untuk menahan tanah saat terjadi hujan. 17. Jawaban: a Tindakan manusia yang mencerminkan penerapan prinsip etika lingkungan berupa kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk energi adalah menghemat pemakaian listrik dan air. Sementara itu, mematuhi undangundang tentang lingkungan hidup merupakan penerapan prinsip etika lingkungan yang berupa ditetapkannya undang-undang sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap lingkungan.

Biologi Kelas X

65

Menjaga kelestarian dan keindahan alam merupakan penerapan prinsip etika lingkungan yang berupa manusia hendaknya selalu berupaya untuk menjaga kelestarian, keseimbangan, dan keindahan alam. Merawat tanaman di sekitarnya dan tidak berburu binatang di hutan merupakan penerapan prinsip etika lingkungan yang berupa manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri. 18. Jawaban: d Penebangan hutan secara besar-besaran dapat mengakibatkan perubahan lingkungan seperti berikut. 1) Punahnya flora dan fauna tertentu. 2) Perubahan daur hidrologi. 3) Berkurangnya kesuburan tanah. 4) Penurunan kadar oksigen di udara. 5) Peningkatan kadar karbon dioksida di udara. 19. Jawaban: d Penebangan hutan secara besar-besaran dapat merusak habitat beberapa jenis hewan yang hidup di hutan tersebut. Akibat penebangan hutan tersebut, makanan hewan-hewan tersebut akan ikut hilang sehingga hewan-hewan tersebut kekurangan makanan. Akibatnya, beberapa jenis hewan liar menyerbu ladang-ladang penduduk untuk memperoleh makanan. 20. Jawaban: b Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. B.

Uraian

1. Di dalam ekosistem yang stabil masih terjadi perubahan-perubahan alamiah atau bersifat dinamis. Jadi, di dalam ekosistem yang stabil dapat terjadi penurunan dan kenaikan populasi setiap jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai komponen abiotik. Namun, perubahan komponen biotik dan abiotik tersebut masih dalam batasbatas tertentu sehingga tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. 2. Kemampuan hutan mendukung kelangsungan hidup harimau dengan adanya hewan mangsa adalah contoh daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Jadi, meskipun

66

Kunci Jawaban dan Pembahasan

populasi rusa berkurang, masih ada makhluk hidup lain yang dapat menjadi mangsa harimau sehingga populasi harimau tetap. 3. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan lingkungan yang mengakibatkan terjadinya pengurangan fungsi komponen atau hilangnya sebagian komponen ekosistem sehingga mengakibatkan putusnya rantai makanan. Dengan kata lain, keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan yang melebihi daya dukung dan daya lentingnya. 4. Kegiatan manusia mengubah lingkungan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan ini menjadi semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Upaya pemenuhan kebutuhan manusia dipengaruhi oleh perkembangan budaya. Ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai hasil perkembangan budaya digunakan untuk mengembangkan berbagai industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Industriindustri ini menggunakan bahan baku dari alam. Akibatnya, manusia mengeksploitasi alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, misal menebang pohon di hutan. Tindakan manusia seperti ini bisa mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan. 5. a. b. c. d.

Diberlakukannya sistem tebang pilih. Larangan ekspor kayu bulat (log). Pemberantasan illegal logging (penebangan hutan secara ilegal). Melakukan rehabilitasi hutan melalui Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL).

6. Ekosistem yang hanya dihuni oleh beberapa jenis makhluk hidup bersifat kurang stabil. Hal ini karena jika 1 atau 2 jenis makhluk hidup punah, mungkin tidak akan terjadi lintasan alternatif untuk aliran materi dan energi. Dengan demikian, jika terjadi perubahan lingkungan secara drastis, seluruh makhluk hidup tidak akan mampu bertahan hidup sehingga dapat merusak keseimbangan ekosistem. 7. Dalam ekosistem seimbang, tidak ada satu jenis makhluk hidup yang berkembang biak dengan sangat pesat sehingga mendominasi yang lain. Walaupun lingkungan fisik baik dan makanan berlimpah, kebanyakan populasi suatu organisme tidak terus-menerus tumbuh tanpa batas. Ada suatu kepadatan populasi maksimum untuk setiap jenis makhluk hidup. Hal ini berarti jika suatu populasi dibiarkan secara alamiah akan menjadi stabil dan jumlahnya tidak memperlihatkan peningkatan atau penurunan yang besar. Selain itu, setiap organisme saling mengendalikan populasi organisme yang lain. Akibatnya, terjadi penurunan dan kenaikan yang seimbang.

8. Penebangan hutan secara besar-besaran mengakibatkan fungsi hutan sebagai penahan air hujan menjadi berkurang. Hilangnya pohon-pohon tersebut mengakibatkan tidak adanya perakaran yang dapat menahan air hujan. Akibatnya, hanya sedikit air yang terserap oleh tanah sehingga sebagian besar air akan mengalir sebagai air permukaan yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan banjir. Tanah longsor dan banjir dapat mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan. 9. Rotasi tanaman adalah sistem pergiliran tanaman dengan tanaman yang berbeda dalam satu lahan pertanian. Sistem ini mampu mempertahankan tingkat kesuburan tanah karena kebutuhan hara setiap jenis tanaman berbeda-beda. Dengan demikian, ketersediaan unsur hara dalam tanah tetap seimbang. 10. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: c Pencemaran perairan yaitu peristiwa masuknya zat, energi, unsur-unsur, atau komponen lain ke dalam air yang mengakibatkan berubahnya tatanan perairan akibat kegiatan manusia dan proses alam. Jadi, pencemaran perairan dapat diakibatkan oleh berbagai jenis polutan. Polutan tersebut dapat berasal dari kegiatan manusia atau proses alam. Masuknya polutan tersebut dalam suatu perairan akan merusak tatanan perairan sehingga dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem perairan. 2. Jawaban: d Saat perairan mulai tercemar, populasi Algae akan berkurang karena limbah organik menghalangi sinar matahari sehingga Algae tidak dapat berfotosintesis. Namun, populasi mikroorganisme misal bakteri akan meningkat karena terdapat banyak limbah organik di perairan tersebut. Mikroorganisme akan menguraikan limbah organik menjadi senyawa lebih sederhana sehingga dapat dimanfaatkan oleh Algae. Dengan demikian, di lokasi P sampai Q mengandung banyak mineral hasil penguraian limbah organik

oleh bakteri. Hal inilah yang mengakibatkan populasi Algae meningkat dari lokasi P ke Q karena Algae memperoleh mineral hasil penguraian limbah organik. Unsur mineral tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan Algae. 3. Jawaban: b Saat perairan tercemar limbah organik, organisme dekomposer seperti bakteri akan menguraikan limbah tersebut. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan populasi bakteri untuk menguraikan limbah organik yang masuk ke perairan. Saat menguraikan limbah organik, bakteri membutuhkan banyak oksigen. Dengan demikian, konsentrasi oksigen yang terdapat di perairan tersebut akan mengalami penurunan. 4. Jawaban: c Berdasarkan gambar dapat diketahui bahwa di daerah X belum terjadi pencemaran, sedangkan di daerah Y telah terjadi pencemaran. Di daerah Y telah tercemar oleh sampah sehingga dekomposer seperti bakteri akan bekerja keras untuk menguraikan sampah tersebut. Oleh karena itu, bakteri membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikan sampah tersebut. Dengan demikian, semakin banyak sampah yang ada di suatu perairan maka kandungan oksigen terlarut akan semakin berkurang sehingga ikan banyak yang mati. 5. Jawaban: b Peningkatan kadar CO2 di atmosfer mengakibatkan sebagian besar radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi. Akibatnya, terjadi peningkatan suhu bumi. Perkaratan benda-benda dari logam, kerusakan hutan, dan matinya mikroorganisme tanah dapat disebabkan oleh hujan asam. Penipisan lapisan ozon disebabkan oleh pencemaran CFC di udara. 6. Jawaban: d Cara penanggulangan sampah plastik yang tepat yaitu dengan mendaur ulang benda-benda yang terbuat dari plastik, misal botol mineral dan bungkus plastik. Sementara itu, melarang masyarakat menggunakan plastik bukanlah tindakan yang bijaksana karena sebagian besar peralatan rumah tangga menggunakan bahan plastik. Membakar sampah plastik akan mengakibatkan pencemaran udara. Meneliti cara penguraian sampah plastik memerlukan waktu yang sangat lama dan hanya bisa dilakukan oleh para peneliti. Namun, penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa plastik tidak dapat diuraikan. Oleh karena itu, menimbun sampah plastik di dalam tanah justru akan mengakibatkan pencemaran tanah.

Biologi Kelas X

67

7. Jawaban: c Gas buangan pabrik yang dapat mengakibatkan hujan asam yaitu oksida nitrogen dan oksida sulfur. Kedua gas tersebut kemudian bereaksi di udara membentuk asam. Oksida sulfur bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida. 2SO2 + O2 → 2SO3 Sulfur trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat. SO3 + H2 → H2SO4 Uap air yang telah mengandung asam ini merupakan bagian awan yang akhirnya turun ke bumi sebagai hujan asam. 8. Jawaban: c Di bagian C terjadi pencemaran limbah organik dalam jumlah besar di perairan. Adanya limbah organik dalam jumlah besar ini mengakibatkan populasi bakteri yang berfungsi menguraikan limbah organik mengalami peningkatan. Bakteri membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikan limbah organik tersebut. Akibatnya, terjadi penurunan konsentrasi DO (Dissolved Oxygen). DO adalah kadar oksigen terlarut dalam air. Semakin kecil nilai DO di perairan menunjukkan tingkat pencemaran yang semakin tinggi. 9. Jawaban: b Saat perairan mulai tercemar, populasi Algae akan berkurang karena limbah organik menghalangi sinar matahari sehingga Algae tidak dapat berfotosintesis. Namun, populasi mikrorganisme akan meningkat karena terdapat banyak limbah organik di perairan tersebut. Mikroorganisme berfungsi menguraikan limbah organik menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga dapat dimanfaatkan oleh Algae. Hal inilah yang mengakibatkan populasi Algae di daerah X meningkat karena Algae memperoleh mineral dari hasil penguraian limbah organik. Setelah limbah organik diuraikan, populasi Algae dan mikroorganisme akan kembali normal seperti semula. Antara Algae dengan mikroorganisme tidak terjadi kompetisi karena jenis makanan keduanya berbeda. 10. Jawaban: c Pupuk organik mengandung nitrogen dan fosfat. Oleh karena itu, jika pupuk ini larut dan masuk ke perairan dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman air yang tidak terkendali (eutrofikasi). Limbah rumah tangga, pestisida yang larut, industri nonorganik, dan bangkai biota air tidak mengakibatkan eutrofikasi.

68

Kunci Jawaban dan Pembahasan

11. Jawaban: b CFC berasal dari produk aerosol, mesin pendingin, dan proses pembuatan plastik atau karet busa. CFC jika sampai ke lapisan stratosfer akan berikatan dengan ozon. CFC yang berikatan dengan ozon akan mengakibatkan terurainya molekul ozon sehinggan terjadi kerusakan lapisan ozon, berupa penipisan lapisan ozon. Penipisan lapisan ozon ini mengakibatkan sinar ultraviolet sampai ke bumi yang dapat mengakibatkan kanker kulit. 12. Jawaban: a Logam berat dan pestisida dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. Misal perairan yang telah tercemar logam berat dan pestisida. Di dalam tubuh organisme yang hidup di dalam perairan tersebut mengandung logam berat dan pestisida. Jika organisme tersebut dikonsumsi oleh manusia, maka di dalam tubuh manusia juga akan mengandung logam berat dan pestisida. Selain itu, residu pestisida juga terdapat pada buah-buahan atau sayur-sayuran yang dikonsumsi manusia sehingga pestisida dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Sementara itu, gas belerang, karbon dioksida, dan karbon monoksida merupakan polutan yang dapat mengakibatkan pencemaran udara. Polutan tersebut berwujud gas sehingga tidak mungkin masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. 13. Jawaban: d Pemakaian detergen dapat mengakibatkan pencemaran perairan dan tanah. Sementara itu, aktivitas gunung berapi, pembakaran hutan, industri berat, dan kendaraan bermotor menghasilkan polutan yang berwujud gas sehingga dapat mencemari udara. 14. Jawaban: d Kegiatan pembakaran industri (asap dari cerobong pabrik) menghasilkan gas karbon dioksida, karbon monoksida, dan sulfur dioksida. Sulfur dioksida dapat mengakibatkan hujan asam. Hujan asam mengakibatkan tumbuh-tumbuhan tumbuh kerdil dan daun-daunnya banyak yang gugur. 15. Jawaban: e Polutan yang dapat mengakibatkan kenaikan suhu udara adalah karbon dioksida (CO2). Gas karbon dioksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar pada proses industri dan pembakaran bahan bakar pada mesin-mesin kendaraan bermotor.

Uraian

1. a.

b.

Lokasi yang paling tepat untuk menangkap ikan yaitu di daerah perairan A. Hal ini karena, di daerah perairan A belum tercemar limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Di suatu perairan yang tidak tercemar, kandungan oksigennya (DO) tinggi sehingga banyak organisme yang hidup di dalamnya. Sementara itu, di daerah perairan B sudah tercemar oleh limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Di perairan yang tercemar, kandungan oksigennya (DO) rendah, sedangkan BOD tinggi. BOD adalah jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam air untuk menguraikan bahan organik. Akibatnya, organisme perairan, misal ikan akan kekurangan oksigen sehingga banyak yang tidak dapat bertahan hidup. Pemakaian pupuk yang berlebihan dapat mengakibatkan peningkatan zat hara di perairan. Peningkatan zat hara mengakibatkan populasi tumbuhan air dan Algae mengalami perkembangan dengan cepat sehingga menutupi permukaan air atau disebut eutrofikasi. Eutrofikasi mengakibatkan kadar oksigen terlarut menjadi berkurang sehingga banyak hewan-hewan air yang mati.

2. Pengaruh partikel terhadap tanaman terutama dalam bentuk debu. Jika debu bergabung dengan uap air akan membentuk kerak yang tebal pada permukaan daun. Lapisan kerak ini akan mengganggu proses fotosintesis pada tanaman karena menghambat masuknya sinar matahari. Lapisan kerak juga menghambat proses pertukaran CO2. Akibatnya, pertumbuhan tanaman akan terganggu. 3. a.

b.

Persentase gas nitrogen di kedua area sama. Persentase gas oksigen di area A lebih besar daripada di area B. Persentase gas karbon dioksida di area B lebih besar daripada di area A. Keadaan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut. 1) Di area A terdapat lebih banyak tumbuhtumbuhan. Tumbuh-tumbuhan melakukan fotosintesis dengan menyerap karbon dioksida di udara dan menghasilkan oksigen. 2) Area A terletak di pedesaan, jauh dari pusat-pusat industri, sedangkan area B terletak di daerah pusat-pusat industri yang menghasilkan berbagai jenis polutan udara.

4. a.

b.

5. a. b. c. 6. a.

b. c.

BOD adalah ukuran kandungan oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme di dalam air untuk menguraikan bahan organik yang ada di dalam air. Setelah perairan tercemar, nilai BOD akan bertambah. Hal ini karena mikroorganisme menggunakan lebih banyak oksigen untuk menguraikan limbah organik. Populasi Algae di daerah X akan meningkat. Hal ini karena, limbah organik yang menutupi perairan sudah diuraikan oleh mikroorganisme. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk ke dalam perairan sehingga Algae dapat melangsungkan fotosintesis. Selain itu, nilai BOD di daerah X semakin rendah. Hal ini berarti kandungan oksigen terlarutnya (DO) semakin tinggi. Oksigen diperlukan oleh organisme perairan, misal Algae untuk melangsungkan kehidupannya. Algae → ikan kecil → ikan besar → burung laut Merkuri akan terakumulasi dalam tubuh manusia. Merkuri bersifat nondegradabel atau tidak dapat diuraikan dalam tubuh makhluk hidup. Memberantas hama tanaman budi daya dengan cara biologis. Apabila terpaksa harus menggunakan pestisida, sebaiknya digunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan pestisida berlebihan bisa terbawa aliran air sehingga dapat menimbulkan pencemaran perairan. Tidak membuang sampah padat ke perairan agar tidak terjadi gangguan pada aliran air. Tidak membuang limbah pabrik secara langsung ke perairan. Limbah pabrik sebaiknya diolah terlebih dahulu untuk menetralisir zat-zat beracun di dalamnya.

7. Tumbuh-tumbuhan di hutan melakukan fotosintesis dengan menyerap karbon dioksida di udara dan menghasilkan oksigen. Dengan demikian, tumbuhtumbuhan membantu menurunkan konsentrasi karbon dioksida di udara. Jika tumbuh-tumbuhan ditebangi maka konsentrasi CO2 di udara semakin meningkat yang dapat mengakibatkan pemanasan global (global warming). Hubungan antara banyaknya kegiatan penebangan hutan terhadap konsentrasi CO2 di udara dapat digambarkan dengan grafik sederhana seperti berikut. Konsentrasi CO2

B.

Kegiatan Penebangan Hutan Biologi Kelas X

69

8. Dua jenis polutan yang dihasilkan dari kegiatan pertanian sebagai berikut. a. Pupuk buatan Penggunaan pupuk buatan dapat mencemari perairan. Akibatnya, kandungan zat-zat hara di perairan akan semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan pertumbuhan ganggang atau eceng gondok menjadi pesat (blooming). Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang cepat dan kemudian mati akan membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya oksigen dan mendorong terjadinya kehidupan organisme anaerob. Fenomena ini disebut eutrofikasi. b. Pestisida Pestisida seperti DDT memiliki sifat yang stabil. Apabila masuk ke dalam tubuh makhluk hidup, zat tersebut tidak dapat dirombak bahkan akan larut dalam lemak. DDT yang terlarut dan mencemari perairan dalam jangka panjang akan menumpuk dalam tubuh organisme. Proses ini dinamakan bioakumulasi. Jadi, penggunaan DDT dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Selain dapat menimbulkan resistansi (kekebalan) bagi hama, penggunaan pestisida secara terusmenerus juga dapat mengakibatkan ikut terbunuhnya organisme lain yang bermanfaat bagi manusia. 9. a. b.

c.

10 km Pencemaran limbah organik di suatu perairan mengakibatkan populasi bakteri meningkat dengan pesat. Bakteri tersebut bertugas menguraikan limbah organik dengan menggunakan oksigen yang terlarut di perairan tersebut. Akibatnya, kandungan oksigen di perairan tersebut atau nilai DO semakin menurun sehingga organisme yang hidup di dalamnya, misal ikan akan kekurangan oksigen. Karena kekurangan oksigen, banyak ikan yang tidak dapat bertahan hidup sehingga populasinya semakin menurun. Meskipun, konsentrasi DO meningkat secara cepat tetapi populasi ikan tidak meningkat dengan pesat. Hal ini karena ikan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bereproduksi.

10. Pencemaran tanah secara langsung maksudnya sumber pencemar tanah (polutan) secara langsung mencemari tanah. Pencemaran tanah secara langsung terjadi akibat hal-hal berikut. a. Penggunaan pupuk yang berlebihan. b. Penggunaan insektisida dan pestidida yang berlebihan. c. Pembuangan sampah sembarangan. 70

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Pencemaran tanah secara tidak langsung maksudnya sumber pencemar tanah (polutan) tidak langsung mengenai tanah. Pencemaran tanah secara tidak langsung terjadi karena halhal berikut. a. Pencemaran tanah melalui udara. Apabila udara tercemar, polutan-polutan dari udara akan terserap oleh tanah bersamasama air hujan. b. Pencemaran tanah melalui air. Apabila air buangan mengandung zat-zat pencemar, partikel-partikel pencemar yang ada dalam air akan mengubah struktur tanah sehingga akan mengganggu kehidupan organisme tanah.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e Reduce artinya mengurangi pemakaian, misal menggunakan bungkus plastik yang sudah terpakai saat belanja dan menghemat pemakaian kertas. Menggunakan ember bekas sebagai pot tanaman dan membuat vas bunga dari botol merupakan contoh penerapan prinsip reuse. Reuse artinya memakai ulang. Membuat kertas daur ulang merupakan contoh penerapan prinsip recycle yang artinya mendaur ulang. 2. Jawaban: e Daur ulang merupakan salah satu strategi pengolahan sampah padat. Jenis sampah yang bisa didaur ulang yaitu plastik, kertas, botol, dan besi. Sementara itu, daun merupakan jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang. Penanganan sampah yang berupa daun biasanya dengan cara ditanam di dalam tanah menjadi kompos. 3. Jawaban: e Pengomposan merupakan upaya pengolahan limbah dengan menggunakan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik oleh aktivitas mikroorganime, misal bakteri dan jamur. Jadi, mikroorganisme berfungsi untuk membantu penguraian sampah. 4. Jawaban: c Sebagian besar industri membuang limbah cairnya ke perairan. Oleh karena itu, untuk mengendalikan pencemaran perairan, pemerintah membuat aturan bahwa limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai. Pengolahan limbah cair ini dapat dilakukan karena adanya kemajuan di bidang ilmu dan teknologi.

5. Jawaban: a Pengomposan merupakan upaya pengolahan limbah dengan menggunakan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik oleh aktivitas organisme. Organisme yang berperan dalam proses ini yaitu bakteri, jamur, serta hewan seperti insekta dan cacing. Sementara itu, lalat dan ulat tidak berperan dalam proses pembuatan kompos. 6. Jawaban: d Kertas merupakan salah satu contoh limbah organik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari jaringan makhluk hidup. Kertas terbuat dari bubur kayu. Membuat kertas daur ulang berarti usaha pemanfaatan limbah organik secara tidak langsung. Hal ini karena pembuatan kertas daur ulang memerlukan beberapa proses sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara langsung. 7. Jawaban: b Biogas dihasilkan dari pengolahan sampah organik. Contoh sampah organik yaitu kotoran ternak dan sisa-sisa tanaman. Sampah organik yang difermentasi akan menghasilkan biogas. Biogas ini dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar. 8. Jawaban: c Metode yang digunakan dalam penanganan limbah cair disebut metode konvensional. Metode konvensional dilakukan secara fisik, kimia, biologis. Semua limbah cair yang bersifat dapat diuraikan (limbah organik) dapat diolah secara biologis. Pengolahan secara biologis dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme ke dalam limbah. Mikroorganisme tersebut berfungsi untuk menguraikan polutan dalam limbah. Sementara itu, pengolahan limbah secara fisik dilakukan dengan cara memisahkan bahan-bahan polutan yang mengapung dengan cara penyaringan. Selanjutnya, bahan-bahan polutan yang mudah mengendap dipisahkan dengan proses pengendapan. Pengolahan limbah secara kimia biasanya digunakan untuk menghilangkan logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun. Zat-zat tersebut dipisahkan dengan cara menambahkan bahan kimia. 9. Jawaban: e Pada proses pembusukan terjadi penguraian bahan organik menjadi bahan anorganik. Dalam peristiwa penguraian itu terjadi pembebasan gas CO2. 10. Jawaban: e Berbagai industri didirikan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi, industri sangat

diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, cara penanggulangan yang paling tepat untuk menangani limbah industri yaitu dengan cara menetralkan limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Limbah tersebut diolah terlebih dahulu untuk dihilangkan zat-zat berbahayanya. Setelah tidak mengandung zatzat berbahaya, limbah tersebut dapat dibuang ke lingkungan. Sementara itu, melarang penggunaan zat-zat kimia, memberhentikan industri-industri kimia, dan memberi denda kepada pengusaha industri bukanlah tindakan yang bijaksana. Membuang limbah sedikit-demi sedikit tetap dapat membahayakan lingkungan karena limbah tersebut masih mengandung bahan-bahan berbahaya. B.

Uraian

1.

Pengomposan merupakan upaya pengolahan limbah dengan menggunakan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik oleh aktivitas mikroorganisme. Proses pengomposan ini akan menghasilkan kompos yang digunakan untuk menyuburkan tanah.

2.

Limbah padat dalam jumlah banyak biasanya dibakar dengan peralatan khusus dan sisanya yang berupa abu ditimbun. Ketika membakar limbah, peralatan tersebut menghasilkan energi untuk menggerakkan turbin.

3.

Biogas adalah gas-gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik secara anaerobik. Biogas memiliki beberapa kelebihan antara lain sebagai berikut. a. Mengurangi jumlah limbah. b. Menghemat energi. c. Sumber energi yang tidak merusak lingkungan. d. Nyala api bahan bakar biogas lebih terang dan bersih. e. Residu dari pembuatan biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk.

4.

Metode konvensional digunakan untuk menangani limbah cair. Metode konvensional dilakukan secara fisik, kimia, dan biologis. a. Pengolahan limbah secara fisik Limbah dipisahkan dari bahan-bahan polutan yang mengapung. Pemisahan bahan tersebut dilakukan dengan cara penyaringan. Selanjutnya, bahan polutan yang mudah mengendap dipisahkan dengan proses pengendapan.

Biologi Kelas X

71

b.

c.

5.

a.

b.

c.

A.

Pengolahan limbah secara kimia Pengolahan limbah secara kimia biasanya digunakan untuk menghilangkan logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun. Zat-zat tersebut dipisahkan dengan cara menambah bahan kimia. Tindakan ini dilakukan untuk mengubah sifat polutan yang tidak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan. Pengolahan limbah secara biologis Semua limbah yang biodegradable dapat diolah secara biologis. Pengolahan secara biologis dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme ke dalam limbah. Mikroorganisme tersebut berfungsi untuk menguraikan polutan dalam limbah. Pengolahan limbah secara biologis ini dapat menurunkan nilai BOD. Reuse (memakai ulang) artinya menggunakan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk tujuan lain. Contoh botol bekas dapat digunakan untuk membuat vas bunga. Reduce (mengurangi pemakaian) artinya barang-barang digunakan hanya saat diperlukan saja. Contoh menggunakan bungkus plastik saat diperlukan saja dan menghemat pemakaian kertas. Recycle (mendaur ulang) artinya barangbarang yang sudah tidak terpakai diolah menjadi produk lain yang dapat dimanfaatkan. Contoh daur ulang kertas.

Pilihan Ganda

Sementara itu, pilihan a, b, d, dan e sesuai dengan prinsip etika lingkungan. 3. Jawaban: a Pada perairan yang tercemar limbah organik terdapat peningkatan populasi bakteri. Bakteri tersebut berfungsi menguraikan limbah organik yang ada dalam perairan tersebut. Dalam proses penguraian limbah organik, bakteri mebutuhkan oksigen dalam jumlah banyak. Akibatnya, oksigen yang terlarut dalam air (DO) semakin berkurang atau nilainya semakin kecil. Setelah proses penguraian limbah organik selesai, konsentrasi oksigen terlarut akan meningkat kembali secara perlahan. 4. Jawaban: a Escherichia coli dapat digunakan sebagai parameter biologi pencemaran air. Escherichia coli dapat digunakan sebagai petunjuk adanya polusi feses atau kotoran manusia dan hewan di dalam suatu perairan. Escherichia coli dapat digunakan sebagai indikator pencemaran karena terdapat dalam jumlah besar di dalam kotoran manusia dan hewan. 5. Jawaban: b DDT merupakan pestisida pemberantas hama yang bersifat stabil sehingga sulit terurai dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Akibatnya, terjadi penumpukan DDT di lingkungan sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. DDT yang terlarut dan mencemari perairan dalam jangka panjang akan menumpuk dalam tubuh organisme. Hal ini disebabkan DDT yang sudah masuk ke dalam tubuh organisme tidak dapat diuraikan dan tidak dapat dikeluarkan sehingga semakin tertimbun dalam organisme satu ke organisme lainnya.

1. Jawaban: b Keseimbangan lingkungan bersifat tidak statis, artinya dapat terjadi penurunan dan kenaikan populasi setiap jenis hewan dan tumbuhan serta berbagai komponen abiotik. Perubahan komponen biotik dan abiotik dalam batas-batas tertentu tidak mengganggu keseimbangan lingkungan.

6. Jawaban: e Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungan. Penerapan etika lingkungan dapat mencegah terjadinya kerusakan alam. Menanam bibit pohon setelah melakukan penebangan merupakan tindakan yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan.

2. Jawaban: c Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Perilaku membuang sampah di sungai yang airnya mengalir tidak sesuai dengan prinsip etika lingkungan. Perilaku ini dapat merusak lingkungan terutama lingkungan perairan.

7. Jawaban: c Karbon dioksida (CO2) merupakan jenis gas yang secara alami memang sudah terdapat di udara. Karbon dioksida dalam jumlah yang berlebihan dapat menjadi polutan udara. Sementara itu, karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), dan sulfur dioksida (SO2) merupakan polutan udara yang secara alami bukan komponen normal di udara. Oksigen (O2) bukan merupakan polutan udara.

72

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8. Jawaban: c Pestisida yang masuk ke dalam tubuh organisme tidak dapat dirombak bahkan bisa larut dalam lemak. Pestisida dapat berpindah dari tubuh organisme satu ke organisme yang lain melalui rantai makanan. Akibatnya, pada tubuh top konsumen atau konsumen terakhir mengandung pestisida dalam jumlah paling besar. Penumpukan pestisida dalam tubuh konsumen terakhir ini dapat mengakibatkan kematian sehingga jumlah populasinya menurun. Sementara itu, fitoplankton merupakan organisme yang berperan sebagai produsen yang dapat menduduki tingkat tropik I. Konsentrasi pestisida yang ada dalam tubuh fitoplankton belum begitu besar sehingga tidak mengakibatkan kematian. Pestisida merupakan polutan anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Dengan demikian tidak terjadi penurunan nilai DO karena bakteri tidak menggunakan oksigen untuk menguraikan limbah anorganik. Peningkatan populasi Algae terjadi karena adanya pencemaran fosfat dan nitrat yang berasal dari pupuk. Pencemaran pestisida mengakibatkan penurunan populasi ikan. 9. Jawaban: c Lahan pertanian dapat dikembalikan kesuburannya dengan cara dipupuk menggunakan pupuk organik. Pupuk organik yang bercampur dengan tanah tandus dapat memperbaiki struktur tanah. Campuran tanah tersebut menjadi lebih gembur, mudah menyerap air, dan mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. 10. Jawaban: e Hujan asam merupakan akibat dari adanya polusi udara yang disebabkan oleh gas sulfur dioksida dan nitrogen dioksida. Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan, tanaman pertanian dan perkebunan, berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, rusaknya berbagai bangunan, serta menurunnya pH tanah, sungai, dan danau. 11. Jawaban: b Masuknya polutan yang berupa fosfat dan nitrat akan meningkatkan kesuburan di perairan tersebut. Keadaan ini mengakibatkan populasi Algae meningkat pesat dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak dapat menembus perairan. Akibatnya, tumbuhan yang hidup di dasar perairan tidak mendapatkan cahaya. Tumbuh-tumbuhan tersebut tidak dapat melakukan proses fotosintesis sehingga banyak yang tidak dapat bertahan hidup. 12. Jawaban: b Polutan sulfur dioksida yang ada di udara mengakibatkan hujan asam dan mengganggu

kesehatan manusia, misal terjadinya iritasi mata, sulit bernapas, dan batuk terus-menerus. Sementara itu, karbon monoksida merupakan polutan yang dapat berikatan dengan hemoglobin sehingga dapat mengurangi kadar oksigen di dalam tubuh manusia. Karbon dioksida merupakan polutan yang dapat mengakibatkan efek rumah kaca. CFC merupakan polutan yang dapat mengakibatkan penipisan lapisan ozon. Oksigen bukan merupakan polutan di udara. 13. Jawaban: a Di suatu perairan yang sudah tercemar limbah organik akan terjadi peningkatan populasi mikroorganisme yang berperan menguraikan limbah organik tersebut. Bakteri membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikan limbah organik sehingga nilai DO-nya akan menurun. Berkurangnya konsentrasi oksigen terlarut di perairan mengakibatkan organisme yang hidup di perairan kekurangan oksigen sehingga banyak yang tidak bisa bertahan hidup. Akibatnya, terjadi penurunan populasi organisme di perairan yang telah tercemar. Dari proses penguraian limbah organik ini akan dihasilkan nitrogen sehingga kadar nitrogen di perairan akan meningkat. 14. Jawaban: d Pb banyak ditemukan dalam bensin maupun dalam limbah industri. 15. Jawaban: e Tanah merupakan tempat hidup tumbuhtumbuhan dan mikroorganisme. Mikroorganisme dalam tanah berguna dalam menunjang kelestarian tanah. Mikroorganisme berperan dalam penguraian sisa-sisa makhluk hidup atau zat-zat lain yang tidak berguna menjadi zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan serta membantu siklus nitrogen, fosfor, dan karbon. Jadi, jika tanah mengalami pencemaran maka kehidupan organisme terutama mikroorganisme di dalam tanah menjadi terganggu. 16. Jawaban: c Menguji kecepatan aliran sungai tidak dapat digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran suatu perairan. Aliran sungai bukan termasuk indikator adanya pencemaran. Sementara itu, mengukur populasi bakteri, menguji kandungan oksigen, menguji kandungan bahan organik, dan menguji tingkat kekeruhan air dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya pencemaran. Di suatu perairan yang tercemar, populasi bakteri akan meningkat, kandungan oksigen berkurang, kandungan bahan organik bertambah, dan tingkat kekeruhan air semakin tinggi.

Biologi Kelas X

73

17. Jawaban: c Akar tumbuhan berfungsi untuk mengikat tanah saat terjadi hujan. Jika banyak tumbuhan yang ditebang maka akar tumbuh-tumbuhan tersebut akan mati. Dengan demikian, saat turun hujan tanah akan terbawa aliran air sehingga dapat mengakibatkan erosi. 18. Jawaban: a Karbon monoksida (CO) dalam tubuh manusia lebih cepat berikatan dengan hemoglobin daripada oksigen (O2). Hal ini berarti bahwa CO memiliki daya afinitas terhadap Hb lebih tinggi daripada O 2. Ikatan yang terjadi antara CO dengan Hb (COHb) akan mengakibatkan kadar oksigen yang terikat dalam hemoglobin menjadi berkurang sehingga proses metabolisme di dalam tubuh menjadi terganggu. Kandungan gas CO yang mencapai 0,1% di udara dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, karbon monoksida disebut sebagai gas pembunuh. 19. Jawaban: c Penimbunan pupuk di suatu perairan dapat mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan kondisi suatu perairan yang dipenuhi oleh tumbuhan air karena perairan tersebut kaya unsur hara atau nutrien, misal taman eceng gondok atau jenis-jenis Algae yang terapung di air. Setelah tanaman tersebut mati, mikroorganisme akan menguraikannya. Proses penguraian tanaman air ini membutuhkan banyak oksigen. Akibatnya, di perairan tersebut akan kekurangan oksigen sehingga banyak hewan air yang mati. 20. Jawaban: c Fermentasi limbah merupakan proses penguraian atau perombakan bahan organik yang dilakukan dalam kondisi tertentu oleh mikroorganisme. Kondisi lingkungan yang mendukung proses fermentasi antara lain derajat keasaman atau pH antara 3–4, kadar garam dan kandungan gula yang tinggi, kadar air sedang antara 30–50%, kandungan antioksidan dari tanaman rempah dan obat, serta adanya mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi. 21. Jawaban: d Penipisan lapisan ozon disebabkan oleh polutan yang berupa gas CFC. Penipisan lapisan ozon mengakibatkan sinar ultraviolet sampai di permukaan bumi. Sinar ultraviolet tersebut dapat mengganggu kesehatan manusia, misal menimbulkan penyakit kanker kulit dan katarak.

74

Kunci Jawaban dan Pembahasan

22. Jawaban: a Penggunaan DDT dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Penggunaan DDT akan menimbulkan kerugian yang sangat besar seperti berikut. a. Merusak jaringan. b. DDT di dalam darah bersifat sebagai estrogen aktif sehingga dapat menghambat pembentukan sperma pada pria. c. Diduga dapat menimbulkan kanker, walaupun tidak secara langsung. d. Menimbulkan kelelahan, kejang otot, dan kelumpuhan. e. Pada burung, DDT dapat menghambat proses pengapuran dinding telur, sehingga cangkang telur tipis dan mudah pecah. Jadi, berdasarkan grafik tersebut dapat diketahui bahwa setelah digunakan DDT terjadi penipisan cangkang telur. 23. Jawaban: c Hutan merupakan habitat berbagai jenis makhluk hidup. Jika hutan dijadikan areal industri maka berbagai jenis makhluk hidup akan kehilangan habitatnya. Keadaan ini mengakibatkan ada beberapa jenis makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup dan lama-kelamaan bisa mengalami kepunahan. Dengan demikian keanekaragaman makhluk hidup semakin berkurang. Sementara itu, hilangnya humus tanah, berkurangnya sumber air, menurunnya kesuburan tanah, dan berkurangnya sumber oksigen merupakan permasalahan komponen abiotik. 24. Jawaban: a Penebangan hutan dapat mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca, banjir bandang, dan erosi tanah. Efek rumah kaca disebabkan oleh gas CO2. Tumbuhan menyerap karbon dioksida untuk melakukan proses fotosintesis. Jika pohonpohon banyak yang ditebang maka kadar karbon dioksida di udara meningkat. Hal ini mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca. Selain itu, akar tumbuhan berfungsi untuk mengikat air dan tanah. Jika pohon-pohon ditebangi maka akarnya tidak mampu lagi mengikat air dan tanah. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan erosi tanah saat hujan deras. Sementara itu, penipisan lapisan ozon disebabkan oleh gas CFC yang dapat merusak lapisan ozon.

25. Jawaban: b Konsentrasi DDT tertinggi terdapat pada top konsumen. Hal ini disebabkan DDT yang sudah masuk ke dalam tubuh organisme tidak dapat diuraikan dan tidak dapat dikeluarkan sehingga terjadi penimbunan DDT di dalam organisme satu ke organisme lainnya. Poros pemusatan polutan di alam dikenal sebagai biological magnification (biomagnifikasi). Jika suatu perairan yang telah tercemar DDT, DDT akan diserap oleh plankton. Kadar DDT dalam tubuh plankton lebih tinggi dari kadar DDT di dalam air. Plankton dimakan ikan kecil maka kadar DDT dalam tubuh ikan kecil lebih besar daripada di dalam tubuh plankton. Ikan kecil dimakan ikan besar maka kadar DDT dalam tubuh ikan besar lebih besar daripada di dalam tubuh ikan kecil. Ikan besar dimakan oleh burung pemakan ikan maka kadar DDT dalam tubuh burung lebih besar daripada di dalam tubuh ikan besar. 26. Jawaban: a Terbentuknya lubang pada lapisan ozon disebabkan oleh polutan udara yang berupa CFC. Gas CFC berasal dari produk aerosol (gas penyemprot), mesin pendingin, dan proses pembuatan plastik atau karet busa. Sementara itu, mengurangi penggunaan BBM, melakukan reboisasi di hutan gundul, mengurangi penebangan pohon di hutan, dan membatasi penggunaan kendaraan bermotor dapat mengurangi kadar polutan yang berupa karbon monoksida, karbon dioksida, dan sulfur dioksida.

berbenturan dengan CO2 yang berkadar tinggi tersebut, sinar matahari tidak diteruskan tetapi dipantulkan lagi ke bumi. Akibatnya, suhu bumi semakin meningkat. Tumbuh-tumbuhan menyerap karbon dioksida yang digunakan dalam proses fotosintesis. Dengan demikian, tumbuh-tumbuhan membantu mengurangi kadar karbon dioksida di udara sehingga dapat mencegah pemanasan global. Jadi, melakukan reboisasi dapat digunakan untuk mencegah pemanasan global. 30. Jawaban: b Penimbunan pupuk di suatu perairan dapat meningkatkan kesuburan perairan tersebut. Keadaan ini dapat mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan kondisi suatu perairan yang dipenuhi oleh Algae atau tumbuhan air karena perairan tersebut kaya unsur hara atau nutrien. Sementara itu, penebangan hutan dapat mengakibatkan pemanasan global. Penggunaan produk-produk aerosol dan penggunaan mesinmesin pendingin dapat mengakibatkan penipisan lapisan ozon. Penggunaan pestisida dapat mengakibatkan biomagnifikasi. B.

Uraian

1. a.

27. Jawaban: d Penebangan pohon yang menerapkan sistem tebang pilih memberlakukan bahwa pohon yang boleh ditebang harus cukup umur dan memiliki diameter 60 cm ke atas. Dengan demikian, penerapan sistem tebang pilih ini telah membantu dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sementara itu, mengubur sampah plastik, menggunakan pupuk kimia, membakar sampah organik, dan membasmi hama menggunakan insektisida justru akan merusak keseimbangan lingkungan. 28. Jawaban: c Gas CFC (chloro fluoro carbon) berasal dari produk aerosol (gas penyemprot), mesin pendingin, dan proses pembuatan plastik atau karet busa. 29. Jawaban: b Pemanasan global terjadi karena peningkatan kadar karbon dioksida di udara. Karbon dioksida dalam jumlah besar akan mengambang di udara dan bersifat seperti kaca. Sinar matahari yang jatuh ke bumi dipantulkan kembali ke angkasa. Karena

b.

Fenomena seperti pada gambar disebut sebagai efek rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan gejala peningkatan suhu di permukaan bumi yang terjadi karena peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. CO2 dalam jumlah besar akan mengambang di udara dan bersifat seperti kaca. Sinar matahari yang jatuh ke bumi dipantulkan kembali ke angkasa. Karena berbenturan dengan CO2 yang berkadar tinggi tersebut, sinar matahari tidak diteruskan tetapi dipantulkan lagi ke bumi. Akibatnya,suhu bumi akan meningkat. Fenomena ini akan mengakibatkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut, sehingga pulaupulau kecil dapat tenggelam. Efek rumah kaca juga mengakibatkan perubahan iklim, misal kekeringan atau curah hujan yang tinggi di berbagai tempat sehingga memengaruhi produktivitas budi daya pertanian, peternakan, perikanan, dan kehidupan manusia. Tumbuh-tumbuhan di hutan dapat menyerap karbon dioksida di udara yang digunakan untuk proses fotosintesis. Jika tumbuhtumbuhan di hutan ditebangi maka konsentrasi karbon dioksida di udara semakin besar. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca sehingga suhu bumi akan semakin meningkat. Biologi Kelas X

75

2. a. b. c. d.

Pembatasan mobil yang lewat di jalan. Penetapan baku mutu emisi. Informasi kualitas udara di jalan raya. Perbaikan kualitas BBM.

3. Beberapa dampak negatif akibat pencemaran partikel sebagai berikut. a. Mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia. b. Mengurangi intensitas sinar matahari ke bumi. c. Mengurangi jarak pandang bagi pengendara kendaraan bermotor atau pesawat. 4. Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat diuraikan oleh alam atau dapat diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang sangat lama karena berasal dari sumber daya alam tidak terbarui contoh mineral dan minyak bumi. Oleh karena itu, diperlukan usaha-usaha untuk meminimalisasi dihasilkannya limbah anorganik dengan cara-cara seperti berikut. a. Reuse (memakai ulang), barang-barang yang sudah tidak terpakai dapat digunakan untuk tujuan lain. b. Reduce, barang-barang digunakan hanya pada saat dibutuhkan saja. c. Recycle (mendaur ulang), barang-barang yang sudah tidak terpakai diolah menjadi produk lain yang dapat dimanfaatkan kembali. 5. Pemakaian merkuri dalam kosmetik sangat membahayakan karena dapat menimbulkan keracunan, kerusakan hati, ginjal, dan sistem saraf pusat. 6. Beberapa parameter kimia untuk menguji kualitas air yang perlu diketahui antara lain BOD, COD, DO, dan pH air a. BOD (Biochemical Oxygen Demand) adalah ukuran kandungan oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme di dalam air untuk menguraikan bahan organik yang ada di dalam air. b. COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia. Indikator ini umumnya berguna pada limbah industri. c. DO (Dissolved Oxygen) adalah kadar oksigen terlarut dalam air. d. Nilai pH limbah cair, yaitu ukuran keasaman atau kebasaan limbah. 7. a.

76

Semakin jauh jarak dari pembangkit listrik tenaga diesel maka populasi Lichenes semakin meningkat. Hal ini karena stasiun pembangkit listrik tenaga diesel menghasilkan sulfur dioksida yang dapat membunuh Lichenes. Jadi, hanya terdapat beberapa

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b. c.

jenis Lichenes yang dapat bertahan hidup di daerah dengan konsentrasi sulfur dioksida yang tinggi. Sulfur dioksida dapat merusak sel dari Algae dan Fungi yang membentuk Lichenes. Selain itu, sulfur dioksida juga dapat mengakibatkan hujan asam yang dapat merusak pigmen klorofil pada Algae. Nitrogen dioksida Sulfur dioksida akan bereaksi di udara membentuk asam. Uap air yang telah mengandung asam menjadi bagian dari awan yang akhirnya turun ke bumi sebagai hujan asam. Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan, tanaman pertanian, dan perkebunan. Hujan asam juga mengakibatkan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, misal jembatan dan rel kereta api serta rusaknya berbagai bangunan. Selain itu, hujan asam juga mengakibatkan menurunnya pH tanah, sungai, dan danau sehingga memengaruhi kehidupan organisme tanah dan air serta kesehatan manusia.

8. Contoh rantai makanan yang mungkin terjadi di perairan tersebut sebagai berikut. Organisme G → organisme I → organisme F DDT merupakan pestisida pemberantas hama yang bersifat stabil. Jika masuk ke dalam tubuh makhluk hidup, zat tersebut tidak dapat dirombak atau diuraikan, tetapi akan larut dalam lemak. DDT yang terlarut dan mencemari perairan dalam jangka panjang akan menumpuk dalam tubuh organisme. DDT tersebut dapat pindah ke tubuh organisme lain bersama-sama dengan aliran materi (makanan) dalam rantai makanan. Dalam rantai makanan, konsentrasi DDT paling tinggi terdapat pada top konsumen .Hal ini disebabkan DDT yang sudah masuk ke dalam tubuh organisme tidak dapat diuraikan dan tidak dapat dikeluarkan, sehingga makin tertimbun dalam organisme satu ke organisme lainnya. Jadi dalam rantai makanan tersebut, di dalam tubuh burung pemakan ikan mengandung DDT dalam konsentrasi terbesar. 9. Kertas dibuat dengan memanfaatkan tumbuhtumbuhan. Jika kertas tidak didaur ulang, maka banyak tumbuhan yang ditebang untuk membuat kertas. Padahal, tumbuh-tumbuhan sangat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tumbuh-tumbuhan menghasilkan oksigen dan dapat menyerap karbon dioksida di udara sehingga dapat mencegah terjadinya pemanasan global. Selain itu, akar tumbuhan juga bermanfaat untuk mencegah erosi tanah sehingga tanah tetap subur. Hutan merupakan habitat berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Jika pohon-pohon di hutan

ditebangi maka banyak organisme yang kehilangan habitatnya. Akibatnya, banyak organisme yang tidak dapat bertahan hidup sehingga mengurangi keanekaragaman hayati. 10. Plastik merupakan limbah anorganik, sedangkan kertas merupakan limbah organik. Limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat diuraikan oleh alam atau dapat diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang lama. Limbah organik merupakan limbah yang mudah diuraikan dalam proses alami karena terdiri atas bahan-bahan organik yaitu limbah yang berasal dari makhluk hidup. Jadi, penggunaan bahan plastik akan menghasilkan sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan. Sementara itu, sampah kertas yang ada di lingkungan dapat diuraikan oleh mikroorganisme sehingga tidak mencemari lingkungan.

Latihan Ulangan Akhir Semester A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: c Keanekaragaman sifat fenotipe individu dalam satu spesies terjadi karena keanekaragaman gen dan kemampuan adaptasinya terhadap lingkungan. Lingkungan dapat mengakibatkan penampakan fenotipe yang berbeda di antara individu dalam satu spesies. 2. Jawaban: d Hewan seperti pada gambar adalah musang cokelat sulawesi (Macrogalidia musschenbroeki). Hewan ini merupakan salah satu jenis fauna peralihan yang hidup di Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan dihuni oleh fauna daerah Oriental. Papua dihuni oleh fauna daerah Australian. 3. Jawaban: d a. Taman nasional: kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang digunakan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, dan rekreasi. b. Cagar alam: kawasan suaka alam yang melindungi dan menjamin perkembangan secara alami terhadap jenis tumbuhan yang khas di tempat tersebut. c. Taman hutan raya: kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi hewan dan tumbuhan yang alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan jenis asli. d. Taman buru: kawasan yang di dalamnya terdapat potensi satwa buru yang diperuntukkan untuk rekreasi berburu.

e.

Suaka margasatwa: kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa. Untuk kelangsungan hidupnya perlu dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

4. Jawaban: a Introduksi spesies eksotik dapat menjadi kompetitor atau predator bagi fauna asli sehingga mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati suatu ekosistem. Eksplorasi secara berlebihan dapat menurunkan populasi makhluk hidup secara drastis sehingga dapat mengakibatkan punahnya suatu spesies. Perusakan habitat dapat mengakibatkan berbagai spesies kehilangan habitat sehingga mengakibatkan kepunahan. Polusi mengakibatkan kualitas lingkungan menurun sehingga dapat membahayakan kelangsungan makhluk hidup di dalamnya. Adapun interaksi dengan spesies lain bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup suatu makhluk hidup. Dengan demikian, interaksi dengan spesies lain tidak merusak keanekaragaman hayati. 5. Jawaban: a Sistem klasifikasi lima kingdom yang diajukan oleh Whittaker sebagai berikut. a. Kingdom Monera meliputi organisme yang memiliki tipe sel prokariotik. b. Kingdom Protista meliputi organisme eukariotik bersel tunggal seperti Protozoa dan Algae. c. Kingdom Fungi meliputi organisme eukariotik yang mampu menguraikan makanan dan menyerapnya. d. Kingdom Plantae meliputi organisme eukariotik bersel banyak yang mampu melakukan fotosintesis. e. Kingdom Animalia meliputi hewan eukariotik bersel banyak yang bersifat heterotrof. 6. Jawaban: e Nama ilmiah untuk setiap spesies hewan maupun tumbuhan terdiri atas dua kata yang sudah dilatinkan. Kata pertama merupakan penunjuk nama marga (genus), sedangkan kata kedua merupakan penunjuk spesies atau jenis. 7. Jawaban: e Dalam penulisan nama spesies, kata pertama diawali dengan huruf kapital dan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Penulisannya biasanya miring, tebal, atau digarisbawahi secara terpisah agar berbeda dengan kata atau istilah yang lainnya.

Biologi Kelas X

77

8. Jawaban: c Dalam siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit tersusun dari kaki, tangkai (seta), dan kapsul. Sporofit merupakan generasi yang berumur pendek dan menghasilkan spora yang akan tumbuh menjadi gametofit/tumbuhan lumut. Gametofit merupakan generasi dominan dalam siklus hidup tumbuhan lumut.

14. Jawaban: c

9. Jawaban: a

15. Jawaban: e Ciri-ciri Primata sebagai berikut. 1) Berkembang biak dengan cara melahirkan. 2) Menyusui anaknya. 3) Tangan dan kaki berjari lima dan berkuku. Monotremata merupakan Mammalia berparuh dan berkloaka. Marsupialia merupakan Mammalia bersisik dan tidak bergigi. Insectivora merupakan Mammalia pemakan serangga.

Organisme Polytrichum sp. Marchantia polymorpha Selaginella sp. Platycerium coronarium

Kelompok Bryopsida Hepaticopsida Lycopodiinae Filicinae

10. Jawaban: c Tumbuhan A adalah Bryophyta (tidak mempunyai jaringan pembuluh). Tumbuhan B adalah Pteridophyta (mempunyai jaringan pembuluh, tetapi tidak menghasilkan biji). Tumbuhan C adalah Gymospermae mempunyai jaringan pembuluh dan menghasilkan biji yang tidak tertutup di dalam buah). Tumbuhan D adalah Monocotyledoneae (menghasilkan biji dengan satu kotiledon). Tumbuhan E adalah Dicotyledoneae (menghasilkan biji dengan dua kotiledon). 11. Jawaban: d Cycadinae merupakan salah satu kelas dari kelompok Gymnospermae. Ciri-ciri Cycadinae yaitu tubuh menyerupai pohon kelapa atau palem, batang berbentuk tiang, mempunyai daun majemuk menyirip, serta membentuk strobilus jantan dan strobilus betina untuk perkembangbiakannya. Cycadinae tidak membentuk bunga. 12. Jawaban: d Tumbuhan berbiji disebut juga Phanerogamae karena mempunyai alat kelamin yang jelas. Kelompok tumbuhan yang menghasilkan embrio disebut Embriophyta siphonogama. Kelompok tumbuhan yang membentuk biji disebut Spermatophyta. Kelompok yang menghasilkan bunga disebut Anthophyta. Kelompok tumbuhan yang mempunyai jaringan pembuluh disebut Tracheophyta. 13. Jawaban: b Alat perkembangbiakan pada gambar yaitu strobilus. Strobilus merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan yang tergolong dalam Coniferinae, contoh pinus. Kelapa, mangga, durian, dan palem merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai alat perkembangbiakan berupa bunga yang akan menghasilkan biji.

78

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jenis Tanaman

Famili

Karet Beringin Cabai Jeruk Kopi

Euphorbiaceae Moraceae Solanaceae Rutaceae Rubiaceae

16. Jawaban: b Trematoda a. b. c. d. e.

Tubuh simetri bilateral Tubuh tidak bersegmen Bentuk tubuh pipih Bersifat parasit Mempunyai 2 alat pengisap

Cestoda Tubuh simetri bilateral Tubuh bersegmen Bentuk tubuh pipih Bersifat parasit Mempunyai 4 alat pengisap

17. Jawaban: e Ada 5 kelas dalam Mollusca, yaitu Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Cephalopoda, dan Pelecypoda. Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, dan Pelecypoda mempunyai anggota yang bercangkang luar. Sementara itu, Cephalopoda mempunyai anggota yang tidak mempunyai cangkang luar dan mempunyai kaki di kepala. 18. Jawaban: c Sel amoebosit pada Porifera berfungsi untuk mengangkut zat-zat makanan dan zat sisa-sisa metabolisme dari satu sel ke sel lainnya. Saluran air pada Porifera berupa ostium, oskulum, dan spongosol. Bagian yang berfungsi sebagai pelindung dan penopang tubuh pada Porifera berupa spikula. Bagian yang menangkap makanan pada Porifera yaitu sel-sel leher atau koanosit. 19. Jawaban: d Rangka tubuh Calcarea bersifat kalkareus (mengandung kapur). Spikulanya mengandung kalsium karbonat. Spikula yang mengandung silikat atau kersik (SiO2) terdapat dalam rangka tubuh anggota kelas Hexatinellida. Rangka dari serabut spongin dan spikula dari zat kersik terdapat pada anggota Demospongia.

20. Jawaban: d Ciri-ciri Reptilia sebagai berikut. 1) Mempunyai dua pasang tungkai. 2) Kulit bersisik dari zat tanduk. 3) Pada umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup di air, misal penyu dan buaya. 4) Rangkanya mengalami osifikasi. 5) Berdarah dingin. 21. Jawaban: e Ciri khas hewan yang termasuk Chordata yaitu mempunyai chorda dorsalis atau notochord yang memanjang sebagai kerangka tubuh. Kepala menyatu dengan dada, mempunyai dua pasang sayap, serta tubuh tertutup karapaks dan plastron bukan merupakan ciri khusus Chordata. 22. Jawaban: a Dalam tingkat trofik, semakin tinggi tingkat trofik maka jumlah energi semakin berkurang. Jadi, jumlah energi terbesar dimiliki oleh produsen dan jumlah energi terkecil dimiliki oleh konsumen tersier. Oleh karena produsen memiliki energi terbesar maka produsen juga melepaskan energi terbesar pula. 23. Jawaban: b Terjadinya suksesi pada suatu komunitas diawali dengan tumbuhnya organisme pionir berupa lumut kerak dan alga (2). Lumut (3) akan melapukkan benda mati dan akan diuraikan oleh pengurai menjadi zat anorganik yang akan memperkaya unsur hara tanah sehingga benih yang jatuh pada tempat tersebut akan tumbuh subur. Setelah itu, akan tumbuh rumput (1), semak (4), dan pepohonan (5). 24. Jawaban: c Savana merupakan bioma yang mempunyai ciri seluruh wilayahnya dipenuhi oleh tumbuhan padang rumput yang luas dan beberapa tumbuhan pendek. 25. Jawaban: c Daerah D merupakan daerah laut bagian dalam yang sudah tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Di daerah ini banyak dihuni oleh dekomposer dan beberapa biota laut berupa hewan-hewan laut buas yang termasuk karnivora (konsumen II). 26. Jawaban: c Pada saat produsen dimakan konsumen primer 10

maka 1.500 kJm–2y–1 × 100 = 150 kJm–2y–1. Jadi, energi yang terserap oleh konsumen primer sebesar 150 kJm–2y–1.

27. Jawaban: d Rhizobium termasuk golongan bakteri denitrifikasi atau bakteri yang mampu menambat nitrogen bebas kemudian mengubahnya menjadi ion nitrat sehingga mudah diserap oleh tumbuhan Leguminoceae. 28. Jawaban: a 1) Semakin panjang rantai makanan, energi yang diserap semakin sedikit. 2) Dalam tingkat trofik suatu rantai makanan, ukuran organisme berbeda-beda, jumlah organisme dalam suatu tingkat trofik dipengaruhi oleh jumlah organisme dalam tingkat trofik sebelumnya. 29. Jawaban: c Rhizobium yang hidup dalam akar tumbuhan kacang-kacangan dapat mengikat nitrogen (fiksasi nitrogen) yang ditunjukkan oleh nomor 1. Nitrogen dapat diserap tumbuhan dalam bentuk amonia. Amonia kemudian dirombak oleh bakteri nitrit menjadi ion nitrit (NO2–). Ion nitrit dirombak oleh bakteri nitrat menjadi ion nitrat (NO3–). Proses ini disebut nitrifikasi (nomor 2). Selanjutnya, ion nitrat dirombak oleh bakteri menghasilkan nitrogen. Proses ini disebut denitrifikasi (nomor 3). 30. Jawaban: a Peristiwa yang dapat meningkatkan terjadinya kompetisi di antara anggota populasi dalam suatu area adalah peningkatan populasi burung rajawali. Kompetisi merupakan jenis interaksi antarorganisme yang saling bersaing untuk bertahan hidup. Kompetisi dalam suatu populasi akan bertambah apabila terjadi peningkatan populasi suatu makhluk hidup. Misal, peningkatan populasi burung rajawali. Semakin banyak populasi burung rajawali maka kompetisi dalam berburu mangsa juga akan bertambah. 31. Jawaban: d Lapisan ozon (O 3) adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi pada ketinggian kurang lebih 30 km di atas permukaan bumi. Lapisan ozon terdapat pada lapisan atmosfer yang disebut stratosfer. Lapisan ozon berfungsi menahan 99% radiasi sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan matahari. 32. Jawaban: b Peningkatan kadar karbon dioksida di udara dapat disebabkan oleh semakin banyaknya kerusakan hutan. Kerusakan hutan ini terjadi karena banyak pohon yang ditebangi oleh manusia. Padahal, tumbuhan berfungsi untuk menyerap karbon dioksida di udara. Karbon dioksida ini akan

Biologi Kelas X

79

digunakan oleh tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Jika pohon-pohon banyak ditebangi maka kadar karbon dioksida akan meningkat. Sementara itu, meningkatnya air laut disebabkan oleh pemanasan global. Peningkatan penggunaan pupuk organik akan mengakibatkan eutrofikasi. Sulfur dioksida merupakan polutan udara yang dapat mengakibatkan terjadinya hujan asam. Peningkatan penggunaan pestisida dapat mengakibatkan pencemaran air dan tanah. 33. Jawaban: e Saat perairan mulai tercemar, populasi Algae akan berkurang karena limbah organik menghalangi sinar matahari sehingga Algae tidak dapat berfotosintesis. Namun, populasi mikroorganisme akan meningkat karena terdapat banyak limbah organik di perairan tersebut. Mikroorganisme berfungsi menguraikan limbah organik menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga dapat dimanfaatkan oleh Algae. Hal inilah yang mengakibatkan populasi Algae di daerah X meningkat karena Algae memperoleh mineral dari hasil penguraian limbah organik. Setelah limbah organik diuraikan, populasi Algae dan mikroorganisme akan kembali normal seperti semula. 34. Jawaban: a Pemakaian pupuk yang berlebihan dapat meningkatkan zat hara di perairan. Zat hara yang berupa nitrat dan fosfat akan terbawa air sehingga dapat masuk ke perairan. Peningkatan zat hara mengakibatkan populasi beberapa jenis tumbuhan air dan Algae mengalami perkembangan dengan cepat sehingga menutupi permukaan air. Keadaan seperti ini dikenal dengan istilah eutrofikasi. 35. Jawaban: e Plastik termasuk limbah anorganik. Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat diuraikan oleh alam atau dapat diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang sangat lama karena berasal dari sumber daya alam yang tak terbarui seperti minyak bumi. Penanganan limbah anorganik yang paling tepat agar tidak mencemari lingkungan yaitu dengan cara didaur ulang. Sementara itu, melarang penggunaan plastik bukanlah tindakan yang bijaksana karena sebagian besar peralatan rumah tangga menggunakan bahan plastik. Membuang plastik di tempat sampah juga dapat menimbulkan pencemaran karena pada akhirnya juga akan dibuang di tanah. Mengubur sampah plastik di dalam tanah justru dapat mencemari tanah. Membakar sampah plastik di tempat terbuka dapat mengakibatkan timbulnya asap yang dapat mencemari udara.

80

Kunci Jawaban dan Pembahasan

36. Jawaban: d Larutan metilen biru digunakan untuk menguji tingkat pencemaran air. Larutan metilen biru yang dilarutkan dalam air tercemar akan berubah menjadi tidak berwarna dalam waktu yang sangat cepat. Jadi, dari data eksperimen tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pencemaran di daerah Q lebih tinggi daripada daerah P. Di perairan tercemar terdapat banyak mikroorganisme yang berfungsi menguraikan limbah organik. Dalam proses penguraian limbah ini, mikroorganisme menggunakan oksigen terlarut. Akibatnya, di perairan yang tercemar, kandungan oksigennya (DO) rendah sedangkan nilai BOD-nya tinggi. 37. Jawaban: b Cagar alam adalah suaka alam yang melindungi dan menjamin perkembangan secara alami terhadap jenis tumbuhan yang khas di tempat tersebut. Jadi, mendirikan cagar alam merupakan salah satu usaha untuk menjaga kelestarian makhluk hidup. Sementara itu, memperluas lahan pertanian, merusak habitat alami, penggalian sumber daya alam, dan pembuangan limbah ke sungai justru akan mengurangi keanekaragaman makhluk hidup. 38. Jawaban: b Penghijauan atau penanaman pohon dapat mengurangi kadar polutan CO2 di udara. Hal ini karena tumbuhan memerlukan CO 2 untuk melakukan proses fotosintesis. Dengan demikian, kandungan CO2 di udara menjadi berkurang. 39. Jawaban: d Banjir di Jakarta terjadi karena sebagian besar daerah peresapan air dijadikan daerah pemukiman. Akibatnya, air hujan hanya berada di permukaan tanah dan terjadilah banjir. Kebakaran hutan juga akibat kelalaian manusia. Manusia sengaja membakar hutan untuk membuka lahan sebagai pertanian atau permukiman. 40. Jawaban: d Akibat yang ditimbulkan dari kegiatan pembukaan hutan secara liar sebagai berikut. 1) Kepunahan flora dan fauna tertentu. 2) Perubahan daur hidrologi. 3) Berkurangnya kesuburan tanah. B.

Uraian

1. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan seperti pestisida dan pupuk dapat mengakibatkan penurunan keanekaragaman hayati. Sisa pupuk yang digunakan dapat terbawa oleh air menuju muara sungai sehingga dapat mengakibatkan

eutrofikasi, yaitu pertumbuhan eceng gondok yang sangat pesat. Akibatnya, keanekaragaman hayati di perairan menjadi berkurang karena banyak hewan air yang mati akibat kekurangan oksigen. Adapun penggunaan pestisida yang berlebihan dapat mematikan hewan lain bukan sasaran. Contoh serangga bukan sasaran yang berperan dalam penyerbukan atau predator alami yang bermanfaat. 2. Ciri-ciri tumbuhan yang dikelompokkan dalam Pteridophyta sebagai berikut. a. Tubuhnya sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. b. Sudah mempunyai jaringan pembuluh. c. Sporofit berukuran relatif lebih besar dibandingkan gametofit. d. Sporofit hidup terpisah dari gametofit. e. Sporofit merupakan fase dominan. 3. a.

b.

c.

4. a.

b.

c.

Kelas Calcarea Kelas Calcarea mempunyai spikula yang tersusun dari kalsium karbonat (kapur). Spikulanya berbentuk monaxon atau triaxon sehingga tampak seperti duri-duri kecil. Kelas Hexactinellida Kelas Hexactinellida mempunyai spikula yang tersusun dari benang silikat atau kersik (SiO2). Spikulanya berbentuk triaxon dengan enam cabang. Kelas Demospongia Kelas Demospongia mempunyai rangka dari serabut-serabut spongin dengan spikula berbahan zat silikat. Spikulanya berbentuk monaxon dan tetraxon. Gambar X menunjukkan pola siklus hidup tumbuhan lumut (Bryophyta). Gambar Y menunjukkan pola siklus hidup tumbuhan paku (Pteridophyta). Pada siklus hidup Bryophyta, gametofit lebih dominan daripada sporofit. Sementara itu, pada siklus hidup Angiospermae sporofit lebih dominan daripada gametofit. Pada pembentukan spora terjadi melalui pembelahan sel meiosis dan pada pembentukan gamet terjadi melalui pembelahan sel secara mitosis.

5. Karena sushi terbuat dari ikan mentah. Ikan mentah sering digunakan sebagai inang cacing isap yaitu Clonorchis sinensis. Apabila ikan dikonsumsi dalam keadaan mentah maka kemungkinan besar cacing ini bisa menginfeksi manusia. 6. Gastropoda dan Pelecypoda memiliki cangkang yang menutupi tubuhnya. Cangkang ini digunakan

untuk melindungi diri dari musuhnya. Cephalopoda memiliki organ pertahanan diri yang berupa kantong tinta. Jika hewan ini terancam oleh musuh, tinta akan disemburkan keluar melalui anus yang terletak di kepala. 7. Penentuan tingkat trofik piramida jumlah didasarkan pada penghitungan jumlah individu tiap satuan luas (per m2). Dari rantai makanan tersebut dapat digambarkan piramida jumlahnya sebagai berikut. Lalat tse-tse Zebra Rumput

Dari piramida tersebut diketahui bahwa jumlah rumput paling banyak, sedangkan jumlah zebra paling sedikit. 8. a.

b.

Bentuk kedua grafik (A dan B) hampir serupa karena setiap peningkatan populasi organisme A akan diikuti peningkatan populasi organisme B. Demikian juga saat terjadi penurunan populasi organisme A akan diikuti penurunan populasi organisme B. Populasi zooplankton ditunjukkan oleh grafik B dan populasi dari fitoplankton ditunjukkan oleh grafik A. Dalam ekosistem tersebut, fitoplankton (grafik A) berperan sebagai produsen sehingga populasi produsen lebih banyak daripada populasi zooplankton (grafik B) yang berperan sebagai konsumen.

9. BOD adalah ukuran kandungan oksigen terlarut yang diperlukan mikroorganisme di dalam air untuk menguraikan bahan organik yang ada di dalam air. COD merupakan jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia. Indikator ini umumnya berguna pada limbah industri. DO adalah kadar oksigen terlarut dalam air. 10. Limbah pabrik umumnya mengandung bahanbahan pencemar yang dapat membahayakan kesehatan. Sebaiknya, limbah tidak langsung dibuang ke lingkungan perairan yang digunakan untuk penduduk. Limbah dari pabrik ditampung untuk sementara waktu dan kemudian limbah dipisahkan dari bahan-bahan berbahaya dengan proses tertentu, baik secara biologis maupun nonbiologis. Misalnya dengan pengolahan oleh mikroorganisme, sedimentasi (pengendapan), atau filtrasi (penyaringan). Jadi, limbah yang dialirkan ke perairan atau sungai tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

Biologi Kelas X

81