PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PD ...

38 downloads 17 Views 2MB Size Report
gelar sarjana strata satu (S1) Program Studi Sistem Informasi. Menyetujui : .... Agus Maulana, SE yang dilakukan pada tanggal 10 Juli 2008 sd 13 Juli 2008 di kantor PD .... informasi tergantung dari tiga hal, yaitu: (Jogiyanto, 2002) a. Informasi ...

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PD. HIKMAH JAYA JAKARTA BARAT

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Oleh: Murniati 105093003067

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010 M / 1431 H

1

2

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PD. HIKMAH JAYA JAKARTA BARAT

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh: Murniati 105093003067

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010 M / 1431 H

3

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PD. HIKMAH JAYA JAKARTA BARAT

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Pada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh: Murniati 105093003067 Menyetujui, Pembimbing I

Pembimbing II

Nia Kumaladewi, MMSI NIP. 150 411 179

Zulfiandri, MMSI NIP. 197001302005011003

Mengetahui, Ketua Program Studi Sistem Informasi

A’ang Subiyakto, M. Kom NIP. 150 411 252

4

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

PENGESAHAN UJIAN Skripsi berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya Jakarta Barat” yang ditulis oleh Murniati, NIM 105093003067 telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang Munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 26 Juli 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) Program Studi Sistem Informasi. Menyetujui : Penguji I

Penguji II

A’ang Subiyakto, M.Kom NIP. 150 411 252

Qurrotul Aini, MT NIP. 197303252009012001

Pembimbing I

Pembimbing II

Nia Kumaladewi, MMSI NIP. 150 411 179

Zulfiandri, MMSI NIP. 197001302005011003 Mengetahui :

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis NIP. 196801172001121001

Ketua Program Studi Sistem Informasi

Aang Subiyakto, M. Kom NIP. 150 411 252

5

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENARBENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, Juli 2010

Murniati 105093003067

6

KATA PENGANTAR

Assalama‘alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, segala puji dan syukur peneliti sampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Pada PD. Hikmah Jaya Jakarta Barat”. Shalawat dan salam peneliti haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Peneliti juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu baik itu berupa motivasi, bimbingan, moril maupun materiil, yang ditujukan kepada: 1. Bapak DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.SIS, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak Aang Subiyakto, M.Kom, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Ibu Nur Aeni Hidayah, MMSI, selaku Sekretaris Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Ibu Nia Kumaladewi, MMSI, sebagai Pembimbing I peneliti yang juga telah memberikan banyak bantuan bagi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Bapak Zulfiandri, MMSI, sebagai Pembimbing II peneliti yang juga telah memberikan banyak masukan bagi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

7

6. Seluruh Dosen dan staf karyawan Fakultas Sains dan Teknologi, khususnya Program Studi Sistem Informasi, yang telah membimbing peneliti selama menuntut ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 7. Orang tua tersayang yang telah memberikan doa dan dukungan baik moril maupun materiil, kakak-kakaku (Masdul dan Mba 'Am) serta adikku (Opik) yang telah memberikan segala perhatiannya dan keluarga besar peneliti yang juga telah memberikan doa kepada peneliti. 8. Untuk Dudunk, Koko (Kosmara), Dinal, Maya, Pu3 yang telah membantu dan mendukung peneliti dalam penyelesaian skripsi ini. 9. Untuk Indri (teman seperjuangan) yang selalu memberikan semangat dan banyak membantu serta mendukung peneliti dalam banyak hal seperti menemani di kampus, dll. 10. Mba Iis (kakak iparku) yang sudah berbaik hati meminjamkan laptopnya. 11. Maz Rahmat E, yang selalu setia menemani untuk memberikan semangat, dukungan, kasih sayang yang luar biasa sehingga menghilangkan kejenuhan kepada peneliti dalam proses penyelesaian skripsi ini. 12. Teman-teman SI-B angkatan 2004 reguler : Fahri, Nandika, Kosmara, Topik, Ryan, Didit, Isro, Hadi, Esa, Agus, Andi, Angga, Apit, Aris, Asqo, Daus, Dika, Fadlan, Ichsan, Irvan, Syahril, Miftah, Indri, Rika, Nelly, Sandra, Ulfah yang tidak pernah bosan menemani, memberikan inspirasi, dan membantu memberikan semangat. Semoga teman-teman diberikan kemudahan dalam segala kesulitan oleh Allah SWT dan tentunya niat untuk bekerja keras. Insya Allah can help u all...

8

13. Teman-teman SI-B angkatan 2004 ekstensi, terima kasih buat semua semangat dan dukungannnya. 14. Teman-teman kost-an, Lety, Mami, De2s, Intan dan semuanya yang sudah memberikan tumpangan tidur kalau kondisi lagi kepepet. 15. Dan juga untuk teman-teman SI dan TI angkatan 2003, 2004, 2005, dan 2006 yang juga turut memberikan dukungan kepada peneliti. Peneliti sadar bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat bagi yang membacanya, khususnya bagi peneliti sendiri.

Jakarta, Juli 2010

Murniati 105093003067

9

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penggunaan sistem informasi sudah memasuki seluruh sektor bisnis, hal ini ditandai dengan penggunaan sistem informasi pada dunia korporasi kecil, menengah hingga besar. Sistem informasi sudah menjadi kebutuhan korporasi yang memiliki visi dalam peningkatan kinerja. Dalam era globalisasi dengan tingkat perkembangan yang semakin maju dan modern, memang menjadi salah satu faktor yang ikut mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan ataupun organisasi. Untuk menghasilkan mutu informasi yang lebih baik, serta secara akurat dalam memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sedang terjadi dalam pekerjaan dengan sistem yang manual, maka suatu perusahaan atau organisasi membutuhkan suatu sistem yang terkomputerisasi yang dapat membantu kinerja korporasi serta mengefisienkan berbagai sumber daya korporasi seperti waktu dan semua sumber daya yang membutuhkan biaya. (Riandy, 2009) Seperti halnya pada PD. Hikmah Jaya, pencatatan data yang masih manual, proses pemesan barang yang tidak konsisten dan pengelolaan data stok inventori yang tidak stabil mempersulit pengecekan stok barang pada masing-masing gudang sehingga mengakibatkan proses penjualan barang pada PD. Hikmah Jaya menjadi terhambat, seperti pesanan pembelian oleh customer, penerimaan kas perusahaan, serta laporan keuangan perusahaan. Untuk dapat mengatasi

10

permasalahan-permsalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem informasi manajemen yang mampu memberikan solusi informasi tentang status inventori dan penjualan, dimana sistem tersebut dapat melakukan pengecekan stok barang, melakukan proses penjualan dengan baik, serta memproses laporan-laporan penjualan secara tepat dan cepat sehingga memudahkan manajemen untuk mengambil keputusan yang dapat meningkatkan laba perusahaan dengan baik. Melihat permasalahan yang ada tersebut, maka peneliti merasa perlu melakukan "Pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya Jakarta Barat", yang dapat melakukan pencatatan yang menyangkut kegiatan penjualan barang serta pengecekan stok barang yang selama ini hampir semuanya masih dilakukan secara manual. Dengan adanya sistem yang baru akan dapat memberikan keluaran yang cepat dan tepat sehingga laporan-laporan yang dibutuhkan sesuai dengan yang diinginkan untuk proses pengambilan keputusan oleh manajemen perusahaan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang sebelumnya, maka rumusan masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah: a. Bagaimana mengembangkan sistem yang dapat membantu dalam proses input data-data transaksi penjualan, data-data pembelian, data-data barang dan melakukan pengecekan terhadap stok barang dengan cepat, tepat dan akurat, dimana persediaan barang ini sangat mempengaruhi kelancaran proses

11

penjualan barang pada PD. Hikmah Jaya tersebut, sehingga dapat memudahkan dalam pembuatan laporan-laporan tentang ketersediaan barang. b. Bagaimana mengembangkan sistem yang dapat mendukung dalam melakukan proses bisnis penjualan barang pada PD. Hikmah Jaya tersebut secara cepat dan tepat ? c. Bagaimana mengembangkan sistem yang dapat memberikan informasi berupa laporan penjualan sehingga memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan ?

1.3 Batasan Masalah Berdasarkan rumusan masalah, maka batasan masalah yang dibahas dalam skripsi ini meliputi: a. Sistem ini hanya membatasi pada sistem penjualan barang yang terdapat pada PD. Hikmah Jaya yang dilakukan secara terkomputerisasi. b. Pada Pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya ini, sistem ini juga sedikit membahas persediaan barang dan pembelian yang bertujuan untuk mengontrol persediaan stok barang, dimana persediaan stok barang ini berguna untuk mendukung kelancaran pada proses penjualan barang di PD. Hikmah Jaya tersebut. c. Analisis masalah difokuskan pada informasi data stok barang, transaksi pembelian dan transaksi penjualan barang baik secara langsung (tunai) maupun tidak langsung (hutang/ kredit).

12

d. Sistem ini tidak membahas tentang keamanan data, tetapi hanya membahas hak akses masing-masing user dalam melakukan CRUD terhadap pengecekan stok barang, transaksi pembelian dan transaksi penjualan barang. e. Pengembangan Sistem Informasi Penjualan ini hanya sampai pada tahap implementasi berupa pengujian black box testing. f. Dalam Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Pada PD. Hikmah Jaya ini, peneliti menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), mulai dari tahap perencanaan, analisis, desain dan implementasi. g. Pada sistem ini, peneliti juga menggunakan Windows XP sebagai Operating System-nya, lalu menggunakan Macromedia Deramweaver versi 8.0 untuk memudahkan pembuatan aplikasi, dengan bahasa pemrograman PHP versi 5.1.1 sebagai antar muka pengguna, dan MySQL versi 5.0.18 sebagai sarana penyimpanan data (database) serta menggunakan Mozilla Firefox versi 3.0 sebagai aplikasi browser. h. Pada pengembangannya sistem ini menggunakan jaringan LAN berbasis client-server.

1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: a. Untuk mengembangkan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya secara terkomputerisasi, yang dapat mendukung dalam proses penjualan barang, pembelian barang dan memudahkan proses input data-

13

data barang serta pengecekan barang yang terdapat pada database inventori dengan cepat, tepat dan akurat. b. Untuk membantu PD. Hikmah Jaya tersebut dalam pembuatan laporanlaporan seperti laporan penjualan barang dan laporan ketersediaan barang dengan cepat sehingga dihasilkan informasi

yang akurat untuk

memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan.

1.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dalam melakukan penelitian ini adalah: 1.5.1

Bagi Perusahaan a. Dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap sistem yang sedang berjalan pada PD. Hikmah Jaya tersebut. b. Memudahkan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen yang dapat meningkatkan penjualan produk pada PD. Hikmah Jaya tersebut.

1.5.2

Bagi Pengguna Mengefisienkan kinerja-kinerja officer sales serta rekan kerja di PD.

Hikmah Jaya tersebut dalam melakukan penjualan barang, pengecekan ketersediaan barang dan pembuatan laporan penjualan barang, sehingga menumbuhkembangkan kemajuan perusahaan. 1.5.3

Bagi Customer Dapat melakukan proses pembelian barang pada PD. Hikmah Jaya tersebut

secara cepat, efektif dan efisien.

14

1.5.4

Bagi Peneliti a. Menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama masa kuliah ke dalam dunia nyata. b. Membandingkan teori-teori yang ada dengan masalah-masalah yang sebenarnya terjadi pada dunia nyata.

1.5.5

Bagi Universitas a. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah. b. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dan sebagai bahan evaluasi. c. Memberikan

gambaran

tentang

kesiapan

mahasiswa

dalam

menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.

1.6 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini meliputi : 1.6.1

Metode Pengumpulan Data Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah

sebagai berikut: 1. Pengamatan Mengumpulkan data dan informasi dengan cara meninjau dan mengamati secara langsung kegiatan yang terjadi di lapangan.

15

2. Wawancara Wawancara dilakukan dengan manajer PD. Hikmah Jaya yaitu Bapak Agus Maulana, SE yang dilakukan pada tanggal 10 Juli 2008 sd 13 Juli 2008 di kantor PD. Hikmah Jaya Jakarta Barat. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi dan materi yang digunakan dalam pembuatan aplikasi. 3. Kajian pustaka Dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku yang mendukung dengan topik yang dibahas dalam penyusunan skripsi ini, selain itu peneliti juga mengumpulkan data dari internet yang berhubungan dengan skripsi. 1.6.2

Metode Pengembangan Sistem Pada penyusunan skripsi ini menggunakan pendekatan terstrukutur dengan

tahapan yang ada dalam Sistem Development Life Cycle (SDLC), yaitu: a. Tahap Perencanaan b. Tahap Analisis c. Tahap Desain (Perancangan) d. Seleksi Sistem e. Tahap Implementasi (Penerapan)

1.7 Sistematika Penulisan Dalam penelitian ini pembahasan terbagi dalam lima bab yang secara singkat terurai sebagai berikut:

16

BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan. BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang definisi dan komponen pembangun yang ada pada pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya. Di antaranya teori tentang konsep dasar sistem, konsep dasar sistem informasi, pengembangan sistem, siklus hidup pengembangan sistem, konsep penjualan, konsep dasar sistem informasi penjualan, basis data, flowchart, DFD, ERD, normalisasi, struktur data, jaringan, macromedia dreamweaver 8, Apache, XAMPP, PHP dan MySQL. BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai metode yang digunakan peneliti yaitu berupa metode pengumpulan data dan metode pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya tersebut. BAB 4 PEMBAHASAN Bab ini membahas mengenai hasil dari Pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya secara keseluruhan, mulai dari perencanaan pengembangan sistem, analisis sistem berjalan dan analisis sistem yang diusulkan, perancangan DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity Relational Diagram), STD (state transition diagram) dan perancangan interface, seleksi sistem yang terdiri dari hardware dan

17

software, serta implementasi sistem yang terdiri dari penelitian script dan testing. BAB 5 PENUTUP Pada bab ini peneliti menyampaikan kesimpulan dari hasil penelitian dan studi kasus yang dilaksanakan serta saran-saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. (Jogiyanto, 2002) 2.1.1 Karakteristik Sistem Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu: (Jogiyanto, 2002) a.

Komponen sistem (components), suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemenelemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

b.

Batas sistem (boundary). Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luar. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

c.

Lingkungan luar sistem (environments). Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

d.

Penghubung sistem (interface), merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.

59

60

e.

Masukan (input) sistem, adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa halhal berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedang-kan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa dari pelanggan).

f.

Pengolah sistem (process), suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.

g.

Keluaran (output) sistem, merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan dan sebagainya.

h.

Sasaran (objectives) atau tujuan (goal), suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objectives). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukkan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.1.2 Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, di antaranya adalah sebagai berikut: (Jogiyanto 2002) a.

Sistem abstrak dan sistem phisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara phisik. Sedangkan sistem phisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

b.

Sistem alamiah dan sistem buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sedangkan sistem

61

buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia, sistem ini melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine system. c.

Sistem tertentu dan sistem tak tentu. Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

d.

Sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya.

2.1.3 Pengendalian Sistem Karena suatu sistem tidak ada yang benar-benar tertutup, supaya sistem dapat terus melangsungkan hidupnya, maka sistem harus mempunyai daya membela diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Pengendalian dari suatu sistem dapat berupa: (Jogiyanto, 2002) a.

Sistem pengendalian umpan balik (feedback control sistem), merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan-perbedaan atau penyimpanganpenyimpangan

akan

dikoreksi

untuk

meperbaiki

masukan

sistem

selanjutnya. b.

Sistem pengendalian umpan maju (feed forward control sistem), sistem ini disebut juga dengan istilah positive feedback (umpan balik positif). Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya menghasilkan hasil

62

balik yang positif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sistem pengendalian umpan balik. c.

Sistem pengendalian pencegahan (preventive control system), sistem ini mencoba untuk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan untuk masuk ke dalam sistem.

2.2 Konsep Dasar Informasi Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. (Jogiyanto, 2002) 2.2.1 Siklus Informasi Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-idem. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto, 2002) Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau ada yang menyebutnya dengan istilah siklus pengolahan data (data processing cycle). (Jogiyanto, 2002)

63

2.2.2 Kualitas Informasi John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar. (Jogiyanto, 2005)

Gambar 2.1 Pilar Kualitas Informasi (Sumber: Jogiyanto, 2005) Informasi yang baik adalah informasi yang berkualitas. Kualitas dari informasi tergantung dari tiga hal, yaitu: (Jogiyanto, 2002) a.

Informasi harus akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahankesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.

b.

Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, karena informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai.

c.

Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.2.3 Nilai Informasi Nilai informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu biaya dan manfaat untuk mendapatkannya (Jogiyanto, 2000). Suatu informasi dikatakan bernilai

bila

manfaatnya

mendapatkannya. (Kadir, 2003)

lebih

efektif

dibandingkan

dengan

biaya

64

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi Sstem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang pentig dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik. (Jogiyanto, 2002) 2.3.1 Komponen Sistem Informasi Sistem informasi dapat terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu: (Jogiyanto, 2002) a.

Blok masukan (input block), input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.

b.

Blok model (model block), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di dasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang di inginkan.

c.

Blok keluaran (output block), keluaran merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

65

d.

Blok teknologi (technology block), teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri dari dua bagian utama, yaitu: perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

e.

Blok dasar data (database block), basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam dasar data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

f.

Blok kendali (control block), untuk supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalianpengendalian di dalamnya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat di cegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat lagsung cepat diatasi. Sebagai suatu sistem, enam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi

satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

2.4 Konsep Penjualan Penjualan merupakan salah satu fungsi dalam pemasaran karena merupakan sumber utama penting pendapatan yang diperlukan guna menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dan berharap masih mendapatkan laba dalam

66

menjalankan usahanya, karena dengan menjual dapat tercipta suatu proses pertukaran barang/ jasa antara penjual dan pembeli. (Kotler, 2002) Penjualan merupakan keyakinan bahwa para konsumen dan perusahaan bisnis, jika dibiarkan, tidak akan secara teratur membeli cukup banyak poduk-produk yang ditawarkan oleh organisasi tertentu. Oleh karena itu organisasi tersebut harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. (Kotler, 2002) Menurut Kotler juga penjualan didefinisikan sebagai proses sosial manajerial dimana seseorang atau kelompok apa yang akan mereka inginkan dan dibutuhkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. Konsep penjualan mengatakan bahwa kunci utama untuk mencapai tujuan organisasi adalah terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektif dan efisien dibandingkan dari para pesaing yang ada. Adapun konsep penjualan tersebut terdapat empat tiang utama, yakni: fokus pasar, orientasi pelaggan, penjualan yang terkoordinasi baik dan tepat serta profitability. (Kotler, 2002) Dalam suatu organisasi perusahaan, penjualan sangat dubutuhkan guna menunjang pelaksanaan tujuan perusahan maupun organisasi. Penjualan adalah suatu proses kegiatan transaksi yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan dan kepuasan bagi konsumennya. (Pramana, 2005)

67

2.5 Konsep Dasar Sistem Informasi Penjualan Sistem Informasi Penjualan adalah sub sistem informasi bisnis yang mencakup kumpulan prosedur yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen dan bagian lain yang berkepentingan, mulai dari diterimanya order penjualan sampai mencatat timbulnya tagihan/ piutang dagang. (Achun, 2007) Pembahasan sistem penjualan dibagi kedalam dua macam sistem, yaitu: 1.

Sistem penjualan tunai. Pada sistem ini, apabila pembeli sudah memilih barang yang akan dibeli, pembeli diharuskan membayar ke bagian kasir. Selain itu barang yang dibeli dibawa langsung oleh pembeli. Oleh karena itu tidak perlu ada prosedur pengiriman barang pada toko penjual.

2.

Sistem penjualan kredit. Pada umumnya sistem penjualan kredit terdiri dari prosedur-prosedur sebagai berikut: a.

Pesanan penjualan

b.

Persetujuan kredit

c.

Pengiriman barang

d.

Pembuatan faktur

e.

Akuntansi penjualan kredit

68

2.6 Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (system development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti dapat disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut: (Jogiyanto, 2005) a) Adanya permasalahan–permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. b) Untuk meraih kesempatan–kesempatan (opportunities). Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. c) Adanya instruksi–instruksi (directives) dari pimpinan ataupun luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.

2.7 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS) atau lebih dikenal dengan System Development Life Cycle (SDLC) adalah pendekatan melalui beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana sistem tersebut telah dikembangkan dengan sangat baik melalui penggunaan siklus kegiatan penganalisis dan pemakai secara spesifik. (Kendall, 2003) Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap

69

pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama, yaitu tahap perencanaan sistem. Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah– langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya. (Jogiyanto, 2005)

Gambar 2.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem (Sumber : Jogiyanto, 2005)

70

2.7.1 Kebijakan dan Perencanaan Sistem Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatankesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem yang lama mempunyai banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki. (Jogiyanto, 2005) Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi, sebelum sistem ini sendiri dikembangkan, maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan cermat. Perencanaan sistem (systems planning) ini menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. (Jogiyanto, 2005) 2.7.2 Analisis Sistem Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahanpermasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikanperbaikannya. (Jogiyanto, 2005) Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (systems planning) dan sebelum tahap desain sistem (systems design). Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. (Jogiyanto, 2005)

71

2.7.3 Desain Sistem Desain sistem (systems design) dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu desain sistem secara umum (general systems design) dan desain sistem terinci (detailed systems design). Desain sistem secara umum (general sistems design) disebut juga dengan desain konseptual (conceptual design) atau desain logikal (logical design) atau desain secara makro (macro design). Desain sistem terinci disebut juga dengan desain sistem fisik (physical systems design) atau desain internal (internal design). (Jogiyanto, 2005) Tujuan dari desain secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. (Jogiyanto, 2005) 2.7.4 Seleksi Sistem Menyeleksi atau memilih teknologi untuk sistem informasi merupakan tugas yang tidak mudah. Tahap seleksi sistem (systems selection) merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi. (Jogiyanto, 2005) 2.7.5 Implementasi Sistem Tahap implementasi sistem (systems implementation) merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplikasi dan pengetesan program. (Jogiyanto, 2005)

72

Testing terhadap program dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu white box dan black box. Metode white box melakukan testing dengan melihat source code program dan dilakukan programmer dengan cara menjalankan debugging. Metode black box dilakukan tanpa melihat source code program dan dijalankan oleh tester maupun user untuk mengamati apakah program tersebut telah menerima input, memproses, dan menghasilkan output dengan benar. (Jogiyanto, 2004) 2.7.6 Perawatan Sistem Perawatan sistem (system maintenance) adalah pemeliharaan sistem informasi, baik dari segi hardware maupun software. System maintenance diperlukan agar sistem informasi dapat beroperasi dengan normal untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. (Jogiyanto, 2004)

2.8 Basis Data (Database) 2.8.1 Pengertian Basis Data Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya (Jogiyanto, 2005). Sampai dengan membentuk suatu database, data mempunyai jenjang yang dapat digambarkan sebagai berikut: (Jogiyanto, 2005)

73

Gambar 2.3 Jenjang dari data (Sumber: Jogiyanto, 1999) Keterangan Gambar 2.3: a.

Characters merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa karakter numerik, huruf ataupun karakter-karakter khusus (special characters) yang membentuk suatu item data atau field.

b.

Field menggambarkan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record. Database adalah sekumpulan data store (bisa dalam jumlah yang sangat

besar) yang tersimpan dalam magnetic disk, optical disk, magnetic drum atau media penyimpanan sekunder lainnya. (Ladjamudin, 2005) 2.8.2 Database Management System (DBMS) DBMS merupakan koleksi terpadu dari database dan program-program komputer (utilitas) yang digunakan untuk mengakses dan memelihara database. Program-program tersebut menyediakan berbagai fasilitas operasi untuk

74

memasukkan, melacak dan memodifikasi data ke dalam database, mendefinisikan data

baru,

serta

mengolah

data

menjadi

informasi

yang

dibutuhkan

(DBMS=Database + Program Utilitas). (Ladjamudin, 2005) Inti dari DBMS adalah database engine. Database engine merespon command-command khusus untuk membuat database dan membuat, membaca, meng-update serta menghapus record di dalam database. Semua operasi input dan output yang berhubungan dengan database harus menggunakan DBMS. Bila pemakai akan mengakses database, DBMS menyediakan penghubung (interface) antara pemakai dengan database (Jogiyanto, 1999). Hubungan pemakai dengan database dapat dilakukan dengan dua cara: a.

Secara interaktif menggunakan bahasa pertanyaan (query language).

b.

Dengan menggunakan program aplikasi.

2.8.3 Structured Query Language (SQL) SQL (dibaca "es-que-el" atau “sequel”) singkatan dari Structured Query Language. SQL adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Menurut American National Standards Institute (ANSI), bahasa ini merupakan standar untuk Relational Database Management System (RDBMS) (Sidik, 2005). Beberapa software RDBMS dan dapat menggunakan SQL, seperti: Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, Ingres, MySQL, dsb. Setiap software database mempunyai bahasa perintah/ sintaks yang berbeda, namun pada prinsipnya mempunyai arti dan fungsi yang sama. Perintah-perintah tsb antara

75

lain: "Select", "Insert", "Update", "Delete", "Create", dan "Drop", yang dapat digunakan untuk mengerjakan hampir semua kebutuhan untuk memanipulasi sebuah database.

2.9 Alat Bantu Perancangan Sistem yang Digunakan 2.9.1 Flowchart Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. (Jogiyanto, 2005) Ada lima macam bagan alir, di antaranya: a.

Bagan Alir Sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.

b.

Bagan Alir Dokumen (document flowchart) disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

c.

Bagan Alir Skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang menggambarkan prosedur di dalam sistem dengan menggunakan simbolsimbol bagan alir sistem dan gambar-gambar komputer serta peralatan lainnya yang digunakan oleh sistem.

d.

Bagan Alir Program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.

76

e.

Bagan Alir Proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.

2.9.2 Data Flow Diagram (DFD) DFD (Data Flow Diagram) sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfiche, hard disk, tape, diskette dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and design). (Jogiyanto, 2005) DFD merupakan model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. Salah satu keuntungan menggunakan DFD adalah memudahkan pemakai atau user yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan. (Ladjamudin, 2005) Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Ia akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak ada store dalam diagram konteks. (Ladjamudin, 2005)

77

Diagram zero adalah diagram yang menggambarkan proses dari data flow diagram. Diagram zero memberikan pandangan secara menyeluruh mengenai sistem yang ditangani, menunjukkan tentang fungsi-fungsi utama atau proses yang ada, aliran data dan eksternal entitiy. Pada level ini sudah dimungkinkan adanya/ digambarkannya data store yang digunakan. Untuk proses yang tidak rinci lagi pada level selanjutnya, simbol ’*’ atau ’P’ (functional primitive) dapat ditambahkan pada akhir nomor proses. Keseimbangan input dan output (balancing) antara diagram zero dengan diagram konteks harus terpelihara. (Ladjamudin, 2005) Diagram rinci adalah diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram zero atau diagram level di atasnya. (Ladjamudin, 2005) Tabel 2.1 Penomoran Level pada DFD Nama Level

Nama Diagram

0

Diagram

Nomor Proses

Konteks 1

2

Diagram 0 /

1.0, 2.0, 3.0,

Zero

…..

Diagram 1.0

1.1, 1.2, 1.3, …..

2

Diagram 2.0

2.1, 2.2, 2.3, …..

2

Diagram 3.0

3.1, 3.2, 3.3, …..

3

Diagram 1.1

1.1.1, 1.1.2, 1.1.3, …..

3

Diagram 1.2

1.2.1, 1.2.2,

78

1.2.3, ….. 3

Diagram 1.3

1.3.1, 1.3.2, 1.3.3, …..

dst (Sumber: Ladjamudin, 2005)

Elemen dasar dari DFD dapat terdiri dari sebagai berikut: (Ladjamudin, 2005) 1.

Kesatuan luar (External Entity) Sesuatu yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke dalam sistem atau memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. External entity tidak termasuk bagian dari sistem. Bila sistem informasi dirancang untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih terkait menjadi external entity.

2.

Arus data (Data Flow) Arus data merupakan tempat mengalirnya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arah panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir di antara proses, data store dan menunjukkan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.

3.

Proses (Process) Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem. Proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau

79

beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. 4.

Simpanan data (Data Store) Simpanan data merupakan tempat penyimpanan data pengikat data yang ada dalam sistem. Data store dapat disimbolkan dengan sepasang dua garis sejajar atau dua garis dengan salah satu sisi samping terbuka. Proses dapat mengambil data dari atau memberikan data ke database.

Gambar simbol-simbol elemen DFD dapat dilihat pada halaman Daftar Simbol. 2.9.3 Perancangan Basis Data (Database) 2.9.3.1 Entity Relational Diagram (ERD) Diagram hubungan entitas atau yang lebih dikenal dengan sebutan E-R diagram (ERD), adalah notasi grafik dari sebuah model data atau sebuah model jaringan yang menjelaskan tentang data yang tersimpan (storage data) dalam sistem secara abstrak. Diagram hubungan entitas tidak menyatakan bagaimana memanfaatkan data, membuat data, mengubah data dan menghapus data. (Ladjamudin, 2005) 2.9.3.2 Elemen–Elemen Diagram Hubungan Entitas Elemen-elemen diagram hubungan entitas terdiri dari: (Ladjamudin, 2005) a. Entity Pada E-R diagram, entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam sistem, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan atau dimana terdapat data. Entitas

80

diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokkan dalam empat jenis nama, yaitu orang, benda, lokasi, kejadian (terdapat unsur waktu di dalamnya). b. Relationship Pada E-R diagram, relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung (Relationship) diberi nama dengan kata dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya (bisa dengan kalimat aktif atau kalimat pasif). Penggambaran hubungan yang terjadi adalah sebuah bentuk belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi panjang. c. Derajat relasi (Relationship Degree) Relationship degree atau derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu relationship. Derajat relasi yang sering dipakai di dalam ERD: 1) Unary Relationship Unary relationship adalah model relasi yang terjadi di antara entity yang berasal dari entity set yang sama. Sering juga disebut sebagai recursive relationship atau reflective relationship. Contoh:

Gambar 2.4 Diagram Unary Relationship (Sumber: Ladjamudin, 2005)

81

Pada Gambar 2.4, relationship Menikah menunjukkan relationship satu-ke-satu antara instansi-instansi (instances) dari entitas Pegawai. 2) Binary Relationship Binary relationship adalah model relasi antara instansi-instansi (instances) dari suatu tipe entitas (dua entity yang berasal dari entity yang sama). Relationship ini paling umum digunakan dalam pembuatan model data. Pada Gambar 2.5 menunjukkan bahwa relationship bekerja merupakan relationship banyak-ke-satu, artinya seorang pegawai hanya dapat bekerja untuk satu depertemen dan satu depertemen yang memiliki banyak pegawai.

Gambar 2.5 Diagram Binary Relationship (Sumber: Ladjamudin, 2005) 3) Ternary Relationship Ternary relationship merupakan relationship antara instansi-instansi (istances) dari tiga tipe entitas secara sepihak. Masing-masing entitas mungkin berpartisipasi satu atau banyak dalam suatu relationship ternary. d. Atribut Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap relationship. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas maupun relationship,

82

sehingga sering dikatakan atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relationship. Ada dua jenis atribut: 1) Identifier (key), digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik (primary key). 2) Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk men-spesifikasikan karakteristik dari suatu entity yang tidak unik. e. Kardinalitas (Cardinality) Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain. Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Terdapat 3 macam kardinalitas relasi, yaitu: 1. One to One Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungna dengan satu kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya. 2. One to Many atau Many to One Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu. Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua. Sebaliknya pada entitas yang kedua hanya dapat mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.

83

3. Many to Many Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya. Baik dilihat dari sisi entitas yang pertama, maupun dilihat dari sisi yang kedua. 2.9.3.3 Normalisasi Ada beberapa definisi normalisasi yaitu: (Ladjamudin, 2005) a. Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/ membangun dengan model data relasional, secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model data logika. b. Normalisasi adalah proses pengelompokan data ke dalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk dimodifikasi. c. Normalisasi dapat berguna dalam menjawab 2 pertanyaan mendasar yaitu: “Apa yang dimaksud dengan desaign database logical ?” dan “Apa yang dimaksud dengan database fisikal yang baik ? What is a Physical good logical dabase design?”. d. Normalisasi adalah suatu proses untuk mengidentifikasi “tabel” kelompok atribut yang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi antara satu atribut dengan atribut lainnya. e. Normalisasi bisa disebut juga sebagai proses pengelompokkan atribut– atribut dari suatu relasi sehingga membentuk WELL STRUCTURED RELATION.

84

Ada

beberapa

langkah

dalam

pembentukan

normalisasi,

yaitu:

(Ladjamudin, 2005) a. Bentuk Tidak Normal (Unormalized Form) Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai saat menginput. b. Bentuk Normal kesatu (First Normal Form / 1NF) Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa grup elemen yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris pada suatu tabel, dan setiap atribut harus mempunyai nilai data yang atomic (bersifat atomic value). Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila ia dipecah lagi maka ia tidak memiliki sifat induknya. Syarat normal kesatu (1-NF): 1.

Setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu record nilai dari field berupa “atomic value”.

2.

Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.

3.

Telah ditentukannya primary key untuk tabel/ relasi tersebut.

4.

Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.

c. Bentuk Normal kedua (Second Normal Form / 2NF) Bentuk normal kedua didasari konsep full functional dependency (ketergantungan fungsional sepenuhnya) yang dapat didefinisikan sebagi berikut:

85

Jika A dan B adalah atribut-atribut dari suatu relasi, B dikatakan full functional dependency (memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya) terhadap A, tetapi tidak secara tepat memiliki ketergantungan fungsional dari subset (himpunan bagian) dari A. Syarat normal kedua (2-NF): 1.

Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu.

2.

Atribut bukan key (non-key) haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya (fully fungsional dependency) pada kunci utama/ primary key.

d. Bentuk Normal ketiga (Third Normal Form / 3NF) Syarat normal ketiga (3-NF): 1.

Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua.

2.

Atribut bukan kunci (non-key) haruslah tidak memiliki ketergantungan transitif, dengan kata lain suatu atribut bukan kunci (non-key) tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional (fungsional dependency) terhadap atribut bukan kunci lainnya, seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja.

2.9.4 Struktur Data Pada dasarnya, suatu aliran data terdiri dari item data yang disebut atribut. Data attribute/ atribut data adalah bagian terkecil dari data yang berarti bagi pengguna akhir dan bisnis. Atribut data yang terdiri dari aliran data disusun

86

menjadi data structure/ struktur data. Aliran data dapat diuraikan dalam konteks tipe data berikut: a.

Rangkaian atau kelompok atribut data yang muncul satu demi satu.

b.

Pemilihan satu atau lebih atribut dari set atribut.

c.

Pengulangan satu atau lebih atribut. Notasi struktur data yang paling umum adalah notasi aljabar Boolean.

Simbol-simbol yang digunakan struktur data dapat dilihat pada Daftar Simbol. (Whitten, 2004) 2.9.5 STD (State Transition Diagram) State Transition Diagram (STD) menggambarkan bagaimana kerja sistem melalui kondisi (state) dan kejadian yang menyebabkan kondisi berubah. STD juga menggambarkan aksi yang dilakukan karena kejadian tertentu (Pressman, 2001). Simbol-simbol STD dapat dilihat pada Daftar Simbol.

2.10 Konsep Dasar Jaringan Komputer 2.10.1 Pengertian Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah kumpulan beberapa komputer (dan perangkat lain seperti printer, hub dan sebagainya) yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media perantara ini bisa berupa media kabel atau pun media tanpa kabel (nirkabel). Informasi berupa data akan mengalir dari satu komputer ke perangkat yang lain, sehingga masing-masing komputer yang terhubung tersebut bisa saling bertukar data atau berbagi perangkat keras. (Sofana, 2008).

87

Untuk memudahkan memahami jaringan komputer, para ahli kemudian membagi jaringan komputer berdasarkan beberapa klasifikasi, di antaranya adalah: LAN, MAN, WAN dan Internet. (Sofana, 2008)

Gambar 2.6 Jaringan Komputer (Sumber: Kristanto, 2003) 2.10.2 Jaringan Local Area Network (LAN) Local Area Network adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti didalam satu kantor atau gedung. LAN memungkinkan praktisi bisnis (pengguna teknologi komputer) dapat melakukan bersama-sama (share) atas berbagai sumber daya yang terdapat pada departement-departement berbeda yang memungkinkan untuk saling berkomunikasi melalui e-mail, forum diskusi online, website internal atau service-service lainnya. Semua ini adalah satu kesatuan data, communication, computig dan file server. (Sopandi, 2005)

88

LAN didesain untuk kebutuhan dan kondisi berikut: 1.

Beroperasi dalam geografis terbatas (kecil).

2.

Memberi akses pengguna melalui media dengan bandwith tinggi.

3.

Menyajikan control akses jaringan secara privat bawah kembali administrasi local.

4.

Menyajikan konektivitas full-time untuk layanan local.

5.

Melakukan koneksi secara fisik antar alat brdekatan. Disamping beroperasi dalam ruang terbatas, LAN umumnya dimiliki,

dikontrol, diatur oleh seorang operator. Dalam sebuah organisasi, operator jaringan sering disebut Network Administrator. 2.10.3 Topologi Jaringan Topologi

jaringan

komputer

adalah

suatu

aturan

bagaimana

menghubungkan komputer (node) satu sama lain secara fisik dan pola hubungan antara komponen-komponen yang berkomunikasi melalui media/ peralatan jaringan, seperti: server, workstation, hub/ switch dan pengabelannya (media transmisi data). (Sofana, 2008) Topologi menggambarkan struktur jaringan atau bagaimana sebuah jaringan itu didesain. Terdapat tiga topologi jaringan yang sering digunakan dalam membangun jaringan yaitu topologi bus, topologi star (bintang) dan topologi ring (cincin). (Arifin, 2005) Topologi star (bintang) menggunakan satu terminal sebagai terminal sentral yang menghubungkan ke semua terminal client. Terminal sentral ini yang mengarahkan setiap data yang dikirim ke komputer yang dituju. Jenis jaringan ini

89

apabila ada salah satu terminal client yang tidak berfungsi atau media transmisi terganggu, maka tidak akan mempengaruhi kinerja jaringan. Topologi bintang memiliki karakteristik sebagai berikut: a.

Setiap titik berkomunikasi langsung dengan konsentrator, kemudian dikirim ke seluruh node yang terhubung ke konsentrator tersebut.

b.

Setiap paket data yang masuk ke konsentrator, kemudian dikirim ke seluruh node yang terhubung, akibatnya collision akan sering terjadi sehingga kinerja jaringan menurun. Namun hal ini tidak terjadi jika hub diganti dengan switch, sebab switch memiliki kemampuan untuk memilih jalur tujuan data, tidak dikirim ke seluruh port.

c.

Sangat mudah dikembangkan sebab setiap node hanya terhubung secara langsung ke konsentrator.

d.

Jika salah satu Ethernet card rusak atau salah satu kabel putus, maka keseluruhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi, tidak terjadi network pada keseluruhan.

e.

Tipe kabel yang digunakan umumnya kabel UTP.

2.11 Alat Bantu Aplikasi yang Digunakan dalam Pembuatan Sistem 2.11.1 Macromedia Dreamweaver 8 Macromedia Dreamweaver adalah program untuk mengedit HTML secara visual dan mengelola halaman sebuah situs. Dreamweaver menyertakan banyak perangkat yang berkaitan dengan pengkodean dan fitur seperti HTML, CSS, Javascript, PHP, ASP, Coldfusion, dan XML. (Prihatna, 2005)

90

1 6 2

3

4

5

Gambar 2.7 Tampilan Area Kerja Dreamweaver MX 2004

(Sumber: Prihatna, 2005) Keterangan dari Gambar 2.7 adalah: 1.

Menu utama dan Insert Bar. Menu utama berisi semua perintah yang dapat digunakan untuk bekerja pada Dreamweaver. Sedangkan Insert Bar berisi sekumpulan tombol yang berfungsi sebagai perangkat kerja untuk membuat sebuah halaman web.

2.

Document Toolbar, yang berisi tombol dan popup menu yang dapat digunakan untuk berpindah antar dokumen kerja window dan mengatur tampilan area kerja. Pada Document Toolbar juga terdapat tombol yang digunakan untuk preview area kerja di browser.

3.

Area kerja Dreamweaver, di sinilah semua objek diletakkan, seperti teks, gambar, tabel, tombol dan lain sebagainya.

91

4.

Tag Selector, yaitu tag-tag HTML yang terpilih sesuai dengan objek yang ada di area kerja.

5.

Property Inspector, di sinilah dapat melihat dan mengubah properti dari tiap objek terpilih yang ada di area kerja.

6.

Panel Groups, merupakan kumpulan dari panel-panel window pembantu yang digunakan untuk membantu bekerja dengan Dreamweaver.

2.11.2 Apache Apache merupakan server web yang bersifat open source sehingga menjadikan apache sebagai server web alternatif dari Netscape (sekarang dikenal sebagai Sun Java System Web Server) (Sukarno, 2006). Apache merupakan server web yang digunakan dalam pemograman web berbasis server. Adapun yang termasuk ke dalam golongan server web adalah: Apache, PWS (Windows 9x), IIS (Windows NT/XP/2003 server) dan tomcat, Pemograman web terbagi 2 bagian: 1.

Web Client Programming, pemrograman web yang ditentukan pada sisi client. Yang termasuk pada web client programming antara lain HTML, JavaScript, dan VBScript.

2.

WebServerProgramming, pemrograman web yang ditentukan pada sisi server. Adapun yang termasuk ke dalam kategori WebServerProgramming adalah ASP, PHP, JSP, ColdFusion, dan ASP.NET.

92

2.11.3 XAMPP Xampp merupakan suatu paket yang terdiri dari Apache, MySQL, PHP, dan Perl yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi produk tersebut (Sukarno, 2006). XAMPP dikembangkan oleh Apache Friends yang merupakan sebuah website non-komersial yang bertujuan untuk mempromosikan web server Apache. XAMPP ditemukan pada musim semi tahun 2002 oleh Kai ’Oswald’ Seidler dan Kay Vogelgesang. Ada beberapa keuntungan XAMPP, yaitu: 1.

Xampp dapat berjalan pada operating system Linux dan Windows. Dana kemungkinan juga akan berjalan di Macintosh.

2.

Mudah bagi programmer apabila ingin berganti versi PHP, cukup dengan melakukan switch versi.

3.

Mudah dan cepat dalam proses instalasi.

2.11.4 PHP PHP adalah program aplikasi yang bersifat Server Side, artinya hanya dapat berjalan pada sisi server saja dan tidak dapat berfungsi tanpa adanya sebuah server di dalamnya. PHP juga bukan sebuah bahasa program yang lengkap. Maksudnya, program ini tidak menyertakan sebuah compiler tersendiri yang membuat program hasilnya menjadi program.exe yang dapat dijalankan tersndiri. Program ini akan selalu membutuhkan sebuah server pendukung yang disebut Web Server dan program PHP itu sendiri untuk menjalankan semua script program. (Nugroho, 2005)

93

PHP adalah merupakan script untuk pemograman script web server-side, script yang membuat dokumen HTML secara on the fly, dokumen HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan dokumen HTML yang dibuat dengan menggunakan editor teks atau editor HTML. (Sidik, 2004) 2.11.5 MySQL MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersil. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL(Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan seleksi dan pemasukan data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. (Prasetyo, 2003) Sebagai database server yang memiliki database modern, MySQL memiliki banyak keistimewaan, yaitu: (Prasetyo, 2003) a)

Portability MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai macam OS seperti Windows, linux, Mac OS X Server, dll.

b)

Open Source MySQL dapat menggunakannya secara cuma–cuma tanpa dipungut biaya sepeser pun.

94

c)

Multiuser MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.

d)

Performance Tuning MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

e)

Coloumn Types MySQL

memiliki

tipe

kolom

yang

sangat

kompleks,

seperti

signed/unsigned integer, float, double, char, varchar, text, blob, date time, datetime, timestamp, year, set serta enum. f)

Command dan Functions MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang medukung perintah SELECT dan WHERE dalam query.

g)

Security MySQL memilki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnet mask, nama host dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.

h)

Scalability dan Limits MySQL mampu menangani database dalam skala besar dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Batas indeks yang dapat ditampung 32 indeks ada tiap tabel.

95

Connectivity

i)

MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protokol TCP/IP, Unix Soket(UNIX), atau Named Pipes(NT). Localisation

j)

MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada client dengn menggunakan lebih dari 20 bahasa. Interface

k)

MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman yang digunakan untuk administrasi database. Clients dan tools

l)

MySQL dilengkapi dengan berbagai tools yang dapat digunakan untuk administrasi database dan pada setiap tools yang ada disertakan petunjuk online. m)

Struktur Tabel MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan dengan database lainnya.

2.12 Penelitian Sejenis Dalam penelitian Pengembangan Sistem Informasi Penjualan ini, peneliti mengambil 3 hasil penelitian untuk dijadikan referensi sebagai bahan perbandingan skripsi yang dilakukan peneliti, yaitu: 1.

Peneliti mengkaji pembahasan skripsi yang disusun oleh Riandy (2009) dengan judul "Perancangan Sistem Informasi Penjualan Barang (Studi Kasus:

96

UD. Cendana Townsquare). Dalam sistem tersebut ada beberapa poin yang bisa dijadikan perbandingan dengan sistem yang peneliti buat, di antaranya yaitu: a.

Dalam sistem tersebut, retur barang dilakukan oleh bagian inventori tidak melalui bagian pembelian, selain itu tidak ada pengecekan kadaluarsa.

b.

Tidak terdapat hak akses pada masing-masing bagian, semua bagian user dapat melakukan input, edit, delete dan melihat data pada masingmasing bagian, ini membahayakan keamanan data.

c.

Harga jual di-input oleh bagian gudang, jadi keamanan data penjualan barang berkurang, karena adanya kemungkinan manipulasi data oleh bagian gudang.

d.

LAN hanya berfungsi untuk mengatur (update) stok barang saja jika terjadi transaksi penjualan.

e.

Penjualan hanya dilakukan secara tunai (pada saat transaksi) dan tidak terdapat sistem hutang (customer harus membayar tunai untuk barang yang dibelinya).

2.

Peneliti juga mengkaji pembahasan skripsi yang disusun oleh Chandra Sailan Dalimunthe (2007) dengan judul "Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Koperasi Pegawai UIN Syarif hidayatullah Jakarta", poin dari sistem tersebut adalah:

97

a.

Tidak terdapat data customer pada sistem tersebut, jadi transaksi dapat dilakukan oleh sembarang konsumen, tidak terdapat klasifikasi konsumen.

b.

Tidak terdapat pengecekan terhadap kadaluarsa barang.

c.

Tidak terdapat bagian gudang, jadi persediaan barang dikontrol oleh bagian keuangan (accounting). Selain itu bagian keuangan juga melakukan pembelian barang dan input harga jual barang ke dalam database barang.

d.

LAN hanya digunakan untuk mengatur stok barang jika terjadi transaksi penjualan barang.

e.

Tidak terdapat hak akses yang jelas pada masing-masing bagian, selain itu data pegawai/ user masih dipisah-pisah sesuai input login bagian jadi belum menjadi satu kasatuan database yang utuh.

f.

Penjualan hanya dilakukan secara tunai (pada saat transaksi) dan tidak terdapat sistem hutang (customer harus membayar tunai untuk barang yang dibelinya).

3.

Selain itu peneliti juga mengkaji pembahasan skripsi yang disusun oleh Kurniawan (2009) dengan judul "Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Tunai pada CV. Gading Jaya Utama", di antaranya adalah: a.

Pembelian barang, retur barang dan input harga jual masih dilakukan oleh bagian gudang.

98

b.

Pimpinan tidak berhubungan langsung dengan sistem (tidak berperan sebagai user) jadi laporan dibuat dan dicetak oleh bagian lain, baru diberikan kepada pimpinan.

c.

LAN hanya digunakan untuk mengatur stok barang jika terjadi transaksi penjualan barang.

d.

Tidak terdapat hak akses pada masing-masing bagian.

e.

Tidak terdapat database pegawai (user) yang berhubungan langsung dengan sistem, jadi pertanggung jawaban pegawai masih sulit dibuktikan dalam pengaksesan sistem.

Ketiga sistem tersebut belum menggunakan barcode sebagai tool dalam melakukan transaksi penjulan barang maupun input data barang, jadi masih input manual melalui keyboard. Ada beberapa kelebihan sistem penjualan yang peneliti lakukan di banding sistem penjualan yang sudah ada, di antaranya yaitu: a. Dalam melakukan transaksi penjualan maupun input barang, sistem sudah menggunakan barcode sebagai tool untuk melakukan input data barang. b. Terdapat klasifikasi konsumen, yaitu konsumen yang menjadi member dan konsumen umum (bukan member). Bedanya jika konsumen bukan member harus melakukan transaksi secara tunai, tetapi jika konsumen member bisa melakukan transaksi sacara tunai maupun kredit (hutang). Jika member melakukan transaksi secara tunai maka akan mendapatkan diskon member sebesar 2.5% dari total penjualan.

99

c. Dalam melakukan transaksi penjualan kredit terdapat pengecekan batas minimum kredit dan batas maksimum kredit, selain itu terdapat juga pengecekan terhadap tagihan kredit yang sudah melewati batas tenggang masa kredit. d. Hak akses pada masing-masing bagian sudah lebih jelas, seperti bagian inventori, purchasing dan kasir hanya bisa melakukan input dan edit data pada masing-masing bagian, sedangkan untuk menlakukan delete harus melalui admin. e. Selain itu pembagian tugas dalam melakukan transaksi pembelian dan transaksi penjualan sudah difungsikan sesuai bagian masing-masing. f. LAN selain berfungsi untuk meng-update stok barang juga berfungsi untuk melakukan pengiriman permintaan pembelian dan retur barang dari bagian inventori ke bagian purchasing, selain itu pengiriman data untuk pembuatan laporan bagi manager. g. Input harga jual dilakukan oleh manager, sehingga keamanan data lebih terjamin. h. Terdapat pengecekan terhadap stok barang maupun kadalaursa barang berupa warning jika terdapat stok barang habis atau kadaluarsa barang. i. Terdapat data user online yang berguna untuk melakukan pengecekan terhadap user-user yang sedang melakukan transaksi sehingga jika terjadi kesalahan lebih bisa dipertanggung jawabkan oleh masing-masing user.

100

BAB III METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data dan metode pengembangan sistem. Adapun metode tersebut dijelaskan berikut ini:

3.1

Metode Pengumpulan Data Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai

berikut: 3.1.1 Pengamatan Observasi ini dilakukan selama penelitian skripsi berlangsung. Peneliti melakukan peninjauan dan pengamatan langsung ke lapangan terhadap suatu kegiatan yang sedang dilakukan atau berjalan untuk memperoleh data dan informasi yang yang dibutuhkan.

101

Pada metode ini peneliti melakukan observasi langsung, sebagai berikut: Tempat

: PD. Hikmah Jaya

Alamat

: Jl. G No.9 Slipi, Jakarta Barat

Waktu

: 10 Juli 2008 sd 21 Juli 2008

Dari pengamatan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Dibutuhkannya database barang yang berguna untuk memudahkan dalam melakukan pengecekan stok barang. 2. Proses transaksi pembelian dan penjualan barang yang masih manual mengakibatkan penjualan barang tidak berjalan dengan cepat, tepat dan akurat. 3. Manajer tidak dapat menentukan berapa keuntungan pasti dari perusahaan karena proses penjualan yang masih manual sering terjadi kehilangan data. 4. Rumitnya proses pembuatan laporan dikarenakan data-data yang masih tersimpan dalam buku besar. 3.1.2 Wawancara Peneliti melakukan wawancara dengan tujuan untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penelitian serta pengembangan sistem yang akan dibuat. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan manajer PD. Hikmah Jaya yaitu Bapak Agus Maulana, SE yang dilakukan pada tanggal 10 Juli 2008 sd 13 Juli 2008 di kantor PD. Hikmah Jaya Jakarta Barat. Wawancara ini dilakukan dalam bentuk wawancara tidak terstruktur. Wawancara ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai: a)

Informasi mengenai keadaan umum perusahaan.

b) Profil perusahaan, visi, misi dan struktur organisasi.

102

c)

Keadaan dari sistem yang sedang berjalan, dan

d) Kelemahan dari sistem yang sedang berjalan pada PD. Hikmah Jaya tersebut. 3.1.3 Kajian Pustaka Melakukan studi pustaka dengan cara membaca dan mempelajari 21 (dua puluh satu) buku yang berhubungan dengan analisis dan perancangan sistem, pemrograman web, serta buku-buku yang mendukung topik yang akan dibahas dalam penyusunan skripsi ini. Buku-buku tersebut diantaranya Jogiyanto, HM. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur serta Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perancangan, Implementasi, Pengendalian. Selain itu, peneliti juga mengunjungi enam website yang berhubungan dengan topik dalam skripsi ini, di antaranya Rugun. ”XAMPP dan Database MySQL.” yang membahas tentang pembuatan database menggunakan XAMPP. Adapun daftar buku dan website yang menjadi referensi dalam penyusunan skripsi ini dapat dilihat pada Daftar Pustaka. Dalam penelitian ini peneliti juga telah mengkaji pembahasan skripsi dari tiga literatur yang terdapat pada Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan judul Perancangan Sistem Informasi Penjualan Barang (Studi Kasus: UD. Cendana Townsquare), Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Koperasi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Tunai pada CV. Gading Jaya Utama. Dimana didalam skripsi tersebut juga ditampilkan interface dari sistem yang telah dibuat. Adapun uraian secara detail mengenai studi literatur telah dijelaskan di Bab II hal 46.

103

3.2 Metode Pengembangan Sistem Seperti yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, dalam Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Pada PD. Hikmah Jaya Jakarta ini, peneliti menggunakan pendekatan terstruktur dengan tahapan yang ada dalam System Development Life Cycle (SDLC). Berikut adalah tahap metode pengembangan sistem yang peneliti lakukan: 3.2.1 Perencanaan Sistem Pada tahap ini peneliti melakukan beberapa kegiatan perencanaan yang mendukung dalam pembuatan Sistem Informasi PD. Hikmah Jaya, yaitu: a.

Profil Perusahaan dan Struktur Organisasi Peneliti memaparkan profil perusahaan dan struktur organisasi PD. Hikmah Jaya

b.

Mengkaji Tujuan Pembuatan Sistem Dalam tahap ini peneliti mengkaji tujuan dari pembuatan sistem pada PD. Hikmah Jaya Jakarta agar sistem yang dibuat tidak keluar dari tujuan awal pembuatan sistem serta dapat tepat guna.

c.

Menetapkan Sasaran Sistem yang akan Dibuat Untuk mendapatkan sistem yang tepat guna, sasaran sistem yang peneliti buat haruslah sejalan dengan sasaran perusahaan. Sistem yang akan peneliti buat diarahkan untuk dapat mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem yang sudah ada untuk dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan.

d.

Mengamati Kendala-Kendala yang Terjadi pada saat Pembuatan Sistem

104

Agar pembuatan sistem dapat berjalan lancar, peneliti merasa perlu untuk mengamati kendala–kendala yang terjadi sehingga dapat segera diantisipasi. 3.2.2 Analisis Sistem Di dalam tahap analisis sistem, ada beberapa langkah yang dilakukan peneliti yaitu:

a.

Analisis Sistem Berjalan. Peneliti menjelaskan sistem informasi yang sedang berjalan pada PD. Hikmah Jaya tersebut.

b.

Mengidentifikasi Masalah serta Kelemahan dari Sistem yang sedang Berjalan. Setelah melihat keadaan sistem yang sedang berjalan, peneliti dapat menemukan titik lemah yang merupakan sumber masalah yang harus diselesaikan dan diidentifikasi untuk dicarikan pemecahannya.

c.

Mengidentifikasi Kebutuhan Sistem yang Ada. Peneliti juga akan mengidentifikasi kebutuhan sistem

yang akan

dikembangkan sehingga sistem yang akan peneliti buat dapat sesuai dengan kebutuhan. d.

Mengusulkan Penyelesaian dari Masalah yang Dihadapi. Setelah mengetahui masalah yang ada serta kebutuhan terhadap sistem yang ada, pada tahap ini peneliti mengusulkan penyelesaian dari masalah yang dihadapi.

105

e.

Analisis Sistem yang Diusulkan. Pada tahapan ini peneliti akan menunjukkan proses bisnis yang diusulkan dan usulan alur proses sistem yang baru yang peneliti buat dengan menggunakan flowchart.

3.2.3 Perancangan Sistem Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu: a.

Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.

b.

Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Berikut tahapan-tahapan untuk mendesain sistem yang dilakukan peneliti:

a.

Perancangan proses Pada tahap ini peneliti akan merancang usulan alur proses sistem dengan menunjukkan fungsi-fungsi sistem informasi pada user secara logika dengan menggunakan tool DFD (Data Flow Diagram).

b.

Perancangan basisdata (database) Pada tahap ini peneliti akan merancang basisdata yang dibutuhkan dalam sistem yang akan dibuat dengan menggunakan tool ERD (Entity Relational Diagram). Peneliti juga membuat kamus data untuk membantu dalam pembuatan aplikasi. Lalu akan dilakukan normalisasi untuk menghindari data mengalami redudansi.

c.

Perancangan

state

transition

diagram

komunikasi antara user dengan sistem.

(STD)

yang

menjembatani

106

d.

Perancangan interface, yaitu membuat rancangan antarmuka berupa fornform yang digunakan peneliti dalam membuat aplikasi sistem.

3.2.4 Seleksi Sistem Pada tahap ini peneliti menjelaskan komponen perangkat keras (hardware) dan komponen perangkat lunak (software) yang digunakan peneliti dalam membangun sistem.

3.2.5 Implementasi Sistem Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tindak lanjut dari desain yang telah dibuat agar sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. a.

Pembuatan Script (Coding) Pada tahap ini peneliti menuangkan hasil desain ke dalam bentuk bahasa pemrograman yang peneliti gunakan agar dapat dijalankan dalam bentuk aplikasi.

b.

Testing Pada tahap ini peneliti melakukan uji coba terhadap sistem baru agar dapat digunakan tanpa menemukan kendala-kendala apapun. Adapun uji coba yang akan dilakukan menggunakan metode Blackbox.

3.3 Kerangka Penelitian

107

Penelitian Sistem Informasi Penjualan ini disusun melalui beberapa tahapan yang harus dilakukan dengan tujuan memudahkan dalam penelitian. Adapun kerangka penelitian yang dilakukan pada penelitian ini seperti Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Kerangka Penelitian

108

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini diuraikan tentang sejarah, visi dan misi, struktur organisasi perusahaan serta perencanaan, analisis, perancangan dan pembahasan pembuatan aplikasi berdasarkan metode pengembangan sistem yang dipergunakan.

4.1 Perencanaan Sistem Dalam pembuatan sistem informasi penjualan PD. Hikmah Jaya ini ada beberapa kegiatan perencanaan yang dilakukan untuk mendukung pembuatan sistem ini yaitu: 4.1.1 Profil Perusahaan 4.1.1.1 Sejarah Perusahaan PD. Hikmah Jaya didirikan pada awal tahun 1994 sebagai salah satu perusahaan dagang yang beralamat di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. PD. Hikmah Jaya merupakan perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang penjualan retail.

109

Dalam perkembangannya, ternyata penjualan barang-barang retail ini mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan dengan besarnya jumlah transaksi penjualan barang setiap harinya dan makin banyaknya konsumen, terutama bagi konsumen tengkulak yang akan menjual kembali barang dagangannya. Hal ini membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut karena mempunyai prospek usaha yang baik, ini membuat PD. Hikmah Jaya mendapat keuntungan yang besar sebagai modal pengembangan dengan menambah jumlah barang dagangan, sehingga dalam perkembangannya PD. Hikmah Jaya ini menjadi agen penjualan retail yang cukup besar. Kesuksesan dalam bisnis penjualan barang-barang retail ini terletak pada kemampuan manajemen dalam mengolah waktu, uang dan sumber daya manusia yang ada. Selain itu, dibutuhkan pelayanan yang baik sehingga menimbulkan minat konsumen untuk berbelanja kembali di PD. Hikmah Jaya ini. Hal ini menunjukan bahwa sangat dibutuhkannya sebuah sistem yang dapat menunjang kemampuan manajemen tersebut dalam pengelolaannya untuk kemajuan PD. Hikmah Jaya ini. 4.1.1.2 Visi dan Misi Perusahaan 1.

Visi Perusahaan PD. Hikmah Jaya memiliki visi dalam menjalankan bisnisnya yaitu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha penjualan barangbarang retail untuk dapat mencapai keuntungan.

2.

Misi Perusahaan

110

a. Menyediakan kebutuhan konsumen dalam memperoleh barangbarang retail yang berupa makanan, minuman, deterjen, sabun dan

lain-lain,

untuk

memenuhi

kebutuhan

primer

dan

sekundernya. b. Selalu meningkatkan mutu pelayanan yang baik dan memuaskan konsumen.

4.1.1.3 Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PD. Hikmah Jaya Jakarta Barat (Sumber: Manager PD. Hikmah Jaya Jakarta Barat) Ket: Sumber data primer pada tahun 2008 4.1.1.4 Tugas dan Tanggung Jawab 1.

Manager Manager pada PD. Hikmah Jaya dipegang langsung oleh pemilik. Adapun fungsi dan tanggung jawabnya:

111

a. Menentukan kebijakan dan membuat perencanaan pengembangan usaha. b. Melakukan pengawasan terhadap kinerja kerja bawahan dan para staf. c. Memeriksa laporan pembelian dan penjualan setiap bulan. d. Mengawasi kegiatan pembelian dan penjualan barang. e. Melakukan pengontrolan di semua bidang.

2.

Kepala Bagian Operasional a. Mengawasi kegiatan operasional perusahaan yang berada di seluruh lokasi perusahaan. b. Mengatur tugas dan jadwal kerja pramuniaga dan kasir. c. Memberikan persetujuan tentang permintaan barang dan laporan penjualan di lokasi PD. Hikmah Jaya.

3.

Pramuniaga a. Mengatur penempatan barang-barang di PD. Hikmah Jaya. b. Memberikan pelayanan dan berusaha memenuhi kebutuhan konsumen. c. Membantu tugas-tugas yang dilakukan kepala operasional untuk menyusun administrasi penjualan.

4.

Kasir a. Menerima pembayaran barang dari konsumen.

112

b. Menyerahkan dan melaporkan hasil penjualan kepada kepala bagian operasional. 5.

Kepala Bagian Persedian Barang a. Bertanggung jawab atas proses pembelian barang ke pemasok. b. Mengawasi penyimpanan barang di gudang.

6.

Staf Gudang a. Menyimpan barang di gudang. b. Menerima dan menempatkan barang masuk. c. Mengemas barang keluar.

7.

Staf Administrasi dan Keuangan a. Menyimpan surat dan arsip penting. b. Membayar hutang kepada pemasok. c. Menagih piutang kepada konsumen. d. Menyusun laporan keuangan.

4.1.2 Mengkaji Tujuan Pembuatan Sistem Tujuan pembuatan Sistem Informasi Penjualan PD. Hikamah ini adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis penjualan yang terjadi pada PD. Hikmah Jaya tersebut yang dapat meningkatkan kinerja SDM dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mendukung dalam proses penjualannya sehingga sistem ini juga dapat mendukung perusahaan dalam memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen dalam memperoleh barang-barang retail untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka baik primer maupun sekunder, sehingga sistem informasi penjualan ini dapat memberikan informasi-

113

informasi kepada manager dalam meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha penjualan barang-barang retail untuk dapat mencapai keuntungan sesuai dengan visi perusahaan. 4.1.3 Menetapkan Sasaran Sistem yang akan Dibuat Untuk mendapatkan sistem yang tepat guna, sasaran sistem yang peneliti buat haruslah sejalan dengan sasaran perusahaan. Sistem yang akan peneliti buat diarahkan untuk dapat mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem yang sudah ada untuk dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan. Sasaran dari Sistem Informasi Penjualan PD. Hikmah Jaya ini adalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul yang secara umum telah dijabarkan pada latar belakang masalah. Secara rinci sasaran yang akan dicapai dalam sistem yang akan dibuat adalah sebagai berikut: a.

Dapat melakukan pengarsipan data-data maupun laporan-laporan yang berhubungan dengan penjualan barang pada PD. Hikmah Jaya dengan baik.

b.

Dapat menghemat waktu dan mempermudah kinerja pegawai dalam proses bisnis penjualan barang di PD. Hikmah Jaya tersebut.

c.

Dapat mempermudah memberikan informasi laporan dengan baik dan akurat mengenai laporan hasil penjualan barang yang berkaitan dengan pelayanan terhadap konsumen, sehingga memberikan kemudahan bagi manager dalam pengambilan keputusan.

d.

Dapat memudahkan perusahaan untuk memonitor maupun meng-evaluasi proses bisnis yang ada.

4.1.4 Mengamati Kendala-kendala yang Terjadi pada saat Pembuatan Sistem

114

Agar pembuatan sistem dapat berjalan lancar, maka peneliti merasa perlu untuk mengamati kendala–kendala yang terjadi sehingga dapat segera diantisipasi. Dalam sistem yang peneliti buat, kendala–kendala yang terjadi adalah sebagai berikut: a.

Terbatasnya informasi yang dapat peneliti ambil dari perusahaan dikarenakan prosedural yang berjalan di perusahaan tersebut.

b.

Keterbatasan kemampuan peneliti dalam membuat aplikasi sehingga proses pembuatan sistem menjadi lebih lama. Untuk mengatasi kendala–kendala yang terjadi, peneliti telah melakukan

beberapa antisipasi, yaitu: a.

Agar mendapat informasi yang peneliti butuhkan dalam pembuatan sistem, peneliti menghubungi karyawan maupun customer yang berkaitan langsung dengan sitem yang peneliti buat, yaitu inventori dan bagian kasir.

b.

Keterbatasan peneliti dalam pembuatan aplikasi didukung dengan mencari referensi-referensi yang dapat membantu mengatasi kesulitan yang ada baik dari internet maupun dari buku-buku yang ada.

4.2 Analisis Sistem Di dalam tahap analisis sistem ini, langkah–langkah yang dilakukan peneliti adalah: 4.2.1 Analisis Sistem Berjalan Sistem yang sedang berjalan pada PD. Hikmah Jaya ini masih memiliki kendala, dikarenakan proses bisnis yang terjadi pada PD. Hikmah Jaya ini masih

115

menggunakan sistem manual, di antaranya mulai dari penjualan barang, pembuatan laporan penjualan, penyimpanan barang, sampai pemesanan barang dari supplier. Hal ini mengakibatkan terjadinya hambatan yang sangat berpengaruh pada proses penjualan. Di samping itu pada bagian administrasi masih belum tercatat dengan baik yang hanya menggunakan buku besar (buku induk) saja, sehingga apabila ingin menyimpan data-data tersebut, maka harus membuka buku besar terlebih dahulu yang mana di dalamnya terdapat berbagai macam data yang banyak sekali, begitu juga jika ingin mencari data-data yang diperlukan maka harus kembali membuka buku besar tersebut dan mencari satu persatu, hal ini tentunya membutuhkan ketelitian yang sangat akurat dan tentunya sangat membuang waktu, sehingga sering terjadi redudansi data maupun kehilangan data tersebut, dan penyimpanan data ini menjadi sangat tidak akurat. Hal ini mengakibatkan pemilik tidak dapat mengetahui dengan pasti berapa pemasukan dan pengeluaran tiap harinya. Kemudian tidak adanya pengontrolan pada semua bidang seperti pada bagian gudang tidak memiliki pencatatan stok barang yang mengakibatkan antara bagian gudang dan bagian penjualan tidak terintegrasi dengan baik, sehingga sering terjadi barang hilang, kekurangan barang sampai penumpukan barang. Ini mengakibatkan proses penjualan barang menjadi tidak efisien dan efektif. Demikian sistem yang sedang berjalan pada PD. Hikmah Jaya dapat digambarkan pada flowchart Gambar 4.2:

116

Flowchart pada Sistem Penjualan yang Berjalan Inventori

Customer

Kasir

Manager

Mulai Data pesanan barang

Barang pesanan Data barang Menyiapkan barang pesanan

Memesan barang

Melakukan pembelian barang 2

Mengecek barang

1 Faktur penjualan

Mencatat harga barang

Mencatat data barang habis

Faktur pembelian

3 2 1 Faktur penjualan

Menerima barang&faktur Data pesanan barang

2 1 Faktur penjualan

Mengecek cash / kredit

Mencatat data pembelian Tidak

Cash Ya/Tidak?

Mencatat buku hutang

Buku besar

Ya Buku hutang Menerima pembayaran cash

Melakukan pembayaran

1 Faktur penjualan

Selesai Mengesahkan faktur 2

1 Faktur penjualan

2 Faktur penjualan N

2 Faktur penjualan

Melakukan pembayaran kredit

2 Faktur penjualan

Mencatat buku hutang

Lunas Ya/Tidak?

Ya

Mencatat lunas fatur1

Tidak Mencatat cicilan faktur2

2 Faktur penjualan

1 Faktur penjualan

2 Faktur penjualan

1 Faktur penjualan

N

Gambar 4.2 Flowchart Sistem Penjualan yang Berjalan

117

Penjelasan document flowchart pada Gambar 4.2 adalah sebagai berikut: a.

Inventori mengecek persediaan barang di gudang, jika ada yang kosong maka inventori akan mencatat data-data barang yang akan distok, dan data barang tersebut diserahkan kepada manager (owner).

b.

Customer memesan barang dikasir, kemudian menerima dua rangkap faktur penjualan yang kemudian akan disetor kepada manager (owner). Jika customer melakukan pembayaran cash terhadap barang yang dibelinya maka customer akan menerima faktur penjualan nomor satu . tetapi jika customer melakukan kredit (hutang) terhadap barang yang dibelinya maka akan menerima faktur penjualan nomor dua.

c.

Kasir akan menyediakan barang-barang yang dipesan customer dan mencatat data-data harga barang serta menjumlahnya ke dalam faktur penjualan rangkap tiga, kemudian faktur rangkap satu dan dua diberikan kepada customer untuk dilakukan pembayaran kepada manager (owner), sedangkan rangkap tiga disimpan oleh kasir.

d.

Manager (owner) menerima faktur penjualan rangkap satu dan dua dari customer, jika customer membayar cash maka manager akan memberikan faktur penjualan rangkap satu kepada customer, tetapi jika customer mengajukan kredit (hutang) terhadap pembelian barang-barangnya maka manager akan mencatat hutang customer ke dalam buku hutang dan kemudian memberikan faktur penjualan rangkap dua.

e.

Selain melakukan transaksi dengan customer, manager juga menerima dan melakukan pembelian barang terhadap supplier. Setelah data pasanan

118

barang dari Inventori diterima manager maka manager akan melakukan pembelian barang kepada supplier, setelah barang dan fakur pembelian diterima kemudian mencatat data-data pembelian barang ke dalam buku besar. f.

Customer melakukan pembayaran kredit (hutang) dengan menyerahkan faktur rangkap dua kepada manager kemudian mencatat buku hutang, jika customer membayar lunas hutangnya maka manager akan memberikan faktur rangkap satu kepada customer, tetapi jika tidak membayar lunas hutangnya manager akan memberikan faktur rangkap dua kembali kepada customer dengan meng-update jumlah cicilan (sisa bayar).

4.2.2 Mengidentifikasi Masalah serta Kelemahan dari Sistem yang Sedang Berjalan Setelah melihat keadaan sistem yang sedang berjalan, peneliti dapat menemukan titik lemah yang merupakan sumber masalah yang harus diselesaikan. Setelah melakukan observasi serta wawancara terhadap pihak PD. Hikmah Jaya tersebut, peneliti melihat masalah-masalah yang terjadi serta kelemahan dari sistem yang berjalan yang merupakan faktor timbulnya suatu masalah tersebut, yaitu: a.

Tidak adanya laporan penjualan secara jelas dengan bukti autentik.

b.

Laporan pemasukan dan pengeluaran tidak tercatat dengan baik.

c.

Tidak adanya pencatatan data barang yang masuk ke gudang

d.

Faktor human error dalam mengelola data dan proses pencatatan.

e.

Lebih rentan untuk kehilangan uang dari penjualan barang.

119

f.

Pada bagian gudang tidak terintegrasi dengan baik dengan bagian penjualan untuk display barang.

g.

Tidak adanya laporan untuk pembelian barang dari supplier. Dari uraian kelemahan yang ada pada PD. Hikmah Jaya, peneliti

menyimpulkan

bahwa

tidak

terkontrolnya

semua

bagian-bagian

secara

profesional, yang mengakibatkan terjadinya kesulitan dalam melakukan penjualan dan stok barang. 4.2.3 Mengidentifikasi Kebutuhan Sistem yang Ada Peneliti juga akan mengidentifikasi kebutuhan sistem

yang akan

dikembangkan sehingga sistem yang akan peneliti buat dapat sesuai dengan kebutuhan. Melihat masalah pada sistem yang sedang berjalan, maka terdapat dua bagian identifikasi kebutuhan sistem yang dijabarkan, yaitu: 1.

Sistem secara Fungsional a.

Sistem mampu memasukkan, mengubah, menyimpan dan menghapus data pembelian, data transaksi penjualan dan data penjualan kredit, data barang, data supplier, data pegawai dan data customer.

b.

Sistem mampu menyediakan form untuk proses transaksi pembelian barang, transaksi penjualan barang baik yang cash maupun kredit. Pengisian form tersebut diakukan jika terjadi transaksi baik transaksi pembelian maupun transaksi penjualan.

c.

Sistem mampu menampilkan laporan berupa laporan pegawai, laporan customer, laporan supplier, laporan persediaan barang dan laporan pembelian (dimana laporan tersebut dapat memberikan informasi

120

tentang proses persediaan stok barang yang akan dijual), dan laporan transaksi penjualan. d.

Sistem mampu menyimpan data-data pegawai, data supplier, data customer, data barang, data transaksi pembelian, data transaksi penjualan baik secara cash maupun kredit. Dimana data-data tersebut disimpan menjadi satu kesatuan dalam database penjualan yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan untuk menyediakan laporan.

2.

Sistem secara Non Fungsional a.

Mengembangkan sebuah sistem untuk membantu dalam melakukan proses bisnis penjualan pada PD. Hikmah Jaya tersebut.

b.

Mengembangkan sebuah sistem yang dapat mencegah kemungkinan kesalahan yang disebabkan manusia (human error) serta cepat dalam memproses pencatatan dan pengolahan data.

c.

Dalam sistem tersebut dibutuhkan sarana penyimpanan berupa database yang dapat mengarsip data dengan baik.

d.

Sistem mampu meningkatkan kinerja pengolahan data transaksi penjualan dengan cepat dan dapat mengurangi beban kerja sumber daya manusia yang ada.

e.

Sistem mampu memberikan keamanan dalam proses transaksi dan dalam penyimpanan data-data untuk proses kebutuhan pembuatan laporan bagi pengambil keputusan.

121

4.2.4 Mengusulkan Penyelesaian dari Masalah yang Dihadapi Setelah mengetahui masalah yang ada serta kebutuhan terhadap sistem yang ada, pada tahap ini peneliti akan mengusulkan penyelesaian dari masalah yang dihadapi. Berdasarkan analisis sistem berjalan, maka diperlukan suatu pemecahan masalah terhadap masalah serta kelemahan–kelemahan yang ada. Adapun pemecahan masalah yang peneliti usulkan adalah sebagai berikut: a.

Adanya sistem informasi yang dapat membantu dalam melakukan proses bisnis penjualan pada PD. Hikmah Jaya tersebut.

b.

Adanya suatu aplikasi yang dapat membantu dalam pemrosesan dan pengolahan data penjualan maupun pembelian dengan cepat serta mengurangi kesalahan yang disebabkan human error.

c.

Adanya suatu aplikasi yang membantu dalam poses penyimpanan dan pengarsipan data terutama yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian barang.

4.2.5 Analisis Sistem yang Diusulkan Pada tahapan ini peneliti menunjukan proses bisnis yang diusulkan dan usulan alur proses sistem yang baru yang akan peneliti buat dengan menunjukkan secara tepat arti fisiknya menggunakan tools bagan alur sistem (flowchart).

122

4.2.5.1 Proses Bisnis Sistem Informasi Penjualan yang Diusulkan

Gambar 4.3 Proses Bisnis yang Diusulkan Dilihat dari proses bisnis pada Gambar 4.3 kita dapat menggambarkan alur sistem yang diusulkan pada Pengembangan Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya ini melalui document flowchart.

123

4.2.5.2 Analisis pada Sistem Pembelian yang Diusulkan

Gambar 4.4 Flowchart Sistem Pembelian yang Diusulkan

124

Penjelasan document flowchart pada Gambar 4.4 adalah sebagai berikut: a.

Inventori input barang. Kemudian mengecek stok barang, jika stok barang tidak ada, maka inventori akan input permohonan permintaan barang yang akan diproses dan dikirim ke purchasing. Tetapi jika persediaan barang masih ada maka inventori akan mengecek tanggal kadaluarsa barang, jika terdapat barang yang sudah memasuki tanggal kadaluarsa maka inventori akan input permohonan retur barang yang kemudian akan diproses dan dikirim ke purchasing.

b.

Purchasing input supplier.

c.

Setelah menerima data-data permohonan pembelian barang dari inventori, maka purchasing akan melakukan pembelian barang dan mengecek barangbarang yang telah dibeli sesuai data permintaan barang, jika barang sesuai dengan permintaan dan kondisi barang tidak rusak, maka purchasing akan meng-input data transaksi_pembelian dan pembelian, kemudian mengirim barang ke inventori. Tetapi jika barang tidak sesuai dengan permintaan atau kondisi barang rusak maka purchasing akan melakukan retur barang dan meng-input data transaksi_retur dan data retur. Selain itu purchasing juga akan melakukan retur barang jika menerima data-data permohonan retur barang dari inventori dengan keterangan barang tersebut sudah kadaluarsa. Jika terjadi input pembelian barang atau retur barang di purchasing, maka secara otomatis stok barang pada inventori akan bertambah.

125

d.

Admin akan meng-input data-data pegawai. Selain itu admin juga dapat melihat

data-data

supplier,

barang,

transaksi_pembelian,

pembelian,

transaksi_retur, dan retur. Dan dapat meng-update (delete) data-data tersebut. e.

Manager akan menerima laporan-laporan pegawai, supplier, inventori, transaksi pembelian dan transaksi retur. Setelah manager menerima laporan pembelian barang dan melihat harga beli di data barang, maka manager akan meng-update harga jual (input harga jual) barang.

126

4.2.5.3 Analisis pada Sistem Penjualan yang Diusulkan

Gambar 4.5 Flowchart Sistem Penjualan yang Diusulkan

127

Penjelasan document flowchart pada Gambar 4.5 adalah sebagai berikut: a. Customer yang akan menjadi member PD. Hikmah Jaya harus mengisi form registrasi dan kemudian memberikan form registrasi yang sudah diisi tersebut beserta foto copy KTP kepada kasir. b. Kemudian kasir akan meng-input data customer. c. Kasir mencetak kartu member kemudian dan memberikan kartu member tersebut kepada customer. d. Customer menerima kartu member. e. Customer memilih barang di display, kemudian menyerahkannya ke kasir. f. Kasir menerima barang dari customer kemudian meng-input transaksi penjualan (input data transaksi_penjualan dan data penjualan), setelah di input sistem akan mengecek keanggotaan customer sebagai member atau bukan, jika bukan member maka kasir akan meng-input pembayaran cash (input data transaksi_penjualan),

dan

mencetak

struk

transaksi

penjualan

cash

(langsumg). g. Jika customer sebagai member maka sistem akan mengecek apakah member tersebut mempunyai tagihan yang sudah melewati masa tenggang pembayaran kredit (tiga bulan setelah transaksi penjualan kredit). Jika ada maka transaksi gagal, tetapi jika tidak transaksi berlanjut. h. Jika customer tersebut tidak ada tagihan maka customer boleh melakukan transaksi penjualan cash (langsung) maupun transaksi penjualan kredit (tidak langsung), jika customer melakukan transaksi penjualan cash maka kasir akan meng-input transaksi penjualan cash (input data transaksi_penjualan dan data

128

penjualan) dan sistem akan menghitung diskon member 5% dan meng-input pembayaran cash (input transaksi_penjualan), kemudian mencetak struk transaksi penjualan cash dan memberikannya kepada customer. i. Tetapi jika customer sebagai member akan melakukan transaksi penjualan kredit

maka

kasir

akan

meng-input

penjualan

kredit

(input

data

penjualan_kredit) dan sistem akan menghitung batas waktu pembayaran kredit sesuai tanggal transaksi kredit (satu bulan batas bayar), kemudian kasir mencetak struk transaksi kredit yang tertera batas akhir pembayaran kredit, dan memberikan struk kepada customer. j. Customer melakukan pembayaran kredit dengan memberikan struk transaksi kredit kepada customer. k. Kasir menerima struk transaksi kredit dan mengecek status kredit, jika tidak ada denda maka kasir akan langsung meng-input pembayaran kredit dan mencetak struk pembayaran kredit dan memberikannya kepada customer, tetapi jika terdapat denda sistem akan menghitung total denda, kemudian kasir meng-input pembayaran kredit dan mencetak struk pembayaran kredit yang diberikan kepada customer. Denda berlaku setelah pembayaran dilakukan melewati batas bayar (satu bulan setelah transaksi penjualan kredit). l. Kasir akan mengecek batas tenggang pembayaran kredit (tiga bulan setelah transaksi penjualan kredit), jika terdapat customer yang sudah melewati batas tenggang pembayaran kredit maka kasir akan mencetak faktur tagihan dan kemudian dikirim kepada customer.

129

m. Jika kasir meng-input data transaksi_penjualan, data penjualan dan data penjualan kredit maka secara otomatis sistem akan meng-update data stok barang (stok barang akan berkurang) yang terdapat pada inventori. n. Admin dapat melihat dan meng-update (delete) data-data customer, transaksi_penjualan, penjualan, penjualan_kredit dan bayar. o. Manager akan menerima laporan-laporan customer, transaksi_penjualan, penjualan, penjualan kredit, bayar dan laporan laba rugi (jurnal).

4.3 Perancangan Sistem Pada tahapan ini peneliti menjelaskan rancangan sistem yang akan dibuat yang dibagi beberapa tahap, yaitu: 4.3.1 Perancangan Proses Perancangan proses pada sistem yang diusulkan dapat dijabarkan dengan menggunakan data flow diagram (DFD), spesifikasi proses. 4.3.1.1 Data Flow Diagram (DFD)

130

4.3.1.1.1 Diagram Konteks (Level 0)

Gambar 4.6 Diagram Konteks (Level 0)

Dalam Gambar 4.6 pada diagram konteks tersebut terdapat enam entity yang menunjang Proses Sistem Informasi Penjualan pada PD. Hikmah Jaya tersebut yaitu Admin, Inventori, Purchasing, Kasir, Customer dan Manager. Admin memiliki hak akses lebih banyak dibandingkan dengan account Inventori, Purchasing, Kasir, Customer dan Manager.

131

4.3.1.1.2 Diagram Zero (Level 1)

Gambar 4.7 Diagram Zero (Level 1)

132

Diagram zero (level 1) menunjukkan fungsi-fungsi utama atau proses yang ada, aliran data, external entity, dan data store yang digunakan pada sistem yang diusulkan. Dalam diagram zero (level 1) pada sistem yang diusulkan terdapat: 1)

Lima proses, yaitu mengolah data master, transaksi pembelian, transaksi retur, transaksi penjualan, dan pembuatan laporan.

2)

Sebelas data store, yaitu pegawai, customer, supplier, barang, transaksi pembelian, pembelian, transaksi retur, retur, transaksi penjualan, penjualan, penjualan kredit.

3)

Enam external entity seperti yang dijelaskan pada diagram konteks (level 0), yaitu Admin, Manager, Customer, Inventori, Purchasing, Kasir.

133

4.3.1.1.3 Diagram Level 2 Proses 1.0 Mengolah Data Master Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Data Master.

Gambar 4.8 Diagram Level 2 Proses 1.0 Mengolah Data Master

134

Pada diagram level 2 proses 1.0 mendeskripsikan detail proses mengolah data master yang terdiri dari lima proses, yaitu proses 1.1 untuk mengolah data barang, proses 1.2 untuk mengolah data supplier, proses 1.3 untuk mengolah data customer, proses 1.4 untuk mengolah data pegawai dan proses 1.5 untuk user online. Kelima proses ini menunjang proses transaksi pada sistem yang diusulkan. 4.3.1.1.4 Diagram Level 3 Proses 1.1 Mengolah Barang Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Barang.

Gambar 4.9 Diagram Level 3 Proses 1.1 Mengolah Barang

Pada diagram level 3 proses 1.1 mendeskripsikan detail proses mengolah data barang yang terdiri dari lima proses, yaitu proses 1.1.1 untuk melakukan input / edit data barang, proses 1.1.2 untuk melakukan view (melihat) data barang, proses 1.1.3 untuk melakukan search data barang, proses 1.1.4 untuk melakukan cek data barang, dan proses 1.1.5 untuk melakukan delete data barang.

135

Kelima proses tersebut terdapat empat proses yang dilakukan oleh bagian inventori yaitu input / edit data barang, view data barang, search data barang, dan cek data barang. Tiga oleh admin yaitu view data barang, delete data barang, dan search data barang. Satu oleh manager yaitu melakukan input/ edit data harga jual barang. 4.3.1.1.5 Diagram Level 4 Proses 1.1.4 Cek Barang Mendeskripsikan secara detail proses Cek Barang.

Gambar 4.10 Diagram Level 4 Proses 1.1.4 Cek Barang

136

Pada diagram level 4 proses 1.1.4 mendeskripsikan detail proses cek barang yang terdiri dari enam proses, yaitu proses 1.1.4.1 untuk mengecek stok barang, proses 1.1.4.2 untuk melakukan input permohonan pembelian barang, proses 1.1.4.3 untuk mengecek kadaluarsa barang, proses 1.1.4.4 untuk melakukan input permohonan retur barang kadaluarsa, proses 1.1.4.5 untuk memilih data barang rusak dan proses 1.1.4.6 untuk input permohonan retur barang rusak. Keenam proses tersebut hanya dilakukan oleh bagian inventori yang kemudian akan dikirim ke bagian purchasing. 4.3.1.1.6 Diagram Level 3 Proses 1.2 Mengolah Supplier Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Supplier.

Gambar 4.11 Diagram Level 3 Proses 1.2 Mengolah Supplier

Pada diagram level 3 proses 1.2 mendeskripsikan detail proses mengolah supplier yang terdiri dari empat proses, yaitu proses 1.2.1 untuk melakukan input/ edit data supplier, proses 1.2.2 untuk melakukan view (melihat) data supplier, proses 1.2.3 untuk melakukan search data supplier dan proses 1.4 untuk melakukan delete data supplier. Keempat proses tersebut terdapat tiga proses yang dilakukan oleh bagian pembelian yaitu input/ edit data supplier, view (melihat)

137

data supplier, search data supplier, dan tiga proses yang dilakukan bagian admin yaitu view (melihat) data supplier, search data supplier, delete data supplier. 4.3.1.1.7 Diagram Level 3 Proses 1.3 Mengolah Customer Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Customer.

Gambar 4.12 Diagram Level 3 Proses 1.3 Mengolah Customer

Pada diagram level 3 proses 1.3 mendeskripsikan detail proses mengolah customer yang terdiri dari lima proses, yaitu proses 1.3.1 untuk melakukan input/ edit data customer, proses 1.3.2 untuk melakukan view (melihat) data customer, proses 1.3.3 untuk melakukan cetak kartu member, proses 1.3.4 untuk melakukan search data customer dan proses 1.3.5 untuk melakukan delete data customer. Kelima proses tersebut terdapat empat proses yang dilakukan oleh bagian kasir yaitu input/ edit data customer, view (melihat) data customer, search data customer dan cetak kartu member yang kemudian akan diberikan kepada

138

customer. Dan empat proses yang dilakukan bagian admin yaitu view (melihat) data customer, search data customer, delete data customer. 4.3.1.1.8 Diagram Level 3 Proses 1.4 Mengolah Pegawai Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Pegawai.

form_pegawai

ADMIN

1.4.1 * Input/ Edit Pegawai

form_pegawai pegawai

nama, jabatan

data_pegawai

id_pgw

1.4.2 * Search Pegawai

1.4.3 * Delete Pegawai

data_pegawai

id_pgw

Gambar 4.13 Diagram Level 3 Proses 1.4 Mengolah Pegawai

Pada diagram level 3 proses 1.4 mendeskripsikan detail proses mengolah pegawai yang terdiri dari tiga proses, yaitu proses 1.4.1 untuk melakukan input/edit data pegawai, proses 1.4.2 untuk melakukan search data pegawai dan proses 1.4.3 untuk melakukan delete data pegawai. Ketiga proses tersebut dilakukan dan diolah penuh oleh bagian admin.

139

4.3.1.1.9 Diagram Level 2 Proses 2.0 Mengolah Transaksi Pembelian Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Transaksi Pembelian.

Gambar 4.14 Diagram Level 2 Proses 2.0 Mengolah Transaksi Pembelian

140

Pada diagram level 2 proses 2.0 mendeskripsikan detail proses mengolah transaksi pembelian yang terdiri dari delapan proses, yaitu proses 2.1 bagian pembelian melakukan cek permohonan pembelian barang dan proses 2.2 menceklist permohonan pembelian barang, setelah itu proses 2.3 mencetak pemesanan pembelian, setelah melakukan pembelian barang kemudian proses 2.4 bagian pembelian melakukan approve/ input data transaksi pembelian, proses 2.5 untuk melakukan view (melihat) data transaksi pembelian oleh bagian pembelian dan admin, proses 2.6 untuk melakukan search data transaksi pembelian oleh bagian pembelian dan admin, proses 2.7 untuk melakukan delete data transaksi pembelian yang hanya dilakukan oleh admin dan proses 2.8 setelah bagian pebelian melakukan approve/ input data transaksi pembelian maka secara otomatis akan meng-update stok barang yang terdapat pada database barang.

141

4.3.1.1.10 Diagram Level 2 Proses 3.0 Mengolah Transaksi Retur Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Transaksi Retur

id_brg, jml data_retur

id_brg, jml

Id_brg, jml data_retur

PURCHASING

form_transaksi_retur, form_retur

3.1 * Cek Permohonan Retur

id_brg, jml

3.2 * Ceklist Permohonan Retur

3.3 * Cetak Pemesanan Retur

3.4 * Approve/Input Transaksi Retur

id_brg, jml

id_brg, jml

form_retur form_transaksi_retur

data_transaksi_retur, data_retur id_retur, tgl_retur id_retur, tgl_retur

transaksi_retur 3.6 * Search Transaksi Retur

data_transaksi_retur, data_retur

data_transaksi_retur, data_retur data_transaksi_retur, data_retur

ADMIN

id_retur

3.5 * View Transaksi Retur

data_transaksi_ retur retur data_retur

data_transaksi_ retur data_retur

3.7 * Delete Transaksi Retur

id_retur id_retur

Gambar 4.15 Diagram Level 2 Proses 3.0 Mengolah Transaksi Retur

Pada diagram level 2 proses 3.0 mendeskripsikan detail proses mengolah transaksi retur yang terdiri dari tujuh proses, yaitu proses 3.1 bagian pembelian melakukan cek permohonan retur barang dan proses 3.2 men-ceklist permohonan

142

retur barang, setelah itu proses 3.3 mencetak pemesanan retur, setelah melakukan retur barang kemudian proses 3.4 bagian pembelian melakukan approve/ input data transaksi retur, proses 3.5 untuk melakukan view (melihat) data transaksi retur oleh bagian pembelian dan admin, proses 3.6 untuk melakukan search data transaksi retur oleh bagian pembelian dan admin dan proses 3.7 untuk melakukan delete data transaksi retur yang hanya dilakukan oleh admin. 4.3.1.1.11 Diagram Level 2 Proses 4.0 Mengolah Transaksi Penjualan Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Transaksi Penjualan.

Gambar 4.16 Diagram Level 2 Proses 4.0 Mengolah Transaksi Penjualan

143

Pada diagram level 2 proses 4.0 mendeskripsikan detail proses mengolah transaksi penjualan yang terdiri dari lima proses, yaitu proses 4.1 untuk melakukan update transaksi penjualan, proses 4.2 untuk melakukan view (melihat) transaksi penjualan, proses 4.3 untuk melakukan view (melihat) penjualan kredit, proses 4.4 untuk melakukan search transaksi penjualan dan proses 4.5 untuk melakukan search penjualan kredit. Kelima proses tersebut dapat dilakukan oleh bagian kasir dan adnin. 4.3.1.1.12 Diagram Level 3 Proses 4.1 Update Transaksi Penjualan Mendeskripsikan secara detail proses Update Transaksi Penjualan.

144

Gambar 4.17 Diagram Level 3 Proses 4.1 Update Transaksi Penjualan

145

Pada diagram level 3 proses 4.1 mendeskripsikan detail proses update transaksi penjualan yang terdiri dari sembilan proses, yaitu proses 4.1.1 kasir melakukan input transaksi penjualan, kemudian proses 4.1.2 melakukan input pembayaran cash bukan member, setelah itu proses 4.1.3 sistem meghitung total pengembalian transaksi dan proses 4.1.4 kasir mencetak struk transaksi penjualan. Pada proses 4.1.5 kasir meng-input member (id_cust), kemudian proses 4.1.6 meng-update transaksi pembayarann cash member, dan proses 4.1.7 meng-update penjualan kredit, dan jika terjadi input transaksi penjualan maka pada proses 4.1.8 sistem secara otomatis akan meng-update stok barang pada database barang, sedangkan pada proses 4.1.9 admin menggunakan hak aksesnya untuk melakukan delete transaksi penjualan.

146

4.3.1.1.13 Diagram Level 4 Proses 4.1.6 Update Pembayaran Cash Member Mendeskripsikan secara detail proses Update Pembayaran Cash Member.

4.1.6.1 * Input Pembayaran Cash Member

total_byr

penjualan_kredit

Id_kredit

data_penjualan_kredit

KASIR data_penjualan_kredit

total_byr

total_byr

id_trans

data_transaksi_penjualan, data_penjualan

4.1.6.2 * Cek Masa Tenggang Tagihan Kredit Member

4.1.6.3 * Ada Tagihan Melewati Masa Tenggang Kredit Transaksi Gagal

4.1.6.4 * Tidak Ada Tagihan Hitung Diskon Member 5%

4.1.6.5 * Hitung Total Pengembalian Transaksi

4.1.6.6 * Cetak Struk Transaksi Penjualan Cash

total_byr

transaksi_penjualan

id_trans

id_trans

total_byr

total_byr

data_transaksi_penjualan

data_penjualan

penjualan

Gambar 4.18 Diagram Level 4 Proses 4.1.6 Update Pembayaran Cash Member

147

Pada diagram level 4 proses 4.1.6 mendeskripsikan detail proses update transaksi pembayaran cash member yang terdiri dari enam proses, yaitu setelah kasir meng-input member (id_cust) maka pada proses 4.1.6.1 kasir meng-input pembayaran cash member, kemudian pada proses 4.1.6.2 sistem akan mengecek masa tenggang tagihan kredit member (artinya ada/ tidak tagihan/ tunggakan bagi member yang sudah melewati masa tenggang tagihan), jika ada pada proses 4.1.6.3 sistem akan memberitahukan kepada kasir bahwa ada tagihan melewati masa tenggang kredit sehingga transaksi gagal, jika tidak ada tagihan maka pada proses 4.1.6.4. sistem akan menghitung diskon member 5% dari total pembayaran, setelah itu pada proses 4.1.6.5 sistem akan mengitung total pengembalian transaksi, pada proses 4.1.6.6 kasir melakukan cetak struk transaksi penjualan cash. 4.3.1.1.14 Diagram Level 4 Proses 4.1.7 Update Penjualan Kredit Mendeskripsikan secara detail proses Update Penjualan Kredit.

148

Gambar 4.19 Diagram Level 4 Proses 4.1.7 Update Penjualan Kredit

149

Pada diagram level 4 proses 4.1.7 mendeskripsikan detail proses update penjualan kredit yang terdiri dari tiga belas proses, yaitu setelah kasir meng-input member (id_cust), member juga dapat melakukan hutang, maka pada proses 4.1.7.1 kasir meng-input penjualan kredit, kemudian pada proses 4.1.7.2 sistem akan mengecek masa tenggang tagihan kredit member (artinya ada/ tidak tagihan/ tunggakan bagi member yang sudah melewati masa tenggang tagihan), jika ada pada proses 4.1.7.3 sistem akan memberitahukan kepada kasir bahwa ada tagihan melewati masa tenggang kredit sehingga transaksi gagal, jika tidak ada tagihan maka pada proses 4.1.7.4. sistem akan menghitung tanggal batas bayar hutang (satu bulan dari transaksi penjualan kredit), kemudian pada proses 4.1.7.5 kasir melakukan cetak struk transaksi penjualan kredit, proses 4.1.7.6 sistem akan mengecek denda (melewati batas bayar/ satu bulan lebih dari transaksi penjualan), jika ada maka pada proses 4.1.7.7 sistem menghitung total denda. Pada proses 4.1.7.8 kasir meng-input transaksi pembayaran kredit dan proses 4.1.7.9 sistem menghitung total pengembalian transaksi, kemudian proses 1.4.7.10 kasir mencetak struk transaksi pembayaran kredit. Pada proses 4.1.7.11 admin melakukan delete penjualan kredit, proses 4.1.7.12 kasir mengecek batas tenggang pembayaran kredit (tiga bulan setelah transaksi penjualan kredit), jika melewati batas tenggang pada proses 4.1.7.13 kasir mencetak faktur tagihan.

150

4.3.1.1.15 Diagram Level 2 Proses 5.0 Mengolah Laporan Mendeskripsikan secara detail proses Mengolah Laporan.

Gambar 4.20 Diagram Level 2 Proses 5.0 Mengolah Laporan

151

Pada diagram level 2 proses 5.0 mendeskripsikan detail proses mengolah mengolah laporan yang terdiri dari sembilan proses, yaitu proses 5.1 laporan pegawai, proses 5.2 laporan supplier, proses 5.3 laporan customer, proses 5.4 laporan inventori, proses 5.5 laporan transaksi pembelian, proses 5.6 laporan transaksi retur, proses 5.7 laporan transaksi penjualan cash, proses 5.8 laporan transaksi penjualan kredit dan proses 5.9 neraca. Kesembilan proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh manager. 4.3.1.2 Spesifikasi Proses Berikut adalah spesifikasi proses dengan menggunakan logika Bahasa Inggris terstruktur: a.

Proses Input/ Edit Data Barang Input Form Barang IF Form tidak lengkap THEN Tampilkan Verifikasi ELSE Simpan ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

b.

Proses Search Barang Input id_brg Input nama GET Data Barang Tampilkan Data Barang

152

c.

Proses Delete Barang Input id_brg Tampilkan Konfirmasi Menghapus Data IF Ya Hapus Data ELSE Kembali ke halaman sebelumnya ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

d.

Proses Cek Barang Input id_brg Input stok Input kadaluarsa GET Data Barang Tampilkan Data Barang

e.

Proses Input Permohonan Pembelian Barang Input id_brg Input jml IF Form tidak lengkap THEN Tampilkan Verifikasi ELSE Simpan ENDIF

153

Kembali ke halaman sebelumnya f.

Proses Input Permohonan Retur Barang Input id_brg Input jml IF Form tidak lengkap THEN Tampilkan Verifikasi ELSE Simpan ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

g.

Proses Input/ Edit Data Supplier Input Form Supplier IF Form tidak lengkap THEN Tampilkan Verifikasi ELSE Simpan ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

h.

Proses Search Supplier Input id_suppl Input nama_suppl GET Data Suplier Tampilkan Data Supplier

154

i.

Proses Delete Suppler Input id_suppl Tampilkan Konfirmasi Menghapus Data IF Ya Hapus Data ELSE Kembali ke halaman sebelumnya ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

j.

Proses Input/ Edit Data Customer Input Form Customer IF Form tidak lengkap THEN Tampilkan Verifikasi ELSE Simpan ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

k.

Proses Search Customer Input id_cust Input nama_cust GET Data Customer Tampilkan Data Customer

155

l.

Proses Delete Customer Input id_cust Tampilkan Konfirmasi Menghapus Data IF Ya Hapus Data ELSE Kembali ke halaman sebelumnya ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

m. Proses Cetak Kartu Member GET id_cust Buat kartu_member Catak kartu_member n.

Proses Input/ Edit Data Pegawai Input Form Pegawai IF Form tidak lengkap THEN Tampilkan Verifikasi ELSE Simpan ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

o.

Proses Search Pegawai Input id_pgw

156

Input nama GET Data Pegawai Tampilkan Data Pegawai p.

Proses Delete Pegawai Input id_pgw Tampilkan Konfirmasi Menghapus Data IF Ya Hapus Data ELSE Kembali ke halaman sebelumnya ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

q. Proses Pembelian Barang Login Inventori Cek Permintaan Pembelian IF stok = 0 THAN Tampilkan Data Permintaan Pembelian Input Jumlah Permintaan Pembelian Logout Inventori Login Purchasing Input Supplier Input Id Barang Update Pembelian

157

Tampilkan Data Transaksi Pembelian Approve Transaksi Pembelian END IF r.

Proses Search Transaksi Pembelian Input id_beli Input tgl_beli GET Data Pembelian Tampilkan Data Pembelian

s.

Proses Delete Transaksi Pembelian Input id_beli Tampilkan Konfirmasi Menghapus Data IF Ya Hapus Data ELSE Kembali ke halaman sebelumnya ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya

t.

Proses Update Barang Input jml GET jml Input stok GET Data Barang Tampilkan Data Barang

158

u. Proses Retur Barang Login Inventori Cek Permintaan Retur IF Barang Kadaluarsa THAN Tampilkan Data Permintaan Retur Input Jumlah Permintaan Retur Logout Inventori Login Purchasing Input Supplier Input Id Barang Update Supplier Tampilkan Data Transaksi Retur Approve Transaksi Retur END IF v.

Proses Search Data Transaksi Retur Input id_retur Input tgl_retur GET Data Retur Tampilkan Data Retur

w. Proses Delete Data Transaksi Retur Input id_retur Tampilkan Konfirmasi Menghapus Data IF Ya

159

Hapus Data ELSE Kembali ke halaman sebelumnya ENDIF Kembali ke halaman sebelumnya x. Proses Transaksi Penjualan Input id brg Input jml IF Customer THAN Input id cust IF Hutang THAN Cek Total Transaksi IF Total Transaksi >1000000 OR Total Transaksi

Suggest Documents