SURAT BANTAHAN DAN KLARIFIKASI FORUM DISKUSI BUDAYA ...

23 downloads 20 Views 1MB Size Report
FORUM DISKUSI BUDAYA DAN SEJARAH TIONGHUA (Group Budaya Tionghua) ... http://www.facebook.com/groups/tionghoabersatu/ [Sister Group - Diskusi ...

SURAT BANTAHAN DAN KLARIFIKASI FORUM DISKUSI BUDAYA DAN SEJARAH TIONGHUA (Group Budaya Tionghua) http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ http://web.budaya-tionghoa.net/ http://www.facebook.com/pages/Budaya-Tionghoa/232215766794519 http://www.facebook.com/groups/budaya.tionghoa/ http://www.facebook.com/groups/tionghoabersatu/ [Sister Group - Diskusi Sosial - Politik , Ekonomi etc].

Dengan Hormat,

Bahwa beberapa waktu belakangan ini beredar surat kaleng dan penghasutan yang salah satu isinya disampaikan di bawah ini: ============================================================================== === Berita Penting Kepada Seluruh Masyarakat Indonesia!!!

Pakar budaya Tionghoa gadungan Ardian Changianto/Ardian Cangianto dibantu oleh Liu Weilin, Cendra Ling Ling, 剑

影 Jian Ying yang mengelola Budaya Tionghoa.Net dan halaman Facebook Budaya Tionghoa. Telah melakukan politik SARA melalui halaman Facebook tersebut dengan mengadu domba etnis Tionghoa Indonesia.

Dan salah satu pengurusnya, Lia Zhang, telah memeras uang tiket ke Beijing dan uang lainnya kepada anggota-anggota Budaya Tionghoa untuk melakukan berbagai kegiatan Budaya Tionghoa.

Diharapkan seluruh masyarakat Indonesia tidak terpancing oleh perbuatan oknum-oknum tersebut yang dipimpin oleh pakar gadungan Ardian Changianto/Ardian Cangianto. Karena kita mencintai Indonesia damai dan aman. Karena perbuatan oknum-oknum seperti ini dikhawatirkan akan mengulang tragedi 1998. Mengingat Pemilu 2014 semakin dekat, dan suhu politik Indonesia semakin memanas. Peace for Indonesia!

Harap BC segera ke semua masyarakat Indonesia, agar berpikir positif dan tidak terpancing isu yang dihembuskan oleh Ardian Changianto/Ardian Cangianto dkk yang telah merusak citra etnis Tionghoa Indonesia!

Dengan ini kami segenap tim admin, moderator, dan web master grup Budaya Tionghua menyatakan bahwa isi surat tersebut TIDAK BENAR SAMA SEKALI. Sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah kami tentukan, maka grup Budaya Tionghua tidak pernah melakukan politik rasisme maupun adu-domba, memecah belah siapa pun di mana pun dan kapan pun dan tidak pernah menjual tour ke mana pun. Selain itu, tidak pernah ada anggota tim Budaya Tionghua yang melakukan pemerasan ataupun penipuan seperti yang ditudingkan dalam surat di atas.

Disinyalir bahwa semua tudingan fitnah tersebut bermula dari sebuah thread di grup facebook Budaya Tionghua. Thread tersebut dimulai dengan sebuah pertanyaan tentang sebuah “stereotype/generalisasi” yang kemudian dijadikan ajang diskusi. Namun dalam diskusi tersebut ada pihak-pihak yang mungkin tidak memahami esensi diskusi dan kemudian melakukan tindakan tidak sehat yaitu menyerang pribadi sesama anggota yang turut berdiskusi. Sesuai kebijakan tim admin maka pihak pengacau tersebut dikeluarkan dengan paksa setelah diberi peringatan namun tidak mengindahkan peringatan admin.

Berikut adalah transkrip diskusi dari thread yang dimaksud:

……… dst ……… ……… dst ………

Dari transkrip tersebut apa adanya, bahwa tim admin menyampaikan beberapa poin penting: -

Sejak awal admin yang kebetulan bertugas sudah mendeteksi adanya kemungkinan diskusi yang berpotensi menjadi kontroversi/polemik

-

Sesuai kesepakatan dan pengalaman dalam mengelola diskusi di dunia maya selama bertahun-tahun maka tim admin mengambil sikap untuk wait and see, sembari memberikan “counter opinion” dengan tujuan edukasi bagi seluruh anggota tentang stereotype/generalisasi

Bahwa anggota yang memulai diskusi ini (Thread Starter: yaitu seseorang dengan identitas tidak jelas hanya menuliskan nama: “Jumpa”

http://www.facebook.com/profile.php?id=100004157352255)

setelah beberapa waktu diskusi ternyata melakukan provokasi vulgar dan kemudian diambil tindakan tegas dengan mengeluarkan anggota tersebut dari grup.

Bagi yang ingin membaca keseluruhan thread, dapat dilihat pad link berikut ini: https://www.facebook.com/groups/budaya.tionghoa/permalink/10152011248402436/

-

Diskusi kemudian berkembang menjadi sarana edukasi tentang latar belakang budaya dan sejarah terjadinya konflik antar kelompok (dalam hal ini hakka dan punti).

-

… dst… dst …

… dst… dst …

-

Kemudian mulai masuk kelompok pengacau yang disinyalir kurang bisa memahami esensi diskusi dan malah menarik kembali kemajuan diskusi ke titik negatif dengan memulai berbagai penyerangan pribadi. Yang berujung kelompok ini dikeluarkan paksa dari grup.

-

Dapat dilihat bahwa Lia Zhang hanya menanggapi tantangan yang diajukan oleh Shaka secara bercanda. Lia Zhang TIDAK PERNAH memaksa seorangpun untuk membeli/membayar tiket untuknya guna pergi ke Beijing. Penulisan “OOT gini gua jadinya.” Dapat menjadi bukti bahwa apa yang dikatakannya sebatas candaan semata. Lagipula, sebagai seorang penulis muda, tentunya Lia Zhang tahu etika bermasyarakat dan TIDAK AKAN mungkin menciderai nama yang sedang dibangunnya hingga saat ini.

-

Mereka-mereka yang dikeluarkan tersebut (disinyalir hanya beberapa orang) kemudian membentuk sebuah grup baru yang bersifat tandingan terhadap grup Budaya Tionghua.

-

Di dalam grup tersebut mereka melakukan berbagai harassment terhadap grup Budaya Tionghua dengan memelintir beberapa komentar (yang bahkan mereka utarakan sendiri) untuk menyerang dan menfitnah grup Budaya Tionghua.

-

Di dalam grup tandingan tersebut, mereka juga melakukan pelecehan terhadap gambar muka seorang admin yang dirubah dan diberi kata-kata pelecehan. Alamat grup tersebut: https://www.facebook.com/groups/192538297598358/?fref=ts Berikut contoh-contoh isi grup tandingan tersebut:

Contoh bagaimana grup tandingan tersebut yang sebenarnya melakukan politik rasisme.

Contoh bagaimana mereka juga melakukan “diskusi stereotype” tetapi sekedar tandingan. Bahwa juga ada kesalahpahaman dengan mengira grup Budaya Tionghua ekslusif kelompok tertentu. Padahal tim kami terdiri dari berbagai latar budaya dan kepercayaan. Berikut satu contoh lagi isi thread di grup tandingan yang bersifat pelecehan vulgar, fitnah tak berdasar, dan bahkan seperti melimpahkan “dosa”nya ke grup Budaya Tionghoa.

Cek printscreen-printscreen sebelumnya untuk melihat bahwa postingan masalah buku Mao Ze Dong justru diposting oleh Shaka Phranatungga.

Pelecehan terhadap foto pribadi salah satu anggota tim Budaya Tionghua (yang ironisnya adalah seorang keturunan Hakka baik dari silsilah ayah maupun ibu). Dan juga provokasi murahan tentang acara gathering yang diadu dengan acara organisasi lain. Perlu diketahui bahwa akun atas nama Yuan Dong telah kami laporkan kepada Facebook dan akun tersebut kemudian menghilang. Namun disinyalir orang yang sama menjelma dengan nama akun lain, dan biang kerok semua permasalahan ini sebenarnya juga orang yang sama.

Demikian surat bantahan dan klarifikasi ini kami buat. Kami menghimbau semua pihak agar tidak serta merta percaya kepada fitnah dan tudingan tidak jelas tanpa bukti. Bahwa kami tidak bersifat ekslusif ataupun melakukan politik rasisme, terlebih lagi melakukan pemerasan ataupun penipuan dalam bentuk apa pun.

Grup Budaya Tionghoa adalah grup kecil yang murni mendedikasikan diri untuk pendidikan budaya dan sejarah Tionghoa. Selain itu, grup Budaya Tionghoa dibentuk sebagai grup swadaya dengan pendanaan dari para admin dan sukarela yang diberikan peserta acara kami sebagai pengganti dana konsumsi. Tidak pernah kami mengadakan tour-tour ke Beijing dan lain-lain karena keterbatasan grup ini dan kami juga tidak pernah mengirim proposal untuk pendanaan dari grup manapun juga. sekali lagi kami tegaskan, kami adalah grup kecil dengan anggota tim yang terdiri dari berbagai latar budaya, ras, dan kepercayaan. Misalnya saja orang Hakka, orang Khonghu, orang Hokkian, orang Tiociu, orang Sunda dengan berbagai latar budaya dan kepercayaan. Semua bersatu di grup Budaya Tionghoa untuk sekedar berdiskusi dan belajar mengenai budaya dan sejarah Tionghoa yang amat sangat kaya ragamnya. Akhir kata, apabila ada bahasa maupun kata-kata yang dianggap kurang pantas, maka segenap tim Budaya Tionghua juga memohon maaf sebesar-besarnya.

Hormat kami, Segenap anggota tim grup Budaya Tionghua.