RPP Agama Hindu,Kls 9 - Blog SMP Negeri 2 Gerokgak

70 downloads 157 Views 1MB Size Report
SILABUS DAN RPP ( RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN). SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. PENDIDIKAN AGAMA HINDU KLS IX TAHUN ...

SILABUS DAN RPP ( RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PENDIDIKAN AGAMA HINDU KLS IX TAHUN PELAJARAN 2011/2012

DISUSUN OLEH : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Nama Ni Nengah Setiawati, S.Pd Nyoman Ardha Sulandrya, S.Ag Dra. Gusti Ayu Putu Merayani Dra. Ni Wayan Suciati Made Arduana, S.Pd Gusti Made Susila, BA Luh Mustiadi, S.Pd I Putu Gede Ariana Made Suardana, S.Pd I Ketut Mertayasa, S.Pd

Tempat Tugas SMPN 2 Tejakula SMPN 1 Kubutambahan SMPN 2 Sawan SMPN 2 Singaraja SMPN 7 Singaraja SMPN 3 Sukasada SMPN 4 Sukasada SMPN 4 Seririt SMPN 2 Gerokgak SMPN 4 Gerokgak

MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN AGAMA HINDU TINGKAT SMP KABUPATEN BULELENG AGUSTUS 2011

SILABUS SMP IX

RPP SMP IX AGAMA HINDU

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 1) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil 1. Memahami Awatara, Dewa dan Bhatara 1.1 Menguraikan pengertian Awatara, Dewa dan Bhatara 1.1.1 Menguraikan pengertian Awatara 1.1.2 Menguraikan pengertian Dewa 1.1.3 Menguraikan pengertian Bhatara 1 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menguraikan pengertian Awatara (cerdas) 2. Menguraikan pengertian Dewa (cerdas) 3. Menguraikan pengertian Bhatara (cerdas) 4. Meyakini adanya Awatara, Dewa, dan Bhatara (percaya diri.Religius )

II.

Materi Pembelajaran Pengertian Awatara, Dewa dan Bhatara 1. Awatara artinya turunnya Hyang Widhi ke dunia sebagai Dewa Wisnu dengan mengambil suatu bentuk tertentu untuk menyelamatkan dunia beserta isinya dari kehancuran yang disebabkan oleh sifat-sifat adharma. 2. Dewa artinya perwujudan sinar suci dari Ida Sanghyang Widhi yang memberikan kekuatan suci guna kesempurnaan makhluk hidup. 3. Bhatara artinya manifestasi dari kekuatan Ida Sanghyang Widhi untuk memberi perlindungan terhadap ciptaannya.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran : diskusi, tanya jawab IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No.

Tahapan

1. Kegiatan Pendahuluan

2. Kegiatan Inti

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” b. (religius) Orientasi : c. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang d. pengertian Awatara, Dewa dan Bhatara Motivasi : e. Menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode diskusi siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen. a. Eksplorasi - Menugaskan siswa untuk membaca referensi yang ada kaitannya dengan materi pelajaran - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang

Waktu (Menit) ± 5’

± 25’

3. Kegiatan Penutup

akan dibahas. b. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk tanya jawab. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa dalam seksi tanya jawab. a. Memberikan evaluasi b. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang pengertian Awatara, Dewa, dan Bhatara c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Sebutkan contoh-contoh lain tentang pengertian Awatara, Dewa, dan Bhatara! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. e. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 1. Jelaskan pengertian Awatara! 2. Jelaskan pengertian Dewa! 2. Jelaskan pengertian Bhatara! 3. Rubrik penilaian No. 1.

2. 3.

Kunci Jawaban Awatara artinya turunnya Hyang Widhi ke dunia sebagai Dewa Wisnu dengan mengambil suatu bentuk tertentu untuk menyelamatkan dunia beserta isinya dari kehancuran yang disebabkan oleh sifat-sifat adharma Dewa artinya perwujudan sinar suci dari Ida Sanghyang Widhi yang memberikan kekuatan suci guna kesempurnaan makhluk hidup Bhatara artinya manifestasi dari kekuatan Ida Sanghyang Widhi untuk memberi perlindungan terhadap ciptaannya Jumlah Skor

Skor 1

1 1 3

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 30 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa A

Religius B C

D

A

Cerdas B C

D

A

Percaya diri B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 1959110619791002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 2) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : :

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil 1. Memahami Awatara, Dewa dan Bhatara

: :

1.2 1.2.1

Alokasi Waktu

:

Menguraikan perbedaan antara Awatara dengan Dewa dan Bhatara Menyebutkan sloka dalam kitab suci Veda tentang Awatara, Dewa dan Bhatara 1.2.2 Menguraikan perbedaan antara Awatara dengan Dewa dan Bhatara 1.2.3 Menjelaskan dengan perumpamaan perbedaan antara Awatara dengan Dewa dan Bhatara 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menyebutkan sloka dalam kitab suci Veda tentang Awatara, Dewa dan Bhatara (percaya diri) 2. Menguraikan perbedaan antara Awatara dengan Dewa dan Bhatara (demokratis) 3. Menjelaskan dengan perumpamaan perbedaan antara Awatara dengan Dewa dan Bhatara (ingin tahu) 4. Meyakini adanya perbedaan antara Awatara dengan Dewa dan Bhatara (percaya diri)

II.

Materi Pembelajaran Perbedaan Awatara, Dewa dan Bhatara Sloka mantram stuti stawa, 360.1 disebutkan : Om Isanah sarvavidyanam, Isvanah sarva bhutanam, Brahmano dhipatir brahmana, Sivo astu sada siva. Artinya : Om Hyang Widhi dalam wujudMu sebagai Isana, dewa seluruh kebijaksanaan, Brahma yang mengatur semua mahkluk hidup. Brahma maha tinggi, semoga engkau menganugrahkan kebahagiaan. Om Siva yang abadi. Berdasarkan uraian sloka diatas dapat diketahui perbedaan antara Awatara, Dewa, dan Bhatara adalah sebagai berikut : 1. Awatara adalah perwujudan Hyang Widhi turun ke dunia. 2. Dewa adalah sinar suci atau manifestasi Sanghyang Widhi. 3. Bhatara adalah prabhawa dari Sanghyang Widhi untuk memberikan perlindungan kepada ciptaanNya. Perbedaan tersebut dapat diumpamakan seperti matahari dengan sinar dan panasnya. 1. Matahari merupakan perwujudan Sanghyang Widhi (Awatara) 2. Sinarnya sebagai bentuk perwujudan para Dewa 3. Panasnya sebagai bentuk perwujudan Bhatara Matahari, sinar, dan panasnya merupakan satu kesatuan, namun antara ketiganya memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, tanya jawab IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

No. NoTahapan

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” b. (religius) Orientasi : c. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang d. perbedaan Awatara, Dewa dan Bhatara Motivasi : e. Menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode diskusi siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang atau lebih secara heterogen. a. Eksplorasi - Menugaskan siswa untuk membaca referensi yang ada kaitannya dengan materi pelajaran - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan dibahas. b. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk tanya jawab. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa dalam seksi tanya jawab. a. Memberikan evaluasi b. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang perbedaan Awatara, Dewa, dan Bhatara c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Tunjukan perbedaan Awatara, Dewa, dan Bhatara dengan gambar perumpamaan! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. e. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

Waktu (Menit) ± 10’

± 60’

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 1. Jelaskan arti dari sloka mantram stuti stawa, 360.1! 2. Jelaskan perbedaan antara Awatara, Dewa, dan Bhatara! 3. Jelaskan perbedaan antara Awatara, Dewa, dan Bhatara dengan perumpamaan! 3. Rubrik penilaian No. 1. 2.

3.

Kunci Jawaban Skor Arti dari sloka mantram stuti stawa, 360.1 menjelaskan tentang perbedaan 2 antara Awatara, Dewa, dan Bhatara. 1. Awatara adalah perwujudan Hyang Widhi turun ke dunia. 3 2. Dewa adalah sinar suci atau manifestasi Sanghyang Widhi. 3. Bhatara adalah prabhawa dari Sanghyang Widhi untuk memberikan perlindungan kepada ciptaanNya 1. Matahari merupakan perwujudan Sanghyang Widhi (Awatara) 3 2. Sinarnya sebagai bentuk perwujudan para Dewa 3. Panasnya sebagai bentuk perwujudan Bhatara Jumlah Skor 8

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 12 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

a. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

DemokPercaya Ingin Religius ratis diri Tahu A B C D A B C D A B C D AB C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Sumberkima, 18 Juli 2011 Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra,S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 3) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: : : : :

Indikator

:

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil 1. Memahami Awatara, Dewa dan Bhatara 1.3 Menguraikan hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi (Tuhan) 1.3.1 Menjelaskan persamaan Awatara, Dewa dan Bhatara 1.3.2 Menjelaskan hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi 1.3.3 Menjelaskan hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi dengan sebuah perumpamaan 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menyebutkan persamaan Awatara, Dewa dan Bhatara (menghargai keberagaman) 2. Menjelaskan hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi (cerdas) 3. Menjelaskan hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi dengan sebuah perumpamaan (cerdas) 4. Meyakini adanya hubungan antara Awatara dengan Dewa dan Bhatara (percaya diri)

II.

Materi Pembelajaran Hubungan antara Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa Adalah sangat erat, karena Sanghyang Widhi sebagai sumber dari segala sumber dalam kehidupan di dunia ini. Hal ini disebabkan karena Awatara, Dewa dan Bhatara memiliki beberapa persamaan antara lain: 1. Sama-sama bersumber dari Ida Sanghyang Widhi Wasa 2. Merupakan bentuk atau wujud dari Sanghyang Widhi 3. Sama-sama memiliiki sifat yang sepadan dengan Sanghyang Widhi 4. Memiliki fungsi yang sama dalam melindungi dan menegakkan dharma dengan kekuatan Sanghyang Widhi 5. Maha kasih, maha pemurah dan penyayang terhadap mahkluk hidup (manusia) yang merupakan repleksi pancaran Sanghyang Widhi. Hubungan tersebut dapat diumpamakan seperti matahari dengan sinar dan panasnya yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, dimana matahari merupakan sumber dari sinar dan panas.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, tanya jawab IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b.Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi :

Waktu (Menit) ± 10’

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara d.Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode diskusi siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang atau lebih secara heterogen. a. Eksplorasi - Menugaskan siswa untuk membaca referensi yang ada kaitannya dengan materi pelajaran - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan dibahas. b.Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk tanya jawab. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa dalam seksi tanya jawab. a. Memberikan evaluasi b. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang hubungan Awatara, Dewa, dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (KMTT) : • Jelaskan bahwa hubungan Awatara, Dewa, dan Bhatara sangat erat dengan Ida Sanghyang Widhi dengan beberapa perumpamaan menurut pendapatmu ! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. e. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 60’

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : Gambar VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 1. Sebutkan persamaan Awatara, Dewa dan Bhatara! 2. Jelaskan hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi!

3. Jelaskan hubungan Awatara, Dewa dan Bhatara dengan Sanghyang Widhi dengan sebuah perumpamaan! 3. Rubrik penilaian No. 1.

2. 3.

Kunci Jawaban Skor Sama-sama bersumber dari Ida Sanghyang Widhi Wasa 5 Merupakan bentuk atau wujud dari Sanghyang Widhi Sama-sama memiliiki sifat yang sepadan dengan Sanghyang Widhi Memiliki fungsi yang sama dalam melindungi dan menegakkan dharma dengan kekuatan Sanghyang Widhi 5. Maha kasih, maha pemurah dan penyayang terhadap mahkluk hidup (manusia) yang merupakan repleksi pancaran Sanghyang Widhi. Hubungannya adalah sangat erat, karena Sanghyang Widhi sebagai sumber dari 2 segala sumber dalam kehidupan di dunia ini dapat diumpamakan seperti matahari dengan sinar dan panasnya yang 3 merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, dimana matahari merupakan sumber dari sinar dan panas. Jumlah Skor 10 1. 2. 3. 4.

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 10 4. Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Menghargai Keberagaman

Cerdas

Percaya Diri

Ket

A B C D A B C D A B C D AB C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 4) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil 1. Memahami Awatara, Dewa dan Bhatara 1.4 Menceritakan turunnya Awatara dalam Purana 1.4.1 Menceritakan turunnya Matsya Awatara 1.4.2 Menceritakan turunnya Kurma Awatara 1.4.3 Menceritakan turunnya Varaha Awatara 1.4.4 Menceritakan turunnya Nara Singa Awatara 1.4.5 Menceritakan turunnya Wamana Awatara 1.4.6 Menceritakan turunnya Parasurama Awatara 1.4.7 Menceritakan turunnya Rama Awatara 1.4.8 Menceritakan turunnya Kresna Awatara 1.4.9 Menceritakan turunnya Budha Awatara 1.4.10 Menceritakan turunnya Kalki Awatara 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menceritakan turunnya Matsya Awatara (jujur, cerdas) 2. Menceritakan turunnya Kurma Awatara (jujur, cerdas) 3. Menceritakan turunnya Varaha Awatara (jujur, cerdas) 4. Menceritakan turunnya Nara Singa Awatara (jujur, cerdas) 5. Menceritakan turunnya Wamana Awatara (jujur, cerdas) 6. Menceritakan turunnya Parasurama Awatara (jujur, cerdas) 7. Menceritakan turunnya Rama Awatara (jujur, cerdas) 8. Menceritakan turunnya Kresna Awatara (jujur, cerdas) 9. Menceritakan turunnya Budha Awatara (jujur, cerdas) 10.Menceritakan turunnya Kalki Awatara (jujur, cerdas) 11.Percaya dengan cerita turunnya 10 Awatara dalam Purana (percaya diri)

II.

Materi Pembelajaran Cerita turunnya Awatara 1. Matsya Awatara yaitu Hyang Widhi turun ke dunia dalam wujud ikan besar pada masa Manu Vaisasta. Tujuannya untuk menyelematkan dunia dari pralaya dengan jalan mengangkatnya akibat pada masa awal ciptaanNya, alam semesta ini dipenuhi oleh mahkluk air sehingga dunia sampai-sampai diluapi air/tengelam. 2. Kurma Awatara yaitu Hyang Widhi turun ke dunia mengambil wujud seekor kura-kura besar pada saat para Dewa mencari tirta amerta, yaitu dengan mengadakan pemutaran gunung mandara giri. Akibat pemutaran gunung tersebut, maka terjadi pasang naik dan menyebabkan makin terbenamnya permukaan bumi. Dengan wujud kura-kura besar, Dewa Wisnu dapat membantu dengan jalan menopang dunia sehingga tidak terbenam. Dengan demikian tujuan Kurma Awatara adalah untuk menyelamatkan seisi alam yang ditimbulkan olehakibat adanya pemuteran gunung mandara giri. 3. Varaha Awatara yaitu Hyang Widhi turun ke dunai sebagai babi hutan untuk menyelamatkan dunia ini yang pada waktu itu dilemparkan ke samudera oleh Hirayaksa. Dalam wujud seekor varaha, Dewa Wisnu menyelam ke samudera dan mengangkat bumi ini, sehingga timbul kembali ke permukaan laut, seperti sebuah kapal yang mengapung. 4. Nara Singa Awatara yaitu Hyang Widhi menjelma ke dunia sebagai Nara Singa untuk membantu Prahlada dalam menumpas kejahatan raja raksasa Hiranyakasipu yang merajalela dan hendak menguasai seluruh dunia dan Indraloka.Raksasa Hiranya Kasipu sakti mandraguna

5. Wamana Awatara yaitu Hyang Widhi turun ke dunia sebagai orang kerdil berpengetahuan tinggi dan mulia dalam mengalahkan maha raja Bali yang sombong yang ingin menguasai dunia dan menginjak-injak dharma. 6. Parasu Rama Awatara yaitu Hyang Widhi turun ke dunia sebagai Rama Parasu yaitu Rama bersenjatakan kapak yang membasmi para kesatrya yang menyeleweng dari ajaran dharma. 7. Rama Awatara yaitu Hyang Widhi turun ke dunia sebagai sang Rama putra raja Dasa Rata dari Ayodhya untuk menghancurkan kejahatan dan kelaliman yang ditimbulkan oleh raksasa Rahwana dari Alengka. 8. Krisna Awatara yaitu Hyang Widhi turun ke dunia sebagai Sri Krisna raja Dwarawati untuk membasmi raja Kangsa, Jasaranda dan membantu Pandawa untuk menegakkan keadilan dengan membasmi Kurawa yang menginjak-injak dharma. 9. Budha Awatara yaitu Hyang Widhi turun sebagai putra raja Sudhodana di Kapilawastu India dengan nama Sidharta Gautama yang berarti telah mencapai kesadaran yang sempurna. Budha Gautama menyebarkan ajaran agama Budha dengan tujuan untuk menuntun umat manusia mencapai kesadaran, penerangan yang sempurna atau Nirwana. 10. Kalki Awatara yaitu penjelmaan Hyang Widhi yang terakhir yang akan turun untuk membasmi penghinaan-penghinaan, pertentangan-pertentangan agama akibat penyelewengan umat manusia dari ajaran Hyang Widhi (dharma). Menurut keyakinan umat Hindu Awatara terakhir akan turun apabila memuncaknya pertentangan-pertentangan agama di dunia ini. III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Kontruktivisme, inquiry, diskusi, tanya jawab, pemodelan IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

a. b. c.

d. e. 2. Kegiatan Inti

Waktu (Menit) Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) ± 10’ Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang cerita turunnya Awatara Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode diskusi siswa dibagi menjadi 10 kelompok yang anggotanya 2 orang atau lebih secara heterogen. Eksplorasi ± 60’ - Menugaskan siswa untuk membaca referensi yang ada kaitannya dengan materi pelajaran Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya. Kegiatan Pembelajaran

a.

b.

Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk tanya jawab. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa dalam seksi tanya jawab. Memberikan evaluasi Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang cerita turunnya Awatara Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (KMTT) : • Jelaskan hikmah yang dapat kamu petik dari cerita turunnya10 Awatara! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius) -

c.

3. Kegiatan Penutup

a. b. c.

d. e.

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : Gambar VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes pilihan singkat 1. Sanghyang Widhi turun ke bumi berwujud ikan maha besar disebut …. 2. Untuk menopang bumi agar tidak tenggelam akibat diputarnya gunung mandari giri, Hyang Widhi turun dalam wujud …. 3. … yaitu turunnya yang Widhi ke dunia dalam wujud babi hutan. 4. Nara Simbha yaitu awatara Hyang Widhi turun sebagai … yang membasmi kekejaman raja Hyarania kasipu yang sangat jahat. 5. Hyang Widhi turun kedunia sebagai orang kerdil disebut …. 6. Parasu Rama yaitu awatara Hyang Widhi turun sebagai Rama parasu yaitu Rama bersanjata kapak untuk membasmi …. 7. … yaitu Hyang Widhi turun sebagai sang Rama putra raja Dasa Rata dari Ayodya untuk menghancurkan kejahatan dan kelaliman yang ditimbulkan oleh raksasa Rahwana dari negara Alengka. 8. … Hyang Widhi turun sebagai Sri Krisna untuk membasmi raja Kangsa Jarasanda dan membantu Pandawa untuk menegakkan keadilan dengan membasmi Kurawa yang menginjak-injak dharma. 9. Budha awatara yaitu Hyang Widhi turun sebagai Sidharta Gautama untuk menyebarkan … dengan tujuan menuntun umat manusia mencapai kesadaran, penerangan yang sempurna atau nirwana. 10. … yaitu penjelamaan Hyang Widhi yang terakhir yang akan turun untuk membasmi penghinaan-penghinaan, pertentangan-pertentangan agama. 3. Rubrik penilaian No. 1. 2.

Kunci Jawaban Matsya Awatara Kura-kura besar

Skor 1 1

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Wahara Awatara Manusia berkepala singa Wamana Awatara Para kesatrya yang menyeleweng dari ajaran dharma Rama Awatara Krisna Awatara Ajaran Budha Kalki Awatara Jumlah Skor

1 1 1 1 1 1 1 1 10

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 10 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Cerdas

Percaya Diri

A B C D A B C D A B C D AB C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979011002

Made Susrdana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 5) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil 2. . Memahami Sapta Timira sebagai Aspek Diri yang harus Dihindari 2.1 Menguraikan pengertian Sapta Timira 2.1.1 Mengidentifikasi kitab suci Veda yang menyebutkan tentang Sapta Timira 2.1.2 Menguraikan arti kata Sapta dan Timira 2.1.3 Menguraikan pengertian Sapta Timira 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Mengidentifikasi kitab suci Veda yang menyebutkan tentang Sapta Timira (ingin tahu) 2. Menguraikan arti kata Sapta dan Timira (cerdas) 3. Menguraikan pengertian Sapta Timira (cerdas)

II.

Materi Pembelajaran 1. Kitab suci Niti Sastra IV.19 menyebutkan : Luir ning mangdadi mada ning jana surupa dhana kula kulina yowana, Sang sura len kasuran agawe wsrih manah ikang sarat kabeh, Yan wwanten sura sang Dhaneswara surupa guna dhana kulina yohana, Yan tan mada mahardhikeke pangaranya sira putusi Sang Pandita. Artinya : Yang bisa membuat mabuk adalah ketampanan, harta benda, keturunan (darah bangsawan), dan umur muda. Juga minuman keras dan keberanian bisa membuat mabuk hati manusia. Jika ada orang kaya, berwajah tampan, pandai, banyak harta, berdarah bangsawan, muda umurnya dan karena itu tidak mabuk, maka ia adalah orang utama, bijaksana, tidak ada bandingannya. 2. Sapta timira berasal dari kata sapta artinya tujuh dan timira artinya kegelapan. Sapta timira artinya tujuh macam unsur yang dapat menyebabkan manusia menjadi gelap atau awidya (bodoh).

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, tanya jawab IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Waktu (Menit) Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) ± 10’ Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang Sapta Timira Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode diskusi siswa dibagi dalam beberapa Kegiatan Pembelajaran

a. b. c.

d. e.

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

kelompok yang anggotanya 4 orang atau lebih secara heterogen. a. Eksplorasi - Menugaskan siswa untuk membaca referensi yang ada kaitannya dengan materi pelajaran - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan dibahas. b. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya secara bergantian di depan kelas. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk tanya jawab. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa dalam seksi tanya jawab. a. Memberikan evaluasi b. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang pengertiuan sapta timira c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Jelaskan tujuh unsur yang menyebabkan pikiran seseorang menjadi gelap yang disebut Sapta Timira! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. e. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 60’

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu 4. Media belajar : VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes pilihan singkat 1. Salah kitab suci yang membahas tentang sapta timira adalah …. 2. Sapta artinya …., timira artinya …. 3. Tujuh macam unsur yang dapat menyebabkan manusia menjadi gelap atau awidya disebut …. 3. Rubrik penilaian hasil belajar No. 1.

Kunci Jawaban Niti sastra IV.19

Skor 1

2. 3.

Tujuh, gelap Sapta timira

1 1 3

Jumlah Skor Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 30 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Ingin Tahu

A B C D A B C D A B C D AB C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 6) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil 2. . Memahami Sapta Timira sebagai Aspek Diri yang harus Dihindari 2.2 Menyebutkan bagian-bagian Sapta Timira 2.2.1 Menyebutkan bagian Sapta Timira ke -1 dan ke-2 (surupa, dana) 2.2.2 Menyebutkan bagian Sapta Timira ke-3 dan ke-4 (guna, kulina) 2.2.3 Menyebutkan bagian Sapta Timira ke-5 s.d. ke-7 (yowana, sura, kasuran) 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menyebutkan bagian Sapta Timira ke -1 dan ke-2 (jujur, cerdas) 2. Menyebutkan bagian Sapta Timira ke-3 dan ke-4 (jujur, cerdas) 3. Menyebutkan bagian Sapta Timira ke-5 s.d. ke-7 (jujur, cerdas)

II.

Materi Pembelajaran Bagian-bagian Sapta Timira: (SuDaGuYoSuKa) 1. Surupa artinya kegelapan yang disebabkan oleh rupa yang tampan atau cantik. 2. Dana adalah kegelapan yang disebabkan oleh kekayaan. 3. Guna adalah kegelapan yang disebabkan oleh kepandaian atau kepintaran. 4. Kulina adalah kegelapan yang disebabkan oleh keturunan atau kebangsawanan. 5. Yowana adalah kegelapan yang disebabkan oleh keremajaan. 6. Sura adalah kegelapan yang disebabkan oleh minuman keras. 7. Kasuran adalah kegelapan yang disebabkan oleh keberanian atau kemenangan.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Cooperative Script IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

2. Kegiatan Inti

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang bagianbagian Sapta Timira d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. e. Siswa dibagi untuk berpasangan secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberi materi kepada tiap siswa untuk dibaca dan dipahami tentang bagian-bagian Sapta Timira - Bersama-sama siswa menetapkan siapa yang pertama

Waktu (Menit) ±10’

± 60’

b.

c.

3. Kegiatan Penutup

a. b. c.

d. e.

berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Elaborasi - Pasangan secara bergiliran menyebutkan bagian-bagian sapta timira di depan kelas. Siswa yang menjadi pembicara menyebutkan bagian-bagian ke-1, ke-2 s.d ke -7 selengkap mungkin. Sementara pendengar : 1) menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; 2) membantu mengingat/menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. - Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Konfirmasi - Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi yang sudah dilaksanakan. - Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang bagianbagian Sapta Timira Melakukan umpan balik/evaluasi Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Tulis dan jelaskan dengan teknikmu sendiri dalam menyebutkan bagian-bagian Sapta Timira! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu 4. Media belajar : Peta konsep VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes pilihan singkat 1. Bagian sapta timira ke-1 adalah …. 2. Bagian sapta timira ke-2 adalah …. 3. Bagian sapta timira ke-3 adalah …. 4. Bagian sapta timira ke-4 adalah …. 5. Bagian sapta timira ke-5 adalah …. 6. Bagian sapta timira ke-6 adalah …. 7. Bagian sapta timira ke-7 adalah …. 3. Rubrik penilaian No. 1. 2. 3.

Kunci Jawaban Surupa artinya gelap karena rupa yang tampan atau cantik. Dana adalah gelap karena kekayaan. Guna adalah gelap karena kepandaian atau kepintaran.

Skor 1 1 1

4. 5. 6. 7.

Kulina adalah gelap karena keturunan atau kebangsawanan. Yowana adalah gelap karena keremajaan. Sura adalah gelap karena minuman keras. Kasuran adalah gelap karena keberanian atau kemenangan. Jumlah Skor

1 1 1 1 7

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 12 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Cerdas

A B C D A B C D A B C D AB C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 4 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 7) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil 2. . Memahami Sapta Timira sebagai Aspek Diri yang harus Dihindari 2.3 Menjelaskan masing-masing bagian Sapta Timira 2.3.1 Menjelaskan pengertian Surupa 2.3.2 Menjelaskan pengertian Dana 2.3.3 Menjelaskan pengertian Guna 2.3.4 Menjelaskan pengertian Kulina 2.3.5 Menjelaskan pengertian Yowana 2.3.6 Menjelaskan pengertian Sura 2.3.7 Menjelaskan pengertian Kasuran 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian Surupa (jujur, cerdas) 2. Menjelaskan pengertian Dana (jujur, cerdas) 3. Menjelaskan pengertian Guna (jujur, cerdas) 4. Menjelaskan pengertian Kulina (jujur, cerdas) 5. Menjelaskan pengertian Yowana (jujur, cerdas) 6. Menjelaskan pengertian Sura (jujur, cerdas) 7. Menjelaskan pengertian Kasuran (jujur, cerdas)

II.

Materi Pembelajaran Pengertian Sapta Timira: 1. Surupa atau kemabukan (lupa daratan) karena wajah atau rupa yang tampan, ganteng atau cantik. Kegantengan atau kecantikan seseorang kadang kala menyebabkan yang bersangkutan menjadi angkuh, sombong dan tinggi hati. Semestinya kegantengan atau kecantikan wajah dibarengi dengan perilaku yang baik, budi yang luhur. Orang yang ganteng atau cantik, hendaknya dapat mengendalikan diri dengan membuang jauh-jauh sikap dan perilaku yang tidak baik. 2. Dana atau kemabukan (lupa daratan) karena banyak mempunyai harta benda atau kekayaan. Banyaknya harta benda yang dimiliki sering kali menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, menepuk dada, angkuh dan sombong dan tidak ingat dengan teman-temannya. Pada hal kepemilikan harta benda seyogyanya dibarengi dengan dharma, perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama. Karena itu orang yang memiliki banyak harta benda seyogyanya dapat menjaga diri, tidak menepuk dada atau tidak sombong dengan harta bendanya. 3. Guna atau kemabukan (lupa daratan) karena mempunyai kepintaran atau kepandaian. Orang yang pintar juga kadang lupa diri, menganggap orang lain tidak tahu apa-apa. Orang seperti ini cenderung angkuh dan kurang disukai oleh masyarakat. Oleh karena kepandaian semestinya dibarengi dengan perbuatan yang baik, disertai dengan budi pekerti yang luhur. Kepintaran semestinya diamalkan, dipergunakan untuk maksud-maksud yang baik, sehingga dapat membantu masyarakat yang kurang mempunyai pengetahuan. 4. Kulina atau kemabukan (lupa daratan) karena keturunan. Faktor keturunan juga sering mengakibatkan orang lupa diri. Seorang keturunan bangsawan, keturunan raja, kadang kala juga menganggap remeh orang lain yang tidak seketurunan. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan bagi orang tersebut. Keturunan orang-orang terkenal, berpangkat atau bangsawan, sebaiknya mempunyai perilaku yang baik, berbudi luhur sejalan dengan ajaran agama. Mereka seharusnya dapat menjadi panutan dapat memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat sekitarnya.

5. Yowana atau kemabukan (lupa daratan) karena masa remaja atau masa muda. Anak muda

remaja karena kurang pendidikan dan pengalaman, sering kali lebih menyukai kebebasan dan hura-hura, sering kali sok jagoan dan suka berkelahi. Sebaikanya semasa masih remaja, anakanak itu diberi pendidikan agama yang memadai, diberi pelajaran mengenai etika, bagaimana harus berperilaku di dalam masyarakat, sebagaimana harus membawa diri dan lain-lain, supaya mereka dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Masa remaja adalah masa yang baik untuk mengembangkan diri menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bagi nusa dan bangsa serta agama. 6. Sura atau kemabukan (lupa daratan) karena minuman keras. Minuman keras merupakan musuh yang sangat buruk. Ia dapat membuat orang mabuk, lupa diri dan berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Karena itu manusia beragama sebaiknya menjauhi minuman keras. 7. Kasuran atau kemabukan (lupa daratan) karena merasa mempunyai keberanian. Keberanian kadang kala membuat orang lupa diri. Keberanian tanpa disertai dengan pikiran yang sehat dan baik dapat mengakibatkan kerugian atau kesulitan bagi orang lain maupun yang bersangkutan sendiri. Keberanian hendaknya selalu dilandasi oleh kebenaran dan dharma, oleh perbuatan yang luhur sesuai dengan ajaran agama. III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Cooperative Script IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

2. Kegiatan Inti

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang pengertian masing-masing bagian Sapta Timira d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. e. Siswa dibagi untuk berpasangan secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberi materi kepada tiap siswa untuk dibaca dan dipahami tentang pengertian bagian-bagian Sapta Timira - Bersama-sama siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. b. Elaborasi - Pasangan secara bergiliran menyampaikan pengertian bagianbagian sapta timira di depan kelas. Siswa yang menjadi pembicara menyampaikan pengertian bagian-bagian sapta timira. Sementara pendengar : 1) menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; 2) membantu mengingat/menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. - Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. - Masing-masing pasangan menyampaikan pengertian bagian-

Waktu (Menit) ±10’

± 60’

c.

3. Kegiatan Penutup

a. b. c.

d. e.

bagian Sapta timira sesuai permintaan guru (misalnya pasangan pertama menyampaikan tentang surupa, pasangan kedua tentang dana dan seterusnya) Konfirmasi - Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi yang sudah dilaksanakan. - Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang pengertian bagian-bagian Sapta Timira Melakukan umpan balik/evaluasi Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Jelaskan bahwa wajah rupawan, harta, kepandaian, kebangsawanan, keremajaan, miras, dan keberanian dapat membuat pikiran seseorang menjadi gelap menurut pendapatmu! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu;

http://suryadistira.blogspot.com/2008/11/sapta-timira.html 4. Media belajar

:

-

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 1. Jelaskan pengertian surupa secara singkat! 2. Jelaskan pengertian dana secara singkat! 3. Jelaskan pengertian guna secara singkat! 4. Jelaskan pengertian kulina secara singkat! 5. Jelaskan pengertian yowana secara singkat! 6. Jelaskan pengertian sura secara singkat! 7. Jelaskan pengertian kasuran secara singkat! 3. Rubrik penilaian No. 1.

2. 3.

4.

Kunci Jawaban Surupa atau kemabukan (lupa daratan) karena wajah atau rupa yang tampan, ganteng atau cantik. Jangan merasa sombong bila merasa memiliki rupa tampan atau cantik. Dana atau kemabukan (lupa daratan) karena banyak mempunyai harta benda atau kekayaan. Janganlah angkuh karena memiliki harta benda yang berlimpah. Guna atau kemabukan (lupa daratan) karena mempunyai kepintaran atau kepandaian. Orang yang pintar juga kadang lupa diri, menganggap orang lain tidak tahu apa-apa. Kulina atau kemabukan (lupa daratan) karena keturunan. Jangan lupa diri dan menganggap remeh orang lain yang tidak seketurunan. Hal ini dapat

Skor 1

1 1

1

5.

6.

7.

menimbulkan kesulitan bagi orang tersebut. Yowana atau kemabukan (lupa daratan) karena masa remaja atau masa muda. Jangan hura-hura, sering kali sok jagoan, suka berkelahi dan sebagainya yang merugikan masa depan. Sura atau kemabukan (lupa daratan) karena minuman keras. Minuman keras dapat membuat orang mabuk, lupa diri dan berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Kasuran atau kemabukan (lupa daratan) karena merasa mempunyai keberanian. Keberanian kadang kala membuat orang lupa diri. Keberanian tanpa disertai dengan pikiran yang sehat dan baik dapat mengakibatkan kerugian atau kesulitan bagi orang lain maupun yang bersangkutan sendiri. Jumlah Skor

1

1

1

7

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 12 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 8) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil Susila 2. . Memahami Sapta Timira sebagai Aspek Diri yang harus Dihindari 2.4 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Sapta Timira yang dihindari 2.4.1 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Surupa 2.4.2 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Dana 2.4.3 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Guna 2.4.4 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Kulina 2.4.5 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Yowana 2.4.6 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Sura 2.4.7 Menunjukkan contoh-contoh prilaku Kasuran 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menunjukkan contoh-contoh prilaku Surupa (ingin tahu, peduli) 2. Menunjukkan contoh-contoh prilaku Dana (ingin tahu, peduli) 3. Menunjukkan contoh-contoh prilaku Guna (ingin tahu, peduli) 4. Menunjukkan contoh-contoh prilaku Kulina (ingin tahu, peduli) 5. Menunjukkan contoh-contoh prilaku Yowana (ingin tahu, peduli) 6. Menunjukkan contoh-contoh prilaku Sura (ingin tahu, peduli) 7. Menunjukkan contoh-contoh prilaku Kasuran (ingin tahu, peduli)

II.

Materi Pembelajaran Contoh-contoh prilaku Sapta Timira: 1. Surupa - Sombong atau angkuh karena merasa diri cakep, ganteng, atau cantik - Suka menghina orang lain yang dianggapnya memiliki wajah buruk/jelek - Suka menggoda orang lain dengan kecantikan/ketampanan yang dimiliki untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. - Menghias diri secara berlebihan 2. Dana - Mencari harta benda dengan menghalalkan segala cara - Menimbun kekayaan sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri - Menggunakan kekayaan yang dimiliki hanya untuk kepentingannya sendiri - Tidak pernah memberi sedekah/derma/dana punya - Suka pamer kekayaan - Menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang menyesatkan (pesta miras, mempermainkan wanita, judi dan sebagainya). 3. Guna - Sombong atau angkuh karena merasa diri pintar/pandai - Melecehkan kemampuan orang lain - Menganggap segala sesuatu mudah, gampang, remeh - Menghina kebodohan orang lain - Kikir dengan ilmu yang dimiliki - Kepintarannya digunakan untuk kehancuran (seperti amrozy, pintar merakit bom, bomnya digunakan untuk mengebom Bali). 4. Kulina - Sombong atau angkuh karena merasa berasal dari keturunan bangsawan

Sombong atau angkuh karena orang tuanya sebagai pejabat/tokoh masyarakat/orang penting di daerahnya - Merendahkan orang lain yang dianggapnya tidak sederajat dengan keluarganya - Tidak mau bergaul dengan orang lain yang dianggapnya tidak sederajat dengan keluarganya 5. Yowana - Bermalas-malasan - Menentang nasehat orang tua - Kebut-kebutan di jalan - Suka berkelahi dan tawuran - Melanggar tata tertib yang berlaku di sekolah, di masyarakat atau di tempat lain - Senang mengganggu orang lain 6. Sura - Pesta miras - Suka minum minuman keras akibatnya syaraf terganggu, diserang berbagai macam penyakit, sesuatu yang dirahasiakannya dibongkar oleh dirinya sendiri, dapat melakukan perbuatan yang fatal. 7. Kasuran - Melakukan tindakan diluar daya nalarnya - Melakuka perbuatan nekat - Suka diadu domba karena dipuji-puji oleh orang lain -

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Kontruktivisme, inquiry, questioning, learning community, pemodelan IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

2. Kegiatan Inti

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang contohcontoh prilaku Sapta Timira d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. e. Siswa dibagi menjadi bererapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang perkelompok secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberikan masing-masing kelompok topik permasalahan yang berbeda yaitu kelompok 1 menunjukkan contoh prilaku Surupa, kelompok 2 menunjukkan contoh prilaku Dana dan demikian seterusnya sehingga semua kelompok mendapat topik permasalahan tentang contoh-contoh prilaku sapta timira. b. Elaborasi - Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memahami permasalahan, mendiskusikan, merumuskan alternatif pemecahan masalah, menyimpulkan, dan mengambil keputusan untuk memecahkan permasalahan

Waktu (Menit) ±10’

± 60’

c.

3. Kegiatan Penutup

a. b. c.

d. e.

tersebut. - Masing-masing kelompok secara bergantian menyampaikan hasil diskusi dalam pemecahan masalahnya, dan kelompok lain menanggapi sehingga ditemukan kesepakatan di antara semua kelompok. - Memberi penjelasan tentang contoh-contoh prilaku Sapta Timira - Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum jelas atau belum dipahami. - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang contohcontoh prilaku Sapta Timira. Konfirmasi - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang contohcontoh prilaku Sapta Timira ( refleksi). Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang contohcontoh prilaku Sapta Timira Melakukan umpan balik/evaluasi Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Amati dan sebutkan contoh-contoh prilaku Sapta Timira yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di daerah tempat tinggalmu! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu 4. Media belajar : VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes pilihan ganda 1. Bermake-up atau bersolek berlebihan merupakan contoh prilaku …. a. kasuran b. surupa c. dana d. sura 2. Contoh prilaku dana di bawah ini kecuali …. a. Suka judi b. Suka main wanita c. Suka berdana punya d. Pamer kekayaan 3. Mesia tidak mau memberi tahu temannya yang bertanya, padahal dia tahu jawabannya. Prilaku Mesia termasuk contoh prilaku ….

a. guna b. kulina c. yowana d. sura Gst. Ayu tidak mau bergaul dengan Ketut Darma. Gst. Ayu telah berprilaku …. a. surupa b. guna c. kulina d. sura 5. Si Malen knalpot sepeda motornya dibedel dan suka ngebut. Menurut anda prilaku si Malen merupakan contoh prilaku …. a. kasuran b. sura c. surupa d. yowana 6. Contoh prilaku Sura di bawah ini adalah …. a. Andi malas belajar b. Indra kalah 100 ribu dalam main ceki c. Riski suka meremehkan kemampuan d. Gobler dkk pesta tuak, arak Cintya omongannyapun ngelantur 7. Karena Dursana dipuji-dipuji tentang kehebatan dan keberaniannya. Dursana memukul Dharma. Dharma yang dipukul oleh Dursana adalah korban dari prilaku …. a. surupa b. kasuran c. sura d. yowana 3. Rubrik penilaian 4.

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kunci Jawaban B C A C D D B Jumlah Skor

Skor 1 1 1 1 1 1 1 7

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 12 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Peduli

A B C D A B C D A B C D

1. 2. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A B C D

= MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 9) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: : : : : :

Indikator

:

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil Susila 2. . Memahami Sapta Timira sebagai Aspek Diri yang harus Dihindari 2.5 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Sapta Timira 2.5.1 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Surupa 2.5.2 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Dana 2.5.3 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Guna 2.5.4 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Kulina 2.5.5 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Yowana 2.5.6 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Sura 2.5.7 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Kasuran 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Surupa (patuh pada aturan sosial, peduli) 2. Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Dana (patuh pada aturan sosial, peduli) 3. Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Guna (patuh pada aturan sosial, peduli) 4. Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Kulina (patuh pada aturan sosial, peduli) 5. Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Yowana (patuh pada aturan, peduli) 6. Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Sura (patuh pada aturan sosial, peduli) 7. Melakukan upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Kasuran (patuh pada aturan sosial, peduli)

II.

Materi Pembelajaran Upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Sapta Timira secara khusus: 1. Upaya-upaya menghindari agar kita tidak mabuk karena rupa tampan atau cantik (surupa): - Kita harus mensyukuri dianugrahi ketampanan atau kecantikan oleh Ida Sanghyang Widhi Wasa - Menyadari bahwa ketampanan dan kecantikan itu tidak kekal - Ketampanan atau kecantikan yang dimiliki harus disertai dengan budi pekerti yang luhur (tidak sombong atau angkuh, tidak playboy/play girl, setia sama pasangan hidup, tidak jual diri, dan sebagainya). 2. Upaya-upaya menghindari agar kita tidak mabuk karena harta (dana): - Mencari harta atas dasar dharma - Menyadari bahwa harta yang dimiliki merupakan anugerah Hyang Widhi yang patut disyukuri - Sesuai dengan ajaran agama bahwa harta yang dimiliki dalam penggunaannya dibagi tiga, yaitu : 1) satu bagian untuk beryadnya atau bersedekah; 2) satu bagian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; dan 3) satu bagian lagi untuk persiapan hidup masa depan dengan cara menabung. 3. Upaya-upaya menghindari agar kita tidak mabuk karena kepandaian (guna) :

- Menggunakan kepandaian untuk hal-hal yang baik dan benar, seperti : menolong orang agar bisa terbebas dari kebodohan dengan mengusahakan belajar bersama, menciptakan lapangan pekerjaan) - Jangan merasa sombong karena merasa diri pandai - Menyadari bahwa masih ada orang lain yang lebih pandai daripada diri kita. 4. Upaya-upaya menghindari agar kita tidak mabuk karena keturunan (kulina) : - Menyadari bahwa Ida Sanghyang Widhi menilai seseorang bukan karena keturunannya, tetapi yang dinilai adalah dharma baktinya. - Menyadari pula bahwa orang akan menilai seseorang bukan karena dari keturunan bangsawan, pejabat atau lainnya tetapi yang dinilainya adalah prilakunya. - Menyadari bahwa keturunan bukan jaminan bagi kita untuk mendapat penghargaan dan penghormatan dari orang lain. - Oleh sebab itu jangan sombong atau angkuh dengan mengangap orang lain lebih rendah dari diri kita. 5. Upaya-upaya menghindari agar kita tidak mabuk karena keremajaan (yowana) : - Memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, ketajaman pikiran untuk melakukan kegiatankegiatan yang positif (baik) seperti : bekerja keras, tekun belajar, taat beribadah, mengisi diri dengan hal-hal positif, misalnya suka berolah raga, belajar menabuh, menari, main musik dan sebagainya yang berguna bagi masa depan. - Menyadari bahwa sombong atau angkuh akan keremajaan akan dapat mendorong orang untuk berbuat yang tidak baik terhadap dirinya sendiri. - Tetapkan hati dan jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menjerumuskan. 6. Upaya-upaya menghindari agar kita tidak mabuk karena minuman keras (sura) : - Jauhi minum-minuman keras - Kendalikan diri dari pengaruh minuman keras - Jangan ikut bergaul dengan atau jauhi orang-orang yang sedang minum minuman keras - Ingat selalu kepada Sanghyang Widhi. 7. Upaya-upaya menghindari agar kita tidak mabuk karena keberanian (kasuran) : - Menyadari bahwa keberanian diperlukan untuk menghadapi kenyataan hidup yang penuh lika-liku. - Jangan gunakan keberanian yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak baik, seperti : 1) jangan berani melawan orang tua; 2) jangan berani melanggar hukum, tata tertib dan sebagainya; 3) berani merusak fasilitas umum. Upaya-upaya untuk menghindari dampak negatif Sapta Timira secara umum: Dapat dihindari dengan Panca H yaitu : 1. Hening artinya mengheningkan pikiran. 2. Heneng artinya menenangkan pikiran. 3. Henung artinya menerenugkan kesalahan yang pernah diperbuat. 4. Heling artinya selalu mengingat ajaran kebenaran. 5. Hawas artinya selalu waspada. III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Kontruktivisme, inquiry, questioning, learning community, pemodelan IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi :

Waktu (Menit) ±10’

d. e. 2. Kegiatan Inti

a.

b.

c.

3. Kegiatan Penutup

a. b. c.

d. e.

Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang upayaupaya menghindari dampak negatif Sapta Timira. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. Siswa dibagi menjadi bererapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang perkelompok secara heterogen. Eksplorasi - Memberikan masing-masing kelompok topik permasalahan yang berbeda yaitu kelompok 1 menyebutkan dan menjelaskan upaya-upaya menghindari dampak negatif Surupa, kelompok 2 menyebutkan dan menjelaskan upayaupaya menghindari dampak negatif Dana dan demikian seterusnya sehingga semua kelompok mendapat topik permasalahan tentang upaya-upaya menghindari dampak negatif sapta timira. Elaborasi - Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memahami permasalahan, mendiskusikan, merumuskan alternatif pemecahan masalah, menyimpulkan, dan mengambil keputusan untuk memecahkan permasalahan tersebut. - Masing-masing kelompok secara bergantian menyampaikan hasil diskusi dalam pemecahan masalahnya, dan kelompok lain menanggapi sehingga ditemukan kesepakatan di antara semua kelompok. - Memberi penjelasan tentang upaya-upaya menghindari dampak negatif Sapta Timira - Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum jelas atau belum dipahami. - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang upayaupaya menghindari dampak negatif Sapta Timira. Konfirmasi - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang upayaupaya menghindari dampak negatif Sapta Timira ( refleksi). Merangkum hasil pengalaman belajar siswa upaya-upaya menghindari dampak negatif Sapta Timira Melakukan umpan balik/evaluasi Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Jelaskan upaya-upaya yang kamu lakukan dalam mengatasi dampak negatif Sapta Timira yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di daerah tempat tinggalmu! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 60’

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu 4. Media belajar : VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes pilihan ganda 1. Patut kita bersyukur karena telah dianugerahi wajah tampan atau cantik merupakan upaya menghindari dampak negatif dari …. a. kasuran b. surupa c. dana d. sura 2. Di bawah ini adalah contoh upaya menghindari dampak negatif dana adalah …. a. bergaul dengan siapa saja b. belajar dengan tekun agar sukses c. melakukan dana punya d. tidak melawan orang tua 3. Mau belajar bersama dengan teman kelompok merupakan upaya menghindari dampak negatif dari …. a. guna b. kulina c. yowana d. kasuran 4. Tidak merendahkan orang lain dan mau bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan asal-usulnya merupakan contoh prilaku yang baik dalam upaya menghindari dampak negatif dari …. a. surupa b. guna c. kulina d. sura 5. Satya siswa kelas IX, dia rajin belajar, mandiri, suka membantu orang tua, tidak suka bolos, rajin sembahyang. Apa yang telah Satya lakukan merupakan upaya-upaya dalam menghindari dampak negatif dari …. a. surupa b. guna c. kulina d. yowana 6. Gede Sulastra bila diajak teman-temannya untuk minum tuak, dia selalu menolak dan berdoa kepada Hyang Widhi agar terhindar dari pengaruh miras. Prilaku Gede Sulastra termasuk upaya-upaya dalam hal …. a. menjadikan dirinya agar kaya b. menghindari dampak negatif yowana c. menjadikan pikiran suci d. menghindari dampak negatif sura 7. Yang perlu dilakukan dalam upaya menghindari dampak negatif kasuran adalah …. a. rajin menabung untuk masa depan b. berani menanggung resiko terhadap apa yang telah dilakukan c. tidak meremehkan kemampuan d. menjauhi minuman keras orang lain 8. Hening merupakan bagian Panca H yang dapat digunakan dalam upaya menghindari dampak negatif sapta timira. Hening artinya …. a. Selalu waspada b. menenangkan pikiran c. mengheningkan pikiran d. mengistirahatkan pikiran 9. … artinya merenungkan tentang kesalahan yang telah diperbuat merupakan upaya menghindari dampak negatif sapta timira. a. hening b. heneng c. heling d. henung 10. Hawas dalam Panca H artinya …. a. selalu waspada b. menenangkan pikiran c. mengheningkan pikiran d. mengistirahatkan pikiran 3. Rubrik penilaian No. 1. 2.

Kunci Jawaban B C

Skor 1 1

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

A C D D B C D A Jumlah Skor

1 1 1 1 1 1 1 1 10

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 10 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Patuh pd Aturan Sosial

Peduli

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 10) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: : : : : :

Indikator

:

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil Sejarah Agama Hindu Mengetahui Keberadaan Kerajaan Hindu di Indonesia 3. 3.1 Menguraikan puncak kejayaan dan runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia 3.1.1 Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Kalimantan Timur (Kutai) 3.1.2 Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Jawa Barat (Tarumanegara) 3.1.3 Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Jawa Tengah (Mataram) 3.1.4 Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Jawa Timur (Majapahit) 3.1.5 Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Bali (Gelgel) 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Kutai (ingin tahu, cerdas) 2. Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Tarumanegara (ingin tahu, cerdas) 3. Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Mataram (ingin tahu, cerdas) 4. Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Majapahit (ingin tahu, cerdas) 5. Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Gelgel (ingin tahu, cerdas)

II.

Materi Pembelajaran 1. Kerajaan Kutai Kutai atau Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Puncak kejayaan : Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Puncak keruntuhan : Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. 2. Kerajaan Tarumanegara Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Puncak kejayaan : Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati ditemukan diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon. Runtuh atau berakhirnya :

Tarumanagara hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. 3. Kerajaan Mataram Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8, kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Para raja kerajaan dari dinasti Sanjaya dan Sailendra ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11 akibat kekacauan politik yang disebabkan oleh kerajaan Sriwijaya. 4. Kerajaan Majapahit 1350-1389 - Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan di asia tenggara bahkan jazirah Malaya sesuai dengan "Sumpah Palapa" yang menyatakan bahwa Gajah Mada menginginkan Nusantara bersatu. 1478 Majapahit runtuh akibat serangan Demak. Kota ini berangsur-angsur ditinggalkan penduduknya, tertimbun tanah, dan menjadi hutan jati. 5. Kerajaan Gelgel (Bali) Kebesaran kerajaan Hindu di Bali dipimpin oleh keluarga Warmadewa dengan rajanya yang terkenal adalah Dharmodayana (Udayana) dengan permaisurinya Mahendradatta (Gunapriya Dharmapatni). Setelah Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit, Bali diperintah oleh Dinasti Dalem dengan puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Kontruktivisme, inquiry, questioning, learning community, pemodelan IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

2. Kegiatan

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang puncak kejayaan dan runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. e. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 4 orang atau lebih perkelompok secara heterogen. a. Eksplorasi

Waktu (Menit) ±10’

± 60’

Inti

b.

c.

3. Kegiatan Penutup

Memberikan masing-masing kelompok topik permasalahan yang berbeda yaitu kelompok 1 menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Kutai, kelompok 2 Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Tarumanegara, kelompok 3 Menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Mataram, kelompok 4 menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Majapahit, dan kelompok 5 menguraikan puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Bali (Gelgel). Elaborasi - Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memahami permasalahan, mendiskusikan, merumuskan alternatif pemecahan masalah, menyimpulkan, dan mengambil keputusan untuk memecahkan permasalahan tersebut. - Masing-masing kelompok secara bergantian menyampaikan hasil diskusi dalam pemecahan masalahnya, dan kelompok lain menanggapi sehingga ditemukan kesepakatan di antara semua kelompok. - Memberi penjelasan tentang puncak kejayaan dan runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia - Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum jelas atau belum dipahami. - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang puncak kejayaan dan runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia Konfirmasi - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang puncak kejayaan dan runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia ( refleksi). Merangkum hasil pengalaman belajar siswa puncak kejayaan dan runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia Melakukan umpan balik/evaluasi Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Uraikan secara singkat inti dari puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius) -

a. b. c.

d. e.

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi

± 10’

3. Sumber belajar :

4. Media belajar

:

Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu; http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_pada_era_kerajaan_Hind u-Buddha -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes isian 1. Kerajaan Kutai mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan …. 2. … adalah raja kerajaan Tarumanegara yang paling terkenal diantara raja-raja lainnya. 3. Puncak kejayaan kerajaan Mataram terjadi pada masa pemerintahan …. 4. Kerajaan … mengalami kejayaan pada pemerintahan Hayam Wuruk dengan Mahapatihnya …. 5. Kerajaan Gelgel di Bali mengalami kejayaan pada masa pemerintahan …. 3. Rubrik penilaian No. 1. 2. 3.

Kunci Jawaban Mulawarman Purnawarman Sanjaya

Skor No. Kunci Jawaban 1 4. Majapahit, Gajah Mada 1 5. Dalem Waturenggong 1 Jumlah Skor

Skor 1 1 5

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 20 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

4. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A B C D

= MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 11) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil Sejarah Agama Hindu Mengetahui Keberadaan Kerajaan Hindu di Indonesia 3. 3.2 Menjelaskan sebab-sebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia 3.2.1 Mengidentifikasi sebab-sebab runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia 3.2.2 Menyebutkan sebab-sebab runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia 3.2.3 Menjelaskan sebab-sebab runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Mengidentifikasi sebab-sebab runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia (ingin tahu) 2. Menyebutkan sebab-sebab runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia (cerdas) 3. Menjelaskan sebab-sebab runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia (cerdas)

II.

Materi Pembelajaran Sebab-sebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia : 1. Terdesaknya kerajaan-kerajaan sebagai akibat munculnya kerajaan yang lebih besar dan lebih kuat. 2. Tidak ada kaderisasi, seperti yang terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Majapahit. 3. Berlangsungnya perang saudara yang justru melemahkan kekuasaan kerajaan seperti yang terjadi pada kerajaan Syailendra dan Majapahit. 4. Banyak daerah yang melepaskan diri akibat lemahnya pengawasan pemerintahan pusat dan raja-raja bawahan membangun sebuah kerajaan yang merdeka serta tidak terikat oleh pemerintahan pusat. 5. Kemunduran ekonomi dan perdagangan. Akibat kelemahan pemerintah pusat maka masalah perekonomian dan perdagangan diambil alih para pedagang melayu dan Islam. 6. Tersiarnya agama dan budaya Islam, yang dengan mudah diterima para adipati di daerah pesisir.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Kontruktivisme, inquiry, questioning, learning community, pemodelan IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang sebabsebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.

Waktu (Menit) ±10’

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

e. Siswa dibagi menjadi bererapa kelompok yang terdiri dari 4 orang atau lebih perkelompok secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberikan masing-masing kelompok topik permasalahan yang sama yaitu tentang sebab-sebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia b. Elaborasi - Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memahami permasalahan, mendiskusikan, merumuskan alternatif pemecahan masalah, menyimpulkan, dan mengambil keputusan untuk memecahkan permasalahan tersebut. - Masing-masing kelompok secara bergantian menyampaikan hasil diskusi dalam pemecahan masalahnya, dan kelompok lain menanggapi sehingga ditemukan kesepakatan di antara semua kelompok. - Memberi penjelasan tentang sebab-sebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia - Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum jelas atau belum dipahami. - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang sebab-sebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia c. Konfirmasi - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang sebab-sebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia ( refleksi). a. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa sebab-sebab keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia b. Melakukan umpan balik/evaluasi c. Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Sebutkan dan jelaskan nilai-nilai yang dapat dipetik dari sebab runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia untuk dapat melaksanakan kewajiban sebagai umat beragama dan warga negara di era sekarang dan ke depan! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. e. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

± 60’

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX,

4. Media belajar

:

Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 1. Sebutkan sebab-sebab runtuh kerajaan Hindu di indonesia ! 3. Rubrik penilaian No. 1. a. b. c. d. e. f.

Kunci Jawaban Sering terjadi perebutan kekuasaan Tidak ada kaderisasi Terjadinya perang saudara Kurangnya pengawasan kerajaan pusat terhadap kerajaan-kerajaan bawahan Kemunduran ekonomi dan perdagangan Datangnya pengaruh budaya dan agama Islam Jumlah Skor

Skor 1 1 1 1 1 1 6

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 15 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

4. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 12) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: : : : : :

Indikator

:

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Ganjil Sejarah Agama Hindu Mengetahui Keberadaan Kerajaan Hindu di Indonesia 3. 3.3 Mengambil hikmah dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia 3.3.1 Menjelaskan hikmah kejayaan kerajaan Hindu di Indonesia 3.3.2 Menjelaskan hikmah keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia 3.3.3 Mengambil hikmah kejayaan kerajaan Hindu di Indonesia 3.3.4 Mengambil hikmah keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menjelaskan hikmah kejayaan kerajaan Hindu di Indonesia (cerdas) 2. Menjelaskan hikmah keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia (cerdas) 3. Mengambil hikmah kejayaan kerajaan Hindu di Indonesia (santun) 4. Mengambil hikmah keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia (santun)

II.

Materi Pembelajaran Mengambil hikmah dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di indonesia Mencermati paparan sejarah dapatlah diketahui masa kejayaan Kerajaan Hindu Majapahit yang dapat kita jadikan sebagai suatu cerminan kebanggaan masyarakat Hindu yang telah melahirkan karya-karya sastra, bangunan-bangunan suci, karya-karya seni dan sistem pemerintahan yang sangat terkenal sampai ke manca negara sebagai peninggalan sejarah yang tetap terpelihara hingga saat ini. Hal tersebut menunjukkan suatu kehebatan Hindu yang patut diteladani. Suatu kemunduran yang menyebabkan keruntuhan Majapahit merupakan pelajaran bagi generasi Hindu sekarang untuk mencermati dan menganalisis serta mengambil hikmah di balik semua itu. Analisis keruntuhan tersebut sebagai suatu bukti kerapuhan keyakinan, kurangnya perhatian pemimpin, rasa keadilan penguasa yang tidak seimbang, rasa persaudaraan lemah, pembinaan rasa persatuan, politik, sosial, ekonomi dan budaya serta pertahanan keamanan yang terus menerus terabaikan karena kondisi internal keluarga penguasa yang tak terkendali untuk merebut tampuk pemerintahgan.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : CTL 2. Model Pembelajaran :3. Metode Pembelajaran : Kontruktivisme, inquiry, questioning, learning community, pemodelan IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang hikmah

Waktu (Menit) ±10’

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. e. Siswa dibagi menjadi bererapa kelompok yang terdiri dari 4 orang atau lebih perkelompok secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberikan masing-masing kelompok topik permasalahan yang sama hikmah dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia b. Elaborasi - Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk memahami permasalahan, mendiskusikan, merumuskan alternatif pemecahan masalah, menyimpulkan, dan mengambil keputusan untuk memecahkan permasalahan tersebut. - Masing-masing kelompok secara bergantian menyampaikan hasil diskusi dalam pemecahan masalahnya, dan kelompok lain menanggapi sehingga ditemukan kesepakatan di antara semua kelompok. - Memberi penjelasan tentang hikmah dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia - Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum jelas atau belum dipahami. - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang hikmah dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia c. Konfirmasi - Menjelaskan materi-materi yang ditanyakan siswa (yang belum dipahami siswa). - Memfasilitasi siswa untuk menghubungkan hasil diskusi yang merupakan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan pengetahuan baru yang diberikan tentang hikmah dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia ( refleksi). a. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa hikmah dari kejayaan dan keruntuhan kerajaan Hindu di Indonesia b. Melakukan umpan balik/evaluasi c. Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Jelaskan hikmah yang dapat dipetik dari runtuhnya kerajaan Hindu di Indonesia dalam menjalani kehidupan beragama pada masa sekarang ini! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. e. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om” (religius)

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi

± 60’

± 10’

3. Sumber belajar :

4. Media belajar

:

Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Midastra I Wayan, dkk; Denpasara : Widya Dharma, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu; Niti Sastra; Etika dan Pengendalian Diri dalam Agama Hindu -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tulis 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 1. Jelaskan hikmah yang dapat diambil dari kejayaan kerajaan Majapahit! 2. Jelaskan hikmah yang dapat diambil dari runtuhnya kerajaan Majapahit! 3. Rubrik penilaian No. 1. 2.

Kunci Jawaban Meneladani atau mencontoh dari kehebatan kerajaan Majapahit untuk dapat berkreasi dan menciptakan karya-karya sastra yang lebih baik lagi. Tidak meniru hal-hal yang mengakibatkan runtuhnya kerajaan Hindu Majapahit tersebut . kita harus berhati-hati dalam berpikir, berkata, maupun berbuat. Jumlah Skor

Skor 1 1 2

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 50 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 0 - 54

= kurang = sangat kurang

4. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Santun

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE – 13)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : :

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Budaya 4. Memahami Dharma Gita dalam Bhagawadgita dan Sarasamuscaya

: :

Alokasi Waktu

:

4.1 Mendemontra-sikan sloka dalam Bhagawadgita 4.1.1 Mengidentifikasi sloka-sloka Bhagawadgita sebagai Dharma Gita 4.1.2 Membaca sloka Bhagawadgita III.8 4.1.3 Membaca sloka Bhagawadgita III.11 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Mengidentifikasi sloka-sloka Bhagawadgita sebagai Dharma Gita (ingin tahu) 2. Membaca sloka Bhagawadgita III.8 (menghargai keberagaman) 3. Membaca sloka Bhagawadgita III.12 (menghargai keberagaman)

II.

Materi Pembelajaran 1. Sloka adalah bagian ayat atau bait dari kitab suci yang dibaca dengan menggunakan irama mantra dimana isinya mengandung pujaan-pujaan dan kemahakuasaan Sanghyang Widhi. Di dalam kitab suci Bhagawadgita terdiri dari bait-bait yang merupakan sloka sebagai dharmagita. 2. Sloka BG III.8 Niyatam kuru karma tvam Karma jyato hy akarmanah Sarirayatra pi cha te Na prasidhyed akarmanah. 3. Sloka BG III.11 Isthan bhogan hi vo deva Dasyante yajna-bhavitah Tair dattan apradayaibhyo Yo bhunkte stena eva sah

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran :

Demonstration (demonstrasi)

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang pengertian Dharmagita d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran

Waktu (Menit) ± 5’

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

V.

a. Eksplorasi - Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai - Menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan - Menyiapkan alat yang diperlukan yaitu tape recorder dan kaset - Menugaskan semua siswa untuk mendengarkan secara seksama contoh pembacaan sloka Bhagawadgita b. Elaborasi - Menuntun siswa untuk memahami tentang sloka yang merupakan dharmagita - Memberi kesempatan kepada siswa mencoba mendemontrasikan pembacaan sloka yang seperti yang telah didengarnya - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan kesulitan pembacaan yang dihadapinya. - Menunjuk salah seorang siswa untuk mendonstrasikan pembacaan sloka BG III.8, 11 secara bergantian - Siswa yang lainnya yang belum dapat giliran memperhatikan demonstrasi dan menganalisanya. - Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalamannya kemudian didemontrasikan. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang demonstrasi. a. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang pembacaan sloka Bhagawadgita b. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Membaca sloka-sloka yang lain dalam kitab Bhagawadgita! c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan d. berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius)

± 65’

± 10’

Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, kaset dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, buku Upadesa, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Kitab Suci Bhagawadgita 4. Media belajar : Tape Recorder/wireless, kaset

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Unjuk kerja, Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Demontrasikan pembacaan sloka BG III. 8 dan 11 Rubrik penilaian hasil belajar No. 1. 2. 3.

Aspek Penilaian Wiraga : penampilan Wirasa : penghayatan, ketepatan pengucapan kata Wirama : nada Jumlah Skor

Skor 2 2 2 6

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 15 Kriteria penilaian: 90 - 100 = sangat baik 55 - 64 = kurang 80 - 89 = baik 0 - 54 = sangat kurang 65 - 79 = cukup 4. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Menghargai Keberagaman

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 14)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Budaya 4. Memahami Dharma Gita dalam Bhagawadgita dan Sarasamuscaya 4.2 Mendemontra-sikan Palawakya dalam Sarasamuscaya 4.2.1 Mengidentifikasi Palawakya dalam Sarasamuscaya sebagai Dharma Gita 4.2.2 Membaca Palawakya Sarasamuscaya 4 4.2.3 Membaca Palawakya Sarasamuscaya 32 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Mengidentifikasi Palawakya dalam Sarasamuscaya sebagai Dharma Gita (ingin tahu) 2. Membaca Palawakya Sarasamuscaya 4 (menghargai keberagaman) 3. Membaca Palawakya Sarasamuscaya 32 (menghargai keberagaman)

II.

Materi Pembelajaran 1. Palawakya : suatu bacaan terjemahan sloka dengan irama tertentu, dengan menggunakan bahasa jawa kuno. 2. Palawakya Sarasamuscaya 4 Iyam hi yonih prathama, yam prapya jagatipate, Atmanam çakyate tratum, karmabhih subhalaksanaih. Apan iking dadi wwang, uttama juga ya, nimittaning mangkana, wênang ya tumulung awaknya sangkeng sangsāra, makasādhanang çubhakarma, hinganing kottamaning dadi wwang ika. 3. Palawakya Sarasamuscaya 32 A dhunagrannivarttante jnatayah saha bandhavih, yena taih saha genvyam tat karmma sukrtam kuru. Apanikang kadang warga rakwa, ring tunwan hingan ikan pangatêrakên, kunang ikang tumūt, sahāyanikang dadi hyang ring paran, gawenyā çubhāçubha juga, matangnyan prihêna tiking gawe hayu, sahāyanta anuntunakena ri pöna dlāha.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran :

Demonstration (demonstrasi)

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Waktu (Menit) ± 5’

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

V.

c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang d. pengertian Palawakya Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran a. Eksplorasi - Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai - Menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan - Menyiapkan alat yang diperlukan yaitu tape recorder dan kaset - Menugaskan semua siswa untuk mendengarkan secara seksama contoh pembacaan palawakya Sarasamuscaya b. Elaborasi - Menuntun siswa untuk memahami tentang palawakya yang merupakan dharmagita - Memberi kesempatan kepada siswa mencoba mendemontrasikan pembacaan sloka yang seperti yang telah didengarnya - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan kesulitan pembacaan yang dihadapinya. - Menunjuk salah seorang siswa untuk mendonstrasikan pembacaan palawakya SS.4 dan 32 secara bergantian - Siswa yang lainnya yang belum dapat giliran memperhatikan demonstrasi dan menganalisanya. - Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalamannya kemudian didemontrasikan. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang demonstrasi. a. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang pembacaan palawakya Sarasamuscaya b. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) :  Membaca Palawakya yang lain dalam Sarasamuscaya c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan d. berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius)

± 65’

± 10’

Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, kaset dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, buku Upadesa, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Kitab Suci Bhagawadgita 4. Media belajar : Tape Recorder/wireless, kaset

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Unjuk kerja, Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Demontrasikan pembacaan palawakya SS.4 dan 32! 4. Rubrik penilaian hasil belajar No. 1.

Aspek Penilaian Wiraga : penampilan

Skor 2

2. 3.

Wirasa : penghayatan, ketepatan pengucapan kata Wirama : nada Jumlah Skor

2 2 6

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 15 Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 = kurang 0 - 54 = sangat kurang

5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Menghargai Keberagaman

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE – 15) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Yadnya 5. Memahami Hakekat Yadnya 5.1 Menyebutkan sumber dan dasar hukum Yadnya 5.1.1 Mengidentifikasi sumber dan dasar hukum Yadnya 5.1.2 Menyebutkan sumber dan dasar hukumYadnya 5.1.3 Menjelaskan isi sloka Bhagawadgita IX.20 dan III.24 sebagai salah satu sumber dan dasar hukum Yadnya 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Mengidentifikasi sumber dan dasar hukum Yadnya (ingin tahu) 2. Menyebutkan sumber dan dasar hukumYadnya (cerdas) 3. Menjelaskan isi sloka Bhagawadgita IX.20 dan III.24 sebagai salah satu sumber dan dasar hukum Yadnya (cerdas)

II.

Materi Pembelajaran 1. Berdasarkan hakikat yadnya sebagai suatu kewajiban atau dharma, maka sumber dan dasar hukum Yadnya adalah kitab suci Weda yaitu Weda Sruti dan Weda Smerti. a. Weda Sruti 1. Bagian mantra (Catur Weda Samhita) 2. Bagian Brahmana/karma kanda 3. Bagian Upanisad/Aranyaka/jnana kanda b. Weda Smerti - Kelompok Vedangga a. Siksa : phonnetik/irama mantra b. Wyakarana : tata bahasa c. Chanda : lagu d. Nirukta : sinonim & anonim e. Jyotisa : astronomi f. Kalpa : ritual - Kelompok Upaveda a. Purana : cerita kebiasaan-kebiasaan yang berlaku pada jaman dulu b. Itihasa : sejarah kepahlawanan c. Artha Sastra/Niti Sastra/Raja Darma/Danda Niti d. Ayur Veda : ilmu kedokteran e. Gandharwa Veda : cabang seni * Pancama Veda : Bhagawadgita 2. Bhagawadgita IX.20 : Trai-vidya mam soma-pah puta-papa Yajnair istva svar-gatim prarthayante Te punyam asadya surendra-lokam Asnanti divyan divi deva bogan.

Artinya : Ia yang mengetahui ketiga kitab Veda, peminm sari soma, dibersihkan dari dosa , yang memuja-Ku dengan pengorbanan, memohon jalan menuju ke sorga, tiba di Indraloka dan menikmati kesenangan surgawi dari para Dewa di surga. 3. Bhagawadgita III.24 : Utsidenyur ime loka Na kuryan karma ced aham Samkarasya ca karta syam Upahanyam imah prajah Artinya : jika Aku berhenti bekerja maka ketiga dunia ini akan hancur lebur dan Aku akan menjadi pencipta dari penghidupan yang teratur dan Aku akan merusak rakyat ini. III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran : Cooperative Script IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang Sumber dan dasar hukum Yadnya. d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. e. Siswa dibagi untuk berpasangan secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberi materi kepada tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan tentang Sumber dan dasar hukum Yadnya. - Bersama-sama siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. b. Elaborasi - Siswa yang menjadi pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : 1) menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; 2) membantu mengingat/menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. - Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Sertakan lakukan seperti di atas.. c. Konfirmasi - Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi yang sudah dilaksanakan. - Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi. a. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang bagianbagian Sad Ripu b. Melakukan umpan balik/evaluasi c. Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) :

Waktu (Menit) ± 5’

± 65’

± 10’



Jelaskan kitab suci Weda sebagai sumber dan dasar pelaksanaan Yadnya! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan e. berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius) V.

Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes uraian; Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Apa yang menjadi sumber dan dasar hukum Yadnya? 2. Sebutkan sumber dan dasar hukumYadnya! 3. Jelaskan isi sloka Bhagawadgita IX.20 dan III.24 sebagai salah satu sumber dan dasar hukum Yadnya! 4. Rubrik penilaian hasil belajar No. 1. 2. 3.

Kunci Jawaban KItab suci Weda a. Weda Sruti b. Weda Smerti a. Ia yang mengetahui ketiga kitab Veda, peminm sari soma, dibersihkan dari dosa , yang memuja-Ku dengan pengorbanan, memohon jalan menuju ke sorga, tiba di Indraloka dan menikmati kesenangan surgawi dari para Dewa di surga. b. Jika Aku berhenti bekerja maka ketiga dunia ini akan hancur lebur dan Aku akan menjadi pencipta dari penghidupan yang teratur dan Aku akan merusak rakyat ini. Jumlah Skor

Skor 1 1 2

4

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 25

Kriteria penilaian: 90 - 100 = sangat baik 55 - 64 = kurang 80 - 89 = baik 0 - 54 = sangat kurang 65 - 79 = cukup 5. Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan

Ket

perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 16)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : : :

Alokasi Waktu

:

I.

II.

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Yadnya 5. Memahami Hakekat Yadnya 5.2 Menjelaskan tingkatan-tingkatan pelaksanaan Yadnya 5.2.1 Mengidentifikasi bahan-bahan yang dipergunakan dalam upakara Yadnya 5.2.2 Menjelaskan tingkatan-tingkatan pelaksanaan Yadnya ditinjau dari segi kuantitas upacara/upakara 5.2.3 Menjelaskan tingkatan-tingkatan pelaksanaan Yadnya ditinjau dari segi kualitasnya 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat :  Mengidentifikasi bahan-bahan yang dipergunakan dalam upakara Yadnya (ingin tahu)  Menjelaskan tingkatan-tingkatan pelaksanaan Yadnya ditinjau dari segi kuantitas upacara/upakara (cerdas)  Menjelaskan tingkatan-tingkatan pelaksanaan Yadnya ditinjau dari segi kualitasnya (cerdas) Materi Pembelajaran 1. Bahan-bahan yang dipergunakan dalam upakara yadnya : a. Patram yaitu daun-daunan b. Puspam yaitu bunga c. Phalam yaitu buah-buahan d. Toyam yaitu air 2. Tingkatan pelaksanaan Yadnya dari segi kuantitas upacara/upakara : a. Kanista (kecil) b. Madya (sedang) c. Uttama (besar) 3. Tingkatan yadnya dari segi kualitas : a. Tamasika Yadnya b. Rajasika Yadnya c. Satwika Yadnya

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran : Cooperative Script IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Waktu (Menit) a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) ± 5’ b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang Kegiatan Pembelajaran

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

V.

Tingkatan pelaksanaan Yadnya d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran. e. Siswa dibagi untuk berpasangan secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberi materi kepada tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan tentang Tingkatan pelaksanaan Yadnya - Bersama-sama siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. b. Elaborasi - Siswa yang menjadi pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : 1) menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; 2) membantu mengingat/menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. - Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Sertakan lakukan seperti di atas.. c. Konfirmasi - Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi yang sudah dilaksanakan. - Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi. a. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang Tingkatan pelaksanaan Yadnya b. Melakukan umpan balik/evaluasi c. Melaksanakan Kegiatan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (PT) : • Buatlah contoh upakara Dewa Yadnya yang tergolong tingkatan Yadnya Kanista, Madya, dan Uttama dari segi d. kuantitasnya! e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius)

± 65’

± 10’

Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes uraian; Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Sebutkan bahan-bahan upakara yadnya! 2. Jelaskan tingkatan-tingkatan pelaksanaan Yadnya ditinjau dari segi upacara/upakara! 3. Jelaskan tingkatan-tingkatan pelaksanaan Yadnya ditinjau dari segi kualitasnya! 4. Rubrik penilaian hasil belajar

kuantitas

No. 1. 2.

3.

Kunci Jawaban Patram yaitu daun-daunan, Puspam yaitu bunga, Phalam yaitu buahbuahan, dan Toyam yaitu air. a. Kanista (kecil) yaitu dalam yadnya kecil diperlukan upakara serta banten yang sedikit b. Madya (sedang) yaitu dalam yadnya sedang/biasa diperlukan bahan dalam jumlah sedang c. Uttama (besar) yaitu yadnya yang besar diperlukan upakara/sajen yang banyak. a. Tamasika Yadnya yaitu yadnya yang dilakukan tanpa mengindahkan petunjuk-petunjuk sastra, tanpa mantra, tanpa ada kidung suci, tanpa daksina, tanpa didasari oleh kepercayaan. b. Rajasika Yadnya yaitu yadnya yang dilakukan dengan penuh harapan akan hasilnya dan dilakukan untuk pamer saja. c. Satwika Yadnya yaitu yadnya yang dilakukan berdasarkan petunjuk sastra, penuh keyakinan dan ketulus iklasan. Jumlah Skor

Skor 1 3

3

7

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 100

Kriteria penilaian: 90 - 100 = sangat baik 55 - 64 = kurang 80 - 89 = baik 0 - 54 = sangat kurang 65 - 79 = cukup  Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. 3. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 17) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Yadnya 5. Memahami Hakekat Yadnya 5.3 Menjelaskan syarat-syarat pelaksanaan Yadnya 5.3.1 Menjelaskan Sradha sebagai syarat pelaksanaan Yadnya 5.3.2 Menjelaskan Lascarya sebagai syarat pelaksanaan Yadnya 5.3.3 Menjelaskan Sastra sebagai syarat pelaksanaan Yadnya 5.3.4 Menjelaskan Daksina sebagai syarat pelaksanaan Yadnya 5.3.5 Menjelaskan Mantra dan Gita sebagai syarat pelaksanaan Yadnya 5.3.6 Menjelaskan Annasewa sebagai syarat pelaksanaan Yadnya 5.3.7 Menjelaskan Nasmita sebagai syarat pelaksanaan Yadnya 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menjelaskan Sradha sebagai syarat pelaksanaan Yadnya (cerdas) 2. Menjelaskan Lascarya sebagai syarat pelaksanaan Yadnya (cerdas) 3. Menjelaskan Sastra sebagai syarat pelaksanaan Yadnya (cerdas) 4. Menjelaskan Daksina sebagai syarat pelaksanaan Yadnya (cerdas) 5. Menjelaskan Mantra dan Gita sebagai syarat pelaksanaan Yadnya (cerdas) 6. Menjelaskan Annasewa sebagai syarat pelaksanaan Yadnya (cerdas) 7. Menjelaskan Nasmita sebagai syarat pelaksanaan Yadnya (cerdas)

II.

Materi Pembelajaran 1. Sradha artinya keyakinan 2. Lascarya artinya keikhlasan 3. Sastra artinya hukum atau sumber ajaran Hindu 4. Daksina artinya tanda penghormatan 5. Mantra dan Gita artinya doa dan nyanyian suci 6. Annasewa artinya jamuan makan kepada athiti Yadnya. 7. Nasmita artinya yadnya dilaksanakan secara satwika.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran :

Discovery Cooperative Learning (CL) Student Teams Achiement Division/STAD (Tim Siswa Kelompok Prestasi)

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Waktu (Menit) a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) ± 5’ b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang syaratsyarat pelaksanaan Yadnya Kegiatan Pembelajaran

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

V.

d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran e. Sesuai dengan metode STAD siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberikan bahan materi kepada masing-masing kelompok. - Menugaskan masing-masing kelompok agar memahami, mengidentifikasi, dan meringkasnya. - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan dibahas. b. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa dalam semua kelompok untuk menjawab pertanyaan guru (tidak boleh saling membantu). - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mendebatkan jawaban atas pertanyaan guru. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa atas pertanyaan guru. a. Memberikan evaluasi b. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang syaratsyarat pelaksanaan Yadnya c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (KMTT) : • Jelaskan apa yang terjadi apabila salah satu syarat dari pelaksanaan Yadnya diabaikan! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. e. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius)

± 65’

± 10’

Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes uraian; Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Jelaskan arti Sradha sebagai syarat pelaksanaan Yadnya! 2. Jelaskan arti Lascarya sebagai syarat pelaksanaan Yadnya! 3. Jelaskan arti Sastra sebagai syarat pelaksanaan Yadnya! 4. Jelaskan arti Daksina sebagai syarat pelaksanaan Yadnya!

5. Jelaskan arti Mantra dan Gita sebagai syarat pelaksanaan Yadnya! 6. Jelaskan arti Annasewa sebagai syarat pelaksanaan Yadnya! 7. Jelaskan arti Nasmita sebagai syarat pelaksanaan Yadnya!  Rubrik penilaian hasil belajar No. 1.

2. 3. 4.

5. 6. 7.

Kunci Jawaban Sradha artinya pelaksanaan yadnya hendaknya dilakukan dengan keyakinan yang tulus, bahwa apa yang digariskan oleh peraturan (Yajna Widhi) harus diyakini kebenarannya. Lascarya artinya suatu yadnya dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa ada keragu-raguan. Sastra artinya hukum yang berlaku dalam melaksanakan yadnya Daksina artinya suatu penghormatan dalam bentuk upacara dan benda/material yang dihaturkan secara ikhlas kepada pemungut atau pemimpin yadnya. Mantra dan Gita artinya setiap upacara yang berkualitas haruslah ada mantra dan nyanyian suci untuk pemujaan. Annasewa artinya jamuan makan kepada tamu upacara sesuai dengan kemampuan masing-masing. Nasmita artinya bahwa suatu upacara agama hendaknya tidak dilangsungkan dengan tujuan untuk pamer kemewahan/kekayaan, hendaknya yadnya dilaksanakan secara satwika yadnya. Jumlah Skor

Skor 1

1 1 1

1 1 1

7

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 100

Kriteria penilaian: 90 - 100 = sangat baik 55 - 64 = kurang 80 - 89 = baik 0 - 54 = sangat kurang 65 - 79 = cukup  Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Ingin Tahu

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mengetahui : Sumberkima, 18 Juli 2011 Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 18)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : : :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Yadnya 5. Memahami Hakekat Yadnya 5.4 Mempraktekkan Yadnya dalam kehidupan sehari-hari 5.4.1 Mempraktekkan Yadnya yang tergolong Nitya Karma 5.4.2 Mempraktekkan Yadnya yang tergolong Naimitika Karma 5.4.3 Mempraktekkan Yadnya yang tergolong Kamya Karma 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Mempraktekkan Yadnya yang tergolong Nitya Karma (sadar akan hak dan kewajiban) 2. Mempraktekkan Yadnya yang tergolong Naimitika Karma (sadar akan hak dan kewajiban) 3. Mempraktekkan Yadnya yang tergolong Kamya Karma (sadar akan hak dan kewajiban)

II.

Materi Pembelajaran 1. Nitya Karma artinya pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan sehari-hari Contoh : a. Melaksanakan Tri Sandya 3 kali sehari secara teratur b. Melaksanakan Yadnya Sesa 2. Naimitika Karma artinya pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu berdasarkan desa, kala, patra; yadnya yang dilaksanakan pada hari-hari raya Hindu berdasarkan sasih maupun pawukon; serta berdasarkan adnya peristiwa yang dipandang perlu untuk diadakan pelaksanaan yadnya. Contoh : puja wali, pamelaspas, wiwaha, ngaben, purnama-tilem, galungan, kuningan dan lainlain. 3. Kamya Karma : pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan bersifat insidental (tidak pasti). Contoh : melaksanakan tirta yatra, dharma yatra.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran :

Discovery Cooperative Learning (CL) Student Teams Achiement Division/STAD (Tim Siswa Kelompok Prestasi) IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

Waktu (Menit) Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) ± 5’ Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode STAD siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen. Kegiatan Pembelajaran

a. b. c.

d. e.

2. Kegiatan Inti

3. Kegiatan Penutup

a. Eksplorasi - Memberikan bahan materi kepada masing-masing kelompok. - Menugaskan masing-masing kelompok agar memahami, mengidentifikasi, dan meringkasnya. - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan dibahas. b. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa dalam semua kelompok untuk menjawab pertanyaan guru (tidak boleh saling membantu). - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mendebatkan jawaban atas pertanyaan guru. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa atas pertanyaan guru. a. Memberikan evaluasi b. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang syaratsyarat pelaksanaan Yadnya c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (KMTT) : • Jelaskan dan berikan contoh-contoh tentang pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan beragama sehari-hari yang berdasarkan waktunya dibagi menjadi 3 yang disebut dengan Nitya Karma, Naimitika Karma, dan Kamya Karma! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan e. berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius)

± 65’

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Drs. I Wayan Midastra, dkk; Denpasar : Widya Dharma, 2007. Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes uraian; Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Sebutkan contoh-contoh praktek Nitya karma! 2. Sebutkan contoh-contoh praktek Naimitika Karma! 3. Sebutkan contoh-contoh praktek Kamya Karma! 4. Rubrik penilaian :

No. 1. 2. 3.

Kunci Jawaban Melaksanakan Tri Sandya dan Yadnya Sesa secara teratur Melaksanakan puja wali, pamelaspas, wiwaha, ngaben, purnama-tilem, galungan, kuningan dan lain-lain. Melaksanakan tirta yatra, dharma yatra. Jumlah Skor

Skor 1 1 1 3

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 100

Kriteria penilaian: 90 - 100 = sangat baik 55 - 64 = kurang 80 - 89 = baik 0 - 54 = sangat kurang 65 - 79 = cukup  Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Sadar akan Hak & Kewajiban

A B C D A B C D A B C D

1. 2. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 19)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

:

SMP N 2 GEROKGAK

: : : :

Alokasi Waktu

:

Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Hari Suci 6. Menjelaskan Hakekat dan Tujuan Perayaan Hari-hari Suci Keagamaan 6.1 Menguraikan hakekat hari-hari suci keagamaan 6.1.1 Menyebutkan hari suci agama Hindu 6.1.2 Menguraikan hakekat hari suci keagamaan berdasarkan sasih 6.1.3 Menguraikan hakekat hari suci keagamaan berdasarkan wuku 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

: :

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menyebutkan hari suci agama Hindu (jujur) 2. Menguraikan hakekat hari suci keagamaan berdasarkan sasih (cerdas) 3. Menguraikan hakekat hari suci keagamaan berdasarkan wuku (cerdas)

II.

Materi Pembelajaran 1. Nyepi, Siwa Ratri, Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Tumpek dsb. 2. Hakikat hari suci keagamaan berdasarkan sasih adalah hari penyucian Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan segala manifestasiNya yang diperingati setiap 1 tahun sekali. 3. Hakikat hari suci keagamaan berdasarkan wuku adalah hari penyucian Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan segala manifestasiNya yang diperingati setiap 6 bulan sekali.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : Discovery 2. Model Pembelajaran : Cooperative Learning (CL) 3. Metode Pembelajaran : Student Teams Achiement Division/STAD (Tim Siswa Kelompok Prestasi) IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

2. Kegiatan Inti

Kegiatan Pembelajaran a. Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) b. Orientasi : Menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Apersepsi : Menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang hakekat hari-hari suci keagamaan d. Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran e. Sesuai dengan metode STAD siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen. a. Eksplorasi - Memberikan bahan materi kepada masing-masing kelompok. - Menugaskan masing-masing kelompok agar memahami, mengidentifikasi, dan meringkasnya. - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan

Waktu (Menit) ± 5’

± 65’

3. Kegiatan Penutup

dibahas. b. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa dalam semua kelompok untuk menjawab pertanyaan guru (tidak boleh saling membantu). - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mendebatkan jawaban atas pertanyaan guru. c. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa atas pertanyaan guru. a. Memberikan evaluasi b. Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang syarat-syarat pelaksanaan Yadnya c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (KMTT) : • Jelaskan persamaan dan perbedaan hakekat hari suci keagamaan berdasarkan sasih dengan wuku! d. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan e. berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius)

± 10’

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Drs. I Wayan Midastra, dkk; Denpasar : Widya Dharma, 2007, Sundarigama, Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes uraian; Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Sebutkan hari suci agama Hindu! 2. Uraikan hakekat hari suci keagamaan berdasarkan sasih! 3. Uraikan hakekat hari suci keagamaan berdasarkan wuku!  Rubrik Penilaian No. 1. 2.

3.

Kunci Jawaban Nyepi, Siwa Ratri, Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Tumpek dsb. Hakikat hari suci keagamaan berdasarkan sasih adalah hari penyucian Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan segala manifestasiNya yang diperingati setiap 1 tahun sekali. Hakikat hari suci keagamaan berdasarkan wuku adalah hari penyucian Ida

Skor 1 2

2

Sanghyang Widhi Wasa dengan segala manifestasiNya yang diperingati setiap 6 bulan sekali. Jumlah Skor

5

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 100

Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 = kurang 0 - 54 = sangat kurang

 Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 20)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi

: : : : :

Kompetensi Dasar Indikator

: :

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Hari Suci 6. Menjelaskan Hakekat dan Tujuan Perayaan Hari-hari Suci Keagamaan 6.2 Menjelaskan tujuan hari-hari suci keagamaan 6.2.1 Menjelaskan tujuan hari raya Nyepi 6.2.2 Menjelaskan tujuan hari raya Siwa Ratri 6.2.3 Menjelaskan tujuan hari raya Galungan 6.2.4 Menjelaskan tujuan hari raya Kuningan 6.2.5 Menjelaskan tujuan hari raya Saraswati 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menjelaskan tujuan hari raya Nyepi (jujur, cerdas) 2. Menjelaskan tujuan hari raya Siwa Ratri (jujur, cerdas) 3. Menjelaskan tujuan hari raya Galungan (jujur, cerdas) 4. Menjelaskan tujuan hari raya Kuningan (jujur, cerdas) 5. Menjelaskan tujuan hari raya Saraswati (jujur, cerdas)

II.

Materi Pembelajaran 1. Tujuan hari raya Nyepi a. Hari raya Nyepi yang dirangkaikan dengan upacara Melasti yaitu : 1) untuk melenyapkan penderitaan masyarakat dan kekotoran diri serta dunia/alam; 2) untuk memperoleh air suci atau sari-sari kehidupan di tengah-tengah lautan/samudera. b. Hari raya Nyepi yang dirangkaikan dengan upacara Bhuta Yadnya (Tawur Kasanga) bertujuan untuk membina hubungan yang harmonis antara manusia dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa, manusia dengan sesamanya, dan makhluk ciptaanNya serta manusia dengan alam lingkungan tempat hidupnya dan menikmati kehidupan. 2. Tujuan hari raya Siwa Ratri : a. Untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Daiwi sampad dengan Asuri Sampad. b. Memotivasi manusia untuk tidak berputus asa kembali pada jalan dharma. 3. Tujuan hari raya Galungan : untuk memperingati kemenangan dharma melawan adharma. 4. Tujuan hari raya Kuningan : mengucapkan terima kasih kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa atas wara nugrahaNya berupa kekuatan dharma serta memohon agar kita senantiasa dihindakan dari perbuatan-perbuatan adharma. 5. Tujuan hari raya Saraswati : mengucapkan terima kasih kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasiNya sebagai Dewi Saraswati atas wara nugrahaNya berupa ilmu pengetahuan suci.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran :

Discovery Cooperative Learning (CL) Student Teams Achiement Division/STAD (Tim Siswa Kelompok Prestasi) IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

a. b. c. d. e.

2. Kegiatan Inti

a.

b.

c.

3. Kegiatan Penutup

Waktu (Menit) Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) ± 5’ Orientasi : menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi : menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang Tujuan hari-hari suci keagamaan Motivasi : menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode STAD siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen. Eksplorasi ± 65’ - Memberikan bahan materi kepada masing-masing kelompok. - Menugaskan masing-masing kelompok agar memahami, mengidentifikasi, dan meringkasnya. - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan dibahas. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa dalam semua kelompok untuk menjawab pertanyaan guru (tidak boleh saling membantu). - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mendebatkan jawaban atas pertanyaan guru. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa atas pertanyaan guru. Memberikan evaluasi ± 10’ Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang Tujuan harihari suci keagamaan Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (KMTT) : • Jelaskan kesimpulan dari tujuan hari raya keagamaan yang berdasarkan sasih dan wuku! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. Kegiatan Pembelajaran

a. b. c.

d. e.

V. Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi 3. Sumber belajar : Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Drs. I Wayan Midastra, dkk; Denpasar : Widya Dharma, 2007, Sundarigama, Buku Kamus Istilah Hindu 4. Media belajar : -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes uraian; Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Jelaskan tujuan hari raya Nyepi! 2. Jelaskan tujuan hari raya Siwa Ratri! 3. Jelaskan tujuan hari raya Galungan! 4. Jelaskan tujuan hari raya Kuningan! 5. Jelaskan tujuan hari raya Saraswati! 4. Rubrik Penilaian No. 1.

2.

3. 4.

5.

Kunci Jawaban 1) untuk melenyapkan penderitaan masyarakat dan kekotoran diri serta dunia/alam; 2) untuk memperoleh air suci atau sari-sari kehidupan di tengahtengah lautan/samudera; 3) untuk membina hubungan yang harmonis antara manusia dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa, manusia dengan sesamanya, dan makhluk ciptaanNya serta manusia dengan alam lingkungan tempat hidupnya dan menikmati kehidupan. a. Untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Daiwi sampad dengan Asuri Sampad. b. Memotivasi manusia untuk tidak berputus asa kembali pada jalan dharma. Untuk memperingati kemenangan dharma melawan adharma. Mengucapkan terima kasih kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa atas wara nugrahaNya berupa kekuatan dharma serta memohon agar kita senantiasa dihindakan dari perbuatan-perbuatan adharma. Mengucapkan terima kasih kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasiNya sebagai Dewi Saraswati atas wara nugrahaNya berupa ilmu pengetahuan suci. Jumlah Skor

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 100

Mengetahui : Sumberkima, 18 Juli 2011 Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Skor 1

1

1 1

1

5

Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 = kurang 0 - 54 = sangat kurang

 Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. dst Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011

Ket

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP KE - 21)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Standar Kompetensi

: : : : :

Kompetensi Dasar

:

Indikator

:

Alokasi Waktu

:

SMP N 2 GEROKGAK Pendidikan Agama Hindu IX/Genap Hari Suci 6. Menjelaskan Hakekat dan Tujuan Perayaan Hari-hari Suci Keagamaan 6.3 Menjelaskan pengaruh dari hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) 6.3.1 Menjelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan ketentraman 6.3.2 Menjelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan kemakmuran 6.3.3 Menjelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan kesejahteraan 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat : 1. Menjelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan ketentraman (jujur, cerdas) 2. Menjelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan kemakmuran (jujur, cerdas) 3. Menjelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan kesejahteraan (jujur, cerdas)

II.

Materi Pembelajaran 1. Pengaruh dari hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan), adalah apabila pelaksanaan yadnya dapat dilangsungkan pada harihari yang telah ditetapkan dan pelaksanaannya berdasarkan petunjuk sastra agama Hindu akan dapat mewujudkan ketentraman yaitu rasa aman, damai, dan tenang. 2. Pengaruh dari hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan), adalah pelaksanaan yadnya dapat dilangsungkan pada hari-hari yang telah ditetapkan dan pelaksanaannya berdasarkan petunjuk sastra agama Hindu akan dapat mewujudkan kemakmuran yaitu hidup berkecukupan dalam bidang sandang, pangan, dan papan. 3. Pengaruh dari hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan), adalah apabila pelaksanaan yadnya dapat dilangsungkan pada harihari yang telah ditetapkan dan pelaksanaannya berdasarkan petunjuk sastra agama Hindu akan dapat mewujudkan kesejahteraan yaitu rasa aman, sentosa, dan makmur.

III. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : 2. Model Pembelajaran : 3. Metode Pembelajaran :

Discovery Cooperative Learning (CL) Student Teams Achiement Division/STAD (Tim Siswa Kelompok Prestasi)

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No. NoTahapan 1. Kegiatan Pendahuluan

a. b. c.

d. e. 2. Kegiatan Inti

a.

b.

c.

3. Kegiatan Penutup

a. b.

c.

d. e.

V.

Waktu (Menit) Menyampaikan Salam Panganjali umat “Om Swastiastu” (religius) ± 5’ Orientasi : menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Apersepsi : menggali pengetahuan dasar yang dimiliki siswa tentang Pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) Motivasi : menyampaikan tujuan pembelajaran Sesuai dengan metode STAD siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen. Eksplorasi ± 65’ - Memberikan bahan materi kepada masing-masing kelompok. - Menugaskan masing-masing kelompok agar memahami, mengidentifikasi, dan meringkasnya. - Memberikan uraian singkat tentang materi pelajaran yang akan dibahas. Elaborasi - Menuntun siswa dalam berdiskusi internal kelompok. - Memberi kesempatan kepada siswa meringkas hasil diskusinya. - Memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi dalam kelompok. - Memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan. - Memberikan kesempatan kepada siswa yang telah mengerti untuk menjelaskan materi pada internal kelompoknya. - Memberikan kesempatan kepada semua siswa dalam semua kelompok untuk menjawab pertanyaan guru (tidak boleh saling membantu). - Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mendebatkan jawaban atas pertanyaan guru. Konfirmasi - Memberikan penguatan terakhir tentang jawaban-jawaban siswa atas pertanyaan guru. Memberikan evaluasi ± 10’ Merangkum hasil pengalaman belajar siswa tentang Pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, kegiatan atau tugas sebagai pengayaan (KMTT) : • Jelaskan tentang ketentraman, kemakmuran dan kesejahteraan dapat terwujud melalui peningkatan sradha dan bhakti akibat pengaruh hari suci keagamaan! Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menyampaikan salam penutup Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”. (religius) Kegiatan Pembelajaran

Alat, Bahan, Sumber, dan Media Pembelajaran 1. Alat belajar : Papan tulis, kapur, penghapus, dan lain-lain yang relevan. 2. Bahan belajar : Buku Pendidikan Agama Hindu, lembar kerja, ringkasan materi

3. Sumber belajar :

4. Media belajar

:

Widya Dharma Agama Hindu Kelas IX, Midastra I Wayan, dkk; Jakarta : Ganeca Exact, 2007; Widya Upadesa Buku Pelajaran Agama Hindu Kls IX, Drs. I Wayan Midastra, dkk; Denpasar : Widya Dharma, 2007, Sundarigama, Buku Kamus Istilah Hindu -

VI. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes uraian; Observasi; Penugasan 2. Bentuk instrumen : Daftar pertanyaan; Rubrik observasi Aktivitas Belajar Siswa 3. Soal penilaian hasil belajar : 1. Jelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan ketentraman! 2. Jelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan kemakmuran! 3. Jelaskan pengaruh hari suci keagamaan terhadap peningkatan sradha dan bhakti kepada Sanghyang Widhi (Tuhan) yang dapat mewujudkan kesejahteraan! • Rubrik Penilaian No. 1.

2.

3.

Kunci Jawaban Apabila pelaksanaan yadnya dan waktunya dapat dilangsungkan pada harihari yang telah ditetapkan berdasarkan petunjuk sastra agama Hindu akan dapat mewujudkan ketentraman yaitu rasa aman, damai, dan tenang. Apabila pelaksanaan yadnya dan waktunya dapat dilangsungkan pada harihari yang telah ditetapkan berdasarkan petunjuk sastra agama Hindu akan dapat mewujudkan kemakmuran yaitu hidup berkecukupan dalam bidang sandang, pangan, K dan papan. Apabila pelaksanaan r yadnya dan waktunya dapat dilangsungkan pada harihari yang telah ditetapkan berdasarkan petunjuk sastra agama Hindu akan i dapat mewujudkan kesejahteraan yaitu rasa aman, sentosa, dan makmur. t Jumlah Skor

Skor 1

1

1

3

Nilai = (Skor yang diperoleh siswa/Skor maksimal) x 100

Kriteria penilaian: 90 - 100 80 - 89 65 - 79

= sangat baik = baik = cukup

55 - 64 = kurang 0 - 54 = sangat kurang

 Rubrik observasi nilai karakter siswa Nilai Karakter No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Cerdas

A B C D A B C D A B C D

1. 2. dst

Ket

Keterangan : Penilaian karakter dalam bentuk kualitatif melaui pengamatan : A = MK yaitu membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). B = MB yaitu mulai berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). C = MT yaitu mulai terlihat (apabila peserta didik mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). D = BT yaitu belum terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Mengetahui : Kepala SMP Negeri 2 Gerokgak

Sumberkima, 18 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

Dewa Nyoman Tastra, S.Pd NIP. 195911061979031002

Made Suardana,S.Pd NIP. 196308121984031011