PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK - WordPress.com

36 downloads 58 Views 2MB Size Report
ada perbedaan individual dalam perkembangan .... Usia 3 tahun : BB meningkat 2-3 kg/th. TB meningkat 6-8 cm/th. Toddler. Safety becomes a problem as.

Tujuan Instruksional PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Oleh : Alfrina Hany Jurusan Keperawatan Unibraw

Pertumbuhan yang abnormal akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap masa selanjutnya, seperti keterampilan, keseimbangan dan kemampuan Contoh pertumbuhan yang abnormal : Hydrocephalus – size anomaly resulting in an abnormally large head  caused by increased amount of cerebrospinal fluid in ventricles of brain Microcephalus – size anomaly resulting in an abnormally small head  caused by unknown prenatal causes although has been linked to Fetal Alcohol Syndrome  results in severe cognitive deficits (retardation)

Mahasiswa akan dapat :  Menjelaskan pengertian tumbuh kembang manusia  Membedakan teori tentang tumbuh kembang  Membedakan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan setiap tahapan tumbuh kembang manusia

Perkembangan  Berkaitan dengan aspek psikis, ruhaniah, kuantitatif & kualitatif  Kontinyu, proses sekuensial sepanjang fase kehidupan  Berkaitan dengan penyempurnaan atau perubahan dalam fungsi  Stages: embryonic, fetal, early childhood, middle childhood, late childhood, adolescence, adulthood (early, middle, late)

Pertumbuhan  Bertambahnya ukuran, aspek fisik, kuantitatif

Perubahan dalam: Skeletal changes occur primarily in four growth spurts: in utero, 0-2 years, 5-8 years and puberty

Nervous system : paling banyak terjadi sejak konsepsi s.d umur 3-4

Muscular system : dapat terjadi pada setiap umur, tergantung pada exercise

PERBEDAAN PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN Perkembangan

Pertumbuhan

Sepanjang Hayat

Memiliki titik akhir

Kuantitatif & Kualitatif

Kuantitatif

Memiliki titik optimum

Memiliki titik maksimum

1

Prinsip perkembangan yang normal Continuity: continuous process from conception to death Uniform Sequence: sequence is same for all person, but the rate may varies Neurological Maturation: development is intricately related to maturation of nervous system

PRINSIP PERKEMBANGAN  ada perbedaan individual dalam perkembangan  ada periode-periode dalam pola perkembangan setiap periode mempunyai ciri tersendiri yang memberikan keunikan  ada tugas perkembangan dalam setiap periode tugas yang harus dipenuhi individu pada periode tertentu, biasanya merupakan kecakapan & pola tingkahlaku tertentu, dipengaruhi oleh harapan sosial (dari masyarakat).  setiap periode perkembangan memiliki potensi “berbahaya”

Simple to Complex Progressive

Pola perkembangan yang normal Loss of Reflexes: loss of primitive reflexes must occur before voluntary movement is acquired  approximately 30 primitive reflexes at birth that must disappear, be suppressed or be integrated

Proximodistal Coordination: muscle groups nearer to the midline (proximal) become functional before those farther away (distal)  movements performed at the midline are easier than those more distant from it

Pola perkembangan yang normal General to Specific: generalized mass activity is replaced by specific responses of individual body parts  one gains control over large muscle groups before smaller ones  one executes gross motor movements before refined movements Cephalocaudal (head to toe) Progression:  growth occurs from the head to toe (infant’s head larger than rest of body)  gross motor development begins with head control (via strength in neck muscles) and proceeds downwards

Pola perkembangan yang normal Bilateral to Crosslateral Motor Control: bilateral movement patterns (both limbs moving simultaneously) are the first to occur

 unilateral patterns (R or L arm and leg moving simultaneously) develop next  crosslateral patterns (R arm and L leg moving simultaneously) are last to be mastered

DELAYED development occurs if the rate of

development is significantly behind ‘normal’ ranges -- that is two or more years behind ABNORMAL development occurs if the principles are violated and the developmental milestone(s)

•Genetik •Lingkungan •Pelayanan Kesehatan

never occur(s)

2









Teori Biologis (Maturasi)



Teori Psikodinamika (Tugas perkembangan, Psikoseksual, psikososial, moral, spiritual)





Sebagai suatu proses, perkembangan berisi suatu rentetan tahap-tahap kematangan(maturation). Teori biologis, Menekankan faktor Nature sebagai penentu perkembangan manusia: kematangan, dasar-dasar biologis perilaku-proses mental Kematangan (maturation) adalah Kesiapan yang dimiliki individu dan diperoleh dari dalam dirinya







Maturasional dapat diartikan sebagai pematangan. Contoh: janin, biologi perkembangan, perkembangan emosi, atau pematangan fisik apapun bentuk kehidupan biologis. •

Asumsi:

a) perkembangan diarahkan dr dalam-maturasi biologis: berjalan, berbicara, kontrol diri b) self regulation: organisme memiliki kesiapan utk memasuki tahap perkembangan tertentu—memberi sinyal kpd lingkungannya

Tugas perkembangan pada masa Middle Childhood. Tugas perkembangan pada masa Infancy dan Early Childhood. 

Infancy 

Neonate



Infancy



School age  6 to 12 years 

 Birth to 1 month  1 month to 1 year 



Late Childhood



Adolescent 13 years to approximately 18 y.o Early Adulthood (20-40 th) Middle Adulthood (40-60 th) Later Adulthood (>60 th) 

Early Childhood 

Toddler  1-3 years



Preschool  3-6 years

Middle Childhood

   

 



 





Belajar berjalan Belajar berbicara Belajar mengontrol pembuanganan Belajar membedakan jenis kelamin dan mengenal sopan santun yang sesuai dengan jenis kelaminnya Mencapai keseimbangan fisiologis Membentuk konsep-konsep sederhana mengenai kenyataankenyataan fisik dan sosial Belajar mengikatkan diri secara emosional pada orangtua, saudara dan orang lain Belajar membedakan hal baik dan jahat serta mengembangkan kata hati













Belajar kecakapan-kecakapan fisik yang dibutuhkan untuk melakukan permainan-permainan Mengembangkan sikap positif terhadap diri sendiri, misalnya sikap memberi dan menerima Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya Belajar menjalankan peranan yang sesuai dengan jenis kelaminnya (peran seks) Mengembangkan kecakapan-kecakapan dalam membaca, menulis dan berhitung Mengembangkan kata hati dan norma-norma

3

Tugas perkembangan pada masa Adolescence. 











Menerima dan menjalankan peranan maskulin atau feminin Mengadakan hubungan-hubungan baru dengan teman-teman sebaya dari kedua jenis kelamin Emotional independence dari orangtua dan orang dewasa lain Mengembangkan kecakapan-kecakapan intelektual dan konsep-konsep yang perlu bagi kehidupan dalam masyarakat Menginginkan dan memperlihatkan tingkah laku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial Mempersiapkan perkawinan dan kehidupan keluarga

Tugas perkembangan pada masa Early Adulthood.       

Memilih teman hidup Belajar untuk hidup bersama dengan suami/istri Membentuk keluarga Mendidik anak-anak Mengatur rumah tangga Memilih pekerjaan Memasuki kelompok sosial yang sesuai

Tugas perkembangan pada masa Middle Age.  







Mencapai standar hidup yang layak Membimbing anak-anak remajanya agar menjadi orang dewasa yang bahagia dan bertanggung jawab Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu luang Menerima dan menyesuaikan diri pada kemunduran-kemunduran fisiologis yang terjadi pada masa ini Menyesuaikan diri pada orangtua yang sudah lanjut usia

Tugas perkembangan pada masa Masa Tua. 



 

Menyesuaikan diri pada menurunnya kekuatan tubuh dan kesehatan Menyesuaikan diri pada masa pensiun dan berkurangnya penghasilan Menyesuaikan diri pada kematian suami/istri Mengadakan hubungan dengan orangtua lain

Kegagalan individu menguasai tugas-tugas perkembangan disebabkan oleh faktorfaktor :  Retardation (keterbelakangan) dalam perkembangan  Kurangnya kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas  Kurangnya motivasi yang dimiliki individu

4

Infant (0-1 tahun) 



 

Fisik :

BB meningkat 150-200 gr/mg TB meningkat 2,5 cm/bln Lingkar kepala meningkat 1,5 cm/bln

Infant (0-1 tahun)

Usia 2 – 3 bulan Fisik: Motorik:

Motorik : Mengangkat kepala dibantu Ditengkurapkan, kepala menoleh Refleks primitif (+) Sensorik : Mengikuti sinar tengah Sosialisasi: Mulai tersenyum

Sensorik : Sosialisasi :

- bisa mengikuti sinar ke tepi - mendengar suara - tertawa pada seseorang - menangis mulai kurang

Fisik

: BB = 2X BB Lahir kord. menelan (-)

Motorik :

- kepala & punggung mulai kuat - tengkurap : kepala tegak lurus & bisa miring - refleks primitif mulai hilang - meraih benda dengan tangan

Sensorik :

- kenal orang - akomodasi mata (+)

Sosialisasi & Vokalisasi : - interaksi dengan orang lain - mengeluarkan suara tidak senang bila mainan/benda diambil orang

Usia 6 - 7 bulan

Head Control



Fisik :

BB meningkat 90 – 150 gr / mg TB meningkat 1,25 cm / bln Gigi mulai tumbuh



Motorik :

Membalikkan badan Memindahkan benda Mengambil mainan dgn tangan Memasukkan kaki ke mulut Memasukkan makanan ke mulut



Newborn

fontanel post menutup - mengangkat kepala dibantu - memasukkan tangan ke mulut - meraih benda2 yang menarik - dpt duduk dgn punggung disokong - mulai main dgn jari & tangan

Usia 4 – 5 bulan

Age 6 months

Sosialisasi : Stranger anxiety Dpt menyebut m…m…m…m Cpt menangis & cpt tertawa

Usia 8 – 9 bulan ►

Motorik : Bisa duduk sendiri Kordinasi tangan ke mulut lebih sering Tengkurap sendiri & belajar merangkak Mengambil dengan menggunakan jari



Sensorik : Tertarik pada benda2 kecil



Sosialisasi : Stranger anxiety Memeluk orang yang dicintai Ada reaksi bila dimarahi Mengulang kata : “dada”

5

Usia 10 – 12 bulan

Sitting Up 

Fisik :

BB = 3X BB lahir TB = 65 – 75 cm Gigi atas & bawah sdh tumbuh



Motorik :

belajar berdiri sendiri belajar berjalan dgn bantuan bisa berdiri dan duduk sendiri belajar makan menggunakan sendok senang corat-coret kertas



Age 2 months

Age 7 months

Age 8 months

Fine Motor Development

12-month-old

13 month old

Nine to 12-months

Speech Milestones 1-2 months: coos 2-6 months: laughs and squeals 8-9 months babbles: mama/dada as sounds 10-12 months: “mama/dada specific 18-20 months: 20 to 30 words – 50% understood by strangers  22-24 months: two word sentences, >50 words, 75% understood by strangers  30-36 months: almost all speech understood by strangers     

6-month-old

Sosialisasi : emosional (+) takut lingkungan asing mengerti perintah sederhana tahu namanya menyebut : dada, mama

Ambulation

Toddler (1 – 3 tahun) 



Usia 15 bulan Motorik kasar : Motorik halus :

Usia 18 bulan Motorik kasar :

Motorik halus :

berjalan sudah baik memegang cangkir memasukkan jari ke lubang membuka kotak melempar benda berlari tapi sering jatuh menarik mainan naik tangga menggunakan sendok membuka halaman buku belajar menyusun balok

6

Sosial & Emosional Toddler : Motorik kasar : Motorik halus :

berlari sudah baik naik tangga sendiri bisa membuka pintu bisa membuka kunci menggunting minum dengan gelas bisa menggunakan sendok





Toddler

Pertumbuhan Fisik : 



Motorik kasar :

Bermain sangat penting untuk perkembangan sosial Solitary play

bisa naik turun tangga sendiri memakai baju dengan bantuan mulai bisa sepeda roda tiga

Usia 2 tahun : BB = 4X BBL TB = 50% TB org dewasa Usia 3 tahun : BB meningkat 2-3 kg/th TB meningkat 6-8 cm/th

Safety becomes a problem as the toddler becomes more mobile. Pilliterri, Lippincott

Toddlers

Issues in parenting - toddlers  



 

Pre-School

Stranger anxiety – should dissipate by age 2 ½ to 3 years Temper tantrums: occur weekly in 50 to 80% of children – peak incidence 18 months – most disappear by age 3 Sibling rivalry: aggressive behavior towards new infant: peak between 1 to 2 years but may be prolonged indefinitely Thumb sucking Toilet Training

7

Tumbuh Kembang Pra Sekolah 

Usia 4 tahun : Motorik kasar : berjalan jinjit melompat menangkap bola melempar bola dari atas kepala Motorik halus : menggunakan gunting dg lancar menggambar kotak menggambar garis vertikal belajar buka pasang kancing

Red flags: preschool



Motorik kasar berjalan mundur sambil jinjit menangkap & melempar bola dgn baik melompat dg kaki bergantian



Motorik halus menulis angka, huruf, kata2 belajar menulis nama belajar mengikat tali sepatu

Pool Safety

Sosial & Emosional Pra Sekolah  Bermain sendiri mulai berkurang  Sering berkumpul dg teman  Interaksi sosial meningkat Pertumbuhan Fisik  BB meningkat 3,3 kg/th  TB meningkat 6,75-7,5 cm/th

School-Age

Inability to perform self-care tasks, hand washing simple dressing, daytime toileting  Lack of socialization  Unable to play with other children  Able to follow directions during exam  Performance evaluation of pre-school teacher for kindergarten readiness 

8

Usia Sekolah 





Motorik  Lebih mampu menggunakan otot2 kasar  Motorik halus berkurang  Anak laki2 lebih aktif Sosial Emosional  Mencari lingkungan yg lebih luas  Sekolah lebih berperan dlm membentuk kepribadian anak  Peranan guru sangat besar Pertumbuhan Fisik  BB meningkat 2 – 3 kg / th  TB meningkat 6 -7 cm / th

13 to 18 Year Old

Red flags: school age 

School failure  Lack of friends  Social isolation  Aggressive behavior: fights, fire setting, animal abuse

Adolescense 

Pertumbuhan Fisik   



Sosial Emosional    

Adolescents

Growth spurt Semua sistem berubah, terutama endokrin Bagian tubuh tertentu memanjang Kemampuan sosialisasi meningkat Relasi dg teman pria/wanita, tapi lebih sering dg sejenis Mengutamakan penampilan fisik Peranan ortu/klg dianggap tidak begitu penting

Teori Perkembangan Psychosexual (Sigmund Freud)  Oral : 0 – 1 tahun  sucking, swallowing, chewing, biting

 Anal : 1 - 3 tahun  expulsion and retention of waste product

 Phallic : 3 - 6 tahun  Latent : 6 - 12 tahun  Genital : 12 tahun

9

Masa Falik (3 –6 th) Anak memperoleh dan merasakan kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada daerah kelamin. Anak mulai menaruh perhatian pada : perbedaan anatomik laki-laki dan perempuan Asal usul bayi Hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan seks Tokoh ibu sebagai sumber kasih sayang (terutama anak laki-laki), rasa terlindungi, rasa aman Anak laki-laki –“oedipus kompleks” Anak perempuan –“penis envy”

Masa Laten (6 –12 th) Aktivitas seksual tenang, terpendam, tidak aktif. Muncul pembicaraan atau kenakalan seksual (ex. Berbicara kotor). Terjadi perkembangan hebat, banyak & majemuk pada aspek-aspek :  perkembangan kognitif, sosial & moral  tumbuh dan berkembang ketrampilan-ketrampilan dasar  memperoleh dan memperlihatkan sistem nilai dalam kehidupannya  dasar menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial

Masa Genital (12 th) Dorongan seks mulai berkembang lagi setelah masa laten dan berada pada keadaan tenang. Kematangan secara fisiologis, mulai berfungsinya kelenjar kelamin. Dorongan seks yang sesungguhnya/sebenarnya mulai muncul. Obyek cinta berpindah dari cintaincest ke cinta heteroseksual

Teori Perkembangan Psikososial (Erikson)

Perkembangan Psikososial (Erikson)

Perkembangan Psikososial (Erikson)

Trust vs Mistrust (0-1 tahun)

Otonomi vs malu dan ragu (1-3 tahun)

 mulai percaya kepada orang lain sehingga kebutuhan dasarnya terpenuhi (kehangatan, makanan, rasa nyaman)  mistrust akan terjadi bila kebutuhannya tidak terpenuhi  gangguan : rasa tidak percaya, menarik diri

 Mengontrol diri dan lingkungan, kemauan keras, egosentris  Malu dan ragu terjadi bila orang tua over protective dan tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba ketrampilan baru  Gangguan : malu, ragu  Penyimpangan : temper tantrum

Initiative vs guilt (3-6 thn)  Menemukan pengalaman baru, membayangkan “bagaimana” dan “mengapa” sesuatu hal di lingkungan terjadi  Mulai berinisiatif dalam mempelajari sesuatu  Kemampuan bahasa meningkat  Anak dapat menghargai orang lain  Gangguan : rasa bersalah, pasif, (-) inisiatif

10

Perkembangan Psikososial (Erikson)

Perkembangan Psikososial (Erikson)

Industry/gairah vs inferiority/rendah diri (612 tahun)

Identity vs role confusion (12-18 thn)  Perubahan fisik yang nyata dan pesat  Anak mencari seseorang yang dianggap sebagai penuntun  Kunci sosialisasi : teman sebaya,kelompok  Bila diterima masyarakat : identitas diri positif  Gangguan : bingung, merasa asing, hilang rasa percaya diri, disfungsi peran

 Keinginan menghasilkan sesuatu memperoleh pengakuan dari keluarga, guru, teman sebaya  Belajar berkompetisi  Sosialisasi dengan orang lain, saling memberi, menerima,setia kawan  Gangguan : malas, rendah diri, gangguan dalam prestasi, takut bersaing

Theory of Cognitive development (Jean Piaget)  Perkembangan kognitif terjadi secara bertahap

Cognitive developmental tasks  Sensorik motorik (lahir - 2 tahun) 

 Terdiri dari 4 tahap dan mempunyai karakteristik

yang unik



anak menggunakan indera dan aktifitas motorik untuk mengenal lingkungan bayi memberikan jawaban atas rangsangan

Perkembangan Psikososial (Erikson)  Intimacy/kemesraan and solidarity Vs Isolation/keterasingan: early adulthood  Generativity Vs Self-absorption/ Kehampaan: middle adulthood  Ego integrity Vs Despair/kesedihan: Later adulthood

Cognitive developmental tasks  Preoperational (2 - 7 tahun)



Mulai belajar bahasa dan gambar Mulai mengenal simbol-simbol perkembangan konsep



Preconceptual (2 - 4 tahun)

 

 Terdapat 2 proses yang mendukung :  

asimilasi : proses yang kontinyu, mengintegrasikan pengalaman baru kedalam pemikiran yang telah ada akomodasi : kaitannya dengan proses pemikiran untuk menghubungkan data yang lebih kompleks

Reflective (0 - 1 bulan) Primary circular reactions (1-4 bulan) Secondary circular reactions (4-8 bulan) Coordination of secondary schemata (8-12 bulan) Tertiary circular reactions (12-18 bulan) Invention of new means through mental combinations (18-24 bl)

 



pendekatan egosentris menggali lingkungan

Intuitive (4 - 7 tahun)  

perkembangan bahasa yang cepat asosiasi kata dan benda

11

Cognitive developmental tasks

Concrete operational (7-11 th)

Cognitive developmental tasks Formal operational (>11 thn)

 Mulai mengembangkan berpikir logis, terarah

dan menggolongkan  membina hubungan dalam suatu komunitas

yang luas  mulai berkurangnya egosentris  mengerti : menjumlah dan mengukur  mampu mengkomprehensifkan penjelasan dasar, dan memahami persepsi orang lain

 Berpikir abstrak, hipotesis  mampu menghubungkan konsep yang umum

dengan situasi, konsekuensi, dan pertimbangan yang lebih spesifik  mampu memecahkan masalah secara rasional  mampu memikirkan hal yang akan terjadi

12

Suggest Documents