Silabus-RPP-Fisika-SMP-Kelas-IX

106 downloads 147 Views 765KB Size Report
Selain menyajikan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku .... Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL).

Budi Purwanto

MODEL

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

untuk Kelas IX SMP dan MTs

Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

PT TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI SOLO

MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

untuk Kelas IX SMP dan MTs

Penulis : Budi Purwanto Editor : Agus Sriyanto W. Penata letak isi : Joko Surojo Tahun terbit : 2009 Diset dengan Power Mac G4, font : Times 10 pt Preliminary Halaman isi Ukuran buku

: iv : 113 hlm. : 14,8 x 21 cm

Ketentuan Pidana Sanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta 1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling sedikit 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyerahkan, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum sesuatu ciptaan barang atau hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

© Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

All rights reserved.

Penerbit

PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Jalan Dr. Supomo 23 Solo Anggota IKAPI No. 19 Tel. 0271-714344, Faks. 0271-713607 http://www.tigaserangkai.com e-mail: [email protected] Dicetak oleh percetakan PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas bimbingan dan petunjuk-Nya penulis dapat menyelesaikan buku pendam­ping Semesta Fenomena Fisika, yaitu Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pem­ belajaran (RPP). Semoga dengan adanya buku ini dapat membantu para guru dalam melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), kita menginjak babakan baru dengan wajah dan perlakuan kurikulum yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya, yaitu memberi keleluasaan pada guru. Selain menyajikan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku ini dilengkapi dengan petunjuk guru. Dengan adanya petunjuk guru ini, diharapkan para guru dapat mengetahui bagaimana proses pembelajaran di sekolah dengan adanya KTSP. Namun, dengan adanya buku ini bukan berarti membatasi ruang gerak guru untuk berkreasi dan mengembangkan diri. Di samping itu, penyusunan buku ini dibuat secara ringkas dan padat sehingga masih terbuka luas bagi guru untuk mengembangkan sesuai dengan situasi, kondisi, dan lingkungan tempat Bapak dan Ibu Guru mengajar. Kami menyadari akan adanya perbedaan persepsi dengan Bapak dan Ibu Guru yang terjun langsung di lapangan. Namun, perbedaan tersebut diharapkan akan saling timbal balik dan saling mengisi jika ada kekurangan. Semoga buku ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu Guru. Segala saran dan masuk­ an dari rekan guru sangat kami harapkan demi kemajuan kualitas buku ini di masa yang akan datang.

Solo, Januari 2009



Penulis

iii

Daftar Isi

Kata Pengantar_ ________________________________________________ Daftar Isi______________________________________________________

iii iv

Petunjuk Guru__________________________________________________ Silabus _______________________________________________________ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)_ __________________________

1 60 76

Daftar Pustaka__________________________________________________ 113

iv

Petunjuk Guru

Pendahuluan A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada era globalisasi dan dalam suasana otonomi daerah, segalanya telah berubah dan tidak terkecuali pada bidang pendidikan nasional kita. Telah kita ketahui bersama bahwa setiap ada pergantian kepemimpinan nasional, terkesan adanya pergantian kebijakan dalam pendidikan, khususnya kurikulum tingkat dasar dan menengah. Meskipun demikian, kita percaya bahwa hal tersebut di­ lakukan dengan tujuan baik, yaitu untuk memperbaiki mutu pendidikan di negara kita. Mulai tahun 2006, dunia pendidikan kita telah diberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari tingkat TK sampai SLTA. Lalu, apakah kurikulum satuan pendidikan itu? Siapkah Bapak dan Ibu Guru untuk menerapkan kurikulum satuan pendidikan tersebut? Kurikulum yang berlaku pada saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengacu pada Stan­ dar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas : standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yang paling penting dalam pengembangan kurikulum adalah Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyeleng­ garaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan ciri khas, kondisi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan de­ ngan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pada kurikulum baru ini dikenal pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,

RPP Fenomena Fisika SMP 3



kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Memiliki posisi sentral, berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembel­ ajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Kurikulum sekarang ini telah terjadi pergeseran penekanan dari isi (apa yang tertuang) ke kompetensi (bagaimana harus berpikir, belajar, dan melakukan). Dalam hal ini, guru dan siswa diharapkan dapat mengetahui apa yang harus dicapai dan sejauh mana efektivitas belajar yang telah dicapai. Dibanding dengan kurikulum lama, pada kurikulum ini terjadi perubahan yang sangat mendasar, yaitu pola pikir pada kurikulum. Pada kurikulum lama, proses bel­ ajar mengajar untuk pelajaran matematika dan sains pada umumnya dan mata pelajaran fisika pada khususnya terfokus pada guru, dan kurang berpihak pada siswa. Pada kenyataan di lapangan memang belum seperti yang diharapkan. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pada pengajaran dari pada pembelajaran. Untuk mengubah pola pikir lama yang telah berlangsung puluhan tahun memang tidak mudah, perlu adanya kesadaran dan pengorbanan untuk menyesuaikan diri pada pola pikir yang baru. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan adanya kurikulum ini, pekerjaan dan tanggung jawab guru makin berat dan juga diperlukan adanya peningkatan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, untuk mensukseskan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pembelajaran dapat diartikan sebagai perubahan dalam kemampuan sikap atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akhir dari pengalaman belajar. Tugas guru adalah membuat agar proses pembelajaran pada siswa berlangsung secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang diharapkan agar terfokus atau berpihak pada siswa, juga pola fikir pembelajaran perlu disesuaikan dari seka­ dar memahami konsep dan prinsip keilmuan, tetapi siswa juga harus memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan yang telah dikuasai. Karena kurikulum ini terfokus pada siswa maka otomatis memberi peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan menemu­ kan sendiri pengetahuannya di bawah bimbingan guru. Menurut pilar-pilar pem­ belajaran dari UNESCO, selain terjadi ‘learning to know’ (pembelajaran untuk tahu), juga harus terjadi ‘learning to do’ (pembelajaran untuk berbuat), dan



RPP Fenomena Fisika SMP 3

bahkan dituntut sampai pada ‘leaning to be’ (pembelajaran untuk membangun jati diri) yang kokoh dan ‘leaning to live together’ (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). 2. Silabus Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, pada kurikulum tingkat satuan pendidikan sekarang, perumusan dan pengembangan silabus diserahkan sepe­ nuhnya kepada sekolah atau guru mata pelajaran yang berdasarkan pada standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) dengan mengingat karakteristik siswa, kondisi sekolah, dan lingkungannya. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Prinsip pengembangan silabus adalah ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG) dan Dinas Pendidikan. Namun demikian, dimungkinkan pengembangan silabus dilakukan bersama dalam suatu kelompok guru mata pelajaran atau kelompok sekolah atau bahkan dalam suatu daerah tertentu. Dinas pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membantu sebuah tim yang terdiri atas para guru yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Pengembangan kegiatan pembelajaran dalam silabus sangatlah dominan. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pen­ capaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Mata pelajaran Fisika mempunyai visi dan misi, antara lain berupaya mendidik siswa yang berilmu dan berketerampilan, memiliki etos kerja, mela­ tih melakukan penelitian sesuai proses/metode ilmiah, dan belajar dengan mengaplikasikan pengetahuan terbaiknya, mempunyai sikap disiplin, jujur, dan

RPP Fenomena Fisika SMP 3



bertanggung jawab. Di samping itu, juga bersikap peka, tanggap, dan berperan aktif dalam menggunakan fisika untuk memecahkan masalah di lingkungan­ nya. B. Strategi Belajar Fisika 1. Strategi Belajar/Metode Belajar Pembelajaran pada umumnya mengenal beberapa macam strategi belajar atau metode belajar, antara lain informasi/ceramah, diskusi, demonstrasi, eksperi­ men, studi lapangan, dan tugas. Antara strategi satu dengan lainnya ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita tidak dapat mengatakan bahwa strategi atau metode eksperimen lebih unggul dari ceramah/informasi atau sebaliknya. Seorang guru harus pandai-pandai memilih strategi atau yang sesuai dalam pembelajaran fisika untuk pokok dan subpokok bahasan yang akan diajarkan. Namun, khusus pelajaran fisika akan lebih tepat dengan menggunakan strategi yang dapat mengaktifkan siswa, yaitu metode eksperimen atau demonstrasi. Karena dengan strategi tersebut siswa akan mudah untuk menemukan konsep sendiri secara langsung dari pengalaman melakukan eksperimen. Apakah pembelajaran fisika hanya dapat dicapai dengan menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi saja? Tentu saja tidak. Pembelajaran fisika akan lebih mengena pada sasaran, apabila menggabungkan beberapa strategi pembelajaran. Dengan strategi eksperimen tidak berarti siswa harus belajar dan bekerja sendiri tanpa bimbingan dan pengawasan. Peran guru tetap penting dalam mengarahkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan melakukan eksperimen, siswa dilatih untuk melakukan kerja kelompok dan berdiskusi, mengeluarkan pendapat dan adu argumentasi sehingga siswa akan dapat menyimpulkan hasil kerja eksperimen atau menemukan konsep sendiri. Di samping itu, dalam proses pembelajaran perlu banyak melibatkan dan meng­ aktifkan dengan melakukan tanya jawab dan diskusi. Sekiranya, pembelajaran fisika akan klop apabila disertai dengan pendekatan inquiry, yaitu suatu proses untuk memperoleh hasil dengan menyelidiki pengetahuan dan memahaminya. 2. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) Sudah tidak asing lagi bagi Bapak dan Ibu Guru, dalam pembelajaran fisika, pendekatan yang sesuai dalam penyajian materi Fisika adalah dengan pendekatan keterampilan proses, apalagi pada kurikulum (2006) yang berlaku sekarang sangatlah diharapkan untuk diterapkan. Namun, sekarang telah muncul dan dikembangkan dengan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL). Lantas apa itu pendekatan kontekstual (CTL)? Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam



RPP Fenomena Fisika SMP 3

kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, proses pembelajaran berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dalam hal ini, proses lebih dipentingkan daripada hasil. Melalui pendekatan CTL, siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal.” Keterampilan dan pengetahuan diperluas dari yang sempit atau sedikit meluas dari sedikit demi sedikit. Untuk itu, perlu adanya lingkungan belajar yang mendukung, yaitu lingkungan belajar yang berpusat pada siswa sedangkan guru berperan untuk mengarahkan atau sebagai organisator pembelajaran. Pembelajaran kontekstual mengandung tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), bertanya (quetioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Hal-hal penting dalam pendekatan (CTL) yang berbeda dengan pendekatan tradisionil adalah - siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran, bukan pasif; - pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata atau masalah yang ditim­ bulkan, bukan bersifat abstrak dan teoritis; - perilaku dibangun atas kesadaran diri, bukan kebiasaan; - hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri, bukan pujian atau nilai raport; - penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan, biasanya tidak memperhatikan pengalaman siswa; - siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi, bukan belajar secara individu. KTSP memberi penekanan atau memfokuskan pada siswa sehingga akan membawa konsekuensi yang luas. Selain siswa menguasai materi fisika, siswa diharapkan juga dapat mengembangkan jati dirinya, mengenal lingkungannya, dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan juga peka terhadap lingkungan serta tahu akan hak dan kewajibannya. Dengan demikian, belajar tidak hanya berlangsung di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlangsung di luar sekolah, di masyarakat, alam sekitar, untuk dapat mengembangkan kreativitas siswa sendiri. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa siswa yang kreatif akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan, tidak bergantung pada orang lain, tidak mudah menyerah yang nantinya akan dapat menciptakan sesuatu yang berman­ faat bagi dirinya dan orang lain. Apalagi pada masa sekarang, di negara kita baru saja dilanda krisis pada berbagai sektor, terutama krisis ekonomi dan bencana alam yang beruntun sehingga diperlukan tenaga-tenaga potensial yang kreatif, berjiwa sosial tinggi, dan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

RPP Fenomena Fisika SMP 3







Keterampilan siswa tidak dapat timbul secara tiba-tiba, melainkan perlu dilatih sejak dini. Keterampilan hidup (life skill) melalui pendekatan active learning perlu dikembangkan dari berbagai sektor, termasuk dalam pembel­ ajaran fisika. Salah satu di antaranya adalah kegiatan outbond atau kegiatan di luar kelas. Kegiatan ini sangat baik untuk diterapkan pada siswa. Selain dapat mengenali lingkungan secara langsung, siswa dapat menerapkan untuk lintas pelajaran yang lain. Dengan kegiatan ini, siswa dapat menanamkan sikap sosial dalam masyarakat dan juga menanamkan sadar lingkungan. Khususnya pada pembelajaran fisika tidak mutlak hanya mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan fisika melainkan dapat dikaitkan dengan ilmu pengetahuan yang lain. Contoh yang sangat mendesak untuk ditangani adalah masalah lingkungan, yaitu pencemaran lingkungan, kerusakan alam, kerusakan hutan, pembakaran hutan di musim kemarau, penjarahan, dan lain-lain perlu ditanamkan kesadaran diri pada siswa. Dengan demikian, siswa sekolah menengah ini nantinya menjadi pelopor untuk melestarikan lingkungan, termasuk di dalamnya pelestarian hu­ tan, air, laut, dan tidak kalah pentingnya adalah memperbaiki lingkungan yang sekarang ini tambah kacau saja. Sangatlah penting dalam pembelajaran fisika untuk membangkitkan mo­ tivasi siswa agar senang belajar, merasa membutuhkan, dan tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Sesuatu yang dilakukan dengan motivasi tinggi dan rasa senang hasilnya pasti akan lebih memuaskan. Bagaimana cara memotivasi siswa agar tertarik pada fisika? Seorang guru sebagai pengajar sekaligus sebagai pendidik yang baik dan disegani oleh siswa tidak terlepas dari profil seorang guru. Seorang guru yang berwibawa, dekat dengan siswa, humoris, tidak menakutkan, menarik, pandai, disiplin, mengerti pada siswanya dan dapat sebagai panutan, siswa akan lebih mudah dan cepat menerima pelajaran. Buatlah kesan bahwa pelajaran fisika itu mudah dan menyenangkan serta perlu untuk dipelajari. Meskipun seorang guru telah menguasai segala macam teori belajar dan materi dengan baik, tetapi dalam menyampaikan pelajaran siswa tidak tertarik, tidak ada semangat/tidak ada motivasi, dapat dipastikan hasilnya tidak akan memuaskan. Akan berbeda, apabila dalam menyampaikan pelajaran sangat antusias, menarik dan dapat membangkitkan motivasi siswa, dapat dijamin hasilnya akan lebih memuaskan. Setelah siswa tertarik dan termotivasi, segala sesuatu yang diberikan, disam­ paikan, dianjurkan, akan dapat dilaksanakan dengan senang dan cepat, tanpa ada rasa terbebani. Dengan demikian, pengertian belajar bagi siswa bukan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tetapi merupakan suatu kebutuhan yang menyenangkan.

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Beberapa tips pembelajaran agar siswa senang dan tertarik kepada pelajaran fisika, antara lain - bersikap santai, menarik, tetapi cepat dan efektif; - mengaitkan materi pelajaran fisika dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari atau kehidupan nyata; - tunjukkan di hadapan siswa bahwa Guru itu pandai dan tahu segalanya (terutama materi fisika dan yang terkait); - usahakan siswa terlibat dalam pembelajaran secara aktif dengan tanya jawab/diskusi; - melakukan demonstrasi/pengamatan yang disertai tanya jawab, selain untuk memahami materi juga memotivasi siswa; - melakukan eksperimen atau demonstrasi dengan menggunakan peralatan yang sederhana kemudian dilengkapi dengan peralatan yang modern (kalau ada); - gunakan media yang bervariasi, (gambar, chart, peralatan laboratorium, OHP, slide, VCD, komputer, terjun langsung di lapangan, kalau perlu studi lapangan); - mengungkap kejadian atau peristiwa sehari-hari yang terkait, yang dilihat, dirasakan, dan dialami siswa untuk didiskusikan sehingga tahu sebab dan akibatnya; - rancang dan buatlah peralatan demonstrasi atau eksperimen lainnya yang berasal dari hasil kreasi guru untuk diperagakan di depan siswa, tidak ter­ tutup kemungkinan melibatkan siswa untuk membuat peralatan, misalnya memanfaatkan barang-barang bekas sebagai alat demonstrasi; - usahakan demonstrasi atau pengamatan dilakukan oleh salah satu siswa dalam kelompoknya; - berilah selingan dengan memberi informasi tentang sejarah orang-orang terkenal khususnya penemu fisika dan hasil karyanya sehingga siswa akan tertarik dan berusaha untuk mencontoh; - berilah selingan untuk memasukkan muatan moral, etika sopan santun, dengan memberi contoh-contoh akibat dari perlakukan kurang terpuji, termasuk contoh akibat dari penyalahgunaan narkoba, juga menyangkut tentang pelestarian lingkungan alam dan dampak perusakan lingkungan; - lakukan diskusi untuk mengetahui bahwa fisika diperlukan dalam segala bidang ilmu (teknik, kedokteran, pertanian, peternakan, telekomunikasi, kimia, biofisika, biokimia, dan lain-lain) termasuk bidang ilmu ekonomi yang tidak luput dari penggunaan fisika dengan munculnya ilmu fisika ekonomi; - berilah arahan atau gambaran tentang jurusan yang diperkirakan sesuai dengan minat siswa yang nantinya akan dimasuki setelah lulus.

RPP Fenomena Fisika SMP 3





Tanya jawab dapat berfungsi untuk - mengungkap/mengingat kembali rumus-rumus yang terkait sebelumnya; - melatih siswa dalam menghitung secara cepat tanpa alat bantu (misalnya kalkulator); - mengetahui kelebihan dan kekurangan siswa; - mengaitkan pembahasan yang baru berlangsung dengan kejadian sehari-hari di sekitarnya; - menghidupkan suasana kelas agar menjadi segar dan bergairah; - mengingatkan siswa yang kurang memperhatikan pelajaran/mengantuk; - membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran; - siswa dapat menyimpulkan hasil demonstrasi yang baru berlangsung. Secara garis besar, strategi pembelajaran fisika dalam kurikulum (KTSP) adalah mengutamakan penggunaan metode eksperimen, demonstrasi/peng­ amatan, dan diskusi. Usahakan siswa dapat terjun langsung di lapangan untuk memperoleh pengalaman langsung, mengadakan pengamatan, pengukuran, analisis data, diskusi, dan menyimpulkannya. Dengan demikian, siswa tahu apa yang harus dilakukan dan berbuat yang terbaik di lingkungannya. 3. Kegiatan Pembelajaran Telah kita ketahui bersama bahwa pembelajaran pada kurikulum sekarang adalah menitikberatkan pada siswa. Untuk memaksimalkan keberhasilan pem­belajaran, peran guru sangatlah menentukan. Guru sebagai organisator, fasilisator, motivator di kelas akan menentukan berhasil tidaknya hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan gurulah yang merancang dan menerapkan pada anak didiknya. Meskipun dalam kurikulum telah menekankan pembelajaran berpihak pada siswa, tetapi kalau pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan yang di­ rencanakan dapat dipastikan hasil belajar siswa akan jauh dari yang diharapkan. Lalu, bagaimana kegiatan pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan? Pembelajaran fisika tidak akan berhasil apabila tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Bagaimana apabila di sekolah sarana dan prasarana pembelajaran tidak tersedia secara memadai? Bagaimana usaha guru agar proses pebelajaran di sekolah dapat berlangsung dengan sarana dan prasarana yang memadai? Banyak cara agar pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan harapan kita. Meskipun dana operasional se­ kolah atau dari pemerintah daerah besarnya terbatas apalagi harus menyediakan sarana pembelajaran atau media pembelajaran yang jauh dari memadai. Apakah kita harus menyerah tanpa ada usaha untuk perkembangan anak didik kita? Kegiatan pembelajaran di kelas atau sekolah, sekarang sepenuhnya diserah­ kan pada guru pengampu. Guru merancang silabus sendiri dan menerapkan pada anak sendiri di daerah lingkungan sendiri. Dengan demikian, berhasil tidaknya anak didik dalam belajar mengarah menjadi tanggung jawab guru. Tidak dapat



RPP Fenomena Fisika SMP 3

dipungkiri lagi bahwa tanggung jawab guru bertambah berat dan memang demikian adanya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang merupakan ikon dari seorang guru. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan agar pembelajaran dapat meng­ aktifkan siswa, antara lain melalui peragaan atau demonstrasi, tugas lapangan, penelitian, tugas kelompok, tugas mandiri, praktikum di laboratorium, tugas portofolio, dan mengakses internet. Usahakan pembelajaran dimulai dari permasalahan dan diteruskan dengan diskusi pemecahan masalah. Siswa diharapkan untuk menemukan sendiri ja­ waban dari permasalahan. Misalnya dimulai dari eksperimen, dengan kegiatan eksperimen ini siswa akan dapat memperoleh permasalahan yang akan dapat dipecahkan bersama dalam suatu kelompok kemudian menyimpulkannya. Siswa dapat melatih bersikap ilmiah, berpikir secara kritis, dan analitis untuk menemukan. Dengan demikian, siswa akan menemukan konsep dan prinsip sendiri. Kita menyadari bahwa di lapangan pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri tidaklah mudah. Apalagi siswa sudah terbiasa belajar dari hasil ceramah guru di kelas. Untuk itu perlu dimulai dari, misalnya pengenalan alat, lingkungan, menggunakan alat, dan peragaan. Setelah siswa terbiasa atau setidaknya mengenal permasalahan, baru dilakukan pembelajaran siswa aktif untuk menemukan sendiri. Dalam hal ini siswa dapat melakukan eksperimen atau penelitian yang diawali dengan adanya permasa­ lahan untuk dapat dipecahkan. C. Media Pembelajaran Pembelajaran fisika dan kimia tidak dapat terlepas dari media, di samping untuk memahami materi fisika juga diperlukan untuk memupuk kreativitas, me­ningkatkan motivasi, dan untuk menarik perhatian siswa. Usahakan semua siswa dapat terlibat, memegang, melihat, mengamati, dan mengukur secara langsung. Apabila peralatan yang tersedia sedikit (kurang memadai) dan kemungkinan berbahaya atau berisiko pada keselamatan siswa, dapat dilakukan dengan demonstrasi yang dilakukan oleh guru. Sebenarnya demonstrasi tidak selamanya harus melakukan eksperimen dalam pembelajaran, tetapi juga banyak keunggulannya dibanding dengan eksperimen. Demonstrasi yang bagus dan dilengkapi dengan tanya jawab, guru dapat mengamati situasi kelas, dapat memotivasi siswa, dapat menanamkan sikap, moral, etika, dan nilai yang pada masa sekarang terasa menurun. Dengan demonstrasi pembelajaran dapat berlangsung secara cepat, dapat dilengkapi dengan media lain (gambar, chart, peralatan laboratorium, OHP, slide, dan lain-lain). Untuk mengefektifkan penggu­ naan media pembelajaran, sebelumnya perlu dipersiapkan terlebih dahulu, termasuk mencobanya untuk mengetahui layak tidaknya alat yang akan digunakan. Media pembelajaran tidak harus menggunakan peralatan yang modern keluaran pabrik,

RPP Fenomena Fisika SMP 3



melainkan guru yang kreatif dapat mengusahakan peralatan sederhana yang ada di sekitarnya atau membuat peralatan sederhana sendiri. Kalau memungkinkan, siswa dapat dilibatkan dalam pengadaan atau pembuatan alat peraga atau eksperimen. Apabila di sekolah tersedia sarana komputer lengkap dengan proyektornya, tidak ada salahnya menggunakan perlengkapan tersebut untuk variasi metode pembelajaran. Dengan kata lain, sarana apa saja yang tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, guru harus lebih aktif dan kreatif agar pembelajaran memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan. D. Evaluasi Untuk mengetahui seberapa jauh siswa dapat mencapai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dikembangkan sistem evaluasi atau pengujian. Evaluasi yang diterapkan harus mencakup semua kompetensi dasar dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditetapkan. Sistem evaluasi berbasis kemampuan dasar yang direncanakan adalah sistem evaluasi yang berkelanjutan dan berbasis ke­ las. Berkelanjutan dalam arti semua indikator dibuatkan soalnya, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kemampuan dasar yang telah dan yang belum dimiliki, serta untuk mengetahui kesulitan atau kendala yang dialami siswa. Sudah bukan rahasia lagi, kebiasaan guru dalam mengevaluasi hanya mengukur aspek kognitifnya saja, yaitu dari ulangan harian dan ulangan umum atau semesteran. Menurut Bloom yang terkenal dengan taksonomi Bloom, jenjang kognitif disusun menjadi pengetahuan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3), analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Pada kurikulum berbasis kompetensi, selain aspek kognitif, aspek lainnya seperti aspek afektif dan aspek psikomotornya juga perlu dievaluasi. Bagaimana cara mengevaluasi dan apa alat yang digunakan untuk meng­ukur tingkat kemampuan siswa? Seperti halnya pada evaluasi sistem lama, yaitu tes tertulis, baik berupa ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester masih diteruskan. Evaluasi model di atas sebagian besar hanya mengetahui tingkat kemampuan ditinjau dari aspek kognitif saja. Untuk aspek afektif dan aspek psikomotorik belum dapat terdeteksi. Oleh karena itu, perlu ditambah evaluasi untuk kemampuan aspek afektif dan aspek psikomotorik. Untuk kemampuan aspek afektif dapat dilakukan dengan mengamati secara langsung sikap tingkah laku siswa keseharian di dalam kelas maupun di luar kelas, dengan membuat catatan harian. Aspek afektif meliputi - sikap siswa terhadap mata pelajaran; - sikap kritis siswa terhadap proses belajar mengajar; - kemampuan mengemukakan pendapat; - keberanian untuk bertanya;

10

RPP Fenomena Fisika SMP 3

- -

kemampuan mengkoordinasi teman di dalam kelompoknya; kemampuan mempresentasikan kesimpulan hasil eksperimen dari kelompoknya di depan kelas; - keberanian untuk memimpin suatu diskusi kelompok atau diskusi kelas. Terukurnya kemampuan aspek afektif siswa dapat juga dimanfaatkan untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku siswa. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Tidak tertutup kemungkinan guru fisika dapat berfungsi sebagai pembimbing konseling, karena tatap muka guru dengan siswa lebih banyak dan secara langsung dapat mengetahui perubahan perilaku siswanya. Untuk mengetahui kemampuan keterampilan siswa (aspek psikomotorik), dapat dilakukan tes keterampilan menggunakan peralatan laboratorium atau alat demons­ trasi. Penguji (dalam hal ini guru) melakukan pengamatan dengan menggunakan lembar pengamatan (check list) untuk butir-butir soal keterampil­an atau dilihat dari hasil laporan eksperimen. Di samping itu, penilaian dapat dilakukan pada saat siswa melakukan kegiatan eksperimen atau demonstrasi dengan menggunakan catatan kecil secara berkesinambungan. Di samping evaluasi model tersebut, ada evaluasi dengan menggunakan portofolio. Pengujian dengan portofolio, cocok untuk menge­ tahui perkembangan keterampilan atau unjuk kerja siswa dengan menilai kumpulan karya-karya atau tugas-tugas yang dikerjakan siswa. Penilaian portofolio pada da­ sarnya adalah menilai karya-karya individu siswa untuk suatu mata pelajaran dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, pengujian portofolio merupakan metode pengujian dengan melibatkan siswa untuk menilai kemajuannya. Portofolio dapat berisi pekerjaan tugas siswa, pembuatan alat peraga atau alat-alat hasil karya siswa, laporan penelitian, laporan praktikum siswa, tugas pengumpulan kliping, karangan atau tugas lain yang perlu didokumentasikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi atau sistem penilaian harus memenuhi aspek berikut ini. 1. Aspek kognitif berupa kuis, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semesteran, pekerjaan rumah, dan tugas internet. 2. Aspek afektif berupa tes sikap minat siswa terhadap pelajaran, keaktifan siswa di dalam kelas, mengemukakan pendapat, memimpin diskusi, dan keberanian untuk bertanya. 3. Aspek psikomotorik berupa tes keterampilan untuk melakukan suatu percobaan atau keterampilan melakukan peragaan, mengoperasikan alat-alat laboratorium atau melakukan pengukuran dalam percobaan atau hasil penelitian. 4. Gabungan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik berupa tugas portofolio. Contoh Tes Kemampuan Keterampilan 1. Percobaan/Eksperimen Di atas meja disediakan alat-alat: voltmeter, amperemeter, multimeter, kabel penghubung, baterai, hambatan, jangka sorong, dan meteran.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

11



Tugas/Pertanyaan Ambil alat-alat yang diperlukan untuk percobaan yang akan dilakukan. Kemudian, ukur besar kuat arus dan beda tegangan pada suatu rangkaian ter­ tutup. Pada tes ini, kegiatan siswa yang harus dilakukan adalah 1) Alat-alat yang disiapkan atau diambil adalah kabel penghubung, hambatan, amperemeter, voltmeter, dan baterai. 2) Merangkai peralatan seperti gambar di bawah ini. R I

V

A

E

3) Mengukur besar kuat arus I pada amperemeter A dan beda tegangan kedua ujung R pada voltmeter V. 4) Mengulangi pecobaan dengan mengubah besar R atau E. Guru mengamati kegiatan siswa dalam melakukan percobaan dalam hal ketelitian, kecepatan, sikap, dan keterampilan. 2. Demonstrasi/Peragaan Di samping keterampilan siswa dalam melakukan percobaan/eksperimen, siswa dapat dites melakukan demonstrasi/peragaan. Contoh kegiatan demonstrasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Siswa diminta menunjukkan dan memperagakan 1) menunjukkan bahwa di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan mag­ netik; 2) menunjukkan cara membuat benda netral menjadi bermuatan listrik positif; 3) menunjukkan adanya GGL pada elemen Volta; 4) menunjukkan timbulnya GGL induksi pada suatu kumparan; 5) menunjukkan hubungan tegangan dan jumlah lilitan pada suatu transforma­ tor; 6) menunjukkan perubahan energi kimia menjadi energi listrik; 7) menunjukkan perubahan energi mekanik menjadi energi listrik.

12

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Petunjuk Khusus A. Pemakaian Buku Siswa Bapak dan Ibu Guru Fisika SMP atau MTs tentu sudah paham betul materi fisika lengkap dengan aplikasinya, yang akan disampaikan kepada siswa. Namun, gaya dan profil guru serta kondisi dan situasi daerah satu dengan daerah lain berbeda, serta tingkat kemampuan siswanya juga berbeda. Hal ini menyebabkan perbedaan tingkat ketercapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan tersedianya buku siswa dan buku guru ini, diharapkan dapat membantu pembelajaran fisika dan kimia secara efektif dan efisien, terutama dapat tercapainya kompetensi yang telah ditetapkan. Seorang guru yang ideal tidak hanya berpedoman pada satu buku, tetapi perlu ditambah referensi yang lebih lengkap dan luas termasuk akses internet. Namun bagi siswa, satu buku dan sarana mengakses internet sudah cukup. Untuk memperluas wawasan, diskusi kelompok, dan diskusi dengan guru sangat diperlukan. Mengingat siswa sudah mempunyai buku, guru diharapkan mengefektifkan penggunaan buku siswa tersebut. Cara Menggunakan Buku Siswa Agar pemakaian buku siswa lebih efektif dan efisien, guru dapat menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. - Pada akhir pelajaran dan menuju materi yang baru, siswa diharapkan untuk membaca buku terlebih dahulu dan pada saat masuk pelajaran, baru diadakan kuis atau tes singkat selama ± 10 menit. - Kuis berisi rumus-rumus, hitungan secara cepat, fungsi peragaan, fungsi alat-alat, dan lain-lain (koreksi dilakukan oleh siswa dengan menggeser 2 atau 3 siswa dan hasilnya dapat diketahui oleh seluruh siswa dengan cara memasukkan nilai secara langsung). - Guru dapat mengembangkan metode demonstrasi dan eksperimen sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. - Siswa tidak perlu mencatat kembali materi yang sama dengan buku, tetapi cukup menambah contoh-contoh soal yang lain atau mengembangkan aplikasinya, terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, penerapan rumus-rumus pada suatu peristiwa. - Memperbanyak tanya jawab atau diskusi kelas. Sebagai contoh dalam menu­ runkan rumus, siswalah yang aktif berpikir, sedangkan guru yang menulis dan mengarahkan.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

13

-

Hasil perumusan akhir perlu adanya penekanan dan diberi contoh penggunaan dan aplikasinya yang berkaitan dengan peristiwa sehari-hari. - Latihan soal dapat diberikan sebagai tugas rumah atau tugas di kelas. - Melakukan demonstrasi atau eksperimen tambahan yang lebih luas. - Menyusun LKS sebagai sarana kegiatan eksperimen atau kegiatan percobaan dan penelitian lapangan. Semoga dengan penggunaan Buku Siswa dan Buku Guru, proses pembelajaran fisika dapat lebih mudah, cepat, efisien, menyenangkan, dan akhirnya buah keber­ hasilan anak didik yang akan dipetik. B. Uraian Materi Buku ini telah dilengkapi dengan silabus (berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, submateri pokok, kegiatan pembelajaran, indikator, evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dalam uraian materi di sini tidak disajikan lagi karena telah ada dalam silabus (yang tertera pada halaman akhir buku guru). Di samping itu, buku guru juga dilengkapi dengan RPP. Dalam uraian materi akan disajikan judul bab, subbab, metode atau strategi pembelajaran, tugas kelompok atau tugas mandiri, jawaban atau uraian keterangan dari tugas atau peristiwa, peragaan, percobaan, kunci latihan soal, dan tes kemam­ puan keterampilan. Tips-tips alat peragaan dan percobaan serta pembuatan alat sederhana. Pada uraian materi di sini akan disajikan hal-hal seperti berikut ini. A. Materi berisi subpokok bahasan/subbab. B. Metode adalah metode yang dapat digunakan pada pokok bahasan. C. Demonstrasi/Peragaan, kemungkinan demonstrasi atau peragaan yang dapat dilakukan oleh guru atau siswa. Disajikan pula macam-macam alat yang mung­ kin digunakan. Demonstrasi/peragaan dapat dilakukan oleh guru atau siswa. Apabila dilakukan oleh guru dapat disertai dengan tanya jawab dan dipandu dengan alat bantu pembelajaran lain (misalnya OHP, gambar, model, slide, dan LCD). Apabila dilakukan siswa, dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang disertai dengan diskusi saat dilakukan demonstrasi atau setelah melakukan demonstrasi. D. Ekspreimen/Percobaan adalah jenis percobaan yang dapat dilakukan oleh siswa dilengkapi dengan LKS. Disajikan pula macam-macam alat yang mungkin digunakan. E. Tes Kemampuan Keterampilan adalah tes keterampilan yang dapat diberikan pada siswa. Tes ini berkaitan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan alat-alat ukur atau alat percobaan atau peragaan. Pada tes ini, dipersiapkan macam-macam alat yang mungkin digunakan dan alat-alat lainya. Siswa disuruh memilih dan menggunakan alat-alat percobaan atau demonstrasi

14

RPP Fenomena Fisika SMP 3

sesuai dengan perintah yang ditugaskan kepada siswa secara perorangan atau kelompok kecil. F. Tugas Portofolio, jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa untuk dikerjakan baik di rumah atau di sekolah yang berbentuk laporan tertulis sehingga dapat didokumentasikan. Tugas portofolio antara lain kliping, laporan penelitian, tugas mandiri, tugas dari akses internet). G. Kunci Soal merupakan kunci jawaban dari soal latihan subbab, soal akhir bab atau soal latihan akhir semester. Catatan: Bapak dan Ibu Guru tidak harus melaksanakan semua yang disajikan pada uraian materi ini. Perlu dipilih dan disesuaikan waktu dan keadaan serta ketersediaan alat-alat yang ada. Jadi, sifatnya fleksibel dan tidak mengikat atau dengan cara menambah atau mengganti sesuai dengan kreativitas bapak dan ibu guru di lapangan.

Bab 1 Listrik Statis A. Materi 1. Benda Bermuatan Listrik 2. Hukum Coulomb B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan terjadinya benda bermuatan listrik positif maupun negatif; - menunjukkan cara menentukan jenis muatan listrik dengan elektroskop; - menunjukkan adanya gaya tolak maupun gaya tarik antara dua benda ber­ muatan listrik. Alat-Alat Elektroskop, sisir plastik/mika, kaca, kain sutera, tali, dan kain wol. D. Eksperimen/Percobaan Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan siswa antara lain - membuat benda netral menjadi bermuatan listrik negatif; - membuat benda netral menjadi bermuatan listrik positif; - menentukan benda bermuatan listrik negatif atau muatan listrik positif.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

15

Alat-Alat Plastik, kain sutera, batang kaca, elektroskop, tali, dan kain wol. Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan guru), komputer, LCD, dan jaringan inter­net atau rekaman dari jaringan internet. E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan macam-macam alat: plastik, batang kaca, kain sutera, kain wol, kain kapas, tali, sisir plastik, sisir tanduk, batang kayu, dan elektroskop. Tugas 1. Ambil alat-alat yang diperlukan dan peragakan cara membuat benda netral menjadi bermuatan listrik positif dan benda bermuatan negatif. 2. Ambil alat-alat yang diperlukan dan tunjukkan cara menentukan benda bermuatan listrik positif atau negatif. F. Tugas Portofolio Mencari materi yang mendukung konsep listrik statis di buku-buku referensi, majalah, koran, atau internet. G. Kunci Soal Latihan 1.2 Recalling 1. Akan tolak-menolak atau tarik menarik. 1 ​   atau berbanding ter- 2. Besar gaya tarik atau tolaknya berbanding lurus ​ __ r2 2 balik r . 3. Cara memperbesar gaya interaksi kedua muatan adalah memperbesar ma­ sing-masing muatan dan memperkecil jarak kedua muatan. 4. Energi listrik yang dimiliki suatu muatan terhadap muatan sumber. 5. Karena muatan listrik terkumpul di tempat ujung runcing.

16

Uji Pemahaman Konsep 1. Penyusun atom: proton, neutron, dan elektron. 2. Dengan menggosok, induksi, dan mengontakkan. 3. Benda bermuatan positif. 4. Elektroskop q1q2 5. Hukum Coulomb: F = k​ ___    ​. r2 6. Karena sumber petir mempunyai tegangan yang sangat tinggi sehingga muatan pada sumber dapat meloncat. 7. Beda potensial adalah besarnya perbedaan potensial listrik.

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Ulangan Bab 1 A. Pilihan 1. a 2. a 3. b 4. b 5. a

6. a 7. b 8. b 9. a 10. b

11. c 12. a 13. d 14. b 15. b

16. c 17. c 18. c 19. d 20. c

21. c 22. d 23. b 24. 25. b

B. Uraian Pemahaman Konsep 2. Benda bermuatan yang kekurangan atau kelebihan elektron. Benda netral, benda yang tidak kekurangan atau kelebihan elektron. 3. Benda bermuatan akibat dari keluar atau kemasukan elektron. 4. Benda terimbas atau terinduksi. 5. Awan mempunyai tegangan yang sangat tinggi karena adanya benda di bawah yang cenderung runcing, muatan dari awan tersebut akan meloncat sehingga terjadilah petir. 6. Agar muatan dari sumber tersalurkan melalui penangkal ke bumi.

Hitungan 8. q1 = +4 × 10–9 C; q2 = +2 × 10–9 C; r = 8 cm = 8 × 10–2 m; F = …?

qq r

(4 × 10–9)(2 × 10–9) (8 × 10 )

1 2 F = k​ ___ ​ = 9 × 109 ​ ______________   ​ = ​ __98 ​ × 10–5 C 2    –2   2 

9. q1 = –2 μC = –2 × 10–6 C; q2 = 4 μC = 4 ×10–6 C; r = 1 m; F2 = …?

qq r

(–2 × 10–6)(4 × 10–6) 1

1 2 F2 = F1 = k​ ___ ​ = 9 × 109 ​ _______________  7,2 × 10–2 C 2    2     ​ =

10. r = 8 cm = 8 × 10–2 m; q1 = q2 = 8 × 10–9 C; F = …?

qq r

(8 × 10–9)(8 × 10–9) (8 × 10 )

1 2 F = k ​ ___ ​ = 9 × 109 ​ ______________   ​ = 9 × 10–5 C 2    –2   2 

11. q1 = 4 μC = 4 × 10–6 C; q2 = 10 μC = 10 × 10–6 C; r = 50 cm = 0,5 m; x = …? r F1 q

q1

F2

q2

x



F1



1 k​ ___ ​ 2  

qq x

= F2 qq (r – x)

q x

q (r – x)

2 2 = k​ _____  2 ​   → ​ __21 ​ = ​ _____   2 ​  

RPP Fenomena Fisika SMP 3

17



4 × 10 10 × 10 ​ ______   ​  = ​ _______ ​ → 4(r – x)2 = 10x2 2  2   



10x2

= 4(0,5 – x)2 → 10x2 = 4(0,25 – x + x2)



10x2

= 1 – 4x + 4x2 → 6x2 + 4x – 1 = 0



x12

–4 ± ​ 16 – 24 ​  _______ = ​ __________       ​ = ​        ​ 12 12



x1 = 0,193 m dan x2 = –0,86 m

–6

–6

(r – x)

x

_______



–4 ± 6,23

Yang memenuhi syarat adalah x1 = 0,193 m dari muatan q1. 12. E = 4,5 × 10–4 N/C; r = 20 cm = 0,2 m; q = …? q r



E = k​ __2 ​ 



4,5 × 10–4



18 × 10 q = ​ _______ ​ = 2 × 10–15 C 9   

q (0,2)

= 9 × 109 ​ ____   2 ​  –6

9 × 10

13. q = 6 μC = 6 × 10–6 C; W = 24 × 10–6 J; V = …? W = qV

W _______ 24 × 10 V = ​ __ ​ = 4 volt –6   q  ​ = ​  –6

6 × 10

14. q1 = 5 μC = 5 × 10–6 C; q2 = –10 μC = –10 × 10–6 C; r = 50 cm = 0,5 m; F = …?; E = ...? qq r

(5 × 10–6)(–10 × 10–6) (0,5)

4,5 × 10–1 2,5 ×10

1 2 a. F = k​ ___ ​ = 9 × 109 ​ _______________ ​ = ​ _______ ​ = –1,25 N 2    2       –1  

–1,25 5 × 10 –1,25 F ________ E2 = ​ __   = 1,125 × 106 N/C –6 ​ q2 ​  = ​ –10 × 10 

F ______ b. E1 = ​ __     ​ = 2,25 × 106 N/C –6 q  ​  = ​  1



15. q1 = 4 μC = 4 × 10–6 C; q2 = –6 μC = –6 × 10–6 C; r = 20 cm = 0,2 m E di tengah-tengah = …?; E pada masing-masing muatan = …? E2 q1

E1

q ​r​1​​ 

q2 3,6 × 104 10

4 × 10 E1 = k​ __21 ​ =   9 × 109 ​ ______   _______ ​ = ​    3,6 × 106 N/C ​ = 2    –2    –6

(0,1)

q –5,4 × 104 –6 × 10–6 ________ E2 = k​ __22 ​ =   9 × 109 ​ _______   ​ = ​        –5,4 × 106 N/C ​ = 2    (0,1) 10–2 ​r​ ​​  2

E = E1 – E2 = 3,6 × 106 – (–5,4 × 106) = 9 × 106 N/C arah ke q2

18

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Potensial di tengah-tengah = ...? Potensial di tengah oleh muatan q1 q

4 × 10 1 9 ______ V1 = k​ __   3,6 × 104 volt ​ = r  ​ = 9 × 10 ​  0,1    Potensial di tengah oleh muatan q2 –6

q

–6 × 10 2 9 _______ V2 = k​ __   –5,4 × 104 volt ​ = r  ​ = 9 × 10 ​  0,1    Potensial di tengah-tengah V = V1 + V2 = (3,6 – 5,4) × 104 = –1,8 × 104 volt 16. q = 2 × 10–4 C; ΔV = 100 volt; W = …? W = qDV = (2 × 10–4)(100) = 2 × 10–2 J 17. q = 6 C; W = 24 J; ΔV = …? W = qDV



–6

W __ 24 DV = ​ __ q  ​ = ​ 6  ​ = 4 volt

Pengayaan 18. q = –3,2 C; e = –1,6 × 10–19 C; n = …? q = en

q -1,6 × 10

–3,2 -1,6 × 10

n = ​ ________   –19   ​ = ​ ________  –19   ​ = 2 × 1019 buah elektron

19. q = Q; ΔV = 6 volt; W = 60 J; q' = 3Q; ΔV ' = 36 volt; W ' = …? ΔV = VA – VB = 6 volt W = qDV

W 60 q = ​ __    ​ = ​ __  ​ = 10 C DV 6



W = 3qDV ' = 3(10)(36) = 1.080 J



Analisis 20. d = 10 cm = 0,1 m; x = …? Jika muatan sejenis maka gaya = nol terletak di tengah-tengah kedua muatan. x = 0,5 (0,1) = 0,05 m



Remedial I. Isian 1. Muatan elektron: negatif, proton: positif; neutron: netral (tidak ber­muatan). 2. Menggosok; induksi. 3. Dari kain ke penggaris ke kain wol.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

19

4. Tolak-menolak; tarik-menarik. 5. Gaya Coulomb. II. Uraian 1. Karena benda tersebut bermuatan listrik positif maupun negatif. 2. Benda bermuatan positif jika kehilangan elektron dan bermuatan negatif jika kemasukan elektron dari luar. 3. Dua buah muatan pada jarak tertentu akan terjadi interaksi, ber­ bentuk gaya tarik atau gaya tolak. Besar gaya tarik atau tolak yang qq r

1 2 dirumuskan oleh Coulomb F = k ​ ___ ​. 2   

5. q1= 5 μC = 5 × 10–6 C; q2 = –5 μC = 5 × 10–6 C; r = 2 m; F = …?

qq r

(5 × 10–6)(–5 × 10–6) 2

F = k ___ ​  1 2 2 ​ = 9 × 109 ​ ______________  65,25 × 10–3 N 2     ​ =

Bab 2 Listrik Dinamis A. Materi 1. Hukum Ohm 2. Hambatan Kawat Penghantar 3. Hukum I Kirchhoff 4. Rangkaian Hambatan 5. Rangkaian Sumber Tegangan B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan cara pembacaan skala pada multimeter, voltmeter, atau am­ peremeter; - menunjukkan cara mengukur hambatan suatu kawat; - menunjukkan cara pemasangan voltmeter dan amperemeter pada pengukur­ an beda tegangan dan kuat arus listrik; - menunjukkan rangkaian hambatan seri dan paralel; - menunjukkan rangkaian listrik tertutup.

20

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Alat-Alat Kawat nikelin berbagai diameter, baterai, kabel, sumber tegangan, hambatan listrik, voltmeter, amperemeter, dan multimeter.

D. Eksperimen/Percobaan Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan siswa antara lain - mencari hubungan panjang dan luas penampang kawat penghantar dengan besarnya hambatan; - mengukur hambatan pengganti rangkaian hambatan seri dan paralel; - mengukur kuat arus listrik dan beda tegangan listrik pada rangkaian listrik.

Alat-Alat Kawat nikelin, baterai, kabel, sumber tegangan, hambatan lsitrik, voltmeter, amperemeter, dan multimeter.



Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan oleh guru), komputer, LCD, dan jaringan internet atau rekaman dari jaringan internet.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan macam-macam alat: baterai, kabel penghubung, amperemeter, voltmeter, kawat nikelin, dan multimeter. - Ambil alat-alat yang diperlukan, kemudian tunjukkan cara merangkai dan mengukur kuat arus listrik dan beda tegangan listrik pada suatu rangkain tertutup. - Ambil alat-alat yang diperlukan dan tunjukkan cara mengukur hambatan listrik. - Ambil alat-alat yang diperlukan dan tunjukkan hukum 1 Kirchhoff. F. Tugas Portofolio Mencari beberapa artikel di internet atau media lain yang ada hubungannya de­ ngan konsep listrik dinamis dan keterkaitannya dalam kehidupan sehari-hari. G. Kunci Soal Latihan 2.1 Recalling 1. Listrik yang berkaitan dengan muatan listrik yang bergerak. 2. V = I R 5. Jika sebuah hambatan diberi beda potensial maka pada hambatan mengalir arus listrik.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

21

6. V = 1,5 V; I = 100 mA = 0,1 A; V ' = 3 V; I ' = …?

V = IR



V ___ I = ​ __  ​ = ​    ​ = 15 W R 0,1



V ' _____ I ' = ​ __   ​ = ​        0,3 A = 300 mA ​ = R 15

1,5

3(1,5)

Latihan 2.2 Recalling 1. Panjang, luas penampang, dan jenis penghantar. 2. 5 potongan; hambatan semula R. R  ​ = 0,2 R. Hambatan satu potong = ​ __ 5 3. Konduktor dan isolator. 4. l = 5 m; ρ = 1,68 × 10–8 Wm; A = 2 mm2 = 2 × 10–6 m; R = …?

l 5 R = r​ __   ​ = 1,68 × 10–8 ​ ______   –6   ​ = 4,2 × 10–2 W A 2 × 10

5. ρ = 100 × 10–8 Wm; l = 10 m; R ____ = 5 W; d = …? _____________ 4ρl 4ρl 4(100 × 10–8)(10) l l __ ___ ____ ____ R = r​ A  ​ = r​   __d  2 ​ = ​  2 2  ​ →   d = ​ ​  2  ​  ​               ​ ​ = 0,045 × 10–3 m = ​ ​ _____________ p2(5) π d π R (p​ 2 ​) = 0,0045 cm





Latihan 2.3 Recalling 1. Karena besar arus yang mengalir sesuai dengan cabang rangkaian. 2. I1 = 3 I3; I1 = …?; I2 = …?; I4 = …?; I5 = …? I1 + I2 = 8 I3 = 10 – 8 = 2 A I1 = 3 I3 = 3 (2) = 6 A I2 = 8 – I1 = 8 – 6 = 2 A I4 = I1 + I2 = 6 + 2 = 8 A I5 = 10 A Latihan 2.4 Recalling 1. R = 10 W; R terkecil = …?; R terbesar = …? 10 R  ​  = ​ __ R terkecil jika dihubungkan secara paralel: Rp = ​ __  ​  = 1 W. 10 10 R terbesar jika dihubungkan secara seri: Rs = R(10) = (10)(10) = 100 W. 2. a. R = 100 + 250 + 300 + 450 = 1.100 W

22

RPP Fenomena Fisika SMP 3



b.

3 + 2 + 1 __ 6 1  ​ = ​ __ 1  ​  + ​ __ 1  ​  + ​ __ 1  ​  = ​ _______ ​ __         ​  ​ = ​  R 10 15 30 30 30





R1 = 5 W R = 5 + 20 = 25 W



c.

150 × 100 ________ R = ​ ________    ​ + ​ 150 × 100   ​ = 60 + 60 = 120 W 150 + 100 150 + 100



d.

50 W diseri dengan 50 W menghasilkan 100 W. 100 W diparalel dengan 150 W menghasilkan 60 W. 60 W diseri dengan 140 W menghasilkan 200 W. 200 W diparalel dengan 120 W menghasilkan 75 W. Jadi, hambatan totalnya 75 W.

1

Latihan 2.5 Recalling 1. Keuntungan disusun seri: GGL-nya lipat jumlah sumber sedangkan disusun paralel akan tahan lama. 2. Kerugian disusun seri, hambatan lebih besar, yaitu kelipatan jumlah sumber. Disusun paralel, GGL-nya kecil hanya sama dengan satu sumber. 3. Kebanyakan disusun secara seri, karena GGL-nya besar. Susunan paralel jarang dipakai. V ________ 6 6 4. I = ​ __  ​ = ​     ​   = ​ ___    ​  = 0,012 A R 200 + 300 500



V pada R = 200 W adalah V = I R = (0,012)(200) = 2,4 V V pada R = 300 W adalah V = I R = (0,012)(300) = 3,6 V

5. RP

I

200 × 300 = ​ ________    ​ = 120 W 200 + 300

V ___ 6 = ​ __   ​ = ​     ​  = 0,05 A R 120 P





V ___ 6 I pada R = 200; I = ​ __  ​ = ​     ​  = 0,03 A R 200



V ___ 6 I pada R = 300; I = ​ __  ​ = ​     ​  = 0,02 A R 300

Uji Pemahaman Konsep 1. Aliran muatan yang melalui suatu penghantar. 2. Hukum Ohm; V = I R 3. V R A E

RPP Fenomena Fisika SMP 3

23

l 4. R = r​ __   ​; l dan A dilipatduakan maka hambatannya tetap. A

5. Jumlah arus yang menuju titik cabang = jumlah arus yang meninggalkan titik cabang. 6. Empat buah hambatan R maka keempat hambatan dapat disusun seperti di bawah ini.

(a)

(c)



(b)

(d)

(a) R1 = 4R; (b) R2 = ​ __14 ​R; (c) R3 = R; (d) R4 = ​ __43 ​R 7. 4 GGL: masing-masing E, hambatan dalam r; hambatan luar R. a. R

(4E, 4r)



V _____ b. I = ​ __  ​ = ​  4E   ​  R R + 4r





Tegangan jepit V = I R





E   ​   V = ​ _____ R R + 4r

8. Secara paralel E ' = E, r' = ​ __14 ​r

V ________ E   ​  I = ​ __  ​ = ​  R R + (0,25)r



Tegangan jepit V = I R

E   ​   V = ​ _______ R R + 0,25r 9. Tiga buah elemen dengan GGL: E, dan hambatan dalam 3 buah R. Agar menghasilkan arus yang paling besar, 3 buah GGL disusun secara seri dan 3 buah hambatan disusun paralel.



I

24

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Rp = ​ __13 ​ R

V ___ 3E 9E I = ​ __   ​ = ​ 1  ​ = ​ ___  ​ R R __ p

​ 3 ​R

4×6 10. Rab = 5 + 5 + Rp → Rp = ​ ____    ​ = 2,4 W 4+6



Rab = 12,4 W

4×6 Rad = 5 + 5 + Rp → Rp = ​ ____    ​ = 2,4 W 4+6

Rad = 12,4 W

2×8 Rac = 5 + 5 + Rp → Rp = ​ ____    ​ = 1,6 W 2+8

Ulangan Bab 2 A. Pilihan 1. b 2. c 3. d 4. a 5. d

6. d 7. a 8. - 9. b 10. b

11. c 12. b 13. d 14. b 15. b

16. d 17. c 18. a 19. b 20. b

21. b 22. c 23. d 24. b 25. a

26. 27. a 28. d 29. a 30. c

Ralat nomor 8. Jawaban 5,4 W nomor 26. Jawaban 20 W Uraian nomor 22 Vab = I1 R1 = (0,2)(60) = 12 Vab = I2 R2 12 = I2 (30) → I2 = 0,4 A

B. Uraian Pemahaman Konsep 2. Karena beda tegangan terpasang sama. 3. Karena beda tegangannya sangat besar sehingga muatan dapat meloncat sebagai kilat. 4. Karena kawat mempunyai hambatan sehingga tegangannya akan turun. Ingat V = I R. 5. Karena dengan banyaknya lampu secara seri berarti hambatannya akan bertambah sehingga besar arus yang mengalir akan berkurang. 6. Tegangan paling tinggi adalah no. 3, karena hambatannya paling besar dan arus yang mengalir paling besar. 7. Paling terang lampu 1, karena arusnya paling besar. Paling redup adalah 3 dan 4, karena arus yang mengalir paling kecil.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

25



Analisis l 8. Dari persamaan hambatan kawat R = r​ __   ​, yang lebih besar kawat yang A tipis dan panjang. 9. Hambatan kawat penghantar tidak bergantung pada kuat arus dan beda te­ gangan, tetapi bergantung pada panjang, luas penampang, dan jenis kawat. 10. a



b

a

b

(a) (b) E ___ Pada rangkaian (a) I = ​ 2R  ​  → Rs = 2R

E ​ → R = ​ ___ 2R  ​ = R Pada rangkaian (b) I = ​ __ p R 2 V E  ​  → I = ​ ___ E  ​  I1 = ​ ___   ​  = ​ ___ 2 2R 2R 2R

Oleh karena daya P = V I maka daya lampu yang dipasang pertama (dua lampu) dan dipasang kedua (empat lampu) intensitasnya sama. 11. Lampu yang putus adalah 3 atau 5 atau 6 atau 4. 12. a. Paling besar adalah 1 b. Paling kecil adalah 3 13. Panjang L, luas A, R = 20 W; L' = 2L; A'= ​ __14 ​ A; R' = …?



l R = r​ __   ​ A 8L L' 2L R' = r​ __  ​ = r​ ___  ​ = r​ __  ​ 1 __ A A'

R' = 8R

​ 4 ​A

Hitungan 14. __ ​ R1 ​  = ​ __12 ​ + ​ __13 ​ = ​ __36 ​ + ​ __26 ​ = ​ __56 ​ → R = ​ __65 ​ W 15. I = 300 mA = 0,3 A; V = 1,5 V; R = …? V = IR → 1,5 = 0,3R → R = 5 W 16. E = 6 V; r = 1 W; R = 9 W; I = …?

V = IR



V _____ 12 ​  A → I = ​ __ 12 ​  A I = ​ __  ​ = ​  2E   ​   = ​ ______   ​   = ​ __ R 2r + R 2(1) + 9 11 11

2(6)

17. E = 3 V; r = 1 W; R = 5 W; I = …?

26



V _____ 3 E   ​   I = ​ __  ​ = ​ 2E – E   ​ = ​ _____ = ​ ______    ​   = ​ __3 ​ = 0,375 A R 3r + R 3r + R 3(1) + 5 8



I = 0,375 A

RPP Fenomena Fisika SMP 3

18. a. Jika kawat tidak berlapis isolator, panjang kawat menjadi ​ __14 ​ L dan luas penampang menjadi 4A, R = 100 W; L = 100 cm; R' = …?

__ ​ 1 ​L

l 4 L R = r​ __   ​ = r​ ___ ​ = r​ ___    ​  A 4A 16A

100 1  ​R R' = ​ __   = ​ ___  ​ = 6,25 16 16 b. Jika kawat berlapis isolator maka ke empat kawat terhubung secara paralel. Tiap potong kawat berhambatan ​ __41 ​ R = ​ __41 ​ (100) = 25 W maka hambatannya R' = ​ __41 ​ (25) = 6,25 W. Jadi, besar hambatannya adalah sama R'= 6,25 W.



Pengayaan 19. a. R = 100 + 250 + 300 + 450 = 1.100 W 30 30 b. Rp = ​ _______    ​   = ​ __   ​ = 5 W 3+2+1 6



R = 5 + 20 = 25 W

100 × 150 c. R = ​ ________    ​ × 2 = 120 W 100 + 150

d. R seri 50 + 50 = 100 W; R = 100 W diparalel 150 W menghasilkan 60 W. Kemudian 60 W diseri 140 W diperoleh 200 W. Hambatan 200 diparalel dengan 120 W.

200 × 120 R = ​ ________    ​ = 75 W 200 + 120

20. Hambatan 4 W diparalel 4 W diperoleh 2 W; kemudian diseri 6 W diper­ oleh 8 W. Kemudian, diparalel dengan 8 W diperoleh 4 W. Selanjutnya, diseri dengan 10 W diperoleh 14 W.

Remedial I. Isian 1. Hambatan R. 2. Panjang dan hambatan jenis serta luas penampang. 3. Konduktor dan isolator. 4. Hambatan dalam. 5. Menjadi besar karena hambatan dalamnya menjadi kecil. II. Uraian 1. Hambatan pada kawat hanya bergantung pada jenis, panjang, dan luas penampang. Dengan perbedaan tegangan yang berbeda hanya besar arusnya dan hambatannya tetap. 2. Karena untuk jenis bahan yang berbeda, hambatan jenisnya berbeda sehingga besar hambatannya berbeda.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

27

3. Korsleting adalah hubungan pendek, yaitu terjadinya hubungan antara kedua kutub secara langsung tanpa melalui hambatan se­hingga besar arus yang mengalir sangat besar. Hal ini meng­ akibatkan energinya sangat besar dan dapat mengakibatkan keru­ sakan atau bahkan kebakar­an. Untuk menghindari adanya korsleting diberi pembatas arus yang dinamakan sekring. 4. - Makin besar beda tegangan, akan makin besar pula arusnya. - Besar hambatannya tetap. - Hubungan ketiga besaran tersebut adalah V = I R. 5. R = 3 W; Rs = …?; Rp = …? Rs = 3(3) = 9 W

3 1  ​ = 3​ __ 1 ​  = ​ __  ​ = 1 ​ __ R R 3



Rp = 1 W

p

Bab 3 Sumber Arus Listrik A. Materi 1. Arus Listrik 2. Elemen Listrik 3. Gaya Gerak Listrik 4. Mengukur Arus Listrik dan Beda Tegangan B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi/peragaan yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan rangkaian listrik tertutup; - menunjukkan bagian-bagian dan proses terjadinya GGL pada elemen Volta; - menunjukkan macam-macam elemen; - menunjukkan komponen aki; - menunjukkan cara pengosongan dan pengisian aki; - menunjukkan cara mengukur GGL suatu elemen dan tegangan jepit; - menunjukkan komponen dan cara kerja sekring.

28

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Alat-Alat Baterai, macam-macam elemen, kabel, sekring, voltmeter, amperemeter, mul­ timeter, gelas beker, larutan asam sulfat, elektroda (tembaga dan seng), elemen kering rusak, dan aki rusak yang dibedah.

D. Eksperimen/Percobaan Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan siswa antara lain - mengukur GGL elemen Volta untuk bermacam-macam konsentrasi asam sulfat; - mengukur GGL pada susunan baterai; - mengukur GGL dan tegangan jepit pada baterai dalam suatu rangkaian listrik.

Alat-Alat Gelas beker, elektroda tembaga dan seng, kabel, asam sulfat, aquades (air), baterai/elemen kering, amperemeter, voltmeter, dan multimeter.



Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan guru), komputer, LCD, dan jaringan internet atau rekaman materi dari jaringan internet.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan macam-macam alat: amperemeter, voltmeter, multimeter, hambatan, baterai, dan kabel. Ambil alat yang diperlukan, kemudian tunjukkan cara meng­ ukur tegangan jepit dan GGL suatu elemen pada suatu rangkaian listrik. F. Tugas Portofolio 1. Buat elemen Volta dengan membuat rangkaian pasangan elektroda yang berdekatan sebanyak 4 atau 5 pasang elektroda seng – tembaga secara seri dan masukkan dalam gelas beker yang berisi larutan asam sulfat, kemudian ukur GGL elemen tersebut. 2. Lakukan seperti di atas dengan memvariasi besar konsentrasi larutan asam sulfat. 3. Buat elemen volta dengan satu pasang elektroda (seng dan tembaga). Ke­ mudian, ukur besar GGL dan waktu pengukuran. G. Kunci Soal Latihan 3.2 Recalling 1. Sumber arus listrik sama dengan sumber tegangan, yaitu sumber yang menghasilkan arus listrik.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

29

2. Elemen primer adalah sumber arus listrik atau sumber tegangan yang tidak dapat diperbarui atau hanya sekali pakai. Elemen sekunder adalah elemen yang dapat diperbaharui. 4. Perubahan energi kimia menjadi energi listrik. 5. Pengisian aki dengan menghubungkan aki dan sumber tegangan pengisi. Kutub positif aki dihubungkan dengan kutub positif sumber. Latihan 3.4 Recalling 1. Pengukur arus listrik dinamakan amperemeter dan alat pengukur beda tegangan dinamakan voltmeter. 2. Amperemeter dipasang secara seri dengan R dan E. R I A E

3. Voltmerer dipasang secara paralel terhadap R. 4. Batas ukur 5 A; skala maksimum 10; penunjuk jarum pada angka 3. Arus 3 yang me­ngalir = ​ __   ​  (5) = 1,5 A 10 5. Batas ukur 5 V; skala maksimum 50 V; penunjuk jarum pada angka 30. 30 Beda tegangan aki adalah ​ __  ​(  5) = 3 volt. 50

Ulangan Bab 3 A. Pilihan 1. b 6. c 11. c 2. c 7. c 12. d 3. d 8. c 13. c 4. a 9. c 14. b 5. d 10. b 15. c Ralat nomor 24: digunakan untuk → hambatan dalam baterai

16. d 21. b 17. b 22. b 18. d 23. c 19. d 24. 20. a 25. b diganti: karena adanya. Jawaban c.

B. Uraian Pemahaman Konsep 2. Hambatan dan beda potensial. 3. Di luar elemen arah arus listrik berlawanan dengan arah pergerakan elektron. Di dalam elemen elektron mengalir ke kutub negatif hasil reaksi kimia yang menghasilkan elektron dari ion.

30

RPP Fenomena Fisika SMP 3

4. Pada elemen Volta terjadi gas yang akan menutupi elektroda positif atau tembaga. 5. Untuk melindungi jika terjadi korsleting/hubungan pendek. 6. Tidak bisa, karena akan terbalik pengisiannya dari aki ke sumber pengisi muatan.

Analisis 7. a. semua lampu menyala b. sakelar dibuka, yang menyala: A, B, dan L 8. Amperemeter dipasang secara seri di antara baterai dan lampu. Volmeter dipasang secara paralel pada lampu. Sebelum digunakan, saklar multi­ meter diarahkan pada DC dan untuk amperemeter saklar diarahkan pada A (amperemeter) dan batasukur sedangkan pada voltmeter diarahkan pada V (voltmeter). Untuk arus AC, saklar AC/DC diarahkan pada AC. 9. Batas 2 A; skala maksimum 50; jarum pada angka 45. Arus = …? I = 45/50(2) = 0,18 A 10. Batas ukur 110 V; skala maksimum = 50; skala jarum = 30; V = …? 30 V = ​ __   ​ 110 = 66 V 50



Hitungan 11. t = 7 jam = 25.200 s; I = 6 A; Q = …? Q = It = (6)(25.200) = 151.200 C 12. I = 1 A; e = 1,6 × 10–19 C; n = …?

Q

(1)(1) 1,6 × 10

It ________ __ n = ​ __       = 6,25 × 1018 buah elektron –19 ​ e  ​ = ​ e ​ = ​ 

13. E = 4,5 volt; I = 0,2 A; R = …?

V V = IR → R = ​ __   ​ = 4,5/0,2 = 22,5 W I

Pengayaan 14. Ah = ampere jam; 1 Ah = 1 ampere × 1 jam Q = 1 × 3.600 = 3.600 C 15. E = 10 volt; Q = 50 Ah; a. R = 20 W; t = …?

V __ 10 V = IR → I = ​ __  ​ = ​ E ​ = ​ __ ​  = 0,5 A R R 20 Q

50 Q = It → t = ​ __I  ​ = ​ ___   ​  = 100 jam 0,5 b. Q = …? Q = 50 Ah = 50 (3.600) = 180.000 C

RPP Fenomena Fisika SMP 3

31



Remedial I. Isian 1. Potensial tinggi ke potensial rendah. 2. Berlawanan dengan gerakan elektron. 3. Elemen Volta. 4. Seri. 5. Paralel. II. Uraian 1. Kuat arus adalah banyaknya muatan yang mengalir setiap detik. 2. Arus searah aliran arus satu arah sedangkan arus bolak-balik, arah arusnya bolak-balik. 3. Amperemeter dipasang secara seri. 4. Alat voltmeter dipasang secara paralel terhadap hambatan yang diukur beda tegangannya. 5. Batas ukur = 5 A; skala maksimal 25; jarum penunjuk pada angka15. 15 I = ​ __   ​(5) = 3 A 25

Bab 4 Energi dan Daya Listrik A. Materi 1. Energi Listrik 2. Daya Listrik 3. Perubahan Energi Listrik 4. Penghematan Energi Listrik (Pengayaan) B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan perubahan energi listrik menjadi kalor, mekanik, cahaya, bunyi, kimia, dan lain-lain; - menunjukkan hubungan daya lampu dengan tegangan terpasang; - menunjukkan pengubahan energi listrik menjadi energi yang lain; - menunjukkan pemanfatan energi listrik;

32

RPP Fenomena Fisika SMP 3

-



menunjukkan bahwa energi listrik merupakan bentuk energi yang paling fleksibel.

Alat-Alat Baterai, jaringan listrik 220 V, heater, gelas kimia, air, kipas angin, bel listrik, dan macam-macam peralatan listrik.

D. Eksperimen/Percobaan Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan siswa antara lain - mengukur kesetaraan energi listrik dengan energi kalor; - mengukur energi listrik yang berkaitan dengan daya dan waktu. Alat-Alat Kalorimeter, air, heater, stop watch, dan termometer.

Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan oleh guru), komputer, LCD, dan jaringan internet atau rekaman materi dari jaringan internet.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan berbagai macam alat listrik. Bacalah daya listrik yang terdapat dalam sebuah alat listrik kemudian tentukan banyaknya energi yang digunakan dalam 1 jam. F. Tugas Portofolio Cari informasi dari berbagai sumber termasuk dari internet, apakah usaha yang dapat dilakukan untuk menghemat energi? G. Kunci Soal Latihan 4.1 Recalling 1. Energi listrik adalah energi atau tenaga yang berkaitan dengan listrik (te­ gangan, arus listrik, dan muatan listrik). 2. a. Setrika listrik: dari energi listrik menjadi panas atau kalor. b. Kipas angin: energi listrik menjadi energi mekanik. c. Lampu neon/lampu TL: energi istrik menjadi energi cahaya dan ka­ lor. d. Televisi: energi listrik menjadi energi cahaya, kalor, dan suara. e. Lemari es: energi listrik menjadi energi gerak dan kalor. 3. Tegangan, arus listrik, dan waktu. 4. Lebih baik lampu neon karena hemat energi dan lebih terang. 5. R = 10 W; I = 200 mA = 0,2 A; t = 2 menit = 120 s; W = …? W = VIt = I2Rt = (0,2)2(10)(120) = 48 joule

RPP Fenomena Fisika SMP 3

33

Pengayaan 6. R = 10 W; m = 100 g; V = 12 volt; c = 1.000 kal/kgCo; t = …? Q = mcΔT = 100 (1)(1) = 100 kal = 100 (4,2) joule = 420 J (12)2

   ​t  = 14,4t ​ VR  ​t = ​ ____ W =VIt = __ 10 2

W = Q 14,4t = 420 → t = 29,17 s V 7. W = ​ __   ​t R 2



(​ __1 ​V)2

V 2 1 ​W W ' = ​ ____    ​ ​  __12 ​t = ​ __14 ​ ​ __   ​ t = ​ __ 1 R __ 4 2

​ 2 ​R

Latihan 4.2 Recalling 1. Daya listrik adalah besar energi listrik yang dikeluarkan tiap sekon. 2. Faktor yang memengaruhi daya listrik adalah hambatan, beda tegangan, dan arus listrik. 3. Lampu (100 W/220 V). Artinya, pada tegangan 220 V daya keluaran sebesar 100 watt. 4. Setrika (300 W/220 V), dipasang pada V' = 110 V, I' = …?

P = 300 watt



V V P = ​ __   ​ → R = ​ __  ​ = ​ _____      161,3 W (hambatan tetap) ​ = R P 300



2

2

(220)2

V' _____ 110 V = IR → I' = ​ __   ​ = ​    ​  = 0,682 ampere R 161,3

5. t = 12 jam tiap hari; P = 100 W; harga per kWh = Rp500,00; sewa per bulan = Rp ...? t' selama 1 bulan = 12 jam × 30 = 360 jam Energi W = Pt = 100 watt (360 jam) = 36.000 watt jam = 36 kWh Jadi, sewa listrik = 36 × Rp500,00 = Rp18.000,00 Latihan 4.3 1. Energi listrik menjadi cahaya, kalor, dan bunyi. 2. Elemen pemanas, isolator, dan logam sebagai konduktor. 3. Untuk hemat energi dan terang digunakan lampu neon/TL. Untuk suasana redup digunakan lampu pijar. 4. Energi lampu neon banyak diubah menjadi energi cahaya, sedangkan pada lampu pijar selain cahaya juga diubah menjadi kalor. 5. Energi listrik bersifat fleksibel dan mudah diubah menjadi bentuk energi yang lain.

34

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Uji Pemahaman Konsep 1. Menjadi kalor, contoh solder, setrika, heater, dan kompor listrik. Menjadi gerak, contoh kipas, gerak mobil-mobilan, dan mobil listrik. Menjadi cahaya, lampu TL/neon, penerangan jalan, dan lampu mobil. Menjadi kimia, contoh aki. 2. Energi mekanik menjadi energi listrik: generator listrik. Kimia menjadi listrik: aki. Angin menjadi listrik: generator dari baling-baling angin. 3. Energi listrik mudah dikonversi/diubah menjadi bentuk energi yang lain. Di samping itu, efisiensinya juga tinggi. 4. Besar beda tegangan, hambatan, arus listrik, waktu, dan massa air. 5. Beda tegangan, hambatan, arus listrik, dan waktu. 6. Daya listrik adalah besarnya energi listrik tiap sekon. 7. (60 W/220 V); besar daya lampu 60 W pada tegangan 220 V. 8. – lampu pijar, 60 W selama 2 jam tiap hari: W1 = (60 W)(2 jam)(30) = 3.600 Wh/bl – 2 lampu neon 20 W selama 8 jam tiap hari: W2 = 2(20 W)(8 jam)(30) = 9.600 Wh/bl – setrika 300 W, 3 jam/minggu W3 = (300 W)(3 jam)(4) = 3.600 Wh/bl – televisi 80 W, 10 jam/hari W4 = (80 W)(10 jam)(30) = 24.000 Wh/bl Total energi yang digunakan selama 1 bl = W1 + W2 + W3 + W4 = 40.800 Wh = 40,8 kWh Sewa per bulan = 40,8 × Rp500,00 = Rp20.400,00 Ulangan Bab 4 A. Pilihan 1. b 6. b 11. a 16. b 21. b 2. c 7. d 12. d 17. d 22. c 3. b 8. d 13. b 18. d 23. d 4. c 9. b 14. a 19. a 24. a 5. c 10. c 15. b 20. a 25. a Uraian no. 25 P = VI = I2R. Arus sama, makin besar R akan makin besar P sehingga P1 > P2 > P3 > P4. B. Uraian Pemahaman Konsep 2. Energi listrik: W = VIt; V = IR; P = VI V2 W = VIt = I2R = ​ __   ​t R Makin panjang penghantar, akan berkurang tegangannya. Pada jaringan jarak jauh, sebelumnya tegangan dinaikkan untuk mengurangi besarnya

RPP Fenomena Fisika SMP 3

35

arus yang mengalir atau mengurangi terjadinya perubahan kalor dalam perjalanan. 3. Daya keluaran setrika sebesar 300 W pada tegangan terpasang sebesar 220 V. Jika dipasang pada tegangan 110 V, daya keluaran hanya ​ __14 ​ -nya atau 75 watt sehingga panas setrika hanya kecil. 4. Agar hemat energi dan lebih terang. 6. Gunakan lampu hemat energi bukan bohlam. Menghidupkan alat-alat listrik dan lampu seperlunya saja. Mengurangi penggunaan energi listrik pada beban puncak antara jam 17.00 sampai jam 21.00.

Hitungan 7. Baterai 2 buah seri, E = 1,5 volt; t = 5 menit = 300 s; I = 0,2 A; W = …? W = VIt = 2(1,5)(0,2)(300) = 180 J 8. t = 2 jam; W = 3 kWh; P = …?

3.000 watt jam

W ___________ P = ​ __      1.500 watt ​ = t  ​ = ​  2 jam

9. Bohlam (40 W/180 V), dipasang pada tegangan a. 180 V → P = 40 W



36



b. 90 V → P = ​ __14 ​ (40 W) = 10 W



c. 60 V → P = ​ __19 ​ (40 W) = 4,44 W d. 360 V → P = 0 (karena filamen lampu putus), kalau dapat menyala P = 4 (40 W) = 160 W.

Aplikasi 10. Heater (300 W/220 V); V = 220 V; m = 1 kg air dari suhu 10oC menjadi 100oC; t = …?; c = 4.200 J/kgCo Q = mcΔT Q = W = Pt mcΔT = Pt (1)(4.200)(100 – 10) = 300t t = 1.260 s = 0,35 jam 11. Heater (250 W/200 V); m = 300 g; c = 1 kal/gCo; T dari 20oC sampai 100oC; t = … W = Pt = 250t Q = mcΔt = (300)(1)(100 – 20) = 24.000 kal = 100.000 J W =Q 100.000 = 250t → t = 400 s = 0,11 jam

RPP Fenomena Fisika SMP 3

12. a. 8 lampu 15 W, 12 jam/hari → W1 = 8(15 W)(12 jam)(30) = 43,2 kWh b. 1 TV 100 W, 10 jam/hari → W2 = 1(100 W)(10 jam)(30) = 30,0 kWh c. 1 lemari es 80 W, 18 jam/hari → W3 = 1(80 W)(18 jam)(30) = 43,2 kWh d. 1 radio tape 50 W, 5 jam/hari → W4 = 1(50 W)(5 jam)(30) = 7,5 kWh e. 1 setrika 300 W, 1 jam/hari → W5 = 1(300 W)(1 jam)(30) = 9,0 kWh Energi total yang digunakan selama 1 bulan (30 hari) W = W1 + W2 + W3 + W4 + W5 = 132,9 kWh Bayar sewa: W × Rp500,00 = 132,9 (Rp500,00) = Rp66.450,00

Analisis 13. Bohlam 1: (40 W/40 V), bohlam 2: (40 W/20 V) a. seri kemudian diberi tegangan 20 V

V V P = VI = ​ __   ​ → R = ​ __  ​ R P



1 R1 = ​ __  ​ = ​ ____      40 W; R2 = ​ __2 ​ = ​ ____ ​ =      10 W ​ = P P 40 40

2

​V2​ ​​ 

(40)2

1

2

​V2​ ​​ 

(20)2

2

Seri: Rs = 40 W + 10 W = 50 W V __ 20 Diberi tegangan 20 V, → V = IR → I = ​ __   ​ = ​   ​  = 0,4 A Rs 50 P1' = I2 R1 = (0,4)2(40) = 6,4 watt P2' = I2 R2 = (0,4)2(10) = 1,6 watt Kedua lampu menjadi redup. Paralel, kemudian diberi tegangan 20 V maka kedua bohlam ter­ pasang pada 20 V; P1' = ​ __14 ​ (40 watt) =10 watt; P2' = 40 watt. Jadi, lampu 1 menjadi redup dan lampu 2 tetap seperti yang tertulis pada lampu. c. Paralel, kemudian dipasang tegangan 40 V P1' = 40 watt ; P2' = 0 (karena filamen putus) Jadi, lampu 1 tetap nyala dan lampu 2 padam. d. Seri, kemudian dipasang tegangan 40 V

b.



R1 = 40 W; R2 = 10 W; → Rs = 50 W (seperti di atas pada a)



V __ 40 I = ​ __   ​ = ​   ​  = 0,8 A R 50



P1' = I2 R1 = (0,8)2(40) = 25,6 watt

s

RPP Fenomena Fisika SMP 3

37

P2' = I2 R2 = (0,8)2(10) = 6,4 watt Jadi, kedua lampu menjadi redup. 14. 3 buah bohlam (30 W/200 V); V = 200 V a. Dipasang secara paralel, berarti daya masing-masing lampu tetap 30 W b. Dipasang seri (200)2



V R = ​ __   ​ = ​ _____       1.333,3 W ​ = P 30



Rs = 3R = 3(1.333,3) = 4.000 W



V _____ 200 V = R → I = ​ __  ​ = ​    ​  = 0,05 A R 4.000

2

Daya masing-masing lampu: P = I2R = (0,05)2(1.333,3) = 3,33 W c. Dua bohlam paralel satu seri Dua paralel: Rp = (0,5)(1.333,3) = 666,6 W

Rps= 1.333,3 + 666,6 = 2.000 W

V _____ 200 I = ​ __  ​ = ​    ​  = 0,1 A R 2.000 Arus yang melalui salah satu lampu paralel adalah 0,5 (0,1 A) = 0,05 A. Dayanya: Pp = I2 R = (0,05)2 (1.333,3) = 3,33 W Daya lampu seri Ps = I2 Rs = (0,1)2 (1.333,3) = 13,33 W 15. Bohlam 1: (60 W/220 V) dipasang seri dengan V = 220 V. Bohlam 2: (30 W/220 V) dipasang pada tegangan V = 220 V.



a. 2 bohlam dipasang seri (220)2



V R = ​ __   ​ = ​ _____     ​ =   806,7 W; seri Rs = 2 (806,7) = 1.613,3 W P 60



V ______ 220 I = ​ __  ​ = ​    ​   = 0,1364 A R 1.613,3

2

P satu bohlam: P = VI = (220)(0,1364) = 30 watt P dua bohlam: P = 2 (30) = 60 watt b. Bohlam 2: P = 30 watt. Jadi, lebih besar dua bohlam (60 W/220 V). 16. Sama karena daya keluaran sesuai dengan tegangan terpasang. 17. V = 220 V; R = 0,1 W; I = …?; P = …?

V = IR V ___ 220 I = ​ __  ​ = ​    ​ = 2.200 A R 0,1



38

P = VI = (220)(2.200) = 484.000 watt atau joule/s (dayanya besar sekali, hal ini dapat menimbulkan kebakaran).

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Pengayaan 18. P = 200 watt; R = 8 W/m; V = 100 V; L = …?

V V 100 P = I2R = ​ __   ​ → R = ​ __  ​ = ​ ____   ​ = 50 W R P 200 2

2

2

50 R ​ = ​  Panjang kawat L = ​ __   __  ​ = 6,25 m 8 8

19. R = 20 W; m = 100 g air; V = 50 V; ΔT = 40oC; c = 1.000 J/kgCo; t = …?

W

(50)2

V = ​ __   ​t = ​ ____    ​t  = 125t R 20 2

Q = mcDT = (0,1)(1.000)(40) = 4.000 J W = Q 125t = 4.000 → t = 32 sekon 20. Kapasitas aki Q = 100 Ah; V = 12 volt; I = 2 A; t = …? Q = 100 Ah = 100 ampere jam Q 100 Ah t = ​ __I  ​ = ​ ______       ​ = 50 jam 2A

Remedial I. Isian 1. Beda tegangan, arus, dan waktu 2. joule atau disingkat dengan J 3. Tegangan dan arus 4. Kalor 5. Motor, kipas angin, dan mobil-mobilan II. Uraian V2 1. Energi listrik W = VIt = ​ __   ​t = I2R. R

W V __ 2 Daya listrik P = ​ __ t  ​ = VI = ​ R  ​ = I R. 4. Bohlam: (25 W/220 V); V = 220 V; t = 5 menit = 300 s; W = …?; P = …? Karena tegangan sama dengan yang ditulis pada bohlam maka daya keluaran P = 25 W. W = Pt = 25(300) = 7.500 J 5. P = 40 W; V = 220 V; t = 10 jam/hari; per kWh = Rp500,00; biaya per bulan (30 hari) = …? W = Pt = (40)(10)(30) = 12.000 watt jam = 12 kWh Biaya per bulan = (12)(Rp500,00) = Rp6.000,00. 2

RPP Fenomena Fisika SMP 3

39

Ulangan Umum 1 A. Pilihan 1. c 6. c 11. a 16. a 21. c 26. b 2. b 7. d 12. b 17. a 22. a 27. d 3. - 8. c 13. d 18. c 23. d 28. b 4. a 9. d 14. b 19. b 24. b 29. c 5. d 10. b 15. a 20. c 25. d 30. c Ralat nomor 26 satuan kkal diganti kal Nomor 34. jawaban a. hemat energi diganti lebih terang

31. c 32. d 33. b 34. a 35. d

B. Uraian 1. Jika terjadi arus pendek/korsleting, sekring akan putus atau jaringan listrik terputus. 2. Panjang, jenis kawat, dan luas penampang. Nilai hambatannya tetap. 3. W = qV = (2 × 10–6)(50) = 10–4 J 4. q1 = 2 μC = 2 × 10–6 C; q2 = 4 μC = 4 × 10–6 C; r = 40 cm = 0,4 m; x = …? untuk E = 0. r q1

E2

E1

= E2

q k​ __21 ​ x

E1

q2

q (r – x)

2 = k​ _____   2 ​ 

2 × 10–6 4 × 10–6 ​ ______     ​  = ​ _______    ​  x2 (0,4 – x)2

4x2 = 2 (0,4 – x)2 4x2 = 2(0,16 – 0,8x + x2) 4x2 – 2 x2 + 1,6 x – 0,32 = 0 2x2 + 1,6x – 0,32 = 0 _______

_______________

–1,6 ± ​√(1,6)2 + 4(2)(0,32) ​    –b ± ​√b2 – 4ac   ​ ___________________ x12 = ​ ___________       ​ = ​         ​ 2a 2(2) –1,6 ± 2,26 = ​ ________     ​  4

x1 = 0,165 m 5. V = 200 V; W = 400 J; t = 5 menit = 300 s; I = …?; P = …?

40



W ________ 400 W = VIt → I = ​ __  ​ = ​     ​   = 0,67 A Vt (200)(300)



P = V I = (200)(0,67) = 134 watt

RPP Fenomena Fisika SMP 3

6. Solder (30 W/220 V); t = 3 menit = 180 s; V = 220 V; W = …?; W' = …? pada V = 110 V. Energi pada tegangan V = 220 V. W = Pt = 30(180) = 5.400 J Pada tegangan V ' = 110 V, daya: P' = ​ __14 ​ (30) = 7,5 watt W ' = P't = (7,5 watt)(180 s) = 1.350 J 7. L = 20 km = 20.000 m; A = 55 mm2 = 5,5 × 10–5 m2; R = 200 ohm; ρ = …?

(200)(5,5 × 10–5) 2 × 10

L AR   ​ = ​ ____________ R = r​ __  ​ → r = ​ ___     5,5 × 10–7 Wm ​ = 4  L A



Kawat dibagi dua hambatan jenisnya tetap karena bergantung pada jenis bahan. 8. W = 105 J; q = 3 × 104 C; V = …?

W ______ 10 W = qV → V = ​ __  4 ​   = 3,3 volt q  ​ = ​  5

3 × 10

9. a. Hambatan pengganti 5(20) R2 paralel R3: Rp = ​ ______   ​   = 4 ohm 5 + 20 R1 diseri Rp: Rs = 8 + 4 = 12 ohm V __ 60 b. I = ​ __  ​ = ​   ​  = 5 A R 12

c. VBC = IRp = (5)(4) = 20 V V



20 BC I1 = ​ ___   ​ = ​ __  ​ = 4 A R 5



VBC __ 20 I2 = ​ ___   ​ = ​   ​  = 1 A R3 20

2

10. Energi yang dipakai per hari - Bohlam W1 = (4)(25 W)(12 jam) = 1.200 Wh - Neon W2 = (6)(10 W)(8 jam) = 480 Wh - Televisi W3 = (1)(80 W)(10 jam) = 800 Wh - Lemari es W4 = (1)(80 W)(24 jam) = 1.920 Wh - Setrika W5 = (1)(300 W)(​ __47 ​ jam) = 171 Wh - Mesin cuci W6 = (1)(300 W)(1 jam) = 300 Wh Jumlah pemakaian energi listrik per hari = 4.871 Wh = 4,87 kWh Jumlah pemakaian energi listrik per bulan = (4,87 kWh)(30) = 146,1 kWh Pembayaran tiap bulan = (146,1)(Rp500,00) = Rp73.050,00.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

41

Bab 5 Kemagnetan A. Materi 1. Magnet 2. Kemagnetan Bumi 3. Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan macam-macam magnet; - menunjukkan pola garis medan magnet yang terjadi pada magnet tunggal dan dua magnet; - menunjukkan cara membuat benda menjadi magnet; - menunjukkan cara menentukan kutub magnet; - menunjukkan adanya gaya antar magnet; - menunjukkan bahwa bumi dapat dianggap sebagai magnet batang raksasa; - menunjukkan inklinasi dan deklinasi; - menunjukkan bahwa di sekitar kawat berarus listrik timbul medan mag­ net; - menunjukkan adanya gaya Lorentz; - menunjukkan bahwa elekromagnetik dapat mengangkat barang-barang logam.

Alat-Alat Macam-macam magnet, serbuk besi, OHP, kaca bening, kawat berisolasi, batang besi, globe, alat gaya Lorentz, dan baterai/catu daya/power supply.

D. Eksperimen/Percobaan Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan siswa antara lain - mengetahui adanya gaya Lorentz pada kawat berarus listrik dalam medan magnet; - menunjukkan timbulnya medan magnetik di sekitar kawat berarus listrik. Alat-Alat Baterai, kawat, kabel, dan alat gaya Lorentz.

42

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan guru), komputer, LCD, jaringan internet atau rekaman materi dari jaringan internet.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan macam-macam alat: magnet jarum, baterai, kabel/kawat, dan magnet batang. Ambil alat yang diperlukan, kemudian tunjukkan bahwa di sekitar kawat berarus timbul medan magnet. F. Tugas Portofolio Carilah beberapa materi yang menunjang konsep kemagnetan dan manfaat magnet dalam bidang industri dan teknologi. G. Kunci Soal Latihan 5.2 Recalling 1. Buktinya magnet jarum kompas selalu menunjuk arah kutub uatara – selatan bumi. 2. Deklinasi adalah sudut yang dibentuk sumbu bumi dan sumbu magnet (magnet jarum). Inklinasi adalah sudut yang dibentuk horizontal dan sumbu magnet (magnet jarum). 3. Karena letak kutub magnet bumi tidak berada pada kutub bumi. Hal ini terjadi karena sumbu putaran/rotasi bumi tidak sama dengan sumbu kutub utara selatan bumi. 4. Mengakibatkan inklinasi, deklinasi, dan menunjukkan arah utara selatan pada magnet kompas. Latihan 5.3 Recalling 1. Induksi magnetik adalah sifat kemagnetan yang timbul karena adanya aliran arus listrik. Contoh di sekitar kawat lurus yang dialiri arus listrik searah (DC) maka di sekitar kawat akan timbul induksi magnetik. Jika di dekat kawat tersebut diletakkan magnet jarum maka jarum akan menyimpang. 2. Dengan posisi tangan menggenggam, arah magnet ditunjukkan pada putaran dari pangkal jari ke ujung jari dan arah arus dari pangkal ibu jari ke ujung ibu jari. 3. Makin besar arus yang mengalir akan makin besar induksi magnet. Makin jauh dari kawat akan makin kecil besar induksi magnetik. 4. Elektromagnet dapat diatur besar kecil induksi magnetnya dan dapat diko­ songkan/dinetralkan. Namun, magnet biasa tidak bisa diatur besar kecil kekuatan magnetnya. Besar kecilnya kekuatan magnet hanya mendekatkan atau menjauhkan.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

43

5. a. Jika arus tegak lurus medan magnet akan menimbulkan gaya Lorentz. b. Jika sejajar tidak terjadi gaya Lorentz. Pengayaan 6. L = 2 m, dari barat ke timur; B = 0,5 T dari bawah ke atas; a. arah gaya Lorentz ke selatan; b. F = ILB = I (2)(0,5) = I; c. arah gaya Loretnz ke atas 7. L = 1,5 m; R = 0,1 Ω, dari selatan ke utara; B = 0,1 T dari bawah keatas; V = 6 volt V ___ 6 V = IR → I = ​ __  ​ = ​      ​ = 60 A R 0,1

F = ILB = (60)(1,5)(0,1) = 9 N ke arah utara atau selatan. Jika arah arus dari timur ke barat maka gaya Lorentz ke arah utara.

Ulangan Bab 5 A. Pilihan 1. a 2. c 3. b 4. d 5. b 6. c 7. b 8. b

9. d 10. a 11. b 12. b 13. b 14. c 15. c 16. a

17. b 18. d 19. a 20. c 21. c 22. a 23. c 24. b

25. b 26. a 27. b 28. d 29. b 30. b 31. d 32. d

33. d 34. c 35. c 36. d 37. b 38. b 39. c 40. a

41. c 42. b 43. a 44. a

B. Uraian Pemahaman Konsep 2. Dengan cara mendekatkan kutub permanen di dekat ujung elektromag­ net. Jika ujung magnet berkutub utara didekatkan pada ujung kutub elektromagnet ditolak maka ujung elektromagnet tersebut berkutub utara juga. 3. Karena di dekat kutub utara bumi terdapat kutub selatan magnet bumi. 6. Karena setiap lilitan menimbulkan medan magnet maka makin banyak lilitan akan makin besar medan magnetnya. 7. Karena μ besi lebih besar μ udara. 8. Penunjuk arah utara selatan, pembutan generator, motor, dan dinamo. 9. Dengan cara dipukul-pukul sifat kemagnetan akan hilang karena arah magnet elementer akan kacau dan tidak searah lagi. 10. Besar arus, jarak titik dengan kawat.

44

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Analisis 13. Karena kekuatan magnet dapat diatur besarnya. 14. Karena pada kedua kutub merupakan tempat keluar dan masuknya garis medan magnet.



Hitungan 15. I = 10 A; B = 2 tesla a. F = 0, karena sejajar; b. F = ILB = (10)(1)(2) = 20 N/m.



Studi Kasus 16. Untuk mengetahui mana yang merupakan magnet dan bukan magnet. Dengan mendekatkan salah satu magnet kemudian gantian dengan ku­ tub magnet yang lain. Jika batang tersebut bukan magnet, kedua kutub batang akan tertarik.Jika benda merupakan magnet dengan kedua kutub magnet secara bergantian akan ditarik atau ditolak. 17. Ke bawah. x

F

18. Karena gambar televisi merupakan interaksi elektron dengan layar maka jika didekati magnet, elektron (bermuatan listrik) akan bergeser oleh medan magnet sehingga gambar akan kacau.

Pengayaan 19. I = 10 A; B = 1 T a. B dan I tegak lurus: F = ILB = (10)(1)(1) = 10 N/m __ 1   __ o o b. B dan __ I membentuk sudut 45 : F = ILB cos 45 = (10)(1)(1)​ 2 ​​√ 3 ​ = 5​√3 ​ N/m.   20. L = 5 m; F = 1 N; B = 1 T; I = …? F = ILB F ​ = ​ _____ 1   ​   I = ​ __ = 0,2 A B (5)(1)



Remedial I. Isian 1. Magnet permanen dan magnet sementara (elektromagnet). 2. Feromagnet. 3. Menggosok dan dimasukkan dalam kumparan beraliran listrik searah.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

45

4. Banyaknya lilitan dan besar arus listrik. 5. Jarak dan kuat arus. II. Uraian 1. Magnet permanen adalah magnet yang sifatnya tetap tidak berubah sejak pembuatan. Magnet sementara adalah magnet yang sifatnya sementara, benda menjadi magnet karena adanya kumparan yang meliliti dialiri arus DC. 2. Cara menghilangkan sifat magnet. Magnet sementara dengan cara memutus arus pada kumparan yang meliliti. Magnet tetap dengan cara: dibakar, dipukul-pukul, dan di­ masukkan pada kumparan berarus listrik yang sifatnya berlawanan dengan arah kutub magnet tetap. 3. Kutub magnet mempunyai sifat: kekuatan magnet paling besar, kutub utara merupakan asal arah garis medan magnet, dan kutub selatan merupakan arah garis medan magnet masuk. 4. Kompas, generator, motor listrik, dan alat angkut barang dari besi.

Bab 6 Induksi Elektromagnet A. Materi 1. GGL Induksi 2. Generator 3. Transformator B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi/peragaan yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan terjadinya GGL induksi pada kumparan dengan memasukkan atau mengeluarkan magnet batang dari kumparan; - menunjukkan bahwa besar GGL induksi berbanding lurus dengan jumlah lilitan kumparan dan kecepatan perubahan fluks garis medan magnet; - menunjukkan prinsip kerja generator DC dan AC; - menunjukkan prinsip kerja transformator.

46

RPP Fenomena Fisika SMP 3



Alat-Alat Kumparan, magnet batang, galvanometer, model generator DC, model generator AC, model transformator (terdiri atas dua kumparan, inti besi berbentuk U dan berbentuk I), multimeter atau voltmeter, dan amperemeter.

D. Eksperimen/Percobaan Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan siswa antara lain - menunjukkan terjadinya GGL induksi pada kumparan (besar dan arah); - menunjukkan hubungan jumlah lilitan dan beda tegangan pada transforma­ tor; - menunjukkan bahwa transformator tidak berkerja pada arus atau tegangan DC.

Alat-Alat Catu daya/power supply, kabel, kumparan dengan jumlah lilitan berbeda, magnet batang, inti besi berbentuk U dan I, multimeter, dan amperemeter.



Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan oleh guru), komputer, LCD, dan jaringan internet atau rekaman dari jaringan internet.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan macam-macam alat: catu daya/power supply, kabel, kumparan dengan jumlah lilitan berbeda, magnet batang, inti besi berbentuk U dan I, mul­ timeter, dan amperemeter. Ambil alat-alat yang diperlukan untuk membuktikan adanya induksi elektromagnet. F. Tugas Portofolio Carilah beberapa penerapan induksi elektromagnet yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan jelaskan cara kerjanya. G. Kunci Soal Latihan 6.1 Recalling 1. Timbulnya arus listrik atau beda tegangan karena perubahan fluks magnet yang memasuki suatu kumparan kawat. 2. GGL induksi merupakan beda tegangan yang timbul karena adanya per­ ubahan fluks garis medan magnet yang memasuki suatu kumparan. 3. Jika kumparan merupakan kumparan tertutup maka akan timbul arus induksi yang arahnya berlawanan dengan arah jarum jam. 4. Jumlah lilitan dan kecepatan perubahan fluks magnetik. 5. Negatif menunjukkan bahwa medan yang berlawannan dengan medan yang menimbulkannya. RPP Fenomena Fisika SMP 3

47

Pengayaan 6. Ralat: kuat medan diganti kerapatan medan. B = 0,5 T; A = 500 cm2 = 5 × 10–2 m2; Φ = …? F = BA = (0,5)(5 × 10–2) = 25 × 10–3 weber 7. N = 500 lilitan; ΔΦ = 0,03 Wb selama t = 0,5 s; E = …? 0,03 ∆Φ ​ = E = –N ​ ___    –500 ​ ____    ​ = 30 volt 0,5 ∆t Latihan 6.3 Recalling 1. Pada kumparan sekunder tidak terjadi beda tegangan, karena arus DC tidak terjadi perubahan fluks garis medan magnet. 2. Transformator step-up: - jumlah lilitan primer lebih sedikit dibanding jumlah lilitan sekunder; - arus primer lebih besar dibanding arus sekunder. Transformator step-down: - jumlah lilitan primer lebih banyak dibanding jumlah lilitan sekunder; - arus primer lebih kecil dibanding arus sekunder. 3. Karena pada transformator timbul kalor sehingga ada energi yang hilang. 4. Dengan tegangan tinggi maka arus yang mengalir lebih kecil. Hal inilah tujuan agar kehilangan energi yang hilang dalam perjalanan lebih kecil. Hitungan 5. Ns = 200 lilitan; Np = 300 lilitan (Ralat: tambahan); a. Vp = 200 V; Vs = …?; b. bohlam (20 W/350 V); Ip dan Is = …? NP __ V 200 200 a. ​ __  ​  = ​  P ​ → ​ ___  ​ = ​ ___  ​ → Vs = 250 volt N V V 250 S

S

S

b. Sekunder dipasang bohlam (20 W/350 V); Vs keluaran (250 V); Vb = V bolam (350 V) ​V2​  ​​ 

__ ​ RS  ​ ​V2​S ​​  (250)2 P __ ​ PS ​ = ​ __  ​ = ​ __ ​ = ​ _____   ​ = 0,51 ​V2​b​​  ​V2​ ​​  (350)2 b __ b ​ R  ​

Ps = 0,51Pb = 0,51(20) = 10,2 watt Ps = VsIs → 10,2 = 250Is → Is = 0,04 A : (Is) (sekunder) Pp = Vp Ip → 10,2 = 200 Ip → Ip = 0,051 A : (Ip) (primer) 6. Ns = 200 lilitan; (Ralat: tambahan: Np = 250 lilitan); efisiensi = 90% = 0,9 a. Vp = 200 V; Vs = …?; b. bohlam (20 W/350 V); Ip dan Is = …? NP __ V 200 200  ​  = ​  P ​ → ​ ___  ​ = ​ ___  ​ → Vs = 250 volt a. ​ __ N V V 250 S

48

S

RPP Fenomena Fisika SMP 3

S

b. Sekunder dipasang bohlam (20 W/350 V); Vs keluaran (250 V); Vb = V bolam (350 V) η​V2​S ​​  ____ ​      ​ η​V2​  ​​  PS ____ (250)2 ____S ​ = _____ ​ __  ​ = ​  R2  ​ = ​       ​ = (0,9)0,51 = 0,459   (0,9)​  2 Pb ​V​ ​​  3502 ​V​b​​  __ ​ Rb  ​ Ps = 0,51Pb = 0,459(20) = 9,18 watt Ps = Vs Is → 9,18 = 250 Is → Is = 0,037 A: (Is) (sekunder) Pp = Vp Ip → 9,18 = 200 Ip → Ip = 0,046 A: (Ip) (primer)



Uji Pemahaman Konsep 1. Fluks magnetik adalah jumlah garis medan magnet yang menembus suatu luasan. ∆Q 2. E = ​ ___ ​  ∆t 3. - mendekatkan magnet batang tetap pada kumparan - menjauhkan magnet batang tetap dari kumparan - menggerakkan magnet batang tetap ke samping kumparan 4. - memperbesar jumlah lilitan kumparan - mempercepat gerakan magnet batang 5. N = 100 lilitan; r = 2 cm; t = 0,01 s; ΔΦ = 0,3 Wb; E = …? (Ralat satuan ΔΦ) 0,3 –∆Φ ​ = ​  E = ​ ____     ____  ​  = 30 volt 0,01 ∆t 7. Ns = 200 lilitan; Vp = 220 V; Np = …? Untuk Vs = 10 V

N

V

N

220 P P  ​  = ​ __P ​ → ​ ___   ​  = ​ ___  ​ → Np = 4.400 lilitan ​ __ N V 200 10 S

S

8. Bohlam (10 W/24 V); η = 80% = 0,8; Vp = 220 V; Ip = …? P



S h = ​ __  ​ → PS = hPP → PS = hVPIP P



10 = (0,8)(220)IP IP = 0,057 A

P

Ulangan Bab A. Pilihan 1. b 2. d 3. b 4. b 5. c

6. c 7. c 8. c 9. d 10. a

11. b 12. c 13. d 14. b 15. d

16. b 17. a 18. a 19. - 20. c

21. b 22. d 23. b 24. d 25. c

26. c 27. d 28. b 29. a 30. -

RPP Fenomena Fisika SMP 3

49



Ralat nomor 19: jawaban: 0,01 A; nomor 30 . Jawaban b diganti energi yang terbuang menjadi panas lebih kecil.

B. Uraian Pemahaman Konsep 2. Karena terjadi perubahan fluks magnetik yang masuk pada kum­ paran. 3. Jumlah lilitan; kecepatan perubahan fluks magnetik; dan waktu per­ ubahan fluks magnetik. 4. Karena gerakan magnetnya bolak-balik/berulang-ulang. Kalau hanya satu gerakan akan menimbulkan GGL searah. 5. Menurut Oersted: arus listrik akan menimbulkan medan magnetik. Menurut Faraday: perubahan medan magnet akan menimbulkan arus listrik. Jadi, timbal balik. 6. Persamaan Perbedaan - Timbul karena perubahan - GGL dan arusnya fluks - cincin AC dua, berbentuk ling­ - Gerakan kumparan sama karan penuh dan cincin DC satu, dan bercelah 7. Karena tidak menyearahkan tegangan atau arusnya. 8. Energi kalor yang hilang menjadi lebih kecil. Karena kawat penghantar mempunyai hambatan maka makin jauh hambatannya menjadi besar sehingga energi berbentuk panas akan makin besar.

Hitungan 9. Ralat: kuat medan diganti induksi atau kerapatan medan magnet. B = 5 T; A = 500 cm2 = 5 × 10–2 m2; Φ = …? F = BA = (5)(5 × 10–2) = 0,25 weber 10. N = 1.500 lilitan; ΔΦ = 0,05 Wb; Δt = 0,5 s; E = …? 0,05 ∆Φ ​ = E = –N​ ___    –(1.500)​ ____    ​ = –150 volt 0,5 ∆t 11. η = 80% = 0,8; Pp = 100 watt; Vp = 200 V; Pterbuang = …? P

S = ​ __  ​ → PS = hPP = (0,8)(100) = 80 watt P



h



Pterbuang = 100 watt – 80 watt = 20 watt

P

12. Np : Ns = 2 : 5; Vp = 110 V; Ip = 2 A; a. Vs = …?; b. Is = …?; c. P = …? N VP __ 5 5 a. __ ​ NP ​  = ​ __  ​ = ​ 2 ​ → VS = ​ __ ​VP = ​ __ ​(110) = 275 V V 2 2 5 S

50

S

RPP Fenomena Fisika SMP 3

IS __ V 2 ​I = ​ __ 2 ​(2) = 0,8 A b. __ ​ VP ​ = ​ __  ​ = ​ 2 ​ → IS = ​ __ I 5 5 P 5 S

P

c. P = VPIP = (110)(2) = 220 watt

P = VSIS = (275)(0,8) = 220 watt

13. Vp = 10.000 volt; Vs = 15.000 volt; P = 7.000.000 watt; R = 0,2 ohm

Ralat: R = 0,2 ohm diganti = 2.000 ohm



P



NP : NS = VP : VS = 10.000 : 15.000 = 2 : 3

__



________

_____



= I2R → I = ​ __ ​ P  ​ ​  = ​ _______ ​ 7.000.000     ​ ​     = ​√ 3.500 ​ =   59,16 A R 2.000

14. Np = 200 lilitan; Ns = 2.000 lilitan; Vp = 24 V; Vs = …?

N

S



N

V

2.000 S P  ​  = ​ __P ​ → VS = ​ __ ​  VP = ​ _____    ​(24) = 240 volt ​ __ N V N 200 S

P

Aplikasi 15. Vp = 120 volt; Vs = 9 volt; Ns = 300; Is = 400 mA = 0,4 A; a. Np = …?; b. Ip = …?; c. P = …?

N

V

120 P ​ __  ​  = ​ __P ​ → NP = ​ __P ​NS = ​ ___    ​(  300) = 4.000 lilitan N V V 9

b.

IS NS NP __ 300 ​ __  ​  = ​   ​ → IP = ​ __ ​I  S = ​ _____  ​( 0,4) = 0,03 A = 30 mA NS IP NP 4.000

S



V

a.

S

S

16. Vs = 12 kV; Vp = 220 V; Ns : Np = …?





Ns : Np = Vs : Vp = 12.000 : 220 = 600 : 11



Dibalik



V N Ns 11  ​( 220) = 4 volt __ ​  s ​  = ​ __s ​  → Vs = ​ __  ​V   = ​ ___ Vp Np Np p 600

Pengayaan 17. Vp = 220 V; Ip = 0,5 A; P = …? P = I V = (220)(0,5) = 110 watt 18. Pi = 100 watt; Po = 80 watt; η = …?

P

80 o h = ​ __  ​ ×   100% = ​ ___  ​  × 100% = 80% P 100 i

RPP Fenomena Fisika SMP 3

51

19. Vp = 220 V; Vs = 55 V; Ns : Np = …?

Ns : Np = Vs : Vp = 55 : 220 = 1 : 4

20. N1 : N2 = 21 : 3; V2 = 20 V; V1 = …?

N

2



V

V

1 21  ​ = ​ __1 ​  → V = 140 V  ​ = ​ __1 ​ → ​ __ ​ __ 1 N V 3 20 2

Remedial I. Isian 1. Ralat: jarum kumparan diganti jarum galvanometer. Jawab: ke kiri. 2. Fluks magnetik dan GGL. 3. Perubahan fluks magnetik. 4. Transformator step down. 5. Daya keluaran dan daya masukan. II. Uraian 1. Magnet batang pada saat masuk terjadi perubahan fluks magnetik, yaitu makin besar. Sebaliknya, pada saat dijauhkan dari kumparan, fluks magnetik yang masuk kumparan makin kecil sehingga pada kedua ujung kumparan terjadi GGL induksi. 2. Mempercepat putaran kumparan, memperbesar jumlah lilitan, dan memperbesar medan magnet. 3. Dari jaringan tegangan tinggi diturunkan teganganya sampai 220 V dengan menggunakan trafo. NP __ V 200 30  ​  = ​  P ​ → ​ ___  ​ = ​ __ ​  → Vs = 450 volt. 4. ​ __ N V 300 V S

S

S

5. Efisiensi trafo = 100%.

Bab 7 Tata Surya A. Materi 1. Anggota Tata Surya 2. Matahari sebagai Bintang 3. Bumi sebagai Planet 4. Bulan 5. Penerbangan Angkasa Luar

52

RPP Fenomena Fisika SMP 3

B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan posisi dan nama anggota tata surya; - menunjukkan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari dengan meng­ gunakan model; - menunjukkan fese-fase bulan dengan menggunakan model; - menunjukkan terjadinya siang dan malam dengan mengguakan model; - menunjukkan terjadinya pasang surut air laut dengan menggunakan model; - menunjukkan peluncuran roket air.

Alat-Alat Model tata surya, baterai/senter, globe, bola besar dan kecil serta roket mainan.

D. Eksperimen/Percobaan

Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan oleh guru), komputer, LCD, dan jaringan internet atau rekaman dari jaringan internet.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan macam-macam alat: globe, senter, bola besar, dan bola kecil. - Ambil alat yang diperlukan, kemudian tunjukkan proses terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari. - Ambil alat yang diperlukan, kemudian peragakan proses terjadinya fase-fase bulan. F. Tugas Portofolio Carilah informasi mengenai benda-benda langit yang termasuk ke dalam sistem tata surya kita di internet. Masih adakah benda langit yang belum ditemukan dalam tata surya? G. Kunci Soal Latihan 7.3 Recalling 1. Kapal di tengah laut yang mendekat, pertama yang kelihatan hanya ujung atasnya, kemudian makin lama akan kelihatan seluruh bagian kapal. Pemo­ tretan bumi dari angkasa luar membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

53

2. Terjadinya siang dan malam; Bumi berbentuk bulat pepat pada kedua kutub. 3. Pergantian musim; gerak semu tahunan matahari; dan perubahan lamanya siang dan malam. 4. Pada saat pembentukan bumi, yaitu pada waktu masih lunak, bumi berotasi maka kedua ujung kutub pepat. 105 ​ =   21.00. 5. Di Greenwich pukul 16.00 maka waktu WIB: 16.00 + ​ ____ 15 120 ​ = WITA: 16.00 + ​ ____   22.00 15 135 ​ =   23.00 WIT : 16.00 + ​ ____ 15 Ulangan Bab 7 A. Pilihan 1. c 2. a 3. c 4. a 5. c

6. a 7. a 8. d 9. b 10. d

11. b 12. c 13. c 14. b 15. b

16. c 17. b 18. b 19. d 20. c

21. b 22. b 23. d 24. a 25. d

B. Uraian Pemahaman Istilah 1. Maksud dari a. Heliosentris: paham tentang tata surya bahwa matahari sebagai pusat tata surya. b. Geosentris: paham tentang tata surya bahwa bumi sebagai pusat tata surya. c. Rotasi: putaran mengelilingi sumbunya sendiri. d. Revolusi: putaran mengelilingi benda langit (contoh bumi menge­ lilingi matahari atau bulan mengelilingi bumi). e. Gerhana: peristiwa terhalanginya sinar matahari atau bulan oleh bulan atau bumi. Macam gerhana: gerhana matahari dan gerhana bulan. Ada juga gerhana merkurius atau gerhana venus.

54

Pemahaman Konsep 2. Anggota tata surya: Merkurius, Venus, Bumi, Asteroid, Satelit, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, komet, meteor, satelit, dan benda langit lain yang masih mengelilingi pusat tata surya. 3. Planet dalam: Merkurius dan Venus; planet luar: Mars, Yupiter, Satur­ nus, Uranus, dan Neptunus. (Pluto sekarang tidak digolongkan sebagai planet).

RPP Fenomena Fisika SMP 3

4. 5. 6. 7.

Karena beda jarak dan juga ukuran diameternya. Karena ukurannya sangat kecil dibanding planet lain. Karena rotasi bumi berputar ke arah timur. Karena posisi matahari terhadap bumi, sekali berada di atas dan bergerak ke bawah garis khatulistiwa. 8. Meteoroid adalah benda-benda langit berukuran kecil yang orbitnya tidak teratur. Meteor adalah lintasan cahaya dari meteproidyang bergerak mendekati bumi. Meteorit adalah meteoroid yang tidak habis terbakar di udara yang sampai di bumi. 9. Karena matahari merupakan sumber energi bagi makhluk hidup di bumi. Di samping itu juga sebagai sumber energi terbentuknya energi yang terkandung di bumi. 10. Pergantian musim. 11. Pasang purnama adalah pasang air laut maksimum naik karena posisi matahari dan bulan segaris (saat bulan purnama). Pasang perbani adalah pasang air laut minimum (surut) karena posisi matahari dan bulan tegak lurus. 12. Planet merupakan anggota tata surya berukuran relatif besar yang mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elips dan tidak ber­ potongan dengan planet lain. Komet termasuk anggota tata surya yang ukurannya relatif kecil dan lintasannya sangat elips (lonjong). Komet saat mendekati matahari akan mengeluarkan gas dengan arah menjauhi matahari. 13. Kenyataan, periode rotasi bulan sama dengan periode revolusi bulan mengelilingi bumi. Akibatnya, permukaan bulan yang menghadap bumi selalu tetap. Sejak dulu kala memang demikian. Dengan demikian, periode rotasi bulan selalu tetap sama dengan revolusi mengelilingi bumi, tidak berubah sedikitpun (Inilah kebesaran Tuhan). 14. Pengaruh bumi terhadap benda. Benda selalu tertarik oleh bumi. Benda kecil seperti satelit buatan atau bulan selalu mengelilingi bumi, bukan bumi mengelilingi benda. 15. Karena bulan tidak ada udara (oksigen untuk pernapasan), tidak ada air, dan gersang. 16. Karena massa bumi jauh lebih kecil dibanding matahari. Jika bumi tidak bergerak maka bumi akan jatuh ke matahari. Untuk menghindari jatuhnya bumi ke matahari maka bumi berputar mengelilingi matahari sehingga timbul gaya sentripetal untuk mengimbang gaya tarik gravitasi matahari.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

55

17. Satelit alam untuk bumi adalah bulan sedangkan satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia yang ditempatkan pada ketinggian tertentu dan mengelilingi bumi dengan kecepatan edar tertentu.

Bab 8 Proses-Proses di Litosfer dan Atmosfer A. Materi 1. Proses di Litosfer 2. Proses di Atmosfer 3. Lingkungan dan Kesehatan B. Metode - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi C. Demonstrasi/Peragaan Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain - menunjukkan macam-macam batuan; - menunjukkan lapisan udara dengan menggunakan model; - menunjukkan lapisan tanah dengan menggunakan model.

Alat-Alat Model lapisan tanah, model lapiasan udara, dan batu-batuan.

D. Eksperimen/Percobaan

Sarana Penunjang LKS (disusun dan dipersiapkan oleh guru), komputer, LCD, dan jaringan internet atau rekaman dari jaringan internet.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Disediakan macam-macam alat: globe, senter, bola besar, dan bola kecil. - Ambil alat yang sesuai, kemudian tunjukkan proses terjadinya gerhana bula dan gerhana matahari. - Ambil alat yang diperlukan, kemudian tunjukkan proses fase-fase bulan. F. Tugas Portofolio Buatlah kliping mengenai lapisan-lapisan litosfer dan atmosfer dari majalah, surat kabar atau internet.

56

RPP Fenomena Fisika SMP 3

G. Kunci Soal Ulangan Bab 8 A. Pilihan 1. b 2. a 3. c 4. b 5. d

6. a 7. a 8. a 9. d 10. a

11. a 12. d 13. b 14. 15. -

Ulangan Umum 2 A. Pilihan 1. b 11. - 21. - 2. b 12. d 22. b 3. d 13. a 23. c 4. b 14. b 24. b 5. c 15. b 25. c 6. d 16. d 26. c 7. c 17. b 27. a 8. c 18. b 28. d 9. a 19. d 29. b 10. d 20. d 30. a Nomor 11. tidak bisa dikerjakan Uraian nomor 21

31. a 32. d 33. d 34. c 35. b 36. a 37. c 38. c 39. c 40. a

41. d 42. c 43. d 44. d 45. d 46. b 47. a 48. a 49. a 50. c

1   ​  : ​ ____ 1     A : B = ​ ____ ​ = 5 : 4 0,20 0,25 1   ​  : ​ ____ 1     B : Q = ​ ____ ​ = 4 : 2 = 2 : 1 0,25 0,50 1   ​  : ​ ____ 1     A : P = ​ ____ ​ = 5 : 2,5 = 10 : 5 0,20 0,40 1   ​  : ​ ____ 1     B : P = ​ ____ ​ = 4 : 2,5 = 8 : 5 0,25 0,40

Nomor 21. tidak ada jawaban yang benar B. Uraian 1. Energi gelombang elektromagnetik → energi listrik → energi getaran → energi bunyi. 2. a. W 1 = Pt (30) = (200 watt)(12 jam)(30) = 72.000 watt jam =72 kWh b. W 2 = Pt (30) = (250 watt)(4 jam)(30) = 30.000 watt jam = 30 kWh

RPP Fenomena Fisika SMP 3

57

c. W 3 = Pt (30) = (150 watt)(3 jam)(30) = 13.500 watt jam = 13,5 kWh Jumlah energi yang digunakan per bulan = 115,5 kWh. Jumlah biaya rekening per bulan = 115,5 × Rp200,00 = Rp23.100,00 3. Sisi kubus d = 5 cm; m = 500 gram; V = …?; ρ = …? a. V = d 3 = (5)3 = 125 cm3 500 m ___ b. r = ​ __  ​ = ​      ​ = 4 g/cm3 V 125

4. v = 1.400 m/s; t = 4 s; h = …?

h = v​ __2t  ​ = (1.400)​ __42 ​ = 2.800 m

5. 6.

W1 = Pt (30) = (15 watt)(10 jam)(30) = 4.500 watt jam = 4,5 kWh W2 = Pt (30) = (250 watt)(9 jam)(30) = 67.500 watt jam = 67,5 kWh Jumlah energi per bulan = Wt = 72 kWh Biaya rekening per bulan = 72 × Rp200,00 = Rp14.400,00 t = 5 menit = 300 s; s = 60 m; v = …?



60 v = ​ _st ​ = ​    ___  ​  = 0,2 m/s 300

7. h = 1 cm; s = 10 cm; f = 15 cm; s' = …?; h' = …?; sifat bayangan = …? 3 1 ​ → ​ __ 1  ​  = ​ __ 1  ​  + ​ __ 1 ​ → ​ __ 1 ​ = ​ __ 1  ​  – ​ __ 1   ​ = ​ __ 2  ​  – ​ __ 1  ​    __   ​  = – ​ __ a. ​ __1f  ​ = ​ __1s ​ + ​  s' s' 15 10 30 30 30 15 10 s'



s' = –30 cm

s' 30 h' __ h' __ h' b. M = ​ __  ​ = ​    s  ​ = ​ __ ​  = 3 → M = ​ __ ​ = ​     ​ =   3 → h' = 3 cm 10 1 h h

c. Sifat: maya, diperbesar, tegak 8. a.

Hambatan total: Rt = 2 + 4 = 6 ohm



b.

E ​  = ​ __ 12  ​ = 2 A I = ​ __ R 6



c.

VBF = I.RBF = (2)(2) = 4 volt





BF 4 ​ = 0,667 A I1 = ​ ___   ​ = ​ __ R 6

d.

VBF __ I2 = ​ ___   ​  = ​ 4 ​ = 1,333 A RDG 3

t

V

CF



58

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Ujian Nasional 1. c 11. d 21. a 31. b 41. c 2. b 12. c 22. a 32. d 42. a 3. a 13. b 23. c 33. c 43. a 4. a 14. a 24. d 34. d 44. c 5. b 15. c 25. d 35. c 45. a 6. a 16. - 26. c 36. a 46. a 7. d 17. b 27. a 37. b 47. a 8. a 18. c 28. b 38. a 48. d 9. c 19. b 29. a 39. b 49. b 10. c 20. b 30. b 40. c 50. c Ralat nomor 5 gambar gaya ke belakang 5 N diganti 15 N. Jawaban: b Ralat nomor 16. Jawaban: a – e; atau c – g; atau b – f; Ralat nomor 31. pada gambar I2 = … A diganti → I4 = … A

RPP Fenomena Fisika SMP 3

59

60

RPP Fenomena Fisika SMP 3

3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

(3)

(4)

Indikator

• Menjelaskan dan mem• Listrik Statis • Menayangkan dengan LCD mengenai listrik berikan contoh beberapa statis beserta implikasi­ benda yang dapat bernya dari jaringan internet muatan listrik. (rekaman dari internet). • Melakukan peragaan • Melakukan tanya jawab untuk menunjukkan sifat untuk mengungkap muatan listrik. pengetahuan awal siswa • Menjelaskan secara tentang listrik statis. kualitatif hubungan • Melakukan diskusi antara besar gaya listrik kelas/tanya jawab untuk dan besar muatan listrik menunjukkan cara pemserta jarak antara benda berian muatan dari benda bermuatan listrik. netral menjadi benda bermuatan listrik. • Melakukan percobaan untuk membuat benda menjadi bermuatan listrik, baik positif maupun negatif.

(2)

(1)

Kegiatan Pembelajaran

- Kuis - Pengamatan keaktifan diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja kete­ rampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan - Presentasi di depan kelas

(5)

Penilaian

(7)

Alat/Bahan/ Sumber

Sarana/Media: Komputer, LCD, dan jaringan internet

Alat/Bahan: Model atom molekul, kaca, plastik, kain sutera, kain wol, elektroskop

4 jam Buku: pelajaran Semesta Fenome­ na Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(6)

Alokasi Waktu

SMP/MTs ... IPA (FISIKA) IX/1 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 22 jam pelajaran

Materi Pokok Pembelajaran

: : : : :

Kompetensi Dasar

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Alokasi Waktu

Silabus

RPP Fenomena Fisika SMP 3

61

(2)

3.2 Menganalisis • Listrik percobaan Dinamis listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerap­ annya dalam kehidupan sehari-hari.

(1)

• Menayangkan dengan LCD tentang listrik dinamis beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan awal siswa tentang listrik dinamis.

• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan sifat muatan listrik. • Melakukan diskusi kelas/tanya jawab untuk menemukan gaya yang terjadi di antara dua benda yang bermuatan listrik. • Melakukan diskusi ke­ lompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan listrik statis. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan hasil pembahasan tentang listrik statis • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis.

(3)

• Menjelaskan konsep arus listrik dan beda potensial listrik. • Menyelidiki hubungan antara arus dan beda potensial dalam suatu rangkaian listrik (hukum Ohm).

(4)

- Kuis - Ulangan harian - Pengamatan keaktifan disku­ si dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa

(5)

(7)

Alat/Bahan: Baterai, kawat nikelin, hambat­ an, multimeter,

6 jam Buku: pelajaran Semesta Fenome­ na Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(6)

62

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(1)

(2)

(4)

• Menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis bahan konduktor dan isolator. • Menentukan besar hambatan listrik suatu kawat penghantar. • Mendeskripsikan hukum I Kirchhoff. • Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan paralel.

(3)

• Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengertian arus listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan hubungan antara arus dan tegangan listrik. • Melakukan tanya jawab untuk menggambarkan rangkaian tertutup. • Melakukan percobaan untuk menemukan hukum Ohm. • Melakukan percobaan untuk merumuskan besar hambatan suatu kawat penghantar. • Melakukan percobaan untuk mendeskripsikan hukum I Kirchhoff. • Melakukan tanya jawab untuk mengaplikasikan hukum I Kirchhoff dalam suatu rangkaian listrik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan rangkaian hambatan listrik seri dan paralel. • Melakukan diskusi kelompok untuk menentukan besar hambatan pengganti rangkaian seri dan paralel.

- Pengamatan kinerja kete­ rampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan - Presentasi di depan kelas

(5)

(6)

Sarana/Media: Komputer, LCD, dan ja­ ring­an internet

voltmeter, amperemeter, isolator, plastik, dan kabel

(7)

RPP Fenomena Fisika SMP 3

63

(2)

• Melakukan diskusi kelas menentukan beda tegangan antara dua titik dalam rangkaian listrik (pengayaan). • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan hukum II Kirchhoff (pengayaan). • Melakukan diskusi kelas untuk mengaplikasikan hukum II dalam suatu permasalahan (pengaya­ an). • Melakukan diskusi ke­ lompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan listrik dinamis. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

(3)

(4)

3.3 Mendeskripsi­ • Sumber • Menayangkan dengan • Menjelaskan komponen kan prinsip Arus Listrik LCD mengenai sumber dan cara kerja elemen liskerja elemen arus listrik atau sumber trik primer dan sekunder. dan arus tegangan listrik beserta • Menjelaskan konsep listrik yang implikasinya dari jaring­ gaya gerak listrik (GGL) ditimbulkanan internet (rekaman dari sumber tegangan listrik. nya serta internet). • Mengukur tegangan pene­rapannya • Melakukan demonstrasi antara kutub-kutub dalam kehi­ untuk menunjukkan sumber tegangan dan dupan seharibeberapa macam sumber tegangan jepit. hari.

(1)

- Kuis - Ulangan harian - Pengamatan keaktifan diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa

(5)

(7)

Alat/Bahan: Baterai, gelas beker, asam sulfat, aki, mul­ti­me­ ter, voltmeter,

6 jam Buku: pelajaran Semesta Fenome­ na Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(6)

64

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(1)

(2)

arus atau sumber tegang­ an listrik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan komponen dan cara kerja elemen listrik primer. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan komponen-komponen dan cara kerja elemen listrik sekunder. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan konsep gaya gerak listrik (GGL). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan cara mengukur GGL dan beda tegangan listrik. • Melakukan demonstrasi untuk mengaplikasikan sumber tegangan pada rangkaian listrik. • Melakukan diskusi ke­ lompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan sumber arus listrik. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan tertulis

(3)

(4)

- Pengamatan kinerja keteram­ pilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan perco­ baan - Presentasi di depan kelas

(5)

(6)

Sarana/Media: Komputer, LCD, dan jaring­ an internet

amperemeter, hambatan, dan kabel

(7)

RPP Fenomena Fisika SMP 3

65

(2)

3.4 Mendeskripsi­ • Energi kan hubungan dan Daya energi Listrik dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

(1)

• Menayangkan dengan LCD tentang energi dan daya listrik beserta impli­ kasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan listrik sebagai sumber energi. • Melakukan diskusi kelas untuk menentukan besar energi listrik dan daya listrik yang ditimbulkan dari besaran terkait. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan hubungan antara energi listrik dan daya listrik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan penggunaan energi listrik dan cara perhitungan besar energi yang dipakai dalam suatu rumah tangga. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan pe­ru­bahan energi listrik menjadi energi bentuk lain atau konversi energi listrik ke bentuk energi lain.

(3)

• Menjelaskan pengertian energi listrik. • Menjelaskan hubungan besaran yang terkait dalam energi listrik dan daya listrik. • Menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan penggunaan listrik di rumah tangga. • Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi bentuk energi lain. • Menunjukkan beberapa alat dalam kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan energi listrik. • Menjelaskan cara penghe­ matan dan pemerataan penggunaan energi listrik di rumah.

(4)

(6)

- Kuis 6 jam - Ulangan harian pelajaran - Pengamatan keaktifan disku­ si dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keteram­ pilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan perco­ baan - Presentasi di depan kelas

(5)

Sarana/Media: Komputer, LCD, dan jaringan internet

Alat/Bahan: Baterai, heater, kawat nikelin, multimeter, voltmeter, amperemeter, dan macam-macam alat listrik

Buku: Semesta Feno­ me­na Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(7)

66

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(2)

• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan beberapa peralatan listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menganalisis usaha menghemat dan pemerataan penggunaan energi listrik. • Melakukan diskusi kelom­pok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan energi dan daya listrik. • Mengerjakan kuis tertu­ lis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

(3)

(4)

(5)

(6)



(_____________) NIP. ....................

(_____________) NIP. ....................

............, ...................... Mengetahui, Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(1)

(7)

RPP Fenomena Fisika SMP 3

67

(3)

4.1 Menyelidiki • Kemagnetan • Menayangkan dengan gejala kemagLCD, tentang kemagnet­ netan dan an beserta implikasinya cara membuat dari jaringan internet magnet (rekaman dari internet). 4.2 Mendeskripsi­ • Melakukan tanya kan jawab untuk mengungpemanfaatan kap tingkat pemahaman kemagnetan tentang listrik dinamis dalam produk dan pengetahuan awal teknologi tentang kemagnetan. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan bentuk garis medan magnet. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan suatu magnet.

(2)

(1)

Kegiatan Pembelajaran

• Menunjukkan macammacam bentuk magnet. • Menunjukkan sifat kutub magnet. • Menunjukkan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan. • Memaparkan teori kemagnetan bumi. • Menunjukkan terjadinya medan magnetik di sekitar kawat berarus listrik. • Menjelaskan cara kerja medan magnet dan penerapannya dalam beberapa produk teknologi. • Menemukan pengguna­ an gaya Lorentz pada beberapa alat listrik sehari-hari.

(4)

Indikator

- Kuis - Pengamatan keaktifan disku­ si dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja kete­ rampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan - Presentasi di depan kelas - Ulangan harian

(5)

Penilaian

(7)

Alat/Bahan/ Sumber

Sarana/Media: Komputer, LCD, jaringan internet

Alat/Bahan: Macam-macam bentuk magnet, baterai, catu daya, kabel, model bumi/globe, kumparan, dan batang besi lunak

6 jam Buku: pelajaran Semesta Fenome­ na Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(6)

Alokasi Waktu

SMP/MTs ... IPA (FISIKA) IX/1 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 12 jam pelajaran (6 × pertemuan)

Materi Pokok Pembelajaran

: : : : :

Kompetensi Dasar

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Alokasi Waktu

Silabus

68

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(1)

(2)

• Melakukan diskusi kelas untuk memaparkan teori kemagnetan bumi dan menunjukkan adanya magnet bumi. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan terjadinya medan magnetik di sekitar kawat berarus listrik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan bahwa kumparan berarus listrik membentuk sebuah magnet dan perbedaannya apabila diberi inti besi. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan ada­ nya gaya Lorentz pada kawat berarus listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan penerapan gaya Lorentz pada alat-alat listrik sehari-hari. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan pemanfaatan kemagnetan.

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

RPP Fenomena Fisika SMP 3

69

(2)

• Induksi Elektromagnetik

(1)

4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik.

• Menayangkan dengan LCD tentang induksi elektromagnetik beserta implikasinya dari jaring­ an internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali pengetahuan tentang kemagnetan dan manfaatnya. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan timbulnya gaya gerak listrik induksi pada kumparan. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan besar GGL terkait dengan banyaknya lilitan kumparan dan kecepatan perubahan fluks garis medan magnet. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan prinsip kerja generator listrik dengan menggunakan model.

• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

(3)

• Menunjukkan terjadinya gaya gerak listrik induk­ si. • Menjelaskan prinsip kerja generator listrik sederhana. • Menjelaskan prinsip kerja transformator. • Mendeskripsikan karak­ teristik transformator dan penerapannya.

(4)

(6)

- Kuis 6 jam - Ulangan harian pelajaran - Pengamatan keaktifan disku­ si dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keteram­ pilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan - Presentasi di depan kelas

(5)

Sarana/Media: Komputer, LCD, dan jaring­ an internet

Alat/Bahan: Baterai, catu daya/power supply, multimeter, model gene­rator, model dinamo, dan transfor­ mator

Buku: Semesta Feno­ mena Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(7)

70

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(1)

(2)

• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan prinsip kerja dinamo dengan menggunakan model. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan besar GGL induksi yang ditimbulkan. • Melakukan demonstrasi dan/atau tanya jawab untuk menunjukkan cara kerja transformator. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan karak­ teristik transformator dan penerapannya. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan jumlah lilitan dan besar tegangan pada transformator. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan efisiensi transformator. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan induksi elektromagnetik. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

RPP Fenomena Fisika SMP 3

71

(2)

(1)

5.1 Mendeskripsi­ • Tata Surya kan karakteris­ tik sistem tata surya. 5.2 Mendeskripsi­ kan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai salah satu planet. 5.3 Mendeskripsi­ kan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta pengaruh interaksinya.

Materi Pokok Pembelajaran

Kompetensi Dasar

• Menayangkan dengan LCD tentang tata surya beserta implikasinya dari jaringan internet (rekam­ an dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali kemampuan awal siswa tentang tata surya. • Melakukan diskusi kelas/demonstrasi untuk mendeskripsikan peredar­ an bulan dan bumi. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan adanya gaya gravitasi antara matahari, bumi, dan bulan. • Melakukan tanya jawab untuk mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari. • Melakukan tanya jawab untuk mendeskripsikan perbandingan antara planet ditinjau dari mas­ sa, jari-jari, dan jarak rata-rata ke matahari de­ ngan menggunakan tabel.

(3)

Kegiatan Pembelajaran (5)

Penilaian

• Mendeskripsikan per­- Pengamatan e­daran bulan dan bumi. sikap, minat, • Menjelaskan adanya dan kelakuan gaya tarik gravitasi anta­ siswa ra matahari, bumi, dan - Pengamatan bulan. keaktifan dalam • Mendeskripsikan orbit diskusi dan planet mengitari mata­ tanya jawab hari. - Kuis • Mendeskripsikan perban­ dingan antara planet ditinjau dari massa, jari-jari, jarak rata-rata ke matahari dengan menggu­ nakan tabel. • Mendeskripsikan perilaku benda langit komet dan asteroid. • Mendeskripsikan mataha­ ri sebagai salah satu bintang. • Mengenali sumber pembentukan energi matahari. • Menunjukkan susunan lapisan-lapisan matahari. • Mendeskripsikan karakte­ ristik dan perilaku bumi.

(4)

Indikator

Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya. Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran (4 × pertemuan)

(7)

Alat/Bahan/ Sumber

Sarana/Media: Komputer, LCD, dan jaringan internet

Alat/Bahan: Model bumi, model susunan planet, model lapisan bumi dan matahari, bola tenis, baterai, bola besar dan kecil

4 jam Buku: pelajaran Semesta Fenome­ na Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(6)

Alokasi Waktu

72

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(1)

(2)

(4)

• Melakukan diskusi kelas • Menjelaskan periode rountuk mendeskripsikan tasi bulan dan posisinya perilaku benda langit terhadap bumi. komet dan asteroid. • Memaparkan terjadinya • Melakukan tanya jawab gerhana bulan, gerhana untuk mendeskripsikan matahari, dan mengmatahari sebagai salah hubungkannya dengan satu bintang. peristiwa pasang surut air • Melakukan diskusi kelas laut. untuk mengenali sumber • Menjelaskan bahwa pembentukan energi satelit yang di orbit bumi matahari. berguna untuk mengirim • Melakukan tanya jawab informasi, memantau untuk menjelaskan makeadaan bumi, termasuk tahari sebagai sumber cuaca, dan mengamati energi bagi kehidupan di keadaan dan dinamika bumi. jagat raya. • Melakukan tanya jawab untuk menunjukkan susunan lapisan matahari. • Melakukan tanya jawab untuk menunjukkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di matahari. • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan karakteristik dan perilaku bumi.

(3)

(5)

(6)

(7)

RPP Fenomena Fisika SMP 3

73

(1)

(2)

• Melakukan demonstrasi dengan menggunakan model yang disertai tanya jawab untuk menjelaskan periode rotasi bulan dan posisinya terhadap bumi. • Melakukan diskusi kelas yang disertai peragaan dengan alat model untuk memaparkan terjadinya gerhana bulan, gerhana matahari, dan menghu­ bungkannya dengan peristiwa pasang surut air laut. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan bahwa satelit yang di orbit bumi berguna untuk mengirim informasi, memantau keadaan bumi, termasuk cuaca, dan mengamati keadaan dan dinamika jagat raya. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan gerak edar bumi dan planet serta satelit. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

74

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(2)

5.4 Mendeskripsi- • Proseskan prosesProses di proses khusus Litosfer dan yang terjadi Atmosfer di lapisan litosfer dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor. 5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan lingkungan.

(1)

(4)

• Menayangkan dengan • Menjelaskan proses LCD tentang lapisan pelapukan di lapisan litosfer beserta implika­ bumi yang berkaitan de­ sinya dari jaringan ngan masalah lingkungan. internet (rekaman dari • Menjelaskan proses internet). pemanasan global dan • Melakukan tanya pengaruhnya pada lingjawab untuk menjelaskan kungan di bumi. lapisan litosfer. • Menjelaskan pengaruh • Melakukan diskusi kelas proses-proses di lingkung­ untuk menjelaskan koman terhadap kesehatan ponen-komponen pada manusia. lapisan litosfer. • Melakukan peragaan yang disertai tanya jawab untuk menunjukkan macam-macam batuan. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan proses pelapukan yang terjadi pada lapisan litosfer. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan tentang proses pelapukan yang dikaitkan dengan lingkungan hidup. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengertian pemanasan global dan penyebabnya.

(3)

(6)

- Pengamatan 4 jam sikap, minat, pelajaran dan kelakuan siswa - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Kuis - Ulangan harian

(5)

Sarana/Media: Komputer, LCD, dan jaring­ an internet

Alat/Bahan: Macam-macam batuan

Buku: Semesta Feno­ me­na Fisika 3 karangan Budi Purwanto

(7)

RPP Fenomena Fisika SMP 3

75

(2)

• Melakukan diskusi kelas untuk menjelasan kejadian atau peristiwa yang terjadi pada atmosfer dan di lapisan litosfer. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengaruh proses-proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia. • Mengerjakan kuis tertu­ lis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

(3)

(4)

(5)

(6)



(_____________) NIP. ....................

(_____________) NIP. ....................

............, ...................... Mengetahui, Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(1)

(7)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/1 Pertemuan Ke- : 1 – 2 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar : 3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari Indikator : • Menjelaskan dan memberikan contoh beberapa benda yang dapat bermuatan listrik. • Melakukan peragaan untuk menunjukkan sifat muatan listrik. • Menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik serta jarak antara benda bermuatan listrik. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan benda dapat bermuatan listrik dengan cara digosok; 2. memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik dan secara sederhana proses terjadinya; 3. melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik; 4. menjelaskan secara kualitatif hubungannya antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik serta jarak antara benda bermuatan listrik. II. Materi Pembelajaran Listrik Statis III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen

76

RPP Fenomena Fisika SMP 3

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pengetahuan awal siswa tentang muatan listrik. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang listrik statis beserta im­pli­kasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan diskusi kelas untuk menunjukkan proses terjadinya benda dapat bermuatan listrik. • Melakukan percobaan untuk membuat benda netral menjadi bermuatan listrik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan cara mengetahui sifat muatan listrik. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan muatan listrik. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

Pertemuan Ke-2 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keter­kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

77

Kegiatan Inti 65 menit • M elakukan diskusi kelas untuk menunjukkan benda bermuatan listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan terjadinya gaya interaksi oleh dua muatan listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk mengetahui sifat-sifat muatan listrik suatu benda. • Melakukan peragaan atau demonstrasi untuk menunjukkan sifat-sifat muatan listrik yang dimiliki oleh suatu benda. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan gaya interaksi dua muatan listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hukum Coulomb. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan muatan listrik dan hukum Coulomb. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Kain sutera, penggaris dari plastik, ebonit, elektroskop, kain wol, kaca, dan bola tenis atau bola pingpong. Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto. Sarana/Media: LCD, komputer, dan jaringan internet. VI. Penilaian - Kuis - Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keterampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan

78

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Contoh Soal Kuis 1 1. Muatan listrik ada dua, yaitu muatan … dan …. 2. Elektron bermuatan listrik …. 3. Penggaris plastik yang digosokkan pada rambut akan bermuatan listrik …. 4. Alat yang digunakan untuk menunjukkan adanya muatan listrik dinamakan …. Jawaban Kuis 1 1. positif dan negatif 2. negatif 3. negatif 4. elektroskop Contoh Soal Kuis 2 1. Makin besar jarak dua muatan listrik, akan makin … gaya interaksinya. 2. Besar gaya interaksi dua muatan listrik berbanding terbalik dengan …. 3. Satuan gaya interaksi muatan listrik adalah …. 4. Dua muatan listrik yang jenis muatannya sama akan tarik-menarik ataukah tolak-menolak? 5. Satuan dari konstanta k adalah …. Jawaban Kuis 2 1. kecil 2. kuadrat jaraknya 3. newton atau N

4. tolak-menolak 5. N m2/C2

Catatan: Jawaban dapat langsung dikoreksi oleh teman bangku sebelahnya, kemudian nilai dapat langsung dimasukkan dalam daftar nilai dengan cara menyebutkan nilai secara lisan. Di samping mengurangi pekerjaan guru, hal ini dimaksudkan agar semua siswa tahu.



Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika)

(___________________)

(___________________)

NIP. ................................

NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 3

79

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/1 Pertemuan Ke- : 3 – 5 Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar : 3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan seharihari Indikator : • Menjelaskan konsep arus listrik dan beda potensial listrik. • Menyelidiki hubungan antara arus dan beda potensial dalam suatu rangkaian listrik (hukum Ohm). • Menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis bahan konduktor dan isolator. • Menentukan besar hambatan listrik suatu kawat penghantar. • Mendeskripsikan hukum I Kirchhoff. • Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan paralel. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan konsep arus listrik dan beda potensial listrik; 2. membuat rangkaian komponen listrik dengan berbagai variasi baik seri maupun paralel; 3. mengukur dan menggambarkan arus listrik dan beda potensial dalam bentuk tabel dan grafik; 4. menyelidiki hubungan antara arus listrik dan beda potensial dalam suatu rangkaian (hukum Ohm); 5. menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis bahan (konduktor, semikonduktor, dan isolator); 6. mendeskripsikan tentang hukum I Kirchhoff; 7. menggunakan hukum Kirchhoff untuk menghitung V dan I dalam rangkai­ an; 8. menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan paralel.

80

RPP Fenomena Fisika SMP 3

II. Materi Pembelajaran Listrik Dinamis III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-3 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang listrik dinamis beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan awal siswa tentang listrik dinamis. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengertian arus listrik. • Melakukan percobaan untuk menemukan hubungan antara kuat arus dan tegangan listrik. • Melakukan tanya jawab untuk menggambarkan rangkaian tertutup. • Melakukan percobaan untuk merumuskan hukum Ohm. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengertian konduktor dan isolator. • Melakukan percobaan untuk merumuskan besar hambatan suatu kawat. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan hukum Ohm dan hambatan kawat penghantar. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta mem­beri pe­nekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

81

Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

Pertemuan Ke-4 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan eksperimen untuk menunjukkan hukum I Kirchhoff. • Melakukan diskusi kelas/tanya jawab untuk mengaplikasikan hukum I Kirchhoff pada rangkaian listrik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan rangkaian hambatan listrik seri dan paralel. • Melakukan percobaan untuk menentukan hambatan pengganti dari rangkaian hambatan seri dan paralel. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan hukum I Kirchhoff dan rangkaian hambatan. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

82

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan beda tegangan antara dua titik dalam rangkaian listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hukum II Kirchhoff. • Melakukan diskusi kelas/tanya jawab untuk mengaplikasikan hukum II Kirchhoff pada rangkaian listrik. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan beda tegangan dan hukum II Kirchhoff. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Sumber tegangan/baterai/power supply, kabel, hambatan, multimeter atau (voltmeter dan amperemeter), kawat nikelin berbagai diameter. Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LCD, komputer, dan jaringan internet VI. Penilaian - Kuis - Pengamatan keaktifan siswa dalam diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keterampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan - Presentasi di depan kelas Contoh Soal Kuis 1 1. Satuan kuat arus listrik adalah …. 2. Satuan tegangan listrik adalah ….

RPP Fenomena Fisika SMP 3

83

3. Sebuah hambatan listrik sebesar 10 ohm diberi beda tegangan 20 volt. Kuat arus yang mengalir pada hambatan tersebut sebesar …. 4. Banyaknya muatan yang melewati penghantar setiap detik dinamakan …. 5. Satuan GGL listrik adalah …. 6. Satuan muatan yang mengalir adalah …. 7. Larutan yang digunakan pada elemen Volta adalah …. 8. Elektroda yang bermuatan positif pada elemen Volta adalah …. 9. Hambatan pengganti 8 ohm diseri dengan hambatan 2 ohm adalah …. 10. Hambatan pengganti 6 ohm diparalel dengan hambatan 3 ohm adalah …. Jawaban Kuis 1 1. ampere 2. volt 3. 2 ampere 4. kuat arus 5. volt

6. 7. 8. 9. 10.

coulomb asam sulfat tembaga 10 ohm 2 ohm

Contoh Soal Kuis 2 1. Apa satuan beda tegangan? 2. Jumlah arus yang menunju titik cabang harus sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik cabang. Benar atau salahkah pernyataan itu? 3. Dalam suatu rangakaian tertutup terdiri atas satu elemen dengan hambatan dalam nol dan satu hambatan luar. Besar GGL berbeda dengan besar tegang­ an jepit. Benar atau salahkah pernyataan itu? 4. Beda tegangan antara dua titik yang melalui rangkaian berbeda adalah selalu tetap. Benar atau salahkah pernyataan itu? Jawaban Kuis 2 1. volt 2. benar 3. salah 4. benar



Mengetahui, Kepala Sekolah

( ___________________) NIP. ................................

84

RPP Fenomena Fisika SMP 3

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/1 Pertemuan Ke- : 6 – 8 Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar : 3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Indikator : • Menjelaskan komponen dan cara kerja elemen listrik primer dan sekunder. • Menjelaskan konsep gaya gerak listrik (GGL) sumber tegangan listrik. • Mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan jepit. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan konsep arus listrik; 2. menjelaskan konsep gaya gerak listrik (GGL) sumber arus listrik atau elemen listrik; 3. menjelaskan susunan dan cara kerja elemen listrik primer dan sekunder; 4. mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan jepit (tegangan terpakai). II. Materi Pembelajaran Sumber Arus Listrik III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi

RPP Fenomena Fisika SMP 3

85

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-6 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi pelajaran yang akan dipelajarai. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang sumber arus listrik atau sumber tegangan listrik beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk menjelaskan pengertian arus listrik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan komponen-komponen elemen Volta sebagai sumber tegangan listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan proses kerja elemen Volta. • Melakukan pengamatan langsung mengenai komponen-komponen pada baterai kering (baterai kering rusak yang dibe­dah). • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan arus listrik dan elemen primer. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta mem­beri penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tetulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. Pertemuan Ke-7 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

86

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan perbedaan elemen primer dan elemen sekunder. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan komponen-komponen pada aki atau elemen sekunder (aki yang sudah dibuka). • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan proses kerja aki pada saat pemakaian atau pengosongan aki. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan konsep gaya gerak listrik (GGL). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan susunan elemen seri dan paralel. • Mengukur GGL dari susunan elemen seri dan paralel. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. Pertemuan Ke-8 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keter­kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan diskusi kelas untuk menyusun atau merangkai rangkaian listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menggambarkan rangkaian listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk merangkai alat ukur yang akan digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda tegangan listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk mengukur kuat arus dan beda tegangan dalam suatu rangkaian listrik.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

87

• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan sumber arus listrik. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi pene­kanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

5 menit

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Gelas beker, elektroda seng dan tembaga, baterai yang telah dibongkar, aki yang telah dibuka, baterai, voltmeter, multimeter, sumber tegangan/power supply, hambatan listrik, dan bohlam. Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LCD, komputer, dan jaringan internet VI. Penilaian - Kuis - Ulangan harian - Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keterampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan Contoh Soal Kuis 1 1. Elektroda seng pada elemen Volta bermuatan …. 2. Elemen Volta merupakan elemen … (primer ataukah sekunder)? 3. Larutan pada elemen Volta adalah …. 4. Baterai kering termasuk elemen … (primer ataukah sekunder)? 5. Elemen mengubah energi … menjadi energi listrik. 6. Aki mengubah energi kimia menjadi energi …. 7. Pada saat pengisian aki arus berasal dari kutub … menuju …. 8. Larutan pengisi aki adalah …. 9. Muatan yang bergerak di dalam larutan aki adalah …. 10. Jumlah muatan dalam aki dinamakan ….

88

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Jawaban Kuis 1 1. negatif 2. primer 3. asam sulfat 4. primer 5. kimia

6. 7. 8. 9. 10.

listrik negatif ke positif asam sulfat ion Ah

Contoh Soal Kuis 2 1. Pada saat mengukur beda tegangan, voltmeter dipasang secara … terhadap hambatan. 2. Satuan GGL adalah …. 3. Tiga buah elemen dengan GGL masing-masing 1,5 volt. Jika ketiga elemen dipasang secara seri dan salah satu elemen dibalik, besar GGL elemen susunan tersebut adalah …. 4. Sebuah aki diisi dengan arus sebesar 5 ampere selama 2 jam. Jika aki tersebut digunakan dengan arus sebesar 1 ampere, lama waktu penggunaan aki adalah …. Jawaban Kuis 2 1. paralel 2. volt



Mengetahui, Kepala Sekolah

3. 1,5 volt 4. 10 jam

................, ..................... Guru IPA (Fisika)

(___________________)

(___________________)

NIP. ................................

NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 3

89

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/1 Pertemuan Ke- : 9 – 11 Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari Indikator : • Menjelaskan pengertian energi listrik. • Menjelaskan hubungan besaran yang terkait dalam energi listrik dan daya listrik. • Menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan penggunaan listrik di rumah tangga. • Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi bentuk energi lain. • Menunjukkan beberapa alat dalam kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan energi listrik. • Menjelaskan cara penghematan dan pemerataan penggunaan energi listrik di rumah. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan hubungan antara V dan I dengan energi listrik yang diguna­ kan; 2. menjelaskan hubungan antara daya listrik, energi listrik, dan satuannya (kWh dan joule); 3. menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan penggunaan listrik di rumah tangga berdasarkan angka yang tertera pada kWh meter; 4. menunjukkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain; 5. menunjukkan beberapa alat sehari-hari yang memanfaatkan energi listrik; 6. mempraktikkan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari dan mengemukakan alasannya. II. Materi Pembelajaran Energi dan Daya Listrik III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah

90

RPP Fenomena Fisika SMP 3

- - -

Tanya jawab/diskusi Demonstrasi Eksperimen

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-9 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keter­kaitannya dengan materi pelajaran yang akan dipelajarai. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang energi dan daya listrik beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan listrik sebagai sumber energi. • Melakukan diskusi kelas untuk menentukan besar energi listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan hubungan antara energi listrik dan daya listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menunjukkan penggunaan ener­gi listrik dan cara perhitungan besar energi yang dipakai dalam suatu rumah tangga. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan energi dan daya listrik. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

91

Pertemuan Ke-10 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan tanya jawab untuk menunjukkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain. • Melakukan demonstrasi yang disertai dengan tanya jawab untuk menunjukkan peralatan listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menganalisis cara menghemat energi listrik dan energi lainnya. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan energi listrik. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi sebelumnya untuk menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. Pertemuan Ke-11 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pemberian ulangan harian yang akan disampaikan. Kegiatan Inti • Memberikan soal-soal ulangan harian. • Mengerjakan soal-soal ulangan harian. • Mengumpulkan jawaban ulangan harian.

92

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Waktu 10 menit

65 menit

Kegiatan Akhir Memberikan jawaban soal-soal ulangan harian dan memberikan tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan mema­hami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

5 menit

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Radio, baterai, kipas angin, dan heater Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LCD, komputer, dan jaringan internet VI. Penilaian - Kuis - Ulangan harian - Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keterampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan - Presentasi di depan kelas Contoh Soal Kuis 1. Satuan daya listrik adalah …. 2. Besar daya listrik dirumuskan sebagai …. 3. Sebuah bohlam listrik tertulis (20 W/12 V). Apabila bohlam tersebut dipasang pada tegangan 6 volt maka daya keluarannya sebesar …. 4. Sebuah hambatan sebesar 10 ohm diberi tegangan 5 volt. Energi keluaran pada hambatan selama 10 s tersebut sebesar …. 5. Listrik merupakan sumber energi yang paling fleksibel, benar ataukah salah? 6. Radio merupakan contoh perubahan energi listrik menjadi energi …. 7. Motor merupakan alat yang mengubah energi … menjadi energi …. 8. Antara lampu neon dan bohlam, mana yang lebih hemat? 9. Di dalam rumah tangga, pengunaan listrik sebaiknya seperlunya. Benar atau salahkah pernyataan itu? 10. Lampu bohlam lebih irit energinya dibanding lampu TL atau lampu neon. Benar atau salahkah pernyataan itu?

RPP Fenomena Fisika SMP 3

93

11. Imbauan pemerintah agar mengurangi penggunaan listrik pada jam 17.00 sampai 20.00 dimaksudkan untuk penghematan energi ataukah pemerataan penggunaan energi listrik? 12. Lebih efisien mana penggunaan energi gas dibandingkan dengan energi listrik? Jawaban Kuis 1. watt V2 2. P = V I atau ​ __   ​atau I2R R 3. 5 watt 4. 25 watt 5. benar 6. bunyi



Mengetahui, Kepala Sekolah

( ___________________) NIP. ................................

94

RPP Fenomena Fisika SMP 3

7. listrik menjadi energi mekanik 8. lampu neon/TL 9. benar 10. salah 11. pemerataan energi listrik 12. energi gas

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/2 Pertemuan Ke- : 1 – 3 Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar : 4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. 4.2 Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi. Indikator : • Menunjukkan macam-macam bentuk magnet. • Menunjukkan sifat kutub magnet. • Menunjukkan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan. • Memaparkan teori kemagnetan bumi. • Menunjukkan terjadinya medan magnetik di sekitar kawat berarus listrik. • Menjelaskan cara kerja medan magnet dan penerapannya dalam beberapa produk teknologi. • Menemukan penggunaan gaya Lorentz pada beberapa alat listrik sehari-hari. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menunjukkan sifat kutub magnet; 2. mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan; 3. memaparkan teori kemagnetan bumi; 4. menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik; 5. menjelaskan cara kerja elektromagnetik dan penerapannya dalam beberapa produk teknologi; 6. menemukan penggunaan gaya Lorentz pada beberapa alat listrik seharihari. II. Materi Pembelajaran Kemagnetan

RPP Fenomena Fisika SMP 3

95

III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi - Eksperimen IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keter­kaitannya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang kemagnetan beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan awal siswa tentang macam-macam magnet. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan bentuk garis medan magnet. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan teori kemagnetan bumi. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan kemagnetan. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

96

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Pertemuan Ke-2 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang manfaat kemagnetan beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan pengamatan demonstrasi yang disertai tanya jawab untuk menunjukkan terjadinya medan magnetik di sekitar kawat berarus listrik. • Melakukan pengamatan demonstrasi yang disertai tanya jawab untuk menunjukkan kumparan berarus listrik membentuk sebuah magnet dan perbedaannya apabila diberi inti logam. • Melakukan pengamatan demonstrasi yang disertai tanya jawab untuk menunjukkan adanya gaya Lorentz pada kawat berarus listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan penerapan gaya Lorentz pada alat-alat listrik sehari-hari. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan pemanfaatan kemagnetan. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi pada pertemuan berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

Pertemuan Ke-3 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan disampaikan.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

97

Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali tentang kemagnetan. • Melakukan pengamatan demonstrasi yang disertai tanya jawab untuk menunjukkan cara kerja elektromagnetik. • Melakukan diskusi kelas untuk mengaplikasikan elektromagnetik dalam produk teknologi. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan pemanfaatan kemagnetan. Kegiatan Akhir 5 menit Memberikan tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Magnet batang, kumparan, besi lunak, macam-macam batang logam, galvano­ meter, kawat, baterai, dan kumparan Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LCD, komputer, jaringan internet, dan OHP VI. Penilaian - Kuis - Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keterampilan dalam peragaan dan percobaan - Laporan percobaan - Presentasi di depan kelas Contoh Soal Kuis 1. Garis medan magnet berasal dari kutub …. 2. Orang pertama kali yang menemukan gejala medan magnet di sekitar kawat berarus listrik adalah …. 3. Magnet yang ditimbulkan oleh kumpatan listrik bersifat …. 4. Membuat magnet dari bahan baja dibandingkan dengan besi lunak lebih mudah ….

98

RPP Fenomena Fisika SMP 3

5. Kekuatan magnet dari kumparan yang diberi inti besi dibandingkan dengan tanpa inti lebih besar …. 6. Sebuah kumparan yang dimasuki magnet batang, kedua ujung kawat akan terjadi beda tegangan. Benar atau salahkah pernyataan itu? 7. Cara kerja bel listrik berdasarkan pada elektromagnetik. Benar atau salahkah pernyataan itu? 8. Kompor listrik berdasarkan prinsip kerja elektromagnetik. Benar atau salahkah pernyataan itu? 9. Orang pertama kali yang menemukan sifat elektromagnet adalah …. 10. Kawat lurus berarus listrik searah dengan arah medan listrik akan menimbulkan gaya Lorentz. Benar atau salahkah pernyataan itu? Jawaban Kuis 1. utara 2. Oersted 3. sementara 4. besi lunak 5. dengan inti besi



Mengetahui, Kepala Sekolah

( ___________________) NIP. ................................

6. 7. 8. 9. 10.

benar benar salah Faraday salah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 3

99

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/2 Pertemuan Ke- : 4 – 6 Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar : 4.3 Menerapkan konsep indukasi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip indukasi elektromagnetik Indikator : • Menunjukkan terjadinya gaya gerak listrik induksi. • Menjelaskan prinsip kerja generator listrik sederhana. • Menjelaskan prinsip kerja transformator. • Mendeskripsikan karakteristik transformator dan pene­ rapannya. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan hubungan antara pergerakan garis medan magnetik dengan terjadinya gaya gerak listrik induksi melalui percobaan; 2. menjelaskan prinsip kerja dinamo/generator secara sederhana; 3. menjelaskan secara kualitatif prinsip sederhana cara kerja transformator; 4. mendeskripsikan karakteristik transformator dan penerapannya. II. Materi Pembelajaran Induksi Elektromagnetik III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi

- -

Demonstrasi Eksperimen

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-4 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi pelajaran yang akan dipelajarai.

100

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Kegiatan Inti 65 menit • M enayangkan dengan LCD tentang induksi elektromagnetik be­serta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari inter­net). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali tingkat pemahaman siswa tentang kemagnetan dan manfaatnya. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan timbulnya gaya gerak listrik induksi pada kumparan. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan besar GGL terkait dengan banyaknya lilitan kumparan dan kecepatan perubahan fluks garis medan magnet. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

Pertemuan Ke-5 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali tentang induksi elektromagnetik. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan prinsip kerja generator listrik dengan menggunakan model. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan prinsip kerja dinamo dengan menggunakan model. • Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

101

Kegiatan Akhir Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi pada pertemuan berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

5 menit

Pertemuan Ke-6 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan disampaikan. Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan pengamatan demonstrasi yang disertai tanya jawab untuk menunjukkan cara kerja transformator. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan karakteristik transformator dan penerapannya. • Melakukan percobaan yang terkait dengan penaik dan penurun tegangan listrik AC. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan efisiensi transformator. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan induksi elektromagnetik. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberikan tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup proses pembelajaran. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Kumparan, magnet batang, galvanometer, voltmeter, model generator, model dinamo, dinamo sepeda, bohlam, transformator, sumber listrik bolak-balik, dan multimeter

102

RPP Fenomena Fisika SMP 3

Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LCD, komputer, dan jaringan internet VI. Penilaian - Kuis - Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa - Pengamatan kinerja keterampilan dalam peragaan dan percobaan Contoh Soal Kuis 1. Transformator akan berfungsi apabila menggunakan sumber listrik …. 2. Energi keluaran dari transformator akan lebih besar dibanding energi masuk­ an transformator. Benar atau salahkah pernyataan itu? 3. Sebuah transformator dengan jumlah lilitan primer sebanyak 1.000 lilitan dan sekunder 500 lilitan. Apabila tegangan primer 200 volt, tegangan sekundernya adalah …. 4. Daya masukan dan daya keluaran pada transformator adalah sama. Benar atau salahkah pernyataan itu? Jawaban Kuis 1. bolak-balik 2. salah 3. 100 volt 4. benar



Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika)

(___________________)

(___________________)

NIP. ................................

NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 3

103

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/2 Pertemuan Ke- : 7 dan 8 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya Kompetensi Dasar : 5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya. 5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai salah satu planet. 5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta pengaruh interaksinya. Indikator : • Mendeskripsikan peredaran bulan dan bumi. • Menjelaskan adanya gaya tarik gravitasi antara matahari, bumi, dan bulan. • Mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari. • Mendeskripsikan perbandingan antara planet ditinjau dari massa, jari-jari, jarak rata-rata ke matahari dengan menggunakan tabel. • Mendeskripsikan perilaku benda langit komet dan asteroid. • Mendeskripsikan matahari sebagai salah satu bintang. • Mengenali sumber pembentukan energi matahari. • Menunjukkan susunan lapisan-lapisan matahari. • Mendeskripsikan karakteristik dan perilaku bumi. • Menjelaskan periode rotasi bulan dan posisinya terhadap bumi. • Memaparkan terjadinya gerhana bulan, gerhana matahari, dan menghubungkannya dengan peristiwa pasang surut air laut. • Menjelaskan bahwa satelit yang di orbit bumi berguna untuk mengirim informasi, memantau keadaan bumi, termasuk cuaca, dan mengamati keadaan dan dinamika jagat raya. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. mendeskripsikan peredaran bulan mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari; 104

RPP Fenomena Fisika SMP 3

2. menjelaskan bahwa ada gaya tarik di antara matahari dan bulan yang disebut gravitasi, jarak makin jauh, makin kecil gravitasinya; 3. mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari berdasarkan model tata surya; 4. mendeskripsikan perbandingan antara planet ditinjau massa, jari-jari, jarak rata-rata ke matahari, dan sebagainya, menggunakan tabel; 5. menunjukkan persamaan dan perbedaan perilaku benda langit komet dan asteroid; 6. mendeskripsikan matahari sebagai salah satu bintang; 7. mengenali sumber pembentukan energi matahari; 8. menunjukkan susunan lapisan-lapisan matahari *); 9. mendeskripsikan karakteristik dan perilaku bumi; 10. menjelaskan periode rotasi bulan dan posisinya terhadap bumi; 11. memaparkan terjadinya gerhana bulan, gerhana matahari dan menghubungkannya dengan peristiwa pasang surut air laut; 12. menjelaskan bahwa satelit yang di orbit bumi berguna untuk mengirim informasi, memantau keadaan bumi, termasuk cuaca, dan mengamati keadaan dan dinamika jagat raya *); 13. menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi yang berkaitan dengan masalah lingkungan; 14. menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya pada lingkungan di bumi; 15. menjelaskan pengaruh proses-proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia. *) Indikator yang dilaksanakan sebagai materi pengayaan untuk siswa yang berkemampuan lebih. II. Materi Pembelajaran Tata Surya III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi

-

Demonstrasi

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-7 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan disampaikan.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

105

Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang anggota tata surya beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap kemampuan awal siswa tentang tata surya. • Melakukan tanya jawab untuk menyebutkan anggota tata surya kita. • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan peredaran planet bumi dan bulan sebagai satelit bumi. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan interaksi bulan dan bumi dengan matahari. • Melakukan tanya jawab untuk mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari. • Melakukan tanya jawab untuk mendeskripsikan perbandingan antara planet ditinjau dari massa, jari-jari, dan jarak rata-rata ke matahari dengan menggunakan tabel. • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan perilaku benda langit komet dan asteroid. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi pe­ne­kanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tetulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberikan tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menu­tup proses pembelajaran. Pertemuan Ke-8 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan disampaikan. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang matahari sebagai bintang beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet).

106

RPP Fenomena Fisika SMP 3

• Melakukan tanya jawab untuk mendeskripsikan matahari sebagai salah satu bintang. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan lapisan-lapisan pada matahari. • Melakukan diskusi kelas untuk mengenali sumber pembentukan energi matahari. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi pada permukaan matahari • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan karakteristik dan perilaku bumi. • Melakukan pengamatan demonstrasi yang disertai tanya jawab untuk menjelaskan periode rotasi bulan dan posisinya terhadap bumi. • Melakukan diskusi kelas yang disertai dengan peragaan untuk memaparkan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan dampak terjadinya gerhana bulan dan matahari. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan dampak terjadinya gerhana terhadap permukaan air laut dan kehidupan binatang. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan orbit satelit buatan. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan manfaat dari satelit buatan. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan bumi dan bulan. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tetulis. Kegiatan Akhir Memberikan tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menu­tup proses pembelajaran.

5 menit

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Model benda-benda langit dan model lapisan matahari Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto

RPP Fenomena Fisika SMP 3

107

Sarana/Media: LCD, komputer, dan jaringan internet VI. Penilaian - Kuis - Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa Contoh Soal Kuis 1 1. Pusat tata surya kita adalah …. 2. Benda langit yang mengelilingi bumi dinamakan …. 3. Benda langit yang mengelilingi matahari dinamakan …. 4. Makin jauh dari matahari, periode planet akan makin …. 5. Pada waktu pagi hari atau sore hari terlihat bintang di langit agak besar tak berkedip adalah … atau …. Jawaban Kuis 1 1. matahari 2. satelit/bulan 3. planet 4. besar 5. merkurius atau venus Contoh Soal Kuis 2 1. Bumi merupakan pusat peredaran tata surya kita. Benar atau salahkah pernyataan itu? 2. Matahari merupakan sebuah bintang karena matahari … energi cahaya sendiri. 3. Bumi berputar dari timur ke barat. Benar atau salahkah pernyataan itu? 4. Di antara planet-panet anggota tata surya kita yang merupakan tempat mahkluk hidup adalah …. 5. Matahari posisinya tetap diam di jagat raya ini. Benar atau salahkah pernya­ taan itu? 6. Suhu lapisan matahari yang paling panas adalah …. 7. Energi matahari berasal dari reaksi …. 8. Energi matahari sampai di bumi dan planet lain secara …. Jawaban Kuis 2 1. salah 2. memancarkan 3. salah 4. bumi

108

RPP Fenomena Fisika SMP 3

5. 6. 7. 8.

salah korona nuklir radiasi



Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika)

(___________________)

(___________________)

NIP. ................................

NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 3

109

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : IX/2 Pertemuan Ke- : 9 dan 10 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya Kompetensi Dasar : 5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor. 5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan lingkungan. Indikator : • Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi yang berkaitan dengan masalah lingkungan. • Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya pada lingkungan di bumi. • Menjelaskan pengaruh proses-proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi yang berkaitan dengan masalah lingkungan; 2. menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya pada lingkungan di bumi; 3. menjelaskan pengaruh proses-proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia. II. Materi Pembelajaran Proses di Litosfer dan Atmosfer III. Metode Pembelajaran - Informasi/ceramah - Tanya jawab/diskusi - Demonstrasi

110

RPP Fenomena Fisika SMP 3

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-9 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan disampaikan. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang lapisan litosfer beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk menjelaskan lapisan litosfer. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan komponen-komponen pada lapisan litosfer. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan proses pelapukan yang terjadi pada lapisan litosfer. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan proses pelapukan yang dikaitkan dengan lingkungan hidup. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tetulis. Kegiatan Akhir 5 menit Memberikan tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menu­tup proses pembelajaran. Pertemuan Ke-10 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan disampaikan. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan dengan LCD tentang atmosfer beserta implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari internet).

RPP Fenomena Fisika SMP 3

111

• Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan lapisan atmosfer. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengertian pema­nasan global dan penyebabnya. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelasan kejadian atau peristiwa yang terjadi pada atmosfer dan di lapisan litosfer. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengaruh prosesproses di lingkungan terhadap kesehatan manusia. • Melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi penekanan hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir Memberikan tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, tugas soal-soal semester, dan ujian akhir sekolah serta memahami materi yang telah didapatkan untuk menghadapi ulangan semester dan ujian akhir sekolah dan diteruskan dengan menutup proses pembelajaran.

5 menit

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Model gambar lapisan atmosfer dan litosfer Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LCD, komputer, dan jaringan internet VI. Penilaian - Kuis - Tugas - Ulangan - Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab - Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa ................, ..................... Mengetahui, Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika) ( ___________________) NIP. ................................

112

RPP Fenomena Fisika SMP 3

(___________________) NIP. ................................

Daftar Pustaka

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. ”Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.” Jakarta. Depdiknas. 2006 ”Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta. . 2006. ”Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta. . 2006. ”Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

RPP Fenomena Fisika SMP 3

113