MENGGAPAI MIMPI - Nulisbuku.com

13 downloads 18 Views 380KB Size Report
2. MENGGAPAI MIMPI. Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar. Fany Puspita Rahayu. Maharina Novia Zahro. R. Moh. Rival Nurriski Utomo. M. Natsir Arie Hatta.

MENGGAPAI MIMPI

MUHAMMAD ZULFIKAR AKBAR, dkk

MENGGAPAI MIMPI Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar Fany Puspita Rahayu Maharina Novia Zahro R. Moh. Rival Nurriski Utomo M. Natsir Arie Hatta Warda Firdausi Karimah Media Lely Ade Chandra Sutrisna Devi Melasheni Lailatun Nailiya Yusfa Annisa Rizki Ananda Bagas Suryo Adi Rival Fahri Danny Rahardian T. Septiandi Wijaya

Copyright © 2012 by Media Mahasiswa

2

Penerbit Media Mahasiswa Publishing http://www.mediamahasiswa.com [email protected]

Penyunting : Muhammad Zulfikar Akbar

Desain Sampul: Fany Puspita Rahayu

Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com

3

ISI PENGALAMAN :

Aku dan Dunia Menulis

21

Miss You, Mom

30

Tahu Rasanya

34

Dari 15ribu, Sampai Olimpiade Nasional

51

Kenikmatan Tiada Henti

59

Doa Ibu dan Kerja Keras

65

Doa Orang Teraniaya yang Terkabul

70

Dasadarma

77

Tanda Tangan Dibukumu,....

81

Get Free Something

87

Belajar Fotografi

95

Live is Love, Love Take me Up

97

Hitam vs Putih

102

Kerja

114

Ayo Berorganisasi!

117

Berani Ambil Langkah!

126

Bermimpilah!

132

4

Aku dan Dunia Menulis Oleh : Media Lely

Namaku Media Lely Lia Ari Fitriani, aku adalah gadis sederhana yang memiliki sebuah kisah yang tak pernah kulupakan sepanjang hidupku. Kisah yang mengungkap tentang jati diriku. Tentang jati diriku yang menuntunku pada dunia menulis. Awalnya aku menganggap dunia menulis adalah sebuah tempatku untuk melarikan diri dari semua kepahitan masalah keluarga yang kualami. Setiap aku merasa hatiku terasa sakit menelan kenyataan yang kudapatkan tentang keluargaku yang tak

lagi

harmonis

menumpahkan

semua

seperti

dulu.

luka

yang

Aku

ingin

mengendap

memenuhi ruang hatiku pada seseorang yang bisa mendengar, mengerti, dan mampu merasakan apa yang

kurasakan.

Namun

semua

harapanku

mendapatkan seseorang yang bisa menguatkan hatiku

5

pupus. Hanya teman yang mendengarkan semua laraku dengan setengah hati yang berhasil kutemui. Hingga aku tergerak pada sebuah artikel yang tak sengaja kubaca di internet yang mengisahkan kecintaan seorang gadis berdarah Yahudi pada dunia menulis. Gadis luar biasa ini bernama Anne Frank. Anne Frank adalah gadis keturunan Yahudi yang tinggal di Jerman saat Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler

sedang

pembantaian

gencar-gencarnya

melakukan

pada kaum Yahudi. Selama perang

Anne bersembunyi di Secret Annex bersama delapan orang lainnya. Di antara perasaan takut, gelisah dan cemas

yang

menderanya

Anne

menumpahkan

semuanya pada diary yang dia beri nama Kitty. Aku sangat suka dengan curahan hatinya yang tergores dalam buku diarynya. Seperti saat dia memulai

menulis

pada

diarynya,

Anne

mengungkapkan kecintaanya pada menulis. Dia mengatakan pada diarynya, “Aku berharap aku bisa

6

mencurahkan isi hatiku padamu dengan cara yang belum

pernah

aku

lakukan

pada

siapapun

sebelumnya, aku harap kamu dapat memberi rasa nyaman dan juga semangat untukku.” Berbulan-bulan ia tidak melihat matahari dan tidak mengetahui dunia luar. Namun ia terus saja menulis, “Aku suka menulis, banyak hal yang terlampau luar biasa dalam hatiku, akan aku tumpahkan lewat tulisan. Kertas memiliki kesabaran yang lebih ketimbang manusia.” Pada bulan April 1944 ia curhat pada diarinya bahwa ia rindu ingin sekolah lagi, “Andai perang tidak juga berakhir bulan September, aku tidak akan kembali ke sekolah.” Memang Anne Frank tidak pernah lagi melanjutkan sekolahnya hingga akhir hayatnya. Karena pada tanggal 4 Agustus pagi, delapan orang yang bersembunyi di Secret Annex, termasuk Anne Frank, disergap oleh intelejen bayaran Nazi lalu digiring ke Penjara. Lalu ke kamp pembuangan

7

sampai akhirnya dicampakkan ke sebuah kamp mengerikan di dekat Hannover (Jerman) tahun 1945. Bersama dengan impian remaja dan citacitanya, akhirnya Anne Frank meninggal dunia karena terlalu lelah, sakit dan lapar. Mayatnya dibuang ke sebuah pemakaman umum BergenBelsen. Ia mati dalam usia belasan tahun, tanpa sempat tahu bahwa beberapa waktu kemudian. Setelah perang usai, diari-nya ditemukan oleh petugas berceceran di lantai Secret Annex yang akhirnya menjadi sebuah dokumen sejarah yang dipublikasikan di seluruh dunia. Dan yang membuatku terharu pada sikapnya yang tegar dalam diari-nya dia memberi semangat pada dirinya sendiri untuk meredam rasa takutnya menghadapi teror Nazi. Dia menggoreskan kalimat tegar ini pada diarynya “Saat aku menulis, aku dapat meluruhkan seluruh deritaku. Ketakutanku lenyap, gairah hidupku bangkit kembali! ….. aku berharap, semoga bisa, oh, aku sangat berharap, hanya dengan

8

menulis aku dapat merekam segalanya, seluruh pikiran, ide dan fantasiku.” Dari kisah Anne Frank ini aku berhasil menemukan seorang sahabat yang sesuai dengan keinginan hatiku. Sahabat yang selalu mendengarkan semua keluhanku menghadapi masalah keluargaku tanpa pernah mengenal kata lelah. Sahabat yang selalu mengerti semua laraku tanpa pernah mendekap kata jenuh. Sahabat yang selalu mampu merasakan semua luka yang berdarah-darah di dalam hatiku tanpa pernah mengenal kata pergi meninggalkanku. Sahabat yang sangat sabar setiap kali aku menangis dihadapannya, tak sedikitpun ada keinginannya untuk mengabaikan kehadiranku yang terkadang terlihat sangat rapuh. Sahabat yang selalu mendorongku tegar dalam menelusuri lapak-lapak kehidupan yang terkadang menjelma seperti kerikil tajam yang siap menusuk langkahku. Sahabat yang mampu membuka mata hatiku untuk melihat keindahan senja di antara kabut

9

tebal yang melingkupi hidupku, pasca masalah keluarga yang menghantam keras hidupku. Sahabat itu adalah kertas dan pena. Sahabat yang tak pernah mengeluh setiap kali aku menggoreskan semua butiran luka dalam hatiku. Seperti yang dirasakan Anne Frank, kertas lebih sabar ketimbang manusia. Dan aku juga merasakan apa yang Anne Frank rasakan, kertas lebih sabar dibanding manusia. Aku lebih tegar menghadapi semua masalah yang datang mendekapku tanpa jeda. Usai mencurahkan segala luka pahit yang melumuri hatiku lewat kertas dan pena. Sejak saat itu aku mulai mencintai dunia menulis.

Hingga

ada

sebuah

peristiwa

yang

menampar kesadaranku tentang penilaianku terhadap dunia

menulis.

Aku

tersadar

ada

sesuatu........................................... (Untuk lebih lanjut membacanya, anda bisa membeli buku kami) 

10