PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI SEKOLAH ...

46 downloads 26 Views 3MB Size Report
“Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Sekolah (Studi Kasus : SMP. Yasporbi ...... Audit Files adlah record-record pembaruan khusus untuk file-file yang.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI SEKOLAH ( STUDI KASUS : SMP YASPORBI I PANCORAN ) SKRIPSI Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Danti Maya Rahayu 103093029703

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011 / 1432 H

ii

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI SEKOLAH ( STUDI KASUS : SMP YASPORBI I PANCORAN )

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Pada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh Danti Maya Rahayu 103093029703

Menyetujui, Pembimbing I

Pembimbing II

Nia Kumaladewi, MMSI NIP. 150 411 179

A’ang Subiyakto, M.Kom NIP. 150 411 252

Mengetahui, Ketua Program Studi Sistem Informasi

A’ang Subiyakto, M.Kom NIP. 150 411 252

iii

PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Sekolah (Studi Kasus : SMP Yasporbi I Pancoran)” yang di tulis oleh Danti Maya Rahayu, NIM 103093029703 telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada hari Kamis,2 September 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Sistem Informasi . Menyetujui,

Penguji I

Penguji II

Nur Aeni Hidayah, MMSI NIP. 197508182005012008

Khodijah Hulliyah, M.Si NIP. 197304022001122001

Pembimbing I

An. Pembimbing II

Nia Kumaladewi, MMSI NIP. 150411179

Nur Aeni Hidayah, MMSI NIP. 197508182005012008

Mengetahui, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

An. Ketua Program Studi Sistem Informasi Sekretaris Program Studi Sistem Informasi

Dr, Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis NIP. 196801172001121001

Nur Aeni Hidayah, MMSI NIP. 197508182005012008

iv

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN

Jakarta, Desember 2010

Danti Maya Rahayu 103093029703

v

ABSTRAK DANTI MAYA RAHAYU (103093029722), Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Sekolah (Studi Kasus : SMP Yasporbi I) (Di bawah bimbingan Ibu Nia Kumaladewi dan Bapak A’ang Subiyakto). SMP Yasporbi I adalah sekolah tempat dimana penulis melakukan riset. Pada saat ini, sistem pengelolaan administrasi sekolah tersebut masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan penumpukan kertas, keterbatasan berbagi data, ketidaksamaan data dan kurangnya integritas data. Pelayanan yang diberikan kepada orang tua murid tidak maksimal dikarenakan kemungkinan dalam ketidakakuratan data. Sulitnya membuat laporan yang diperlukan perperiode yang diinginkan, sistem manual tidak dapat menghasilkan secara cepat dan akurat. Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan dalam membuat sistem informasi administrasi sekolah ini adalah dengan menggunakan siklus hidup pengembangan sistem atau System Development Life Cycle model iterasi (berulang) dengan pendekatan terstruktur, berbasiskan pada proses. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk pembuatan aplikasi ini adalah Personal home page (PHP), untuk database nya menggunakan pogram Mysql. Hasil yang dicapai yaitu sebuah sistem informasi administrasi sekolah, yang menampilkan data siswa, data kelas, data tarif SPP, data barang serta laporan- laporan yang dibutuhkan yang sifatnya berkala.Sistem informasi administrasi sekolah yang telah dikembangkan diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses pengolahan data termasuk dalam proses transaksi pembayaran SPP maupun non SPP sampai dengan pembuatan laporan tentang data yang bersangkutan. V Bab + xix Halaman +89 Halaman + Daftar Pustaka + Lampiran, 2010 Kata kunci : Sistem Informasi Administrasi Sekolah, siswa, SPP, non SPP, tagihan, tunggakan, penerimaan.

vi

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya karena penulis dapat menyelesaikan penulisan Skripsi ini dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Sekolah (Studi Kasus : SMP Yasporbi I Pancoran)” dengan baik. Shalawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan keluarga beliau. Setelah seluruh penulisan Skripsi ini terlaksana, penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu baik itu berupa motivasi, bimbingan, moril maupun materiil yang ditujukan kepada : 1.

Bapak Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Bapak A’ang Subiyakto, M.Kom selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi sekaligus Dosen Pembimbing II dan Ibu Nur Aeni Hidayah, MMSi selaku Sekretaris Program Studi Sistem Informasi.

3.

Ibu Nia Kumaladewi, MMSI selaku Dosen Pembimbing I

4.

Pimpinan dan seluruh staf SMP Yasporbi I khususnya Ibu Novia Setyawati, S.Pd selaku Kepala Sekolah dan Bapak Merwandi, Amd selaku

bagian

Administrasi,

terima

kasih

atas

bantuan

dan

kerjasamanya. 5.

Ayahanda Suripto dan Ibunda Tati Utami yg telah memeberikan dukungan moril maupun materil. Kakakku Dandy Tirta Sedayu dan orang terkasih yang telah memberikan dukungan, semangat serta do’a untuk membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

vii

6.

Teman - teman kelas seperjuangan di Program Studi Sistem Informasi angkatan 2003 yang selalu ada untuk menemani, memberikan masukan dan inspirasi serta membantu penulisan skripsi ini.

Penulis sadar bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar penyusunan skripsi ini menjadi lebih baik lagi. Semoga skripsi ini bermanfaat khususnya kepada penulis sendiri dan bagi yang membacanya.

Jakarta, Desember 2010

Danti Maya Rahayu 103093029703

viii

DAFTAR ISI Halaman Judul ………………………………………………………………..

i

Halaman Sampul ……………………………………………………………... ii Lembar Pengesahaan …………………………………………………………. iii Lembar Pengesahan Ujian ……………………………………………………

iv

Halaman Pernyataan ………………………………………………………….

v

Abstrak ……………………………………………………………………….. vi Kata Pengantar ………………………………………………………………..

vii

Daftar Isi ……………………………………………………………………… ix Daftar Gambar ………………………………………………………………..

xii

Daftar Tabel …………………………………………………………………..

xiv

Daftar Simbol ………………………………………………………………… xv BAB I

BAB II

PENDAHULUAN ………………………………………………

1

1.1

Latar Belakang ………………………………….…………. 1

1.2

Rumusan Masalah ……………………………...………….. 2

1.3

Batasan Masalah …………………………………………… 3

1.4

Tujuan dan Manfaat…………. ……………………………. 3

1.5

Metodologi Penelitian ……………………………………..

1.6

Sistematika Penulisan ……………………………………… 5

4

LANDASAN TEORI …………………………………………… 7 2.1

Konsep Dasar Sistem Informasi …………………………… 7 2.1.1 Pengertian Sistem …………………………………… 7 2.1.2 Pengertian Informasi ………………………………… 11 2.1.3 Pengertian Sistem Informasi ………………………… 13

2.2

Sistem Informasi Administrasi Sekolah ……………..…….

15

2.2.1 Pengertian Administrasi.............……………………..

15

2.2.2 Pengertian Sekolah......................................…………. 16 2.3

Metodologi Pengembangan Sistem………………………….. 17

2.4

Peralatan Pendukung dalam Perancangan Sistem…………… 20 2.4.1 DFD (Data Flow Diagram)…………………………… 20

ix

2.4.2 Kamus Data (Data Dictionary)...……………………. 22 2.4.3 Bagan Alir Sistem (System Flowchart)……...………. 23 2.4.4 State Transaction Diagram (STD) ………….……….. 23 2.5

Konsep Database …………..………………………………. 23

2.6

PHP (Hypertext Preproccesor) …………..……………….... 30 2.6.1 Sejarah Singkat PHP ..................................................... 31 2.6.2 Kelebihan – kelebihan PHP ........................................... 32

2.7

Database MySQL ………………………………….……...... 33 2.7.1 Kelebihan MySQL …………………………….……… 33

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN ………………………………. 35 3.1

3.2

3.3

BAB IV

Metode Pengumpulan Data………………………………. 35 1.

Wawancara (Interview)…………………………….. 35

2.

Observasi Lapangan .................................................... 36

3.

Studi Pustaka (Library Search) .................................. 36

Metode Pengembangan Sistem ………………….……….. 36 1.

Tahap Perencanaan ………………………………. 36

2.

Tahap Analisa ............................................................. 37

3.

Tahap Perancangan ..................................................... 38

4.

Tahap Implementasi .................................................... 39

Kerangka Berpikir ………………………………………… 40

HASIL DAN PEMBAHASAN .………………………………… 41 4.1

Perencanaan Sistem …….…………………………………… 41

4.2

Analisa Sistem ……………………………………….……… 41 4.2.1 Tinjauan Umum SMP Yasporbi I ……………..……… 41 4.2.2 Analisa Sistem Berjalan …………………….……….... 47 4.2.3 Usulan Rancangan ......................................................... 54

4.3

Perancangan Sistem …………...……………………………. 58 4.3.1 Perancangan Proses ................……………………….. 58 4.3.2 Perancangan Basis Data ……………………………… 68 1.

Kamus Data ……………………………………. 68

x

2.

Entity Relationship Diagram (ERD) …………… 69

3.

Normalisasi Data ………………………………. 70

4.

Struktur Data …………………………………... 73

4.3.3 Perancangan Struktur Menu ...............................…….. 78 1.

Rancangan Struktur Menu …………………….. 78

2.

State Transaction Diagram (STD) ……………. 80

4.4

Pembuatan Sistem …………………………………………. 85

4.5

Implementasi Sistem ………………………………………. 85 4.5.1 Spesifikasi Komputer ………………………………..

85

4.5.2 Pengujian ……………………………………………. 87

BAB V

PENUTUP ………………………………………………………. 88 5.1

Kesimpulan ………………………………………………… 88

5.2

Saran ……………………………………………………….. 89

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….. 92 LAMPIRAN A PROFIL PERUSAHAAN LAMPIRAN B WAWANCARA LAMPIRAN C TAMPILAN APLIKASI

xi

DAFTAR GAMBAR 2.1

Elemen Sistem ……………………………………………………….... 9

2.2

Pilar-pilar Informasi yang Berguna ……………………........................ 12

2.3

Siklus Hidup Pengembangan Sistem …………………………..……... 18

3.1

Kerangka Berpikir………………………….......................................... 40

4.1

Struktur Organisasi SMP Yasporbi I …….....………………...………. 44

4.2

Flowchart Proses Pendaftaran Ulang (Sistem Berjalan) ...................... 48

4.3

Flowchart Proses Penagihan (Sistem Berjalan) ................................... 49

4.4

Flowchart Proses Pembayaran (Sistem Berjalan) ................................ 50

4.5

Flowchart Proses Pembuatan Laporan (Sistem Berjalan) .................... 51

4.6

Flowchart Proses Pendaftaran Ulang (Sistem Usulan) ........................ 54

4.7

Flowchart Proses Penagihan (Sistem Usulan) .................................... 55

4.8

Flowchart Proses Pembayaran (Sistem Usulan) .................................. 56

4.9

Flowchart Proses Pembuatan Laporan (Sistem Usulan) ...................... 57

4.10

Diagram Konteks Sistem yang Diusulkan ............................................ 59

4.11

Diagram Overview Sistem yang Dusulkan ........................................... 60

4.12

Diagram Diagram Rinci Proses Pendaftaran Ulang ............................. 61

4.13

Diagram Rinci Proses Penagihan ........................................................... 63

4.14

Diagram Diagram Rinci Proses Pembayaran ........................................ 64

4.15

Diagram Diagram Rinci Proses Laporan ............................................... 66

4.16

Rancangan ERD ……………………………………………………… 69

4.17

Bentuk Tidak Normal ........................................................................... 70

4.18

Bentuk Normal Pertama (1NF) ............................................................ 71

4.19

Bentuk Normal Kedua (2NF) ............................................................... 72

4.20

Bentuk Normal Ketiga (3NF) ............................................................... 72

4.21

Struktur Menu ....................................................................................... 78

4.22

Layar Utama Sistem Informasi Administrasi Sekolah ………………... 79

4.23

STD Menu Data Siswa ……………………………………………….. 80

4.24

STD Menu Data Kelas ……………………………………………….. 81

4.25

STD Menu SPP Siswa ……………………………………………… 81

xii

4.26

STD Menu Data Barang ……………………………………………... 82

4.27

STD Menu Tunggakan …………………………………………..…… 82

4.28

STD Menu Laporan Penerimaan …………………………………...... 83

4.29

STD Menu Laporan Penjualan ………………………………………. 83

xiii

DAFTAR TABEL 4.1

Kamus Data ……………………………..…………………………… 60

4.2

Tabel Master_siswa …....…………………..…………………………. 73

4.3

Tabel Master_barang ........................................................................... 73

4.4

Tabel Master_kelas ………………………………………………….. 74

4.5

Tabel Master_pembayaran_spp ……………………………………… 74

4.6

Tabel Kelas_siswa ………………………………………………….. 75

4.7

Tabel Tahun_ajaran …………………………………………………. 76

4.8

Tabel Jatuh_tempo_spp …………………….………………………… 76

4.9

Tabel Tingkat_spp ……………………………………………………. 76

4.10

Tabel Transaksi_lain …………………………………………………. 77

4.11

Tabel Transaksi_spp …………………………………………………. 77

4.12

Tabel Tunggakan ………………………………………..……………. 76

4.13

Tabel Pengujian Aplikasi …………………………………………….. 87

xiv

DAFTAR SIMBOL Flowchart ………………………... ………………........................................... xvi Data Flow Diagram (DFD) …... ………………................................................ xvii Kamus Data …... ………………...........................................…......................... xviii Entity Relationship Diagram (ERD) ….............................................................. xix

xv

Flowchart (Jogiyanto, 2001)

Simbol

Uraian

Simbol dokumen

Menunjukkan dokumen input dan output baik proses manual, mekanik atau komputer

Simbol kegiatan manual

Menunjukkan

pekerjaan/kegiatan

dilakukan secara manual Simbol proses

Menunjukkan kegiatan proses dari operasi program komputer

Simbol hardisk

Menunjukkan

input/output

menggunakan harddisk

Simbol garis alir

Menunjukkan arus dari proses

Simbol decission

Menunjukkan

pengambilan

keputusan yang digunakan untuk suatu kondisi didalam sistem Simbol titik terminal

Digunakan

untuk

menunjukkan

awal dan akhir dari suatu proses Simbol penghubung

Menunjukkan

penghubung

ke

halaman yang masih sama atau halaman lain

xvi

Data Flow Diagram (DFD) (Kristanto, 2003)

Keterangan

Gane and Sarson Entity Entity Luar

Luar,

Yourdon and De Marco dapat

berupa orang/unit terkait

Entity Luar

yang berinteraksi dengan sistem

tetapi

diluar

unit

yang

sistem Orang,

mempergunakan Proses

atau

melakukan transformasi

Proses

data, Komponen fisik tidak diidentiikasikan Aliran Data

Aliran data dengan arah

Aliran Data

khusus dari sumber ke tujuan Penyimpanan data atau Data Store

tempat data direfer oleh proses

xvii

Data Store

Kamus Data (Kristanto, 2003)

No

Simbol

Uraian

1

=

Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi, artinya

2

+

Dan

3

()

Opsional (boleh ada atau boleh tidak)

4

{}

Pengulangan data

5

[]

Memilih salah satu dari sejumlah alternative, seleksi

6

**

Komentar

7

@

Identifikasi attribut kunci

8

!

Pemisah sejumlah alternative pilihan antara simbol [ ]

xviii

Entity Relationship Diagram (ERD) (Jogiyanto, 2001)

Notasi

Keterangan Suatu

Entitas

objek

diidentifikasi

yang dalam

dapat

lingkungan

pemakai Menunjukkan Relasi

diantara

adanya

sejumlah

hubungan

entitas

yang

berbeda

Berfungsi mendeskripsikan karakter Atribut

entitas

(atribut

yang

berfungsi

sebagai key diberi aris bawah) Sebagai penghubung anatara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut

xix

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penggunaan komputer pada aktivitas bisnis yang ditunjang dengan tersedianya berbagai software telah menjanjikan berbagai transaksi bisnis dan penyediaan informasi yang mudah, efektif dan efisien. Pada awalnya para pelaku bisnis hanya mengandalkan pemecahan masalah dengan bantuan teknologi komputer semata. Saat ini, teknisi dan programer menjadi andalan para pelaku bisnis untuk menciptakan suatu sistem informasi yang mampu memecahkan masalah-masalah bisnis tertentu. Tetapi di sisi lain, para pelaku bisnis ini seringkali kurang memahami kelebihan dan keterbatasan teknologi komputer sehingga pada saat pengunaannya mereka sering mengalami kesulitan. SMP Yasporbi I merupakan salah satu instansi pendidikan di yang selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dari waktu ke waktu. Saat ini, sistem pengelolaan administrasi sekolah pada SMP Yasporbi I masih dilakukan

secara

manual,

sehingga

menyebabkan

penumpukan

kertas,

keterbatasan berbagi data, ketidaksamaan data dan kurangnya integritas data. Pelayanan yang diberikan kepada orang tua murid pun menjadi tidak maksimal dikarenakan kemungkinan dalam ketidakakuratan data. Sulitnya membuat laporan yang diperlukan perperiode yang diinginkan, karena sistem manual tidak dapat menghasilkan secara cepat dan akurat. Untuk itu perlu pengembangan sistem

2

informasi agar dapat memperoleh kesempatan-kesempatan yang tidak dapat dimiliki oleh penggunan sistem manual. Hal ini menjadi perhatian penulis untuk mengembangkan sistem pada SMP Yasporbi I tempat dimana penulis melakukan riset yang selama ini masih menggunakan

sistem

manual

dan

belum

menggunakan

sistem

yang

terkomputerisasi dalam melakukan segala transaksinya. Kemudian membuat rancangan sistem informasi administrasi yang nantinya dapat digunakan dalam membantu menyelesaikan permasalahan administrasi keuangan khususnya dalam hal penagihan yang sifatnya berkala juga penyediaan layanan informasi keuangan yang lebih baik kepada pelanggan dalam hal ini adalah orang tua murid.. Untuk itu penulis mengambil judul : “PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI SEKOLAH (Studi Kasus : SMP Yasporbi I)”

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahn sebagai berikut: 1.

Dengan masih menggunakan sistem manual (berbasis kertas) maka akan menyebabkan penumpukan kertas, keterbatasan berbagi data, ketidaksamaan data dan kurangnya integritas data.

2.

Pelayanan yang diberikan kepada orang tua murid tidak maksimal dikarenakan kemungkinan dalam ketidakakuratan data.

3.

Sulitnya membuat laporan yang diperlukan perperiode yang diinginkan, sistem manual tidak dapat menghasilkan secara cepat dan akurat.

3

Berdasarkan kondisi yang ada, permasalahannya adalah : 1.

Bagaimana merancang sistem informasi administrasi yang terkomputerisasi, yang dapat mempermudah dan mempercepat, mulai dari penagihan pembayaran SPP dan non SPP kepada orang tua murid.

2.

Bagaimana merancang sistem informasi administrasi yang terkomputerisasi, yang dapat mencetak laporan sesuai dengan kebutuhan yang berkala.

1.3 Batasan Masalah Untuk topik sistem informasi administrasi sekolah pada SMP Yasporbi I, penulis hanya membatasi ruang lingkup permasalahan mulai dari proses pencatatan data murid, penagihan, pembayaran, pencatatan penerimaan sampai dengan proses pembuatan laporan yang sifatnya berkala.

1.4 Tujuan dan Manfaat 1.

Tujuan a.

Dapat membantu pihak sekolah dalam memperbaiki sistem yang telah ada, dengan harapan pengolahan data dan penyajian informasi yang selama ini dilakukan secara manual dapat dipermudah dengan dibuatnya rancangan sistem yang terkomputerisasi.

b.

Merancang sistem informasi untuk dapat mencetak laporan yang diperlukan yang sifatnya berkala. Seperti laporan penerimaan, laporan tunggakan dan laporan penjualan.

4

2.

Manfaat a.

Bagi Penulis 1)

Untuk menambah wawasan penulis.

2)

Untuk dapat memahami perancangan dan pengembangan sistem informasi serta dapat mengaplikasikannya.

3)

Untuk menerapkan ilmu yang telah didapat selama kuliah di Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

b.

Bagi Sekolah 1)

Tersedianya Sistem Informasi Administrasi Sekolah yang dapat memberikan kemudahan dalam proses pencatatan data murid, penagihan, pembayaran, pencatatan penerimaan sampai dengan proses pembuatan laporan yang sifatnya berkala.

2)

Membantu dan meningkatkan kinerja bagian administrasi.

3)

Membantu meningkatkan layanan terhadap orang tua murid dan siswa.

5

1.5 Metodelogi Penelitian Untuk mendapatkan data-data yang dapat menunjang skripsi ini, penulis menggunakan beberapa metode yaitu sebagai berikut : 1.

Metode Pengumpulan Data a.

Wawancara Penulis melakukan serangkaian tanya jawab dan wawancara pada bagian-bagian yang berhubungan dengan masalah yang terkait, untuk mengetahui masalah-masalah yang menjadi kendala bagi para personil tersebut.

b.

Observasi Penulis melakukan pengamatan langsung ke bagian administrasi dengan melihat cara kerja sistem yang telah ada untuk memperoleh gambaran pelaksanaan sistem yang sedang berjalan.

c.

Kepustakaan Metode ini dilakukan dengan cara mempelajari berbagai bentuk bahanbahan tertulis seperti buku-buku penunjang kajian, majalah, catatancatatan maupun referensi lain yang bersifat tertulis yang berhubungan langsung dengan teori yang penulis susun.

2.

Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah dengan menggunakan siklus hidup pengembangan sistem atau System Development Life Cycle (McLeod, 2001) model iterasi dengan pendekatan terstruktur, berbasiskan pada proses.

6

1.6 Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pembahasan, keseluruhan perancangan sistem ini dibagi menjadi lima bab dengan pokok pikiran dari tiap-tiap bab sebagai berikut: BAB I

PENDAHULUAN Pada bab ini dibahas tentang latar belakang penulisan, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II

LANDASAN TEORI Menjelaskan teori-teori tentang analisa dan perancangan sistem, serta teori yang relevan dengan permasalahan dan pustaka dari penelitian yang dilakukan.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan mengenai metodologi yang digunakan baik dalam metode pengumpulan data, metode perancangan pengembangan sistem, meliputi analisa sistem, perancangan sistem dan implementasi sistem.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan secara singkat secara umum meliputi sejarah berdirinya SMP Yasporbi I dan struktur organisasinya serta tinjauan terhadap kegiatan transaksi dan hasil analisa sistem yang sedang berjalan. Pada bab ini juga diuraikan perancangan sistem informasi administrasi yang diusulkan, arsitektur tampilan, serta penerapannya yaitu pada SMP Yasporbi I.

7

BAB V

PENUTUP Bab ini berisikan tentang kesimpulan yang merupakan ringkasan penulisan dari bab-bab yang telah dibahas sebelumnya dan atas dasar kesimpulan tersebut diajukan beberapa saran. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Sistem secara umum memiliki pengertian yang luas. Sistem dapat didefinisikan sebagai sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan (McLeod, 2004). Sistem juga dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan (entity) yang terdiri dari bagian-bagian (yang disebut sub sistem) yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Jogiyanto, 2001). Selain itu, sistem juga dapat diartikan sebagai suatu kesatuan utuh yang terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (Wahyono, 2004). Dari tiga pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian sistem adalah suatu kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi, berintegrasi dan bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses masukan (input) yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan (Kristanto, 2003).

9

Adapun elemen sistem yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1.

Tujuan Sistem Tujuan sistem merupakan tujuan dari sistem tersebut dibuat. Tujuan sistem dapat berupa tujuan organisasi, kebutuhan organisasi, permasalahan yang ada dalam suatu organisasi maupun urutan prosedur untuk mencapai tujuan organisasi.

2.

Batasan Sistem Batasan sistem merupakan sesuatu yang membatasi sistem dalam mencapai tujuan sistem. Batasan sistem dapat berupa peraturanperaturan yang ada dalam suatu organisasi, biaya-biaya yang dikeluarkan, orang-orang yang ada dalam organisasi, fasilitas baik itu sarana dan prasarana maupun batasan yang lain.

3.

Kontrol Sistem Kontrol atau pengawasan sistem merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan pencapaian tujuan dari sistem tersebut. Kontrol sistem dapat berupa kontrol terhadap pemasukan data (input), kontrol terhadap keluaran data (output), kontrol terhadap pengolahan data, kontrol terhadap umpan balik dan sebagainya.

4.

Masukan Sistem (Input) Input merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk menerima seluruh masukan data, dimana masukan tersebut dapat berupa jenis data, frekuensi pemasukan data dan sebagainya.

10

5.

Proses Proses merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk mengolah atau memproses suatu masukan data menjadi suatu informasi yang lebih berguna.

6.

Keluaran Sistem (Output) Output merupakan hasil dari input yang telah diproses oleh bagian pengolah dan merupakan tujuan akhir sistem. Output ini bisa berupa laporan grafik, diagram batang dan sebagainya.

7.

Umpan Balik Umpan balik merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk mengevaluasi bagian dari output yang dikeluarkan, dimana elemen ini sangat penting demi kemajuan sebuah sistem. Umpan balik ini dapat merupakan perbaikan sistem, pemeliharaan sistem dan sebagainya.

TUJUAN BATASAN KONTROL

INPUT

PROSES

UMPAN BALIK

Gambar 2.1 Elemen Sistem (Sumber : Kristanto, 2003)

OUTPUT

11

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya, karena sistem yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang (Jogiyanto, 2001) yaitu: 1.

Sistem Abstrak dan Sistem Fisik Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak pada fisik, misalnya sistem teologia (sistem berupa hubungan antara manusia dengan Tuhan) sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem penjualan dan sebagainya.

2.

Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang dan malam, pergantian musim dan lain-lain sedangkan sistem buatan manusia adalah merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin, misalnya sistem informasi berbasis komputer.

3.

Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik Sistem deterministik adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, misalnya sistem komputer sedangkan sistem probabilistik adalah merupakan sistem yang kondisi masa depannya

tidak

probabilistik.

dapat

diprediksi,

karena

mengandung

unsur

12

4.

Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup Sistem terbuka adalah merupakan sistem yang berhubungan dan dipengaruhi

oleh

lingkungan

luar

sedangkan

sistem

tertutup

merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya, bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.

2.1.2 Pengertian Informasi Informasi memiliki peranan yang sangat penting pada suatu organisasi ibarat udara yang kita hirup. Informasi merupakan suatu fakta dari kejadiankejadian yang telah diolah dalam bentuk yang lebih berguna dan mempunyai arti bagi penerimanya untuk dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (Jogiyanto, 2001). Informasi yang baik memiliki kualitas-kualitas tertentu. Adapun kualitas-kualitas itu (Jogiyanto, 2001) antara lain : 1.

Akurat Yang dimaksud berarti informasi harus bebas dari kesalahankesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.

13

2.

Tepat pada waktunya Berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat karena informasi yang sudah usang tidak mempnyai nilai lagi.

3.

Relevan Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya karena relevansi informasi untuk tiap-tiap orang antara satu dengan yang lainnya berbeda-beda.

Selain itu informasi bisa bernilai jika manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan dari informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.

Akurat

Tepat Waktu

Relevan

Informasi Berguna

Gambar 2.2 Pilar-pilar Informasi yang Berguna (Sumber : Jogiyanto, 2001)

14

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi Sebuah sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut. Selain itu data juga memegang peranan yang penting dalam sistem informasi. Data yang akan dimasukkan dalam sebuah sistem informasi dapat berupa formulir-formulir, prosedur-prosedur dan bentuk data lainnya. Sistem informasi adalah sekelompok elemen-elemen dalam suatu organisasi yang saling berintegrasi dengan menggunakan masukan, proses dan keluaran dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan dan dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat (Whitten, 2004). Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya (Jogiyanto, 2001). Adapun komponen-komponen sistem informasi meliputi : 1.

Blok Masukan (Input Block) Merupakan input yang mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.

15

2.

Blok Model (Model Block) Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di dasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3.

Blok Keluaran (Output Block) Produk dari sistem informasi keluaran yang merupakan informasi berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4.

Blok Teknologi (Technology Block) Teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dari pekerjaan sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirim keluaran dan membantu pengendalian dari sistem keseluruhan.

5.

Blok Dasar Data (Database Block) Dasar data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer (hardware) dan digunakan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya.

6.

Blok Kendali (Controls Block) Untuk upaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, didalamnya.

maka

perlu

diterapkan

pengendalian-pengendalian

16

2.2 Sistem Informasi Administrasi Sekolah 2.2.1 Pengertian Administrasi Administrasi berasal dari Bahasa Belanda, “administratie” yang merupakan pengertian administrasi dalam arti sempit, yaitu sebagai kegiatan tata

usaha

kantor

(catat-mencatat,

mengetik,

menggandakan,

dan

sebagainya). Kegiatan ini dalam Bahasa Inggris disebut : Clerical works. Administrasi

dalam

arti

luas,

berasal

dari

Bahasa

Inggris

“administration”, yaitu proses kerjasama antara dua orang atau lebih berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan. Administrasi adalah suatu kegiatan yang melibatkan aturan mencakup pekerjaan yang sistematis dan terarah (Sulianta, 2008) Berdasarkan hal tersebut diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian administrasi adalah proses penyelenggaraan kerja yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Administrasi, baik dalam pengertian luas maupun sempit di dalam penyelenggaraannya diwujudkan

melalui

fungsi-fungsi

manajemen,

yang

terdiri

dari

perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Jadi administrasi adalah penyelenggaraannya, dan manajemen adalah orang-orang yang menyelenggarakan kerja. Maka kombinasi dari keduanya adalah penyelenggaraan kerja yang dilakukan oleh orang-orang secara bersama-sama (kerjasama) untuk mencapai tujuan yang yang telah ditetapkan.

17

2.2.2 Pengertian Sekolah Sekolah dalam bahasa indonesia dapat diartikan sebagai pendidikan atau merupakan rumah tempat murid belajar. Pendidikan di Indonesia mengenal tiga jenjang pendidikan, yaitu pendidikan dasar (SD/MI/Paket A dan SMP/MTs/Paket B), Pendidikan menengah (SMU,SMK), dan pendidikan tinggi. Meski tidak termasuk dalam, terdapat pula pendidikan anak usia dini, pendidikan yang diberikan sebelum memasuki pendidikan dasar. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikelompokan menjadi tiga jalur, masing-masing adalah: 1.

Pendidikan Formal Terdiri atas Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Atfal. Taman Kanakkanak dan Raudhatul Atfal dapat diikuti anak usia lima tahun keatas. Termasuk disini adalah Bustanul Atfal.

2.

Pendidikan Nonformal Terdiri atas Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD sejenis. Kelompok Bermain dapat diikuti anak usia dua tahun keatas, sedangkan Penitipan Anak dan Satuan PAUD Sejenis diikuti anak sejak lahir, atau usia tiga bulan. Pendidikan Nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu yg terdapat di setiap gereja. Selain itu ada juga

18

berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. 3.

Pendidikan Informal Terdiri atas pendidikan yang diselenggarakan di keluarga dan di lingkungan. Ini menunjukan bahwa pemerintah melindungi hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, meskipun mereka tidak masuk ke lembaga pendidikan anak usia dini, baik formal maupun nonformal.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi administrasi sekolah sebuah aplikasi yang membantu untuk mengelola segala urusan administrasi dalam suatu organisasi sekolah yang mencakup kesiswaan, keuangan, inventaris, dsb.

2.3 Metodologi Pengembangan Sistem System Development Life Cycle (SDLC) menurut Raymond Mcleod, Jr sebagai orang yang pertama mengembangkan metode ini menyatakan bahwa Daur Hidup Pengembangan Sistem adalah suatu urutan atau tahapan dari aktifitas yang berhubungan erat, yang dikerjakan oleh orang-orang yang terlibat dalam sistem informasi bersama-sama dengan pemakai akhir (end user) dengan tujuan untuk membangun sistem informasi yang berbasiskan komputer (Computer Based Information) (Kadir, 2003).

19

Adapun tahapan-tahapan dari SDLC adalah sebagai berikut:

5 Tahap Penggunaan

1 Tahap Perencanaan

4 Tahap Penerapan

2 Tahap Analisis

3 Tahap Peancangan

Gambar 2.3 Siklus Hidup Pengembangan Sistem (Sumber : McLeod, 2004)

1.

Tahap Perencanaan Sistem Tujuan dari tahap ini adalah membuat sistem permintaan (request), menjelaskan masalah-masalah atau keinginan perubahan dalam sebuah sistem informasi atau proses bisnis. Membuat persiapan penelitian (preliminary investigation) atau yang disebut studi kelayakan (Feasibility Study).

2.

Tahap Analisa Sistem Tahap ini bertujuan untuk memahami kebutuhan dari sistem/bisnis, dengan menggunakan teknik-teknik pengumpulan data. Membuat dokumen kebutuhan sistem (System Requirements Documents), model fisik (Physical Model) dan model logika (Logical Model) dari sistem yang baru.

20

Pada tahap ini akan diuraikan mengenai: a.

Profil Perusahaan Profil perusahaan ini akan menguraikan tentang latar belakang, visi, misi, tujuan, struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab masingmasing pegawai.

b.

Analisis Sistem Berjalan Analisis

sistem

berjalan

akan

menguraikan

tentang

analisa

penyimpanan, dokumen, dan prosedur. c.

Analisis Pemecahan Masalah Analisis pemecahan masalah akan menguraikan tentang beberapa usulan alternatif yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada dalam sistem persediaan bahan baku.

3.

Tahap Perancangan Sistem Tahap ini bertujuan untuk membuat rincian rancangan sistem (System Design Specification), yaitu blue print dari sistem yang baru terdiri dari: a.

Perancangan proses yang meliputi Diagram Konteks (DFD Level 0), DFD Level 1 dan DFD Level 2.

b.

Perancangan basis data yang meliputi ERD, Normalisasi, dan Kamus Data.

c.

Perancangan Input dan Output yang meliputi form menu program.

21

4.

Tahap Penerapan Sistem Tahap

ini

bertujuan

untuk

menulis

kode

program,

menguji,

mendokumentasikan, dan menginstall program. Membuat evaluasi sistem untuk menentukan apakah sistem beroperasi secara tepat. 5.

Tahap Penggunaan Sistem Tahap ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kerja sistem, dengan memperbaiki kesalahan dan mengadaptasikan sistem dengan lingkungan.

2.4 Peralatan Pendukung dalam Perancangan Sistem (Tools System) Perancangan sistem adalah tahap dalam pengembangan sistem yang dilakukan setelah tahap analisa sistem, dimana dalam tahap ini seorang analis sistem akan merancang atau membentuk sistem tersebut. Berbagai alat digunakan dalam perancangan sistem diantaranya adalah : 2.4.1 DFD (Data Flow Diagram) Diagram Aliran Data atau Data Flow Diagram (DFD) adalah alat yang menggambarkan aliran data melalui sistem dan kerja atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem tersebut.

22

Notasi grafis atau simbol yang digunakan dalam DFD (Whitten, 2004) adalah: 1.

Proses Proses adalah kerja yang dilakukan oleh sistem sebagai respons terhadap aliran data masuk atau kondisi. Proses digambarkan dengan notasi persegi panjang bersudut tumpul (notasi Gane & Sarson)

2.

Aliran data Aliran data adalah komunikasi antara proses dan lingkungan sistem. Aliran data menunjukkan input data ke proses atau output data (atau informasi) dari proses. Aliran data juga digunakan untuk menunjukkan pembuatan, pembacaan, penghapusan, atau pembaruan data dalam file atau database (disebut data store dalam DFD). Aliran data digambarkan dengan panah.

3.

Entitas eksternal atau agen eksternal Entitas eksternal atau agen eksternal mendefinisikan orang, unit organisasi, sistem lain, atau organisasi lain, yang berada di luar lingkup proyek itu tetapi berinteraksi dengan sistem. Entitas eksternal digambarkan dengan persegi panjang.

4.

Data store Data store “inventory” data, tempat penyimpanan data yang ditujukan untuk penggunaan selanjutnya.

23

Langkah-langkah dalam membuat DFD (Jogiyanto, 2001) dibagi menjadi tiga tahap atau tiga tingkatan konstruksi DFD, yaitu : 1.

Diagram Konteks Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untuk menggambarkan ruang lingkup sistem secara global dari keseluruhan sistem yang ada.

2.

Diagram Nol Diagram ini menggambarkan tahapan proses yang ada di dalam diagram konteks, yaitu penjabaran secara lebih terperinci.

3.

Diagram Detail Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih mendetail lagi dari tahapan yang ada di diagram Nol.

2.4.2 Kamus Data (Data Dictionary) Data Dictionary (sering kita sebut kamus data) adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Fungsi kamus data adalah untuk membantu pelaku sistem mengerti aplikasi secara detail, dan mengorganisasikan semua elemen data dalam sistem secara akurat, sehingga pemakai dan penganalisa sistem mempunyai dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, dan penyimpanan. Dengan menggunakan kamus data seorang analis sistem dapat

24

mendefinisikan data yang mengalir didalamnya dengan lengkap (Sutabri, 2004).

2.4.3 Bagan Alir Sistem (System Flowchart) Bagan alir sistem merupakan bagan yang menunjukan alir di dalam program atau prosedur sistem secara logika (Jogiyanto, 2001). Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Simbol-simbol yang digunakan dalam diagram alir data dapat dilihat pada tabel gambar.

2.4.4 State Transition Diagram Menurut Pressman (Pressman, 2002) state transition diagram merupakan

suatu

permodelan

tools

yang

menggambarkan

sifat

ketergantungan dari suatu sistem. State adalah suatu kumpulan dari tingkah laku yang dapat diobservasi. State transition diagram mewakili suatu tingkah laku dari suatu sistem menggambarkan state dan kejadian yang menyebabkan sistem ke state yang lain.

2.5 Konsep Database Basis data adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali (McLeod, 2004).

25

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tersimpan dalam perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya (Jogiyanto, 2001). Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan basis data, diantaranya adalah sebagai berikut (Prahasta, 2005): 1.

Kemudahan, kecepatan dan efisiensi (data sharing dan availability) akses (pemanggilan) data.

2.

Penjagaan integritas data.

3.

Meningkatkan faktor keamanan data (security). Sistem basis data adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan

kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi (Jogiyanto, 2001). Basis data yang sudah tersedia dalam suatu media penyimpanan tidak akan pernah bisa diakses tanpa adanya suatu perangkat lunak aplikasi yang familiar dengannya, misalkan saja perangkat lunak aplikasi berbasis database. Kumpulan atau gabungan basis data dengan perangkat lunak aplikasi yang berbasis database tersebut dinamakan Database Management Systems (DBMS) (Ladjamudin, 2005). Konsep database (Whitten, 2004) meliputi : 1.

Field Field menjadi umum pada file dan database. Field adalah implementasi fisik pada sebuah atribut data. Field adalah unit terkecil dari sebuah

26

meaningful yang telah disimpan pada sebuah file atau database. Ada empat tipe field yang dapat disimpan, yaitu : a.

Primary

key

adalah

sebuah

field

yang

nilai-nilainya

mengidentifikasikan satu dan hanya satu record pada sebuah file. b.

Secondary key adalah sebuah pengidentifikasi alternatif pada sebuah database. Nilai secondary key mungkin mengidentifikasi sebuah record tunggal atau sebuah subset dari semua record yang terkait.

c.

Foreign key merupakan pointer ke record-record dari sebuah file lain pada sebuah database.

d.

Descriptive field adalah semua field lain (nonkey) yang menyimpan data bisnis.

2.

Record adalah sebuah kumpulan field yang disusun pada format yang telah ditentukan.

3.

File dan Tabel File adalah kumpulan dari semua kejadian dari sebuah struktur record yang ditentukan. Tabel adalah ekuivalen databse relasional dari sebuah file. Beberapa tipe file dan tabel konvesional antara lain : a.

Master Files atau tabel berisi record-record yang secara relatif bersifat tetap (permanen).

b.

Transaction

Files

atau

tabel

berisi

mendeskripsikan event (kejadian) bisnis.

record-record

yang

27

c.

Document Files dan tabel berisi salinan tersimpan dari data historis untuk

memudahkan

pemanggilan

dan

review

ulang

tanpa

mengeluarkan biaya tambahan untuk menghasilkan dokumen. d.

Archival Files dan tabel berisi record-record file master dan transaksi yang telah dihapus dari penyimpanan online.

e.

Table Look-up Files terdiri dari data yang relatif statis yang dapat dipakai bersama ole berbagai aplikasi untuk memelihara konsistensi dan peningkatan peforma.

f.

Audit Files adlah record-record pembaruan khusus untuk file-file yang lain, khususnya file master dan transaksi.

4.

Database a.

Entity Relationship Diagram (ERD) Menurut Jeffrey L. Whitten, diagram hubungan data adalah model

data

yang

menggunakan

beberapa

notasi

untuk

menggambarkan data dalam konteks entitas dan hubunagn yang dideskripsikan oleh data tersebut (Whitten, 2004). Komponenkomponen yang ada digunakan didalam diagram hubungan data antara lain : 1)

Entitas Digambarkan dengan kotak segi empat dan digunakan untuk menunjukkan sekumpulan orang, tempat, objek, atau konsep dan sebagainya yang menunjukkan dimana data dicatat atau disimpan.

28

2)

Hubungan atau Relasi Hubungan adalah hubungan bisnis alami yang ada di antara satu atau lebih entitas.

3)

Atribut Menunjukkan karakteristik dari entitas atau sesuatu yang menjelaskan entitas atau hubungan. Dari setiap atribut-atribut entitas terdapat satu atribut yang dijadikan sebagai kunci (key).

4)

Cardinality Cardinality atau kardinalitas adalah jumlah maksimum atau minimum kemunculan satu entitas yang mungkin dihubungkan dengan kemunculan tunggal dari entitas lain. Ada 3 dasar hubungan yang terjadi yaitu : a)

Satu ke satu (one to one atau 1 : 1) Tingkat hubungan dinyatakan satu ke satu jika suatu kejadian pada entitas pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas kedua. Demikian juga sebaliknya, satu kejadian pada entitas yang kedua hanya bisa mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.

b)

Satu ke banyak (one to many atau 1 : M) Tingkat hubungan satu ke banyak (1: M) adalah sama dengan banyak ke satu (M : 1), tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada

29

entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua. Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang kedua hanya bisa mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama. c)

Banyak ke banyak (Many to many atau M : N ) Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya. Baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi entitas yang kedua.

b.

Normalisasi Yang

mengatur

data

dalam

kelompok-kelompok

untuk

membentuk entitas yang non redundan, stabil, fleksibel, dan mudah beradaptasi (Whitten, 2004). Normalisasi

adalah

teknik

yang

digunakan

untuk

menstrukturkan data sedemikian rupa sehingga mengurangi atau mencegah timbulnya masalah-masalah yang berhubungan dengan pengolahan basis data. Atau, sering disebut juga suatu proses pengelompokkan data (fields) sedemikian rupa hingga menghasilkan tabel-tabel yang menunjukkan entitas berikut relasi-relasinya. Proses normalisasi di dalam model basis data relasional menitik beratkan pada masalah penentuan struktur data yang paling sederhana

30

untuk tabel-tabelnya. Proses ini mengatur kembali hubunganhubungan atribut-atribut yang saling bergantungan dan berusaha menghindari kehilangan informasi ketika proses-proses penyisipan dan penghapusan data dilakukan. Hasil proses normalisasi adalah data, record atau tabel-tabel yang konsisten secara logika, mudah dimengerti, dan pemeliharaannya tidak sulit dan murah. Oleh karena itu, proses normalisasi ini sering digunakan sebagai salah satu pendekatan yang dilakukan dalam perancangan skema basis data dalam bentuk normal (Prahasta, 2005) : 1)

Bentuk Normal Pertama (1NF) Suatu tabel disebut sebagai bentuk normal pertama jika semua atributnya

memiliki

nilai

yang

atomik

(atribut

yang

bersangkutan tidak dapat dibagi lagi menjadi atribut-atribut yang lebih kecil), tetapi masih mengandung redundancy (atribut yang tampil berulang). 2)

Bentuk Normal Kedua (2NF) Adalah suatu tabel bentuk normal pertama yang memenuhi syarat tambahan bahwa semua atribut bukan kunci (nonprimary key) hanya bergantung pada kunci primer (primary key).

3)

Bentuk Normal Ketiga (3NF) Adalah suatu tabel bentuk normal kedua yang memenuhi syarat tambahan bahwa semua atribut bukan kunci (nonprimary key)

31

tidak memiliki ketergantung transitif (nilai data-datanya tergantung pada suatu atribut yang juga bergantung pada atribut lainnya) terhadap kunci primer (primary key). 4)

Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) Adalah suatu tabel memiliki semua field penentu yang merupakan candidate key. Bentuk ini merupakan perbaikan untuk bentuk normal ketiga. Setiap tabel yang memenuhi syarat BCNF pasti memenuhi bentuk normal ketiga, tetapi belum tentu sebaliknya.

2.6 Konsep Dasar Internet Secara umum internet merupakan jaringan komputer terbesar di dunia. Yang menghubungkan satu organisasi dengan organisasi lain 2.6.1 Pengertian Internet Internet merupakan contoh jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar diseluruh penjuru dunia dan tak terikat pada satu organisasi

siapapun. Dengan menggunakan jaringan ini, sebuah

organisasi dapat melakukan pertukaran informasi secara eksternal dengan organisasi-organisasi lain (Kadir, 2003). Internet (Interconnected Network) merupakan jaringan (Network) komputer yang terdiri dari ribuan jaringan komputer independen yang dihubungkan satu dangan yang lainnya. Jaringan komputer ini dapat terdiri

32

dari lembaga pendidikan, pemerintah, militer, organisasi bisnis dan organisasi-organisasi lainya (Jogiyanto, 2001). 2.6.2 Sejarah Internet Asal internet dapat dtelusuri pada tahun 1979, ketika pemerintah AS membentuk suatu jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency), dan berbagai upaya yang dimulai tahun 1989 yang mengarah ke apa yang sekarang disebut World Wide Web (McLeod, 2004). Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency), sebuah bagian dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat memulai sebuah proyek, yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan di sisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri, seperti juga industri senjata. Maka terbentuklah ARPANet (Jogiyanto, 2001). Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data, bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam

jaringan.

Untuk

itu

dibuat

Internetting

Project,

yang

mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet, agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringan tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET.

33

2.7 Unsur-unsur Dalam Perancangan Website Unsur-unsur dalam perancangan website terdiri dari HTTP, Web Browser, Web Server, PHP, MySQL, Macromedia Dreamweaver dan Adobe Photoshop.

2.7.1 HTTP (HyperText Transfer Protocol) HTTP kependekan dari HyperText Transfer Protocol (McLeod, 2004). HTTP adalah protocol untuk hypertext. Server HTTP umumnya digunakan untuk melayani dokumen hypertext, karena HTTP adalah protokol dengan overhead yang sangat rendah, sehingga pada kenyataan navigasi informasi dapat ditambahkan langsung ke dalam dokumen dan dengan demikian protokolnya sendiri tidak harus mendukung navigasi secara penuh seperti halnya protokol FTP dan Gopher lakukan.

2.7.2 Web Browser Web browser adalah software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web (http://id.wikipedia.org/WebBrowser). Hariyanto juga mendefinisikan bahwa web browser adalah perangkat lunak untuk menampilkan dokumen web (HTML). Selain itu web browser dapat dilengkapi beragam plugin yang dapat menampilkan beragam jenis dokumen lain misalnya PDF, postscript, Macromedia Flash untuk file animasi dan sebaginya (Hariyanto, 2004). Software ini kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis, sehingga pemakai dapat melakukan “point dan klik” untuk

34

pindah antar dokumen. Suatu browser mengambil sebuah web page dari server dengan sebuah request adalah sebuah request HTTP standar yang berisi sebuah alamat halaman misalkan http://www.google.com/page.htm. Seluruh web page berisi instruksi-instruksi bagaimana untuk ditampilkan. Browser menampilkan page dengan membawa instruksi-instruksi ini. Instruksi yang paling umum untuk menampilkannya disebut dengan tag HTML.

2.7.3 Web Server Web browser berkomunikasi dengan web server lewat jaringan komunikasi mengunakan protokol HTTP. Browser mengirim pesan meminta dokumen atau layanan tertentu web server. Web server kemudian menanggapi dengan mengirim dokumen atau menjalankan layanan tertentu di server dan mengirim hasil menggunakan protokol HTTP. Kemudian browser akan menerima dokumen (HTML) tanggapan dari web server dan menampilkanya dilayar (Hariyanto, 2004). Protokol HTML dirancang untuk dapat menggabung semua protokol internet seperti Goper, Telnet, WAIS, dan sebagainya dalam satu protokol tunggal. Semua layanan protokol lain dikemas sebagai layanan-layanan yang disediakan lewat interaksi web browser dan web server

35

2.7.4 PHP (Personal Home Page Tools) PHP singkatan dari Personal Home Page Tools, adalah sebuah bahasa scripting yang dibundel dengan HTML, yang dijalankan di sisi server (Syukur, 1999). Sebagian besar perintahnya berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway Interface). PHP bisa berinteraksi dengan hampir semua teknologi web yang sudah ada. Developer bisa menulis sebuah program PHP yang mengeksekusi suatu program CGI di server web lain. Fleksibilitas ini amat bermanfaat bagi pemilik situs-situs web yang besar dan sibuk, karena pemilik masih bisa mempergunakan aplikasi-aplikasi yang sudah terlanjur dibuat di masa lalu dengan CGI, ISAP, atau dengan script seperti Perl, Awk atau Python selama proses migrasi ke aplikasi baru yang dibuat dengan PHP. Ini mempermudah dan memperhalus peralihan antara teknologi lama dan teknologi baru. PHP adalah teknologi yang diperkenalkan tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf. Beberapa versi awal yang tidak dipublikasikan digunakan pada situs pribadinya untuk mencatat siapa saja yang mengakses daftar riwayat hidup online-nya. Versi pertama digunakan oleh pihak lain pada awal tahun 1995 dan dikenal sebagai Personal Home Page Tools. Terkandung di

36

dalamnya

sebuah

parser

engine

(mesin

pengurai)

yang

sangat

disederhanakan, yang hanya mampu mengolah macro khusus dan beberapa utilitas yang sering digunakan pada pembuatan home page, seperti buku tamu, pencacah dan hal semacamnya. Parser tersebut ditulis ulang pada pertengahan 1995 dan dinamakan PHP/FI Version 2. FI (Form Interpreter) sendiri berasal dari kode lain yang ditulis juga oleh Rasmus, yang menerjemahkan HTML dari data. Ia menggabungkan script Personal Home Page Tools dengan Form Interpreter dan menambahkan dukungan terhadap server database yang menggunakan format mSQL, sehingga lahirlah PHP/FI. PHP/FI tumbuh dengan pesat, dan orang-orang mulai menyiapkan kode-kode programnya supaya bisa didukung oleh PHP.

2.7.5 MySQl MySQL merupakan software sistem manajemen database (Database Management

Systems/DBMS)

yang

sangat

populer

dikalangan

pemrograman web, terutama di lingkungan Linux dengan menggunakan script PHP dan Perl (Sidik, 2005). Software database ini kini telah tersedia juga pada platform sistem operasi Windows. Beberapa alasan dalam memilih MySQL adalah (Hariyanto, 2004): 1. Kecepatan 2. Kemudahan Penggunaan 3. Ongkos 4. Dukungan bahasa query

37

5. Kapabilitas 6. Konektivitas dan keamanan 7. Portabilitas 8. Distribusi terbuka 9. Karakteristik MySQL diantaranya (Hariyanto, 2004) :

Tabel 2.1 Daftar Karakteristik MySQL No 1

Karakteristik Standar

Deskripsi MySQL mendukung entry-level ANSI SQL92 ODBC level 0-2.

2

Character set

MySQL secara default menggunakan ISO-8859-1 (Latin 1) character set untuk data dan pengurutan.

3

4

Bahasa

MySQL mendukung

pemrograman aplikasi dalam

Pemrograman

bahasa Java, C, Perl, PHP, dan sebaginya.

Tabel besar

MySQL menyimpan tiap relasi (table) pada file terpisah di direktori basisdata. Ukuran maksimum tabel dibatasi kemampuan sistem operasi menangani ukuran file.

5

Kecepatan

dan MySQL kira-kira tiga sampai empat kali lebih cepat

kemudahan

dibanding basisdata komersial, juga mudah dikelola.

pemakaian 6

MySQL

MySQL adalah open-source relational DBMS

38

2.7.6 Macromedia Dreamweaver Macromedia Dreamweaver adalah program untuk mengedit HTML secara visual dan mengelola halaman sebuah situs. Dreamweaver menyertakan banyak perangkat yang berkaitan dengan pengkodean dan fitur seperti HTML, CSS, Javascript, PHP, ASP, Coldfusion, dan XML (Prihatna, 2005).

1 2

6

3

4

5

Gambar 2.4 Tampilan area kerja Dreamweaver MX 2004

(Prihatna, 2005) Keterangan gambar 2.4: 1. Menu utama dan Insert Bar. Menu utama berisi semua perintah yang dapat digunakan untuk bekerja pada Dreamweaver. Sedangkan Insert

39

Bar berisi sekumpulan tombol yang berfungsi sebagai perangkat kerja untuk membuat sebuah halaman web. 2. Document Toolbar, yang berisi tombol dan popup menu yang dapat digunakan untuk berpindah antar dokumen kerja window dan mengatur tampilan area kerja. Pada Document Toolbar juga terdapat tombol yang digunakan untuk preview area kerja di browser. 3. Area kerja Dreamweaver, disinilah semua objek diletakkan, seperti teks, gambar, tabel, tombol dan lain sebagainya. 4. Tag Selector, yaitu tag-tag HTML yang terpilih sesuai dengan objek yang ada di area kerja. 5. Property Inspector, disinilah dapat melihat dan mengubah properti dari tiap objek terpilih yang ada di area kerja. 6. Panel Groups, merupakan kumpulan dari panel-panel window pembantu

yang

digunakan

untuk

membantu

bekerja

dengan

Dreamweaver.

2.7.7 Adobe Photoshop Adobe Photoshop merupakan software yang paling banyak digunakan oleh para web desainer dalam membuat layout atau tampilan suatu website. Selain sebagai software untuk mengolah image Photoshop juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambar bergerak atau animasi dalam formar *.GIF yang sering kita jumpai dalam iklan atau banner di sebuah website. Adobe Photoshop menyediakan tool-tool yang terintegrasi dan

40

tertata secara praktis untuk menciptakan dan menghasilkan karya dalam bentuk vektor dan teks yang sempurna. Bentuk grafik yang berdasarkan vektor dan teks bisa ditransfer menjadi image yang berdasarkan pixel untuk mendapatkan efek desain yang lebih sempurna (Sutarto, 2003).

1

2

3

4

5

6

7

Gambar 2.5 Tampilan area kerja Adobe Photoshop 7.0 (Sutarto, 2003) Keterangan gambar 2.5: 1. Toolbox, berisi berbagai macam tools yang digunakan untuk melakukan manipulasi image.

41

2. Tool Option Bar. Hampir semua tool pada toolbox memiliki options, yang ditampilkan pada Tool Option Bar. Options tersebut digunakan untuk mengatur nilai parameter dari tool yang sedang aktif atau dipilih. 3. View area. Bagian ini digunakan untuk menampilkan image yang sedang dikerjakan. 4. Menu, berisi semua perintah yang dapat digunakan untuk bekerja pada Adobe Photoshop. 5. Status Bar, berisikan keterangan mengenai toolbox yang sedang aktif, serta keterangan image yang sedang aktif. 6. Palette, berguna untuk memudahkan dalam navigasi maupun editing image. 7. Palette well, digunakan untuk memudahkan dalam pengaturan palette. Namun palette well hanya tersedia jika resolusi layar lebih besar dari 800 x 600 (resolusi minimal yang disarankan adalah 1024 x 768).

2.8 Evaluasi Penelitian Sistem Terdahulu 2.8.1 Pendahuluan Penulis akan melakukan evaluasi terhadap pengembangan sistem informasi administrasi sekolah yang pernah dibuat sebelumnya, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari penelitian sistem tersebut, agar bisa dilakukan pengembangan sistem yang lebih terorganisir dari sistem sebelumnya.

42

2.8.2 Sistem Informasi Administrasi Sekolah Budi Sudarsono (STMIK AMIKOM Yogyakarta) dengan judul “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Administrasi Sekolah pada SMA Tugu Nasional Cawas Klaten” Adapun kelemahan dari penelitian ini adalah : 1.

Berbasis desktop

2.

Aplikasi berbasis stand alone hanya di peruntukan untuk TU.

3.

Belum terintegrasinya bagian yang terkait menyebabkan proses pembayaran terhambat.

4.

Masih minimnya tools yang disediakan pada sistem tersebut.

Agustina (USU Medan) dengan judul “Sistem Informasi Pembayaran SPP pada SMK Sandhy Putra 2 Medan Menggunakan Visual Basic 6.0” Adapun kelemahan dari penelitian ini adalah : 1.

Berbasis desktop

2.

Pengolahan laporan data tidak sistematis.

3.

Wali murit melihat status pembayaran dengan online

2.8.3 Kesimpulan Setelah penulis melakukan evalusi dari sistem informasi administrasi sekolah yang pernah dibuat. Penulis mengambil kesimpulan bahwa terdapat kelemahan dari sistem – sistem tersebut seperti tidak adanya login user untuk keamanan data, belum terintegrasinya bagian – bagian yang terkait

43

dengan sistem informasi administrasi sekolah. Untuk itu penulis melakukan beberapa penyempurnaan pada pengembangan sistem yang dilakukan mengacu pada hasil evaluasi diatas. Penulis menggunakan siklus hidup pengembangan sistem atau System Development Life Cycle (McLeod, 2004) model iterasi dengan pendekatan terstruktur, berbasiskan pada proses.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari tiga tahapan meliputi wawancara., observasi lapangan dan studi pustaka 1.

Wawancara (interview) Metode ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan serangkaian tanya jawab dan wawancara. Dalam hal ini, penulis melakukan wawancara dengan nara sumber yang terkait dengan masalah administrasi di SMP Yasporbi I, yaitu Ibu Novia Setyawati, S.Pd selaku Kepala Sekolah dan Bapak Merwandi, Amd selaku bagian Administrasi. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan, penulis mendapatkan informasi mengenai : a.

Gambaran umum SMP Yasporbi I Menguraikan tentang profil perusahan seperti sejarah berdirinya, visi misi dan tujuan, struktur organisasi serta tugas dan tanggung jawab masing-masing pegawai.

b.

Sistem yang berjalan di bagian-bagian terkait Memuat tentang sistem dan prosedur yang bejalan pada saat ini dan permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan pengolahan data, pencatatan dan laporan pendapatan.

45

2.

Observasi Lapangan Metode ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan atau peninjauan langsung. Observasi ini dilakukan pada :

3.

Tempat

: SMP Yasporbi I

Waktu

: 5 November 2008 – 23 Desember 2008

Studi Pustaka (Library Search) Penulis mempelajari dan meneliti berbagai sumber bacaan yang mempunyai hubungan dengan permasalahan yang dihadapi dan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penelitian ini, seperti buku-buku penunjang kajian, internet, catatan-catatan maupun referensi penelitian terdahulu. Adapun buku-buku penunjang dapat dilihat pada daftar pustaka.

3.2 Metode Pengembangan Sistem Tahapan-tahapan pengembangan sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu pada pengembangan aplikasi ini hanya menerapkan hingga tahap implementasi. 1.

Tahap Perencanaan Sistem Penulis berusaha untuk memperoleh data-data atau bahan yang diperlukan dalam pengembangan sistem. Dalam tahap ini juga ditentukan perencanaan dan kerangka kerja serta batasan dalam pengembangan sistem yang akan dilakukan.

46

2.

Tahap Analisa Sistem Penulis melakukan analisa terhadap prosedur dan masalah yang terdapat pada sistem yang sedang berjalan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawacara dan observasi pada bagian administrasi / tata usaha pada SMP Yasporbi I. Pada tahap ini juga dilakukan analisa terhadap kebutuhankebutuhan dari sistem Hasil dari analisa ini digunakan untuk mengusulkan alternatif pemecah masalah serta mambuat spesifikasi sistem baru atau melakukan

perbaikan atau perbaharuan terhadap sistem yang sedang

berjalan. Pada tahap ini akan diuraikan mengenai : a.

Profil SMP Yasporbi I Tujuannya yaitu untuk mengetahui gambaran umum mengenai SMP Yasporbi I serta untuk mempelajari urutan tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian yang berkaitan dengan sistem informasi administrasi sekolah.

b.

Analisa sistem yang sedang berjalan Analisis sistem berjalan akan menguraikan mengenai analisa penyimpanan, dokumen, dan prosedur pada sistem yang sedang berjalan serta mendefinisikan kelebihan dan kekurangan dari sistem tersebut.

47

c.

Analisa masalah dan alternatif pemecahan masalah. Analisis masalah dan alternatif pemecahan masalah akan menguraikan mengenai masalah yang dihadapi oleh sistem yang sedang berjalan serta usulan penyelesaian masalah tersebut.

3.

Tahap Perancangan Sistem Penulis memberi gambaran tentang rancangan pengembangan sistem baru yang akan dibangun berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Rancangan pengembangan sistem baru ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada. Dalam tahap ini, penulis menggunakan beberapa tools (alat) untuk membuat rancangan sistem, diantaranya adalah sebagai berikut: a.

Perancangan sistem Dalam melakukan perancangan sistem, penulis menggunakan tools Data Flow Diagram (DFD) untuk menggambarkan aliran data yang ada pada sistem informasi data kependudukan berikut kamus datanya (Data Dictionary) untuk menjelaskan data yang ada pada DFD.

b.

Perancangan database Penulis merancang basis data kependudukan dengan menggunakan alat bantu

atau

tools

Entity

Relationship

Diagram

(ERD)

yang

menggambarkan hubungan antar entitas yang ada pada DFD. Kemudian dilakukan normalisasi dengan tujuan membentuk tabel normal untuk menghindari redudansi data.

48

c.

Perancangan interface Setelah dibuat rancangan sistem dan basis datanya, maka penulis melakukan perancangan struktur menu dan State Transition Diagram.

4.

Tahap Penerapan Sistem Berbagai rancangan sistem yang telah disusun pada tahap perancangan, kemudian akan diimplementasikan menjadi instruksi-instruksi program untuk membangun program aplikasi sistem. Penulis melakukan penulisan program aplikasi menggunakan bahasa pemrograman web PHP serta bahasa pemrograman web lainnya sebagai pendukung. Sedangkan untuk basis datanya menggunakan database MySQL sebagai basis datanya. Setelah aplikasi sistem selesai dibuat, kemudian dilakukan uji coba (jenis black box) untuk mengetahui apakah sistem informasi administrasi ini sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

5.

Tahap Penggunaan Sistem Dengan memelihara dan meningkatkan kerja sistem, dengan memperbaiki kesalahan dan mengadaptasikan sistem dengan lingkungan.

Beberapa cara dapat ditempuh dalam menerapkan tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi di atas, salah satunya adalah dengan cara iterasi, yaitu secara berulang-ulang. Penulis memilih cara ini dalam karena suatu proses atau suatu tahap dilakasanakan secara berulang-ulang sampai didapatkan hasil yang diinginkan. Model iterasi ini berbeda dengan model waterfall yang

49

mengharuskan setiap tahapan diselesaikan terlebih dahulu secara penuh sebelum diteruskan ke tahap selanjutnya.

50

3.3 Kerangka Berpikir

Gambar 3.1 Kerangka Berpikir

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Perencanaan Sistem SMP Yasporbi I adalah salah satu sekolah swasta yang terletak di Selatan Jakarta. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelangaan dalam hal ini adalah orang tua murid, maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menyediakan informasi yang cukup akurat di dalam penyediaan pelayanan informasi keuangan yang lebih baik. Sampai saat ini, sistem pengelolaan administrasi keuangan pada SMP Yasporbi I masih dilakukan secara manual. Tidak adanya penagihan langsung secara berkala, proses pencatatanya pun masih menggunakan buku tulis atau Ms Word dan Excel sehingga kerahasiaan data tidak dapat terjaga dan dalam hal pembuatan laporan terasa sulit. Oleh karena itu dibutuhkan sistem informasi untuk mempermudah kerja administrasi / tata usaha sehingga nantinya menguntungkan pihak orang tua dalam pemberian informasi akurat dan pihak yayasan dalam penerimaan laporan keuangan.

4.2. Analisa Sistem 4.2.1 Tinjauan Umum SMP Yasporbi I 1.

Sejarah Berdirinya Taman Perguruan Pancoran didirikan pada 6 Mei 1961 dengan mengelola Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar saja. Lalu

52

digantikan oleh Yayasan Mampang Pancoran (Yaspermap) pada bulan Agustus 1962 yang mengelola Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama Yasporbi I. Selain itu, terdapat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar di Kompleks Pasar Minggu yang dikelola Yayasan Kesejahteraan Serikat Sekerja Bank Indonesia dan 1 sekolah Taman Kanak-kanak di Kompleks Kemanggisan dengan pengelolanya Yayasan Kemanggisan. Kemudian seluruh sekolah tersebut dilebur menjadi satu di bawah naungan Yayasan Perguruan KORPRI Unit Bank Indonesia (Yasporbi) yang didirikan di Jakarta pada tanggal 31 Mei 1973 dengan Akte Notaris M.S. Tadjudin Jakarta Np.322 dengan tujuan mengembangkan pendidikan oleh para Karyawan Bank Indonesia Tahun 1979 didirikan SMP Yasporbi II di Kompleks Bank Indonesia Pancoran yang diresmikan 16 Juli 1994 dan dibuka SMU Yasporbi I di Kompleks Bank Indonesia Pancoran yang diresmikan 16 Juli 1994. Sesuai Akte Pendirian, Yayasan Perguruan KORPRI dipimpin oleh seorang Ketua Umum dibantu oleh Ketua I dan II serta Pembantu Umum dengan Pembina Deputi Gubernur Bank Indonesia sebagai Dewan Pengawas. Lalu untuk menyikapi tuntutan perubahan berdasarkan UU No.16 Tahun 2001, pengurus lengkap Yasporbi pada 15 Agustus 2003 telah menetapkan bahwa menyetujui nama Yayasan Perguruan KORPRI Unit Bank Indonesia menjadi ”Yayasan Yasporbi” (organisasi lebih ramping) dan mengubah organisasi yayasan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang yayasan kemudian mengangkat personalnya.

53

SMP Yasporbi I dipimpin oleh Ibu Novia Setyawati, Spd selaku Kepala Sekolah dan Bapak Drs. Berra Alindri selaku Wakil Kepala Sekolah. Sekolah ini terdiri dari 3 kelas yaitu A, B dan C untuk masing-masing tingkatannya. Fasilitas yang dimilikinya adalah lab IPA, lab komputer, aula sekolah dan lapangan olah raga. 2.

Visi, Misi dan Tujuan a.

Visi Unggul dalam IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) berdasarkan IMTAQ (Iman dan Taqwa) serta mamu menjawab tantangan zaman.

b.

Misi 1)

Mewujudkan sekolah sebagai wiyata mandala yang kondusif

2)

Meningkatkan

profesionalis

tenaga

edukatif

da

administratif 3)

Meningkatkan produktifitas proses pembelajaran

4)

Membentuk sekolah pilihan pertama yang menjadi idola masyarakat.

5)

Menumbukan penghayatan dan pengalaman agama yang dianut sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.

54

3. Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMP Yasporbi I (Sumber : Novia Setyawati, 2010)

Adapun rincian mengenai struktur organisasi SMP Yasporbi I Jakarta adalah sebagai berikut : a.

Kepala Sekolah Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut : 1)

Melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien

2)

Kepala sekolah selaku manajer

3)

Kepala sekolah selaku administrator

55

4)

Kepala sekolah selaku supervisor

5)

Kepala sekolah sebagai pemimpin / leader\Kepala sekolah sebagai inovator

6) b.

Kepala sekolah sebagai motivator

Wakil Kepala Sekolah Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1)

Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program.

2)

Staf kurikulum

3)

Staf kesiswaan

4)

Staf sarana dan prasarana

5)

Staf hubungan dengan masyarakat

b. Guru Bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawabnya meliputi : 1) Membuat perangkat program pengajaran 2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran 3) Melaksanakan kegiatan penilaian 4) Melaksanankan

kegiatan

membimbing

(pengimbasan

pengetahuan) kepada guru lain dalam proses belajar mengajar 5) Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya

56

6) Dan sebagainya c. Guru Bimbingan dan Konseling Membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1) Penyusunan

program

dan

pelaksanaan

bimbingan

dan

konseling 2) Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa tentang kesulitan belajar. 3) Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar 4) Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pekerjaan dan lapangan pekerjaan yang sesuai d. Administrasi / Tata Usaha Mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan sebagai berikut : 1) Penyusunan program kerja tata usaha 2) Pengelolaan keuangan sekolah 3) Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa 4) Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah 5) Penyusunan dan penyajian data / statistik sekolah 6) Penyusunan

laporan

pelaksanaan

ketatausahaan secara berkala

kegiatan

pengurusan

57

4.2.2 Analisis Sistem Berjalan 1.

Uraian Sistem yang Berjalan Analisa sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbaharui. Pada tahap ini dilakukan survei terhadap sistem yang sudah berjalan, antara lain ; mengumpulkan data dan informasi langsung dari SMP Yasporbi I, yang dilakukan dengan cara interview atau wawancara langsung dengan kepala sekolah dan staf administrasi untuk memperoleh data yang diperlukan. Kemudian penulis melakukan analisa sebagai berikut : a.

Kegiatan pendaftaran ulang 1)

Orang tua murid melakukan pendaftaran ulang dengan menyertakan formulir data pribadi siswa yang sudah diisi.

2)

Bagian administrasi melakukan proses pencatatan data murid baru yang diterima di sekolah dari formulir pendaftaran dan menentukan kelas yang akan diikuti siswa baru tersebut serta tarif uang sekolah yang harus dibayar oleh orang tua murid pada setiap periode pembayaran. Semua hal tersebut dicatat dalam buku data murid.

58

Pendaftaran Ulang Orang Tua Murid

Administrasi

Mulai

Mengisi Form Pendaftaran Ulang

Form Pendaftaran Ulang

Mencatat Data Murid, Kelas dan Tarif

Buku Data Murid

Selesai

Gambar 4.2 Flowchart Proses Pendaftaran Ulang (Sistem Berjalan)

b. Kegiatan Penagihan Setelah kegiatan belajar mengajar mulai berlangsung, maka prosedur penagihan uang sekolah dimulai, yaitu dengan membagikan kartu bayaran pada tiap siswa.

59

Gambar 4.3 Flowchart Proses Penagihan (Sistem Berjalan)

c. Kegiatan Pembayaran 1) Administrasi menerima uang untuk pembayaran uang sekolah yang diberikan beserta kartu uang sekolah, ataupun penerimaan kas lainnya seperti pembelian perlengkapan sekolah. 2) Administrasi membuat kwitansi atau bukti penerimaan kas dan menyerahkan pada pembayar atau mencap atau menandatangani kartu uang sekolah 3) Lalu transaksi penerimaan dibukukan pada buku pendapatan

60

Pembayaran Orang Tua Murid

Administrasi

Mulai Bayar Uang Sekolah

Kartu Bayaran

Cek Status Pembayaran Buku Pendapatan tidak

Belum bayar ?

ya

Mencatat Pendapatan

Validasi Kartu Bayaran

Selesai

Gambar 4.4 Flowchart Proses Pembayaran (Sistem Berjalan)

d. Kegiatan Pembuatan Laporan Setelah kegiatan belajar mengajar mulai berlangsung, maka kegiatan pembuatan laporan dimulai, yaitu berdasarkan buku data murid untuk pembuatan laporan data histori murid dan buku

61

pendapatan untuk pembuatan laporan pendapatan perbulan atau pertahun yang ditujukan kepada kepala sekolah dan yayasan.

Pembuatan Laporan Keuangan

Kepala Sekolah

Yayasan

Mulai

Buku Data Murid

Membuat Laporan

Laporan

Laporan

Selesai

Gambar 4.5 Flowchart Proses Pembuatan Laporan (Sistem Berjalan)

2.

Kelebihan dan kelemahan sistem yang berjalan a.

Kelebihan sistem yang berjalan 1)

Tidak memerlukan biaya yang mahal untuk pembelian dan perawatan perangkat lunak maupun perangkat keras.

2)

Tidak memerlukan biaya untuk pembelian program aplikasi yang sesuai kebutuhan.

62

b.

Kelemahan sistem yang berjalan 1)

Terjadi penumpukan dokumen pada setiap proses seperti dokumen data murid dan data pendapatan.

2)

Pelayanan yang diberikan kepada orang tua murid tidak maksimal dikarenakan kemungkinan dalam ketidakakuratan data.

3)

Dengan masih menggunakan sistem manual (berbasis kertas) maka akan menyebabkan penumpukan kertas, keterbatasan

berbagi

data,

ketidaksamaan

data

dan

kurangnya integritas data. 4)

Dengan sistem manual, kemungkinan untuk kehilangan data lebih besar.

5)

Dari segi laporan yang diperlukan perperiode yang diinginkan, sistem manual tidak dapat menghasilkan secara cepat dan akurat.

3.

Solusi Pemecahan Masalah Berdasarkan permasalahan yang ada dan dari hasil analisis yang dilakukan, maka dapat diambil suatu kesimpulan yang dapat digunakan sebagai solusi pemecahan masalah terhadap permasalahan yang ada. Solusi pemecahannya yaitu dengan memberikan sistem informasi administrasi yang lebih terkomputerisasi. Sistem informasi administrasi ini merupakan sistem yang baru karena selama ini sistem yang ada masih manual dengan berbasiskan kertas. Program ini juga memudahkan dalam proses pencarian data murid, penagihan serta

63

pembayaran. Dan sistem informasi ini juga akan memberikan kemudahan dalam menyimpan, memanipulasi data dan menyediakan fasilitas laporan yang terintegrasi di dalam sistem. Pembangunan sistem administrasi berbasis web ini dimulai dari pemasukan data murid, proses penagihan yang sifatnya berkala dan sistem pencarian data murid, dan pembuatan laporan. Sistem informasi administrasi ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan data sehingga terjaganya keamanan, tanpa menyulitkan bagi user untuk menggunakannya, karena pada aplikasi ini menggunakan tampilan yang user-friendly. Adapun sistem informasi administrasi yang ingin penulis ajukan yaitu dengan menggunakan program PHP disertai penggunaan basis data MySQL. Salah satu alasan penulis menggunakan PHP dan penggunaan MySQL karena aplikasi ini akan dibuat berbasiskan web. Sehingga penggunanya dapat mengaksesnya melalui internet explorer yang telah disediakan dalam sistem operasi yang digunakan, tanpa harus belajar menggunakan software lain. Penulis mempertimbangkan berbasiskan web, karena sekarang pemerintah sudah menyediakan Sistem Akademik Sekolah yang berbasiskan web, sehingga mungkin tidak ada kesulitan bagi para penggunanya nanti karena sudah terbiasa menggunakan SAS tersebut.

64

4.2.3 Usulan Rancangan Berikut ini adalah hasil analisa sistem usulan dengan menggunakan diagram alir dokumen :

Gambar 4.6 Flowchart Proses Pendaftaran Ulang (Sistem Usulan)

65

Penagihan Orang Tua Murid

Administrasi Mulai

Master Pembayaran SPP

Mencetak Tagihan

Tagihan

Selesai

Gambar 4.7 Flowchart Proses Penagihan (Sistem Usulan)

66

Pembayaran Murid

Administrasi

Mulai

Tagihan

Bayar Uang Sekolah

Input Pembayaran SPP dan non SPP

Transaksi

Cetak Bukti Pembayaran

Bukti Pembayaran

Selesai

Gambar 4.8 Flowchart Proses Pembayaran (Sistem Usulan)

67

Gambar 4.9 Flowchart Proses Pembuatan Laporan (Sistem Usulan)

68

4.3. Perancangan Sistem Pada tahap ini, dibuat rancangan secara rinci dari sistem baru yang diusulkan diantaranya perancangan sistem yaitu diagram konteks, sampai diagram rinci.. Kemudian perancangan basis data meliputi ERD, normalisasi, kamus data, serta perancangan struktur menu dan perancangan antar muka. 4.3.1 Perancangan Proses DFD

menggambarkan

penyimpanan

data

dan

proses

yang

mentransformasikan data, DFD menunjukkan hubungan antara data pada sistem dan proses pada sistem ( Andri Kristanto, 2004: 66). a.

Diagram Konteks Pada tahap ini dilakukan pemodelan proses yang akan ditampilkan dalam bentuk Diagram Alir Data (DAD). Pada diagram konteks, sistem hanya digambarkan dengan sebuah proses, kemudian entitas luar yang berinteraksi dengan proses tunggal diidentifikasi. Didapatkan empat entitas luar, yaitu orang tua murid, administrasi, keuangan, kepala sekolah dan yayasan.

69

Orang Tua Murid

Laporan_Penerimaan Laporan_Tunggakan Laporan_Penjualan

Bukti_Pembayaran

Sistem Informasi Administrasi Sekolah (SMP Yasporbi I)

Laporan_Penerimaan Laporan_Tunggakan

Kepala Sekolah

Laporan_Penerimaaan Laporan_Tunggakan Laporan_Penjualan

Yayasan

Laporan_Penjualan

Data_Tarif Keuangan

Data_Kelas Data_Siswa Pembayaran

Data_Barang

Administrasi

Gambar 4.10 Diagram Konteks Sistem yang Diusulkan

Dari gambar diatas menjelaskan gambaran umum mengenai sistem informasi administrasi sekolah pada SMP Yasporbi I. Pada gambar 4.10 terlihat lima entity yaitu orang tua murid, administrasi, keuangan, kepala sekolah dan yayasan. Kepsek

: Menerima laporan penerimaan, laporan tunggakan, laporan penjualan

Yayasan

: Menerima laporan penerimaan, laporan tunggakan, laporan penjualan

Administrasi : Menginput data siswa, data kelas dan melayani pembayaran SPP maupun non SPP Wali murid

: Menerima bukti pembayaran

70

b.

Diagram Overview Pada diagram ini, proses tunggal dari diagram konteks dipecah menjadi empat proses yang lebih terperinci, yaitu pendaftaran ulang, penagihan, pembayaran dan laporan.

Gambar 4.11 Diagram Overview Sistem yang Dusulkan

71

c.

Diagram Rinci 1.

Diagram Rinci Proses 1

Gambar 4.12 Diagram Diagram Rinci Proses Pendaftaran Ulang

No proses

:

1.1

Nama proses

:

Siswa

Input

:

Data siswa

Output

:

Master siswa

Keterangan

:

Admin melakukan proses input, update, delete data siswa.

72

No proses

:

1.2

Nama proses

:

Kelas

Input

:

Data kelas

Output

:

Master kelas

Keterangan

:

Admin melakukan proses input, update, delete data kelas.

No proses

:

1.3

Nama proses

:

Tarif

Input

:

Data tarif

Output

:

Master pembayaran SPP

Keterangan

:

Admin melakukan proses input, update, delete data tarif

No proses

:

1.4

Nama proses

:

Barang

Input

:

Data barang

Output

:

Master barang

Keterangan

:

Admin melakukan proses input, update, delete data barang

73

2.

Diagram Rinci Proses 2

Gambar 4.13 Diagram Diagram Rinci Proses Penagihan

No proses

:

2.1

Nama proses

:

Cek data siswa.

Input

:

Data siswa

Output

:

Data informasi pembayaran SPP siswa.

Keterangan

:

Admin mengecek data siswa yang akan melakukan pembayaran SPP, dan

hasilnya

berupa

pembayaran SPP siswa.

informasi

74

No proses

:

2.2

Nama proses

:

Pembuatan tagihan

Input

:

Data siswa

Output

:

Data tagihan transaksi pembayaran SPP dan non SPP siswa.

Keterangan

:

Setelah melakukan pengecekan data admin membuat tagihan.

3.

Diagram Rinci Proses 3

Gambar 4.14 Diagram Diagram Rinci Proses Pembayaran

75

No proses

:

2.1

Nama proses

:

Cek data siswa.

Input

:

Data siswa

Output

:

Data informasi pembayaran SPP siswa.

Keterangan

:

Admin mengecek data siswa yang akan melakukan pembayaran SPP, dan

hasilnya

berupa

informasi

pembayaran SPP siswa.

No proses

:

2.2

Nama proses

:

Input pembayaran SPP.

Input

:

Data pembayaran SPP

Output

:

Data transaksi pembayaran SPP siswa.

Keterangan

:

Setelah melakukan pengecekan data admin menginput transaksi pembayaran ke sistem.

.

76

4.

Diagram Rinci Proses 4

4.1 Pembuatan Laporan History Siswa

Master_Siswa

Laporan_History_Siswa

Kepala Sekolah

Laporan_Penerimaan Laporan_Tunggakan Laporan_History_Siswa Master_Pembayaran_SPP 4.2 Pembuatan Laporan Penerimaan

Laporan_Penerimaan

Yayasan

Laporan_Tunggakan

Laporan_Penerimaan 4.3 Pembuatan Laporan Tunggakan

Keuangan Laporan_Tunggakan

Laporan_Penjualan Laporan_Penjualan

4.4 Pembuatan Laporan Penjualan

4.5 Pembuatan Bukti Pembayaran

Laporan_Penjualan

Bukti_Pembayaran

Orang Tua Murid

Gambar 4.15 Diagram Diagram Rinci Proses Laporan

No proses

:

4.1

Nama proses

:

Laporan history siswa

Input

:

Master siswa

Output

:

Data informasi siswa yg sudah tidak akif

Keterangan

:

Membuat laporan history siswa

77

No proses

:

4.2

Nama proses

:

Laporan penerimaan

Input

:

Master Pembayaran SPP

Output

:

Data Informasi pembayaran SPP

Keterangan

:

Membuat laporan penerimaan pembayaran SPP siswa

No proses

:

4.3

Nama proses

:

Laporan tunggakan pembayaran SPP.

Input

:

Master Pembayaran SPP

Output

:

Data Informasi tunggakan pembayaran SPP

Keterangan

:

Membuat laporan tunggakan pembayaran SPP

No proses

:

4.4

Nama proses

:

Laporan penjualan barang

Input

:

Master Pembayaran SPP

Output

:

Data Informasi penjualan barang

Keterangan

:

Membuat laporan penjualan barang

78

No proses

:

4.5

Nama proses

:

Laporan pembuatan bukti pembayaran

Input

:

Master Pembayaran SPP

Output

:

Bukti pembayaran SPP siswa

Keterangan

:

Membuat bukti pembayaran SPP siswa

4.3.2 Perancangan Basis Data Pembuatan perancangan basis data bertujuan untuk menggambarkan hubungan antar entitas yang terlibat dalam sistem informasi administrasi ini. 1.

Kamus Data Berikut ini adalah kamus data yang digunakan pada sistem informasi persediaan : Tabel 4.1 Kamus Data

transaksi

barang

siswa

kelas

= *tabel transaksi* {@no_transaksi + tgl_transaksi + nomor_induk + kelas + tahun_ajaran + biaya_ekstra + potongan_biaya + ket + status_spp + kode_barang + tgl_history + bulan + tgl_jt + total} = *tabel barang* {@kode_barang + nama_barang + jenis_barang + harga + jumlah_barang + tgl_berlaku + status_barang + tgl_history} = *tabel siswa* {@no_induk + nama_siswa + jenis_kelamin + tempat_lahir + tgl_lahir + agama + alamat + no_telp + nama_ayah + nama_ibu + pekerjaan_ayah + pekerjaan_ibu + alamat_ortu + telp_ortu + status_keluarga + anak_ke + jumlah_saudara + tgl_masuk + kelas_awal + status + sekolah_asal + alamat_asal + alasan_pindah} = *tabel kelas* {@kelas + tingkat + nomor_induk + tahun_ajaran + spp}

79

2.

Entity Relationship Diagram (ERD) ERD merupakan cara untuk mengorganisasikan tabel. Diagram ini akan memperlihatkan hubungan entitas yang terdapat di dalam sistem.

Gambar 4.16 Rancangan ERD

80

3.

Normalisasi Data Normalisasi bertujuan untuk membentuk entitas yang tidak redudansi, stabil, fleksibel, dan sesuai. Langkah - langkah dalam normalisasi adalah: a.

Bentuk Tidak Normal Bentuk tidak normal adalah kumpulan data - data yang akan digunakan dalam merancang basisdata. Data - data ini masih banyak yang berulang.

kode_ta tanggal_jt bulan_spp kelas nomor_induk nama_siswa kode_tahun_ajaran kode_barang nama_barang jenis_barang kelas tahun_ajaran biaya_extra potongan_biaya ket status_spp tgl_history nama_siswa jenis_kelamin tempat_lahir telp_ortu status_keluarga sekolah_asal alamat_asal alasan_pindah

harga jumlah_barang tgl_berlaku status_barang tgl_history tingkat kelas nama_siswa tgl_lahir agama alamat no_telp nama_ayah nama_ibu pekerjaan_ayah pekerjaan_ibu alamat_ortu kode_ta anak_ke jumlah_saudara tanggal_masuk kelas_awal status

tahun_ajaran tingkat spp kode_tahun_ajaran kelas nama_siswa no_transaksi kode_ta tanggal kode_barang no no_transaksi nama_siswa kelas kode_ta bulan tgl_transaksi total kode_ta bulan total foto status_siswa tgl_history alasan_history

Gambar 4.17 Bentuk Tidak Normal

81

b.

Bentuk Normal Pertama (1NF) Pada gambar 4.17 dapat dilihat masih terdapat atribut berulang/memiliki nilai sama sehingga belum memenuhi bentuk normal maka dibuat bentuk normal pertama yaitu tidak ada atribut yang dapat memiliki nilai sama pada satu entitas.

Gambar 4.18 Bentuk Normal Pertama (1NF)

82

c.

Bentuk normal kedua (2NF) Langkah kedua dalam normalisasi adalah membentuk normal kedua yaitu jika entitas sudah berada dalam bentuk normal pertama (1NF) dan nilai semua atribut yang bukan primary key tergantung penuh pada primary key.

Gambar 4.19 Bentuk Normal Kedua (2NF)

83

4.

Struktur Data Berikut adalah rincian tabel-tabel hasil normalisasi : a.

Tabel master_siswa Nama File

: master_siswa

Primary Key

: nomor_induk

Tabel 4.2 Tabel master_siswa

Nama no_induk nama_siswa jenis_kelamin tempat_lahir tgl_lahir agama alamat no_telp nama_ayah nama_ibu pekerjaan_ayah pekerjaan_ibu alamat_ortu telp_ortu status_keluarga anak_ke jumlah_saudara tanggal_masuk kelas_awal status

Tipe varchar(15) varchar(40) enum('L', 'P') varchar(40) date varchar(20) varchar(50) varchar(25) varchar(40) varchar(40) varchar(30) varchar(30) varchar(70) varchar(25) varchar(15) varchar(2) varchar(2) date varchar(5) varchar(15)

sekolah_asal alamat_asal alasan_pindah foto status_siswa tgl_history alasan_history

varchar(60) varchar(70) varchar(100) varchar(100) varchar(11) date varchar(100)

Keterangan Nomor induk siswa Nama siswa Jenis kelamin siswa Tempat lahir siswa Tanggal lahir siswa Agama siswa Alamat siswa No telepon siswa Nama ayah siswa Nama ibu siswa Pekerjaan ayah siswa Pekerjaan ibu siswa Alamat orang tua siswa No telepon orang tua siswa Status siswa didalam keluarga Siswa adalah anak keberapa Dari berapa jumlah saudara Tanggal diterima di sekolah Kelas awal yang diikuti siswa Status siswa apakah murid baru atau pindahan Sekolah asal untuk siswa pindahan Alamat asal sekolah asal Alasan pindah dari sekolah asal Foto siswa Status siswa aktif atau sudah tidak aktif Tanggal status siswa mulai tidak aktif Alasan status siswa menjadi tidak aktif

84

b.

Tabel master_barang Nama File

: master_barang

Primary_key

: kode_barang

Tabel 4.3 Tabel Master_barang

Nama kode_barang nama_barang jenis_barang harga jumlah_barang

Tipe varchar(15) varchar(50) varchar(10) int(10) int(10)

tgl_berlaku status_barang tgl_history

date varchar(15) date

c.

Keterangan Kode jenis pembayaran Nama pembayaran Jenis apakah barang atau non barang Harga pembayaran Jumlah stok barang yang tersedia (untuk barang) Tanggal mulai berlakunya harga barang Status barang aktif atau sudah tidak aktif Tanggal status barang mulai tidak aktif

Table master_kelas Nama File

: master_kelas

Primary_key

: kelas

Tabel 4.4 Tabel Master_kelas

Nama tingkat kelas

Tipe varchar(1) varchar(4)

Keterangan Tingkatan pendidikan (I, II, III) Kelas yang ada pada tingkat prndidikan (IA, IB, IIA)

85

d.

Tabel master_pembayaran_SPP Nama File

: master_pembayaran_spp

Primary key

: -

Tabel 4.5 Tabel Master_pembayaran_spp

Nama nomor_induk kelas tahun_ajaran biaya_extra potongan_biaya ket status_spp tgl_history

e.

Tipe varchar(15) varchar(4) varchar(10) int(10) int(10) varchar(100) varchar(11) date

Keterangan Nomor induk siswa Kelas yang ditempati siswa Tahun ajaran saat ini Biaya tambahan Potongan biaya SPP Keterangan potongan biaya SPP Status SPP aktif atau sudah tidak aktif Tanggal status SPP mulai tidak aktif

Tabel kelas_siswa Nama File

: kelas_siswa

Primary key

: -

Tabel 4.6 Tabel Kelas_siswa

Nama

Tipe Keterangan varchar(4) Kelas yang ditempati siswa kelas nomor_induk varchar(15) Nomor induk siswa kode_tahun_ajaran varchar(4) Kode tahun ajaran

86

f.

Tabel tahun_ajaran Nama File

: tahun_ajaran

Primary key

: kode_ta

Tabel 4.7 Tabel Tahun_ajaran

Nama kode_ta tahun_ajaran

g.

Tipe Keterangan char(4) Kode tahun ajaran varchar(9) Tahun ajaran

Tabel jatuh_tempo spp Nama File

: jatuh_tempo_spp

Primary key

: -

Tabel 4.8 Tabel jatuh_tempo_spp

Nama kode_ta tanggal_jt bulan_spp

h.

Tipe Keterangan varchar(4) Kode tahun ajaran date Tanggal jatuh tempo int(2) Bulan jatuh tempo

Tabel tingkat_spp Nama File

: tingkat_spp

Primary key

: -

Tabel 4.9 Tabel Tingkat_spp

Nama Tipe varchar(1) tingkat spp int(10) kode_tahun_ajaran varchar(4)

Keterangan Tingkatan pendidikan (I, II, III) SPP per tingkat pendidikan Kode tahun ajaran

87

i.

Tabel transaksi_lain Nama File

: transaksi_lain

Primary key

: -

Tabel 4.10 Tabel Transaksi_lain

Nama nomor_transaksi nomor_induk kode_ta tanggal kode_barang

j.

Tipe varchar(10) varchar(10) varchar(4) date varchar(10)

Keterangan Nomor transaksi Nomor induk siswa Kode tahun ajaran Tanggal transaksi lain Kode barang yang dibeli

Tabel transaksi_spp Nama File

: transaksi_spp

Primary key

: no

Tabel 4.11 Tabel Transaksi_spp

Nama no no_transaksi nomor_induk kode_ta bulan tgl_transaksi total

Tipe varchar(20) varchar(20) varchar(15) varchar(4) varchar(2) date int(10)

Keterangan Nomor Nomor transaksi Nomor induk siswa Kode tahun ajaran Bulan yang ingin dibayar Tangal transaksi Total pembayaran

88

k.

Tabel tunggakan_spp Nama File

: tunggakan_spp

Primary key

: -

Tabel 4.12 Tabel Tunggakan_spp

Nama kode_ta kode_ta bulan total

Tipe varchar(15) varchar(4) int(2) int(8)

Keterangan Nomor induk siswa Kode tahun ajaran Bulan tunggakan Total biaya tunggakan

4.3.3 Perancangan Struktur Menu 1.

Rancangan Struktur Menu Dalam aplikasi sistem informasi persediaan barang ini menu aplikasi di bagi menjadi tujuh menu di dalam Menu Utama yaitu : Siswa, Master Data, Transaksi, Laporan, Pengaturan, Bantuan, Keluar.

89

Gambar 4.20 Struktur Menu

90

2.

State Transition Diagram (STD) Diagram ini menggambarkan transisi atau perubahan statement yang merupakan keadaan sistem yang dipicu oleh adanya aksi yang dilakukan oleh user dan juga mendeskripsikan reaksi sistem terhadap aksi tersebut. Dengan kata lain, STD dapat mendeskripsikan cara kerja fungsi-fungsi yang dimiliki oleh setiap menu. Dengan adanya STD, rancangan akan lebih terperinci karena fungsi-fungsi setiap objek yang diperlukan telah dideskripsikan melalui STD. a.

STD Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Sekolah

Gambar 4.21 STD Layar Utama Sistem Informasi Administrasi Sekolah

91

b.

STD Menu Data Siswa

Gambar 4.22 STD Menu Data Siswa

92

c.

STD Menu Data Kelas

Gambar 4.23 STD Menu Data Kelas

d.

STD Menu SPP Siswa

Gambar 4.24 STD Menu SPP Siswa

93

e.

STD Menu Data Barang

Gambar 4.25 STD Menu Data Barang

f.

STD Menu Tunggakan

Gambar 4.26 STD Menu Tunggakan

94

g.

STD Menu Laporan Penerimaan

Gambar 4.27 STD Menu Laporan Penerimaan

h.

STD Menu Laporan Penjualan

Gambar 4.28 STD Menu Laporan Penjualan

95

4.4. Pembuatan Sistem Berdasarkan perancangan sistem yang telah dibuat, maka selanjutnya pada tahapan ini di lakukan pembuatan sourcecode ke dalam pemograman sehingga dapat menghasilkan

program

aplikasi

sesuai

yang

diinginkan.

Bahasa

pemograman yang penulis gunakan untuk membangun aplikasi sistem ini adalah PHP dan MySQL sebagai basis datanya.

4.5. Penerapan Sistem Hasil dari tahap pembuatan sistem akan diimplementasikan kepada user (pengguna). Selain itu, pada tahap ini juga akan membahas sarana pendukung lain yang diperlukan agar sistem yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik. 4.5.1 Spesifikasi Komputer Dalam hal ini akan diuraikan mengenai rekomendasi atau usulan spesifikasi komputer yang dibutuhkan dari segi kebutuhan hardware serta software. 1.

Spesifikasi Hardware Spesifikasi minimal hardware atau perangkat keras komputer yang dibutuhkan adalah: a.

Processor dengan kapasitas 1,8 GHz

b.

Hard disk berkapasitas 80 GB

c.

RAM 1 GB

d.

Monitor

e.

Mouse

96

2.

f.

Keyboard

g.

Printer

Spesifikasi Software Spesifikasi software atau perangkat lunak komputer yang dibutuhkan adalah : a.

Microsoft Windows XP

b.

Xampp Aplikasi sistem ini dibangun dalam bentuk web dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL serta Apache sebagai web server. Untuk memudahkan proses penginstalan, digunakan Xampp karena di dalamnya sudah terdapat PHP, database MySQL dan Apache.

c.

Internet Explorer Digunakan sebagai web browser untuk menampilkan informasi dari web server.

4.4.2 Pengujian Sistem Sebelum program diterapkan, maka program harus bebas dari kesalahan, untuk bebas dari kesalahan maka perlu dilakukan pengujian untuk menemukan kesalahan yang mungkin dapat terjadi seperti dalam kesalahan bahasa, kesalahan logika program dan kesalahan analisis. Dan dilakukan untuk memeriksa kekompakan antar komponen sistem yang di implementasikan dan untuk mencari kesalahan serta kelemahan yang

97

mungkin masih terjadi. Pengujian ini menggunakan jenis black box. Pengujian yang dilakukan pada sistem informasi administrasi ini meliputi pengujian terhadap seluruh menu program, apakah telah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengguna. Berikut hasil pengujian dari sistem tersebut : Tabel 4.13 Tabel Pengujian Aplikasi

No 1.

Nama Tes Login

2.

Hapus, input, edit data siswa

3.

Hapus, input, edit data kelas

4.

Hapus, input, edit data barang

5.

7.

Pencarian data siswa Pencarian data barang Input transaksi

8. 9. 10. 11.

6.

12.

13.

Hasil yang di harapkan Masuk ke dalam menu utama aplikasi. Data siswa berhasil dimasukkan, dihapus dan diedit. Data kelas berhasil dimasukkan, dihapus, dan diedit. Data barang berhasil dimasukkan, dihapus, dan diedit. Data siswa berhasil dicari

Hasil Keterangan Berhasil

Data barang berhasil dicari

Berhasil

Transaksi pembayaran SPP dan non SPP

Berhasil

Cetak transaksi Cetak data siswa Cetak data barang

Mencetak bukti pembayaran Mencetak data siswa Mencetak data barang

Berhasil Berhasil Berhasil

Menampilkan dan mencetak laporan tunggakan Menampilkan dan mencetak laporan penerimaan Menampilkan dan mencetak laporan penjualan

Laporan tunggakan ditampilkan dan dicetak

Berhasil

Laporan penerimaan ditampilkan dan dicetak

Berhasil

Laporan penjualan ditampilkan dan dicetak

Berhasil

Berhasil

Berhasil

Berhasil

Berhasil

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Dari pembahasan yang sudah diuraikan maka penulis mencoba membuat kesimpulan seperti berikut ini : 1.

Dengan sistem informasi administrasi sekolah ini proses pengolahan data dan penyajian informasi yang selama ini dilakukan secara manual dapat dipermudah dengan dibuatnya rancangan sistem yang terkomputerisasi.

2.

Penyimpanan data yang sudah terkomputerisasi mempermudah dalam proses penyimpanan dan pencarian data jika diperlukan.

3.

Pada rancangan sistem informasi mampu memberikan informasi tentang data siswa, data kelas, data barang dan data tarif SPP sehingga memudahkan dalam pembuatan laporan per periode tertentu sesuai dng kebutuhan.

5.2 Saran Dari hasil kesimpulan yang penulis utarakan diatas program sistem informasi administrasi memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi lebih baik dan lebih lengkap lagi oleh karena itu maka penulis mencoba memberikan saran yang kiranya dapat berguna bagi administrasi SMP Yasporbi I Pancoran terutama sistem informasi administrasi antara lain adalah :

99

1.

Pada pembuatan sistem yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi sistem yang bersifat internet sehingga lebih mudah diakses.

2.

Pada pembuatan sistem yang selanjutnya dapat dikembangkan sehingga orang tua murid dapat melakukan pembayaran SPP melalui bank.

3.

Untuk penelitian selanjutnya, sistem yang dirancang dan di buat dapat menyempurnakan penelitian sebelumnya, baik dari segi metode penelitian maupun

tampilan

aplikasinya bagi user.

aplikasi

yang

dapat mempermudah

penggunaan

DAFTAR PUSTAKA

Hariyanto, Bambang. 2004. Sistem Manajemen BasisData: Pemodelan, Perancangan, dan Terapannya. Bandung: Informatika. Jogiyanto, HM. 2001. Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Edisi 2. ANDI, Yogyakarta. Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. ANDI, Yogyakarta. Komputer Wahana. 2006. Menguasai Pemrograman Web dengan PHP 5. ANDI, Yogyakarta. Kristanto, Andri. 2003. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Edisi I. Yogyakarta : Penerbit Gava. Ladjamudin, Al-Bahra Bin. Analisis dan Desain Sistem Informasi. 2005. Graha Ilmu, Yogyakarta McLeod, Raymond dan Schell, George. 2004. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT INDEKS. Nugroho, Bunafit. 2005. Database Relasional dengan MySQL. ANDI, Yogyakarta. Prahasta, Eddy. 2005. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. CV. Informatika, Bandung. Pressman, Roger S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak, Pendekatan Praktisi (Buku 1). ANDI, Yogyakarta. Prihatna, Henky. 2005. Kiat Praktis Menjadi Webmaster Profesional. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Sidik, Betha. 2006. Pemrograman Web dengan PHP. Informatika, Bandung.

Sidik, Betha. 2005. MySQL untuk Pengguna, Administrator, dan Pengembang Aplikasi Web. Bandung: Informatika. Syukur, Mark Ade. 1999. Aplikasi Web dengan PHP. Jakarta: Universitas Gunadarma. Sutabri, Tata. 2004. Analisa Sistem Informasi. ANDI, Yogyakarta. Sutarto,

Rachmad

Hakim.

2003.

Tutorial

Adobe

Photoshop

7.

IlmuKomputer.com. Wahyono, Teguh. 2004. Sistem Informasi : Konsep Dasar, Analisis dan Implementasi. Graha Ilmu, Yogyakarta. Whitten, Jeffrey L. 2004. Systems Analysis & Design Methods: Sixth Edition. New York: McGraw-Hill. http://aplikasisekolah.com/, 31 Juli 2008, Pk. 23:58 WIB http://groups.or.id/wikipedia/id/s/e/k/Sekolah.html, 3 Agustus 2008,Pk.18:30 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/Administrasi, 10 Agustus 2008, Pk.13:25 WIB

LAMPIRAN A SURAT RISET

LAMPIRAN B PROFIL PERUSAHAAN

PROFIL SEKOLAH

A.

Sejarah Berdirinya Taman Perguruan Pancoran didirikan pada 6 Mei 1961 dengan mengelola Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar saja. Lalu digantikan oleh Yayasan Mampang Pancoran (Yaspermap) pada bulan Agustus 1962 yang mengelola Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama Yasporbi I. Selain itu, terdapat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar di Kompleks Pasar Minggu yang dikelola Yayasan Kesejahteraan Serikat Sekerja Bank Indonesia dan 1 sekolah Taman Kanakkanak

di

Kompleks

Kemanggisan

dengan

pengelolanya

Yayasan

Kemanggisan. Kemudian seluruh sekolah tersebut dilebur menjadi satu di bawah naungan Yayasan Perguruan KORPRI Unit Bank Indonesia (Yasporbi) yang didirikan di Jakarta pada tanggal 31 Mei 1973 dengan Akte Notaris M.S. Tadjudin Jakarta Np.322 dengan tujuan mengembangkan pendidikan oleh para Karyawan Bank Indonesia Tahun 1979 didirikan SMP Yasporbi II di Kompleks Bank Indonesia Pancoran yang diresmikan 16 Juli 1994 dan dibuka SMU Yasporbi I di Kompleks Bank Indonesia Pancoran yang diresmikan 16 Juli 1994. Sesuai Akte Pendirian, Yayasan Perguruan KORPRI dipimpin oleh seorang Ketua Umum dibantu oleh Ketua I dan II serta Pembantu Umum dengan Pembina Deputi Gubernur Bank Indonesia sebagai Dewan Pengawas. Lalu untuk menyikapi tuntutan perubahan berdasarkan UU No.16 Tahun 2001, pengurus lengkap Yasporbi pada 15

Agustus 2003 telah menetapkan bahwa menyetujui nama Yayasan Perguruan KORPRI Unit Bank Indonesia menjadi ”Yayasan Yasporbi” (organisasi lebih ramping) dan mengubah organisasi yayasan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang yayasan kemudian mengangkat personalnya. SMP Yasporbi I dipimpin oleh Ibu Novia Setyawati, Spd selaku Kepala Sekolah dan Bapak Drs. Berra Alindri selaku Wakil Kepala Sekolah. Sekolah ini terdiri dari 3 kelas yaitu A, B dan C untuk masing-masing tingkatannya. Fasilitas yang dimilikinya adalah lab IPA, lab komputer, aula sekolah dan lapangan olah raga.

B.

Visi, Misi dan Tujuan 1.

Visi Unggul dalam IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) berdasarkan IMTAQ (Iman dan Taqwa) serta mamu menjawab tantangan zaman.

2.

Misi a)

Mewujudkan sekolah sebagai wiyata mandala yang kondusif

b)

Meningkatkan profesionalis tenaga edukatif da administratif

c)

Meningkatkan produktifitas proses pembelajaran

d)

Membentuk sekolah pilihan pertama yang menjadi idola masyarakat.

e)

Menumbukan penghayatan dan pengalaman agama yang dianut sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.

C.

Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMP Yasporbi I (Sumber : Novia Setyawati, 2010)

Adapun rincian mengenai struktur organisasi SMP Yasporbi I Jakarta adalah sebagai berikut : 1.

Kepala Sekolah Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut : a)

Melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien

b)

Kepala sekolah selaku manajer

c)

Kepala sekolah selaku administrator

d)

Kepala sekolah selaku supervisor

e)

Kepala sekolah sebagai pemimpin / leader\Kepala sekolah sebagai inovator

f) 2.

Kepala sekolah sebagai motivator

Wakil Kepala Sekolah Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : a)

Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program.

3.

b)

Staf kurikulum

c)

Staf kesiswaan

d)

Staf sarana dan prasarana

e)

Staf hubungan dengan masyarakat

Guru Bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawabnya meliputi : a)

Membuat perangkat program pengajaran

b)

Melaksanakan kegiatan pembelajaran

c)

Melaksanakan kegiatan penilaian

d)

Melaksanankan

kegiatan

membimbing

(pengimbasan

pengetahuan) kepada guru lain dalam proses belajar mengajar e)

Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya

f) 4.

Dan sebagainya

Guru Bimbingan dan Konseling Membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a)

Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling

b)

Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalahmasalah yang dihadapi siswa tentang kesulitan belajar.

c)

Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar

d)

Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pekerjaan dan lapangan pekerjaan yang sesuai

5.

Administrasi / Tata Usaha Mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan sebagai berikut: a)

Penyusunan program kerja tata usaha

b)

Pengelolaan keuangan sekolah

c)

Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa

d)

Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah

e)

Penyusunan dan penyajian data / statistik sekolah

f)

Penyusunan

laporan

pelaksanaan

ketatausahaan secara berkala

kegiatan

pengurusan

LAMPIRAN C WAWANCARA

WAWANCARA

Wawancara I Responden

: Novia Setyawati, S.Pd

Penanya

: Danti Maya Rahayu

Tanggal

: 28 November 2008

Tema

: Profil SMP Yasporbi I Pancoran, Jakarta

Tujuan

: Mengetahui tentang sejarah dan struktur organisasi perusahaan

Poin Utama Wawancara : 1. Bagaimana Profil SMP Yasporbi I? 2. Bagaimana Struktur Organisasi SMP Yasporbi I? 3. Apa tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian?

Hasil Wawancara : Dari wawancara I ini dapat diketahui tentang sejarah dan perkembangan dari SMP Yasporbi I serta struktur organisasi yang ada dalam sekolah ini. Kemudian dijelaskan secara singkat mengenai tugas dan tanggung jawab untuk masingmasing bagiam. Dengan diketahuinya sejarah dan struktur organisasi tersebut dapat memudahkan penulis dalam mempelajari alur dokumen yang ada pada bagian administrasi di SMP Yasporbi I.

Wawancara II Responden

: Merwandi, Amd

Penanya

: Danti Maya Rahayu

Tanggal

: 30 November 2008

Tema

: Prosedur Sistem Berjalan

Tujuan

: Mengetahui tentang prosedur sistem berjalan dalam proses pembayaran

Poin Utama Wawancara : 1. Bagaimana prosedur yang ada pada bagian administrasi di SMP Yasporbi I? 2. Bagian apa sajakah yang terkait didalam sistem pembayaran uang sekolah? 3. Apa saja kendala yang dihadapi pada sistem yang sudah ada? 4. Dokumen apa saja yang digunakan dalam prosedur administrasi? 5. Laporan apa sajakah yang diperlukan pada bagian administrasi?

Hasil Wawancara : Berdasarkan pertanyaan – pertanyaan yang diajukan oleh penulis pada wawancara II, penulis dapat mengetahui secara jelas bagaimana prosedur sistem berjalan pada bagian administrasi. Disini juga dijelaskan tentang bagian – bagian apa saja yang terkait didalamnya, diantaranya bagian administrasi, keuangan dan kepala sekolah serta yayasan.

Dalam penjelasannya dijelaskan juga tentang kekurangan dari sistem yang sudah ada diantaranya terjadi penumpukan dokumen pada setiap proses seperti dokumen data murid dan data pendapatan, pelayanan yang diberikan kepada orang tua murid tidak maksimal dikarenakan kemungkinan dalam ketidakakuratan data, Dengan sistem manual, kemungkinan untuk kehilangan data lebih besar. Pada wawancara II ini juga dijelaskan tentang dokumen – dokumen yang dipakai dalam sistem administrasi. Dengan dokumen ini membantu penulis dalam membuat DFD, ERD, Struktur Tabel hingga rancangan basis data yang akan dikembangkan. Dijelaskan pula tentang laporan yang dibutuhkan dalam sistem administrasi tersebut. Laporan – laporan tersebut adalah laporan tunggakan, laporan penerimaan, laporan penjualan yang sifatnya berkala yang harus dilaporkan kepada kepala sekolah juga pihak yayasan.

LAMPIRAN D SCRIPT PROGRAM

TAMPILAN SCRIPT PROGRAM

1.

Login.php Login
id pengguna :
kata sandi :


2.

Home.php Application billing system



"$dome"; "$in"; if($alamat!='') { include "$alamat/$alamat.php"; } else { include "home/home.php"; }




3.

Data_barang.php Untitled Document

pengisian kebutuhan perlengkapan sekolah