PENERJEMAHAN BAHASA JERMAN BAHASA INDONESIA DAN ...

10 downloads 204 Views 12KB Size Report
dalam bidang penerjemahan, hampir semua prodi bahasa asing sekarang ini ... Terkait dengan kualitas terjemahan di Indonesia, Sastrio (2008) mengatakan ...

PENERJEMAHAN BAHASA JERMAN BAHASA INDONESIA DAN PERMASALAHANNYA Oleh: Rosyidah Universitas Negeri Malang

1. Pendahuluan Perkembangan pertukaran informasi pada era globalisasi telah membuka persaingan besar dalam hampir setiap aspek lapangan kerja, tidak terlepas di antaranya dalam dunia penerjemahan. Untuk menjawab tantangan dalam bidang penerjemahan, hampir semua prodi bahasa asing sekarang ini menyiapkan calon lulusannya dengan kemampuan menerjemahkan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa terjemahan yang sekarang ini banyak beredar di pasaran kurang berkualitas. Hal tersebut ahtegaskan dalam Harian Kompas (Minggu/6 April 2008), bahwa di Indonesia belum ada pembenahan yang menyeluruh terutama pada kualitas penerjemahan, baik lisan maupun tulisan. Terkait dengan kualitas terjemahan di Indonesia, Sastrio (2008) mengatakan bahwa kualitas karya terjemahan di Indonesia, khususnya karya terjemahan tertulis sangat buruk. Ia juga menambahkan bahwa ribuan tasjemahan yang sekarang beredar di pasaran sangat sarat dengan Imsalahan. Buruknya kualitas terjemahan yang diperparah dengan kinerja editor yang asal-asalan merupakan produk pembelajaran yang juga tidak/kurang berkualitas. Buruknya kualitas terjemahan, sebenarnya tidak hanya merujuk pada penerjemah-penerjemah Indonesia, namun juga pada para penerjemah luar negeri yang turut meramaikan industri penerjemahan teks berbahasa Indonesia di pasar global. 2. Penerjemahan sebagai Tindak Komunikasi Pada dasarnya menerjemahkan adalah sebuah tindak komunikasi. skema yang mencerminkan spesifikasi terjemahan mencatat dua sisi terjemahan sebagai proses komunikasi. Pada hakikatnya, kedua proses Ihmamikasi tersebut adalah: (1) komunikasi di antara pengirim (sender) teks invariant dan penerima teks asli serta penerjemah (receiver, translator) dan komunikasi di antara translator dan penerima teks terjemahan (receptor); serta (2) penerjemah, sebagai pemeran serta proses komunikatif, secara bergantian menjalankan peranan ganda, yakni sebagai receiver, di satu pihak, dan sebagai sender, di pihak lain. Dua peranan silih berganti seperti itu ternyata memberi pengaruh yang substansial pada proses meajemahan (Moentaha, 2006). Untuk dapat berkomunikasi secara efektif dan mengesankan seorang penerjemah harus menghargai keistimewaan atau kekhasan setiap bahasa. Resep terpenting untuk itu selain teori penerjemahan adalah latihan, bakat, dan pengalaman (Koenigs, 2000).

This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.